Category: Kegiatan

Mau Jadikan Pemain Global, Mahfuz: Kekuatan Militer Indonesia Harus Naik Kelas

, , , , , ,

Partai gelora.id – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) berpandangan untuk menjadikan kekuatan militer Indonesia sebagai ‘pemain global’,   diperlukan dukungan anggaran militer sebesar Rp 500-600 triliun pertahun. Kekuatan militer Indonesia saat ini berada diperigkat 16 dunia dan harus naik kelas masuk lima besar dunia.

“Kalau punya misi menjadikan Indonesia sebagai pemain global, maka harus memajukan kekuatan militernya. Kekuatan militer Indonesia harus naik kelas dari peringkat 16 menjadi peringkat lima,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelora Indonesia Mahfuz Sidik dalam keterangannya, Jumat (4/6/2021).

Hal itu disampaikan Mahfuz dalam Gelora Talk ‘Reformasi Sistem Pertahanan Nasonal dan Urgensi Modernisasi Alutsista TNI pada Rabu (2/6/2021) petang lalu.

Mahfuz menegaskan, berdasarkan survei kekuatan militer negara-negara di dunia tahun 2020, lima besar dunia saat ini diduduki oleh Amerika Serikat, Rusia, China, India dan Prancis, sementara Indonesia berada diperingkat 16.

“Kalau lihat perbandingan dengan Prancis, budget militernya pertahun sampai antara 500-600 triliun. Sementara Indonesia, kalau kita lihat Renstra 25 tahun yang sedang disusun Kemenhan sebesar Rp 1.760 triliun untuk 2020-2044. Itu relatif kecil untuk lima Restra, 1,5 persen dari PDB” jelasnya.

Sementara jika melihat, Renstra MEF 2020-2024 yang tengah berjalan pada tahap ketiga dengan capaian 75 persen, kata Mahfuz, untuk pertahanan TNI AL saja, pengalokasian anggarannya hanya sekitar 40 persen dari total anggaran Renstra MEF

“Apakah visi Presiden Jokowi (Joko Widodo) menjadikan Poros Maritim Dunia tidak di dukung oleh penguatan porsi pertahanan? Angkatan Laut kita minimal harus punya 3 kapal selam super canggih untuk mengamankan tiga ALKI, bukan kapal yang berusia 30 tahunan, dan butuh beberapa kapal untuk pengalawan juga,” ujar Mahfuz.

Tiga kapal selam super canggih tersebut, juga diperlukan untuk menjaga kawasan perbatasan dengan negara lain, seperti perbatasan di Laut China Selatan yang tengah mengalami ketegangan akibat klaim sepihak China terhadap kawasan tersebut.

Selain itu, Indonesia perlu memiliki satelit militer sendiri untuk mengamankan wilayah udara Indonesia agar tidak dikontrol negara lain. Sebab, terasa janggal apabila menggunakan satelit dari negara lain, sementara Indonesia memiliki tentara dan kekuatan militer sendiri.

“Jadi bagaimana terjemahan dari anggaran Rp 1.760 triliun itu, apalagi ditarik maju 2024. Lalu, apakah sudah ada evaluasi Restra MEF 2020-2024, masih ada sisa capaian sebesar 25 persen dan penganggarannya juga dihitung dari 2020. Disinilah ada ruang abu-abu itu, kita juga punya hak untuk mendapatkan informasinya,” tandas Mahfuz.

Karena itu, pemerintah diharapkan mendefinisikan ulang asumsi-asumsi dasar dan proyeksi di dalam membangun postur pertahanan, termasuk strategi dan doktrinnya.

“Kalau kita membedah Buku Putih Pertahanan dan Renstra 2020-2024, ada dua hal yang belum kuat menjadi asumsi perencanaan, yaitu respon memperkuat negara maritim dan perkembangan teknologi komunikasi di era digital,” katanya.

Partai Gelora, lanjutnya, akan terus mendorong untuk membuka ruang diskusi atau wacana ini.

“Kita akan membuka diskursus atau wacana ini, karena menyangkut ketahanan nasional dalam membangun indonesia ke depan. Kita tidak boleh memulainya dengan asumsi yang salah,  apalagi perencanaan asal-asalan. Itu yang paling penting,” pungkas Mahfuz.

Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta menambahkan, ketika ingin menjadikan militer Indonesia menjadi kekuatan militer kelima dunia, maka dibutuhkan roapmap jangka panjang.

Asumsi-asumsi dasar mengenai sistem pertahanan saat ini, lanjutnya, harus dilakukan perubahan secara fundamental, terutama menyangkut konflik global dan perang masa depan.

“Asumsi-asumsi yang kita percaya selama ini, harus kita harus dipertanyakan kembali. Karena semua asumsi dasar ini,  menentukan cara kita memandang strategi pertahanan. Hal ini menjadi entry point bagi Partai Gelora memulai pembicaraan yang lebih strategis,” katanya

Isu Alutsista Mencuat, Anis Matta: Kekuatan Militer Indonesia Harus Jadi Lima Besar Dunia

, , , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menegaskan, Indonesia harus menjadi kekuatan lima besar dunia sejajar dengan Amerika Serikat, Uni Eropa, Rusia dan China. Maknanya, adalah secara militer kekuatan militer Indonesia juga harus lima besar dunia. 

“Ketika kita ingin menjadikan Indonesia sebagai lima besar dunia, maka maknanya adalah secara militer Indonesia juga menjadi kekuatan militer kelima dunia,” kata  Anis Matta dalam Gelora Talk ‘Reformasi Sistem Pertahanan Nasional dan Urgensi Modernisasi Alutsista TNI’ di Gelora Media Centre, Jakarta, Rabu (2/5/2021) petang.

Namun, hal itu membutuhkan roadmap dan reformasi sistem pertahanan, serta  modernisasi alutsista. Hal ini akan menjadi agenda strategis yang akan diperjuangkan Partai Gelora sebagai bentuk partispasi dalam politik.

“Agenda tersebut, adalah salah satu pilar dari dari cita-cita menjadikan Indonesia sebagai kekuatan lima besar dunia, selain ilmu pengetahuan, ekonomi dan juga militer,” katanya.

Dalam diskusi yang dihadiri Ketua Komisi I DPR 2010-2016, pengamat pertahanan Dr. Connie Rahakundini Bakrie dan Anggota Komite Kebijakan Industri Pertahanan Mayjen TNI Pur Tri Tamtomo itu, Anis Matta, reformasi pertahanan nasional harus segera dilakukan karena ada perubahan landscape global akibat pandemi.

Karena itu, Anis Matta, meminta asumsi-asumsi dasar mengenai sistem pertahanan nasional saat ini harus dilakukan perubahan secara fundamental, terutama menyangkut isu konflik global dan perang masa depan.

“Asumsi-asumsi yang kita percaya selama ini, harus kita pertanyakan kembali. Isu alutsista yang sedang mencuat menjadi entry point bagi Partai Gelora untuk memulai pembicaraan yang lebih strategis,” lanjutnya.

Anis Matta menegaskan, Partai Gelora tidak ingin terjebak soal ‘isu mafia alutsista’, karena yang lebih penting membicarakan asumsi-asumsi dasar strategi pertahanan ke depan.

“Ini adalah satu momentum, saat isu alutsista mencuat untuk memulai pembicaraan yang fundamental, menyusun strategi pertahanan kedepan,” tegasnya.

Ketua Komisi I DPR 2010-2016 Mahfuz Sidik mengatakan, angaran Rencana Strategis (Renstra) pertahanan Indonesia sebesar Rpp 1.760 triliun untuk periode 2020-2044 yang dipercepat ke 2024 dinilai masih sulit untuk mendongkrak kapabilitas sistem pertahanan.

Kekuatan militer suatu negara, lanjut Mahfuz, juga harus ditopang dengan kekuatan industri pertahanan yang memproduksi alat pertahanan sendiri di dalam negeri.

“Artinya, belanja pertahanan juga dibelanjakan di dalam negeri dengan memproduksi alat-alat pertahanan seperti negara maju, Amerika dan Prancis yang berada di lima besar kekuatan pertahanan dunia,” kata Mahfuz, Sekjen Partai gelora Indonesia ini.

Namun, pengamat pertahanan Connie Rahakundini Bakrie justru mempertanyakan besaran anggaran pertahanan yang dipercepat di 2024.  Sebab, anggaran sebesar 1.760 triliun tersebut, dinilai terlalu besar tanpa adanya penjelasan.

“Pertanyaan saya, anggaran sebesar ini dalam tiga tahun kita mau beli apa dan kenapa mesti habis di 2024. Yang sudah di-clearkan dan dijelaskan Menteri Bappenas adalah dana sebesar USD 20 miliar. Selisih 104 miliar itu harus dijelaskan oleh Kementerian Pertahanan,” kata Connie.

Anggota Komite Kebijakan Industri Pertahanan Mayjen Pur Tri Tamtomo mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menginstruksikan agar penggunaan anggaran tepat sasaran karena pemerintah saat ini tengah berperang melawan Covid-19, sehingga anggaran di kementerian/lembaga dikurangi.

“Anggaran harus digunakan tepat sasaran dan jelas secara mutu. Alutsista yang dibeli juga tidak boleh mangkrak dan memberdayakan industri pertahanan. Industri pertahanan harus diperkuat dan dibangkitkan,” kata Tri Tamtomo.

Tri Tamtomo menambahkan, Kementerian Pertahanan harus bisa menjelaskan mengenai besaran kebutuhan anggaran pertahanan yang luar biasa ini di tengah pandemi Covid-19 tersebut agar tidak memicu polemik publik.

“Apakah ada perkembangan internasional kekuatan negara tertentu, perlombaan persenjataan di sekitar negara kita, apakah ada ancaman aktual atau ancaman lain yang ada pengaruhnya langsung atau tidak langsung kepada republik ini,” pungkasnya mantan Pangdam I Bukit Barisan inii.

Anis Matta: Regulasi Harus Bisa Mengikuti Kemajuan Teknologi

, , , , , , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menegaskan, regulasi mengenai keamanan nasional di era digital saat ini tidak bisa mengimbangi kemajuan teknologi yang maju sedemikian pesatnya.

Begitu satu regulasi selesai, muncul teknologi baru yang juga membutuhkan regulasi, sehingga diperlukan reformasi secara keseluruhan dalam sistem pertahanan.

“Regulasi tidak pernah bisa mengikuti. Kita baru selesai dari regulasi, satu teknologi baru sudah lahir dan membutuhakn regulasi baru lagi. Ini yang saya maksud, kenapa kita membutuhkan reformasi dalam pertahanan secara keseluruhan,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Senin (31/5/2021).

Hal itu disampaikan Anis Matta dalam Gelora Talk ‘Sistem Keamanan Nasional di Era Digital yang dihadiri mantan Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, serta pakar intelijen dan keamanan Andi Wijayanto pada Sabtu (29/5/2021).

Menurut Anis, reformasi sistem pertahanan harus dilakukan karena perang masa depan bukan perang secara fisik lagi, tapi perang sosial yang terjadi di masyarakat dengan menggunakan kemajuan teknologi, seperti pencurian data strategis.

“Yang menciptakan teknologi, Amerika Serikat juga tak luput dari pencurian data saat Pilpres lalu. Bahkan ilmuwan nuklir Iran, Fahrizadeh tahun lalu dibunuh, dan pemerintah Iran mengumumkan seluruh data nuklir mereka dicuri,” katanya.

Untungnya, Indonesia saat ini tidak memiliki negara yang menjadi musuh secara spesifik, hanya sekedar korporasi-korporasi kecil yang pekerjaanya memang melakukan pencurian data untuk kepentingan pribadi, seperti pencurian 279 data di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Tetapi supaya kita memandang persoalan ini, harus secara strategis dan bersikap jangka panjang karena pembobolan seperti ini, resiko permanen yang akan selalu ada. Sehingga kita perlu melakukan pendekatan baru dalam sistem dan strataegi pertahanan kita secara keseluruhan,” ujarnya.

Anis Matta menilai apabila tidak melakukan antisipasi dengan sistem dan strategi pertahanan baru, bukan musthail pembobolan data yang lain terjadi, bisa data militer, kepolisian atau data strategis lainnya.

“Kita belum kebayang saja, kalau data militer, kepolisian dan seterusnya. Ini semua bobol. Untungnya, kita juga tidak punya senjata nuklir, tiidak ada instalasi yang strategis banget, yang dicuri baru data BPJS,” katanya.

Anis Matta berharap pemerintah bisa melakukan ‘peramalan tren teknologi’ ke depan mulai dari sekarang ini, baik dari sudut pandang kehidupan sosial, ekonomi, politik, militer dan lain-lain. Sehingga Indonesia memiliki independensi dalam sistem pertahanan, karena didukung teknologi terbaru

“Kita pada satu kesimpulan mendudukkan masalah pembobolan data ini secara lebih komprehensif. Dan dari sisi pertahanann kita perlu merumuskan satu sistem dan strategi pertahanan baru, paling tidak Indonesia memiliki indepedensi dalam keamanan digitalnya,” katanya.

Karena itu, Anis Matta berharap regulasi yang dibuat bisa mencakup kemajuan teknologi saat ini dan masa depan. Sehingga ketika muncul teknologi baru, regulasi yang ada bisa digunakan.

“Kita di Partai Gelora ingin melemparkan isu ini supaya mengubah perbicangan publik kita dan berbicara dengan masalah serius seperti ini,” pungkas Anis Matta.

Jaga Keamanan Nasional di Era Digital, Anis Matta: Perlu Sistem dan Strategi Pertahanan Baru

, , , , , , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora)  meminta pemerintah Indonesia segera merumuskan sistem dan strategi pertahanan baru di era digital. Hal ini menyangkut keamanan nasional pasca pembobolan 279 data WNI di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Sekarang  baru kebobolan data BPJS, kita belum kebayang kalau data militer, kepolisian, dan seterusnya itu semua bobol. Ini yang kita belum kebayang,” kata Anis Matta dalam Gelora Talk ‘Sistem Keamanan Nasional di Era Digital di Gelora Media Centre, Jakarta, Sabtu (29/5/2021) petang.

Dalam diskusi yang juga dihadiri Menkominfo 2014-2019 Rudiantara, serta pakar intelijen dan keamanan Andi Wijayanto itu, Anis Matta menegaskan, dengan sistem pertahanan baru tersebut, maka akan cepat diketahui kelemahannya dimana,  apabila keamanan digitalnya berhasil dibobol.

“Kalau kita bicara keamanan digital, ini hulu masalahnya di mana, kita tidak tahu. Sehingga di sisi pertahanan, kita perlu rumuskan sistem dan strategi pertahanan yang baru, serta independen dalam teknologi seperti,” katanya.

Menurut Anis Matta, dalam sistem pertahanan dan keamanan nasional, Indonesia bisa mencontoh China dan Rusia yang paling jarang mengalami kebobolan, karena independen dalam teknologi. 

“Mungkin karena kita nggak punya negara yang jadi musuh secara spesifik, kita jadi abai. Musuh kita di era digital, bukan negara, tapi  korporasi kecil-kecil. Yang kerjaannya memang ngehack, mencuri data,” tegas Anis Matta.

Mantan Menkominfo Rudiantara mengungkapkan, Indonesia memang kerap menjadi sasaran serangan siber. Indonesia menjadi negara ketiga yang paling banyak mendapat serangan siber.

“Hari ini Indonesia masuk nomor 3 negara, setelah Mongolia dan Nepal, negara yang jadi target attack. Sampai jam hari ini sudah ada 8 juta attack di dunia, Jadi setiap detik ada malware, bukan hacking, bukan phising,” kata Rudiantara.

Malware adalah perangkat lunak yang ditujukan untuk memanipulasi hingga mencuri data digital.  Sedangkan hacking merupakan aktivitas penyusupan ke dalam sebuah sistem komputer ataupun jaringan dengan tujuan untuk menyalahgunakan ataupun merusak sistem.

Sementara phising adalah sebuah upaya menjebak korban untuk mencuri informasi pribadi, seperti nomor rekening bank, kata sandi, dan nomor kartu kredit.

Aksi phising bisa dilancarkan melalui berbagai media seperti e-mail, media sosial, panggilan telepon, dan SMS, atau teknik rekayasa sosial dengan memanipulasi psikologis korban.

“Ini terjadi ini dunia nyata kita, ini bukan menakut-nakuti. Ini memberi awarenesses betapa attack itu secara global terus menerus terjadi,” jelasnya.

Rudiantara meminta masyarakat rajin mengganti pin atau password secara rutin dalam menjaga kemananan data sehari-hari di era digital. Ia menganalogikan menjaga keamanan data seperti menjaga dompet. 

“Siapa yang berani simpan dompet di restoran tanpa diawasi? Semua kan disimpan di kantong baik-baik. Nah sama seperti di keamanan digital kita harus selalu ikhtiar. Ikhtiarnya apa? Dengan disiplin, dengan konsisten, menjaga kerahasiaan pin, password,” ujarnya.

Sementara itu, pakar intelijen dan keamanan Andi Wijayanto mengatakan, Indonesia sudah saatnya memperkuat teknologi di era digital untuk keamanan nasionalnya.

“Untuk amankan siber kita, untuk memperkuat keamanan nasional kita, kuncinya teknologi,” kata Andi.

Namun, penguatan teknologi digital Indonesia saat ini terhambat, karena pandemi Covid-19. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang terbentuk pada 2017 lalu, tidak dalam kondisi ideal untuk membangun infrastruktur, karena keterbasan pengalokasian anggaran. 

“Kepalanya sedang berupaya transformasi BSSN. Tiba-tiba ‘boom’, Covid-19. Jadi tertunda yang direncanakan. Karena harus prioritaskan Covid-19. Moga-moga pandemi segera berakhir,” pungkasnya

Blue Helmet Berikan ‘Hadiah Lebaran’ untuk Rakyat Palestina

, , , , , , ,

Partaigelora.id – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia telah memberikan donasi atau hadiah lebaran Idul Fitri 1442 H kepada warga Palestina yang menjadi korban serangan negara zionis Israel beberapa waktu lalu. Donasi tersebut diberikan oleh Blue Helmet, organisasi sayap dibawah bidang Pelayanan Masyarakat (Yanmas).

Selain donasi lebaran, Blue Helmet juga memberikan takjil untuk berbuka puasa dan sahur selama Ramadan lalu. Hal itu dilakukan Partai Gelora sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib rakyat Palestina.

Partai Gelora tidak ingin hanya sekedar menyampaikan narasi mengutuk kebiadaban Israel atau mendesak pembubaran negara zionis Israel saja, tapi juga melakukan langkah nyata membantu rakyat Palestina.

“Kemarin Blue Helmet ada program donasi atau hadiah lebaran. Blue Helmet juga memberikan takjil untuk buka puasa dan sahur selama Ramadan. Pemberiannya disaksikan secara live dari sini,” kata  Styandari Hakim, Ketua Bidang Yanmas DPN Partai Gelora Indonesia dalam keterangannya, Sabtu (29/5/2021).

Styandari berharap bantuan tersebut, menjadi langkah awal bagi Partai Gelora untuk membantu rakyat Palestina mencapai kemerdekaan dan menjadi negara berdaulat. 

“Mudah-mudahan langkah kecil kami ini menjadi langkah awal untuk membantu rakyat Palestina,” katanya.

Komandan Blue Helmet Sulfiadi mengatakan, kondisi warga Palestina saat ini semakin memprihatinkan, akibat kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel secara brutal dan trus berulang tanpa bisa dicegah.

“Perhatian dunia internasional terhadap permasalahan ini sangat kurang. Kami berharap ada keseriusan untuk bisa meredam konflik ini, agar derita rakyat Palestina segera berakhir,” kata Sulfiadi.

Blue Helmet, lanjut Sulfiadi, akan terus memberikan bantuan kemanusiaan untuk meringankan beban rakyat Palestina seperti kebutuhan pangan, medis hingga pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan.

“Blue Helmet akan bersama Palestina hingga mereka mendapatkan haknya sebagai bangsa merdeka,” tegas Sulfiadi, Komandan Blue Helmet ini.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta memberikan apresiasi kepada Blue Helmet yang terjun langsung memberikan bantuan kemanusian kepada rakyat Palestina.

“Kita mengapresiasi langkah Blue Helmet ini, karena memang konflik Palestina telah menyatukan umat beragama. Yang kita lawan ini  adalah kebiadaban Israel, negara teroris dan negara pelanggar kemanusiaan terbesar di dunia,” kata Anis Matta.

Karena itu, kata Anis Matta, menjadi kewajiban semua pihak untuk mengakhiri kejahatan kemanusiaan yang telah dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina.

“Aib bagi kita, kalau kita diam saja. Partai Gelora harus ikut andil meringankan beban rakyat Palestina, dan Blue Helmet telah mengambil langkah kongkret,” tandasnya.

Anis Matta mengungakapkan, keterlibatan Blue Helmet dalam memberikan bantuan kemanusiaan tidak hanya di Palestina, tapi juga membantu korban bencana alam di Indonesia.

“Selama bulan Ramadan kemarin banyak bencana yang terjadi, Blue Helmet luar biasa. Saat bencana dii NTT kemarin, Blue Helmet mengirimkan dua kapal Phinisi, membawa bantuan. Alhamdulillah ada perkembangan bagus di NTT untuk Partai Gelora,” pungkas Anis Matta.

Bisa Memberi Inspirasi, Ratih: Perempuan Harus Berani Terjun ke Publik

, , ,

Partaigelora.id – Ketua Bidang Perempuan DPN Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Ratih Sanggarwati menggelar silaturahmi bersama jajaran pengurus Bidang Perempuan DPW-DPD Partai Gelora Kalimantan Timur (Kaltim), dalam lawatannya ke Samarinda Kota Tepian, Kaltim pada Rabu (26/5/2021) lalu.

Menurut Ratih, hal ini bisa menjadi momentum berbagi dan memberi inspirasi, serta terjun ke ranah-ranah publik dalam membantu masyarakat sekitar.

“Perempuan saat ini berjuang di tengah situasi yang sulit, sehingga bisa memberikan inspirasi bagi keluarga dan lingkungannya,” maka dari itu perempuan harus berani terjun ke ranah publik dan membantu masyarakat sekitar,” kata Ratih dalam keteranganya, Jumat (28/5/2021).

Ratih menilai, perempuan dalam pandangannya memiliki dedikasi, kiprah dan kontribusi yang luar biasa, sehingga bisa menjadi inspirasi bagi siapa saja.

“Sekarang perempuan dapat memaksimalkan perannya untuk ikut membangun Indonesia maju dan kokoh lagi. Bersama perempuan Gelora, perempuan berdaya,” kata model dan artis terkenal yang akrab disapa Ratih Sang ini.

Ratih menegaskan, Partai Gelora yakin kaum perempuan akan semakin eksis dalam Pemilu 2024 mendatang.

Kaum perempuan, lanjutnya, akan semakin berpengaruh dalam menentukan masa depan politik Indonesia ke depan.

“Bidang Perempuan Partai Gelora, telah menemukan narasinya dan menjadi role model untuk mengajak kaum perempuan Indonesia agar berpartipasi lebih besar lagi dalam berbagai bidang,” katanya.

Dalam era milenium ini, menurut ratih, kaum perempuan harus diperkuat pada posisi yang tinggi, sejajar dan setara, bukan sebaliknya dilemahkan.

“Jadi era milenium ini, kaum perempuan harus diperkuat, bukan dilemahkan,” ujar Ketua Bidang Perempuan DPN Partai Gelora

YES Preneur Kolaborasi dengan HR Academy dan Kemenkop UKM Resmikan Program ‘GEBER UMKM’

, , , , ,

Partaigelora.id – ES Preneur Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia berkolaborasi dengan HR Academy dan Kemenkop UKM meresmikan program bersama ‘GEBER UMKM’ atau Gerakan Bersama Usaha Mikro, Kecil Menengah (UMKM).

“GEBER UMKM ini bertujuan untuk membuka wawasan para pelaku atau pengusaha UMKM untuk naik kelas,” kata Srie Wulandari (Coach Wulan), Ketua Bidang UMKM dan Ekonomi Keluarga (Ekkel) Partai Gelora Indonesia dalam keterangannya, Senin (10/5/2021).

Peresmian program ‘GEBER UMKM ‘ini diresmikan lanngsung oleh Deputi Bidang Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Eddy Satria di sela-sela webinar ‘GEBER dalam Mentoring UMKM Menuju Naik Kelas’ pada Sabtu (8/5/2021) lalu.

Webinar yang diinisiasi HR Academy ini menghadirkan narasumber antara lain pakar Kebijakan Publik Narasi Institut Ahmad Nur Hidayat, Praktisi Branding Sanusi dan Praktisi Pemasaran  Zaenal Arifin.

Coach Wulan mengatakan, pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama lebih dari satu tahun ini mengakibatkan sektor UMKM paling terpukul. 

“Hal ini  tidak bisa dibiarkan, kita tentunya harus bangkit dan kembali menaikkan UMKM,” katanya.

Menurut dia, banyak sekali permasalahan yang muncul dan hambatan yang para pelaku atau pengusaha UMKM di Indonesia saat pandemi Covid-19 saat ini.

“Karena itu perlu  memberikan pendampingan, baik bagi pewirausaha pemula maupun pengusaha yang ingin bisnisnya lebih baik lagi,” katanya.

Coach Wulan yang juga CEO HR Academy mengatakan, HR Academy juga telah membentuk HR-UMKM Naik Kelas untuk membantu para pelaku UMKM dalam menghadapi permasalahannya.

Saat ini, kata Coach Wulan, HR-UMKM NAIK KELAS saat ini memiliki lebih dari 3000 anggota. Kemudian  para pelaku UMKM ini melakukan inisiasi GEBER UMKM dalam Mentoring UMKM Menuju Next Level

“Masalahnya UMKM, selama ini adalah tidak dapat mendapatkan pendampingan dalam menjalankan usaha, sehingga mereka masih terus berada di sektor Informal. Dengan pendampingan mereka dapat masuk ke sektor formal,” ujar Coach Wulan.  

HR Academy, lanjutnya, memiliki banyak mentor yang siap diterjunkan untuk melakukan pendampingan. Bahkan HR Academy juga menginisiasi untuk mencetak para mentor UMKM. 

Deputi Mikro Kemenkop UKM  Eddy Satria memberikan apresiasi kepada HR Academy yang bersinergi dengan YES Preneur yang telah menghimpun UMKM dalam sebuah wadah agar bisa naik kelas pada saat meresmikan ‘GEBER UMKM’  pada Sabtu (8/5/2021).

“Mentoring memang sangat diperlukan, target kami harus bisa seluruh pelaku usaha ini memiliki mentor.  Tentu saja Kemenkop UKM mendukung dan mendorong agar para mentor yang lahir dari ‘GEBER UMKM’ ini agar bisa berkolaborasi dengan semua dinas-dinas di wilayah.” ujar Eddy Satria.

Eddy mengungkapkan ada banyak program-program pemerintah yang berkaitan dengan UMKM, mulai dari pendampingan, pelatihan, kurasi, serta  kesempatan bagi yang naik kelas seperti ekspor.

“Kita akan maksimalkan seluruh kemudahan perlindungan dan pemberdayaan UMKM. Dan bagaimana ke depannya UMKM dapat bertransformasi dari informal ke formal,” katanya.

Coach Wulan menambahkan, HR-UMKM Naik Kelas akan fokus untuk membentuk 10.000 mentor yang akan melakukan pendampingan pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

Para mentor nantinya akan diberikan pelatihan khusus mengenai pemasaran, digital, branding dan lain-lain.

“GEBER UMKM akan lebih berfokus kepada pembentukan mentor agar dapat tercapai tujuan untuk tersedianya 10.000 mentor yang bis mendampingi para pegiat UMKM di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Blue Helmet Jatim Beri Bantuan dan Trauma Healing kepada Korban Gempa Malang

, , , , ,

Partaigelora.id – Tim gabungan Blue Helmet Jawa Timur (Jatim) memberikan bantuan dan trauma healing kepada korban gempa Malang 6,7 SR. Bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat di Kabupaten Malang dan Lumajang, Jatim.

“Apa yang kita lakukan ini, hanya sedikit bahkn sangat sedikit dari apa yang dibutuhkan masyarakat korban gempa. Tapi kami hadir dengan sepenuh cinta yang besar,” kata Ahmad Hasan Bashori, Ketua Blue Helmet dalam keterangannya, Minggu (26/4/2021).

Menurut Hasan, jika semua komponen bangsa bergerak memberikan sedikit kepeduliannya, maka akan ada kolaborasi kemanusiaan untuk mengatasi dampak bencana yang ditimbulkan.

“Berkolaborasi kemanusiaan ini akan menyelesaikan semuanya. Tidak hanya gempa, tapi akan juga mengangkat Indonesia menjadi bangsa bermartabat dimata dunia. Kolaborasi kemanusiaan itulah yang harus kita lakukan,” tegas Ketua Blue Helmet Jatim ini.

Hasan mengatakan, personel Tim gabungan Blue Helmet yang diterjunkan untuk memberikan bantuan korban gempa Malang, berasal DPD Partai Gelora Kota Mojokerto, Surabaya, Malang, Pasuruan, Lumajang. Kemudian tim dibagi dalam dua kelompok, yakni di Kabupaten Malang dan Lumajang.

Di Kabupaten Malang, bantuan diberikan untuk Masjid di desa Wirotman Ampel Gading berupa 7 terpal dan 10 sak semen.

Sementara untuk korban gempa di Kabupaten Lumajang, Blue Helmet Jatim memberikan bantuan untuk masyarakat di Desa Sidomulyo, Pronojiwo.

Bantuan terdiri dari terpal, pembuatan shelter untuk korban gempa, perlengkapan bayi, mainan dan snack untuk anak-anak.

“Jadi selain memberikan bantuan, kita sekaligus memberi trauma healing kepada korban khususnya ibu dan anak korban gempa,” kata Ahmad Hasan Bashori.

Selain memberikan trauma healing, kegiatan Blue Helmet di Desa Sidomulyo, Pronojiwo, Kabupaten Lumajang ini dilanjutkan dengan buka bersama dengan warga.

Kegiatan ini juga dihadiri Anggota Pengembangan Teritorial (Bangter) 3 Partai Gelora Ja’far Tri Kuswahyono dan Ketua Bidang Perempuan DPW Jawa Timur Sri Wahyuni.

Tentukan Masa Depan Indonesia, Anis Matta: Perempuan akan Semakin Eksis di Pemilu 2024

, , , , , , ,

Partaigelora.id – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia yakin kaum perempuan akan semakin eksis dalam Pemilu 2024 mendatang. Kaum perempuan akan semakin berpengaruh dalam menentukan masa depan politik Indonesia ke depan.

“Dalam Pemilu 2024 akan datang, kita akan menyaksikan Partai Gelora menjadi pelopor pemberdayaan Perempuan Indonesia, karena pengaruh yang mereka berikan semakin besar dalam politik,” kata Anis Matta saat menjadi keynote speaker dalam acara peringatan Hari Kartini Partai Gelora Indonesia dengan tema ‘Perempuan Gelora, Perempuan Berdaya’ di Jakarta, Selasa (20/4/2021).

Menurut Anis Matta, Partai Gelora mempunyai ide untuk menjadikan seluruh perempuan Indonesia berdaya. Sebab, agama, negara dan masyarakat memberi peluang bagi perempuan lebih berdaya dan berpartisipasi, tidak hanya di lingkungan sosial saja, tapi juga politik dan bisnis.

“Insya Alllah peluang-peluang ini bisa kita rebut. Perempuan Indonesia bersama Partai Gelora menemukan ruangnya untuk mengaktualisasi dirinya,” ujar Anis Matta.

Bidang Perempuan Partai Gelora, lanjut Anis Matta, telah menemukan narasinya dan menjadi role model untuk mengajak kaum perempuan Indonesia agar berpartipasi lebih besar lagi dalam  berbagai bidang.

“Kita bersyukur bisa mendorong perempuan berpartisipasi lebih besar lagi. DPD sudah 100 persen di 514 kabupaten/kota dan DPC sudah 73 persen. Kita ingin di DPD dan DPC dibentuk bidang perempuan, supaya ide perempuan tidak hanya di Jakarta saja, bukan hanya di ibukota provinsi, tapi juga sampai ke desa-desa,” tegas Anis Matta.

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah menambahkan, dalam era milenium ini kaum perempuan harus diperkuat pada posisi yang tinggi, sejajar dan setara, bukan sebaliknya dilemahkan.

“Kita harus bangkit bersama dan saling menguatkan, karena laki-laki dan perempuan itu diciptakan berpasangan. Harus saling menguatkan, tidak boleh menganggap perempuan tidak ada. Inilah arti emansipasi sebenarnya,” kata Fahri Hamzah.

Karena itu sebagai pasangan, menurut Fahri, kaum pria harus membuat perempuan semakin berjaya, sehingga dapat menyongsong masa depan yang penuh ketidakpastian akibat pandemi Covid-19 ini dapat dilakukan secara bersama-sama.

“Laki-laki dan perempuan harus saling menguatkan dan bersatu. Ini waktunya bagi perempuan untuk bekerja, semakin setara dan kita bersama-sama bersatu menyongsong masa depan Indonesia,” tandas Fahri.

Guru Besar IPB dan Wakil Ketua Dewan Penasehat ICMI, Prof Dr Ir Aida Vitaliya Hubels menilai kebijakan pemerintah dalam meningkatkan peran perempuan telah membawa dampak positif bagi perempuan. Misalnya dalam pengisian ragam jabatan yang di tempati perempuan.

“Perempuan semakin kompeten dan kapabel. Ada yang jadi menteri, anggota DPR, gubernur, bupati, walikota, rektor perguruan tinggi dan komisaris BUMN. Akses terhadap perempuan semakin terbuka,” kata Aida.

Ketua Bidang Perempuan DPN Partai Gelora Indonesia Ratih Sanggarwati mengatakan, peringatan Hari Kartini 2021 di tengah pandemi Cobid-19 ini bisa menjadi momentum berbagi dan memberi inspirasi, serta meningkatkan hak-hak kesetaraan gender kaum perempuan.

“Perempuan saat ini berjuang di tengah situasi yang sulit, sehingga bisa memberikan inspirasi bagi kelurga dan lingkungannya,” kata Ratih.

Kartini masa kini, dalam pandangannya, memiliki dedikasi, kiprah dan kontribusi yang luar biasa, sehingga bisa menjadi inspirasi bagi siapa saja. 

“Sekarang perempuan dapat memaksimalkan perannya untuk ikut membangun Indonesia maju dan kokoh lagi. Bersama perempuan Gelora, perempuan berdaya,” katanya.

Dalam peringatan Hari Kartini ini, Partai Gelora menggelar berbagai lomba antara lain lomba narasi sejarah Kartini, lomba pantun dan Kartini Award.

Lomba narasi sejarah Kartini ini diikuti oleh anak-anak dan remaja dari berbagai daerah di Indonesia.  Pemenang pertama di Faza Mutmainah dari Banyumas, Jawa tengah. Pemenang kedua Mursi dan Najwa dari Makassar, Sulawesi Selatan, serta Eva Julianti pemenang ketiga dari Maluku.

Sedangkan pemenang lomba pantun, pemenang pertama diraih pelajar SMA Regina Pacis, Ngada, Nusa Tenggara Timur. Pemenang kedua diraih Ali Nurdin dari Sanggar Bang Ben DKI Jakarta, serta pemenang ketiga Reni Isniati dari Pekanrbaru Riau.

Sementara untuk Kartini Award Partai Gelora 2021, yang menjadi pemenang inspirasi pertama adalah Ana Rohanah Salamah dari DPW Bali, pemenang kedua Deni Rahmawati dari DPW Jawa Timur, pemenang ketiga Evi Femilia dari DPW DKI Jakarta, pemenang keempat Herlita Jayadianti dari DPW Daerah Istimewa Yogyakarta dan Fitri dari DPW Kalimantan Timur menjadi pemenang inspirasi kelima.

Lepas Bantuan Kedua, Anis Matta: Isu Lingkungan akan Jadi Agenda Utama Perjuangan Partai Gelora

, , , , , , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menegaskan, isu lingkungan akan menjadi agenda utama perjuangan Partai Gelora.

Sebab, Indonesia menjadi salah satu negara yang paling banyak terdampak bencana alam dari adanya perubahan bumi.

“Bencana alam ini, bagian besar dari isu perubahan bumi. Karena itu, isu lingkungan ini akan menjadi salah satu agenda utama perjuangan kita di Partai Gelora,” kata Anis Matta dalam Live Report ‘Phinisi Kemanusian untuk Bencana Nusa Tenggara & Peduli Jawa Timur’ di Jakarta, Jumat (16/4/2021) petang.

Menurut Anis Matta, perlu langkah sistematis untuk mengatasi perubahan lingkungan di Indonesia saat ini, sehingga ditemukan solusi komprehensif dalam mengatasi dampaknya.

“Jika tidak menemukan solusi yang lebih komprehensif, maka dalam waktu tidak terlalu lama, bumi ini tidak layak untuk dihuni,” ujar Anis Matta.

Partai Gelora berpandangan, tidak bisa membiarkan pemerintah saat ini bekerja sendirian dalam mengatasi perubahan lingkungan ini, dituntut partisipasi semua pihak.

“Isu lingkungan ini harus ditanggapi dari dua sisi, yakni jangka pendek dengan respon cepat, serta jangka panjang dengan membangun infrastruktur dan mekanisme kerja yang cepat dalam mengatasi bencana,” katanya.

Karena itu, Anis Matta mengapresiasi kerja cepat Relawan Blue Helmet dalam memberikan bantuan kepada korban banjir di Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT) dan gempa Malang, Jawa Timur

“Saya ucapkan terima kasih kapada Blue Helmet, cepat langsung ada di daerah bencana, baik di NTT dan NTB dan terakhir di Malang. Kepekaan temen-temen Blue Helmet luar biasa,”  katanya.

Anis Matta menegaskan, Blue Helmet telah menjadi garda terdepan aksi kemanusiaan peduli bencana melalui semangat kolaborasi bersama Partai Gelora, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, lembaga-lembaga dan pihak-pihak lain. 

“Saya bangga sebagai Ketua Umum Partai Gelora. Dengan semangat kolobarasi ini dengan banyak sumber daya yang terlibat membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana di di NTB, NTT dan Jawa Timur,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Anis Matta melepas bantuan kedua Ekspedisi Phinisi Kemanusiaan Blue Helmet ke NTT dari Pelabuhan Paotere, Kota Makassar, Sulawesi Selatan secara simbolis. Kapal Phinisi ini membawa bantuan sembako (pangan), pakaian (sandang), furniture dan lain-lain.

“Saya bangga sekali bisa melepas pemberangkatan Kapal Phinisi yang kedua ini. Mudah-mudahan Allah SWT memberkati kita semua, dan melipatkan pahalanya selama bulan Ramadhan,” katanya.

Anis Matta mengatakan, Kapal Phinisi kedua ini akan dibawa Blue Helmet untuk mengantarkan bantuan ke NTT, setelah sebelumnya pada kapal pertama mengantarkan bantuan ke Bima, NTB.

Sementara untuk bantuan peduli gempa Jatim telah disalurkan melalui jalan darat, diantaranya untuk korban gempa di Lumajang.

“Saya menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya kepada saudara-saudara kita di NTT, NTB dan Jatim yang terkena dampak dari bencana ini. Semoga Allah SWT segera mengangkat semua ini dan mengganti semua kerugian dengan lebih baik,” pungkasnya.

Pada Live Report ‘Phinisi Kemanusian untuk Bencana Nusa Tenggara & Peduli Jawa Timur’ ini juga dilaporkan mengenai kondisi terakhir dari lokasi bencana di NTB, NTT dan Jawa Timur Laporan disampaikan relawan Blue Helmet, DPW Partai Gelora NTB, NTT dan Jawa Timur secara bergantian.

Alamat Dewan Pengurus Nasional

Jl. Minangkabau Barat Raya No. 28 F Kel. Pasar Manggis Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan 12970 Telp. ( 021 ) 83789271

Newsletter

Berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan kabar terbaru.

Mobile Apps



X