Arah Baru Indonesia

, , ,

Partaigelora.id – Dunia sedang mengalami apa yang di sebut Anis Matta “Global Disorder” atau ketidak-teraturan global. Amerika yang mendeklarasikan dirinya sebagai negara yang paling demokratis, tanggal 6 Januari 2021 kemarin menampakkan wajah yang tidak demokratis.

Donald Trump, calon Presiden Amerika Serikat yang kalah dalam Pilpres AS 3 November 2020 lalu, memobilisasi pendukungnya untuk menduduki Capitol Hill (Pusat Pemerintahan/Gedung Parlemen) untuk menolak atau mencegah pengesahan Joe Biden sebagai Presiden AS terpilih oleh kongres AS. Aksi ini berlangsung sekitar tiga jam dan terjadi kerusuhan yang mengakibatkan empat korban meninggal dunia.

Pilpres Amerika Serikat yang sangat transparant dan demokratis ternyata menghasilkan ketidak-puasan bagi kubu yang kalah. Padahal indeks demokrasi AS menurut Economist Intelligence Unit (EIU) tahun 2019 menempati urutan ke 25 dengan skor 7,96, jauh dibandingkan dengan Indonesia yang menempati urutan ke 64 dengan skor 6,48.

Tetapi dengan posisi tersebut justru Indonesia menampakkan wajah demokrasi yang diluar prediksi banyak pihak. Prabowo-Sandi pasangan capres dan cawapres yang kalah dalam Pilpres 2019, justru bergabung dalam kabinet Jokowi-Ma’ruf sebagai menteri. Inisiasi rekonsiliasi di tingkat elit sudah terjadi walaupun belum sepenuhnya terjadi juga di tingkat akar rumput.

Situasi yang terjadi di AS hanyalah salah satu contoh “global disorder” yang sedang terjadi. Dimana mulai terjadi kontradiksi-kontradiksi dan paradoks.

Disisi lain, AS juga sedang mengalami penurunan pengaruh terhadap negara-negara di dunia baik dalam aspek ekonomi, sosial dan politik. AS sudah kehilangan supremasinya dalam mengendalikan dunia. Kekuatan Rusia, Uni Eropa, Turki, Cina, Jepang dan Korea sekarang menjadi kekuatan penyeimbang dalam peta kekuatan sosial, politik dan ekonomi dunia.

“Perang Supremasi” istilah Anis Matta menyikapi situasi ini, dimana negara-negara maju sekarang sedang memperebutkan supremasi setelah AS mengalami penurunan. Dunia sedang menuju keseimbanngan baru, hal ini dipercepat juga dengan adanya pandemi Covid-19, dimana interaksi sosial masyarakat di seluruh dunia menurun dan mengakibatkan ketidak-aturan situasi sosial, politik dan ekonomi dunia.

Pada akhirnya, Global Disorder , menyebabkan perang supremasi dimana akan membentuk keseimbangan baru. Negara yang mampu membaca situasi dan memanfaatkan peluang dalam situasi ini yang akan mampu menjadi negara berpengaruh di dunia.

Demokrasi di Indonesia
Indonesia, dengan reshuffle jilid dua yang dilakukan oleh Presiden Jokowi baru-baru ini, justru mencerminkan potret rekonsiliasi di tengah pembelahan masyarakat sipil yang terjadi enam tahun terakhir. Ini adalah potret menggembirakan tentang demokrasi di Indonesia.

Namun di lain sisi, elemen masyarakat sipil yang berupaya melakukan kritik terhadap pemerintah, justru di sikapi oleh pemerintah secara represif dan cenderung berlebihan. Situasi ini merupakan potret negatif dalam proses demokratisasi yang sudah terbangun di Indonesia.

Global Disorder (ketidak-teraturan global) merambat juga terjadi dalam skala Indonesia. Ini ditandai dengan terjadinya banyak kontradiksi-kontradiksi yang terjadi di tengah masyarakat. Pada satu sisi terjadi arus positif tentang demokratisasi tetapi di waktu yang bersamaan terjadi pula arus negatif terhadap demokratisasi. Di tambah lagi pandemi Covis-19 yang membuat interaksi sosial antar masyarakat terbatas, hanya mengandalkan media sosial.

Pilkada serentak di 270 daerah di Indonesia tahun 2020 ini juga merupakan prestasi besar demokratisasi di Indonesia. Karena berjalan lancar, tertib dan aman, memang ada gejolak di beberapa daerah tetapi semua masih dalam tahap wajar. Ketidak-puasan dalam hasil Pilkada di selesaikan melalui instrumen-intrumen demokrasi seperti bawaslu, KPU, DKPP dan terakhir di Mahkamah Konstitusi.

Terlepas dengan skor dan peringkat demokrasi yang ditetapkan oleh Economist Intelligence Unit (EIU), rakyat Indonesia di periode keempat Pilkada ini sudah cukap mengerti dan siap menjadi masyarakat demokratis. Memang masih banyak ketidak-sempurnaan dalam Pilkada 2020 ini, namun bagaimanapun hasil Pilkada 2020 perlu di apresiasi dimana masyarakat Indonesia semakin siap berdemokrasi .

Hasil-hasil Pilkada di tiap-tiap daerah juga mencerminkan situasi yang sulit di prediksi sebelumnya. Penggalangan suara di Pilkada relatif dominan mengandalkan media daring karena ada keterbatasan dalam media kampanye tatap muka dikarenakan pandemi Covid-19.

Demokrasi di Indonesia ke depan terutama dalam aspek kontestasi dalam Pemilu atau Pilkada akan banyak mengalami perubahan-perubahan signifikan. Partai lama atau partai baru tidak lagi menjadi faktor penentu dalam proses penguasaan instrumen-instrumen kemenangan partai di Pemilu 2024.

Penguasa lama atau penguasa baru juga tidak menjadi relevan jika tidak melakukan adaptasi-adaptasi dengan situasi kontemporer. Apalagi, di 2024 sebagian besar pemilih adalah generasi milenial yang memiliki karakter independensi yang tinggi dan juga cenderung rasional dalam pilihan-pilihan politiknya.

Pemilu di 2024 akan menjadi medan pertarungan politik yang baru, apalagi Jokowi secara konstitusi tidak mungkin mencalonkan kembali menjadi Presiden. Artinya perebutan kekuatan politik baru akan terjadi di 2024, dan agaknya start-nya sudah dimulai di 2021 ini.

Selain itu oposisi dan bukan oposisi tidak menjadi relevan ketika menghadapi persoalan besar bangsa apalagi dengan sistem presidensial yang sangat kuat. Fungsi Check and Balance hanya efektif dilakukan dalam institusi negara dan itu fungsinya ada di parlemen/DPR RI.

Sedangkan partai politik secara issue boleh-boleh saja mendeklarasikan dirinya sebagai oposisi, tetapi agar berdampak pada kehidupan berbangsa dan bernegara maka optimalisasi instrumen negara yaitu parlemen/DPR RI akan lebih efektif.

Masyarakat sipil semakin memiliki kecerdasan dalam memperjuangkan aspirasi dan hak-hak politiknya, apalagi di era keterbukaan akses dan sumber informasi yang begitu luas, masyarakat sipil semakin berdaya mengartikulasikan kepentingan-kepentingan politiknya. Bahkan preferensi rakyat dalam menentukan pilihan politiknya juga akan mengalami perubahan-perubahan mendasar dalam aspek latar-belakang dan motif-motifnya.

Arah Baru Demokrasi di Indonesia menarik untuk di cermati hari-hari kedepan. Format sistem Pemilu juga mungkin saja akan mengalami banyak perubahan sesuai dengan situasi yang berkembang, tinggal adu kuat dalam mengisi ruang-ruang publik terhadap ide-ide demokratisasi yang lebih progresif.

Partai lama atau partai baru, rezim lama atau rezim baru, orang lama atau orang baru, bukan lagi variabel yang relevan menjadi faktor penentu penguasaan instrumen kemenangan.

Demokrasi ke depan adalah pertarungan ide dan gagasan yang mampu memahami dan menyerap keinginan rakyat, kemudian di formulasi menjadi instrumen kampanye dan kebijakan publik. Partai Gelora Indonesia, Welcome to The Jungle!

Irfan Enjo

Staf Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Gelora Indonesia dan Founder GassPoll Institute

Demokrasi dan Vaksinasi COVID-19

, , , , ,

Partaigelora.id – Dunia bergembira karena awal tahun 2021, sejumlah vaksin COVID-19 sudah beredar luas, namun sayangnya imunitas global masih jauh dari terwujud. Kasus COVID-19 makin bertambah dan belum menunjukan tanda yang mereda seiring ditemukannya varian baru COVID-19. Penambahan kasus baru dunia harian 5 Jan 21 sebesar 542.399 meningkat dibandingkan 1 Des 20 sebesar 453.170 kasus baru.

Bagaimana Ekonomi Politik dari Vaksin COVID-19 terutama empat vaksin yang kini sudah tersebar di dunia yaitu Pfizer-Biontech, Oxford-Astrazeneca, Sputnik V, dan Sinopharm-sinovac? Apakah masyarakat dunia menerima keempatnya dengan antusias atau skeptis?

Kampanye vaksinasi massal sedang diluncurkan di seluruh dunia karena pemerintah dunia mencari cara untuk menahan penyebaran COVID-19.

Pfizer-Biontech (AS), Oxford-Astrazeneca (UK), Sputnik V (Rusia), dan Sinopharm-sinovac (China) adalah salah satu vaksin resmi yang didistribusikan di beberapa negara.

Namun Rusia, India, dan China telah dikritik karena terburu-buru proses persetujuan vaksin mereka, dan beberapa orang tetap skeptis untuk divaksinasi.

Secara kesehatan, perusahaan yang memiliki vaksin tersebut berupaya serius mendapatkan pasar vaksin di negara-negara padat penduduk namun upaya tersebut tidak dibarengi dengan alasan scientis dan ilmiah yang memadai.

Seiring dengan negara-negara yang lebih kaya memperluas upaya imunisasi mereka, banyak negara berkembang yang berjuang dengan pandemi masih menunggu antiran vaksin dari negara kaya.

Distribusi Vaksin Jauh Lebih Sulit

Melakukan penyebaran vaksin COVID-19 ke miliaran orang di daerah terpencil dunia adalah hal yang sulit, apalagi bila penyimpanan vaksin tersebut perlu ruang dingin -2 Celcius yang tidak tersedia didaerah terpencil.

Upaya distribusi tersebut perlu melalui banyak sungai, banyak hutan, pegunungan, dan hanya ada sedikit jalan beraspal. Oleh karena itu distribusi vaksin di negara berkembang membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Dengan tingkat penyebaran COVID-19 yang semakin tinggi, diprediksi banyak negara berkembang tidak mampu mengamankan kebutuhannya vaksinnya sendiri sehingga negara tersebut membutuhkan bantuan global yang bila diabaikan negara tersebut akan menjadi negara darurat kesehatan.

Negara-negara kaya perlu menjadi yang terdepan untuk memberikan bantuan tersebut namun sayangnya gejolak politik di negara-negara kaya seperti AS sulit diharapkan. Konflik pemilu Trump versus Biden menjadi alasan kenapa AS tidak dapat banyak diharapkan memberikan bantuan dunia setidaknya sampai 20 Januari 2021 saat inagurasi Presiden AS Baru.

Ini adalah alert warning global. Dunia kita membutuhkan kolaborasi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Vaksinasi negara-negara kaya sedang berlangsung dengan baik diantaranya adalah

VAKSIN SPUTNIK V

Vaksin Sputnik V Rusia sedang berjalan di seluruh dunia. Rusia adalah negara pertama yang memberikan persetujuan untuk vaksin manusia. Januari 2021 ini sudah dekat dengan memberikan lampu hijau kepada hewan piaraan yang rentan tertular virus dari manusia.

Namun penanganan negara atas upaya ini telah banyak dikritik. Vaksin coronavirus nya, Sputnik V, menerima persetujuan peraturan pada bulan Agustus, yang hanya diuji pada beberapa lusin orang.

Pada bulan Desember 2020, Rusia meluncurkan kampanye vaksinasi massal sebelum uji coba penuh selesai.

Para pejabat Rusia menyakini bahwa rakyat setuju vaksin yang cepat. Mereka mengatakan Semakin banyak orang mendapatkan vaksinasi, semakin baik untuk kesehatan neagra.

Tapi itu bukan pandangan populer di kalangan orang Rusia. Jajak pendapat terbaru telah menemukan bahwa lebih dari separuh negara (56%) tidak berencana untuk mendapatkan vaksin, setidaknya tidak sampai ada informasi lebih lanjut.

Kini Sputnik V digunakan juga di Argentina sebagai negara ketiga yang menyetujui penggunaan tersebut, setelah Rusia dan Belarus.

Pemerintah tersebut ingin mendapatkan semacam kontrol atas pandemi, dan ternyata Sputnik V jauh lebih murah daripada vaksin yang dibuat oleh Barat.

VAKSIN PFIZER

Distribusi vaksin Pfizer-Biontech telah menghasilkan antrian panjang di seluruh dunia.

Inggris adalah orang pertama yang menyetujui vaksin Pfizer-Biontech untuk penggunaan darurat. Kanada, AS, dan Uni Eropa dengan cepat mengikutinya.

Di seluruh dunia, distribusi vaksin Pfizer menghasilkan antrian panjang seolah publik dunia optimis penuh terhadap vaksin tersebut. Namun masih banyak publik skeptis. Mereka tidak bersedia menyuntikkan diri dengan sesuatu yang saya tidak tahu di mana itu dibuat, apa yang ada di dalamnya, siapa yang menyentuh, yang tidak menyentuhnya kata survei di berbagai negara seperti Inggris, Canada dan Israel.

AS dinilai lebih lambat dalam mendistribusikan vaksin COVID-19 dibandingkan negara lain. Negara lain lebih dahulu bekerja dengan vaksin mereka sendiri.

Di AS, ketidakpercayaan terhadap vaksin secara bertahap menurun. Administrasi Makanan dan Obat memberikan otorisasi penggunaan darurat untuk pengobatan Pfizer dan Moderna, memperluas jangkauan upaya imunisasi negara tersebut.

Tapi negara dengan infeksi paling banyak di dunia ini dinilai terlalu lambat dari yang diharapkan. 20 juta orang Amerika seharusnya mendapatkan suntikan pada akhir tahun 2020. Namun hanya sekitar 3 juta yang melakukannya.

VAKSIN ASTRAZENECA

Vaksin Oxford-Astrazeneca telah disetujui di Inggris sebelum tahun baru. Tidak seperti Pfizer, tidak perlu disimpan dalam suhu dingin – sehingga lebih mudah untuk diangkut dan disimpan.

India telah memberikan lampu hijau untuk pengggunaan Astrazeneca, India diberi otoritas untuk memproduksi versi lokal nya sendiri yang disebut Covishield.

Menteri Kesehatan India menggratiskan ke seluruh negeri demikian pernyataan Harsh Vardhan, Menkes India sebagaimana dikutip India Times.

India juga menyetujui vaksin yang didukung pemerintah sendiri yang disebut Covaxin. Tetapi banyak ahli kesehatan khawatir tentang data efikasi Covaxin yang hilang namun otoritas tetap berjalan memproduksinya.

VAKSIN SINOVAC

Cina telah dikritik serupa tentang program vaksinasinya. Sejak musim panas September, China telah mengelola vaksin yang belum terbukti dari populasi diluar China.

Vaksin china yang diuji diantaranya adalah CoronaVac, dibuat oleh perusahaan Sinovac.

Sinovac sedang diujicobakan pada beberapa kelompok berisiko tinggi di Cina, Brasil, Chili, Turki, dan Indonesia.

Meskipun kurangnya transparansi seputar data percobaan.

Negara timur tengah lainnya seperti Uni Emirat Arab dan Bahrain telah menjadi dua negara pertama yang menyetujui vaksin Sinopharm.

Peran Kebijakan Publik dalam Vaksinasi COVID-19

Tidak mungkin mengabaikan peran politik dalam progam vaksinasi.

Banyak cerita tentang vaksinasi khususnya seputar siapa yang prioritas mendapatkannya yang ternyata menjadi salah satu perdebatan kebijakan publik di dunia.

Di Hungaria, dilema dan debat sangat terlihat. Meskipun negara ini merupakan bagian dari Uni Eropa, dan vaksin Pfizer sudah diluncurkan, pemerintah masih mempertimbangkan lebih banyak dosis dari China dan Rusia. Para oposisi pemerintah mengatakan bahwa para pemimpin negeri sedang melakukan permainan yang berbahaya.

Begitu juga dengan Indonesia, meski vaksin China lebih dahulu diujicobakan, namun pemerintah juga telah memesan vaksin Pfizer dan moderna dari AS dan vaksin Inggris.

Negara-negara yang menjaga keseimbangan geopolitik memiliki tren yang sama yaitu memesan semua vaksin baik dari Barat maupun China.

Meskipun dengan efek yang berbeda-beda, publik tidak mengetahui persis vaksin mana yang disuntikan ditubuhnya.

Inilah dilemanya. Satu sisi penyuntikan vaksin adalah Hak Asasi Manusia, Setiap penduduk berhak memilih jenis vaksin yang akan disuntikan kepada tubuh mereka. Disisi lain negara memiliki kekuatan memaksa warganya divaksin jenis apapun.

Negara yang demokratis seharusnya memberikan ruang kepada warga untuk memilih vaksinnya sendiri termasuk juga untuk tidak divaksin dengan alasan tertentu. Namun akhir-akhir ini kita menyaksikan banyak negara didunia menjadi negara semi otoriter dalam program vaksinasinya.

Pengambil kebijakan di Indonesia seharusnya menerapkan kebijakan vaksinasi yang menerapkan prinsip-prinsip demokratis seperti membiarkan warganya untuk memilih jenis vaksin yang diinginkannya sendiri tanpa harus dipaksa menggunakan vaksin tertentu (entah dari China, AS, Inggris, Rusia atau Lokal) yang mereka belum yakin efektivitasnya dalam tubuh mereka.

Pemerintah Indonesia telah menerapkan kebijakan vaksin gratis kepada seluruh warganya sebagai sinyal kepedulian negara terhadap kesehatan publik warganya namun disaat yang sama pengambil kebijakan juga harus memberi ruang kebebasan kepada warga untuk memilih jenis vaksin yang akan disuntikan ketubuh mereka.

Ada baiknya pemerintah mewajibkan tranparansi bagi seluruh produsen vaksin di Indonesia untuk mengungkapkan data ujiklinisnya kepada publik sehingga publik miliki opsi yang lengkap dan memutuskan vaksinasi mana yang terbaik buat mereka sendiri.

Biarkan masyarakat memilih divaksin berdasarkan data bukan berdasarkan paksaan negara.

Achmad Nur Hidayat
Ketua Bidang Kebijakan Publik Partai Gelombang Rakyat Indonesia

Partai Gelora Tanam 1 Juta Pohon di Desa Bagoang, Jasinga, Bogor

, , , , , ,

Partaigelora.id – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia melakukan penanaman 1 juta pohon di Desa, Bagoang, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat bersama lembaga swadaya masyarakat (LSM) Jaringan Masyarakat Indonesia (Jemari).

Penanaman 1 juta pohon tersebut dilakukan dalam rangka ‘Hari Sejuta Pohon Sedunia’ yang diperingati setiap tanggal 10 Januari sebagai gerakan untuk menjaga lingkungan dan keseimbangan hutan agar tetap lestari.

“Partai Gelora bersama Jemari ikut berpartisipasi dalam rangka ‘Hari 1 juta Pohon’ dengan menanam beberapa pohon di Desa Bagoang, Jasinga, Bogor, Minggu (10/01/2021),” kata Ketua Bidang Gaya Hidup dan Olahraga (Gahora) Gelora Indonesia Kumalarasari (Mala) Kartini dalam keterangannya di Jakarta, Senin (11/1/2021).

Mala mengatakan, penanaman 1 juta pohon ini untuk mengingatkan mengenai pentingnya menjaga hutan dan lingkungan agar tetap terjaga. Sebab, akibat kerusakan hutan dan lingkungan bisa memicu pemanasan global, serta meningkatnya efek gas atau dampak dari rumah kaca.

“Jadi mengingatkan kita untuk selalu menjaga hutan dan lingkungan. Banyak dampak dari rumah kaca, penanaman pohon ini bisa menambah oksigen di muka bumi, serta mengurangi dampak bencana alam,” katanya.

Menurut dia, penanaman 1 juta pohon ini akan menjadi gerakan rutin tahunan dari Gahora Gelora Indonesia yang akan dilaksanakan. Selain itu, penanaman pohon ini juga membantu masyarakat di Desa Bagoang yang berprofesi sebagai pembuat atau perajin golok untuk mendapatkan bahan bakunya.

“Akan menjadi gerakan rutin tahunan. Di Desa Bagoang Jasinga, kita tanam pohon bila sudah 3 atau 5 tahun sebagian bisa buat bahan golok (gagang, red). Golok adalah kerajinan desa tersebut, kita tanam pohon mahoni dan pohon nangka antara lain,” katanya.

Seperti diketahui, tanggal 10 Januari diperingati sebagai momen konservasi lingkungan dan menjaga keadaan hutan, melalui Hari Sejuta Pohon Sedunia. Indonesia pertama kali menerapkan kebijakan menanam pohon ini pada 2012 melalui program gerakan Satu Miliar Pohon.

Kesadaran mengenai konservasi lingkungan dan keseimbangan hutan itu penting agar manusia tidak meremehkan keberadaan hutan.

Hari Sejuta Pohon Sedunia ini dilakukan dalam bentuk gerakan menanam pohon dan memelihara pertumbuhannya. Bagaimanapun juga, hutan menutupi hampir sepertiga dari seluruh daratan di bumi.

Fungsinya, hutan berperan sebagai sumber makanan, obat-obatan, dan bahan bakar bagi lebih dari satu miliar orang di muka bumi. Hari Sejuta Pohon merupakan tonggak kepedulian pada perlindungan alam.

Partai Gelora Sampaikan Duka Cita Atas Musibah Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182

, , , , , , ,

Partaigelora.id – Partai Gelombang Rakyat indonesia (Gelora) Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta pada Sabtu (9/1/2021) sore.

Pesawat jenis Boeing 737-500 tujuan Jakarta-Pontianak ini, mengangkut 62 orang yang tercatat dalam manifes, terdiri dari 50 orang penumpang dan 12 kru pesawat. Mereka semua dipastikan meninggal dunia, setelah Sriwijaya Air dipastikan jatuh di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

Ucapan duka cita disampaikan dua petinggi Gelora Indonesia, yakni Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta dan Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah, Minggu (10/1/2021).

Menurut Anis Matta, semua pihak berduka atas musibah jatuhnya Sriwijaya Air di Kepulauan Seribu. Karenanya, ia berharap agar proses evakuasi terhadap korban dan pesawat berjalan lancar, meski cuaca sedang tidak bersahabat dalam beberapa hari ini.

“Kita semua berduka atas musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 PK-CLC. Mari kita doakan agar proses evakuasi berjalan lancar,” kata Anis Matta dalam keterangannya di Jakarta.

Anis Matta berdoa agar para petugas yang melakukan pencarian badan pesawat dan Korban, diberikan kesehatan dan kekuatan. Demikian pula dengan keluarga korban yang ditinggalkan juga diberikan ketabahan dan keikhlasan.

“Para petugas dan relawan semoga diberi kekuatan dan kesehatan, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan & keikhlasan,” doanya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah. Fahri mengajak semua pihak untuk sejenak berdoa bagi korban dan keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

“Duka mendalam mendengar kecelakaan pesawat #SJ182 . Mari sejenak berdoa bagi semua korban dan keluarganya,” kata Fahri.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membeberkan terkait hilang kontaknya pesawat Sriwijaya Air PK-CLC dengan nomor SJ-182. Adapun pesawat tujuan Jakarta-Pontianak itu hilang kontak pada pukul 14.40 WIB.

Terkait kronologi, Budi Karya menjelaskan bahwa pesawat tersebut take off dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 14.36 WIB. Pukul 14.37 WIB, pesawat berada di 1.900 kaki di wilayah Jakarta.

“SJ-182 8735 PK CLC Soetta-Pontianak take off pada pukul 14.36 WIB. Pukul 14.37 WIB masih 1.900 feet Jakarta corach. Diizinkan naik ketinggian 29.000 kaki dengan mengikuti standar instrumen departure,” ujar Budi Karya dalam konferensi pers secara virtual, Sabtu (9/1/2021).

Lalu, pada pukul 14.40 WIB, Budi menyebut bahwa Jakarta corach melihat pesawat Sriwijaya Air terdapat ke arah 075 derajat melainkan ke barat laut.

“Oleh karenanya ditanya oleh ATC melaporkan untuk melaporkan arah pesawat,” kata dia.

Tidak lama setelah itu, dalam hitungan detik, Pesawat SJ-182 hilang dari radar dan manager operasi langsung berkoordinasi dengan Basarnas dan instansi terkait.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri telah memerintahkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan investigasi terhadap jatuhnya pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ-182.

“Saya juga telah menyampaikan kepada KNKT untuk melakukan kajian penyelidikan terhadap musibah ini,” kata Presiden Jokowi dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan Bogor, Minggu (10/1/2021).

Presiden Jokowi juga menyampaikan pesan duka cita terhadap keluarga dan kerabat para penumpang serta awak pesawat. Jokowi pun mengaku telah memerintahkan sejak kemarin petang kepada Menteri Perhubungan, Kepala Basarnas, serta Panglima TNI dan Kapolri untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan terhadap para korban.

“Saya atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas terjadinya musibah ini. Kita lakukan upaya yang terbaik untuk menemukan dan menyelamatkan korban dan kita doakan bersama, kita berdoa bersama-sama agar para korban bisa ditemukan,” ujar Jokowi.

Selamat! Inilah Para Pemenang Gelora Virtual 2020 RUN & WALK

, , , ,

Partaigelora.id – Tanpa terasa pelaksanaan Gelora Virtual 2020 RUN & WALK yang digagas Gaya Hidup dan Olahraga (Gahora) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia telah menghasilkan para pemenang perlombaan tersebut. Event ini secara resmi dilaunching Ketua Umum Parta Gelora Indonesia Anis Matta pada Senin 16 November 2020 lalu.

Tidak hanya itu, Anis Matta juga mengibarkan bendera dimulainya perlombaan Gelora Virtual 2020 RUN & WALK pada 1 Desember 2020 lalu, dimananya para pesertanya tidak hanya kader Gelora, tapi juga terbuka untuk masyarakat. Peserta dapat memilih jarak tempuh sendiri yang telah ditentukan oleh panitia, yakni dengan jarak tempuh 2K, 8K dan 28K.

Ketua Bidang Olahraga, Hobbi dan Gaya Hidup DPN Partai Gelora Indonesia Kumalasari Kartini (Mala) mengatakan, perlombaan Gelora Virtual 2020 RUN & WALK yang diikuti 2.077 peserta ini mulai digelar pada 1-29 Desember 2020, berjalan lancar. Semua peserta, lanjutnya, terlihat antusias mengikuti perlombaan dengan kategori run (lari) maupun walk (jalan).

“Keseluruhan acara lomba berlangsung lancar. Antusiasme peserta sangat besar dan tertarik ikutan karena kita mengakomodir buat yang belum pernah lari meski secara virtual, dimana saja baik dalam rumah ataupun luar rumah dengan protokol kesehatan Covid-19 pastinya,” kata Kumalasari Kartini dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (5/1/2021).

Menurut Mala, sapaan akrabnya, Gelora Virtual 2020 RUN & WALK ingin mengajak masyarakat untuk berolahraga dan menjadikan sebagai gaya hidup sehat di masa pandemi Covid-19, karena bisa meningkatkan imun tubuh dan bisa menghilangkan stres.

“Olahraga lari dan jalan ini, dua olahraga yang mudah dilakukan oleh siapa pun karena tidak perlu menggunakan alat tambahan apapun kecuali baju & sepatu olahraga yang memadai saja,” katanya.

Karena itu, lanjut Mala, banyak peserta setelah mengikuti Gelora Virtual 2020 RUN & WALK menjadi rutin berolahraga, meskipun dilakukan secara virtual. “Mereka merasakan manfaat yang didapat setelah olahraga, ada perasaan bahagia,” ungkap Mala.

Mala menambahkan, ketika olahraga ini sudah menjadi kegiatan rutin, maka akan menjadi gaya hidup. Namun, jangan lupa untuk selalu melakukan gerakan pemanasan sebelum olahraga dan gerakan pendingan setelah olahraga, karena membantu otot dalam keadaan yang baik.

Teknis perlombaan Gelora Virtual 2020 RUN menggunakan tiga aplikasi aplikasi lari/ jalan yang bisa diunduh di Play Store. Ketiga aplikasi tersebut adalah Garmin Sports, Nike Run Club, Strava: Run & Ride Tr di smartphone . Kemudian buat akun di salah satu aplikasi tersebut dan mulai berlatih jalan kaki/ lari dengan membiasakan menggunakan fitur-fiturnya .

“Teknis perlombaan, peserta mengirimkan Screen Capture hasil dari mereka Lari dan Jalan dari Aplikasi yang digunakan contoh Garmin Sports, Nike Run Club, Strava: Run & Ride Tr, lalu mengupload linknya saat registrasi,” pungkasnya.

Pemenang Gelora Virtual Run & Walk 2020 :

a. Kategori RUN

🏆 2 K
Juara 1  GLR00910 Fajar Taupik Kurtis
Juara 2  GLR00128 Edy Sophian
Juara 3 GLR 00918 Muhammad Naufal Suherlan
Hadiah Hiburan:
Urutan 10 GLR01606 Gallang Saiyidha Akbar
Urutan 28 GLR01203 Bima Dwi Prassetio

🏆 8K
Juara 1 GLR01103 Oljumra Putra
Juara 2 GLR01454 Marseleno Anggara Putra
Juara 3 GLR00996 Munirul Haq
Hadiah Hiburan:
Ururan10 GLR00091 Shoqiful Maruf
Ururan 28 GLR00745 Sumarna

🏆 28 K
Juara 1 GLR01476 Muhammad Sirajuddin Munir
Juara 2 GLR00738 M Ady Saputra
Juara 3 GLR01064 Basuki
Hadiah Hiburan:
Urutan 10: GLR00903 Maya Mariany
Ururan 28: GLR01137 Aca Karsa

b. Kategori WALK

🏆 2K
Juara 1 GLR01388 Poppy Nazmi Christanti
Juara 2 GLR01430 Hamka
Juara 3 GLR01011 Muhammad Elang Akasa
Hadiah Hiburan:
Urutan 10: GLR01927 Evan Risqi
Ururan 28: GLR01907 Choriyah

🏆 8K
Juara 1 GLR00817 Rosita Asmika Sari
Juara 2 GLR00990 Nur Fitri Yanti
Juara 3 GLR01537 Tasirin
Hadiah Hiburan:
Ururan 10: GLR00835 Karina Sakura Latuharhary
Urutan 28: GLR01660 Syaiful Bahri

🏆 28 K
Juara 1 GLR01164 Boy Defriza Fuldiandri
Juara 2 GLR00092 Wahyu Tunggono
Juara 3 GLR01849 Miftah Mulkin
Hadiah Hiburan :
Ururan 10 Anaway Irianti M
Urutan 28 Dwi Budiyati

🏆 Pemenang Favorit DPW Bergelora : DPW Balikpapan,DPW Lampung & DPW Bali

🏆 Pemenang Favorit Sosmed : SFiqrza

Anis Matta: Kita Butuh Jaring-jaring Sosial yang Kuat untuk Perbaiki Krisis

, , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengatakan, sebagai bangsa, Indonesia baru saja melewati Tahun 2020, tahun pembuka dari sebuah krisis yang diperkirakan akan berlangsung panjang dan bersifat multidimensi.

“Kita memasuki tahun kedua dari krisis akibat pandemi Covid-19, namun kita belum menyentuh titik nadir dari perjalanan krisis ini. Karena itu, inilah momen terbaik bagi seluruh elemen bangsa untuk rekonsiliasi, sehingga kita bisa berkonsolidasi menghadapi tantangan yang lebih besar lagi,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Sabtu (2/1/2021).

Ancaman keresahan sosial akibat tekanan ekonomi saat ini, menurut Anis Matta, bisa saja tidak terkendali dan akan menimbulkan himpitan hidup semakin berat dan memprihatinkan.

“Karenanya kita membutuhkan jaring-jaring sosial yang kuat yang dibangun dari rekonsiliasi dan komunikasi yang terbuka dari seluruh elemen bangsa,” katanya.

Di tengah semua itu, Anis Matta berharap ada upaya terus saling menguatkan, bahwa demokrasi adalah hak mendasar yang tidak boleh dihilangkan.

Perbedaan pendapat harus diselesaikan dalam koridor hukum, bukan dengan pendekatan kekuasaan. Sebab, pendekatan kekuasaan melemahkan sendi-sendi demokrasi.

Anis matta mengajak semua pihak untuk fokus mencari peluang, sehingga bisa berbuat dan memperbaki krisis agar segera berakhir di 2021

“Apa yang bisa kita kontribusikan agar situasi lebih baik? Apa kolaborasi yang bisa kita bangun bersama? Itulah fokus dan spirit kita di tahun 2021,” katanya.

Ketua Umum Partai Gelora Indonesia ini menyerukan semua pihak untuk berdoa kepada Tuhan agar bangsa Indonesia dilindungi dan segara diberikan jalan keluar dari krisis ini melalui hikmah dan pengetahuan, serta menjaga keutuhan bangsa.

“Semoga Allah SWT mengabulkan doa kita. Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan. Aamiin,” panjat Anis Matta.

Sementara Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah menilai, tahun 2021 yang sebagai tahun ketiga tahun politik menjelang Pemilu 2024,sehingga perlu mendapatkan perhatian serius . Hal ini diharapkan bisa menjadi upaya semua pihak untuk memperbaiki diri sendiri, sebelum memperbaiki masyarakat, bangsa dan negara.

“Saat pandemi ini kita melakukan sosial distancing atau menjaga jarak dengan orang lain. Nah, di 2021 kita perlu berusaha untuk sosial distancing di sosial media, menjaga jarak dari keributan di sosial media. Tidak berguna kita ribut terus, marilah kita reorientasi cara kiita berinteraksi di sosial media,” kata Fahri.

Fahri menegaskan, untuk melakukan perubahan itu, harus dimulai dari diri sendiri, bukan dari orang lain dengan memulai hal-hal kecil yang tidak memerlukan bantuan orang lain, apalagi bantuan masyarakat atau negara. Selain itu, negara terkadang tidak bisa diandalkan untuk melakukan hal tersebut, karena mengalami krisis kepercayaan.

“Tahun 2021 ini, kita mulai untuk memulai dari diri kita sendiri, terlalu banyak yang tidak bisa diandalkan di luar sana. Politisinya tidak bisa diandalkan, pejabatnya dari semua tingkatkan juga tidak bisa diandalkan, dan pemerintah kadang-kadang juga tidak bisa diandalkan. Karena itu, kita harus mengandalkan diri sendiri, kita mulai dari diri kita sendiri,” tandas Fahri

Setelah itu, kata Fahri, baru terlibat untuk melakukan perbaikan di masyarakat yang hanya butuh keluangan waktu agar bisa mengakrabkan diri dengan lingkungan sekitarnya. Barulah setelah itu, mulai berpikir untuk memperbaiki bangsa dan negara agar bisa keluar dari krisis saat ini.

“Negara memerlukan perbaikan , bangsa memerlukan perbaikan, masyarakat memerlukan perbaikan, tapi kita sendiri juga memerlukan perbaikan. Memasuki 2021 ini, saya mengajak kita semua untuk mensistematis lagi cara kita bertindak dan cara kita hidup. Barulah orang berpikir memperbaiki negara,” pungkas Fahri.

Partai Gelora Sulsel Terjunkan Tim Blue Helmet Patroli Siaga Banjir

, ,

Partaigelora.id – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW ) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Sulawesi Selatan (Sulsel) menurunkan relawannya melakukan patroli siaga banjir di beberapa kota di Sulsel. Tim Relawan yang diturunkan untuk melakukan pemantauan siaga banjir adalah Tim Blue Helmet.

Saat ini curah hujan yang masih tinggi, membuat warga masih was-was akan datangnya banjir di beberapa kota di Sulawesi Selatan. Termasuk Kota Makassar yang rawan banjir, setiap kali datang hujan lebat. Tim Blue Helmet, terus melakukan pemantauan ke tempat-tempat lokasi yang rawan banjir.

Selasa, 29 Desember 2020, Tim Blue Helmet turun dengan tim penuh, melakukan patroli masuk ke lorong-lorong dengan menggunakan jeep yang dirancang khusus untuk daerah banjir.

“Suaca mulai mendung gelap dan hujan mulai lagi turun lagi. Jadi kami turun patroli melihat situasi warga khsusnya lokasi rawan banjir,” kata Sulfiadi, Direktur Operasi Blue Helmet yang langsung memimpin patroli.

Seperti diketahui, sepekan lalu tim Blue Helmet membuka posko-posko banjir di beberapa rumah warga untuk menyalurkan bantuan makanan dam minuman menghadapi darurat banjir. Juga melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir dengan memggunakan perahu karet.

Peringatan 16 Tahun Tsunami Aceh, Bisa Jadi Momentum Tumbuhkan Solidaritas untuk Atasi Krisis Multidimensi

, , , ,

Partaigelorai.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonsia Anis Matta mengatakan, Indonesia menghadapi bencana yang begitu besar 16 tahun lalu, yakni Tsunami yang meluluhlantakan Aceh dan sekitar. Tsunami yang melanda sebagian besar wilayah di Provinsi Nanggore Aceh Darussalam tepatnya terjadi pada 26 Desember 2004 lalu.

“Tanpa early warning system yang memadai, dampak kerusakan Tsunami melumpuhkan kehidupan di Aceh. Ribuan nyawa melayang dan ribuan hektar wilayah tak bisa ditinggali,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Senin (28/12/2020).

Berdasarkan catatan, gempa dan tsunami di Aceh dengan gelombang setinggi mencapai 30 meter (100 ft) menewaskan 230.000 – 280.000 jiwa di 14 negara. di Indonesia sendiri diperkirakan menewaskan 220.172 orang dan menenggelamkan sejumlah permukiman pesisir. Gempa dan tsunami ini merupakan salah satu bencana alam paling mematikan sepanjang sejarah

“Saat itu pula kita belajar tentang modal sosial yang dimiliki bangsa Indonesia: solidaritas. Dalam hitungan hari, berbagai elemen masyarakat turun ke Aceh untuk ikut memulihkan kondisi. Kini Aceh sudah kembali menjadi salah satu provinsi paling indah di Indonesia,” katanya.

Kini, 16 tahun berlalu, Indonesia masih mendapatkan cobaan atau ujian berat berupa bencana kemanusian akibat pandemi Covid-19 (Virus Corona) dan memicu krisis multidimensi. Hingga Minggu (27/12/2020), kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 713.365 orang , dimana 21.237 orang diantaranya meninggal dan 83.676 orang sembuh.

“Tahun ini kita pun bergelut dengan bencana kemanusiaan akibat pandemi Covid-19 yang tumbuh menjadi krisis multidimensi. Sekali lagi kita membutuhkan modal sosial untuk bertahan dan bangkit dari krisis ini, yakni solidaritas,” katanya.

Menurut Anis Matta, untuk keluar dari krsisi saat ini diperlukan solidaritas dari seluruh masyarakat Indonesia, karena bencana kemanusiaan ini tidak hanya melanda wilayah tertentu saja, tapi sudah seluruh wilayah Indonesia.

“Saat ini kita membutuhkan solidaritas dari semula elemen bangsa karena krisis yang kita hadapi saat ini tidak berada di lokasi tertentu tapi di seluruh wilayah Indonesia,” katanya.

Ketua Umum Partai Gelora Indonesia ini mengatakan, solidaritas itu adaah rasa saling percaya diri dan bisa bekerjasama atau kolaborasi dalam mengatasi krisis multi dimensi akibat pandemi Covid-19 ini.

“Solidaritas artinya perasaan saling percaya dalam satu kelompok sehingga kita bisa bekerja bersama. Tak ada rasa solidaritas tanpa rasa saling percaya,” tandas Anis Matta.

Karena itu, lanjut Anis, peringatan Tsunami Aceh bisa menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat solidaritas dan rasa saling percaya untuk bersama-sama seluruh elemen bangsa berjuang mengatasi krisis multidemensi.

“Pada peringatan 16 tahun Tsunami Aceh ini, mari kita perkuat solidaritas kita karena krisis yang akan kita hadapi masih panjang dan berat.,” pungkas Anis Matta.

Partai Gelora akan Buat Marketplace untuk Pasarkan Produk UMKM ke Pasar Nasional dan Internasional

, , , ,

Partaigelora.id – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) akan membuat market place untuk memasarkan produk pelaku usaha UMKM seluruh Indonesia, terutama pelaku UMKM yang tergabung dalam Program YES (Yakin Enterperneeur Sukses). Marketplace tersebut akan memasarkan produk-produk UMKM binaan Partai Gelora ke pasar-pasar nasional dan internasional.

“Kita akan membuat market place, itu memang arahnya kita punya wadah untuk berjualan sendiri, mimimal untuk semua anggota YES. Pemasaran kita secara nasional dan orientasinya ekspor, internasional,” kata Ketua Bidang UMKM dan Ekonomi Keluarga (Ekkel) Partai Gelora Srie Wulandarie dalam keterangannya, Minggu (27/12/2020).

Hal itu disampaikan Srie Wulandarie yang akrab disapa Coach Wulan ini saat menjadi narasumber YESPreneur Webseries Caphter I Series #4 dengan tema ‘YES – Yakin Enterprenur Sukses Akan Menjadi Motor Penggerak UMM Gelora’ di Jakarta, Sabtu (26/12/2020).

Menurut Wulan, Partai Gelora telah melaunching Program YES sekitar empat minggu lalu. Saat ini, dilakukan program YES tersebut dilakukan sosialisasi secara massif ke berbagai daerah untuk mengajak para pelaku UMKM bergabung.

“YES itu suatu program gerakan sosial untuk menciptakan komunitas UMKM. Ada unsur masyarakat, pemerintah, organisasi mitra dan organisasi terafilasi yang mempunyai visi sama mensejahterakan masyarakat Indonesia. Sasarannya pewira usaha pemula dan pewira usaha yang mau menaikkan usaha,” katanya.

Dalam memajukan UMKM, lanjut Wulan, Partai Gelora telah menyiapkan empat langkah sukses, yakni memberikan pelatihan dan pendampingan, membantu perijinan usaha, pemasaran secara nasional sampai ekspor, serta mendorong akses untuk mendapatkan bantuan permodalan.

“UMKM kita itu, perlu banyak pelatihan untuk menambah skill dan knowledge. Masalah lain kalau mau merambah market lebih besar akan selalu ditanyain perijinan, nah ini yang akan dibimbing YES untuk mendapatkan ijin usaha,” katanya.

Sementara terkait pemasaran produk UMKM, Wulan mengatakan, banyak pelaku UMKM yang membuat produk-produk yang dihasilkan bagus-bagus, namun tidak bisa dipasarkan sehingga tidak bisa mendapatkan income atau pemasukan, padahal sudah mengeluarkan modal yang tidak sedikit untuk membuat produk.

“Pasar ini juga penting, buat apa punya produk bagus-bagus kalau tidak bisa dijual, nggak bisa dipasarkan dan nggak bisa hasilkan duit. YES ini membantu pemasaran, membimbing sampai ekspor, karena target kita adalah pasar international. Banyak produk UMKM kita layak untuk tembus pasar internasional,” katanya.

Sedangkan menyangkut permodalan, Wulan menegaskan, Partai Gelora akan membantu pelaku usaha UMKM untuk mendapatkan akses permodalan dari pemerintah, lembaga maupun perusahaan. “Tentunya yang akan dibantu yang sudah memilki usaha, jangan ujug-ujug belum punya usaha, sudah minta ini minta itu, ya tidak bisa. Namanya, usaha itu mulai dari nol,” tegas Wulan.

Karena itu, ia berharap Program YES menjadi inkubator bisnis, satuan usaha di daerah. Selanjutnya, YES akan berkolaborasi dengan ecosystem UMKM nasional dan internasional. Sehingga pelaku UMKM di Indonesia seluruhnya bisa naik usahanya di pasar internasional.

“DPN akan memberikan TOT kepada wilayah untuk menyiapkan langkah-langkahnya, cara kerjanya. Target kita setiap daerah punya pemetaan sendiri. Tidak bisa dipukul rata, karena setiap daerah punya keunikan dan permasalahan sendiri, yang di Kalimantan Barat belum tentu sama di Sumatera Utara atau Jawa Barat. Bagian Litbang harus bisa melihat peta permasalahan daerahnya,” ujar Wulan.

Ketua DPW Partai Gelora Sumatera Utara Heriansyah menambahkan, pemerintah perlu memberikan stimulus untuk pelaku usaha UMKM, bukan sekedar memberikan bantuan tunai langsung seperti yang terjadi saat pandemi Covid-19 ini.

“Untuk membangkitkan UMKM diperlukan bantuan untuk pelaku UMKM, bukan hanya bantuan tunai, tapi juga stimulus. Pemerintah harus punya database UMKM yang benar, sehingga pelaku usaha UMKM bisa tetap berkelanjutan,” kata Heriansyah.

Sebaliknya, Sekretaris Umum DPW Partai Gelora Jambi Aries Supriadi mengatakan, seorang pelaku usaha UMKM yang ingin berhasil dalam usahanya harus mau bekerja keras dan ulet, memiliki jaringan, serta fokus dan selalu membuat inovasi-inovasi produk yang dihasilkan.

Partai Gelora: Tahun 2021, Perhatian dan Energi Masyarakat Terfokus Pada Pemulihan Dampak Pandemi

, , , ,

Partaigelora.id – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menilai perhatian dan energi masyarakat akan terfokus pada pemulihan dan bertahan dari dampak pandemi Covid-19 pada 2021, tidak terfokus pada hasil Pilkada 2020 atau reshuffle kabinet beberapa waktu lalu.

“270 Pilkada usai, reshuffle kabinet juga selesai. Tapi masyarakat masih terbelit masalah sosial dan ekonomi gara-gara pandemi, maka ‘political hard selling’ (strategi pemasaran politik, red) tidak laku di 2021,” kata Endy Kurniawan, Ketua Bidang Rekrutmen Partai Gelora Indonesia dalam keterangannya, Sabtu (26/12/2020).

Menurut Endy, ‘mesin baca profil publik’ dalam setahun terakhir masyarakat Indonesia menampilkan wajah kesedihan, kemarahan dan antisipatif.

“Setelah vaksin datang, muncul respon kewaspadaan. Artinya terjadi bandul ‘mood’ masyarakat, kondisinya labil,” katanya.

Sebagai akibat, program partai politik akan dianggap sepi dan tidak laku apabila dijual publik atau masyarakat meski sedemikian rupa agar terkesan menarik. Kecuali apabila partai tersebut berhasil membranding program tersebut saat pandemi Covid-19 masih berlangsung. “Jadi kecuali yang bisa melakukan emphatic marketing,” kata Endy.

Hal senada diungkap Direktur Eksekutif Open Parliament Institute (OPI), Putra Adi Surya. Gagalnya banyak langkah politik untuk menangani pandemi Covid-19 selama 2020 membuat masyarakat kehilangan kepercayaan pada instrumen demokrasi, yaitu partai politik (parpol) secara besar-besaran yang saat ini berkuasa di eksekutif maupun legislatif.

Putra Adi Surya mengatakan, masyarakat akan mencari alternatif partai politik baru seperti Partai Gelora yang dikenal memiliki ide-ide segar seperti Arah Baru Indonesia menjadikan kekuatan lima besar dunia sejajar dengan Amerika Serikat, Uni Eropa, Rusia dan China.

“Akan dicari saluran alternatif partai politik baru yang segar dan punya ide besar. Jika tidak ketemu, jalan revolutif,” kata Putra Adi Surya.

Direktur Eksekutif OPI ini menilai alih-alih menggunakan kontrol ketat kepada eskekutif untuk mengatasi pandemi, representasi politik rakyat yaitu parlemen telah mengambil keputusan-keputusan yang tak berpihak pada rakyat.

Belakangan, kasus dua menteri ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena kasus korupsi dari dua partai besar yang tengah beerkuasa juga membuat publik makin hilang kepercayaan pada eksekutif.

“Hak budgeting DPR telah dirampas eksekutif. RAPBN 2021 yang disusun Presiden menggunakan asumsi keadaan negara pulih tahun depan, padahal menurut banyak kajian, masalah akibat virus ini akan berumur lebih lama dibanding yang kita duga” pungkasnya.

Alamat Dewan Pengurus Nasional

Jl. Minangkabau Barat Raya No. 28 F Kel. Pasar Manggis Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan 12970 Telp. ( 021 ) 83789271

Newsletter

Berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan kabar terbaru.

X