Category: Gelora Terkini

Pemerintah Perlu Antisipasi Terjadinya ‘Silent Pandemi’ Agar Tidak Terjadi Sumber Kepanikan Baru di Masyarakat

, , , , ,

Partaigelora.id – Kasus Covid-19 di Indonesia saat ini cenderung melandai, namun pemerintah diingatkan kemungkinan terjadinya silent pandemi di daerah pedesaan terutama di luar Pulau Jawa-Bali , karena minimnya fasilitas kesehatan, serta kurangnya 3T (testing, tracing dan treatment).

Hal ini tentu saja bisa menjadi sumber kepanikan baru di masyarakat, karena ada masalah literasi fasilitas kesehatan dan keterjangkauan transportasi di wilayah tersebut, sehingga memungkinkan penyebaran Covid-19 tidak terdeteksi.

Penegasan tersebut disampaikan Pakar Kebijakan Bioteknologi dan Kesehatan  IPMI Business School  Sidrotun Naim, M.P.A., Ph.D, serta Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta dalam diskusi Gelora Talks dengan tema ‘Waspada! Ancaman Covid-19 Merambah Pedesaan’ seperti dikutip dari kanal You Tube Gelora TV, Sabtu (14/8/2021).

Menurut Sidrotun Naim, yang dimaksud silent pandemi itu adalah ada pandemi, namun tidak kelihatan karena ketidaktahuan masyarakat maupun pemerintah daerahnya.

“Salah satu faktornya adalah kepadatan penduduknya kecil dibandingkan di Jawa ke luar Jawa-Bali, sehingga penanganannya sedikit lebih lambat,” kata Sidrotun.

Ahli virus lulusan Harvard University ini berpandangan penanganan Covid-19 di pedesaan Jawa-Bali saja dinilai masih kurang tertangani dengan baik karena minimnya faslitas kesehatan, apalagi di luar Jawa-Bali.

“Menurut saya di luar Jawa Bali ada potensi yang lebih besar terjadinya silent pandemi. Sebagai orang beriman kita berdoa agar hal itu tidak sampai buruk seperti di Eropa,” katanya.

Anis Matta menilai sebagai negara kepulauan dengan wilayah teritorial yang luas,  maka populasi masyarakat yang hidup di perkotaan dan pedesaan tidak jauh berbeda. Karena itu, Covid-19 sudah melakukan penetrasi sampai ke pedesaan dan pelosok-pelosok yang sulit terjangkau.

“Virus ini kelihatannya tidak akan sampai ke desa. Mereka bercanda virus nggak bisa nyebrang, tapi kemudian setelah itu Madura meledak, maka kita mulai menyaksikan satu fenomena baru, virus Covid-19 masuk desa. Saya kira semua mengerti persoalan besar yang akan kita hadapi ketika terjadi ledakan,” kata Anis Matta.

Anis Matta berharap penyebaran Covid-19 di desa tidak menjadi sumber kepanikan baru bagi masyarakat dan tidak berujung pada ledakan sosial. Sehingga diperlukan langkah antisipasi lebih cepat, tidak bisa dibebankan kepada pemerintah saja, tapi perlu kolaborasi bersama-sama.

“Ini masalah bersama, karena itu penting sekali bagi kita keluar dari polemik mindset pro pemerintah atau oposisi. Partai Gelora bukan dari pemerintah, juga bukan oposisi. Tapi kami yakin, masalah yang kita hadapi bersama ini akan terselesaikan bersama sama pula,” katanya.

Narasumber lain, Ahli Epidemiologi Lapangan, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dr. Yudhi Wibowo menambahkan, pemerintah harus konsisten saat menerapkan kebijakan dan diperlukan pertimbangan yang matang dalam implementasinya.

“Kita di lapangan sering mendengar curhatan dari tingkat RT hingga desa terkait penanganan pandemi Covid-19. Implementasi dari kebijakan pemerintah masih belum tegas dan konsisten, sehingga tingkat penularan dan kematian masih tinggi,” kata Yudhi.

Namun, Kasubbid Tracing Satgas Covid-19 dr Koesmedi Priharto Sp.OT M.Kes mengatakan, virus Corona (Covid-19) ini memiliki karakter berbeda dengan virus-virus lain seperti Flu Burung, Flu Babi atau Deman Berdarah. Sebab media penularannya berbeda, langsung dari manusia ke manusia, bukan dari hewan ke manusia.

“Sehingga ketika medianya diberantas, maka virus tersebut bisa dikendalikan, tetapi tidak demikian dengan Covid-19 ini, yang bisa bisa mengendalikan adalah prilaku manusianya sendiri,” kata Koesmedi.

Virus Covid-19 ini, lanjutnya, akan menempel kepada setiap orang yang bergerak melakukan mobilisasi kesana kemari. Eufikasi penularan Covid-19 ini lebih tinggi dari pemberian vaksin itu sendiri, apapun jenis vaksinnya.

Sehingga arahan Satgas Covid-19 adalah jika pun melakukan mobilisasi maka harus menerapkan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan).

“Kita harus sering mengingatkan masyarakat, karena msyarakat kita memang susah kalau diatur prilakunya, apalagi disuruh menutup mulut dan hidung yang biasa bernafas dengan bebas. Ini betul-betul kita tekankan ke masyarakat, bahwa itu semua terjadi akibat pergerakan manusia karena prilakunya yang tidak bagus,” tegasnya.

Pesepak Bola Nasional Asal Papua Okto Maniani Gabung Partai Gelora

, , , ,

Partaigelora.id – Mantan pemain andalan Timnas Indonesia Oktovianus ‘Okto’ Maniani bergabung dengan Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia pada Kamis (12/8/2021) siang.

Okto Maniani mengaku gembira dan bersemangat bisa bergabung dengan Partai Gelora besutan Anis Matta, Fahri Hamzah dan Mahfuz Sidik.

“Saya sempat berkomunikasi langsung melalui video call dengan Okto begitu mendapat kabar bahwa dia gabung ke Partai Gelora, Kamis (12/8/2021) siang. Cerah wajahnya,” kata Endy Kurniawan, Ketua Bidang Rekrutmen Anggota DPN Partai Gelora Indonesia dalam keterangannya, Jumat (13/8/2021).

Kepada Okto Maniani, Endy menyampaikan ucapan terima kasih bersedia bersama-sama untuk meraih visi Partai Gelora yang mengusung Arah Baru Indonesia menuju Lima Besar Dunia.

“Sebagai partai baru, Partai Gelora memang perlu kolaboratif dengan semua tokoh dan ragam kepentingan. Okto mengucapkan terima kasih dan salam untuk teman-teman Partai Gelora di seluruh Indonesia,” katanya.

Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Gelora, lanjut Endy, mengapresiasi Dewan Pimpinan Wlayah (DPW) Papua secara gigih berhasil merekrut tokoh-tokoh Papua seperti Okto Maniani bergabung bersama Partai Gelora.

“Saya juga mendengar akan cukup banyak nama atlet nasional dari Papua yang akan bergabung bersama Gelora, termasuk kolega-kolega Okto. Partai Gelora sebagai partai terbuka akan menyiapkan ruang partisipasi yang besar,” ujarnya.

Partai Gelora berpandangan, Okto Maniani merupakan representasi dan semangat Indonesia Timur.

“Kita berharap Okto bisa menjadi duta dan role model yang membawa aspirasi masyarakat yang berjuang bersama Partai Gelora,” tandasnya.

Ketua Bidang Gaya Hidup, Hobi dan Olahraga (Gahora) DPN Partai Gelora Indonesia Kumalasari (Mala) Kartini menegaskan, Okto Maniani bisa menyuarakan aspirasi mengenai pembinaan, pengembangan olahraga, khususnya sepak bola melalui Partai Gelora.

“Senang sekali mantan pemain Timnas Okto Maniani gabung ke Partai Gelora Indonesia. Bisa menyuarakan permasalahan dalam pembinaan, pengembangan olahraga pada umumnya dan cabang sepak bola pada khususnya,” kata Mala.

Sebagai tokoh muda, kata Mala, Okto Maniani bisa menjadi magnet untuk mengajak kawula muda berbondong-bondong bergabung dengan Partai Gelora.

“Tentunya Okto Maniani bisa mengajak kawula muda untuk gabung di Partai Gelora Indonesia,” pinta Mala.

Okto Maniani sendiri menyatakan, bergabungnya dirinya ke Partai Gelora dalam rangka mengaktualisasikan kreatifitas orang-orang Papua. Karena itu, Okto Maniani pun mengajak para milineal Papua segera bergabung ke Partai Gelora.

“Saya sudah gabung, kamu kapan? Saya Okto Maniani, pemain sepak bola Indonesia. Gelora Indonesia jaya,” kata Okto Maniani

Oktovianus Maniani, lahir di Jayapura pada 27 Oktober 1990 silam. Meski bertubuh mungil, pemain sepak bola asal Papua ini dikenal memliki kecepatan berlari dan gocekan yang apik. Kecepatan dan kemampuan olah bolanya membuatnya kerap merepotkan bek-bek lawan

Sebelum pandemi Covid-19, Otto Maniani Persiba Balikpapan di Liga 2 pada 2020 lalu. Dia dipanggil untuk memperkuat Indonesia U-23 di ajang Sea Games 2011 di mana Indonesia menjadi tuan rumah.

Pada Indonesia Super League (ISL) tahun 2010-2011, Otto Maniani dipinang oleh klub Sriwijaya FC yang dilatih oleh Ivan Kolev. Okto Maniani juga pernah memperkuat Arema Cronus, Madura FC, Perserang, Persewar Waropen dan lain-lain.

Otto Maniani juga pernah tergabung dalam Indonesia untuk persiapan Piala AFF 2010 di bawah asuhan Alfred Riedl. Ia pun masuk skuat pemain Timnas senior dan memperkuat Indonesia dalam even-even internasional.

Pada 2015, Otto Maniani ikut bermain dalam sinetron serial Madun yang tayang di SCTV. Sinetron yang diproduksi Amanah Surga Productions ini, mengisahkan perjuangan seorang remaja bernama Madun untuk pemain bola. Otto Maniani sendiri dalam sinetron ini tetap berperan sebagai Okto Maniani, pemain sepak bola asal Papua.

Anis Matta Minta Data Kematian Covid-19 tidak Dihapus, Kredibilitas Taruhannya

, , , , , , , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Anis Matta menyatakan, bahwa penghapusan data kematian Covid-19 dapat menciderai kredibilitas Indonesia di mata dunia internasional.

“Data kematian akibat Covid-19 merupakan data standar dunia, seluruh negara terutama negara G20 melaporkannya secara harian, bila Indonesia tidak menyertakan data kematian tersebut, kredibiltas Indonesia dapat terciderai, Indonesia bisa tidak diakui mengikut standar pelaporan WHO,” ujar Anis Matta saat memberikan pengantar Gelora Talks dengan tema ‘Waspada! Ancaman Covid-19 Merambah Pedesaan’, Rabu (11/8/2021).

Diskusi ini menghadirikan narasumber Kasubbid Tracing Satgas Covid-19 dr Koesmedi Priharto Sp.OT M.Kes, Pakar Kebijakan Bioteknologi dan Kesehatan  IPMI Business School  Sidrotun Naim, M.P.A., Ph.D, serta Ahli Epidemiologi Lapangan, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dr. Yudhi Wibowo

Seperti diketahui, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Selasa (10/8/2021) mengumumkan pemerintah memutuskan untuk tidak mengeluarkan angka kematian warga terinfeksi virus corona dari indikator penilaian Covid-19.

Sebab, alur data pencatatan kematian di Indonesia masih belum real time. Pemerintah beralasan kematian yang diumumkan harian oleh pemerintah, bukan kumulatif kasus di hari yang sama, melainkan sumbangan beberapa kasus kematian yang terjadi di beberapa hari sebelumnya.

Anis Matta menyarankan data kematian tersebut seharusnya diperbaiki sesegara mungkin, bukan kemudian dihapuskan dalam pelaporan data harian Satgas Covid-19

“Seharusnya pemerintah memperbaiki data yang bermasalah tersebut secepatnya sehingga data tersebut dapat dimanfaatkan untuk keperluan validasi penangganan pandemi dan konsekuensi data tersebut berguna menentukan kebijakan pemerintah yang tepat untuk masa depan,” ujar Anis Matta.

Anis Matta ingatkan bahwa Indonesia harus mengirim sinyal baik kepada dunia internasional bahwa prinsip keterbukaan, kejujuran dan transparansi selalu diterapkan dalam penanganan Covid-19 selama ini.

“Indonesia memiliki persoalan data yang perlu diperbaiki tidak hanya dalam data kematian Covid, juga data yang menyangkut testing, tracing dan treatment sehingga dunia tidak perlu ragu akan kredibilitas data Indonesia karena sebagai negara demokrasi Indonesia menganut prinsip keterbukaan, kejujuran dan transparansi yang selalu diterapkan dalam penanganan Covid-19 selama ini,” ujar Anis Matta.

Menanggapi hal ini, Kasubbid Tracing Satgas Covid-19 dr.Koesmedi Priharto menolak menjawab soal penghapusan data kematian.

“Kenapa jadi dihapus, ya saya belum dapat apa namanya, siapa yang memberikan keputusan. Saya cuman berpikir marilah kita bersatu, bergotong royong, jangan saling menyalahkan. Tidak ada yang ingin berbuat kesalahan,” kata Koesmedi. 

Namun, Epidemiologi Lapangan Unsoed dr. Yudhi Wibowo menilai penginputan data yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sangat buruk, bukan hanya soal data kematian, tetapi juga soal data perkembangan kasus baru.

“Data-data yang ada, dasarnya dari asesmen data yang diolah oleh Kementerian Kesehatan, tapi maaf masalah penginputan datanya jelek, cukup lama data kasus baru yang diinputkan,” kata Yudhi Wibowo.

Pakar Kebijakan Bioteknologi dan Kesehatan IPMI Business School Sidrotun Naim, M.P.A., Ph.D berharap Partai Gelora terus mendorong upaya  vaksinasi, meskipun vaksinasi tidak bisa mencegah penularan Covid-19, apapun jenis vaksin yang diberikan.

“Paling tidak jika terkorfimasi Covid-19 tidak sampai parah dan data kematiannya tidak terjadi kenaikan. Kita berharap peran Partai Gelora mendorong kerjasama vaksinasi di  masyarakat,” kata Sidrotun Naim, alumnus Harvard University ini.

Pandemi Covid-19 Ancam Krisis Generasi, Partai Gelora: Pendidikan Nasional Dalam Kondisi Darurat

, , , , , ,

Partaigelora.id – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menilai sistem pendidikan Indonesia terpukul imbas dari pandemi Covid-19 yang tidak diketahui kapan akan berakhir.

Hal ini mengakibatkan proses belajar mengajar dan penciptaan sosial interaksi antar siswa dengan guru menjadi terhambat, sehingga menyebabkan jumlah anak putus sekolah cukup tinggi.

“Kami menemukan fakta lapangan yang menunjukan anak putus sekolah cukup tinggi, terutama menimpa anak-anak yang berasal dari keluarga menengah ke bawah,” kata  Styandari Hakim (Tyan), Ketua Bidang Pelayanan Masyarakat (Yanmas) DPN Partai Gelora Indonesia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/8/2021).

Menurut Tyan, Partai Gelora telah melakukan pemantauan secara langsung terhadap sekolah-sekolah di wilayah Jabodetabek. Pemantauan dilakukan melalui wawancara secara online dengan beberapa guru dan kepala sekolah di Jabodetabek.

Tyan mengatakan, ada beberapa penyebab anak putus sekolah saat pandemi Covid-19, antara lain mereka memutuskan menikah muda, bekerja membantu orang tua, menunggak iuran SPP dan kecanduan game online.

“Kasus tersebut terjadi di hampir 90 sekolah swasta dan 75 persen kasus berada dari jenjang SMA/SMK,” ungkap Tyan.

Kasus tersebut, lanjutnya, baru temuan di wilayah Jabodetabek saja, belum di wilayah lainnya di Indonesia. Kondisi ini tentu saja sangat memprihatinkan dan perlu mendapatkan perhatian agar tidak terjadi krisis generasi akibat pandemi.

Untuk mengantisipasi hal itu, Partai Gelora mendorong pemerintah pusat dan daerah memberikan subsidi atau beasiswa dan fasilitas sekolah daring.

“Penanganan ini tentunya memerlukan kehadiran negara serta dukungan APBN dan APBD demi kelangsungan masa depan anak-anak bangsa,” ujarnya.

Tyan menegaskan,  pendidikan merupakan ujung tombak kebangkitan bangsa dan sangat jelas tertulis di dalam pembukaan UUD 1945 bahwa negara harus mencerdaskan kehidupan bangsa dan memenuhi keberlangsungan hak anak atas pendidikan yang layak.

Partai Gelora akan membuat posko pengaduan masalah pendidikan melalui ‘Rumah Yanmas’ di seluruh Indonesia. Posko pengaduan itu diperlukan untuk menghimpun data dan melakukan pendampingan kepada para pelajar/mahasiswa yang putus sekolah/kuliah agar dapat teradvokasi dengan baik.

“Alarm darurat Pendidikan Nasional harus segera dinyalakan agar pemerintah kembali fokus dalam proses penanganan pendidikan agar generasi penerus bangsa Indonesia yang sangat berharga ini tidak kehilangan masa depannya,” ujar Tyan.

“Apabila hal ini dibiarkan dan tidak ada kepedulian dari semua pihak, maka akan berdampak pada pembangunan, kemajuan dan keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Ketua Bidang Yanmas DPN Partai Gelora Indonesia ini.

Krisis Terus Berlanjut, Anis Matta: Jangan Menyerah, Indonesia Terus Optimis

, , , , , , , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta meminta seluruh fungsionaris di tingkat pusat dan daerah mewaspadai rute lanjutan dari pandemi Covid-19 dan potensi bencana alam dalam beberapa bulan ke depan.

Anis Matta sendiri telah mengkategorikan krisis pandemi Covid-19 ke dalam empat rute. Yakni rute pertama pandemi, rute kedua krisis ekonomi, rute ketiga krisis sosial dan rute keempat krisis politik.

“Pandemi Covid-19 sudah dan tanda-tanda masuk ke rute krisis sosial. Tekanan ekonomi yang makin berat dirasakan masyarakat lapis bawah dan makin berat dengan PPKM, memuculkan protes dan aksi pembangkangan masyarakat terhadap kebijakan atau keputusan pemerintah,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Sabtu (7/8/2021).

Pesan tersebut juga telah disampaikan Anis Matta saat memberikan arahkan dalam Rakornas VII Partai Gelora Indonesia membahas ‘Agenda Kerja 32 Bulan Menuju Sukses Pemilu 2024 dan Arah Baru Indonesia’ yang diselenggarakan secara virtual pada Kamis (5/8/2021) malam.

Menurut Anis Matta, beban masyarakat akan semakin berat manakala Indonesia memasuki siklus musim penghujan, yang seringkali dibarengi dengan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. 

“Kita lihat nanti di bulan bulan Oktober sampai Februari begitu musim penghujan datang, kita akan punya masalah besar lagi, dan Eropa banjir pada musim panas. Jadi kombinasi pandemi dan bencana alam ini akan mengguncang pikiran semua orang, public mood masyarakat,” katanya.

Karena itu, Anis Matta meminta pengurus dan anggota Partai Gelora di seluruh Indonesia terus mambangun komunikasi dengan masyarakat untuk mendengar dan mengukur suasana hati dan pikiran mareka (public mood).

“Partai Gelora harus terus berkomunikasi yang nyambung dengan public mood, lalu terlibat aktif membantu. Pendekatannya dengan edukasi dan pelayanan,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Anis Matta, masyarakat  diselimuti kebingungan menghadapi situasi karena begitu banyaknya disinformasi yang tidak jelas atau hoaks.

“Masyarakat yang kesulitan kita bantu dengan pelayanan langsung maupun tidak langsung, termasuk di desa-desa yang mulai dirambah oleh pandemi Covid-19,” katanya.

Untuk memberikan semangat kepada masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19, Partai Gelora Indonesia telah meluncurkan dua buah lagu usai Rakornas VII pada Kamis (5/8/2021) berjudul Jangan Menyerah dan Indonesia Optimis.

Kisah Nabi Daud Kalahkan Jalut, Jadi Inspirasi Partai Gelora Menghadapi Pemilu 2024

, , , , , , , , ,

Partaigelora.id – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia optimis menghadapi Pemilu 2024 mendatang, Sebab, krisis dipandang sebagai peluang, dan keterbatasan menjadi alasan bagi Partai Gelora untuk bekerja lebih giat lagi.

“Agama kita mengajarkan, kuncinya ada empat, yaitu ketenangan, keuletan, keterarahan, dan kebangkitan. Partai Gelora ditakdirkan hadir di tengah krisis, Insya Allah kita optimis menghadapi pemilu 2024 yang akan datang,” kata Anis Matta, Ketua Umum Partai Gelora Indonesia.

Hal itu disampaikan Anis Matta dalam Rakornas VII Partai Gelora Indonesia membahas ‘Agenda Kerja 32 Bulan Menuju Sukses Pemilu 2024 dan Arah Baru Indonesia’ pada Kamis (5/8/2021) malam.

Rakornas VII yang di selenggarakan secara virtual ini dihadiri Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah, Sekretaris Jenderal Mahfuz Sidik, Bendahara Umum Ahmad Rilyadi, fungsionaris DPN, MPN, MP, DPW dan DPD se-Indonesia.

Dalam situasi sekarang, menurut Anis Matta, manusia perlu terus mencari ilham bagaimana cara menghadapi krisis, termasuk dalam strategi pemenangan Pemilu.

“Seperti dalam kisah Nabi Daud yang mengalahkan Jalut, karena ketenangan, keuletannya dan keterarahannya. Bani Israil itu menghadapi tantangan besar dari klan besar paling ditakuti dipimpin Raja Jalut,” katanya.

Nabi Daud kemudian menggunakan strategi untuk mengalahkan Raja Jalut, yakni mencari kelemahan lawan sebelum bertanding atau bertempur. Nabi Daud menyadari postur tubuhnya yang kecil, dibandingkan Raja Jalut yang tinggi besar.

“Nabi Daud juga tidak menggunakan pedang dan baju besinya sebagai sumber kekuatan dan tidak memilih bertempur dari jarak dekat. Tapi dia pakai batu, dan batu itu harus mengenai sasaran yang mematikan, yaitu jidat dan akhirnya Jalut bisa dikalahkan,”  katanya.

Anis Matta menilai ada pelajaran yang bisa diambil dari kisah tersebut, dimana oleh barat telah diangkat dalam sebuah film berjudul ‘David and Golith’.

“Perlawanan Nabi Daud melawan Jalut ini, saya selalu mendapatkan pelajaran. Kelemahan kita adalah kekuatan kita, dan kekuatan musuh adalah kelemahannya,” ujar Anis Matta.

Artinya, dalam memandang krisis ini kita harus fokus pada peluang yang tersedia. Bukan sebaliknya, selalu memandang keterbatasan, sehingga menurunkan performance yang tinggi dalam bekerja.

“Pesannya jelas kebangkitan, kita harus bangkit. Krisis itu seperti awan yang gelap, mungkin dia menurunkan hujan atau badai. Dan mereka yang tetap bekerja dalam situasi krisis akan mendapatkan keuntungan besar, jika krisis reda,” ujarnya.

Karena itu, Anis Matta yakin elektablitas dan popularitas Partai Gelora akan terus mengalami peningkatan menjelang Pemilu 2024 mendatang

Jika elektablitas Partai Gelora sudah pada angka 1.5 persen saat ini, maka sebelum Pemilu 2024 target elektabilitas 4 persen dan lolos Parliamentary Threshold akan tercapai. “Insya Allah Partai Gelora akan siap menghadapi Pemilu,” pungkasnya.

Jelang HUT ke-2, Partai Gelora Beri Orientasi Kepemimpinan kepada 5 Ribu Fungsionaris 514 DPD

, , , , , ,

Partaigelora.id – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia secara intensif tengah melakukan kaderisasi kepemimpinan untuk fungsionaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di tingkat kabupaten/kota se-Indonesia.

Kaderisasi kepemimpinan untuk fungsionaris DPD tersebut dikemas dalam Akademi Pemimpin Indonesia (API) yang ditargetkan mengkader 5.140 unsur pimpinan dari 514 DPD di seluruh Indonesia sampai Oktober 2021 mendatang.

“Menuju HUT Partai Gelora ke-2 pada 28 Oktober 2021, kami memang melanjutkan kaderisasi kepemimpinan untuk fungsionaris di 514 DPD tingkat kabupaten/kota. Targetnya sekitar 5.140 orang yang dikelola dalam program API Angkatan V hingga XII,” kata Hamy Wahjunianto, Ketua DPN Bidang Pengembangan Kepemimpinan Partai Gelora Indonesia dalam keterangannya, Selasa (3/8/2021).

Menurut dia, pada saat HUT ke-2, nantinya seluruh fungsionaris Partai Gelora dari pusat, provinsi dan kabupaten/kota diharapkan sudah mengikuti kaderisasi kepemimpinan.

Pada Jumat hingga Minggu (30-31 Juli & 1 Agustus 2021) lalu, telah digelar API Angkatan VI untuk fungsionaris DPD di wilayah Sumatera, Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat yang diikuti oleh 469 peserta.

Sebelumnya, hingga Juli lalu, sudah dikader sebanyak 1082 fungsionaris dari tingkat pusat dan provinsi, melalui API angkatan I hingga V.

Hamy menegaskan, usai mengkader 5.140 fungsionaris dari 514 DPD, Partai Gelora akan melanjutkan pengkaderan terhadap fungsionaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) atau kecamatan.

“Kami juga sudah merencanakan untuk menyelenggarakan kaderisasi kepemimpinan untuk seluruh fungsionaris tingkat DPC sampai akhir tahun 2021,” ujarnya.

Sehingga ketika mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai peserta Pemilu 2024 pada Juli 2022 mendatang, seluruh struktur Partai Gelora sudah lengkap 100% sampai tingkat kecamatan.

“Dan seluruh fungsionaris sampai struktur tingkat kecamatan atau DPC, sudah mengikuti program Akademi Pemimpin Indonesia tahap pertama, yaitu kaderisasi kepemimpinan. Kami siap menyongsong Pemilu 2024,” pungkas Hamy.

Sebagai partai baru, Partai Gelora Indonesia sudah mengantongi SK Kemenkumham pada Mei 2020 lalu. Struktur Partai Gelora secara nasional dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota dan kecamatan sudah hampir rampung.

Partai Gelora sudah memiliki  kepengurusan 100 persen di tingkat DPW (34 provinsi) dan DPD (514 kabupaten/kota), serta DPC (kecamatan) sebanyak 80 persen. Pada Oktober 2021 struktur DPC ditargetkan tuntas 100 persen di 7.235 kecamatan.

Pandemi Covid-19 Diperkirakan Berakhir 5 Tahun Lagi, Epidemiolog Ingatkan Potensi Chaos di Masyarakat

, , , , , ,

Partaigelora.id -Ahli epidemiolog klinis (clinical epidemiolog) Ahlina Institute Dr Tifauzia Tyassuma memperkirakan pandemi Covid-19 di Indonesia bakal berlangsung lama antara 3-5 tahun lagi, dan masih sulit untuk dikendalikan hingga 2022 mendatang.

Sebab, Covid-19 memiliki karakter melakukan mutasi, membentuk varian-varian baru seperti Varian Delta yang memiliki daya tular cepat dan mematikan terhadap pasien yang terjangkiti virus Corona.

“Kita mesti siap-siap dari sekarang, pandemi ini tidak akan berhenti di akhir 2022, karena virus ini memiliki karakter melakukan mutasi. WHO sudah memberi nama dengan abjad-abjad Yunani, dan kalau lihat mutasinya, abjad Yunani bisa habis untuk menamai Virus Corona ini,” kata Dr Tifauzia Tyassuma seperti dikutip dari kanal YouTube Gelora TV, Senin (2/8/2021).

Menurut Dr Tifa-sapaan Tifauzia Tyassuma, pandemi Covid-19 di Indonesia diperkirakan masih akan berlangsung 3-5 lagi. Dalam kurun waktu itu, Covid-19 akan membentuk varian-varian baru lebih banyak lagi, termasuk varian lokal Indonesia yang bisa mencapai lima varian baru

“Pandemi ini sedikitnya, masih akan berlangsung antara 3 sampai 5 tahun 3 lagi dengan dengan asumsi, bahwa mutasi yang terjadi ini belum ada solusi untuk dilakukan pengendalian sama sekali,” ujarnya.

Namun, ahli penyakit menular dan tidak menular ini berpendapat, bahwa pandemi Covid-19 akan hilang dengan sendirinya sesuai dengan karakternya sebuah virus. Apabila sudah tidak ada inang untuk berkembang biak dan tidak bisa melakukan mutasi di tubuh manusia.

“Jika berlandaskan pada karakterdari virus dan sifat dari pandemi yang terjadi selama ini di dunia, akan menyelesaikan dirinya sendiri pada suatu ketika virus ini tidak bertemu lagi dengan manusia yang menjadi inang,” jelasnya.

Hal itu terjadi apabila seluruh manusia sudah memiliki antibodi atau kekebalan, baik mereka yang telah terinfeksi secara alamiah (terpapar Covid-19) maupun yang dimasukkan virus kedalam tubuh melalui vaksin.

“Sejak September 2020, saya sudah berikan warning, kalau seandainya menjadi jalan keluar, maka vaksin yang harus diberikan pemerintah adalah vaksin sultan, vaksin dengan efektifitas tertinggi sampai 92 seperti di Amerika dan Eropa, bukan seperti sekarang,” katanya.

Dr Tifa mengkhawatirkan, dampak pandemi Covid-19 yang akan berlangsung lama dan berkepanjangan bisa menimbulkan frustasi di masyarakat, dan  berujung pada kerusuhan massa (chaos) di masyarakat. 

“Ini yang paling kita khawatirkan, kita mesti bersama-sama segera bahu-membahu untuk mencegah, jangan sampai krisis sosial ini menjadi chaos,” kata Clinical Epidemiolog Ahlina Institute ini.

Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengatakan, dengan asumsi pandemi Covid-19 bakal berakhir 3-5 tahun lagi, maka pemerintah bisa membuat prediksi yang lebih akurat dan mengambil langkah tepat dalam menangani masalah ini.

Sehingga pemerintah dapat mengantisipasi terjadinya chaos dengan  mengelola suasana jiwa masyarakat (public mood) saat ini diliputi kesedihan, ketakutan, kemarahan dan frustasi. Kondisi tersebut bisa saja berbuah pada ledakan sosial dan krisis politik,  bahkan pembangkangan sipil oleh masyarakat.

“Kita tidak tahu apakah ada kejutan baru antara 3 sampai 5 tahun kedepan, tapi ini tantangan besar dalam ketahanan fiskal dan kapasitas pemerintah untuk melalui tahun-tahun itu. Kita bisa membuat prediksi yang lebih akurat dalam menghadapi masalah agar tidak terjadi ledakan sosial atau pembangkangan sipil,” tegas Anis Matta.

Partai Gelora, Partai Baru dengan Elektabilitas Tertinggi

, , , , , , ,

Partaigelora.id – Lembaga survei Suara Milenial Institute merilis survei terbaru tentang elektabilitas partai politik di masa pandemi pada Jumat (29/7/2021) lalu.

Dalam survei itu terlihat elektabilitas Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sebagai partai baru mencapai 1,5 persen dan menggeser elektabilitas beberapa partai lama.

Hasil lembaga survei Suara Milenial Institute ini menambah deretan daftar lembaga survei yang terus mengunggulkan elektablitas Partai Gelora sebagai pendatang baru dalam kancah perpolitikan Indonesia.

Sebelumnya ada lembaga survei Litbang Kompas, Parameter Politik Indonesia dan Rekode Research Center. Ketiga lembaga survei itu menilai pengenalan atau popularitas, dan elektabilitas Partai Gelora tertinggi diantara partai-partai baru. 

“Alhamdulillah. Angka 1.5% sebagai bukti bahwa kerja struktur dan anggota partai berjalan semakin efektif,” kata Mahfuz Sidik dalam keterangannya, Minggu (1/8/2021).

Dalam situasi pandemi, kata Mahfuz, tidak mudah untuk melakukan konsolidasi apalagi bagi partai baru.

“Saya bersyukur semua itu tidak dianggap sebagai hambatan bagi para kader,” katanya.

Mahfuz mengungkapkan, mayoritas kader Partai Gelora adalah anak-anak muda, dari berbagai latar belakang, termasuk dari berbagai partai lama. Mereka mengusung semangat kolaborasi di tengah pembelahan masyarakat yang sangat parah saat ini.

Survei elektabilitas partai yang dilakukan Lembaga survei Suara Milenial Institute ini dilaksanakan selama sepekan 15-22 Juli dengan total responden sebanyak 1.000 orang.

Pengambilan sampel menggunakan metode random sampling melalui telefon. Margin of error 3,01 persen, dengan tingkat kepercayaan 95%.

Survei menunjukkan partai-partai lama mengalami penurunan elektabilitas. Partai Gelora memperoleh 1,5%,  hampir dua kali lipat dibandingkan partai umat 0,8%, Masyumi Reborn 0,4%.

Elektabilitas Partai Gelora bahkan mengalahkan partai-partai lama, Berkarya 0,5%, Hanura 0,4%, PBB 0,3 %, Garuda 0,2%, dan PKPI 0,1%.

Menurut Mahfiuz, struktur Partai Gelora secara nasional sudah hampir rampung. Partai Gelora sudah memiliki  kepengurusan 100 persen di tingkat DPW (provinsi) dan DPD (kabupaten/kota), serta DPC (kecamatan) sebanyak 80 persen.

“Di tengah situasi sulit, Partai kami telah memiliki struktur di 80% kecamatan, dan akhir tahun ini akan kami tuntaskan 100% atau 7.235 DPC,” ungkap Mahfuz.

Adapun jumlah kader saat ini lebih dari 300 ribu orang, dengan angka pertumbuhan jumlah anggota sangat progesif, mencapai 2.000 orang per hari.

“Anggota yang sudah terekrut tersebut, secara simultan sedang mengikuti program orientasi dan kepemimpinan,” katanya.

Selain itu Partai Gelora, kata Mahfuz, juga mulai mengembangkan komunikasi politik melalui berbagai platform media sosial (medsos)

Hal ini dilakukan Partai Gelora dalam rangka berpartisipasi untuk memberikan edukasi tentang pandemi Covid-19 agar masyarakat diberikan informasi yang benar secara saintifik, keagamaan, medis dan sosial.

“Saat ini kami berpartisipasi dalam program informasi edukasi tentang pandemi Covid-19. Kami lakukan dengan pendekatan keagamaan, medis dan juga sosial. Hal ini saya kira ikut meningkatkan pengenalan masyarakat terhadap Partai Gelora,” pungkas Mahfuz

Pemerintah Jangan Pelit Sama Rakyat, Jangan Kasih Vaksin Murahan

, , , , ,

Partaigelora.id – Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya Indonesia 2015-2016 Rizal Ramli menilai tingginya kasus Covid-19 dan angka kematian di Indonesia akibat virus Corona di Indonesia,salah satunya karena pemerintah dinilai pelit sama rakyatnya.

Hal itu, kata Rizal Ramli, bisa dilihat dari keengganan pemerintah dalam menerapkan lockdown dan menjalankan UU No.6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, serta pemberian vaksin yang efektifitasnya  sangat rendah.

“Rakyat kita mau nggak divaksin? Kebanyakan mau banget, cuman  jangan divaksin yang efektivitasnya sangat rendah , yaitu Sinovac yang hanya 55 %. Artinya, dari 100 yang divaksin, 55 % benar-benar efektif, tapi sisanya 45 %  bisa kena lagi,” kata Rizal Ramli dalam Gelora Talks dengan tema ‘Pandemi Berlanjut Akankah Memicu Krisis Sosial’ di Jakarta, Rabu (29/7/2021) petang.

Rizal Ramli meminta pemerintah tidak berjudi dengan nasib rakyat Indonesia dengan melanjutkan pemberian vaksin Sinovac. Pemerintah harus memberikan vaksin yang efektifitasnya diatas 97 persen seperti Pfizer, Moderna dan lain-lain.

“Ini rakyat kita divaksin yang efektifitasnya hanya setengahnya,  itulah masalahnya kenapa banyak yang udah divaksin kena lagi. Jangan dong berjudi dengan nasib rakyat dengan vaksin Sinovac. Jangan pelit sama rakyat, dikasih vaksi kelas Sinovac, mestinya Pfizer, Moderna atau apalah yang efektiftasnya di atas 97,” katanya.

Menurut Rizal, dengan pemberian vaksin yang lebih mahal, dengan target herd community (kekebalan komunal), misalnya 180 juta rakyat dikalikan dua kali dosis suntikan menjadi 360 suntikan. Per harinya dilakukan 2 juta suntikan, maka dalam tempo enam bulan targetnya tercapai.

“Saya ingat ketika Presiden Joe Biden dilantik 15 Januari, pokoknya sebelum hari kemerdekaan Amerika tanggal 4 Juli, Covid-19 tak boleh lagi jadi masalah utama. Terbukti dalam waktu kurang dari 6 bulan, Covid-19 di Amerika relatif bisa dikendalikan,” ungkapnya.

Rizal Ramli menegaskan, dalam perang melawan Covid-19 ini diperlukan kepemimpinan yang tegas dan berpihak kepada rakyat. Bukan sebaliknya, berubah-ubah kebijakan, namun hasilnya nihil, dimana kasus penularan dan tingkat kematian Covid-19 masih tinggi.

“Kita tidak mau lockdown, tapi faktanya kita di lockuout semua negara seperti Amerika, Eropa, Saudi Arabia, Singapura dan Jepang. Daripada di lockout lebih baik, kita lockdown. Cuman sediakan Rp 415 triliun saja,” kata mantan Menko Perekonomian era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini.

Anggaran sebesar Rp 415 triliun itu, diperlukan untuk lockdown selama tiga bulan. “Kita harus kasih makan 77 juta keluarga kurang mampu. Satu bulan Rp 105 Triliun, tiga bulan Rp 315 triliun, obat gratis Rp 100 triliun, paling hanya butuh Rp 415 triliun,” katanya.

Namun, menurut Rizal Ramli, pemerintah dinilai memilih menghindari tanggungjawab untuk melaksanakan lockdown seperti diamanatkan UU No.6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

“Sekarang ini anggaran Rp 1.035 triliun pada 2020 tidak ada efeknya. Kalau kasih makan rakyat, yang dikasih ecek-ecek, kasih bansos, itupun 1/3 -nya dikorupsi. Kita harus berpihak kepada rakyat,” ujarnya.

Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta menyatakan kekhawatirannya, bahwa vaksin yang ada tidak cukup kuat menghadapi varian-varian baru Covid-19. Sehingga masih dibutuhkan beberapa kali vaksin lagi, tidak cukup dua dosis suntikan, bisa tiga hingga lima dosis suntikan.

“Pertanyaan yang sulit dijawab, berapa lama pemerintah bisa bertahan dalam situasi seperti ini. Daya tahan fiskal pemerintah, apakah mampu mengatasi persoalan ini, karena krisis akan jauh lebih besar dari yang diperkirakan,” kata Anis Matta.

Menanggapi hal ini, Rizal Ramli lantas ‘menyentil’ Partai Gelora untuk  untuk bersikap kritis terhadap pemerintah demi kepentingan rakyat, khususnya dalam penanganan pandemi Covid-19.

“Menurut saya,  This Is The Time. Mumpung di luar pemerintahan, kalau sudah di dalam nanti banyak pertimbanganya. Saya minta Partai Gelora lebih vokal, lebih berani menyuarakan kepentingan rakyat,” tegas Rizal yang disambut senyum Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta.

Rizal Ramli menambahkan, kondisi perekonomian Indonesia saat ini bertambah anjlok dan penanganan pandemi Covid-19 semakin tidak terkendali.

Rizal Ramli berharap Partai Gelora yang memiliki visi ‘Arah Baru Indonesia’ dan konsen dalam penyelesaian krisis bisa berperan lebih aktif lagi dalam menyuarakan aspirasi rakyat dan memberikan masukan kepada pemerintah agar dapat mengambil langkah tepat dalam membuat kebijakannya.

“Berjuanglah untuk rakyat,  pemerintah tidak mampu kok menyelesaikan krisis ekonomi, malah semakin anjlok dalam menyelesaikan krisis pandemi in,” pungkas Rizal Ramli.

Alamat Dewan Pengurus Nasional

Jl. Minangkabau Barat Raya No. 28 F Kel. Pasar Manggis Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan 12970 Telp. ( 021 ) 83789271

Newsletter

Berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan kabar terbaru.

X