Bos Gelora Dorong Revolusi Pendidikan

, , ,

JAKARTA – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengatakan, untuk memperkuat pendidikan politik di Indonesia, harus menjadikan universitas sebagai mitra pemikiran strategis terhadap kebijakan pemerintah.

Contohnya dalam pandemi Covid-19, para ilmuwan di perguruan tinggi saat ini tengah berlomba-lomba untuk menciptakan yang mendukung penanganan Virus Corona (Covid-19), maupun vaksinnya yang masih terus dikembangkan dan dilakukan uji coba.

Nah, mestinya kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19 itu berbasis pada science dan perguruan tinggi sebagai mitranya dalam memutus mata rantai penyebaran Corona tidak semakin meluas.

“Adapun gerakan pertama Partai Gelora adalah melakukan revolusi pendidikan dengan menjadikan politik sebagai industri pemikiran, di mana universitas sebagai mitra berpikir,” beber Anis Matta.

Sebab, platform politik saat ini sangat lemah dan hanya menjadi alat kekuasaan, akibatnya berpengaruh pada keseriusan pemerintah menangani Covid-19, terutama menurunkan kurva penyebaran dan kasus Corona agar segera melandai.

“Jika hal ini dibiarkan dan platform politiknya tidak diperkuat, maka sulit bangsa ini mengharap kemajuan masa depan bangsa,” katanya.

Menanggapi hal ini, Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Husain Syam sependapat dengan Anis Matta.

Ia menyampaikan terima kasih atas kesediaan Anis berbagi pemikiran di UNM. “Kami siap diajak jadi teman berpikir,” kata Prof Husain.

Link terkait:

https://rmco.id/baca-berita/parpol/46597/bos-gelora-dorong-revolusi-pendidikan

Sumber: RMco.id (Rakyat Merdeka)

Partai Gelora akan All Out Menangkan Paslon Qosim-Alif di Pilkada Gresik 2020

, , , ,

GRESIK – Partai Gelora tidak hanya sekadar mendukung paslon Mohammad Qosim-Asluchul Alif saja. Partai berwarna biru ini mengaku total mendukung pasangan dengan singkatan QA ini di Pilkada Gresik 2020.

Meski partai non-parlemen, Partai Gelora sendiri ikut mengantar paslon QA ke KPU Gresik. Meski tidak diperbolehkan masuk, mereka tetap berdiri menunggu hingga proses pendaftaran selesai di depan kantor KPU Gresik.

Ketua Partai Gelora Gresik, Nur Rofiq, mengaku sejalan dengan visi dan misi yang diusung QA. Program yang ditawarkan untuk lima tahun kedepan juga membuat pengurus partai di tingkat pusat menjatuhkan pilihan.

“Setelah hasil komunikasi kami laporkan ke DPW dan DPN. Akhirnya partai gelora bulat mendukung pasangan QA karena memiliki kesamaan visi, misi dan program terutama program pelayanan kepada masyarakat yang akan menjadi panglima seperti 1 Desa 1 Ambulance dan Betonisasi Jalan Kabupaten,” papar Rofiq, Minggu (6/9/2020).

Pria kelahiran cerme ini mengaku bahwa meskipun partai gelora adalah parpol baru, tapi struktur dan kadernya dari daerah, kecamatan sampai ranting siap all out memenangkan pasangan Qosim-Alif.

“Partai kami lahir di tengah krisis saat muncul wabah covid-19, artinya pengurus dan kader Partai Gelora di 80 persen kecamatan dan lebih dari 50 persen desa sudah siap bergerak secara all out untuk memenangkan iQAe. Terbukti hari ini pengurus dari setiap kecamatan hadir dan terlihat begitu semangat,” tambah Rofiq

Pilkada Gresik 2020 akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020.

Dikatakan Rofiq harus benar-benar menjadi ajang pesta demokrasi.

“Pilkada Gresik 2020 ini harus bisa kita jadikan sebagai pesta demokrasi yang menyenangkan bukan menakutkan. Ajang kolaborasi bukan perpecahan, karena dari demokrasi harusnya selalu lahir ide-ide dan gagasan-gagasan untuk membawa kepada pemerintahan yang kuat dan rakyat yang sejahtera,” pungkasnya.

Link terkait:

https://surabaya.tribunnews.com/2020/09/06/partai-gelora-akan-all-out-menangkan-paslon-qosim-alif-di-pilkada-gresik-2020

Sumber: Surya.co.id

Anis Matta: Pesantren Harus Beradaptasi dengan Kemajuan Teknologi Digital Tanpa Hilangkan Nilai-nilai Keunggulannya

JAKARTA – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengunjungi Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqam, Gombara, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (4/9/2020).

Pondok pesantren ini adalah tempat dahulu Anis Matta menimba ilmu agama enam tahun dan menjadi alumni pada 1986.

Sehingga Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqam, Gombara ini, tak asing bagi Anis Matta.

Ketika undangan silaturahmi alumni pesantren tersebut, maka Anis Matta meluangkan waktu untuk hadir.

Kehadirannya dalam silaturahmi ini juga menjadi kerinduan tersendiri kepada teman-teman satu angkatan dan para guru-gurunya.

Bahkan kata Anis Matta, setiap kali ke Makassar, ia selalu menyempatkan diri datang ke Gombara untuk bertemu guru-gurunya.

“Peran para guru itu lebih banyak membangun motivasi atau sebagai motivator, ketimbang sekadar mengajar materi pelajaran,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Minggu (6/9/2020).

“Tempat ini dulu terpencil dan sepi. Kita belajar di bawah pohon, tapi kami selalu tersambung dengan cita-cita besar, karena guru kami dulu semuanya motivator,” lanjut Anis Matta mengurai kenangannya.

Karena itu, Anis Matta selalu mengingat jasa-jasa gurunya tersebut, yang telah menjadikannya sebagai seorang motivator, menjadikan Indonesia kekuatan lima besar dunia.

Ia pun sangat berkesan terhadap foto KH Abdul Jabbar Ashiri, saat berkesempatan berkeliling melihat foto-foto kenangan di pesantren itu. KH Abdul Jabbar Ashiri merupakan guru Anis Matta saat mondok.

“Beliau guru saya. Saya selalu berdoa untuk beliau (KH. Abdul Jabbar Ashiri, red) yang telah mendedikasikan diri dalam membangun pesantren ini,” katanya.

Namun, menurut Anis Matta, membangun pesantren dahulu dengan sekarang dan kedepan memiliki perbedaan signifikan.

“Tantangan besar yang akan dihadapi dunia pesantren ke depan dalam menghadapi kemajuan teknologi digital. Semua orang bisa mengakses ilmu pengetahuan secara mandiri,” katanya.

Anis Matta berharap dunia pesantren harus bisa segera beradaptasi tanpa menghilangkan nilai-nilai keunggulan pesantren dalam membentuk generasi Islam unggul, berdaya saing dan berakhlak mulia.

“Dalam situasi kemudahan akses pengetahuan di era digital ini, maka peran guru seharusnya lebih kuat sebagai motivator atau mengajari murid bagaimana belajar,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Matta juga mengunjungi pesantren lainnya tempat dia menimba ilmu agama di Makassar, yakni Pesantren Darul Aman.

Anis Mattà bertemu dengan KH Abdul Djalil Thahir, salah seorang gurunya yang masih hidup hingga saat ini yang juga merupakan salah satu pendiri pesantren tersebut.

Abdul Djalil Thahir dikenal sebagai yang berpengaruh terhadap pembentukan hati dan jiwa Anis Matta.

“Saya sudah melihat jiwa pemimpin anak ini (Anis Matta red), bukan hanya cerdas tapì juga pemberani dia. Dia pernah pimpin temannya demo saya,” tawa KH Abdul Djalil Thahir sambil mengenang saat menjadi guru Anis Matta.

Partai Gelora Siap Menangkan Wan Siswandi-Rodhial Huda di Pilkada Natuna

, , ,

NATUNA – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Kabupaten Natuna, secara resmi mendukung pasangan calon Wan Siswandi-Rodhial Huda di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Natuna tahun 2020.

“Ya benar, dukungan untuk pasangan Wan Sis-Rodhial sudah diputuskan. Partai Gelora Natuna menyatakan akan mendukung pasangan Wan Sis-Rodhial dalam Pilkada Natuna tahun 2020,” kata Ketua DPD Partai Gelora Kabupaten Natuna, Helmi, kemarin.

Ia menjelaskan, langkah yang diambil Partai Gelora Natuna saat ini sudah tepat. Kata dia, pihaknya akan membawa dampak besar dalam mengantarkan pasangan Wan Sis-Rodhial untuk mencapai kursi nomor satu dan dua di Natuna.

“Dalam surat yang ditandatangani langsung oleh Ketua DPN Partai Gelora, Anis Matta dan Fahri Hamzah tersebut ditegaskan bahwa DPD Partai Gelora Natuna akan melaksanakan langkah-langkah strategis pemenangan bagi Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Natuna,” ujar Helmi.

Sebagaimana diketahui, pasangan Wan Siswandi-Rodhial Huda diusung PDI-P, Hanura, Demokrat, Gerindra, PPP, NasDem dan Perindo, PKB dan Partai Gelora. Sehingga ada 7 partai pengusung dan 2 partai pendukung.

Pasangan ini juga sudah mendaftarkan diri ke KPU Natuna, Jumat (4/9/2020) siang. Mereka didampingi pengurus masing-masing partai pengusung, relawan serta simpatisan dan pendukung.

Link terkait:

https://www.batamnews.co.id/berita-66913-partai-gelora-siap-menangkan-wan-siswandirodhial-huda-di-pilkada-natuna.html

Sumber: Batamnews.co.id

Anis Matta Dorong Perguruan Tinggi Jadikan Politik sebagai Industri Pemikiran

JAKARTA – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia melakukan safari politiknya di Kota Makassar usai menghadiri deklarasi pasangan Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi Masse (Danny-Fatma) di atas Kapal Phinisi di Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (3/9/2020).

Pada Jumat (4/9/2020), Anis Matta bertemu dua rektor perguruan tinggi terkenal di Kota Makassar, yakni Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Husain Syam dan Rektor Universitas Muhamamdiyah (Unismuh) Makassar Prof Ambo Asse,

Saat bertemu Rektor UNM Prof Husain Syam, Anis Matta berbicara mengenai perlunya Ilmuan dan akademisi terlibat dalam membangun sistem perpolitikan di Indonesia.

“Umumnya kita bicara politik itu ,pada proses dan pencapaiannya. Namun kita minim bicara pada produk politiknya, sehingga kita kadang kelihatan bingung setelah berkuasa,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2020).

Padahal menurut Anis, keduanya harus menjadi satu kesatuan desain perpolitikan di Indonesia. Oleh karena itu, Partai Gelora berpandangan untuk memperkuat pendidikan politik di Indonesia, harus menjadikan universitas sebagai mitra pemikiran strategis terhadap kebijakan pemerintah.

Contohnya dalam pandemi Covid-19, para ilmuwan (scientist) di perguruan tinggi saat ini tengah berlomba-lomba untuk menciptakan yang mendukung penanganan virus Corona (Covid-19, maupun vaksinnya yang masih terus dikembangkan dan dilakukan uji coba.

Nah, mestinya kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19 itu, berbasis pada science dan perguruan tinggi sebagai mitranya dalam memutus mata rantai penyebaran Corona tidak semakin meluas.

“Adapun gerakan pertama Partai Gelora adalah melakukan revolusi pendidikan dengan menjadikan politik sebagai industri pemikiran, dimana universitas sebagai mitra berpikir,” beber Anis Matta.

Sebab, platform politik saat ini sangat lemah dan hanya menjadi alat kekuasaan, akibatnya berpengaruh pada keseriusan pemerintah menangani Covid-19, terutama menurunkan kurva penyebaran dan kasus Corona agar segera melandai.

“Jika hal ini dibiarkan dan platform politiknya tidak diperkuat, maka sulit bangsa ini mengharap kemajuan masa depan bangsa,” kata Ketua Umum Partai Gelora Indonesia ini.

Menanggapi hal ini, Rektor UNM Prof Husain Syam sependapat dengan Anis Matta. Ia menyampaikan terima kasih atas kesediaan Anis Matta berbagi pemikiran di UNM. “Kami siap diajak jadi teman berpikir,” kata Prof Husain.

Sementara saat bertemu, Rektor Unismuh Makassar Prof Ambo Asse, Anis Matta memberikan apresiasi langkah Unismuh Makassar, karena telah menjalin kerjasama bidang pengembangan teknologi pertanian dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar.

“Ini langkah maju bagi Unismuh Makassar yang telah melakukan shifting (bergeser) ke dalam dunia teknologi dengan cara kolaborasi atau kemitraan dengan Pemda Takalar,” puji Anis Matta.

Kepada Anis Matta, Rektor Unismuh Makassar Prof Ambo Asse menyatakan silaturrahim dengan tokoh nasional atau politik terkait kebangsaan.

“Iini silaturrahim yang penting terutama berbicara terkait dengan bangsa kita, tema kebangsaan. Pak Anis Matta, ini salah satu tokoh Muhammadiyah kategori tokoh umat dan tokoh bangsa,”kata Prof Ambo Asse.

Partai Gelora Bergabung Dukung Pasangan NINA RAMAH di Pilkada SBT

, , , , ,

BULA – Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Partai Gelora Indonesia) besutan Anis Matta dan Fahri Hamzah secara resmi menyatakan dukungannya kepada pasangan bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati Rohani Vanath – Muhammad Ramli Mahu (NINA RAMAH) di Pilkada Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Partai yang didirikan pada tanggal 28 Oktober 2019, dan sudah memiliki kepengurusan di Kabupaten SBT ini, Kamis malam (3/9/2020) secara resmi melalui kepengurusan yang ada menyerahkan surat dukungan kepada pasangan NINA RAMAH.

Penyerahan dukungan ini berlangsung di kediaman balon Bupati SBT, Rohani Vanath yang diserahkan langsung oleh Ketua DPC Partai Gelora Kabupaten SBT, Musa Rumaotan kepada pasangan NINA RAMAH.

Dalam kesempatan itu, balon Bupati SBT di jalur perseorangan Rohani Vanath menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan Partai Gelora SBT kepada dirinya bersama Ramli Mahu untuk bertarung di Pilkada SBT.

“Meskipun baru terbentuk, namun dukungan yang diberikan Partai Gelora ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami. Dan ini tandanya, semakin dekat dengan momentum Pilkada semakin banyak dukungan dan kepercayaan rakyat SBT kepada kami,” tandas Rohani dalam kesempatan itu.

Rohani mengatakan, sebagai pasangan yang tampil di jalur perseorangan lewat dukungan tanda tangan dan KTP rakyat, pihaknya tetap membuka diri kepada siapa saja yang ingin terlibat bersama-sama dengan NINA RAMAH untuk berjuang memenangkan Pilkada SBT 9 Desember 2020 mendatang.

“Baik itu parpol, organisasi kemasyarakatan maupun perorangan, kami tetap terbuka, sesuai dengan makna perjuangan kami yakni mengutamakan partisipasi ketimbang mobilisasi, karena kami yakin kekuatan rakyat adalah segalahnya,” urai Ani sapaan akrab Rohani Vanath.

Rohani juga menghibau kepada semua simpatisan dan pendukungnya agar tetap solid dan bekerja keras, karena perjuangan yang dilalui masih panjang untuk mewujudkan cita-cita bersama memajukan SBT lebih maju dan sejahterah.

“Saya himbau untuk semua pendukung dan simpatisan agar tetap solid, karena tanpa kalian semua perjuangan ini tidak dapat kita gapai. Tetap membuka diri dan jalin komunikasi dengan sesama,” ujar Rohani.

Di kesempatan itu Ketua DPC Partai Gelora Kabupaten SBT, Musa Rumaotan juga menyampaikan dukungan yang diberikan merupakan bentuk perintah yang diturunkan dari DPP Partai Gelora agar semua kepengurusan Partai Gelora dapat terlibat dalam Pilkada 2020.

Ia menjelaskan, Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta sebelumnya sudah menyampaikan bahwa Partai Gelora akan terlibat dalam Pilkada 2020.

“Secara legal kita hanya bisa mendukung calon-calon yang ada, tapi SK kami tidak punya kekuatan legal apa-apa. Tapi insya Allah akan terlibat,” kata Musa Rumaotan mengutip pernyataan Anis Matta dalam peluncuran mobile apps E-KTA Partai Gelora Indonesia di akun Youtube Partai Gelora, 19 Juli 2020 lalu.

Link terkait:

https://beritabeta.com/news/politik/partai-gelora-bergabung-dukung-pasangan-nina-ramah-di-pilkada-sbt/

Sumber: Beritabeta.com

Di atas Kapal Phinisi, Anis Matta: ADAMA Bisa Kembalikan Kejayaan Makasar sebagai Kota Internasional

JAKARTA – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Anis Matta, hadir dalam deklarasi pasangan Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi Massae (Danny-Fatma) di atas Kapal Phinisi di Pantai Losari, Jalan Penghibur, Makasar , Kamis (3/9/2020).

Diiringi 200 perahu nelayan, pasangan calon Walikota Makasar dengan tagline ‘ADAMA’ menggelar deklarasi di atas laut dengan menggunakan Kapal Phinisi , kapal tradisional Suku Bugis yang telah melegenda di seluruh dunia.

Deklarasi ini juga dihadiri pimpinan Partai Nasdem, Partai Gerindra dan Partai Bulan Bintang yang mendukung pasangan tersebut.

Pada kesempatan itu, Anis Matta menyampaikan orasi politiknya. Dia bercerita tentang sejarah mengapa partai besutannya memilih mendukung pasangan yang dikenal dengan jargon ADAMA tersebut.

Menurut Anis Matta, jejak Danny Pomanto di Kota Makasar sudah telanjur kuat dan melekat. Berkat sejumlah gagasan dan inovasi yang diciptakannya saat memimpin Makasar periode sebelumnya.

“Salah satu masalah kita di Makasar adalah susah sekali menghapus nama Danny. Jejaknya sudah terlalu kuat,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Jumat (4/9/2020)

Dengan menggandeng Fatmawati Rusdi, kata Anis Matta, membuat pasangan ini makin ideal. Sebab, istri dari Ketua DPW NasDem Sulsel, Rusdi Masse, itu sudah teruji di level nasional.

“Alasan kami mendukung mereka berdua adalah untuk mewujudkan harapan kita melanjutkan perjuangan menjadikan Kota Makasar sebagai kota internasional yang berwibawa. Hal ini demi menjaga nama baik dan kejayaan Indonesia kedepannya,” beber Anis Matta.

Tak hanya itu, Makasar dengan jumlah lebih dari 1 juta penduduk diharapkan dibawa kepemimpinan Danny-Fatma, jika terpilih nantinya mampu mendongkrak perekonomian di Makasar .

Di ujung pidatonya, Anis menganalogikan filosofi konsep deklarasi di Kapal Phinisi mengarungi laut Kota Makasar

Menurutnya, hanya pasangan Danny-Fatma yang memiliki peluang besar untuk mewujudkan harapan tersebut.

“Kita dukung ADAMA karena mereka pasangan terbaik yang bisa mewujudkan cita-cita itu. Apalagi deklarasinya ini juga cukup menarik sebab digelar di atas Kapal Phinisi yang dekat dengan makna gelombang. Makanya Partai Gelombang Rakyat atau Gelora Indonesia mendukung Danny-Fatma,” tegas Anis Matta.

Sementara itu, Danny Pomanto menegaskan, bahwa dirinya maju dalam kontestasi pilkada melawan tiga pasangan calon lainnya di Pilkada Kota Makassar . Yakni pasangan Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando, Syamsu Rizal-Fadli Ananda, serta Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun .

“Pilkada ini untuk memajukan Makasar . bukan menceraiberaikan masyarakat Makasar . Ini adalah Pilkada, bukan pemilihan Raja Hoax dan Raja Begal,” kata Danny

Seperti diketahui, Kota Makasar sempat menggelar Pilkada pada 2018 lalu, namun dimenangkan oleh kotak kosong , pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari dinyatakan gugur.

Ketika itu pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi kalah dari kotak kosong. karena calon tunggal kalah, maka ditunjuk penjabat yang menjalankan pemerintahan di daerah tersebut, sampai digelar lagi Pilkada 2020 pada 9 Desember 2020.

Pada Pilkada 2020 ini, Mohammad Ramdhan Pomanto tidak lagi menggandeng Indira Mulyasari sebagai pasangannya, namun berpasangan Fatmawati Rusdi Masse, istri Ketua DPW Partai Nasdem Makasar Rudi Masse.

Anis Matta Yakin Danny-Fatma Mampu Kembalikan Era Kejayaan Makassar

, , , , ,

MAKASSAR – Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Anis Matta turut hadir dalam gelaran deklarasi kesiapan pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar Moh Ramdhan Pamanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) di kapal Phinisi, Pantai Losari Makassar, Kamis (3/9/2020).

Dalam sambutannya, Anis mengungkapkan alasan utama mengusung pasangan berjargon Adama di Pilwali Kota Makassar 2020.

Anis mengatakan, sangat susah menghapus jejak Danny Pomanto di Kota Makassar. Hal itu karena rekam jejak beliau yang sangat kuat diingat serta melanjutkan perjuangan menjadikan kota Makassar sebagai salah satu kota internasional yang berwibawa yang bisa memberikan tambahan baru bagi nama baik dan kejayaan Indonesia di masa depan.

“Insyaa Allah salah satu tantangan kita di Indonesia sekarang adalah bagaimana menjadikan kota-kota di Indonesia menjadi lebih besar terutama yang penduduknya di atas 1 juta orang seperti Kota Makassar,” tutur Anis Matta.

Di samping itu, ia juga berharap di tangan Danny-Fatma, Makassar bisa kembali ke era kejayaannya menjadi kota internasional yang memenuhi seluruh standar kehidupan masyarakat dan memberikan sumbangan ekonomi yang besar bagi bangsa ini.

“Saya kira alasan kita mendukung pasangan Adama saat ini adalah karena Pak Danny dan Fatma adalah pasangan terbaik yang bisa mewujudkan cita-cita itu,” tegas Anis.

Di ujung pidatonya, Anis menganalogikan filosofi konsep deklarasi di kapal phinisi mengarungi laut Kota Makassar.

“Kapal phinisi dekat dengan makna gelombang karena itulah kami mendukung beliau. Karena pinisi identik dengan gelombang rakyat,” pungkasnya.

Link terkait: https://fajar.co.id/2020/09/03/anis-matta-yakin-danny-fatma-mampu-kembalikan-era-kejayaan-makassar/

Sumber: Fajar.co.id

Perempuan di Partai Gelora tak Sekedar Jadi ‘Lipstik atau Vote Getter’ Saja

JAKARTA- Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menetapkan lima perempuan sebagai Ketua Bidang Dewan Pimpinan Nasional (DPN). Mereka adalah Ketua Bidang Perempuan Ratih Sanggarwati, Ketua Bidang Jaringan dan Kerjasama Lembaga Ratu Ratna Damayani, Ketua Bidang Pengembangan UMKM dan Ekonomi Keluarga Srie Wulandarie, Ketua Bidang Pelayanan Masyarakat Styandari Hakim, serta Ketua Bidang Olahraga, Hobbi dan Gaya Hidup Kumalasari Kartini.

“Partai Gelora ini partai yang suka bikin surprises. Tapi kejutan yang diberikan adalah super positif, menyegarkan dan memperbarui dinamika politik di tanah air,” kata Ketua Bidang Jaringan dan Kerjasama Lembaga Ratu Ratna Damayani yang lebih akrab dipanggil Mia dalam keterangannya, Kamis (3/9/2020).

Menurut Mia, Partai Gelora mendudukkan perempuan sebagai sosok yang potensial dan kuat secara politik, bukan sekedar lipstik. Kehadiran lima perempuan sebagai pengurus inti di pusat, tentu saja hal itu yang membedakan Partai Gelora dengan partai lain, dimana perempuan tidak hanya dijadikan sebagai vote getter (pengumpul suara) saja.

“Saya sendiri merasakan, bahwa Partai Gelora memberikan respek dan pengakuan bahwa perempuan tidak hanya dijadikan vote getter saja, tapi juga kemampuannya. Tinggal kami sebagai perempuan yang membuktikan ekspektasinya dalam bentuk kerja nyata,” kata istri Hersubeno Arif yang juga seorang pengusaha ini .

Mia menegaskan, sebenarnya tidak mudah bagi partai politik untuk merekrut perempuan menjadi pekerja partai, karena kiprah perempuan di politik masih dipandang sebelah mata.

“Kehadiran lima perempuan ini dapat membangun kesadaran bahwa perempuan untuk tidak ragu menjadi politisi. Menjadi politisi perempuan bisa ikut mempengaruhi hawa politik jadi lebih penuh empati dan penuh makna,” tandasnya.

Sementara Ketua Bidang Pengembangan UMKM dan Ekonomi Keluarga Srie Wulandarie mengatakan, dengan terpilihnya perempuan sebagai kepala bidang menandakan bahwa Partai Gelora percaya perempuan menjalankan amanahnya dengan baik.

“Perempuan itu paling tangguh dan jadi penopang ekonomi keluarga. Perempuan yang paling kuat dan terdepan, serta menandakan partai percaya bahwa perempuan menjalaninya dengan baik,” kata Wulan.

Sehingga tidak mengherankan apabila perempuan banyak yang berkiprah pada sektor UMKM, karena sebagai penopang ekonomi keluarga.

“UMKM yang dikelola perempuan itu datanya mencapai 64,5 persen atau 37 juta dari total UMKM di Indonesia dengan pendapatan perempuan 36,7 persen,” kata Ketua PEPES ini.

Wulan menegaskan, UMKM saat ini merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, yakni sekitar 60,34 persen. Sedangkan kontribusi UMKM yang dikelola perempuan terhadap PDB mencapai 9,1 persen.

“Karena itu, Gelora akan menjadikan UMKM yang berdaya saing dan mandiri, terkonsolidasi dengan sistem ekonomi nasional, sehingga dapat menopang kedaulatan ekonomi Indonesia,” pungkasnya.

Anis Matta, Partai Gelora Indonesia Dan Pilkada 2020

JAKARTA – Ada fenomena yang menarik dua pekan menjelang pendaftaran calon kepala daerah Pilkada 2020. Banyak calon kepala daerah yang akan bertarung di Pilkada 2020 berkomunikasi dengan Partai Gelora Indonesia agar ikut dalam koalisi partai-partai pendukung.

Padahal sebagai partai baru dan bukan peserta Pemilu 2019 kemarin, dukungan Partai Gelora Indonesia tidak berpengaruh terhadap syarat pencalonan kepala daerah dalam Pilkada. Tetapi mengapa surat rekomendasi dukungan Partai Gelora Indonesia yang di tanda tangani oleh Anis Matta selaku Ketua Umum dan Mahfuz Sidik selaku Sekjen tetap diharapkan oleh para calon kepala daerah dan koalisi partai pendukung?

Fenomena unik dan menarik ini terjadi kepada Partai Gelora Indonesia mungkin disebabkan beberapa hal :

(01)
Para calon kepala daerah atau parpol koalisi mempersepsi bahwa sebagian besar mesin pemenangan PKS sudah pindah ke Partai Gelora Indonesia. Persepsi ini wajar karena memang dijajaran Pimpinan Partai Gelora Indonesia terdapat eks-petinggi PKS yang banyak memiliki peran-peran strategis ketika masih di PKS.

Ketua Umum adalah Anis Matta eks Sekjend dan Presiden PKS juga mantan Wakil Ketua DPR RI, Wakil Ketua Umum di pegang Fahri Hamzah salah satu icon penting DPR RI periode 2014-2019, Sekjend di jabat Mahfuz Sidik yang juga mantan Ketua Komisi 1 DPR RI beberapa periode.

Dalam jajaran ketua-ketua bidang ada Dedi Mizwar mantan Wakil Gubernur Jawa Barat, ada Sutriyono mantan anggota pansus paket UU Politik yang sangat tahu detail tentang regulasi terkait Pemilu dan Pilkada.

Di jajaran Ketua DPW kita lihat misalnya ada Hadi Mulyadi Ketua Umum DPW Kaltim yang juga Wakil Gubernur Kaltim, ada juga Samsari Kitta Ketum DPW Sulsel yang juga Bupati Takalar. Di ibukota DKI Jakarta ada Triwisaksana sebagai Ketua Umum dan juga mantan Wakil Ketua DPRD DKI dan juga Selamat Nurdin mantan Ketua Komisi B DPRD DKI yang menjabat Wakil Ketua Umum DPW DKI. Belum lagi fungsionaris Partai Gelora Indonesia di kabupaten/kota bahkan sampai kelurahan adalah eks kader-kader PKS yang efektif menjadi mesin pemenangan.

(02)
Partai Gelora Indonesian dikelola dengan narasi kuat, jaringan yang massif tetapi tetap “low profile“. Sehingga memungkinkan para calon kepala daerah dan parpol koalisi pendukung mendapatkan “benefit” signifikan ketika mengajak Partai Gelora Indonesia bergabung dalam koalisi partai pendukung.

Anis Matta sebagai Ketua Umum punya narasi yang kuat dalam melihat Pilkada 2020, dan pengalaman menjadi Sekjend dan Presiden PKS dalam lobby-lobby Pilkada merupakan rekam jejak tersendiri bagi para calon-calon kepala daerah dan partai-partai koalisi pendukung. Partai Gelora Indonesia dalam waktu beberapa bulan dapat memenuhi syarat undang-undang untuk mendirikan partai baru ini sebagai bukti bahwa ada jaringan massif di Partai Gelora Indonesia.

Dan narasi yang kuat serta jaringan yang massif itu ternyata tetap membuat Partai Gelora Indonesia “low profile” dalam lobby-lobby politik. Kombinasi karakter percaya diri dan tahu diri yang dimainkan Ketua Umum Anis Matta menjadi kombinasi karakter yang menarik bagi calon kepala daerah dan partai koalisi pendukung. Rekam-jejak strategis ini menjadi keunggulan tersendiri Partai Gelora Indonesia diawal kiprahnya dalam Pilkada.

(03)
Semangat Kolaborasi yang selalu ditekankan oleh Ketua Umum Anis Matta kepada fungsionaris dan kader Partai Gelora Indonesia dalam mengelola kerja-kerja politik menjadi pemicu para fungsionaris Partai Gelora Indonesia di semua tingkatan untuk melakukan komunikasi dan kolaborasi kreatif dengan semua para pemangku kepentingan dalam Pilkada 2020. Hal ini juga yang menjadi peluang para calon kepala daerah dan partai koalisi pendukung menjajaki dan berkolaborasi dengan Partai Gelora Indonesia.

(04)
Gaya komunikasi politik para fungsionaris Partai Gelora Indonesia yang memadukan semangat kolaborasi, penguatan performa mesin partai dan kecerdasan mengelola issue atau content nasional dan lokal sepertinya merupakan poin penting yang akan menjadi salah satu instrumen pemenangan Pilkada. Dan gaya komunikasi ini yang sepertinya menjadi daya tarik para calon kepala daerah dan parpol pendukungnya mengajak Partai Gelora Indonesia menjadi bagian dari mesin pemenangan Pilkada 2020.

(05)
Faktor Fahri Hamzah selaku Wakil Ketua Umum yang selalu menjadi influencer dan icon demokrasi di Indonesia memiliki daya tarik sendiri, bahkan beberapa daerah sangat mengharapkan Anis Matta dan Fahri Hamzah sebagai juru kampanye pemenangan, walaupun misalnya nanti kampanye dilakukan secara virtual.

Lima faktor ini yang mungkin menjadi sebab kenapa Partai Gelora Indonesia sebagai partai baru, partai yang belum punya kursi tetapi diharapkan rekomendasi dukungannya oleh banyak calon kepala daerah beserta para partai koalisi pendukungnya.

Selamat kepada Partai Gelora Indonesia yang sedang memulai kiprah pertamanya dalam hajatan Pilkada serentak. Narasi, jaringan dan tetap “low profile” kiranya tetap menjadi daya tarik tersendiri yang perlu dipertahankan dalam kerja-kerja politik ke depan.

Link terkait:

http://www.jurnalpublik.com/2020/09/03/anis-matta-partai-gelora-indonesia-dan-pilkada-2020/

Sumber: Jurnalpublik.com

Alamat Dewan Pengurus Nasional

Jl. Minangkabau Barat Raya No. 28 F Kel. Pasar Manggis Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan 12970 Telp. ( 021 ) 83789271

Newsletter

Berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan kabar terbaru.

X