Category: Gelora Terkini

Tukang Kritik Diberi Bintang Jasa, Anis Matta: Kita Harus Belajar Pisahkan Kehidupan Bernegara dan Berpolitik

JAKARTA – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Muhammad Anis Matta menyampaikan ucapan selamat secara khusus kepada Fahri Hamzah, Wakil Ketua Umum Partai Gelora dan Fadli Zon, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang telah mendapatkan penghargaan bintang tanda jasa Mahaputra Nararya dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Kamis (13/8/2020).

“Secara khusus saya ingin memberi selamat pada sahabat saya @fahrihamzah dan @fadlizon. Tak sedikit yang bertanya, tukang kritik kok diberi Bintang Jasa? ” kata Anis dalam keteranganya, Jumat (14/8/2020).

Menurut Anis Matta, semua pihak perlu belajar untuk memisahkan antara negara dan pemerintahan. Antara kehidupan bernegara dan kehidupan berpolitik.

Pemerintahan datang silih berganti, sementara negara akan tetap ada. Kehidupan politik penuh kompetisi, dan kehidupan bernegara butuh kolaborasi untuk kebaikan bersama.

“Kritik adalah bentuk pertanggungjawaban warga negara. Apalagi, Fahri dan Fadli pernah mendapat amanah mewakili rakyat di DPR dan menjadi Pimpinan DPR,” katanya.

Ia menilai, negara dan demokrasi hanya bisa tegak dengan checks & balances, salah satunya melalui kritik. “Hal ini adalah pelajaran penting tentang kedewasaan politik dan bernegara,” kata Ketua Umum Partai Gelora Indonesia ini.

Anis Matta menegaskan, pemberiaan penghargaan Bintang Jasa kepada Fahri Hmazah dan Fadli Zon, bukan merupakan sogokan dari Presiden Jokowi kepada mereka agar tidak bersikap kritis lagi kepada pemerintah.

“Itu bukan sogokan untuk diam. Itu apresiasi presiden atas pengabdian beliau,” tegas Anis Matta.

Penghargaan Bintang Jasa tersebut diberikan juga bukan semata-mata sikap kritis Fahri Hamzah dan Fadli Zon. Melainkan, sikap negarawan yang ditonjolkan mantan pimpinan DPR RI tersebut dalam menyikapi sejumlah kebijakan pemerintah.

“Sikap kritis itu, tanggung jawab sebagai warga negara kepada bangsa dan manusia kepada Allah. Jadi, itu tidak ada hubungannya dengan penghargaan. Beliau itu negarawan, tahu apa yang harus dilakukan kepada negara,” katanya.

Sebagai Ketua Umum Partai Gelora Anis pun menegaskan tidak akan melarang Fahri untuk tetap menjaga sikap kritisnya terhadap sejumlah kebijakan pemerintah. “Insya Allah enggak akan larang,” tandasnya.

Ia menambahkan, selain kebanggaan, penganugerahan Bintang Jasa tahun ini, membawa keharuan karena ada sejumlah dokter dan tenaga kesehatan yang wafat dalam perjuangan mengatasi pandemi virus Corona (Covid-19) pada saat ini.

“Mari kita berdoa agar seluruh tenaga kesehatan kita diberi keselamatan. Dan mereka yang wafat diberi tempat terbaik oleh Allah SWT,” pungkas Anis Matta. ***

Peringati HUT RI ke-75, Partai Gelora Gelar ‘Gelora Kemerdekaan 2020’ dan Launching API GELORA

JAKARTA – Dalam rangka menyambut HUT RI ke- 75, Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia akan menggelar acara ‘Gelora Kemerdekaan 2020’ selama empat hari berturut-turut mulai Jumat hingga Senin, 14-17 Agustus 2020.

Acara yang digelar secara virtual ini mengambil tema ‘Indonesia Panggung Kita Bersama’. Acara tersebut merupakan rangkaian kegiatan launching Akademi Pemimpin Indonesia atau disingkat API GELORA.

“Partai Gelora Indonesia akan mencetak manusia pelaku, pemimpin-pemimpin baru, pemimpin yang memiliki fitur global leader atau pemimpin peradaban,” kata Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Muhammad Anis Matta dalam keterangannya, Kamis (13/8/2020),

Ketua Bidang Pengembangan Kepemimpinan Partai Gelora Indonesia Hamy Wahjunianto mengatakan, acara ‘Gelora Kemerdekaan 2020’ ini akan dibuka oleh Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah pada Jumat (14/8/2020) malam.

Selain membuka acara, Fahri juga akan menyampaikan orasi kepemimpinan bertajuk ‘Bangkit Dari Krisis, Menjadi Kekuatan Kelima Dunia’.

“Orasi Fahri Hamzah ini menandai dimulainya rangkaian acara Launching Virtual API GELORA,” kata Hamy.

Selanjutnya, pada Sabtu-Minggu, 15-16 Agustus 2020, akan diadakan program Orientasi Kepemimpinan Gelora (OKE GELORA). Kegiatan ini diikuti oleh 500 fungsionaris DPN, MPN, MP, DPW dan Pendiri Partai Gelora Indonesia.

Acara ini akan menghadirkan narasumber nasional antara lain mantan Menteri BUMN dan tokoh pers Dahlan Iskan, pengamat hukum tata negara Irman Putra Sidin dan mantan komisioner KPU RI yang juga staf pengajar Universitas Indonesia Chusnul Mar’iyah.

Hamy mengatakan, rangkaian acara Launching Virtual API GELORA juga akan diisi dengan berbagai lomba untuk generasi milenial.

Selanjutnya, Partai Gelora Indonesia akan melaunching sebuah institusi yang diharapkan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin yang memiliki fitur pemimpin peradaban.

“Institusi ini bernama Akademi Pemimpin Indonesia atau disingkat API GELORA. Institusi ini akan berkolaborasi dengan lembaga-lembaga kepemimpinan dan para leadership expert dari dalam maupun luar negeri untuk menghasilkan sebanyak-banyaknya anak bangsa Indonesia yang memiliki mindset dan keahlian sebagai global leader,” jelasnya.

Launching API GELORA akan dilakukan pada puncak acara ‘Gelora Kemerdekaan 2020’, Senin (17/8/2020) malam. Ketua Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Muhammad Anis Matta akan melaunching Simbolisasi Virtual API GELORA dan dilanjutkan dengan Orasi Kebangsaan yang bertajuk ‘Fitur Pemimpin Peradaban’.

Kritikan Fahri dan Fadli Layak Dapat Bintang Tanda Kehormatan

JAKARTA – Pengamat kebijakan publik Narasi Institute Achmad Nur Hidayat menilai pemberian bintang tanda kehormatan, Bintang Mahaputra Nararya kepada Fahri Hamzah dan Fadli Zon, politikus dari Partai Gelora Indonesia dan Partai Gerindra oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai tepat.

“Pemberian bintang tanda jasa kepada aktivis pejuang reformasi tersebut adalah sangat layak. Pemberian bintang tanda jasa dalam konteks kebijakan publik juga berdampak pada pembentukan kehidupan demokrasi yang semakin matang,” kata Achmad Nur Hidayat dalam keterangannya, Selasa (11/8/2020).

Menurut dia, Fahri Hamzah dan Fadli Zon selama ini sering melakukan kritik yang membangun tidak hanya kepada lembaga eksekutif, namun juga kepada penegakan korupsi yang bias dan ketidakprofesionalan setiap aparatur negara baik eksekutif, yudikatif maupun legislatif.

“Yang harus diketahui, keduanya sampai saat ini sejak reformasi bergulir terbukti tidak korup. Dan apabila keduanya mengkritik tidak ditujukan personal,” katanya.

Dia menilai tidak banyak aktivis reformasi yang masih konsisten hingga hari ini seperti Fahri Hamzah dan Fadli Zon dalam memperjuangkan nilai-nilai kejujuran, demokrasi dan kebebasan, malahan sebaliknya.

“Justru banyak aktivis tersebut yang diam membisu asyik menikmati kekuasaan dan melupakan nilai yang mereka perjuangkan, entah sebagai komisaris BUMN, birokrasi pusat maupun pimpinan daerah. Ada juga harus singgah di Hotel Prodeo karena terbukti melakukan tindak pidana kejahatan korupsi,” ungkap Matnur, sapaan akrabnya.

Keberadaan Fahri Hamzah dan Fadli Zon di parlemen pada Periode 2014-2019 lalu, lanjut Matnur, telah membuat parlemen menjadi hidup, sebagai lembaga representasi perwakilan rakyat yang dinamis.

“Kritik fahri dan fadli dalam rangka menyampaikan aspirasi publik yang seringkali dilupakan dalam permainan politik elit tinggi. Saat keduanya mengkritik, biasanya telinga yang dikritik menjadi merah dan sering salah paham,” ujarnya.

Padahal apabila didengar baik-baik, seluruh kritik tersebut tidak ada yang bersifat personal. Cara mengkritik tersebut, adalah cara yang modern untuk manusia Indonesia yang semakin dewasa.

“Nothing to Personal, All about Responsibility. Tidak ada yang kritik personal semuanya persoalan tanggungjawab sebagai pejabat publik,” kata Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Partai Gelora Indonesia ini.

Matnur menegaskan, model kritik yang disampaikan Fahri Hamzah dan Fadli Zon bisa menjadi inspirasi bagi para kritikus untuk tetap memberikan kritik sehat tanpa harus menyakiti secara personal.

“Presiden mampu melihat kritik keduanya dengan jernih dan terang, karena itu tidak ragu memberikan keduanya bintang tanda jasa meski Presiden tidak lepas dari kritiknya juga. Sebuah model kepemimpinan yang sangat dewasa dan patut di apresiasi,” tegasnya.

Pemberian bintang tanda jasa kepada kritikus-kritikus pemerintah, menurutnya, merupakan sinyal bahwa Pemerintah membutuhkan solidaritas dari segala unsur masyarakat baik para pendukung maupun para kritikus.

“Resesi yang dihadapi bangsa saat ini membutuhkan solidaritas yang merupakan unsur dasar pemulihan ekonomi nasional. Ini sesuatu yang patut diapresiasi,” pungkas Matnur.

Seperti diketahui, rencana pemberian bintang tanda kehormatan kepada politikus Fahri Hamzah dan Fadli Zon. Informasi bintang tanda jasa untuk Fahri Hamzah dan Fadli Zon ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD melalui akun Twitter-nya, @mohmahfudmd, Senin (10/8/2020).

Fahri dan Fadli akan mendapatkan Bintang Mahaputra Nararya, yang akan diberikan dalam rangka peringatan HUT ke-75 RI. Selain Fahri dan Fadli, beberapa tokoh lainnya yang juga akan menerima penghargaan ini, yaitu Hatta Ali (MA), Farouk Mohammad (DPD), Suhardi Alius (BNPT).

Bintang Mahaputera adalah bintang penghargaan sipil tertinggi. Penghargaan ini setingkat di bawah Bintang Republik Indonesia. Bintang ini diberikan negara melalui presiden kepada warga sipil yang dianggap telah berjasa secara luar biasa.

MadNur : Pemerintah Diminta Jangan Tiru Cara AS dan China Atasi Resesi Ekonomi, Indonesia Bisa Kolaps

JAKARTA – Pandemi Covid-19 saat ini telah menyebabkan krisis global berlarut dunia, termasuk di Indonesia sehingga menimbulkan jurang resesi ekonomi. Berbagai negara menggunakan berbagai cara untuk mempertahankan ketahanan ekonominya.

Seperti yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan China yang menggunakan Modern Monetary Theory (MMT) dimana teori tersebut tidak mengindahkan seberapa pun banyaknya utang negara selama utang tidak menimbulkan inflasi dalam perekonomiannya.

“Teori MMT ini mengatakan pemerintah dapat mencetak uangnya sendiri untuk membiayai pembangunannya sehingga akan mengakumulasi utang yang besar dan hal tersebut tidak bermasalah,” kata pengamat kebijakan publik Narasi Institute Ahmad Nur Hidayat dalam keterangannya, Minggu (9/8/2020).

Menurut dia, teori MMT ini dapat bekerja di jangka pendek tapi tidak akan bekerja di jangka menengah dan panjang. Teori tersebut, lanjutnya, saat ini dijalankan AS, China, Uni Eropa dan BRIC (akronim dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, lima negara yang pertumbuhan ekonominya pesat) agar terhindar dari krisis global

“MMT adalah konsep unlimited growth of money (pertumbuhan uang yang tidak terbatas) yang berbahaya, karena bila semua negara melakukan hal yang sama maka fiat money system akan collapse dan akhirnya uang yang dijamin negara tidak lagi dipercaya,” katanya.

Orang akan mempercayai commodity based on money (uang berbasis komoditas) yang akan mempercepat polarisasi dunia menjadi negara kaya sumber daya/produksi versus negara miskin sumber daya/produksi.

Hancurnya fiat money system (sistem keuangan fiat) dan mengemukanya commodity based on money akan melahirkan perebutan sumber daya antar bangsa yang akhirnya mengancam peradaban dunia.

Fiat money sistem adalah uang yang nilainya berasal dari regulasi atau hukum pemerintah. Uang ini berbeda dengan uang komoditas yang didasarkan pada barang, yang biasanya merupakan logam mulia seperti emas atau perak.

“Jadi teori MMT tersebut tidak tepat untuk Indonesia, makanya kita tidak boleh main-main dengan stabilitas keuangan saat ini karena akhirnya membuat distabilitas yang lebih besar,” kata Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia ini.

MadNur, sapaan akrab Ahmad Nur Hidayat melihat indikasi kepentingan sektoral menguat daripada kepentingan nasional dalam upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Bank Indonesia misalnya meminta bunga pasar untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar primer dengan alasan untuk kesehatan Neraca BI di masa depan.

“Sementara neraca ekonomi makro Indonesia di ujung tanduk. BI tidak boleh memikirkan ego institusinya sendiri begitu juga otoritas jasa keuangan, LPS dan Forum KSSK,” katanya.

Ia menilai semua alternatif pembiayaan untuk PEN dibuka dan diperlukan juga kemampuan negosiasi yield/coupon dari SBN yang ditawarkan agar beban pemerintah 10-20 tahun yang akan datang tidak memberatkan.

“Saya kira sekarang saatnya kreativitas tim ekonomi ditunjukan melalui solusi dan kreativitas jitu dengan merangkul semua negara tidak hanya Barat, tapi dunia timur dan timur tengah untuk alternatif pembiayaan PEN,” ujarnya.

MadNur menegaskan, dalam mengatasi resesi ekonomi saat ini diperlukan solusi pendanaan yang diperlukan untuk bisa mempersingkat resesi Indonesia (how to shorten Indonesia recession) adalah penyelamatan UMKM diatas penyelamatan korporasi besar.

Lalu, mempercepat belanja negara diatas belanja masyarakat dan rumah tangga. Kemudian revisi PP 23 Tahun 2020 tentang Bank Jangkar dan mengembalikan fungsi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sebagai ultimate institution (institusi utama) penyelamatan ekonomi.

KSSK yang diketuai Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ini merupakan wadah tim ekonomi terbaik Indonesia dimana anggotanya adalah Gubernur BI, kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Kementerian Keuangan harus menjadi yang terdepan dalam memulihkan ekonomi.
“Kewenangan KSSK yang besar harus disertai juga penerapan tata kelola yang baik untuk menghindari resiko hukum yang terjadi dari kebijakan yang diambil,” kata MadNur

Partai Gelora Indonesia melihat bahwa semua alternatif untuk pembiayaan PEN diperlukan dalam arti ekspansi neraca bank sentral untuk kepentingan nasional.

“Ekonomi bangsa kita ini dapat pulih bila semua mengedepankan kepentingan nasionalnya bukan kepentingan sektoral, regional ataupun kelompok bisnisnya sendiri,” pungkas MadNur.

Fahri Optimis Koperasi dan UMKM Jadi Penyelamat Indonesia dari Resesi Ekonomi

JAKARTA – Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah melihat ada optimisme lain terhadap penyelamatan ekonomi Indonesia dari jurang resesi ekonomi.

Pandemi Covid-19 saat ini, menyebabkan perdagangan internasional (global trade) mengalami surut yang tajam. Sebaliknya, tanpa diduga perdagangan domestik oleh Koperasi dan UMKM justru membuat ekonomi naik dan bergairah.

“Nah itu bagiannya. Gilirannya Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia yang akan menjadi penyelamat di massa pandemi Covid-19 ini,” kata Fahri Hamzah melalui keterangan tertulisnya, Jumat (7/8/2020).

Menurut mantan Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 ini, selalu ada celah peluang untuk bangsa ini, apabila mau keluar dari krisis berlarut, seperti adanya pergeseran industri besar ke manufaktur dasar.

Hal ini tentu saja akan memberi kesempatan untuk mengatur peran yang lebih besar bagi Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia sebagai Soko Guru Perekonomian, sebagaimana cita-cita Bung Hatta (Wakil Presiden RI pertama Muhammad Hatta).

Bahkan, lanjut Fahri, Covid-19 ini juga akan menggeser pusat pertumbuhan dan pelaku pertumbuhan, dari kota ke desa, dari barat ke timur, dari konglomerat ke UKM, juga dari keuangan ke sektor riil. Begitu pula dengan transaksi digital tetap akan meningkat, tetapi terkait domestik dan produk sektor riil.

“Ini semua bukan teori, tapi peluang. Nah, karena itu yang bisa menjadikannya kenyataan. Bukan orang menghayal. tapi praktisi leadership berpengaruh besar dalam mengubah peluang menjadi kenyataan,” jelas Fahri.

Karena itu, dirinya berharap kepada seluruh elemen bangsa ini untuk mendorong peran Koperasi dan UKM Indonesia dalam situasi ini. Maka dari itu, tidak boleh menyerah, dan jangan kehilangan ide.

“Kita harus tetap melihat ada nyala lilin di ujung terowongan gelap. Itulah selalu yang menjadi sejarah sebuah kebangkitan. Dan saya percaya Indonesia tidak saja bisa melalui semua ini tapi bahkan bisa jadi juara dunia!,” kata dia optimis.

Terakhir, Fahri menyebut ada satu lagi pergeseran penting yang akan menjadi ‘game changer/pengubah permainan’ persaingan ekonomi ke depan, yaitu pergeseran dari ekonomi darat menuju laut.

“Kita bangsa maritim dan kita akan bisa memenangkan perang jika medan bergeser ke lautan!” pungkas mantan Wakil Ketua DPR RI yang sempat dijuluki ‘Singa Senayan’ itu.


Partai Gelora Indonesia Minta Pemerintah Tahan Diri untuk Impor, Perlu Ada Kemandirian Sekarang

JAKARTA – Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Ahmad Nur Hidayat meminta pemerintah menahan diri untuk melakukan impor di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Pemerintah hendaknya mulai berdikari dan berpikir kreatif untuk kemandirian di segala bidang agar mempercepat posisi Indonesia berada dalam lima besar dunia.

“Covid-19 telah mengajarkan kita, bahwa pandemi bisa menghancurkan pariwisata, perdagangan dunia dan kebebasan sosialisasi antar bangsa. Kita perlu berdikari dan menjaga kemandirian sebagaimana yang diserukan oleh founding father,” kata Ahmad Nur Hidayat dalam keterangannya, Rabu (5/8/2020).

Menurut dia, kemandirian itu diperlukan untuk memulihkan ekonomi, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi dan pangan secara nasional.

“Kita harus memikirkan pemenuhan kebutuhan pokok dari kekuatan domestik. Gelora mengajak kita semua untuk menahan diri tergantung kepada produksi negara lain,” katanya.

Analis kebijakan publik ini menilai pilihan pendanaan untuk pemulihan ekonomi imbas krisis global berlarut akibat pandemi Covid 19 saat ini sangat terbatas, karena pasar keuangan dunia tidak memiliki kemewahan seperti dulu.

“Ini saatnya diperlukan dirigen smart dari tim ekonomi yang mengharmonisasi perekonomian Indonesia yang kompleks ini,” kata MadNur, sapaaan akrab Ahmad Nur Hidayat.

MadNur yakin dengan kemandirian tersebut, maka perekonomian Indonesia bisa segera pulih, dan bahkan mempercepat sebagai lima besar kekuatan dunia.

Hal itu dengan catatan asal semua pihak mengedepankan kepentingan nasional, bukan kepentingan sektoral, regional maupun kelompok bisnisnya sendiri.

“Saat ini ada indikasi kepentingan sektoral menguat daripada kepentingan nasional. Bank Indonesia tidak boleh memikirkan ego institusinya sendiri begitu juga OJK, LPS dan dan Forum KSSK (Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan),” katanya.

Saat ini, lanjutnya, neraca ekonomi makro Indonesia di ujung tanduk dan banyak sektor yang harus diselematkan terutama sektor UMKM. Sehingga diperlukan kreativitas ekonomi dalam mencari solusi mengatasi krisis berlarut tersebut.

Pemerintah maupun tim ekonomi tidak boleh main-main dengan stabilitas keuangan saat ini. Karena akan membuat distabilitas yang lebih besar, jika salah dalam mengelolanya.

“Gelora mengajak Indonesia berfikir kreatif, tanpa destruktif terhadap tatanan yang ada untuk mempercepat posisi Indonesia yang berada dalam lima besar dunia,” pungkasnya.

Ratih Sanggarwati Ajak Perempuan Indonesia Jadi ‘Pedagang’ saat Pandemi Covid-19

JAKARTA – Salah Satu Ketua Bidang DPN Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Ratih Sanggarwati mengajak seluruh perempuan di tanah air menjadi pedagang atau pengusaha saat masa pandemi Covid-19. Banyak potensi bisa digali di sekitar rumah menjadi pundi-pundi uang.

“Sebagai perempuan, kita harus berbuat banyak di masa pandemi karena lebih banyak di rumah, agar mendapatkan penghasilan. Setiap perempuan punya kemampuan diri yang sudah terlihat atau masih terpendam untuk dikembangkan,” kata Ratih dalam keterangannya, Minggu (2/8/2020).

Hal ini disampaikan Ratih Sanggarwati yang juga Motivator Pengembangan Diri, Komunikasi dan Interpersonal Skill dalam Zoominari bertema ‘Menggali Potensi di Masa Pandemi’ pada Rabu (29/7/2020) lalu.

Menurut Ratih, setiap manusia terutama kaum perempuan memiliki kemampuan dasar yang sangat mungkin untuk dikembangkan menjadi lebih baik lagi di saat pandemi Covid-19 yang tidak diketahui kapan akan berakhir.

“Apa yang sudah terlihat, itulah potensi kita sekarang. Tetapi ada potensi yang belum diketahui di dalam diri kita yang bisa dikembangkan. Potensi paling dasar manusia itu adalah pedagang atau pengusaha,” katanya.

Artinya, secara isyarat fisik maupun non fisik manusia adalah seorang pedagang. Potensi fisik adalah usaha yang membutuhkan ketrampilan atau kreatifitas tertentu, sementara potensi non fisik lebih pada ide atau pemikiran, sehingga mendapatkan jasa.

“Jadi saya katakan, bohong kalau seseorang mengatakan tidak bisa berdagang. Dokter saja memperdagangkan ilmu dan mengobati pasien, guru juga memperdagangkan ilmunya, apalagi lawyer. Mereka dibayar dengan gaji atau uang karena jasanya, karena semua prinsipnya adalah pedagang,” katanya.

Ratih berharap perempuan yang memiliki potensi fisik maupun non fisik bisa saling berkolaborasi dan bekerjama untuk menjual produk-produk yang mereka hasilkan. Produk yang meraka hasilkan bisa dipasarkan di situs jual beli online, facebook, instagram atau komunitas.

“Ada yang membuat produknya, seperti handycraft. Tapi ada juga yang tidak bisa membuat produknya, tapi punya kemampuan untuk menjual. Kalau pakai baju atau kacamata, misalkan selalu diingini orang lain. Menyambungkan saja atau reseller, itu sudah potensi. Ini lahan di bidang jasa,” sambungnya.

Karena itu, Ketua Bidang DPN Partai Gelora Indonesia ini menilai kaum perempuan tidak perlu malu menjadi seorang broker atau reseller. Karena mereka menjual jasa berupa ide atau pemikiran yang tidak dimiliki oleh semua orang.

“Jangan malu menjadi broker, perantara atau reseller, karena para produsen sebenarnya memerlukan reseller. Ada yang jadi produsen dan ada reseller, jika semua perempuan siap berkolaborasi tentu perempuan Indonesia akan berdaya,” katanya.

Ratih menambahkan, dalam menggali potensi fisik maupun non fisik tersebut, jangan terlalu memikirkan keuntungan besar terlebih dahulu. Lebih baik memikirkan inovasi atau kreatifitas, dan melihat orang-orang di sekeliling yang bisa membantu pengembangan usaha.

“Dalam pandemi Covid-19 saat ini, mencari uang Rp 100 ribu tidak mudah. Sopir Grab (taxi/ojol, red) saja yang biasa dapat Rp 250 ribu, sekarang hanya Rp 75 ribu. Keuntungan tiga ribu, lima ribu memang kecil, tetapi kalau kita giat ada 30 orang saja, Rp 100 ribu tentu mudah ditangan. Kuncinya, kolaborasi atau bekerja sama,” pungkasnya.

Anis Matta: Idul Adha Jadi Momentum Tingkatkan Kesetiakawanan Sosial

JAKARTA – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Muhammad Anis Matta menegaskan, perayaan Hari Raya Idul Adha 1441 H pada tahun 2020 ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesetiakawanan sosial seluruh komponen bangsa Indonesia.

Karena itu, Anis Matta mengajak umat Islam untuk lebih banyak menebar hewan kurban guna meringankan beban hidup masyarakat akibat krisis global berlarut yang dipicu oleh pandemi Covid-19.

“Momentum Hari Raya Idul Adha 1441 H hadir di saat kita menghadapi krisis global berlarut yang menyebabkan penderitaan begitu banyak dialami saudara-saudara kita. Mari kita menunjukkan kesetiakawanan sosial di tengah krisis dengan memperbanyak menebar kurban,” kata Anis Matta, Sabtu (1/8/2020).

Menurut Anis, berkurban adalah salah satu ibadah yang dianjurkan saat Hari Raya Idul Adha. Yakni sebagai wujud kecintaan kepada Sang Pencipta, juga bentuk kesetiakawanan sosial kepada sesama umat manusia dengan membantu masyarakat yang membutuhkan .

“Dengan menebar lebih banyak kurban, meski kita tidak menyelesaikan masalah, tapi paling tidak meringankan beban saudara-saudara kita. Mari kita nyatakan cinta kepada Allah dan kesetiakawanan sosial kepada saudara-saudara kita,” katanya.

Kesetiakawanan sosial ini, kata Anis, setidaknya telah ditunjukkan oleh masyarakat di sekitar rumahnya di bilangan Ciganjur, Jakarta Selatan pada perayaan Idul Adha 1441 H. Mereka berkurban puluhan ekor sapi dan kambing melebihi jumlahnya di tahun normal.

“Krisis justru bikin kita lebih dekat dan rekat. Semangat berkurban masyarakat di tengah krisis ini luar biasa. Setidaknya itu di lingkungan saya, di mushollah, masjid, RT sekitar rumah ada puluhan sapi dan kambing kurban, melebihi jumlah tahun lalu saat normal,” ungkap Anis Matta.

Anis Matta menilai Idul Adha adalah rekonstruksi perjalanan panjang Nabi Ibrahim AS menjalankan perintah Allah SWT dan membangun peradaban Islam.

“Semoga kita dapat mengambil makna terdalam dari salah satu peristiwa penting dalam Islam ini,” kata Ketua Umum Partai Gelora Indonesia .

Ketua MPR Berharap Partai Gelora Masuk Senayan pada 2024 agar Bisa Memberi Arah Baru Indonesia

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) berharap Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia bisa lolos ke Senayan pada Pemilu Legislatif 2024 mendatang. Partai Gelora bisa memberi arah baru dan angin segar yang menyejukkan perpolitikan Indonesia.

“Saya berharap Partai Gelora masuk ke Senayan pada 2024, sehingga ada angin segar dan darah segar. Jadi arah baru Indonesia, sesuai slogan Partau Gelora bisa membawa perpolitikan di Indonesia,” kata Bamsoet usai menerima Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Muhammad Anis Matta di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Bamsoet juga berharap agar Partai Gelora juga menjaga ‘cuaca perpolitikan’ di Indonesia agar kondusif dari berbagai isu politik seperti RUU Haluan Ideologi Pancasila, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, penanggulangan dampak pandemi Covid-19 dan lain-lain.

“Kalau Gelora bisa ikut menjaga cuaca perpolitikan agar kondusif. Kalau Gelora ikut menjaga saya senang, jangan sampai nanti partai lama kalah dengan Gelora sebagai partai baru dalam menentukan ‘cuaca perpolitikan’ Indonesia,” katanya.

Ketua MPR RI menegaskan, Partai Gelora memiliki komitmen untuk bersama-sama membangun bangsa. “Terima kasih atas silaturrahimnya. Saya percaya, Partai Gelora Indonesia punya komitmen yang sama untuk membangun bangsa,” tegasnya.

Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Muhammad Anis Matta mengatakan, berbagai hal kepada Ketua MPR dalam kunjungan silahturahmi tersebut. Antara lain menyampaikan keberadaan Partai Gelora Indonesia yang telah disahkan oleh Menkumham dan perkembangan kepengurusan, mengenai kondisi perpolitikan, masalah pandemi Covid-19 dan lain-lain.

“Jadi kunjungan silaturrahim perkenalan Partai Gelora kepada semua pimpinan lembaga tinggi negara. Kita sampaikan Partai Gelora sebagai pelopor partai digital pertama, karena mendaftar dan disahkan secara virtual. Kita mendaftar saat ada Lockdown pada Maret lalu, dan disahkan pada Juni 2020,” kata Anis.

Dalam kesempatan itu, Anis Matta mengusulkan merevisi UU Pemilu agar pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilu Legislatif (Pileg) dipisah tidak dilaksanakan secara bersamaan. Selain itu, juga meminimalisir jumlah korban jiwa petugas KPPS seperti pada Pemilu 2019 lalu.

“Kita ingin UU Pemilu direvisi, agar ada pemisahan antara Pemilu Legislatif dan Pilpres, serta mengurangi korban jiwa seperti terjadi di Pilpres 2019 lalu,” tandas Ketua Umum Partai Gelora Indonesia.

Anis Matta didampingi Bendahara Umum Achmad Rilyadi, Sekretaris Jenderal Mahfuz Sidik, Ketua Bidang Politik dan Pemerintah Sutriyono, Ketua Bidang Pelayanan Kemasyarakatan Ratih Sanggarwaty, Ketua Bidang Jaringan Lembaga Ratu Ratna Damayani dan lain-lain.

Pertemuan dengan Ketua MPR Bambang Soesatyo merupakan rangkain safari politik Partai Gelora Indonesia dengan pimpinan lembaga tinggi negara, partai politik dan tokoh-tokoh nasional, setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo pada Senin (21/7/2020). Setelah bertemu Bamsoet, Partai Gelora Indonesia akan melanjutkan safari silahturahmi politiknya dalam waktu dekat.

Partai Gelora Bertemu Jokowi IMG01

Bertemu Jokowi, Partai Gelora Beri Dukungan Pemerintah Atasi Dampak Pandemi Covid-19

JAKARTA – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Muhammad Anis Matta memberikan dukungan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pemerintah untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Anis Matta saat bersilahturahmi dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, Senin (20/7/2020).

“Kami memberikan dukungan Presiden Jokowi dan pemerintah untuk mengatasi wabah covid 19 dan dampak sosial ekonominya. Ini jadi momentum untuk memperkuat kemandirian ekonomi di tengah isolasi yang dialami banyak negara saat ini,” kata Anis Matta di Jakarta.

Presiden Jokowi, dalam pertemuan tersebut, menjelaskan situasi yang dihadapi Indonesia terkait Pandemi Covid 19. Menurut Anis, Presiden menceritakan tiap negara mengalami kesulitan dalam manajemen krisis.

“Ada kontradiksi antara penerapan protokol kesehatan dengan dampak ekonominya,” ungkap Ketua Umum Partai Gelora Indonesia.

Presiden juga menjelaskan, bahwa dampak pandemi Covid-19 bagi ekonomi Indonesia memang berat, meskipun masih lebih baik dibanding banyak negara lain.

“Presiden juga sepakat pandemi Covid-19 ini harus jadi momentum bangun kemandirian ekonomi,” katanya.

Dalam silahturahmi tersebut, Anis Matta didampingi beberapa pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) lainnya seperti Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah, Sekretaris Jenderal Mahfuz Sidik, Ketua Bidang Pelayanan Kemasyarakatan Ratih Sanggarwaty dan Ketua Bidang Jaringan Lembaga Ratu Ratna Damayani.

Anis Matta melaporkan keberadaan Partai Gelora Indonesia yang telah mendapatkan pengesahan sebagai Badan Hukum Partai SK bernomor M.HH-11.AH.11.01 Tahun 2020 oleh Menkumham Yasonna H Laoly pada 19 Mei 2020 lalu

“Jadi keberadaan Partai Gelora Indonesia sebagai badan hukum partai politik yang sudah dapat SK Menkumham, sambil menjelaskan azas, visi misi partai dan struktur kepengurusan,” jelas Anis.

Menanggapi hal ini, Presiden Jokowi kata Anis, menyambut baik kehadiran Partai Gelora dan tidak menyangka bisa berdiri saat situasi pandemi Covid-19 tengah berlangsung

“Jadi Presiden menyambut baik Partai Gelora Indonesia dan tidak menyangka Partai Gelora bisa berdiri dan memenuhi struktur kepengurusan dengan cepat,” pungkasnya.

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah menceritakan maksud pertemuan Partai Gelora dan Jokowi.

“Ini safari silaturahim Partai Gelora Indonesia sebagai partai baru, kita yang minta bertemu dengan Presiden dan pimpinan lembaga negara dan tokoh-tokoh nasional. Ini akan berlanjut, kita mulai dari presiden,” kata Fahri

Alamat Dewan Pengurus Nasional

Jl. Minangkabau Barat Raya No. 28 F Kel. Pasar Manggis Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan 12970 Telp. ( 021 ) 83789271

Newsletter

Berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan kabar terbaru.

Mobile Apps



X