Cicipi Enaknya Sate Maranggi, Anis Matta Kaget Dikasih Hadiah Pot Janda Bolong

, , , , , , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta melakukan kunjungan ke Kampung Maranggi dan pusat pembuatan keramik di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat (Jabar) Selasa (30/11/2021) petang.

Anis Matta ingin mendengar langsung keluhan para pedagang dan pengrajin di masa pandemi Covid-19, bagaimana mereka bertahan hidup dari krisis.

Kedatangan Anis Matta ini disambut Ketua DPD Kabupaten Purwakarta Isep Syafrudin Yahya, serta dua aktor serial Sinetron Preman Pensiun yang tayang di RCTI, Ceu Endoh dan Kang Junaedi.

Di Kampung Maranggi, Anis Matta mencicipi Sate Maranggi, makanan legendaris khas asal Purwakarta ini.  Anis Matta memuji kenikmatan Sate Maranggi, hingga tak terasa habis 13 tusuk sate.

“Awalnya saya kurang tertarik makan sate, tapi begitu saya makan Sate Maranggi ini, kok sate ini lebih enak daripada sate yang lain. Nikmatnya luar biasa, saya sampai habis 13 tusuk,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Kamis (2/11/2021).

Anis Matta lantas berdialog dengan satu pedagang sate di Kampung Maranggi, bernama Mang Adi. Mang Adi mengeluhkan pendapatannya menurun selama pandemi.

“Sebelum pandemi 500 tusuk habis, tapi setelah ada Corona penghasilan kita sampai turun setengahnya. Gimana bertahan, ya kita berjualan saja, karena rezeki sudah ada yang ngatur,” kata Mang Adi saat menyampaikan keluhannya.

Usai menyantap Sate Maranggi, Anis Mata kemudian meninjau pusat pembuatan dan penjualan keramik Pleret. Anis Mata mengaku kaget begitu datang langsung diberi hadiah pot janda bolong, pot bunga yang telah dilukis logo Partai Gelora.

“Saya kaget tiba-tiba dikasih pot janda bolong, saya kira cuma tanaman saja. Ternyata ada juga pot janda bolong, rupanya karena ini ada lubang dibawahnya, makanya dinamai pot janda bolong,” ujar Anis Matta.

Di sentra pembuatan keramik, Anis Matta melihat proses pembuatan pot janda bolong dan asbak. Anis Matta menilai pembuatan keramik di Pleret ini perlu dilakukan scale up agar memberi nilai tambah.

“Kalau saya lihat di sini bukan soal modal, tapi bagaimana meningkatkan skill agar memberikan nilai tambah dari sisi artistiknya,” jelas Anis Matta.

Para pengrajin keramik ini, lanjutnya, tidak bisa berhasil dengan industri keramik, apabila mengedepankan manual job, tanpa ada nilai tambah skill.

“Valuenya ada di desain, para perajin harus ditingkatkan skillnya, di sekolahkan dan diberikan pelatihan desain. Kita bisa bikin sekolah desain (art),” katanya.

Menurut Anis Matta, pemberdayaan UMKM itu tidak hanya melulu pada pemberian modal, tetapi juga skill dan pemasaran atau market.

“Ada pelajaran yang bisa diambil, kalau sekedar hanya manual job tanpa ada sentuhan market dan desain artistik, harganya pasti murah. Tapi jika di scale up dari desainnya, harganya pasti naik berkali-kali lipat, bisa jadi karya seni atau fesyen,” paparnya.

Anis Matta mengatakan, Partai Gelora terus mendorong para pelaku UMKM agar naik kelas dengan berbagai program pemberdayaan UMKM.

Partai Gelora telah mendirikan YES Preneur untuk membantu UMKM seperti pengetahuan, pemasaran juga dalam segi permodalan.

Partai Gelora telah menunjuk Sally Giovanny, pengusaha muda sukses, owner Batik Trusmi dan The Keranjang sebagai Duta Besar untuk pemberdayaan UMKM di seluruh Indonesia.

“Di Purwakarta sendiri juga sama akan membantu para pelaku usaha ini. Seperti di Cirebon kemarin menandatangani kerjasama dengan pemilik batik resmi keranjang di Bali untuk pembinaan UMKM,” ujar Anis Matta.

Tak Sekedar Lolos Ke Senayan, Partai Gelora Targetkan Menang Pemilu 2024

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menargetkan, partainya tidak hanya menembus ambang batas parlemen (parliamentary threshold), tapi juga memenangi Pemilu 2024.

“Untuk melaksanakan ide-ide besar yang kita buat. Langkah pertama kita adalah menang Pemilu 2024,” tegas Anis Matta saat menyampaikan arahan dalam konsolidasi struktur pemenangan Dapil VII Jawa Barat di Hotel Swiss Bell Jababeka, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa (30/11/2021) malam.

Karena itu, Anis Matta meminta pengurus di daerah rajin turun ke masyarakat untuk mensosialisaikan seluruh agenda program Partai Gelora dan peta jalan baru menjadikan Indonesia 5 besar dunia.

“Partai ini adalah pelopor perubahan. Partai ini tempatnya orang lemah dan tak berdaya. Partai ini adalah tangga naik bagi yang mau naik kelas,” kata Anis Matta.

Anis Matta menegaskan, Partai Gelora tidak hanya sekedar mencari suara atau memenangi pemilu. Tapi mengubah  kehidupan rakyat Indonesia agar menjadi lebih baik.

“Kalau sekedar mencari suara, kata Pak Fahri Hamzah sebenarnya lebih gampang. Kita tahu cara menangnya, dan kita juga tahu cara curangnya. Tapi bukan itu tujuan kita mendirikan Partai Gelora, bukan sekedar untuk menang. Tepatnya ingin merubah ingin mengubah seluruh kehidupan rakyat Indonesia,” katanya.

Menurut Anis Matta, kehadiran Partai Gelora menjadi simbol generasi musim Indonesia seperti bunga yang sedang mekar.

“Kita ingin membuat negeri ini mekar, dimana semua orang punya hak untuk sejahtera. Cita-cita ini, sudah kita buat peta jalannya, namanya Arah Baru Indonesia,” katanya.

Anis Matta mengatakan, saat ini partainya fokus melakukan konsolidasi sebagai langkah persiapan menuju Pemilu 2024. Hingga kini konsolidasi sudah dilakukan di Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Barat.

“Saya minta pengurus di daerah rajin turun ke masyarakat untuk melakukan sosialisasi dengan agenda program pemberdayaan ekonomi kerakyatan salah satunya UMKM,” katanya.

Pemberdayaan UMKM, lanjutnya, menjadi agenda utama Partai Gelora, selain isu perubahan iklim (climate change). Karena itu, Partai Gelora telah menujuk Sally Giovanny, pengusaha muda sukses, owner Batik Trusmi dan The Keranjang sebagai Duta Besar untuk pemberdayaan UMKM.

“Beliau (Sally Giovanny, red) akan mensosialisasikan program pemberdayaan UMKM ke seluruh Indonesia. Memasuki tahun ketiga, tidak hanya konsolidasi, apa yang kita lakukan ini untuk  mempersiapkan partai untuk lari lebih kencang, Insya Allah!” ungkapnya.

Saat ini, kepengurusan Partai Gelora sudah terbentuk di 34 provinsi (DPW), 514 kabupaten/kota (DPD). Lalu, 90 persen kecamatan (DPC) dari 7.235 kecamatan. Kemudian 13 persen PAC dari 83 ribu desa dan kelurahan.

“Jadi kalau secara struktur kita sudah terpenuhi, kader kita juga alhamdulilah jumlahnya lebih dari setengah juta dengan tiap hari bertambah seribu, dua ribu, tiga ribu per hari,” katanya.

Dalam konsolidasi ini, selain dihadiri Anis Matta, juga dihadiri Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah, Sekretaris Jenderal Mahfuz Sidik, Bendahara Umum Achmad Riyadi, Ketua Bangter II Achmad Zairofi, fungsionaris DPN lainnya, serta Ketua DPW Jawa Barat Haris Yuliana.

Konsolidasi di Bekasi ini dihadiri pengurus dan kader dari Dapil VII Jawa Barat, yakni Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang dan Purwarkarta.

Ketua DPD Kabupaten Bekasi Nur Cholis, Ketua DPD Kabupaten Karawang Fajar Nasrul Haq dan Ketua DPD Kabupaten Purwakarta Isep Syafrudin Yahya terlihat hadir dalam konsolidasi ini.

Fahri Hamzah: Pemerintah Buka Dong Peluang Bagi Daerah Ajukan Calon Presiden

Partaigelora.id -Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah meminta pemerintah membuka peluang kepada daerah untuk mengajukan pasangan calon presiden (capres) calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

“Pemerintah pusat jangan lagi menyumbat aspirasi dari daerah. Daerah bisa mengajukan pasangan capres-cawapresnya sendiri-sendiri,” kata Fahri Hamzah dalam acara Ngopi Bareng Fahri dengan Bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Cirebon di Cirebon, Jawa Barat, Senin (29/11/2021) petang.

Karena itu, menurut Fahri, aturan Presidential Therhold 20 persen dihapuskan, karena menghambat putra-putra daerah untuk maju menjadi presiden.

“Maka dari itu agar Presidential threshold dihapus atau ditiadakan saja, Supaya dari Aceh, Papua, Cirebon dan daerah lainnya punya capres maupun cawapres yang siap maju di Pemilu. Sekali lagi, aspirasi dari daerah jangan disumbat,”  terangnya.

Fahri mengatakan, sudah saatnya rakyat memilih pemimpin yang memiliki kemampuan mengelola negara baik di eksekutif maupun yudikatif.

“Pemilu nanti pilih pemimpin yang punya kemampuan mengelola negara yang luar biasa ini. Jangan pilih wakil rakyat yang gak bisa ngomong, tapi hanya nerima gaji doang,” tegasnya.

Menurut Fahri, seorang pemimpin di eksekutif maupun legislatif harus memiliki kemampuan dalam mengelola negara, jangan asal pilih seperti yang sudah-sudah.

Sebab, potensi dan kekayaan sumber daya alam negeri ini luar biasa, sehingga harus dikelola oleh pemimpin yang memahami tentang Indonesia agar tidak ada penyimpangan lagi.

Fahri meminta mahasiswa lantang menyuarakan memilih pemimpin yang baik pada Pemilu 2024 mendatang.

Ajakan memilih pemimpin yang baik itu, menurutnya, adalah bentuk ‘kudeta konstitutional’ yang diijinkan negara.

“Jadi aktivis mahasiswa itu, kalau berdemo jangan terlalu santun. Hanya bisa berkoar acung-acung spanduk saja. Tapi, sampaikan dengan gagah dan berani ajak masyarakat, mari kita pilih pemimpin yang baik,” ujar Fahri.

Fahri juga menyoroti soal otonomi pengelolaan keuangan di daerah yang terjadi saat ini.

“Otonomi pengelolaan anggaran mutlak digunakan. Sentralisasi keuangan pun harus dihentikan,” katanya.

Ia beralasan, selama ini  Pemerintah Pusat terlalu menikmati sentralisasi. Mestinya setiap daerah diberikan kewenangan untuk merencanakan sendiri pendapatannya.

Dengan demikian, daerah bertanggungjawab atas pengeluaran yang lebih baik. Sehingga kata kuncinya ada di sentralisasi.

“Intinya, sentralisasi keuangan harus segera diakhiri,” tegasnya.

Konsolidasi di Cirebon, Anis Matta: Partai Gelora Adalah Tangga Naik Bagi Rakyat Indonesia

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengatakan, aura kemenangan politik dalam Pemilu 2024 mendatang semakin terasa dan terlihat di depan mata.

Kemenangan tersebut, akan mengantarkan Partai Gelora menjadi tangga bagi Indonesia menuju 5 besar dunia.

“Di Bandung kemarin,  banyak yang tanya bagaimana cara menangnya, tapi di Cirebon
sudah bicara harapan kalau sudah menang, menjadikan Indonesia 5 besar itu bagaimana. Ini sangat luar biasa dan harus kita jaga,” kata Anis Matta dalam ‘Jagongan Jeh! Konsolidasi Persiapan Pemenangan 2024’ di Hotel Prima, Cirebon, Jawa Barat, Senin (29/11/2021).

Menurut Anis Matta, aura
kemenangan sudah dekat dan ada disamping Partai Gelora.

“Kemenangan ini akan menjadi tangga menuju lima besar dunia. Kita tahu jalannya, dan secara teknis memungkinkan kemenangan itu,” katanya.

Guna menuju tangga tersebut, Anis Matta  menunjuk pengusaha muda Sally Giovanny, owner Batik Trusmi dan The Keranjang Bali sebagai Duta Besar untuk UMKM.

Sally lantas diperkenalkan Anis Matta kepada ribuan kader dan pengurus Partai Gelora se-Ciayumajakuning. Sally akan keliling ke Indonesia untuk ikut serta memajukan UMKM agar naik kelas.

Anis Matta kemudian bercerita tentang sahabat Rasulullah SAW Bilal Bin Rabah yang bisa menjadi pelajaran penting tentang keyakinan dan kebenaran.

Sehingga, lahir semangat dalam diri para pengurus dan kader Partai Gelora akan hadirnya keyakinan kemenangan ke depan.

“Kita ambil pelajaran dari sahabat Rasulullah SAW Bilal, tentang makna keyakinan dan kebenaran akan kemenangan,” ujar Anis Matta.

Lebih lanjut, Anis menyampaikan, bahwa aura kemenangan terasa dari Cirebon dan kita tularkan ke seluruh Indonesia.

Maka dari itu, dirinya mengajak seluruh peserta yang hadir mempersiapkan diri dan hadir ditengah masyarakat hingga desa-desa, RW, RT dan TPS untuk mengawal kemenangan yang ada.

“Saya menyambut baik semangat dari para pengurus dan kader di Ciayumajakuning yang siap menjemput kemenangan Partai Gelora,” katanya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah. Fahri mengatakan, keyakinan kemenangan sebagai hal penting, karena menggambarkan suasana jiwa setiap kader.

“Bahasa-bahasa jiwa ini penting untuk menemukan keyakinan. Apalagi disini Ketua Bappilu hadir, sudah terlihat kemenangan kita,” kata Fahri.

Fahri lantas menyinggung soal partisipasi Partai Gelora dalam pilkada lalu yang telah berhasil memenangi ratusan pilkada.

‘Ratusan pilkada sudah kita menangkan, karena kita memiliki keyakinan. Memenagkan pemilihan legislatif itu gampang, lebih susah menurunkan berat badan,” kata Fahri berseloroh.

Dalam konsolidasi pemenangan ini, selain Fahri Hamzah, Anis Matta didampingi Sekretaris Jenderal Mahfuz Sidik, Bendahara Umum Achmad Rilyadi, Ketua Bangter II Achmad Zairofi, Ketua Bappilu Rico Marbun, Ketua UMKM dan Ekkel Srie  Wulandari, pengurus DPN lainnya dan Ketua DPW Jabar Haris Yuliana

Dalam kesempatan tersebut, Anis Matta juga menyematkan jaket ke beberapa lintas tokoh di wilayah Cirebon, Indramayu dan lain-lain.

Juga dilakukan ikrar komitmen kemenangan oleh masing-masing Ketua DPD se-Ciayumajakuning, Jawa Barat.

YES Preneur Teken Kerjasama Pengembangan UMKM dan Launching Situs Marketplace

, , , , , , , , , ,

Partaigelora.id -YES Preneur menandatangani nota kesepakatan (MoU) dengan Batik Trusmi dan The Keranjang untuk memasarkan produk-produk yang dihasilkan UMKM binaan YES Preneur dan Partai Gelora Indonesia pada Senin (29/11/2021) di Cirebon, Jawa Barat (Jabar).

Penandatanganan dilakukan oleh penggagas YES Preneur Srie Wulandari yang juga Ketua Bidang UMKM dan Ekonomi Keluarga (Ekkel) Partai Gelora dengan Owner Batik Trusmi dan The Keranjang Sally Giovanny.

MoU antara YES Preneur dengan Batik Trusmi dan The Keranjang ini disaksikan Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta, Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah, Sekretaris Jenderal Mahfuz Sidik, Bendahara Umum Achmad Rilyadi, Ketua Bidang Bangter II (DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat) Achmad Zairofi dan Ketua DPW Partai Gelora Jawa Barat Haris Yuliana.

Dalam kesempatan ini juga di-lauching situs oleholeku.id, e-commerce dan marketplace lokal yang membantu pemasaran produk yang dihasilkan UMKM binaan YES Preneur dan Partai Gelora.

Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta dalam dialog dengan pelaku UMKM di Batik Trusmi mengatakan, pelaku UMKM bisa belajar dari kesuksesan Sally Giovanny dalam mengelola bisnisnya selama 15 tahun sejak tamat dari SMA.

“Karena itu, Ibu Sally Giovanny ini akan menjadi duta besar atau ambassador Partai Gelora. Apakah ibu-ibu ingin sukses, harus yakin. Nah, kita perlu cerita, kita mau dengar kesuksesan beliau,” kata Anis Matta.

YES Preneur, kata Anis Matta, juga akan memberikan pelatihan, pembinaan dan bantuan akses kepada para pelaku UMKM.

“Mereka akan dapat bantuan informasi pengetahuan, pelatihan, pembinaan dan bisa juga akses ke pemerintah. Jadi ini konsen kami di Partai Gelora,” ujarnya.

Pemberdayaan terhadap UMKM ini lanjutnya, menjadi salah satu agenda utama Partai Gelora.

“Sekarang ekonomi Indonesia, 60 persen PDB kita disumbang oleh UMKM. Kalau bangkrut dari mana mereka cari uang, sehingga kita perlu mengembangkan UMKM ini agar naik kelas,” katanya.

Penggagas YES Preneur yang juga Ketua Bidang UMKM dan Ekkel Partai Gelora Srie Wulandari meminta dua wadah, yang telah diteken MoU dan di launching situs market place-nya bisa dimanfaatkan secara maksimal UMKM untuk berjualan.

“Jadi wadah ini bisa dimanfaatkan dan digunakan untuk memasarkan produk kita,” kata Coach Wulan sapaan akrab Srie Wulandari.

Owner Batik Trusmi dan The Keranjang Sally Giovanny meminta para pelaku UMKM selalu berpikiran positif, bukan menjadi ‘kaum rebahan’, dan selalu melakukan inovasi dan mengikuti kemajuan teknologi.

“Kita satu frekuensi sama Pak Anis Matta. Kalau Partai Gelora ingin menjadikan 5 besar dunia, kami ingin menjadikan Batik Trusmi menjadi 5 besar perusahaan global, dari lokal ke kancah internasional,” kata Sally.

Dalam kesempatan ini, juga digunakan Anies Matta untuk melantik 7 mentor UMKM YES Preneur untuk wilayah Cirebon, hasil pendidikan dan pelatihan HR Academy yang bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM RI.

Pakai Cara Sendiri Jangan Tiru Partai Lain, Anis Matta: Warga Jabar Pemilih Cerdas dan Rasional

, , , , , , , ,

JAKARTA – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menilai warga Jawa Barat (Jabar) sebagai pemilih yang cerdas.

Hal tersebut terbukti, dengan tidak adanya partai politik yang mampu memenangkan pemilu dua kali berturut-turut di Jabar selama masa reformasi.

“Tidak ada partai yang menang dua kali berturut-turut di Jawa Barat. Artinya pemilih di Jawa Barat pemilih cerdas,” ujar Anis saat menggelar dialog bertajuk ‘Bandung Ngawangkong’, di Bandung, Minggu  (28/11/2021).

Anis Matta mengatakan, masyarakat Jawa Barat lebih terbuka terhadap berbagai informasi termasuk mengenai politik. Salah satunya karena letaknya yang dekat dengan ibukota negara.

“Jadi masyarakat Jawa Barat ini paling cepat responsnya terhadap isu-isu nasional,” katanya.

Selain itu, Anis Matta menilai, warga Jabar pun sangat terbuka terhadap berbagai ide dan pemikiran dalam berbangsa dan bernegara.

Hal ini terlihat dari sejarah yang pernah terjadi di Jabar saat berkembangnya Negara Islam Indonesia (DI/TII). Jabar juga menjadi awal mula berkembangnya Marhaenisme yang digagas Soekarno.

“Di Jawa Barat pernah berkembang ide kanan, juga ide kiri. Artinya masyarakat Jawa Barat terbuka terhadap ide-ide apapun yang disampaikan kepada mereka,” katanya.

Anis Matta kemudian memuji warga Jabar, karena hal ini merupakan tipikal masyarakat demokrasi.

“Masyarakat demokrasi membutuhkan pemimpin yang mampu meyakinkan, bukan yang mampu memaksa,” katanya.

Oleh karena itu, menurut Anis Matta, pemilih di Jabar membutuhkan partai politik yang mampu meyakinkan akan masa depan yang lebih baik.

Sebab, warga Jabar tidak bisa digiring secara sederhana, tapi perlu diyakinkan oleh kader-kader Partai Gelora

“Itu sebenarnya karakter dasar dari masyarakat demokrasi,” katanya.

Karena itu, Anis Matta meminta agar kader Partai Gelora menggunakan caranya sendiri dalam meyakinkan warga Jabar, bukan meniru cara yang digunakan partai lain.

“Besar-kecil, susah-gampang adalah soal cara pandang kita terhadap masalah yang kita hadapi. Yang penting adalah membuka cakrawala agar situasi mental kita selalu berada di atas masalah agar bisa meyakinkan orang lain,” katanya.

Sehingga dapat menemukan cara sendiri untuk mengatasi masalah dengan cara selalu membaca situasi dengan kreativitas dan imajinasi.

“Imajinasi adalah kekuatan kita yang kadang kita lupa untuk memanfaatkannya. Sekarang inilah, ketika kita berada dalam banyak keterbatasan akibat pandemi, sehingga imajinasi kita berperan penting,” ujarnya.

Ketua Bapilu DPN Partai Gelora Rico Marbun mengaku optimis dapat meyakinkan masyarakat terhadap ide-ide dan narasi Partai Gelora, tidak hanya warga Jabar saja.

“Ada beberapa hal yang membuat kita optimis. Hampir 60 persen yang setuju partai baru, dengan menjual semangat saja, setengahnya memilih kita, ” kata Rico.

Canangkan Tanam 10 Juta Pohon, Anis Matta: Jangan Sampai Menunggu Situasi Jadi Buruk dan Tidak Terkendali

, , , , , , , ,

JAKARTA –  Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta secara resmi mencanangkan Gerakan Gelora Tanam 10 Juta Pohon di Sub Das Citarik, Kampung Cikoneng, Desa Cibiru Wetan, Cileunyi, Bandung Jawa Barat (Jabar).

Gerakan ini ditandai dengan penanaman secara simbolis pohon Jeruk Pomelo, tanaman unggulan Kampung Cikoneng oleh Anis Matta.

“Dari kampung Cikoneng ini, kita ingin memulai gerakan perlawanan terhadap perubahan iklim dengan langkah nyata yang bisa dilakukan semua orang, yaitu menanam pohon, Gelora menanam 10 juta pohon,” kata Anis Matta, Minggu (28/11/2021).

Menurut Anis Matta, target penanaman 10 juta pohon tersebut akan dilakukan hingga 2023, dengan kawajiban setiap kader menanam 20 pohon.

“10 juta itu adalah angka yang bisa dilakukan oleh Partai Gelora. Kalau saya bilang satu miliar anda pasti bertanya hitung-hitung angkanya kayaknya nggak nyampai,” katanya.

Indonesia saat ini, kata Anis Matta, sudah memasuki darurat perubahan iklim, sehingga diperlukan respon cepat, bukan sebaliknya lamban dalam merespon.

“Kita tidak perlu menunggu 10 -20 tahun yang akan datang sampai semua situasi bisa menjadi sangat buruk dan tidak terkendali, baru kita mau meresponnya, ” tandas Anis Matta.

Hal senada disampaikan Ketua Bidang Lingkungan Rully Syumanda Partai Gelora. Rully mengatakan, cara paling mudah melawan perubahan iklim adalah menanam pohon.

“Pohon menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida. Karbon dioksida ini menyebabkan temperatur atmosfer naik, dan bumi menjadi panas,” kata Rully.

Rully menegaskan, upaya Partai Gelora melawan perubahan iklim, bukan sekedar ceremonial untuk konsumsi media, melainkan program jangka panjang.

“Lalu, bagaimana cara melawan perubahan iklim ini, mari bergabung ke Partai Gelora,” katanya.

Ketua DPW Partai Gelora Jabar Haris Yuliana mengatakan, Gelora Tanam 10 Juta Pohon ini diikuti 40 NGO dan Ormas, serta kelompok komunitas Newhun Recycle yang mengolah sampai plastik.

“Terima kasih telah memilih Jawa Barat sebagai tempat pencanangan Gelora Tanam 10 Juta Pohon. Mudah-mudahan Kampung Cikoneng ini menjadi titik ledak perlawanan perubahan iklim. Kita bertempur dengan perubahan iklim, kita mulai dari sini,” kata Haris Yuliana.

Saat pencanangan gerakan ini Anis Matta, didampingi Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah, Sekretaris Jenderal Mahfuz Sidik, Bendahara Umum Achmad Rilyadi, Ketua Bidang Lingkungan Hidup  Rully Syumanda, fungsionaris DPN Partai Gelora dan Ketua DPW Jabar Haris Yuliana.

Anis Matta dan rombongan disambut kesenian Reag Sunda, Putra Jaya Malangyang. Anis Matta menaiki Gagarudaan sementara Fahri Hamzah naik Sisingan, yang masing-masing digotong oleh empat orang.

Di Kampung Cikoneng ini ditanam sebanyak 10 ribu dari berbagai jenis dan juga diikuti penanaman secara serentak di 33 DPW lainnya.

Selain di Cikoneng, penanaman juga dilakukan di Muara Gembong, Bekasi dan Waduk Jatiluhur.

Anis Matta menyapa seluruh DPW dan menanyakan jumlah pohon yang ditanam masing-masing. Seluruh pohon yang ditanam dalam gerakan Gelora Tanam 10 Juta Pohon ini diberi nama Pohon Gelora oleh Anis Matta.

Selain itu, Anis Matta menyerahkan bantuan bibit kepada masyarakat Kampung Cikoneng sebanyak 1.500 bibit. Bantuan bibit diserahkan Anis Matta langsung kepada Kepala Desa Cibiru Wetan Hadian SP.

Usai pencanangan Anis Matta, Fahri Hamzah dengan pengurus DPN dan Ketua DPW Jabar Haris Yuliana meninjau Newhun Recycle.

Di gerai Newhun Recycle ini, Fahri Hamzah membeli produk jam dinding dari bahan daur ulang limbah plastik. Fahri memesan 677 jam dinding untuk diberikan kepada 27 DPD dan 650 se- Jabar.

Newhun Recycle ini, merupakan usaha yang digerakkan oleh anak-anak muda yang menjadi binaan Pemerintah Kota Bandung. Newhun Recycle juga telah berkolaborasi dengan Generasi Muda Partai Gelora untuk pengembangan usaha daur ulang dari limbah plastik ini

Anis Matta Puji Daya Tahan UMKM Bali Terhadap Terpaan Krisis

, , , , , , , , , , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Anis Matta Matta memuji ketangguhan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bali dari terpaan dampak krisis akibat pandemi Covid-19.

Bahkan UMKM Bali juga berani mengambil keputusan untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) seperti perusahaan-perusahaan pada umumnya, meski kondisi keuangan mereka belum stabil.

“Saya juga kaget, mereka bisa survive (bertahan) saat pandemi. Ini bisa memberi inspirasi untuk yang lain, dan cerita bertahan ini perlu dipublikasikan,” kata Anis Matta di Denpasar, Bali, Jumat (27/11/2021) malam.

Hal tersebut didapat Anis Matta saat mengunjumgi dua sentra UMKM di Bali. Didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah, Bendahara Umum Achmad Rilyadi, Ketua Bangter IV (Bali, Nusa Tenggara dan Kalimantan) Rofi’ Munawar, Ketua DPW Bali Moedjiono mengunjungi Dians, Rumah Songket dan Endek, di Desa Gelgel, Klungkung, serta The Keranjang-Wisata Bali Dalam Satu Keranjang di Kuta, Badung Bali.

“Saya berkunjung ke sini, karena ingin mendengar langsung pelaku usaha UMKM di masa pandemi, bagaimana mereka bisa survive, sehingga bisa menginspirasi kita semua,” ujar Anis Matta.

Dian, Rumah Songket dan Endek merupakan usaha binaan Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Kabupaten Klungkung. Sementara The Keranjang adalah kawasan wisata di Bali dengan konsep tempat perbelanjaan, taman wisata, edukasi dan hiburan yang dipadukan dengan teknologi.

I Putu Agus Aksara, Owner Dian, Rumah Songket dan Endek mengaku sempat berpikir mau melakukan PHK, karena cash flow (laporan keuangan) usahanya tidak ada pemasukan. Semua pegawainya sudah dipanggil, diberitahu akan di-PHK dan diberikan sembako sebagai tali asihnya.

Namun keputusan PHK tersebut, dia batalkan karena semua pegawainya menangis untuk tidak di-PHK, disamping songket dan endek ini merupakan warisan budaya Bali, sehingga usaha tersebut harus terus berjalan, apapun resikonya.

“Saya lantas kasi bantuan teman-teman, dan semua pegawai juga sepakat membantu. Perlahan-lahan malah jadi tambah naik dan bisa bertahan selama pandemi ini,” kata Putu Agus.

Sementara Owner The Keranjang, Ibnu Riyanto mengatakan, The Keranjang dibuka menjelang pandemi Covid-19 pada 2020 lalu. The Keranjang sempat buka selama satu bulan, dan akhirnya tutup selama 1,5 tahun karena ada kebijakan pembatasan penyebaran Covid-19.

“Kita buka lagi September lalu, sampai sekarang ini. Kita juga memberikan support ke UMKM, kita jual produk mereka dengan harga modal. Kita tidak mengambil untung sama sekali, kami tahu kesulitan mereka, karena kami juga pernah mengalaminya,” kata Ibnu.

Anis Matta salut dengan sikap Putu Agus yang berani mengambil keputusan tidak melakukan PHK dalam upaya bertahan dari krisis.

“Jadi setiap orang punya cerita kesedihannya masing-masing dan bagaimana ia bertahan. Dengan cerita air mata berubah menjadi mata air, dramatis sekali,” katanya.

Anis Matta menyarankan agar Putu Agus mengembangkan diversifikasi ekonomi untuk mengembangkan usahanya agar lebih maju lagi.

“Bali memproduksi songket dan endek disini, tapi dijual ke tempat lain (daerah lain, red). Jadi kita tidak melulu harus beli disini, tapi bisa beli ditempat lain, itu yang dinamakan diversifikasi,” katanya.

Sementara menyangkut The Keranjang, Anis Matta mengaku optimis UMKM di Bali bisa bertahan dan mendapatkan kehidupan baru selama pandemi, seperti yang dilakukan oleh The Keranjang yang membantu UMKM untuk berjualan.

“Saya optimis meski akhir tahun ini ada lockdown, saya tetap opitimis UMKM akan bertahan. Jadi setiap orang punya cara sendiri untuk bertahan, seperti yang dilakukan The Keranjang ini, selain berjualan, juga beramal dengan membantu UMKM menjual dengan harga modal,” pungkasnya.

Di The Keranjang, Anis Matta dan Fahri Hamzah sempat membuat batik logo Partai Gelora. Mereka terlihat menorehkan malam ke desain logo Partai Gelora menggunakan canting.

Partai Gelora Mulai Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

, , , , , , , , , ,

Partaigelora.id – Dalam rangka Hari Menanam Pohon Nasional yang jatuh pada tanggal 28 November 2021, Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia akan mencanangkan Gelora Tanam 10 Juta Pohon.

Kegiatan akan dipusatkan di sub-das sungai Citarum, kampung Cikoneng, Bandung pada Miinggu (28/11/2021) pagi.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta didampingi jajaran pengurus pusat dan wilayah Jawa Barat, secara simbolis akan menanam pohon secara serentak bersama di 34 provinsi seluruh Indonesia.

“Rencananya pada tanggal 28 Nopember, kami akan mulai menanam 10 ribu pohon secara nasional untuk menandai dimulainya gerakan menanam 10 juta pohon hingga november 2023. Jadi ini aksi nyata yang berkelanjutan,” papar Ir. Rully Syumanda, Ketua Bidang Lingkungan Hidup DPN Partai Gelora, Sabtu (27/11/2021).

Gerakan menanam pohon ini dilakukan Partai Gelora berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari Kantor Dinas dan Balai Pembibitan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, pihak LSM yang peduli lingkungan hingga kalangan ulama dan artis.

“Ya benar. Sudah sepekan kami meluncurkan kampanye literasi dan kolaborasi di media sosial untuk mengajak masyarakat menanam pohon. Kami libatkan kalangan artis yang dikoordinir oleh bang Dedi Mizwar, Ketua Bidang Pengembangan Seni Budaya di Partai Gelora. Kampanye literasi ini akan mengiringi aksi nyata menanam pohon selama dua tahun ke depan hingga tingkat kelurahan dan desa, ungkap Ari Saptono, Koordinator Gelora Tanam 10 Juta Pohon.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah menggiatkan kesadaran dan gerakan menanam pohon untuk mengatasi deforestasi, bertambahnya lahan kritis dan peningkatan suhu udara khususnya di daerah perkotaan.

Pemerintah melalui kementrian Lingkungan Hidup meluncurkan program satu orang menanam duapuluh lima pohon, dengan bibit pohon yang disediakan oleh pemerintah.

“Kami di Gelora menyadari benar isu perubahan iklim dan menyambut baik komitmen presiden Jokowi melawan fenomena perubahan iklim ini pada saat pertemuan G 20 lalu. Maka Gelora Menanam 10 Juta Pohon ini sebagai bentuk partisipasi dan kontribusi kecil kami untuk ikut mengatasi perubahan iklim di Indonesia, ungkap Mahfuz Sidik, Sekjen Partai Gelora Indonesia.

Anis Matta Dapat Curhatan Begini Dari Lelaki Usaha Pariwisata di Bali

, , , , , , , ,

JAKARTA – Ketua umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta dan Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah mendapat curhatan dari pelaku usaha pariwisata di Bali yang banyak bangkrut dan ‘gulung tikar’ akibat pandemi Covid-19.
.
Mereka meminta pemerintah untuk meninjau kembali rencana pemberlakuan Penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di seluruh wilayah Indonesia akan berlaku mulai 24 Desember 2021 saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Ini Kesedihan yang kita ceritakan malam hari ini,  semua berharap menjadi tekad bersama, bahwa air mata suatu saat nanti akan menjadi mata air,” kata Anis Matta di Kampoeng Seafood, Kuta, Denpasar, Bali, Jumat (26/11/2021) malam.

Anis Matta berharap pelaku usaha pariwisata di Bali tidak larut memikirkan masalah, tapi harus berpikir untuk menangkap peluang yang ada.

“Kita butuh terobosan-terobosan besar, sehingga tercipta defensif, daya tahan. Kita harus fokus mencari peluang dan tidak memikirkan masalah secara berlebihan,: katanya.

Fahri Hamzah berharap pemerintah melonggarkan kebijakan PPKM untuk Bali, tidak disamaratakan dengan daerah lain dalam menerapkan kebijakan pencegahan penyebaran Covid-19, karena pintu keluar masuknya sangat terbatas.

“Bali ini pulau kecil tidak terlalu besar, pintu masuknya juga terbatas. “orang datang ke Bali mau berobat, sehingga tidak ada alasan pemerintah untuk melarang orang datang kembali,” katanya.

Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019 ini meminta pemerintah tidak mengembangkan rasa takut, tapi harus berani menghadapi realitas, sehingga rakyat bisa berpartipasi dan tidak ada yang berjalan sendiri-sendiri.

Rosihan, pelaku usaha pariwisata di Bali mengatakan, selama dua tahun pandemi usaha homestay miliknya yang memiliki 150 kamar bangkrut.

“Semuanya kosong, untuk bertahan hidup kami dikirimin beras 400 kg. Kami tidak bisa bayar listrik dan air, sementara pemerintah tidak pernah mau tahu, hadir disini,”: kata Rosihan.

Hal senada disampaikan Maryadi, pengusaha wisata bahari. Maryadi mengatakan, semua pengusaha wisata bahari di Bali selama pandemi menangis, tidak ada pemasukan sama sekali. Jika ada  dua wisatawan yang masih menggunakan jasa mereka, itupun harus main kucing-kucingan dengan Satpol PP.

“Kami sangat sedih sekali, mudah-mudahan pariwisata Bali bisa bangkit dan semua bisa bekerja normal lagi,” kata Maryadi

Sedangkan Novika, pengusaha travel di Bali mengaku ia banting setir jualan beras dan tisu untuk menutupi kebutuhan keluarganya, karena selama pandemi tidak ada wisatawan.

“Mobil travel kami berjejer, kami jual barang-barang yang bisa dijual. Kami berusaha untuk tidak menangis dan tetap tertawa, walaupun hati menangis, ini jadi rintihan masyarakat Bali,” kata Novika.

Soekatno, personil grup musik menambahkan, semua pelaku pariwisata di Bali tidak mengira dampak pandemi seperti ini, dan tidak memiliki skill lain untuk bertahan hidup.

“Saya kebetulan penyanyi, biasa menyayikan lagu, kami tidak memiliki skill lain. Kami berharap Partai Gelora memberikan pelatihan-pelatihan buat masyarakat, sehingga bisa memiliki skill lain,” kata Soekatno.

Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta berharap pariwisata di Bali segera membaik. Sebagai bentuk harapan pulihnya pariwisata Bali, Anis Matta didampingi Fahri Hamzah, Bendahara Umum Achmad Rilyadi, Ketua Bangter IV Rofi’ Munawar dan Ketua DPW Partai Gelora Bali Moedjiono melepaskan seekor penyu di Pantai Kuta.

“Kita lepaskan penyu sebagai harapan agar pariwisata segera pulih dan membaik, juga sebagai bentuk kepedulian pada lingkungan. Akibat climate change ini, penyu bagian biodiversity (keanekaragaman hayati) kita, saat ini terancam punah habitatnya,” katanya.

“Saya juga menangkap satu harapan kolektif dari para penggiat pariwisata BaIi, yaitu hentikan tangis kami di Bali” pungkasnya.

Alamat Dewan Pengurus Nasional

Jl. Minangkabau Barat Raya No. 28 F Kel. Pasar Manggis Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan 12970 Telp. ( 021 ) 83789271

Newsletter

Berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan kabar terbaru.

X