Partaigelora.id-Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menggelar Kajian Pengembangan Wawasan Kewirausahaan membahas pentingnya mengonversi pendapatan menjadi kekayaan jangka panjang melalui investasi di pasar modal.
Kajian bertajuk “Investasi Pasar Modal: Peluang, Risiko, dan Strategi Cuan Maksimal” ini diisi oleh Arifin Wicaksono, Wakil Ketua Korbid Ekonomi & Bisnis DPP Partai Gelora, pada Selasa (4/8/2026) malam.
Kajian Pengembangan Wawasan Kewirausahaan tersebut dipandu Ketua Korbid Ekonomi & Bisnis DPP Partai Gelora Muhammad Zuhrif Hudaya, dan disiarkan secara langsung di kanal YouTube Gelora TV.
Dalam pemaparannya, Arifin Wicaksono menekankan pentingnya mengalokasikan sekitar 30% dari total pendapatan harian atau bulanan untuk instrumen investasi yang tepat.
Menurut dia, menabung konvensional saja tidak cukup untuk melawan laju inflasi yang terus menggerus nilai mata uang.
“Prinsip utamanya adalah bagaimana pendapatan bisa menciptakan kekayaan. Pasar modal menjadi salah satu pilihan strategis karena mampu memberikan imbal hasil di atas tingkat inflasi normal, sekaligus memberi kesempatan bagi masyarakat untuk turut memiliki perusahaan publik maupun instrumen utang negara,” ujar Arifin.
Ia mengatakan, ada empat instrumen utama di pasar modal yang bisa dijajaki masyarakat untuk menanamkan investasi di pasar modal. Yakni saham, obligasi, reksadana dan ETF.
Saham menawarkan potensi keuntungan tinggi (capital gain dan dividen), namun memiliki risiko fluktuasi harian yang tinggi (high risk, high return).
Sedangkan Obligasiadalah surat utang pemerintah maupun korporasi yang menawarkan risiko relatif rendah hingga menengah dengan imbal hasil kupon yang pasti hingga jatuh tempo.
Sementara Reksadana merupakanSolusi praktis bagi pemula karena portofolioda diramu dan dikelola langsung oleh Manajer Investasi (MI) profesional.
Terakhir, ETF (Exchange Traded Fund)adalah reksadana yang diperdagangkan secara real-time di bursa efek layaknya transaksi saham.
Arifin meluruskan salah kaprah masyarakat yang kerap menggabungkan antara peran sebagai investor dan trader. Banyak masyarakat terjebak panik ketika melihat pergerakan harga harian.
“Investor berfokus pada jangka panjang, minimal lima tahun, dengan melihat fundamental perusahaan dan potensi bisnisnya. Naik turunnya harga saham harian itu masih bersifat floating profit atau floating loss selama belum direalisasikan atau dijual. Jadi tidak perlu panik memantau pergerakan tiap jam seperti seorang trader,” jelasnya.
Arifin menambahkan bahwa kemajuan teknologi saat ini telah meruntuhkan batasan modal dalam berinvestasi. Investasi pasar modal tidak lagi identik dengan kaum elit atau pemilik modal besar.
“Saat ini akses investasi sangat terbuka melalui aplikasi di ponsel pintar. Bahkan dengan modal Rp5.000 saja, masyarakat sudah bisa membeli satu lot saham emiten tertentu di Bursa Efek Indonesia. Hal terpenting adalah konsistensi dan pemahaman akan risiko sebelum mengambil keputusan,” tutur Arifin.
Wakil Ketua Korbid Ekonomi & Bisnis DPP Partai Gelora ini menekankan pentingnya kedisiplinan serta pemahaman prinsip dasar sebelum terjun ke dunia investasi.
Arifin mengingatkan fenomena umum yang sering dialami pelaku pasar pemula, yaitu ketidakjelasan niat awal antara melakukan transaksi harian (trading) atau berinvestasi jangka panjang.
“Banyak yang niat awalnya trading karena melihat suatu saham sedang bullish (naik). Beli tanpa melihat profil perusahaannya. Begitu harganya jeblok, akhirnya terpaksa jadi ‘investor mendadak’ atau istilah anak muda sekarang ‘dikarungi bandar’. Hal seperti ini jangan sampai terjadi,” ujar Arifin.
Untuk menghindari jebakan spekulasi tersebut, Arifin membeberkan sejumlah prinsip dasar yang wajib dipegang oleh setiap calon investor:
Pertama adalah pahami profil risiko, kedua diversifikasi portofolio, ketiga gunakan ‘uang dingin’, keempat lakukan riset mendalam dan kelima disiplin dan konsisten.
Pahami profil Risiko, dimana setiap orang memiliki tingkat toleransi risiko yang berbeda. Pahami batasan diri sebelum memilih instrumen pasar modal.
Diversifikasi portofolio maksudnya jangan menempatkan seluruh dana pada satu jenis instrumen atau satu emiten saja (don’t put all your eggs in one basket).
Gunakan ‘Uang Dingin’ ini bertujuan untuk memastikanmodal yang digunakan merupakan alokasi dana khusus investasi yang sudah disisihkan dari pendapatan, bukan dana untuk kebutuhan pokok harian.
Lakukan riset mendalam dilakukan untuk mempelajari laporan keuangan emiten, potensi pasar, hingga dampak kondisi geoeconomi dan geopolitik sebelum membeli.
Sedangkan disiplin dan konsisten diperlukan agar investasi sebagai proses belajar berkelanjutan secara konsisten untuk menumbuhkan kekayaan secara bertahap.
Arifin menegaskan, bahwa pasar modal menyediakan berbagai varian instrumen yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan setiap individu.
“Kunci utama keberhasilan investasi terletak pada pemahaman yang mendalam atas instrumen yang dipilih serta kepatuhan pada prinsip high risk, high return.,” katanya.
Melalui edukasi ini, Partai Gelora berharap masyarakat tidak hanya sekadar tergiur oleh potensi keuntungan (cuan) cepat, tetapi juga dibekali wawasan riset yang matang agar aset yang dimiliki dapat bertumbuh secara berkelanjutan.
Partai Gelora juga berharap masyarakat semakin bijak dalam mengelola keuangan pribadi, memahami profil risiko masing-masing, serta tidak terjebak pada investasi bodong atau spekulasi jangka pendek yang merugikan.
Partai Gelora, kata Arifin, berkomitmen untuk melanjutkan edukasi ini ke tahap yang lebih mendalam melalui program pendampingan dan sesi interaktif bagi masyarakat umum.
Ia menyatakan bahwa pemahaman mengenai analisis teknikal maupun fundamental tidak bisa diraih secara instan.
Oleh karena itu, Partai Gelora siap memfasilitasi ruang diskusi lanjutan bagi publik yang ingin memperdalam strategi berinvestasi secara aman dan terukur.
“Materi yang disampaikan hari ini baru merupakan landasan dasar. Kami menyadari dunia pasar modal memiliki cakupan yang sangat luas dan terkadang terasa rumit bagi pemula. Sebab itu, kami membuka ruang interaksi dan siap menindaklanjuti pertanyaan-pertanyaan spesifik dari para peserta,” katanya.
Arifin Wicaksono menggarisbawahi bahwa investasi sejatinya adalah proses pembelajaran yang berkelanjutan.
Ia mengimbau kader Partai Gelora dan masyarakat secara umum untuk tidak ragu memulai dari langkah kecil sembari terus memperluas wawasan ekonomi.
“Investasi itu adalah proses belajar dan bertumbuh secara konsisten. Tidak ada investor sukses yang berhenti belajar. Dengan konsistensi dalam menyisihkan pendapatan serta pemahaman risiko yang matang, kekayaan kita akan bertumbuh seiring berjalannya waktu,” pungkas Arifin.

