Partai Gelora ‘Kick Off Program Capacity Building’, Program Peningkatan Kapasitas DPD

Partaigelora.id-Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia melakukan peluncuran atau Kick Off ‘Progam Capacity Building DPD’ dalam rangka meningkatkan kapasitas para pengurus di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Indonesia menjelang pelaksanaan Pemilu 2029 mendatang.

Launching tersebut, digelar di sela-sela acara Silaturahmi Idulfitri 1447 H dan Rakor IV Pimpinan DPP-DPW yang digelar secara daring pada Sabtu (4/4/2026).

“Partai Gelora hari ini meluncurkan program pengembangan kapasitas untuk para pimpinan partai di DPD. Hal ini kita lakukan dalam rangkaian menabung syarat-syarat kemenangan di Pemilu 2029.” kata Anis Matta, Ketua Umum Partai Gelora dalam keterangannya, Minggu (5/4/2026).

Menurut dia, program pengembangan peningkatan kapasitas DPD ini, untuk melengkapi tiga program yang telah diluncurkan sebelumnya. Yakni Program Ideologisasi, Program Pengembangan Wawasan dan Program Rekruitmen Anggota.

“Saya mengingatkan kepada seluruh DPW dan DPD yang belum melakukan Program Ideologisasi untuk segera mengatur jadwal penyelenggaraan kaderisasi,” kata Anis Matta yang juga Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI ini.

Sedangkan mengenai Program Pengembangan yang memiliki enam tema, yakni Keislaman, Geopolitik, Kebangsaan, Spiritual, Kepribadian dan Kewirausahaan bertujuan untuk membangun komunitas atau masyarakat berpengetahuan.

Ia berharap agar seluruh pengurus di pusat dan daerah agar mengikuti program tersebut melalui ruang zoom meeting, sementara para kader bisa mengikutinya lewat platform media sosial seperti Facebook, Tiktok, Insagram, YouTube dan Twitter (X).

“Alhamduillah, terutama soal tema geopolitik mendapatkan sambutan luas masyarakat, tidak hanya pengurus dan kader. Dan Insya Allah kita juga akan membuat Podcast untuk tema geopolitik dan isu-isu politik,” katanya.

Anis Matta menegaskan, bahwa dengan memberikan pengetahuan dan mengedukasi publik secara konsisten melalui program pengembangan wawasan, maka secara tidak langsung mengajak publik terlibat aktif dalam politik dan ikut serta memberikan arah dalam perjalanan bangsa.

“Program pengembangan wawasan ini merupakan bahan saudara-saudara semuanya untuk melakuan rekruitmen. Program Rekruitmen Anggota yang sudah kita launching bulan lalu, bisa kita mulai dari sini,” kataya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelora Mahfuz Sidik mengatakan, Program Capacity Building ini merupakan program nasional, program pengembangan kapasitas struktur tidak hanya untuk pengurus DPD saja tetapi juga pengurus di DPP dan DPW.

“Program peningkatan kapasitas struktur ini, merupakan program prioritas kategori Indonesia,” ujar Mahfuz.

Wakil Ketua Tim Capacity Building DPW-DPD Gungun Gunawan mengatakan, program peningkatan kapasitas untuk DPD ini, bukan sekedar ‘Kick Off’, melainkan lanjutan pemenuhan aktivitas kognitif dari struktur partai di seluruh Indonesia yang diinisiasi DPP Parta Gelora melalui Program Indiologisasi.

“Program ini kita sebut sebagai program peningkatan kapasitas untuk manajemen Partai Gelora, karena struktur sudah terbentuk. Pimpinan kita ingin terciptanya masyarakat berpengetahuan, sekaligus menciptakan learning yang lebih terukur,” kata Gunawan.

Ia menjelaskan, Tim Capacity Building DPW-DPD ini diketuai oleh Mohammad Syahfan Badri Sampurno, sedangkan Muhammad Sutiyadi sebagai Sekretaris Tim.

Mahfuz Sidik selaku Sekjen Partai Gelora bertindak sebagai Ketua Tim Pengarah, sementara beberapa Ketua Koordinator Bidang DPP Partai Gelora menjadi Anggota Pengarah antara lain Akhmad Faradis, Ahmad Zainuddin, Rico Marbun, Triwisaksana, dan TB Dedi Miing Gumelar.

Sekretaris Tim Capacity Building DPW-DPD Muhammad Sutiyadi mengatakan, bahwa program ini merupakan kebutuhan pengembangan kapasitas kepemimpinan manajemen organisasi dan kemampuan berpikir strategis di tingkat pimpinan DPD

“Jadi hari ini kita tidak hanya sekedar meluncurkan program pelatihan, tapi kita juga sedang memulai mesin penggerak baru bagi jalannya organisasi,” kata Sutiyadi.

Peningkatan kapasitas DPD, kata Kapten Yadi-sapaan akrab Muhammad Sutiyadi, akan menentukan kemenangan Partai Gelora ke depannya, karena DPD merupakan garda terdepan partai.

“Materi akan diberikan para pemateri yang berpengalaman dalam politik, sekaligus akan menjadi pendamping untuk menterjemahkan visi misi strategis di lapangan. Kita akan jadikan DPD ini driver kemenangan,” katanya.

Sehingga para pengurus di DPD, nantinya tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga memiliki kapasitas dan basis riil di akar rumput.

“Kita akan memberikan potret objektif mengenai kapasitas mesin partai menjelang verifikasi di tahun 2027 menuju kemenangan di 2029,” katanya.

Kapten Yadi mengatakan, materi yang diberikan dalam pengembangan kapasitas DPD ini akan dibagi dalam empat klaster dengan 16 modul. Pertama Klaster Manajemen, Manajemen Komunikasi, Manajemen Organisasi dan Manajemen Penggalangan.

“Sehingga kita bisa membangun leadership dengan menjadikan struktur efektif yang terukur. Tentu hasilnya mengubah struktur ini menjadi suara,” katanya.

Artinya setiap pengurus DPD, lanjut dia, akan menjadi poros penggerak utama organisasi partai. Dimana tidak hanya sekedar aktif, tetapi juga mampu berpikir strategis dalam menggerakkan organisasi.

“Dalam waktu 6-12 bulan mendatang, kita dapat mengetahui keberhasilannya. Kita akan memiliki struktur yang lebih rapi, serta pengurusnya memiliki kapasitas dan energi kepemimpinan,” pungkasnya.

Pemerintah Diminta Serius Antisipasi Dampak Perang Teluk terhadap APBN

Partaigelora.id-Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Mahfuz Sidik meminta pemerintah mengantisipasi dampak serius dari perang di Kawasan Teluk apabila perang semakin meluas dan menunjukkan peningkatan ekskalasinya.

Sebab, hal itu akan berdampak pada domestik, ekonomi dan APBN Indonesia, jika harga minyak mentah dunia nantinya menembus USD 200 per barel.

“Apakah BBM kita bisa bertahan dengan sistem subsidi, apabila 2-3 bulan ke depan misalnya, perang semakin meluas. Bagaimana dampaknya pada APBN kita?” kata Mahfuz Sidk.

Hal itu disampaikan Mahfuz Sidik dalam Kajian Pengembangan Wawasan Geopolitik dengan tema ‘Perang Akan Segera Berakhir?, Membaca Skenario End-War Game dan Situasi Paska Perang (Aftermath) Antara AS-Israel dan Iran’, Jumat (3/4/2026) malam.

Menurut Mahfuz, harga minyak mentah dunia bisa menyentuh USD 200 per barel, apabila jalur distribusi energi semua terganggu, tidak hanya di Selat Hormuz, tapi juga di Selat Bab el Mandeb dan Laut Merah.

“Dunia akan menderita, tidak hanya Indonesia. Dunia akan mengalami krisis energi dan dunia akan mengalami depresi ekonomi yang sangat kuat,” ujarnya.

Tersendatnya distribusi energi, kata Mahfuz, akan membawa dampak ikutan pada sektor pertanian dan pangan yang bisa menyebabkan bencana kelaparan global.

“Ini akan menjadi bencana global. Tidak akan mampu ditanggung oleh negara sebesar dan sekuat apapun,” katanya.

Karena itu, Mahfuz menyoroti soal kemampuan APBN 2026 dalam mengantipasi dampak tersebut, karena sepertiga APBN masih dibiayai dari utang, sehingga Indonesia tidak memiliki keleluasaan dalam mengelola anggaran.

“Kenaikan harga BBM sekarang ini sudah menguras cadangan devisa kita. Dan kalau perang ini misalnya berlanjut sampai 6 bulan ke depan, maka sebagaimana banyak negara lain, APBN kita juga tidak akan mampu menutup ini,” katanya.

Ketua Komisi I DPR 2010-2017 ini menegaskan, bahwa perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel yang sudah memasuki pekan kelima tersebut, tidak dapat diketahui secara pasti akan berakhir.

“Saatnya sekarang pemerintah menjelaskan situasi ini secara gamblang, secara jelas, tanpa ditutup-tutupi, tanpa dikurangi atau dilebihkan. Ini harus dijelaskan kepada masyarakat seluas-luasnya,” katanya.

Hal ini penting, bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, tetapi mengajak masyarakat secara kolektif sebagai bangsa dan negara agar mempersiapkan diri secara bersama-sama menanggung resiko dampak perang.

“Apabila masyarakat tidak mendapat penjelasan. Dan kalau guncangan ini datangnya lebih cepat, maka bukan saja pemerintah dengan APBN-nya yang tidak siap, tapi yang kita khawatirkan adalah ada reaksi balik, ada social unrest (kerusuhan sosial),” katanya.

Kerusuhan sosial, lanjut dia, bisa terjadi karena masyarakat marah, fustasi, serta tidak siap melihat situasi dan kondisi sekarang, yang menambah beban hidup mereka sehari-hari.

“Jadinya bukan malah bersama-sama bergandengan tangan, justru malah akan saling menyalahkan. Ini yang harus kita hindari,” tegasnya.

Mahfuz berharap pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, serta anggota dewan di DPR dan DPRD, perlu mulai berbicara skenario terpahit.

“Saya kira masyarakat kita, masyarakat yang pintar, masyarakat yang cerdas, dan masyarakat yang sudah terbiasa menghadapi situasi-situasi sulit,” katanya.

Ia berharap perang AS-Israel melawan Iran segera berakhir, sebagaimana banyak negara lain, Indonesia juga menginginkan perdamaian dunia, karena merupakan amanah konstitusi.

“Tetapi kita perlu mendiskusikan, bagaimana Indonesia mulai meletakkan kembali strategic positioning-nya, posisi strategisnya di dalam dunia yang mulai berubah,” ujarnya.

Mahfuz menambahkan, bahwa Presiden AS Donald Trump sekarang berusaha sekuat tenaga untuk segera mengakhiri perang, karena tekanan politik domestik yang semakin menguat terhadap dirinya.

Namun, Trump tidak mau mengaku kalah perang dengan Iran, meskipun kekuatan militernya mengalami kehancuran, serta kerugian besar secara finansial, dimana harus merogoh kocek USD 40 miliar untuk membiayai perang hingga hari ini.

Pengamat politik Timur Tengah ini menilai Amerika telah menyiapkan empat skenario untuk mengakhiri permainan perang ‘End-War Game bersama Israel.

Adapun skenario pertama, klaim kemenangan prematur. Amerika menyatakan secara sepihak kemenangan terhadap Iran dalam perang ini, dengan mengungkapkan kekuatan militer Iran telah dilancurkan bersama Israel.

Lalu, skenario kedua, gencatan senjaran bersyarat. Ada keterlibatan pihak ketiga untuk melalukan perundingan untuk mencari titik temu negosiasi 15 poin tuntutan dari Amerika dan 7 poin tuntutan dari Iran.

Kemudian skenario ketiga, Amerika dan Israel melanjutkan serangan militer secara masif hingga mampu melumpuhkan Iran, terutama instalasi kekuatan militernya. Tetapi hal ini akan mendapatkan serangan balangan dari Iran, dan perang bisa semakin meluas.

Terakhir skenario keempat, perang berlarut dan kemungkinan penggunaan senjata nuklir. Skenario ini hanya mungkin terjadi apabila Presiden AS Donald Trump mendapatkan persetujuan dari Kongres untuk melanjutkan perang.

“Kongres juga menyetujui anggaran tambahan untuk perang sebesar USD 200 miliar. Kalau ini terjadi Trump tidak akan berpikir panjang, tidak akan berpikir lama untuk melanjutkan perang dengan Iran,” katanya.

“Artinya, Amerika punya nafas untuk berperang selama 200 hari lagi dengan asumsi 1 hari USD 1 miliar. Itu berarti ada 6 bulan lebih untuk mengalahkan Iran. Tetapi sebaliknya, juga siap berperang panjang, bahkan bertahun-tahun,” pungkasnya.

Fahri Hamzah Ajak Perkuat Persatuan Saat Silaturahmi dengan Muhammadiyah

Partaigelora.id– Partaigelora.id-Momentum pasca-Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang mempererat kohesi sosial dan memperkuat persatuan bangsa. Dalam suasana Syawal yang sarat makna kebersamaan, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah mengajak masyarakat untuk menjaga prasangka baik dan memperkuat keyakinan kebangsaan.

Ajakan itu disampaikan Fahri Hamzah, saat menghadiri kegiatan silaturahmi bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta, Cirendeu, Tangerang Selatan, Selasa (31/3/2026).

Dalam forum tersebut, Fahri, yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di pemerintahan Prabowo dan Gibran itu, menekankan pentingnya membangun sikap saling percaya di tengah masyarakat, khususnya di kalangan umat Islam.

Ia menilai, penguatan nilai-nilai kebangsaan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Dalam forum ini saya mengajak masyarakat, khususnya umat Islam, untuk senantiasa mengedepankan prasangka baik serta memperkuat keyakinan sebagai bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan dan keutuhan negara,” ujar Fahri.

Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019  menekankan pentingnya budaya saling mendengar dalam kehidupan bermasyarakat.

Fahri mengapresiasi kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi kunci terciptanya keputusan dan hasil yang lebih baik.

“Semakin sering kita saling mendengar dengan baik, hasilnya akan semakin baik,” kata Fahri.

Ia menambahkan, kemajuan hanya dapat dicapai dalam suasana yang positif dan penuh kebersamaan. Karena itu, komunikasi dan sinergi antar-elemen masyarakat perlu terus diperkuat.

Menurut Fahri, bulan Syawal merupakan momentum strategis untuk mempererat silaturahmi setelah menjalani ibadah Ramadan.

Ia menyebut, semangat kebersamaan yang tumbuh selama Ramadan perlu dijaga dan diteruskan dalam kehidupan sosial sehari-hari.

“Momentum bulan Syawal adalah waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat semangat kebersamaan setelah menjalani ibadah di bulan Ramadan,” kata dia.

Di akhir pernyataannya, Fahri menyampaikan ucapan selamat Idulfitri kepada masyarakat. Ia berharap, semangat kemenangan setelah Ramadan dapat menjadi energi baru dalam membangun kehidupan berbangsa yang lebih harmonis.

“Minal Aidzin Wal Faidzin. Semoga kita semua dapat memasuki hari-hari kemenangan dengan semangat baru pasca-Ramadan,” tutup politikus asal Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan. Ia menjelaskan tingginya antusiasme jamaah membuat suasana acara menjadi padat.

“Kami mohon maaf apabila dalam penyelenggaraan acara ini terdapat kekurangan,” kata Mu’ti.

Meski demikian, ia menilai suasana hangat yang tercipta menjadi kekuatan dalam mempererat silaturahmi. Ia juga mewakili warga Muhammadiyah menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekhilafan selama ini.

Mu’ti turut memaparkan perkembangan amal usaha Muhammadiyah yang terus meningkat, baik dari sisi jumlah mahasiswa maupun program studi di berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah.

“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas dan pelayanan,” tegas Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah itu.

Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah hal yang perlu dibenahi, terutama di tengah persaingan sektor pendidikan yang semakin ketat. Ia berharap kegiatan silaturahmi ini dapat memberikan inspirasi dan penguatan bagi seluruh peserta.

“Kami berharap pertemuan ini menjadi momentum untuk mendapatkan inspirasi dan penguatan,” ucapnya.

Tiga Prajurit TNI Gugur, Pemerintah Diminta Kaji Ulang Rencana Pengiriman Pasukan Penjaga Perdamaian ke Gaza

Partaigelora.id-Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Mahfuz Sidik mengatakan, Keluarga Besar Partai Gelora berduka atas gugurnya tiga prajurit terbaik TNI yang tergabung dalam Satgas Yonmek TNI-Konga XXIII-S UNIFIL, akibat serangan artileri militer Israel (IDF) di wilayah Libanon Selatan; Libanon pada Senin (30/3/2026).

“Keluarga Besar Partai Gelora Indonesia mengucapkan Turut Berduka Cita atas gugurnya prajurit Satgas Yonmek TNI-Konga XXIII-S UNIFIL. Semoga Allah SWT menempatkan mereka dalam barisan Syuhada dan seluruh keluarga mereka diberikan kekuatan, serta ketabahan,” kata Mahfuz dalam keterangan, Selasa (31/3/2026).

Diketahui, Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadon gugur saat menjalankan misi penjaga perdamain di Indonesia di Timur Tengah.

Mereka tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dalam dua hari berturut-turut serangan Israel di Lebanon.

Insiden tersebut terjadi di tengah serangan dan pendudukan Israel ke Lebanon. Bahkan, sejak awal Maret 2026, Israel memperluas serangan untuk mencaplok Lebanon selatan.

Menurut Mahfuz, peristiwa ini harus menjadi concern dan keprihatinan Indonesia. Investigasi menyeluruh dan pertanggungjawaban harus dituntut atas insiden yang mencoreng spirit pasukan penjaga perdamaian.

“Saya kira tidak hanya Partai Gelora yang kehilangan atas gugurnya tiga prajurit terbaik TNI, yang tergabung dalam Satgas Yonmek TNI-Konga XXIII-S UNIFIL. Tapi seluruh Indonesia berduka,” katanya.

Ketua Komisi I DPR 2010-2017 ini menilai serangan militer Israel ke garis demarkasi antara Libanon dan Israel (Blue Line) adalah bentuk pelanggaran serius terhadap aturan hukum internasional tentang Blue Line, yang mengacu kepada Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 tahun 2006.

“Blue Line adalah area bebas senjata, penghentian permusuhan dan berlaku ketentuan inviolability, yaitu tidak boleh dilanggar oleh para pihak yang bersengketa,” tegas Mahfuz Sidik.

Menurut Mahfuz, serangan beruntun militer Israel ke wilayah demarkasi ini menyebabkan keberadaan pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di bawah mandat PBB, menjadi sangat rentan dan beresiko tinggi.

“Meskipun pasukan UNIFIL memiliki kewenangan melakukan self-defense, yaitu menggunakan kekuatan senjata untuk pertahanan diri, namun dalam serangan militer Israel yang menggunakan rudal, akan membuat pasukan UNIFIL sulit melakukan self-defence,” kata dia.

Mahfuz yang pernah mengunjungi markas pasukan penjaga perdamaian TNI di Libanon Selatan itu, menegaskan, bahwa serangan Israel menggunakan rudal di Libanon Selatan mengancam keselamatan jiwa pasukan penjaga perdamaian Indonesia. “Nyawa mereka terancam setiap saat.” tegasnya.

Mahfuz menilai pemerintah dan militer Israel telah seringkali melanggar perjanjian dan kesepakatan. Misalnya selama masa gencatan senjata di Gaza sejak Oktober tahun lalu.

“Militer Israel masih kerap melakukan pemboman di wilayah Gaza dan kantong-kantong pengungsian,” ungkapnya.

Pengamat Timur Tengah ini menunjukkan, data kekejaman dan kebengisab militer zionis Israel sejak Oktober 2025 sampai Maret 2026, telah memakan korban jiwa 600-an warga sipil Gaza.

“Jadi jika kali ini militer Israel melanggar aturan Blue Line di Libanon Selatan dan mengakibatkan tiga pasukan TNI gugur, ini adalah pola ulangan dari perilaku brutal militer Israel,” ungkap Ketua Komisi I DPR RI periode 2010-2017.

Mengacu kepada peristiwa ini, Mahfuz mengusulkan agar pemerintah Indonesia menunda dan mengkaji ulang rencana pengiriman pasukan stabilisasi Internasional (ISF) di bawah payung Board of Peace.

“Saya mendesak agar pemerintah menunda dan mengkaji ulang rencana pengiriman pasukan ke Gaza,” kata Sekjen Partai Gelora ini.

Mahfuz melihat militer Israel terus melanggar kesepakatan gencatan senjata di Gaza dan melanggar aturan PBB tentang Blue Line di Libanon Selatan, serta terus melakukan serangan bersenjata yang mengorbankan banyak warga dan pasukan penjaga perdamaian.

Ia mengecam pemerintah dan militer Israel tidak pernah menyatakan penyesalan dan pengakuan terhadap tindakan pelanggaran serius ini. Bahkan pemerintah Amerika Serikat yang selama ini menjadi pelindung dan sekutu Israek ikut membiarkan tindakan itu.

Jadi menurut Mahfuz, tidak ada jaminan keamanan sedikitpun bagi pasukan stabilisasi internasional (ISF) di bawah payung Board of Peace yang akan ditempatkan di Gaza.

Apalagi ada desakan dari Israel agar tugas pertama dari pasukan stabilisasi di Gaza ini adalah melakukan perlucutan senjata dari pejuang Hamas dan pendukungnya.

“Hal ini tentu akan sangat beresiko tinggi bagi keamanan dan nyawa pasukan TNI di Gaza,” tutup Mahfuz.

Anis Matta Ingatkan Indonesia akan Hadapi Hari-hari yang Berat ke Depan

Partaigelora.id-Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sekaligus Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Anis Matta mengingatkan, bahwa perang antara Israel dan Amerika Serikat (AS) dengan Iran tidak akan selesai dalam waktu dekat.

Bisa jadi perang akan berlangsung hingga satu atau dua tahun mendatang seperti yang disampaikan Wakil Presiden AS James David Vance beberapa waktu lalu. Sehingga Indonesia harus bersiap menanggung dampaknya secara global.

“Di hari-hari yang akan datang, akan menjadi hari yang berat, bukan hanya bagi negara yang berperang, tapi justru bagi negara yang tidak bergerak, termasuk kita di Indonesia,” kata Anis Matta dalam Halalbihal Fungsionaris DPP Partai Gelora di Jakarta, Senin (30/3/2026) malam.

Anis Matta kemudian teringat salah satu ayat dalam surat Al-Jinn yang menggambarkan situasi dan kondisi saat ini, yang akan menjadi gelombang besar perubahan tatanan global baru.

“Makanya ketika mendirikan Partai Gelora, doa yang kita baca adalah doa Nabi Nuh sebelum berlayar karena kita tahu akan menghadapi gelombang atau goncangan,” katanya.

Nabi Nuh saat itu memanjatkan sebuah doa yang tercantum dalam Al Qur’an Surat Hud Ayat 41.“Bismillahi majreha wa mursaha inna rabbi la ghafurur Rahim”.

“Sebelum berlayar, Nabi Nuh berdoa tersebut waktu ada banjir besar saat menumpangi perahunya bersama orang-orang yang mengikutinya agarbisa melewati semua gelombang-gelombang besar itu, serta diturunkan di waktu dan tempat yang tepat untuk berlabuh,” ujar Anis Matta.

Anis Matta mengatakan, situasi yang dialami Nabi Nuh saat itu mirip yang dialami Partai Gelora sekarang. Sebab, yang terjadi sekarang apakah sebenarnya diinginkan oleh penduduk bumi atau memang karena Allah SWT yang menginginkan agar manusia kembali ke jalan yang lurus.

“Sekarang kita sedang melewati gelombang besar seperti itu. Dan sepanjang kita berlayar, kita pasti akan bertanya, pada akhirnya kita akan berlabuh di mana,” katanya.

Wamenlu RI ini mengatakan, melihat situasi sekarang tidak ada yang bisa memprediksi perang akan berlangsung pendek. Bahkan tanda-tanda perang akan berlangsung lama, bisa sampai 1-2 tahun.

“Kemarin Wakil Presiden AS sudah menyampaikan perang bisa sampai satu atau dua tahun. Dan kita sudah mendapatkan laporan, pasukan darat Amerika sudah siap turun. Mereka sudah ada di sekitar kawasan Teluk, tinggal menunggu perintah saja,” katanya.

Karena itu, Anis Matta tidak bisa membayangkan kekacauan yang akan terjadi di dunia pada hari-hari mendatang, apabila perang terus menunjukkan peningkatan ekskalasinya.

“Seluruh dunia akan kesulitan energi, dan kita ketahui juga Indonesia mengimpor BBM mencapai 900 ribu barrel melalui Serat Hormuz.,” katanya.

Selain itu, apabila proksi Iran melalui Houthi juga menutup jalur Bab el-Mandab Laut Merah,jalur sempit yang membentang ke arah tenggara dari Terusan Suez Mesir, yang merupakan jalur perdagangan antara Eropa dan Asia.

“Maka kita akan punya masalah serius, yang tidak pernah dibayangkan orang. Kita akan menghadapi bahaya kelaparan. Karena selain jalur perdagangan, dimana 90 persen kebutuhan pupuk dunia melewati jalur ini,” ujarnya.

Anis Matta berharap agar seluruh kader Partai Gelora memanjatkan doa kedua Nabi Nuh, setelah berlayar seperti ada di dalam Al Qur,an Surat Al Mu’minun ayat 29.

“Wa qur rabbi anzilnī munzalam mubārakaw wa anta khairul-munzilīn. Yang artinya , Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat,”

Ia ingin menggarisbawahi dua kata mengenai tempat turun dalam doa tersebut. Yakni bermakna kedudukan (bahasa politik), strategic positioning (bahasa geopolitik), sedangkan dalam bahasa Arab sebagai tempat terbuka atau tempat berlabuh yang diberkahi.

Sementara itu tempat berlabuhnya Nabi Nuh sendiri setelah banjir besar berada di Pegunungan Ararat di antara Turki , Iran dan Azerbaijan.

“Dan ketika kita menghadapi goncangan-goncangan dan ketidakpastian, kita diajarkan berdoa Allah SWT seperti doa Nabi Nuh. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kepada kita semua, yang berjamaah melalui Partai Gelora ini, sebagai tempat turun yang benar, tempat yang diberkahi Allah SWT. Jalan lurus yang diberkahi,” pungkasnya.

Mahfuz Sidik: Negara-negara Teluk Perlu Segera Bentuk Aliansi Bersama Hilangkan Hegemoni Amerika

Partaigelora.id-Ketua Komisi I DPR 2010-2017 Mahfuz Sidik mendorong negara-negara Teluk perlu segera memikirkan aliansi baru, membangun aliansi bersama untuk menghilangkan hegemoni Amerika Serikat (AS) di Kawasan Timur Tengah (Timteng) baik secara ekonomi, politik dan militer.

Hal itu disampaikan Mahfuz Sidik dalam acara diskusi Bola Liar Kompas TV dengan tema ‘Iran Unggul Strategis, Trump Mau Invasi Darat atau Negosiasi?’ di Jakarta, Jumat (27/3/2026) malam.

”Negara-negara Teluk ini perlu memikirkan aliansi baru pasca perang untuk menghilangkan hegemoni Amerika di kawasan tersebut. Iran sudah mengajukan proposal untuk membangun aliansi bersama,” kata Mahfuz Sidik, dalam keterangannya, Sabtu (28/3/2026).

Menurut Mahfuz, aliansi ini tidak hanya beranggotakan enam negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Oman, dan Bahrain saja, tetapi negara-negara lain di kawasan Timteng ada Iran, Irak, Turki dan lain-lain.

“Perang ini adalah gong yang menandakan berakhirnya hegemoni ekonomi, politik dan militer Amerika di kawasan Timur Tengah,” kata Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia ini.

Dengan adanya aliansi bersama ini, maka kata Mahfuz, secara tidak langsung AS-Israel telah mengakui kekalahan dalam perang dengan Iran yang telah berlangsung selama satu bulan ini.

“Trump (Presiden AS Donald Trump) menelan pil pahit. Trump benar-benar salah kalkulasi, tidak bisa memenangkan perang dengan Iran. Trump sekarang berpikir bagaimana perang ini segera berakhir.,” katanya.

Amerika, lanjut Mahfuz, mengalami kekalahan secara strategis dalam perang asimetris dengan Iran. Ia yakin Trump tidak akan melakukan seragan darat.

Hal itu hanya imajinasi Trump sebagai upaya untuk melakukan buying time atau mengulur-ngulur agar tidak ‘kehilangan muka’ di dalam publik domestik di AS maupun pandangan negatif dunia internasional.

“Sejak awal Trump ini tidak punya tujuan yang jelas dan tidak punya rencana juga yang jelas di dalam operasi militer ini,” ujarnya.

Trump tidak menduga keberhasilan dalam menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro justru gagal total di Iran, meski telah membombardir dengan ratusan rudal dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khameini.

“Iran bukanlah Venezuela. Dia pikir dengan serangan 28 Februari itu,  membombardir 800 rudal ke Teheran dan beberapa kota lain, berhasil menewaskan pemimpin tertinggi Iran. Ini kemenangan mutlak, ternyata kan itu tidak terjadi,” katanya.

Peneliti Dunia Islam Ini berpandangan bahwa Trump mengalami kebingungan yang hebat saat ini, dimana Presiden AS itu mengatakan, meminta upaya gencatan senjata dan keinginan untuk mengakhiri perang.

Bahkan Trump mengklaim ada kemajuan dalam negosiasi dengan Iran untuk mengakhiri perang dengan melibatkan Turki, Pakistan dan Qatar, namun hal itu dibantah secara tegas Iran.

“Kita lihat Trump ini ngajak Iran negosiasi, tapi meletakkan semua tujuan yang dari awal pernah dia sebutkan dalam satu piring besar melalui 15 tuntutan. Jelas ditolak Iran,” katanya.

Mahfuz menegaskan, bahwa Amerika tidak mendapatkan apa-apa dalam perang dengan Iran kali ini, bahkan mengalami kekalahan telak, karena mendukung keinginan Perdana Menteri (PM) Israel Benyamin Netayanhu.

“Rencana negosiasi juga tidak jelas. Kalaupun ada keinginan memobilisasi pasukan darat atau serangan yang jauh lebih besar, itu hanya bentuk gertakan Trump untuk Iran saja,” katanya.

Karena itu, pernyataan-pernyataan yang disampaikan Presiden AS Donald Trump tidak bisa dipercaya dan berubah-ubah terus.

“Peperangan ini tidak akan bisa dengan mudah dimenangkan oleh Amerika  dan Israel. Peperangan asimetris ini menempatkan Iran dalam posisi yang jauh lebih unggul ketimbang Amerika,” katanya.

Apabila melihat situasi sekarang, lanjutnya, Amerika atau Israel bisa saja menyerang Iran dengan menggunakan senjata nuklir taktis. “Ini sangat mungkin terjadi,” tegas dia.

Sebab, tekanan politik domestik terhadap Presiden AS Donald Trump dan PM Israel Benyamin Netayanhu semakin berat.

Trump ingin mengakhiri perang, sementara Netayanhu justru mencegah proses negosiasi dan melanjutkan perang dengan Iran.

“Kalau perang ini terus berlanjut, Trump bisa jatuh. Trump ingin menyelamatkan wajahnya, dan perang ini segera selesai,” katanya.

Trump semakin menyadari, bahwa Amerika tidak bisa memenangi perang dengan Iran. Karena itu,  Trump akan mengambil langjah membuat dunia semakin menderita, karena krisis energi.

Sikap Trump yang tidak bisa diduga, bisa saja dia membiarkan eskalasi perang semakin meluas menjadi perang kawasan di Timteng, mulai melibatkan pejuang Houthi (Yaman) misalnya.

“Ketika ekskalasi semakin meluas, Trump akan tampil sebagai seorang pahlawan ingin menyelamatkan dunia. Trump akan segera menghentikan perang, karena banyak permintaan dari negara-negara yang kesulitan energi dan gas untuk menghidupi masyarakatnya. Maka Amerika atas nama kepentingan dunia mengakhiri perang,” pungkasnya.

Acara diskusi Bola Liar Kompas TV ini juga dihadiri Pakar Strategi PPAU/Alumni US Air War College Marsma (Purn) Agung Sasongkojati, Pengamat Timur Tengah Smith Alhadar dan Ketua Centra Initiative & Peneliti Senior Imaparsial.

Lalu, Dosen Psikologi UI Whnda Yustisia, Guru Besar Geopolitik Timur Tengah UGM Siti Mu’tiah Sewtiawi, Peneliti Senior Indo Pacific Strategic Intelligence Fauzia Cempaka Timur dan Wartawan Harian Kompas Antiounius Tony Trinugroho.

Ucapkan Selamat Rayakan Idul Fitri 1447 H, Ini Pesan Anis Matta kepada Umat Islam di Tanah Air

Partaigelora.id-Umat Islam di seluruh belahan dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Ada yang merayakan pada Jumat (20/3/2026)  dan ada pula yang merayakan pada Sabtu (21/3/2026), termasuk umat Islam di Indonesia.

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri/Lebaran jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Sementara jadwal ini berbeda dengan organissasi keagamaan Muhammadiyah akan melaksanakan Lebaran pada Jumat, 20 Maret 2026. Sedangkan organisasi keagamaan lainnya, Nahdlatul Ulama (NU) mengikuti jadwal pemerintah.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar usai sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah di Jakarta Pusat, pada Kamis (19/3/2026) malam, mengajak seluruh umat Islam untuk tetap menjaga kebersamaan, meskipun terdapat perbedaan dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

“Kami mengimbau seluruh umat Islam Indonesia untuk senantiasa menjaga ketenangan, keamanan, ketertiban, dan kebersamaan selama masa Ramadan tahun ini,” kata Nasaruddin Umar.

Nasaruddin mengajak seluruh pihak untuk menguatkan persatuan dan silaturahim untuk menjaga kondisi masyarakat tetap rukun. Sikap tersebut, kata Nasaruddin, sebagai bentuk kontribusi kepada masyarakat.

“Mari kita jadikan Idul Fitri sebagai momentum untuk mempererat ukhuwah, menyambung silaturahim, dan menjaga stabilitas sosial sebagai bentuk kontribusi kita dalam membangun Indonesia yang damai dan sejahtera,” ujarnya.

Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sekaligus Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Anis Matta mengatakan, bahwa Ramadan 1447 Hijriah ditandai satu peristiwa besar, yang bebeda dengan Ramadan sebelumnya.

Yaitu adanya serangan Israel dan Amerika Serikat kepada Iran, yang telah memicu perang besar di Kawasan Timur Tengah (Timteng), yang sampai sekarang belum berakhir.

“Kita tidak tahu, dan saya rasa tidak ada yang bisa memprediksi kapan perang ini akan berakhir,” kata Anis Matta, Sabtu (21/3/2026).

Namun, semua pihak sepakat, bahwa dampak perang ini akan mempengaruhi seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia, bukan hanya tiga negara yang berperang atau negara-negara di sekitarnya.

“Perang ini akan mempengaruhi seluruh penduduk dimuka bumi. Ini akan mempengaruhi ekonomi kita, akan mempengaruhi situasi keamanan kita dan situasi politik kita,” ujarnya.

Bahkan kemungkinan besar akan menjadi awal dari satu perubahan-perubahan yang lebih dashyat, karena tidak ada yang bisa memprediksi ekskalasi sampai sekarang.

“Tetapi kita berdoa. Semoga seluruh puasa kita, tilawah kita, tahajud kita, sedekah kita, infak kita dan  seluruh kebaikan yang kita lakukan selama Ramdahan ini, menjadi sebab bagi Allah SWT untuk menjauhkan kita dari seluruh keburukan yang mungkin menimpa kita atau umat manusia,” katanya.

“Tidak ada yang lebih baik, kecuali terus berdoa. Rasullah SAW mengajar satu doa,” Ya Allah perbaikilah akhir dari segala urusan kami, dan lindungilah kami dari kehinaan di dunia dan siksa di akhirat,” imbuhnya.

Di hari yang bahagia ini, Anis Matta mengucapkan selamat merayakan Hari Raya idul Fitri 1447 H kepada seluruh umat Islam di tanah air. “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. ‘Idukum Mubarok, ‘Idukum Said. Mohon maaf lahir batin,” pungkas Anis Matta.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelora Mahfuz Sidik mengajak para Fungsionaris, Kader dan Sahabat Gelora menjadikan hari yang  berbahagia ini sebagai energi yang berlipat ganda untuk melanjutkan perjuangan.

“Saya dan segenap jajaran Dewan Pimpinan Pusat Partai Gelora Indonesia mengucapkan Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah. Minal ‘Aidin wal-Faizin, Kullu Aamin wa Antum bikhair. Mohan maaf lahir batin,” kata Mahfuz.

Ia  berharap kebahagian, kegembiraan dan keberkahan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi momentum dan menjadi energi tambahan untuk demi Indonesia yang lebih baik.

“Mari rayakan hari kemenangan dengan hati yang bersih dan semangat yang baru. ​Jadikan momen Syawal ini sebagai energi tambahan untuk terus berkolaborasi dan berjuang demi Indonesia yang lebih baik,” katanya.

Fahri Hamzah Dorong Arah Kebijakan Perumahan Dikembalikan pada Pemikiran Tiga Tokoh, Hatta-Margono-Sumitro

Partaigelora.id-Wakil Menteri (Wamen) Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mengatakan, Presiden Prabowo Subianto mengkritik pelaksanaan program pembangunan 3 juta rumah per tahun yang tidak memenuhi target dan harapan pemerintah.

Hal itu tentu saja menjadi sinyal evaluasi serius dari Presiden Prabowo, bukan lagi sekadar catatan biasa terhadap Kementerian PKP yang diberi amanah untuk menjalankan program tersebut.

Fahri menegaskan, kritik tersebut mencerminkan dorongan kuat untuk mengoreksi arah kebijakan agar kembali pada prinsip dasar ekonomi kerakyatan.

“Sejak awal Presiden memiliki keinginan besar merealisasikan target 3 juta rumah per tahun. Namun kritik yang muncul, termasuk dari Presiden sendiri, menunjukkan pelaksanaannya belum sesuai harapan,” kata Fahri Hamzah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Menurut dia, di tengah ambisi mempercepat penyediaan hunian nasional, pemerintah menghadapi tantangan implementasi program yang sejak awal menjadi salah satu janji besar pemerintahan Prabowo Subianto.

Namun, sejumlah catatan justru banyak muncul, termasuk dari Presiden sendiri, yang menilai pelaksanaannya di lapangan memang belum sepenuhnya sesuai target.

Kritik tersebut, kata Fahri, tidak bisa dipisahkan dari visi besar Presiden dalam menyediakan akses hunian layak bagi masyarakat luas.

Program 3 Juta Rumah ini, lanjut dia, berada di bawah koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Perumahan yang diketahui Hashim Djojohadikusumo. Sedangkan ia sendiri adalah Anggota Satgas Perumahan.

Ia menilai, kritik tersebut harus dibaca sebagai momentum Kementerian PKP untuk melakukan koreksi menyeluruh.

Fahri mendorong agar arah kebijakan perumahan dikembalikan pada pemikiran tiga tokoh ekonomi Indonesia, yakni Mohammad Hatta, Margono Djojohadikusumo, dan Sumitro Djojohadikusumo.

Ketiganya, menempatkan rumah bukan sebagai komoditas semata, melainkan bagian dari martabat manusia dan hak dasar warga negara.

“Rumah adalah simbol kemerdekaan dan hak asasi. Karena itu, pendekatan yang terlalu komersial berisiko melenceng dari tujuan utama,” ujarnya.

Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019 ini menyinggung praktik di sejumlah negara seperti Singapura dan Malaysia, serta kawasan Skandinavia.

Dimana menunjukkan kuatnya peran negara, bukan pengembang perumahan dalam penyediaan perumahan rakyat, yakni bisa mencapai 90% rumah rakyat dibangun negara .

Ia menekankan bahwa keberhasilan sektor perumahan tidak hanya diukur dari jumlah unit yang dibangun, tetapi juga dampaknya terhadap kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita tidak bisa sekadar membangun dan menjual rumah. Yang dibangun adalah peradaban, kemartabatan, dan jaminan hak dasar manusia,” kata Fahri.

Karena itu,  ia mengatakan bahwa, kritik Presiden Prabowo tersebut, menjadi peringatan penting agar Program 3 juta Rumah tidak melenceng dari tujuan awalnya, yakni menghadirkan hunian layak sebagai fondasi kesejahteraan sosial.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto menyoroti sejumlah kendala dalam pelaksanaan program 3 juta rumah per tahun, yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Dalam penilaiannya, progres realisasi di lapangan dinilai “terlalu lambat” dan belum sesuai dengan target ambisius yang ditetapkan.

“Kenapa program perumahan agak lambat?” tanya Prabowo secara langsung kepada Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, beberapa waktu lalu.

Prabowo menilai terdapat kesenjangan besar antara target yang diharapkan dengan capaian aktual di lapangan.

Selain kecepatan realisasi, Prabowo juga tidak puas dengan kinerja birokrasi yang menjadi hambatan struktural.

Program ini tersendat karena birokrasi dan kelembagaan yang belum matang, termasuk Kementerian PKP yang masih relatif baru dan dinilai belum optimal dalam menjalankan fungsi percepatan.

Hal inilah yang secara tidak langsung menunjukkan kritik Prabowo terhadap kinerja internal pemerintah yang belum solid.

Hunian Vertikal Berbasis TOD

Untuk mendukung Program 3 Juta Rumah, pemerintah mulai mencanangkan pembangunan hunian vertikal berbasis Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, sebagai bagian dari strategi memperluas akses perumahan di wilayah perkotaan sekaligus mengintegrasikan kawasan hunian dengan transportasi massal.

Program tersebut ditandai dengan kegiatan pencanangan pembangunan rumah vertikal di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) Blok G Manggarai pada Senin (16/3/2026).

Fahri Hamzah, hadir dalam acara tersebut bersama sejumlah pejabat pemerintah dan pimpinan lembaga terkait. Antara lain Ketua Satgas Hashim Djojohadikusumo, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.

Kemudian Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Chief Operating Officer Danantara/Kepala BP BUMN Doni Oskaria, Wakil Kepala BPI Danantara Tedi Bharata, serta Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin.

Fahri mengatakan, dalam proyek tahap awal di kawasan Stasiun Manggarai, pemerintah akan membangun hunian vertikal di Blok G dan F.

Pembangunan tersebut mencakup delapan menara apartemen setinggi 12 lantai dengan total sekitar 2.200 unit hunian.

Adapun unit yang dibangun terdiri dari tipe 45 dan tipe 52 yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan hunian masyarakat perkotaan, terutama bagi mereka yang bekerja di pusat kota dan membutuhkan akses langsung ke transportasi publik.

“Konsep TOD yang diterapkan mengintegrasikan hunian dengan simpul transportasi massal sehingga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, sekaligus menekan kemacetan dan meningkatkan efisiensi mobilitas warga,” kata nya.

Proyek hunian berbasis TOD juga akan dikembangkan di sejumlah kota besar lainnya dengan memanfaatkan lahan milik PT Kereta Api Indonesia. Di kawasan Stasiun Kiaracondong di Bandung, direncanakan pembangunan 753 unit hunian.

“Sementara itu, di kawasan Dr. Kariadi di Semarang akan dibangun sekitar 1.042 unit hunian, dan di sekitar Stasiun Gubeng di Surabaya sebanyak 1.489 unit hunian,” katanya.

Wakil Ketua Umum Partai Gelora ini gencar mendorong pembangunan hunian vertikal berbasis TOD di lahan pinggir jalan tol dan sekitar stasiun.

Sebab, pemerintah menilai pengembangan hunian vertikal di sekitar stasiun kereta merupakan langkah strategis untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan negara, sekaligus mendukung agenda pembangunan perumahan nasional yang terintegrasi dengan jaringan transportasi publik.

Strategi ini, bertujuan menciptakan hunian terjangkau, terintegrasi transportasi massal, serta efisien waktu bagi pekerja, terutama di wilayah Jabodetabek.

Mengakhiri Perang Teluk, Mafuz Sidik: Trump Hadapi Empat Tekanan Berat

Partaigelora.id-Memasuki hari ke-19, kancah peperangan di Teluk Persia belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Iran mengancam melakukan eskalasi serangan terhadap fasilitas perusahaan teknologi besar yang terafiliasi dengan AS dan Israel.

Sementara ajakan negosiasi yang dilontarkan presiden Trum pada Senin (16/3/2026) belum mendapat sambutan positif pihak Iran.

Pada saat bersamaan serangan militer Israel dan AS berlanjut, dan terbaru telah menewaskan Ali Larinjani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada Selasa  (17/3/2026).

Eskalasi ini dinilai menambah tekanan politik yang dihadapi presiden Trump. “Ada empat tekanan berat yang dihadapi Trump saat ini,” ungkap Mahfuz Sidik, Peneliti Dunia Islam dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026).

Pertama, tekanan penolakan negara-negara sekutu AS dan juga NATO untuk mengirim kapal perang membuka blokade Selat Hormuz.

Saking geramnya, Trump sampai menyebut sikap sekutu dan NATO dengan ‘very foolish mistake’ dan AS tidak akan pernah meminta bantuan mereka lagi.

Menurut Mahfuz, alasan penolakan ini karena negara-negara sekutu AS tidak siap menghadapi resiko retiliasi atau pembalasan dari pihak Iran, dan mereka menganggap ini sejak awal adalah perang Israel dan AS dengan Iran.

Kedua, tekanan negara-negara kerjasama Teluk (GCC) yang terus mendesak AS mengakhiri perang, namun juga menghendaki sterilisasi kekuatan militer Iran.

Dimotori oleh Bahrain, GCC telah mengajukan draft resolusi ke Dewan Keamanan PBB, yang kemudian pada Kamis (12/3/2026) diadopsi oleh PBB. Resolusi itu berisi tekanan agar Iran menghentikan serangan ke wilayah negara-negara sekitar Teluk.

Menurut Mahfuz, tekanan negara-negara ini akan sangat mengganggu realisasi komitmen investasi dalam jumlah besar ke AS, bahkan Saudi dan Qatar misalnya telah memutuskan menunda rencana investasinya di AS.

Ketiga, tekanan resistensi politik domestik AS terhadap keputusan dan jalannya perang. Terbaru, Direktur Pusat Kontra Terorisme Nasional AS, Joe Kent mengundurkan diri secara terbuka, dan menyatakan alasan kuat bahwa Iran bukan ancaman nyata bagi keamanan AS.

Bahkan Kent menegaskan bahwa Trump memulai perang ini karena tekanan Israel dan pengaruh kuat lobi Yahudi di Gedung Putih.

Sementara, publik AS dalam sejumlah polling pada awal bulan maret menunjukkan kisaran 53%-60% warga Amerika menolak perang yang diputuskan Trump.

Mahfuz mengatakan, sikap warga ini akan sangat memengaruhi pilihan pada pemilu sela yang rencananya digelar pada november depan.

Keempat, tekanan ancaman eskalasi serangan oleh pihak Iran terhadap perusahaan-perusahaan teknologi besar di kawasan Teluk yang terafiliasi dengan AS dan Israel, antara lain Google, Amazon, Microsoft, IBM, Nvidia, dan Palantir.

Dalam satu dekade terakhir, Qatar dan UEA misalnya sangat berambisi mengembangkan negaranya sebagai pusat pendukung industri siber dunia.

Ketua Komisi 1 DPR RI Periode 2010-2017 ini, keempat macam tekanan itu membuat Presiden Trump dalam kebingungan besar bagaimana menyelesaikan perang dengan tetap mencapai target intinya.

Yaitu menetralisir seluruh kemampuan militer Iran, dan menciptakan situasi kisruh politik yang mengarah pada pergantian rezim di Iran.

Mahfuz menyebutkan bahwa masyarakat dunia menyaksikan bagaimana Presiden Trump pada pernyataan pers di Gedung Putih pada Selasa (17/3/2026), memuji Pemimpin Iran sebagai orang yang cerdas dan ber IQ tinggi, yang memahami permainan catur perang.

Lalu Trump mengajak Iran untuk melakukan negosiasi untuk segera mengakhiri perang. “Ini menandakan pikiran dan ucapan Presiden Trump ini bolak-balik dan gonta-ganti tidak jelas. Secara psikopolitik, presiden Trump benar-benar ada dalam tekanan berat,” kata Mahfuz yang juga Sekjen Partai Gelora ini.

Dalam pandangannya, Mahfuz meyakini Trump akan terus mencari jalan mengakhiri segera perang di Teluk, apalagi ancaman dampak ekonomi dan kemanusiaan semakin mengancam stabilitas dunia.

Amnesti Internasional misalnya merilis perkiraan 45 juta orang akan menderita kelaparan jika perang ini terus berlangsung.

“Namun sekeras apapun upaya Trump mencari jalan negosiasi untuk mengakhiri perang, tantangan terbesar bukan dari Iran, tetapi justru dari Israel.” Imbuh Mahfuz.

Pasalnya, bagi Israel ini adalah perang eksistensi dan momen yang disiapkan sejak tahun 1996 oleh Benyamin Netayanhu saat mulai Netanyahu menjabat Perdana Menteri Israel.

Dimana Netanyahu akan menjadikan Israel kekuatan dominan di kawasan, dan mewujudkan ambisi Israel Raya, perluasan wilayah kekuasaan sampai sebagian wilayah Libanon, Suriah, Jordan, Mesir dan Saudi Arabia.

“Belajar dari peristiwa perundingan antara pihak Iran dan AS yang dimediasi oleh negara Oman, begitu mengarah kepada kesimpulan yang positif dan progresif, Israel secara tiba-tiba dan sepihak membalikkan papan catur dengan menyerang Iran yang menyebabkan gugurnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei,” ujarnya.

Mahfuz mengingatkan, bahwa peristiwa ini mungkin saja akan berulang kembali, dengan tindakan tiba-tiba dan sepihak dari Israel yang membuyarkan ikhtiar negosiasi untuk menghentikan perang.

Mahfuz Sidik Minta Indonesia Belajar Banyak dari Konflik di Timteng

Partaigelora.id-Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Mahfuz Sidik meminta Indonesia belajar banyak dari peristiwa konflik di Timur Tengah (Timteng), perang antara  Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) saat ini.

Hal itu disampaikan Mahfuz Sidik dalam Kajian Pengembangan Wawasan Geopolitik dengan tema ‘Iran sebagai Game Changer’ di Jakarta, Jumat (13/3/2026) petang.

“Kita harus belajar banyak dari peristiwa perang ini. Bahwa Amerika dan Israel ini adalah dua kekuatan dunia yang sama sekali tidak bisa dipercaya,” tegas Mahfuz Sidik.

Menurut dia, Amerika dan Israel telah mempertontonkan kepada dunia bagaimana mereka mengkhianati lawan negosiasi mereka. Padahal perundingan tersebut, belum selesai dan tidak pernah dinyatakan gagal.

“Bahkan mediator Menteri Luar Negeri Oman mengatakan ada perkembangan positif yang baik. Dimana Iran bersedia tunduk pada aturan internasional terkait dengan program nuklir,” katanya.

Namun, tak berselang lama, secara sepihak kemudian Israel menyerang Iran dan Amerika tanpa basa-basi ikut mendukung dan terlibat dalam gempuran berikutnya.

“Ini adalah warning bagi semua negara, negara-negara di Teluk, termasuk juga negara muslim besar seperti Indonesia,” katanya.

Ketua Komisi I DPR 2010-2017 ini menegaskan, bahwa perang di kawasan Timteng saat ini menimbulkan keguncangan dan bencana secara hebat bagi negara-negara Teluk.

“Ekonomi negara-negara Teluk yang dikenal sebagai negara petrodollar, ternyata kekuatan ekonominya, fondasi ekonominya sangat sangat rentan. Berbeda dengan Iran,” katanya.

Mahfuz mengatakan, perang ini juga membuat prospek masa depan Perjanjian Abraham Accord, dimana normalisasi hubungan negara-negara di kawasan Timteng dengan Israel akan semakin suram.

Bahkan keberadaan Board of Peace (BoP) yang dibentuk Presiden AS Donald Trump, dimana Indonesia menjadi salah satu anggotanya juga akan semakin ‘absurd’.

“Orang tidak tahu apa sebeneranya rencana Trump (Presiden AS Donald Trump) untuk Gaza dan Palestina. Karena untuk persoalan Iran saja ini,  masih banyak PR yang harus diselesaikan,” katanya.

Ia menilai dalam konflik di Timteng ini, ada peluang penggunaan senjata nuklir dalam perang ini sangat terbuka.

Karena dalam dua pekan perang sejak, Sabtu 28 Pebruari 2026, Israel dan Amerika dalam posisi terdesak, kalah dari Iran.

“Ketika perang di Gaza lawan sayap militer Hamas saja, Israel telah menjadikan Gaza sebagai laboratorium persenjataan militer baru. Sehingga banyak jenis bom yang tidak pernah dipakai Amerika dan Israel di tempat-tempat yang lain digunakan di Gaza,” ungkapnya.

Israel dan Amerika, lanjut dia, tidak peduli korbannya adalah rakyat sipil Gaza yang mencapai 70 ribu jiwa, dimana hampir 60 ribu yang tewas adalah perempuan, anak-anak dan balita.

Begitu pula korban jiwa di Iran,  dimana ketika Amerika merudal SD di Minab dengan Tomahawk yang menewaskan 165 pelajar dan guru pada hari pertama serangan. Artinya, genosida yang terjadi di Gaza, bisa terjadi di Iran yang dilakukan Israel dan Amerika.

“Kalau situasi itu, tindakan itu bisa dilakukan oleh Israel di Gaza, maka sangat mungkin Israel akan melakkukan serangan nuklir ke Iran, karena secara militer kemampuan militer Iran  melampaui kemampuan militer sayap Hamas. Probalitasnya sangat tinggi,” ujarnya.

Di tengah kepanikan sekarang, Amerika bisa saja mendukung langkah Israel untuk menggunakan senjata nuklirnya untuk mengebom Iran.

Apabila hal itu terjadi, maka ekskalasi perang tidak hanya di kawasan Timteng saja, tetapi akan menjadi perang dunia (PD) III.

Mahfuz mengatakan, ancaman Trump yang akan melakukan aksi pemboman lebih keras dan lebih luas, serta meminta Iran bertekuk lutut, menjadi sinyalemen bahwa Amerika siap  menggunakan senjata canggih mereka yang memiliki daya kerusakannya tinggi, seperti nuklir.

“Kita tentu tidak mengharapkan itu, kita berharap Amerika masih waras. Jika tidak ingin Israel menggunakan senjata nuklirnya, maka negara-negara pemilik nuklir seperti Rusia, China, termasuk Pakistan dan Korea Utara, yang bisa ikut mencegah tindakan sepihak dari Israel yang didukung Amerika itu,” katanya.

Ia berpandangan, bahwa perang Iran dengan Israel dan Amerika akan menjadi perang berlarut. Sebab, Iran menggunakan strategi perang asimetris, bukan untuk memenangkan pertarungan.

“Tetapi target Iran adalah bagaimana menguras energi, menguras kemampuan finnasial, dan lebih jauh lagi adalah menguras kemauan atau motivasi militer Israel dan Amerika bertarung dalam jangka waktu yang panjang. Iran ingin membangkrutkan Amerika dan Israel,” katanya.

Karena itu, banyak pengamat yang menilai, bahwa Iran sangat cerdik dalam menerapkan strategi perang. Iran sengaja menyerang pangkalan dan aset militer Amerika di negara-negara Teluk.

“Kapasitas militer Iran terus menunjukkan peningkatan yang komprehensif, meskipun Instalansi mliternya dihancurkan. Ini yang tidak terprediksi intelejen Amerika dan Israel. Iran semakin teruji dan semakin tidak tergoyahkan, walaupun bombardir secara masif dan pemimpin tertinggi mereka gugur (Ayatollah Ali Khamenei) dalam pertempuran itu,” pungkasnya.

Alamat Dewan Pengurus Nasional

Jl. Minangkabau Barat Raya No. 28 F Kel. Pasar Manggis Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan 12970 Telp. ( 021 ) 83789271

Newsletter

Berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan kabar terbaru.

X