Anis Matta Beri Motivitasi Santri agar Rajin Belajar Supaya Bisa Jadi Pemimpin Politik

, ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengunjungi Pondok Pesantren Tahfidz Nurul Azmi, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (29/10/2020). Kunjungan tersebut bertepatan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Dalam kesempatan itu, Anis Matta datang didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah, Sekretaris Jendral Mahfuz Sidik, Bendahara Umum Achmad Rilyadi, Ketua DPW Sumatera Utara (Sumut) Heriansyah, Ketua DPD Muhammad Nasir dan sejumlah pengurus DPN, DWP, dan DPD Partai Gelora Medan.

Saat tiba di pondok pesantren, Anis Matta dan rombongan disambut meriah ratusan anak santri dan sejumlah tokoh. Sekilas, orang nomor satu di Partai Gelora ini mengenang kembali masa-masa saat tinggal di pondok pesantren dulu.

“Saya bahagia sekali bisa berkunjung kesini, karena setiap kali saya datang ke pondok pesantren, saya selalu ingat waktu masih mondok saat kecil. Saya juga mondok 6 tahun di pesantren,” kata Anis Matta di hadapan para santri dan pimpinan pondok pesantren, Kamis (30/10/2020).

Anis Matta kemudian memberikan motivasi kepada para santri. Menurutnya, salah satu kelebihan pondok pesantren itu tidak didapatkan di semua lembaga pendidikan lainnya.

“Disini kita belajar hidup yang sesungguhnya. Hidup disini berat, hidup disini susah, tapi mereka yang bertahan hidup disini, InsyaAllah akan bisa bertumbuh dan jauh lebih maju di masa yang akan datang,” tegas Anis Matta.

“Anak-anak sekalian, belajarlah dari nabi-nabi kita. Apalagi hari ini Maulid Nabi Muhammad SAW. Beliau mengumpulkan begitu banyak ilmu, mulai dari belajar politik, bekerja, perang, dagang hingga mengembala kambing,” sambungnya.

Dengan mempelajari semua ilmu-ilmu dari Nabi Muhammad SAW, lanjut Anis, maka orang tidak berpikir lagi bahwa mereka belajar di pondok pesatren hanya bisa mengaji Alquran, tapi punya kemampuan ilmu yang banyak.

“Mumpung masih muda, ingatan masih kuat, pelajari semua ilmu agar InsyaAllah semua anak-anakku tumbuh menjadi ulama yang fisiknya kuat, bisa dagang juga, bisa menjadi pemimpin politik dan mungkin ada juga dari kalian semua yang sudah selesai mondok masuk tentara atau polisi,” ujar Anis.

“Ada yang jadi polisi bintang tiga hafiz, tentara tapi hafiz dan ada juga presiden dan hafiz. Anak muda itu serba bisa, hidup susah saja bisa. Kalau kita sudah terbiasa hidup susah yang lain jadi gampang. Kalau kita sudah bisa menahan penderitaan hidup yang panjang , menjalaninya bisa Lebih mudah,” pungkasnya.

Anis Matta: Kota Medan Harus Segera ‘Diupgrade’ Jadi Kota Internasional

, , , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh dan pengusaha Medan di Regale International Convention Center, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) pada Kamis (29/10/2020) siang.

Dalam kesempatan itu, Anis Matta didampigi Waketum Partai Gelora Fahri Hamzah, Sekjen Mahfuz Sidik, Bendahara Umum Achmad Rilyadi, Ketua DPW Partai Gelora Sumatera Utara (Sumut) Heriansyah dan sejumlah pengurus DPN, DPW, dan DPD Partai Gelora.

Pertemuan itu juga dihadiri pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Medan, Bobby Afif Nasution-Aulia Rachman dalam Pilkada Serentak 2020. Sementara Bobby-Aulia Rachman didukung delapan partai politik yakni Partai Golkar, Gerindra, PDIP, PAN, Nasdem, Hanura, PSI, dan PPP, serta partai non parlemen Partai Gelora.

Dalam pertemuan tersebut, Anis Matta menyebut, Kota Medan merupakan satu dari 11 kota yang ada di Indonesia yang penduduknya lebih dari satu juta orang. Semestinya, dengan jumlah tersebut, Kota Medan jauh lebih maju.

“Kalau kita berpikir jauh kedepan, semestinya seluruh kota dengan penduduk satu juta, itu diupgrade menjadi kota internasional, dengan infrastruktur internasional, disini baru infrastrukturnya yang baru internasional, yakni bandaranya,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Jumat (30/10/2020).

Untuk itu, Anis Matta berharap dengan dukungan seluruh lapisan masyarakat termasuk partai besutannya Partai Gelora, Bobby-Aulia dapat menjadikan Kota Medan sebagai kota internasional.

“Nanti tugas Bang Bobby ini merubah Kota Medan menjadi kota internasional. Bandara sudah internasional, tapi banjirnya bukan kota internasional, macetnya masih bukan kota internasional, terlalu banyak yang harus di-upgrade, saya bicara begini bukan hanya di Bang Bobby ini, di depan mertuanya ( Presiden Jokowi) juga, “ujarnya.

Sebab, kata Anis Matta, jika ingin menjadikan Indonesia sebagai kelima dunia, infrastrukturnya harus diutamakan. Apalagi saat ini Indonesia menjadi satu-satunya dari negara Asia yang paling terlambat dari segi pertumbuhan ekonomi makro. Salah satu penyebabnya karena infrastruktur kotanya terlambat dan tidak memenuhi standar.

“Saya kira dalam semangat inilah kita semua di Partai Gelora dan saudara-saudara kita yang hadir disini memberikan dukungan kepada Bang Bobby, dengan semangat persatuan, semangat menjadikan Indonesia, menjadi wadah peningkat dunia dan merubah Medan jadi kota internasional, apalagi medan ini tiga kali hatrick (ditangkap) KPK walikotanya, kasian lah,” bebernya.

“Dan Insyaa Allah sebentar lagi kita akan bekerja bersama dan Bang Bobby memberikan tekad ini. Insyaa Allah Medan tidak lagi banjir, Medan bisa tanpa macet dan merubah perwajahan secara keseluruhan, sehingga menjadi kota internasional yang terpandang, bukan hanya di Indonesia tapi secara internasional,” katanya.

Bobby Afif Nasution mengucapkan terima kasih kepada para tokoh Sumatera Utara, Kota Medan dan para tokoh nasional Anis Matta dan Fahri Hamzah yang sudah memberikan dukungan.

“Terima kasih sudah menjadi salah satu panutan, guru kami Pak Anis Matta, yang sejauh ini melalui Partai Gelora memberikan masukan kepada saya dengan Aulia, bahkan visi misi kami salah satu yang memberikan masukan adalah Partai Gelora,” kata Bobby.

Konsolidasi kader
Kedatangan Anis Matta dan rombongan ke Medan juga dalam rangka menghadiri konsolidasi struktur dan kader Partai Gelora dalam rangka pemenangan M Bobby Afif Nasution-Aulia Rachman yang berlangsung di Hotel Madani, Medan, serta syukuran Milad I yang berlangsung di Kantor DPD Partai Gelora Kota Medan.

“Menjadi 5 besar dunia adalah arah sejarah baru kita, menjadi tujuan baru bersama kita dan menjadi jalan masa depan kita,” kata Anis membakar semangat para kader dan fungsionaris Partai Gelora.

Dia juga mengingatkan kepada kader agar lebih giat bekerja guna memenangkan paslon yang didukung. “Lakukan konsolidasi, pendekatan ke masyarakat agar paslon yang didukung meraih kemenangan,”pesan Anis Matta.

Anis Matta berharap, Partai Gelora yang masih berusia 1 tahun dibaratkan seorang bayi dan yang melihat bayi ini akan jatuh cinta. “Karena pesonanya adalah geloranya,” pungkas Ketua Umum Partai Gelora Ini

Ketua DPW Partai Gelora Sumut Heriansyah menambahkan, Partai Gelora yang masih berusia 1 tahun, adalah ibarat bayi yang sedang merangkak, namun sudah dipaksa berlari cepat.

“Tapi faktanya Gelora bisa berlari cepat dan harus cepat berlari. Mudah-mudahan ini merupakan signal perubahan di Sumatera Utara, Insya Allah di Indonesia,” harap Heriansyah.

Dia juga mengharapkan, Pilkada Medan merupakan momentum bagi Partai Gelora menunjukan aksi. “Kita telah menentukan pilihan dan semoga menjadi pilihan tepat untuk memenangkan calon. Kita berharap kemenangan ini akan kita raih, dimulai dari DPD Partai Gelora Kota Medan,” tegas Heriansyah.

Anis Matta Ajak Semua Elemen Manfaatkan Peluang Meski Sedang Krisis

, , ,

Partaigelora.id – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia merayakan Milad ke -1 yang jatuh tepat di hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2020. Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta dalam pidato politiknya, menyinggung krisis dunia dan Indonesia akibat pandemi Covid-19 saat ini.

“Kita sekarang berada di tengah krisis berlarut dan sistemik, dan rasanya krisis ini akan berlangsung lebih lama. Sebabnya adalah karena tatanan dunia yang sekarang ini ada, yang dulu muncul setelah Perang Dunia II,” ujar Anis Matta dalam keterangannya, Kamis (29/10).

Menurut Anis Matta, pandemi virus Korona menjadi pemicu pertarungan politik dunia. Krisis ini, kata Anis Matta, tak bisa diprediksi kapan akan berakhir.

“Ini sedang mengalami penataan ulang, setiap penataan ulang dalam sejarah, dalam skala besar seperti ini selalu disertai dengan pertarungan geopolitik yang sangat seru. Karena itu, kita tidak bisa meramalkan berapa lama situasi ini akan berlangsung dan saya percaya bahwa pandemi adalah trigger yang mempercepat seluruh konflik yang selama ini tersembunyi, atau tidak terlihat oleh kebanyakan orang,” katanya.

“Atau seluruh masalah yang ada di dalam tatanan dunia saat ini baru muncul ketika ada trigger seperti ini, walau sebenernya sudah ada jauh sebelum trigger ini muncul,” sambungnya.

Anis Matta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memanfaatkan peluang meski ada krisis, seperti semangat para pemuda di Hari Sumpah Pemuda 1928. Partai Gelora yang dikemudikannya memiliki tujuan Indonesia menjadi kekuatan ke-5 dunia.

“Nah di tengah krisis seperti ini, ilham yang kita peroleh dari Sumpah Pemuda adalah bahwa kita harus fokus pada peluang bukan pada krisis, dan semangat pada fokus peluang itulah kita sekali lagi memekikkan satu mimpi baru yang kita perjuangkan, agar mimpi besar ini menjadi mimpi bersama kita. Mimpi bersama generasi Indonesia baru,” katanya.

“Atau seluruh masalah yang ada di dalam tatanan dunia saat ini baru muncul ketika ada trigger seperti ini, walau sebenernya sudah ada jauh sebelum trigger ini muncul,” sambungnya.

Anis Matta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memanfaatkan peluang meski ada krisis, seperti semangat para pemuda di Hari Sumpah Pemuda 1928. Partai Gelora yang dikemudikannya memiliki tujuan Indonesia menjadi kekuatan ke-5 dunia.

“Nah di tengah krisis seperti ini, ilham yang kita peroleh dari Sumpah Pemuda adalah bahwa kita harus fokus pada peluang bukan pada krisis, dan semangat pada fokus peluang itulah kita sekali lagi memekikkan satu mimpi baru yang kita perjuangkan, agar mimpi besar ini menjadi mimpi bersama kita. Mimpi bersama generasi Indonesia baru,” katanya.

Menurut Anis Matta, mimpi menjadi lima besar dunia adalah cara menemukan peluang dan selanjutnya mengalirkan energi bangsa seluruhnya, ke dalam arah sejarah baru itu.

Namun, mimpi besar itu memerlukan peta jalan (road map) yang jelas. Tapi jika sebuah mimpi besar disepakati, seluruh elemen bangsa perlu berkolaborasi untuk membuat peta jalan yang merupakan arah sejarah baru. Anis Matta yakin peta jalan jauh lebih mudah disepakati, meski ada seribu jalan yang harus ditempuh bersama.

“Keragaman adalah alasan untuk bersatu dan berkolaborasi. Kita tidak boleh memberi ruang bagi pembelahan yang mencabik-cabik keutuhan kita sebagai bangsa. Kita telah menjadi Indonesia, kini saatnya Indonesia ikut menjadi pemimpin dunia,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Anis Matta secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo, yang telah berkenan memberi ucapan selamat ulang tahun yang pertama kapada Partai Gelora.

Link terkait:

https://www.jawapos.com/nasional/politik/29/10/2020/anis-matta-ajak-semua-elemen-manfaatkan-peluang-meski-sedang-krisis/

Sumber: Jawa Pos

Keteladanan Nabi Muhammad SAW Dalam Menghadapi Krisis

, , ,

Partaigelora.id – Hikmah dari Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada tahun ini, adalah keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi krisis. Bahwa yang namanya krisis adalah sebuah keniscayaan dalam kehidupan.

Namun yang menarik setiap kali menghadapi krisis , nabi mengajarkan kepada kita, bahwa bersama krisis tersebut yang menemaninya adalah begitu banyak peluang-peluang solusi.

Solusi yang akan menghantarkan ke posisi yang lebih baik, lebih mulia. Ketika mampu menangkap peluang peluang tersebut maka jalan kebaikan peningkatan dari satu momentum ke momentum yang lain yang lebih baik.

kelemahan manusiawi, ketika kita lebih fokus melihat krisis dengan segala macam kepanikannya sementara Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam lebih fokus melihat peluang peluang yang membersamai krisis tersebut .

Bagaimana nabi menghadapi krisis yg begitu banyak di fase Makkah. Kemudian menghantarkan pada sebuah perjalanan krisis di saat hijrah. Di momentum itu terbuka peluang demi peluang khususnya risalah Islam hingga dapat menyebar ke seantero dunia, sebagai ajaran yang Rahmatan Lil’alamien.

Pada prinsipnya membersamai krisis tersebut adalah dengan memperbanyak amal kebajikan berupa: menyantuni anak yatim, membantu fakir miskin dan selalu bersyukur atas segala ni’mat yang Allah berikan.

Melihat peluang berbuat baik saat ada peluang waktu dan selalu berharap hanya kepada Allah

Raihan Iskandar
Ketua Bidang Hubungan Keumatan DPN Gelora Indonesia

Milad ke-1, Anis Matta Ajak Semua Elemen Fokus Manfaatkan Peluang Krisis Berlarut untuk Meraih Mimpi Besar

, , , , ,

Partaigelora.id – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia merayakan Milad ke -1 yang tepat di hari Sumpah Pemuda. Perayaaan digelar secara sederhana jauh dari kesan mewah dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta dan kue tart oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Mahfuz Sidik.

Milad ke-1 Partai Gelora juga diisi dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) secara daring dan disiarkan akun YouTube, Facebook dan Istagram.

Dalam Rakornas ini Sekjen Mahfuz Sidik membacakan 100 persen kepengurusan Partai Gelora dari tingkat Dewan Pimpinan Nasional (DPN), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) hingga Dewan Pimpinan Daerah (DPD).

Satu-satu persatu Mahfuz Sidik membacakan personil fungsionaris Partai Gelora yang duduk sebagai ketua bidang. Sementara pembacaan ketua DPW dan DPD disampaikan pengurus DPN lainnya.

Perayaan Milad ke-1 dan Rakornas ini juga dihadiri Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah, Bendahara Umum Achmad Rilyadi, para ketua bidang, ketua DPW dan ketua DPD.

Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta dalam pidato politiknya, menyinggung krisis dunia dan Indonesia akibat pandemi Covid-19 saat ini.

“Kita sekarang berada di tengah krisis berlarut dan sistemik, dan rasanya krisis ini akan berlangsung lebih lama. Sebabnya adalah karena tatanan dunia yang sekarang ini ada, yang dulu muncul setelah Perang Dunia II,” kata Anis Matta, Rabu (28/10/2020).

Menurut Anis Matta, pandemi virus Corona menjadi pemicu pertarungan politik dunia. Krisis ini, kata Anis Matta, tak bisa diprediksi kapan akan berakhir.

“Ini sedang mengalami penataan ulang, setiap penataan ulang dalam sejarah, dalam skala besar seperti ini selalu disertai dengan pertarungan geopolitik yang sangat seru. Karena itu kita tidak bisa meramalkan berapa lama situasi ini akan berlangsung dan saya percaya bahwa pandemi adalah trigger yang mempercepat seluruh konflik yang selama ini tersembunyi atau tidak terlihat oleh kebanyakan orang,” ujar Anis Matta.

“Atau seluruh masalah yang ada di dalam tatanan dunia saat ini baru muncul ketika ada trigger seperti ini, walau sebenernya sudah ada jauh sebelum trigger ini muncul,” sambungnya.

Anis Matta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memanfaatkan peluang meski ada krisis seperti semangat para pemuda di Hari Sumpah Pemuda 1928. Partai Gelora yang dikemudikannya memiliki tujuan Indonesia menjadi kekuatan ekonomi ke-5 dunia.

“Nah di tengah krisis seperti ini, ilham yang kita peroleh dari Sumpah Pemuda adalah bahwa kita harus fokus pada peluang bukan pada krisis, dan semangat pada fokus peluang itulah kita sekali lagi memekikkan satu mimpi baru yang kita perjuangkan agar mimpi besar ini menjadi mimpi bersama kita. Mimpi bersama generasi Indonesia baru,” katanya.

“Ilham juga yang membimbing langkah kita saat mendirikan Partai Gelora setahun yang lalu. Kita mulai mengurai krisis ini dengan mengerahkan seluruh energi kita pada peluang. Dan peluang itu ada ketika kita meletakkan Indonesia dalam konstelasi kepemimpinan dunia,” imbuhnya.

Menurut Anis Matta, mimpi menjadi lima besar dunia adalah cara menemukan peluang dan selanjutnya mengalirkan energi bangsa seluruhnya ke dalam arah sejarah baru itu.

Namun, mimpi besar itu memerlukan peta jalan (road map) yang jelas. Tapi jika sebuah mimpi besar disepakati, seluruh elemen bangsa perlu berkolaborasi untuk membuat peta jalan yang merupakan arah sejarah baru. Anis Mattta yakin peta jalan jauh lebih mudah disepakati, meski ada seribu jalan yang harus tempuh bersama.

“Keragaman adalah alasan untuk bersatu dan berkolaborasi. Kita tidak boleh memberi ruang bagi pembelahan yang mencabik-cabik keutuhan kita sebagai bangsa. Kita telah menjadi Indonesia, kini saatnya Indonesia ikut menjadi pemimpin dunia,” tegas Anis Matta.

Dalam kesempatan itu, Anis Matta secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo, yang telah berkenan memberi ucapan selamat ulang tahun yang pertama kapada Partai Gelora.

Terima kasih sama juga diberikan kepada Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsudin, mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Lalu, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno, Wakil keetua Umum Gerindra Fadli Zon, pengamat politik Rocky Gerung, Presiden ILC Karni Ilyas, Najwa Shihab dan Ustadz Masyhuril Khamis.

“Terima kasih juga ke kepada rekan-rekan jurnalis, para aktivis, cendekiawan, dan motivator yang terus memberikan suara kritis dan pencerahan. Sahabat-sahabat seniman, Deddy Corbuzier, Inul Daratista dan sahabat lainnya yang telah memberi ucapan selamat dan dukungan moral dan material kepada Partai Gelora. Salam Gelora!” pungkasnya.

HUT Gelora ke-1, Anis Matta Bicara Generasi Baru RI Hadapi Krisis Dunia

, ,

Partaigelora.id – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-1 yang tepat di hari Sumpah Pemuda. Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta bicara soal krisis dunia saat ini.

Perayaan HUT pertama Partai Gelora ini berbarengan dengan rapat koordinasi nasional (rakornas) secara daring dan disiarkan akun YouTube Gelora Indonesia, Rabu (28/10/2020). Turut hadir Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah, Sekjen Mahfudz Siddiq, dan para kader yang hadir secara virtual.

“Kita sekarang berada di tengah krisis berlarut dan sistemik, dan rasanya krisis ini akan berlangsung lebih lama. Sebabnya adalah karena tatanan dunia yang sekarang ini ada, yang dulu muncul setelah Perang Dunia II,” kata Anis Matta.

Menurut Anis Matta, pandemi virus Corona menjadi pemicu pertarungan politik dunia. Krisis ini, kata Anis Matta, tak bisa diprediksi kapan akan berakhir.

“Ini sedang mengalami penataan ulang, setiap penataan ulang dalam sejarah, dalam skala besar seperti ini selalu disertai dengan pertarungan geopolitik yang sangat seru. Karena itu kita tidak bisa meramalkan berapa lama situasi ini akan berlangsung dan saya percaya bahwa pandemi adalah trigger yang mempercepat seluruh konflik yang selama ini tersembunyi atau tidak terlihat oleh kebanyakan orang,” ujar Anis Matta.

“Atau seluruh masalah yang ada di dalam tatanan dunia saat ini baru muncul ketika ada trigger seperti ini, walau sebenernya sudah ada jauh sebelum trigger ini muncul,” sambungnya.

Momen yang tepat dengan hari Sumpah Pemuda saat ini, Anis Matta mengajak seluruh elemen masyarakat memanfaatkan peluang meski ada krisis. Partai yang dikemudikannya memiliki tujuan Indonesia menjadi kekuatan ekonomi ke-5 dunia.

“Nah di tengah krisis seperti ini, ilham yang kita peroleh dari Sumpah Pemuda adalah bahwa kita harus fokus pada peluang bukan pada krisis, dan semangat pada fokus peluang itulah kita sekali lagi memekikkan satu mimpi baru yang kita perjuangkan agar mimpi besar ini menjadi mimpi bersama kita. Mimpi bersama generasi Indonesia baru,” imbuhnya.

Presiden Jokowi mengucapkan selamat kepada Partai Gelora atas HUT ke-1 dan menaruh harapan di kancah perpolitikan Tanah Air. Meski Partai Gelora meski berumur muda, namun Jokowi berharap Gelora menjadikan Indonesia memiliki kekuatan.

“Semoga Partai Gelora dapat memperjuangkan aspirasi rakyat sebagai kekuatan demokrasi dan menggelombangkan semangat rakyat untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi ke-5 dunia,” ucap Jokowi.

Link terkait:

https://news.detik.com/berita/d-5232910/hut-gelora-ke-1-anis-matta-bicara-generasi-baru-ri-hadapi-krisis-dunia

Sumber: Detik

Satu Tahun Menggelorakan Indonesia

, , ,

Partaigelora.id – Hari ini , Rabu (28/10/2020), kita haturkan rasa syukur yang tak terhingga kepada Allah SWT yang hanya dengan kehendak dan pertolongan-Nya tekad membawa Indonesia menjadi kekuatan utama dunia mewujud dalam kelahiran Partai Gelombang Rakyat Indonesia tepat setahun yang lalu.

Meneriakkan sebuah mimpi besar di tengah krisis sistemik dan berlarut adalah sama dengan pekikan “Menjadi Indonesia” dalam deklarasi Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 lalu. Para pemuda Indonesia itu telah melalui pergulatan batin dan pemikiran yang berat untuk mencari identitas kolektif baru. Itu mimpi besar sekaligus kebulatan tekad yang tak lagi bisa dibendung oleh penjajahan.

Begitu juga krisis berlarut ini tidak boleh membendung tekad kita untuk memasuki gerbang dari gelombang sejarah baru: menjadikan Indonesia sebagai satu kekuatan utama dunia.

Para pemuda Indonesia itu mengerahkan energi mereka pada peluang, bukan pada krisis. Penjajahan tetap ada walaupun sumpah sudah diikrarkan. Tapi arah sejarah telah berubah karena mereka telah Menjadi Indonesia bahkan sebelum mereka merdeka. Kemerdekaan seketika berubah menjadi masalah waktu. Karena sudah niscaya.

Itulah ilham yang membimbing langkah kita saat mendirikan Partai Gelora setahun yang lalu. Kita mulai mengurai krisis ini dengan mengerahkan seluruh energi kita pada peluang. Dan peluang itu ada ketika kita meletakkan Indonesia dalam konstelasi kepemimpinan dunia.

Sebab dunia akan memasuki fase penataan ulang Tata Dunia yang muncul setelah Perang Dunia II. Ini akan membutuhkan waktu lebih lama dan dipenuhi pertarungan geopolitik yang kompleks. Tapi, disitulah letak peluangnya. Mereka yang terlibat dalam penataan ulang tata dunia ini kelak akan memainkan peran kepemimpinan global yang penting. Merebut peluang itulah jalan sejarah baru kita. Seperti kekalahan Jepang dalam Perang Pasifik yang membuka peluang kita menyatakan kemerdekaan.

Maka mimpi Menjadi 5 Besar Dunia adalah cara kita menemukan peluang dan selanjutnya mengalirkan energi bangsa kita seluruhnya ke dalam arah sejarah baru itu.

Tentu saja mimpi besar itu memerlukan peta jalan yang jelas. Tapi jika kita menyepakati sebuah mimpi besar, yang merupakan arah sejarah baru, jauh lebih mudah menyepakati peta jalan menuju kesana bahkan walaupun ada seribu jalan yang harus kita tempuh bersama.

Dari ilham Sumpah Pemuda itu pula kita hadir dengan tekad menyatukan seluruh elemen bangsa dalam semangat kolaborasi. Keragaman adalah alasan untuk bersatu dan berkolaborasi. Kita tidak boleh memberi ruang bagi pembelahan yang mencabik-cabik keutuhan kita sebagai bangsa. Kita telah Menjadi Indonesia. Kini saatnya Indonesia ikut menjadi pemimpin dunia.

Dengan cara itu kita bisa merebut kembali kepercayaan rakyat yang hilang di tengah krisis ini. Kita harus mengembalikan harapan dan kepercayaan rakyat kepada masa depannya, kepada kemampuannya untuk menciptakan kemakmuran bagi dirinya sendiri, kepada kemampuannya untuk menjadi pelaku bagi sejarahnya sendiri, kepada misi kemanusiaannya untuk ikut memimpin dunia.

Terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota serta seluruh saudara sebangsa yang telah terlibat dalam kelahiran Partai Gelora dan terus berkontribusi hingga saat ini. Kelahiran Partai Gelora adalah buah kolaborasi semua elemen bangsa yang percaya bahwa Indonesia bisa menjadi kekuatan utama dunia.

Secara khusus ucapan terima kasih saya sampaikan kepada Bapak Presiden Joko Widodo, yang telah berkenan memberi ucapan selamat ulang tahun yang pertama kapada Partai Gelora.

Terima kasih juga ke kepada Bapak Bambang Soesatyo, dan Bapak Fadli Zon. Terima kasih juga kepada rekan-rekan jurnalis, Bang Karni Ilyas, Pak Dahlan Iskan,dan Mba Najwa.

Juga kepada para aktivis, cendekiawan, dan motivator yang terus memberikan suara kritis dan pencerahan Bapak Gatot Nurmantyo, Bapak Din Syamsudin, Ustadz Masyhuril Khamis, Bung Rocky Gerung, dan Bang Sandiaga Uno.

Terima kasih juga kepada para kepala daerah yang tidak bisa saya sebut satu per satu, serta sahabat-sahabat seniman, Deddy Corbuzier, Inul Daratista dan sahabat lainnya yang telah memberi ucapan selamat dan dukungan moral dan material kepada Partai Gelora.

Semoga Allah SWT menerima pengabdian ini sebagai ibadah kita kepada-Nya, sekaligus pertanda cinta kepada rakyat dan tanah air Indonesia. Salam Gelora!!!

Anis Matta
Ketua Umum Partai Gelora Indonesia

Partai Gelora Kebanjiran Ucapan Selamat Milad ke-1 Mulai dari Presiden, Tokoh Nasional Hingga Artis, Ini Harapannya!

, , , , , , , ,

JAKARTA – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia kebanjiran ucapan selamat Milad ke-1 yang jatuh pada 28 Oktober 2020 dari Presiden, sejumlah tokoh nasional, tokoh pers, kepala daerah, pengamat hingga artis. Mereka berharap Partai Gelora Indonesia bisa membawa perubahan dan menjadikan Indonesia sebagai kekuatan lima besar dunia.

Harapan tersebut salah satunya disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan selamat Milad ke-1 Partai Gelora. Dalam rekaman resmi yang dibuat Sekretariat Negara (Setneg) itu, Presiden berharap Partai Gelora menjadi kekuatan demokrasi baru yang memperjuangkan aspirasi rakyat dan menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi dunia.

“Saya menyampaikan selamat ulang tahun yang pertama pada tanggal 28 Oktober 2020, semoga Partai Gelora bisa memperjuangkan aspirasi rakyat sebagai kekuatan demokrasi baru dan menggelombangkan semangat rakyat dan menjadikan rakyat sebagai kekuatan ekonomi kelima dunia,” kata Jokowi saat menyampaikan Milad-1 Partai Gelora Indonesia di Jakarta, Rabu (28/10/2020).

Harapan serupa juga disampaikan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet). Bamsoet mengatakan, kehadiran Partai Gelora Indonesia akan menjadi oase dari dahaga demokrasi Indonesia dalam memperjuangkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.

“Partai Gelora yang lahir 28 Oktober 2019 ini oleh tangan dingin para tokoh bangsa yang memiliki idealisme. Karena itu, saya percaya Partai Gelora akan terus menerus dan tak kenal lelah melakukan perbaikan keadaan negeri tercinta ini,” katanya.

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menegaskan, Partai Gelora akan menjelma sebagai kekuatan politik baru dan menjadi harapan bagi rakyat dalam memperjuangkan aspirasi mereka. Partai Gelora juga akan membawa Indonesia menjadi kekuatan kelima dunia bersama Amerika Serikat, Uni Eropa, Rusia dan China.

“Selamat ulang tahun yang pertama, partai ini akan menjelma sebagai harapan baru rakyat yang memperuangkan aspirasi dan memimpin kami (Indonesia, red) menjadi lima besar duna,” kata Gatot yang juga tokoh Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI) ini.

Sementara Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin berharap Partai Gelora bisa menjadi kekuatan politik baru dan teladan bagi partai poliitik di Indonesia saat ini.

“Memomentum Sumpah Pemuda dapat diambil Partai Gelora untuk dapat kiranya menggerakkan kaum muda Indonesia, khususnya mileneal untuk bangkit bersama memajukan Indonesia dengan semangat satu nusa satu bangsa,” kata Din Syamsuddin.

Pengamat politik Rocky Gerung menilai Partai Gelora memiliki teknik pemasaran yang canggih dalam mengenalkan keberadaannya ke publik, meski kerap mendapatkan cibiran dan sinisme dari publik.

“Selamat menikmati cercaan, tapi saya kira itu teknik pemasaran politik yang canggih, asal jangan lupa selalu ke jalan yang benar,” kata Rocky Gerung.

Sedangkan tokoh pers Najwa Shihab meminta Partai Gelora bisa memberikan pendidikan politik ke rakyat, dan bukan sekedar piawai dalam bermanuver atau berintrik politik saja.

“Tidak menjadi partai saat pemilu saja berburu suara, tapi juga membuka mata dan telinga dan menjadi partai yang tidak hanya jago usurusan elit saja, tapi juga telaten urusan publik,” kata Najwa.

Artis dan yang juga presenter Deddy Corbuzer yakin Partai Gelora akan berkembang pesat di Indonesia, serta bisa ikut berperan dalam menegakkan keadilan dan hukum di Indonesia lebih baik lagi.

Karena itu, Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah mengajak semua pihak bergabung dengan Partai Gelora untuk mewujudan kemajuan Indonesia. “Maju terus, terus berkarya bersama Partai Gelora, maju dan jaya bersama untuk negeri tercinta indonesia,” kata Fahri.

Tokoh lain yang juga memberikan ucapan selamat antara lain Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon, mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, politisi Nasdem Akbar Faisal, Presiden ILC Karni Ilyas, Ketua PA 212 Yusuf Martak, pengamat hukum tata negara Irman Putra Sidin, Walikota Ambon Richard Louhenapessy, artis Yati Octavia dan lain-lain.

Warisan untuk Generasi Muda Indonesia

, ,

Kelahiran Partai Gelora Indonesia ditengah krisis pandemi Covid-19 ini yang berdampak secara global seperti sebuah perjudian besar. Partai yang dimotori Anis Matta dan Fahri Hamzah ini membawa ideologi Islam dan Pancasila sebagai brand Partai dengan menawarkan ide dan gagasan “Indonesia 5 kekuatan dunia”.

Saat artikel ini ditulis, Indonesia sedang mengalami resesi ekonomi sebagai salah satu dampak pandemic Covid-19. Selain itu riuh ricuh dengan UU Omnimbus Law yang disahkan DPR dan di tolak masyarakat Indonesia masih hangat saat ini. Ditambah lagi, tak perlu di pungkiri dan di tutup-tutupi Indonesia terpaksa larut dalam perang dingin yang antar police world Amerika dan negeri penguasa baru China.

Seperti hal lelucon yang bisa membuat kita tertawa geli ditengah situasi Indonesia saat ini dengan gimmick marketing ide besar bahwa Indonesia akan menjadi kekuatan 5 besar dunia. Baiklah, tenangkan diri kalian terlebih dahulu, tarik nafas dalam-dalam karna kita mau masuk ke lorong waktu.

Sebelum Indonesia menjadi sebuah Negara kita melewati dimensi masa dimana saat itu penduduk wilayah tenggara Asia dengan berbatasan benua Australia dan semenanjung Malaya disebut dengan Nusantara. Kata ini tercatat pertama kali dalam literatur berbahasa Jawa Pertengahan (abad ke-12 hingga ke-16) untuk menggambarkan konsep kenegaraan yang dianut Majapahit.

Wafa Afifah
Generasi Muda Partai Gelora Indonesia

Partai Gelora Rayakan Milad ke-1 Secara Sederhana dan Serukan Kerja Kolaborasi

, , , ,

JAKARTA – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia akan menggelar pelaksanaan milad ke-1 yang jatuh pada Rabu (28/10/2020), bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ke-92 secara sederhana. Tidak ada acara perayaan yang akan dilakukan, hanya sekedar menggelar acara syukuran biasa, dan rangkaian kegiatan lainnya.

Hal itu sebagai bentuk empati Partai Gelora terhadap kondisi bangsa dan rakyat Indonesia yang saat ini masih berjuang mengatasi pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 telah menyebabkan krisis berlarut, korban jiwa dan harta benda yang tidak sedikit.

“Tak terasa hampir 1 tahun sejak kelahirannya, Partai Gelora Indonesia akan ultah pertamanya pada 28 Oktober 2020, setelah resmi disahkan oleh Kemenkumham pada 2 Juni 2020 lalu,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelora Indonesia Mahfuz Sidik dalam keterangannya, Selasa (27/10/2020).

Mahfuz menegaskan, dalam memperingati milad ke-1, Partai Gelora tidak menggelar perayaan pada Rabu (28/10/2020), tapi akan diisi dengan pengumuman kelengkapan kepengurusan dari tingkat DPN, DPW dan DPD, serta rangkaian kegiatan acara lainnya seperti Rakornas.

“Partai Gelora insya Allah akan mengumumkan kelengkapan pengurus 100% DPD (Kota dan Kabupaten). Akan banyak rangkaian acara, tapi yang lebih penting adalah rasa syukur, dan dorongan untuk kerja lebih besar. Menebar harapan dan optimisme bersama rakyat dalam situasi tak mudah yang sedang Indonesia hadapi,” kata Mahfuz.

Namun, meski disibukkan pemenuhan struktur dan pengembangan organisas, menurut Mahfuz, Partai Gelora juga ikut berpartipasi dalam Pilkada Serentak 2020, baik pemilihan gubernur, walikota dan bupati.

Partai Gelora Indonesia hingga kini diketahui telah menandatangani 197 Surat Keputusan (SK) dukungan paslon untuk pemilihan gubernur (Pilgub), pemilihan walikota (Pilwakot), pemilihan bupati (Pilbup) dari 270 Pilkada. Partai Gelora mengikuti 70 persen kontestasi Pilkada, yakni mengikuti 100 persen Pilgub, 86 persen Pilwakot dan 66 persen Pilbup.

Hingga 15 Oktober 2020, ke-197 SK dukungan Pilkada tersebut, terdiri dari 9 pemilihan gubernur (Pilgub) dari 9 daerah yang menggelar Pilgub, 33 pemilihan walikota (Pilwakot) dari 37 Pilwakot, dan 155 pemilihan bupati (Pilbup) dari 224 Pilbup.

Kerja kolaborasi
Sementara itu, Ketua Panitia HUT-1 Partai Gelora Indonesia Ahmad Yani mengatakan, semangat Sumpah Pemuda akan menjadi dasar bagi Partai Gelora untuk lebih fokus dalam memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara.

Sehingga mempercepat Indonesia masuk lima besar kekuatan dunia duduk sejajar satu meja bersama Amerika Serikat, Uni Eropa, Rusia dan China.

“Partai Gelora akan lebih fokus kepada semangat memberikan kontribusi terbaik untuk bangsa sesuai kompetensi kita masing-masing. Kemudian kita rajut dengan semangat kerja kolaborasi, sehingga menjadi kekuatan yang sangat besar hingga mampu menjadi 5 besar dunia,” kata Ahmad Yani.

Karena itu pada milad ke-1 ini, tidak ada perayaan dan hanya bentuk ucapan rasa syukur bahwa Partai Gelora telah hadir dalam memberikan warna baru dalam perpolitikan di Indonesia. Sebab, dalam tempo satu tahun sudah bisa menyelesaikan 100% struktur partai dari tingkat pusat hingga tingkat daerah.

“Harapannya, Partai Gelora bisa menjadi kontributor positif baik secara personal maupun struktural, dan juga mampu menjadi perekat seluruh elemen bangsa. Sehingga bisa menghadirkan orkestrasi politik yang harmoni dengan semangat gotong royong dan kebinekaan,” katanya.

Alamat Dewan Pengurus Nasional

Jl. Minangkabau Barat Raya No. 28 F Kel. Pasar Manggis Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan 12970 Telp. ( 021 ) 83789271

Newsletter

Berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan kabar terbaru.

X