Category: Liputan

Relief Gelar Dialog Keumatan Hadirkan Prabowo Dorong Kemerdekaan Palestina

Partaigelora.id – Sebuah langkah berani menuju kebebasan Palestina, iRelief mengapresiasi dorongan tak ternilai dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, calon presiden 2024 yang memiliki kelapangan hati, dengan sumbangannya untuk Palestina

Sumbangan ini akan menjadi pilar kekuatan bagi iRelief bersama yang lain dalam menyuarakan hak kemanusiaan rakyat Palestina.

“Melalui sentuhan kemanusiaan ini, iRelief akan merangkul mereka yang terjebak dalam konflik tak berkesudahan, memberikan bantuan darurat, membangun infrastruktur kesehatan, dan mendorong proyek-proyek pendidikan yang memberdayakan setiap anak di tanah Palestina,” kata Dr.dr.Satria Pratama,Sp.P, Ketua iRelief, Kamis (9/11/2023)

Menurutnya, hal ini lebih dari sekadar angka dan panggilan kebebasan yang meyentuh hati, terpahat dalam doa-doa setiap individu yang merindukan keadilan.

“iRelief, bersama dengan dukungan besar dari Bapak Prabowo Subianto, tidak hanya mendukung fisik, tetapi juga menyentuh jiwa sebuah bangsa yang merindukan harapan,” katanya.

iRelief mengajak bersama-sama menjadi bagian dari perubahan yang sangat dibutuhkan, untuk Palestina, untuk kebebasan, dan untuk cinta kemanusiaan yang tak terbatas.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap perjuangan rakyat Palestina iRelief akan menggelar menggelar ‘Dialog Keumatan untuk Solidaritas Palestina’ dengan tema ‘We Love Palestine’

Dialog Keumatan yang akan digelar di Djakarta Theater pada Kamis (9/11/2023) ini akan dihadiri sekitar 1.000 umat Islam dari Jakarta, Jawa Barat dan Banten, terutama mereka yang berasal dari basis akar rumput di masyarakat.

Dialog in akan menghadirkan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Intelektual Islam Anis Matta, Tokoh Perjuangan Palestina Dr Ahed Abu Al Atta

Menhan akan menjelaskan langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintah Indonesiia untuk mambantu Palestina. Beberapa hari lalu, Prabowo menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Palestina Yang Mulia Dr. Zuhair S.M. Al Shun.

Dalam pertemuan itu, pemerintah Indonesia menawarkan mengirim kapal Rumah Sakit TNI ke Palestina. Kemudian Presiden Jokowi (Joko Widodo) telah melepas bantuan kemanusiaan tahap pertama sebanyak 51,5 ton. Prabowo akan menjelaskan semua langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintah.

Sementara Anis Mata akan menjelaskan tentang hari-hari menjelang kemerdekaan Palestina saat ini dalam momentum geopolitik, dimana kekuatan Islam semakin melemah, kekuatan Hamas dan organisasi perlawanan lain ada peningkatan yang biasa.

Selain itu, Anis Matta juga menjelaskan mengenai dukungan publik yang luas kepada Palestina. Dimana Palestina telah menjadi isu kemanusian, bukan lagi isu perang Hamas-Israel atau isu aga, tapi sudah menjadi isu pro kemanusiaan dan anti kemanusiaan.

Sedangkan Dr Ahed Abu Al Atta akan menjelaskan kondisi di Gaza dan upaya perjuangannya melawan penjajah Israel. Israel terus melakukan serangan, sehingga membuat masyarakat di Gaza sekarang semakin menderita.

Israel mengumumkan blokade total dengan memotong pasokan air, persediaan makanan, listrik dan pasokan di Jalur Gaza. Israel tidak hanya melakukan pembantaian, tetapi juga membiarkan warga Gaza mati dengan blokade itu.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo menegaskan dukungan Indonesia terhadap masyarakat Palestina tidak akan pernah surut.

Menurutnya, suara Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam menyampaikan dukungan Indonesia untuk Palestina di Dewan Keamanan PBB pun paling keras dan lantang.

Presiden Jokowi juga telah melepas bantuan 51,5 ton logistik untuk warga Palestina bukan hanya dari pemerintah pada Sabtu (4/11/2023).

Bantuan tersebut juga diberikan oleh masyarakat serta lembaga kemanusiaan. Bantuan tersebut merupakan tahap pertama dan bantuan tahap selanjutnya akan segera dikirimkan.

Jokowi menyampaikan bantuan kemanusiaan ini merupakan solidaritas bersama antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Dia menegaskan ini sebagai salah satu bentuk dukungan Indonesia terhadap Palestina.

“Ini merupakan wujud solidaritas Indonesia, wujud kepedulian bangsa Indonesia terhadap kemanusiaan, karena tragedi kemanusiaan yang ada di Gaza tidak dapat diterima dan harus sesegera mungkin dihentikan,” ujar dia

Berikan 7 Tanda-tanda, Anis Matta Sebut Pemerintah dan Rakyat Indonesia Sudah Menyatu Dukung Kemerdekaan Palestina

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menilai sikap pemerintah dan rakyat saat ini telah menyatu dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.

Sebab, upaya untuk mendukung kemerdekaan Palestinai itu tidak hanya sekedar kewajiban konstitusi dan agama saja, tetapi juga menyangkut masalah kemanusiaan.

“Karena itu, saya mengapresiasi aksi solidaritas Palestina yang kemarin baru saja berlangsung di Jakarta, alhamdulillah ada banyak menteri yang hadir. Kalau banyak menteri yang hadir, pasti ada izin presiden. Jadi saya lihat pemerintah dan rakyat Indonesia sepenuhnya telah menyatu mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Rabu (8/11/2023).

Hal itu disampaikan Anis Matta dalam program Anis Matta Menjawab Episode #20 dengan tema “Menjelang Palestina Merdeka” yang tayang di kanal YouTube Gelora TV, Senin (6/11/2023) malam.

Dalam program yang dipandu Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Komunikasi Organisasi Dedi Miing Gumelar ini, Anis Matta menegaskan, bahwa Presiden Joko Wdodo (Jokowi) saat ini serius dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Selain memberi restu para menterinya ikut aksi solidaritas bela Palestina, Presiden Jokowi diketahui juga mempercepat pelepasan bantuan kemanusiaan tahap pertama sebanyak 5,5 ton kepada Palestina pada Sabtu (4/11/2023) lalu.

Menurut Anis Matta, kemerdekaan Palestina tinggal menunggu waktu saja, tidak lama lagi akan segera merdeka. Ia melihat sudah ada 7 tanda-tanda menjelang Palestina Merdeka yang sudah terlihat sekarang.

“Tanda-tanda ini yang akan menyertai hari-hari menjelang kemerdekaan Palestina,” kata Anis Matta.
Pertama adanya narasi keagamaan baik di Islam maupun Yahudi, berbasis siklus generasi. Di Islam ada siklus 40 tahun, sementara di Yahudi ada siklus 80 tahun.

“Makanya Pemimpin Hamas Syaikh Ahmad Yasin, meramalkan Israel akan bubar atau runtuh pada 2027, itu karena ada siklus 40 tahun. Sementara Israel ini negara ketiga di Yahudi, umurnya sekarang menuju 80 tahun tinggal beberapa tahun lagi,” katanya.
Kedua, negara sponsor Israel saat ini tengah terlibat geopolitik, sehigga praktis tinggal satu, yakni Amerika saja, sementara negara Eropa seperti Inggris dan Prancis sifatnya hanya pasif, imbas perang dari Rusia-Ukranina.

“Israel ini juga dijadikan perang proxy, selain di Ukraina. Tetapi kontrol Amerika terhadap kawasan timur tengah sekarang menurun drastis, karena para sponsornya sekarang sedang berkelahi. Kalau istilahnya Pak Fahri Hamzah itu, bandar sekarang sudah tidak sepakat,” katanya.

Momentum konflik geopolitik ini, kata Anis Matta, yang menyebabkan posisi Israel melemah sangat tajam secara geopolitik. Situasi tersebut, dimanfaatkan betul Hamas untuk melakukan serangan dadakan secara telak kepada Israel pada 7 Oktober lalu.

Ketiga adanya dukungan publik di seluruh dunia yang sangat luas kepada Palestina. Hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya, baik itu di PBB maupun di negara-negara di dunia.

“Demonstrasi di seluruh negara sekarang, termasuk di negara sponsornya Israel, Amerika dan Eropa, dukungan kepada Palestina luar biasa besarnya,” ujarnya.

Keempat, Palestina telah menjadi isu kemanusian, bukan lagi isu perang Hamas-Israel atau isu agama, tapi sudah menjadi isu pro kemanusiaan dan anti kemanusiaan.

“Apa yang terjadi di Gaza sekarang, bukan memerangi Hamas, tapi melakukan pembantaian warga sipil. Ini adalah kejahatan perang, pembataian genosida di Gaza, seperti yang terjadi di Bosnia. Dan Amerika itu masuk yang anti kemanusiaan,” katanya.

Karena itu, tindakan PM Israel Benyamin Netanyahu di Gaza bisa disamakan dengan perbuatan Pemimpin Serbia Slobodan Milošević yang melakukan pembantaian warga Bosnia Herzegovina.

“Jika Israel terus mekakukan pembantaian di Gaza, maka gerakan kemanusiaan ini bisa berkembang menjadi gerakan anti Semit, gerakan anti Yahudi,” katanya.

Jika gerakan anti Semit berkembang, maka orang Yahudi di belahan dunia manapun tidak akan aman. Hal ini akan menjadi penyebab kerusuhan sosial di berbagai negara.

“Gerakan anti Semit, anti Yahudi sekarang lebih berbahaya, bisa menjadi penyebab kerusuhan sosial. Pelakunya bukan Nazi lagi, tetapi rakyat yang pro kemanusiaan, yang melihat adanya pembantaian di Gaza,” ujarnya.

Kelima, krisis eknomi yang sudah terjadi perang ini akan terus berlanjut dan mempengaruhi pembiayaan di pihak Israel. Sebab, Amerika yang menjadi sponsor tunggal, tidak akan mampu membiayai perang yang sangat mahal, nilainya mencapai ratusan juta dollar per hari.

“Perang ini akan lama, Amerika terus mengeluarkan koeknya. Amerika harus membiayai banyak perang di dunia ada Ukrainia dan Israel. Ukraina dan Israel ini, negara proxy atau negara proposal,” tegasnya.

Keenam adalah perimbangan kekuatan militer antara Hamas dan Israel, serta organisasi perlawanan Israel lainnya. Sserangan 7 Oktober lalu, menujukkan bahwa ada lompatan pada kapasitas militer Hamas dan organisasi perlawanan lainnya, termasuk intelejennya.

“Dan ada yang menarik, senjata Hamas itu adalah produksi dalam negeri sendiri. Mereka sudah punya Pindad sendiri untuk memproduksi sebagian besar senjatanya,” ujar Anis Matta

Jika serangan darat berlangsung lama, maka Gaza akan menjadi kuburan bagi tentara-tentara Israel, seperti Vietnam menjadi kuburan tentara Amerika dan tentara Nato di Yugoslavia.

Ketujuh, membaca psikologi antara Israel dan Palestina baik militer maupun rakyatnya. Yakni psikologi rakyat Israel dan militer Israel, Hamas dan organisasi perlawanan lainnya, rakyat Gaza dan rakyat Palestina secara umum.

“Kita ketahui bahwa mood perlawanan di Palestina justru bertambah gairah. Semua luka dan kesedihan di Gaza ini menjadi api perlawanan di Palestina. Tetapi ketika ada satu tentara mati di Israel seperti satu persatu lilin mati yang menciptakan kegelapan,” katanya.

Anis Matta melihat kondisi yang terjadi di Gaza, Palestina sekarang mirip dengan yang terjadi di Bosnia. Yakni berlaku kaidah perang, yang dilihat “bukan siapa yang membunuh lebih banyak, melainkan siapa yang bertahan hidup lebih lama”.

“Mood mereka (Israel), psikolagi mereka akan hancur. Itulah yang akan membuat Israel hancur hilang dari peta. Dunia sekarang terjadi krisis dan ada perlawanan terus, mereka tidak kuat mengongkosi perangnya,” katanya.

“Insya Allah 7 tanda-tanda ini, adalah tanda-tanda hari-hari menjelang Palestina Merdeka. Ingat Amerika membunuh lebih banyak orang Vietnam, tapi Vietnam menang. Bosnia lebih banyak dibantai, Bosnia merdeka, Yugoslavia hilang. Israel lebih banyak membunuh, tapi dia akan hilang dari peta,” pungkasnya.

Anis Matta Wakil Ketua Pengarah, Fahri Hamzah Komandan Komunikasi, Mahfuz Sidik Wakil Ketua Koordinator Strategis TPN Prabowo-Gibran

Partaigelora.id – Sejumlah Pimpinan dan Fungsionaris Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia masuk dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, pasangan calon presiden (capres)-calon wakil presiden (cawapres) yang diusung partai politik Koalisi Indonesia Maju (KIM) di pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Pengumuman struktur Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran tersebut, diumumkan di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, pada Senin (6/11/2023).

Politisi Partai Golkar Nusron Wahid ditunjuk sebagai Sekretaris TKN diminta untuk mengumumkan siapa saja yang masuk dalam keanggotaan tim pemenangan.

Nusron mengatakan putusan struktur tim pemenangan ini berdasarkan diskusi antar partai Koalisi Indonesia Maju (KIM). Namun, Nusron menjelaskan masih ada kemungkinan anggota tambahan yang akan masuk.

“Nama-nama lain akan menyusul sejalan dengan tingkat masukan-masukan dan kebutuhan yang dibutuhkan dalam proses perjalanan nanti,” kata Nusron.

Dalam struktur TKN Prabowo-Gibran tersebut, Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta duduk di Dewan Pengarah. Anis Matta ditujuk sebagai Wakil Ketua Pengarah, dimana Ketua Pengarahnya dijabat Airlangga Hartart, Ketua Umum Partai Golkar .

Sedangkan Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah ditunjuk sebagai Komandan Komunikasi TKN Prabowo Gibran, sementara Sekretaris Jenderal Mahfuz Sidik menjadi Wakil Ketua Koordinator Strategis.

Fungsionaris DPN Partai Gelora lainnya yang masuk TKN Prabowo-Gibran yang diumumkan pada hari ini, antara lain adalah Deddy Mizwar, Ratih Sanggarwati dan Dedi Miing Gumelar

Ketua Bidang Seni Budaya dan Ekraf Deddy Mizwar, Ketua Bidang Perempuan Ratih Sanggarwati, dan Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Komunikasi Organisasi itu, masuk struktur Dewan Penasihat TKN Prabowo-Gibran.

Sementara Ketua Bidang Kesehatan Rina Adelina dan Wakil Ketua Bidang Perempuan DPN Partai Gelora Sarah Handayani, dan pendiri Partai Gelora Sitaresmi Sukanto, masuk dalam struktur Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran.

Di struktur Dewan Pakar ini juga ada nama Ketua Bidang Lingkungan Hidup Rully Syumanda, Wakil Ketua Bidang Narasi Tengku Zulkifl Usman, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Henwira Halim dan Ketua DPW Jawa Timur Muhammad Sirot.

Selain itu, Ratu Ratna Damayani, Ketua Bidang Kerjasama dan Hubungan Antar Lembaga DPN Partai Gelora ditunjuk sebagai Wakil Sekretaris TKN Prabowo-Gibran.

Dalam struktur TKN Prabowo-Gibran ini, sejumlah tokoh tercatat bergabung antara lain Ketua dan anggota Wantimpres, Wiranto dan Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya.

Lalu, ada nama mantan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, mantan Menko Perekonomian Hatta Radja, mantan Ketua DPR Akbar Tanjung, mantan Kapolri Jenderal Pol (Purn) Sutanto, mantan Panglima TNI Laksamana Widodo AS dan mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah.

Kemudian ada mantan politikus PDIP Budiman Sudjatmiko, mantan Politisi Partai Gerindra yang kini menjadi politisi PSI Dhohir Faris, suami Yenny Wahid, putri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan lain-lain.

Bakal cawapres Gibran Rakabuming Raka yang hadir dalam pengumuman struktur TKN Prabowo-Gibran menyampaikan satu pesan.

“Saya pesan satu saja bapak ibu semua yang tergabung dalam tim TKN ini, saya pesan satu saja, pastikan kapal besar Koalisi Indonesia Maju ini berlabuh di dermaga kemenangan,” kata Gibran.

Dalam kesempatan itu, Gibran juga menyampaikan terima kasih kepada para pihak yang mau bergabung dalam TKN.

“Atas nama pasangan Prabowo-Gibran saya merasa bangga, saya merasa bersyukur dibantu oleh orang-orang hebat, orang-orang yang benar-benar ahli di bidangnya masing-masing,” katanya.

Sedangkan Ketua TPN Prabowo-Gibran, Rosan Roeslani mengungkapkan pesan Prabowo agar tim pemenangan ini harus menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan dan fokus pada masa depan bangsa.

“Karena masa depan ada di tangan kaum muda,” katanya dalam konferensi pers yang sama.

Selain itu, Rosan juga meminta kepada para anggota TPN sehingga simpatisan untuk menjunjung tinggi nilai keluhuran bangsa dalam berkontestasi di Pilpres 2024.

Berikut Susunan Struktur Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran:

Dewan Pembina : Habib Luthfi Bin Ali Bin Yahya, Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Aburizal Bakrie, Hatta Rajasa, Prof Dr. KH. Asep Saifudin Chalim, Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sucipto, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, Letjen TNI (Purn) E.E Mangindaan, Siti Hardjanti Wismoyo Arismunandar dan Jeffrie Geovanie.

Dewan Pengarah

Ketua: Airlangga Hartarto

Wakil Ketua : Sufmi Dasco Ahmad, Agus Harimurti Yudhoyono, Zulkifli Hasan, Yusril Ihza Mahendra, M Anis Matta dan Kaesang Pangarep

Anggota : Ridha Sabana, Agus Jabo, Hashim S. Djojohadikusumo, Nyai Hj. Mahfudhoh Ali Ube, Jenderal TNI (Purn) Agustadi Sasongko Purnomo, Laksdya TNI (Purn) Muhammad Jurianto dan Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia

Dewan Penasihat : Jenderal (Purn) Sutanto, Jenderal (Purn) Sutarman, Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat, Letjen TNI (Purn) Safri Samsuddin, Nurmala Kartini Sahrir, Muhammad Ridwan Kamil, Putri Kawardani, Akbar Tandjung, Agung Laksono, Laksamana TNI (Purn) Ahmad Sucipto, Mayjen TNI (Purn) R Gautama Wira Negara, K.H Abdul Ghofur, K.H Adib Rofiudin Izza, Raden K.H Haror Azhar, Saifuddin Hassan, Edhie Baskoro Yudhoyono, Linda Agum Gumelar, Buya Zulfi Syukur, Dedi Mizwar, Fadli Zon, Komjen (Purn) Mochammad Iriawan (Iwan Bule), Maher Alkatri, Siti Hediati Soeharto (Titiek Soeharto), Wijono Haryanto, Amir Samsudin, Andi Alfian Malarangeng, Muzakir Manaf, Theo Samboaga, Cicit Sutarjo, Badaruddin, Ahmad Hafiz Thohir, Umar Halim, Nasrullah, Dhohir Farisi, Giring Ganesha, Irma Hutabarat, Ust Syaifuddin, Dedi Miing Gumelar, Ratih Sanggarwati, Mayjen TNI (Purn) Musa Bangun, Irjen (Purn) Adnas, Laksda TNI (Purn) Muklas Sidik, M Irfan Yusuf Hassim, Laksda TNI (Purn) Iskandar Sitompul, Habib Umar Assegaf, Ida Agung Wayahan, Habib Ahmad bin Hasan Alaydrus, K.H Misbakhul Munir Cholil, K.H Zuhri Yakub, Tuan Guru Lalu Muhammad Zainudin Asani, K.H Muslikh Abbas, K.H Hamdi Hassan Almaliki, K.H Zaini Zulfa, Agus Masna Sofa Fauzan Al-Hafiz, K.H Masrur Anhar, K.H Muzafar, Cokorda Gede Agung Sumara Wisesa, Andi Taswin Abdullah.

Dewan Pakar

Ketua : Dr. Ir. Burhanuddin Abdullah

Anggota : Prof. Sudrajat Djiwandono, Budiman Sudjatmiko, TB Ace Hasan Syadzily, Mohammad Jafar Hafsah, Williem Wandik, Drajad Hari Wibowo, Asman Abnur, Bima Arya Sugiarto, Helmy Yahya, Totok Lusida, Norman Zainal, Yanda Zaihifni Ishak, Mayjen TNI (Purn) Prijanto, Fuad Zakaria, Ihsan Jauhari, Rina Adelina, Sarah Handayani, Beni P Oktavianus, Fuad Bawazier, Rauf Purnama, Sujarwadi, Laode Masihu Kamaludin, Benny K Harman, Rudi Irawan, Mayjen TNI (Purn) Nachrowi Romli, Vera Febiyanti, Sitaresmi Sukanto, Rully Syumanda, Tengku Zulkifl Usman, Abrori Jabar, Agus Gunawan, Agus Riyanto, Andi Kurniawan, Chairil Abdini, Dadan Gumawang, Nurman Zaenal, Yuanita Indriani, Helmi Nasution, Kemal Taruk, Laksda TNI (Purn) Ari Sudewo, Madya Dwi Bagarmanto, Mulya Almri, Panangiang Simanungkalit, Sadar Subagyo, Edi Slamet, Samsul Bachri, Andi Vifta Wijaya, Mangku Purnama, Darwin Ginting, Sukmo Harsono, Djoko Sunanto, Pandji Iriawan, Feri Latuhin, Kuat Hermawan Santoso, Imanuel Cahyadi, Muhammad Sirot, Harif Budi Hardono, Purba Hutapea, Muhammad Haikal.

Ketua TKN : Rosan Roeslani

Ketua Koordinator Strategis : Sufmi Dasco Ahmad

Wakil Ketua : Ahmad Muzani, Letjen TNI (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus, Teuku Riefky Harsya, Eddy Soeparno, Mahfuz Sidik, Afriansyah Noor, Raja Juli Antoni, Yohanna Murtika, Dominggus Oktavianus, Komjen Pol (Purn) Ari Dono Sukmanto, Komjen Pol (Purn) Condrokirono, Juri Ardiantoro, Arifah Choiri Fauzi, Erwin Aksa, Wishnu Wardhana, Fauzan, Akbar Himawan Buchari, Prof. Dr. Ali Masykur Musa, Panel Barus, Utje Gustaaf Patty, Silfester Matutina dan Grace Natalie

Sekretaris : Nusron Wahid

    Wakil Sekretaris : Wakil Sekretaris: Saleh Daulay, Renanda Bachtar, Fadli Tri Hartono, Fikroh Aulia Nur Rahman, Azanil Kelana, Fusni Jumad, Keke Parawangsa, Ratu Ratna Damayani, Sulistiyaningsih, Edi Budiarso, Todo Tua Pasaribu, Aminudin Ma’ruf, Michael Umbas, Bin Bin Firman Tresnadi

    Bendahara Umum: Thomas Djiwandono

    Wakil Bendahara : Pandu Patria Sjahrir, Setiawan Ikhlas, Hari Zulnadi, Simon Aulius Mantini, Satriyo Dimas Adityo, Renville Antonio, Attary Gauty Adi, Muhammad Idrus, Fenty Noverita, Mahadir Basti, Muhammad Faiz Rozi, Candra Setiawan, Aryo PS Djoyohadikusumo, Bayu Priawan Joko Suntono, Denny R Tahir, Iman Kusumo, Cleivert Risang.

    Komandan Teritorial : Ahmad Doli Kurnia Tanjung

    Wakil Komandan Teritorial : Prasetyo Hadi, Irfan Herman, Herman Khaeron, Satya Candra Wiguna, Fritz Edward Siregar.

    Komandan Komunikasi : Budi Satrio Djiwandono, Nurul Arifin, Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio), Herzaky Mahendra Putra, Fahri Hamzah, Chaeril Tansil

    Komandan Penggalangan : Yandri Susanto, Andi Ahmad Dara, Ferry Yuliantono, Umar Ansal, Abdul Khofin

    Komandan Supporting : Irjen (Purn) Pol Yovianus Mahar

    Wakil Komandan Supporting : Erwin Izharudin, Tatiana Sutana

    Komandan Hukum dan Advokasi : Hinca Pandjaitan, Habiburokhman, Supriansyah, Adies Kadir, Syarifudin Suding, Fahri Bachmid, Wijoyo

    Komandan Pemilih Muda (Tim Fanta) : Muhammad Arif Rosyid Hasan

    Wakil Komandan Pemilih Muda : Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Dyah Roro Esti, Jerry Sambuaga, Sigit Purnomo Said (Pasha Ungu), Verrel Bramastya, Suryo Utomo (Uya Kuya), Zita Anjani, Irine, Ulfa Nababan, Rizki Natakusuma, Osco Olfriadi Litunggamu, Dony Saputra, Akmal Farhansyah, Wawan Sugianto, Dedek Prayudi, Riano Pandjaitan, Ahmad Ramzi, Anggawira, Sona Maesana, Arief Muhammad, Reza Oktovian (Reza Arap), Willie Salim.

    Komandan Relawan (Tim Golf) : Haris Rusli Montik

    Wakil Komandan Relawan : Immanuel Ebenezer, Wahab Talauhu, Binuk Asyaf, Fauzi Baadillah, Mangapol Silalahi, Syarif, Imeldasari, Gozali Harahap, David Pantjung, Soetomo, Marek Suaken, Roy Maningkas, Dewi Mutiara Lubis, Kaelani, Agus Tedi, Turman Simanjuntak

    Optimistis Lolos ke Senayan, Anis Matta: Kaltim akan Jadi Lumbung Suara Partai Gelora di Pemilu 2024

    , , , , , , , , , , , , , ,

    Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Anis Matta mengaku optimistis Kalimantan Timur (Kaltim) akan menjadi lumbung suara pada Pemilu 2024 mendatang.

    Hal tersebut ia sampaikan di sela-sela pelaksanaan puncak acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 partai Gelora di BSCC Dome Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (5/11/2023).

    “Saya menyaksikan ada antusiasme yang besar dari masyarakat Balikpapan di sini terhadap kehadiran partai Gelora. Dan InsyaAllah kami di Partai Gelora yakin bahwa Kaltim ini akan menjadi lumbung suara partai Gelora dalam Pemilu 2024 yang akan datang nanti, Insyaallah,” kata Anis Matta.

    Ia menyebut alasan Balikpapan menjadi tempat pelaksanaan puncak acara HUT ke-4 Partai Gelora, selain menjadi lumbung suara, juga akan menjadi wilayah Ibu Kota Negara (IKN) baru, apalagi tempatnya tidak jauh dari Balikpapan.

    Menurut Anis Matta, di Kaltim ada calon legislatif (caleg) potensial lolos ke Senayan, yakni Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) sekaligus Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, yang juga pernah menjadi Anggota DPR.

    Lalu, ada Sekretaris DPW Kaltim Sarwono yang pernah mencalonkan diri sebagai calon Wali Kota Samarinda dan ada juga Yunita Indriani, seorang pengusaha Balikpapan.

    Berdasarkan survei internal, DPW Kaltim memiliki elektabilitas tertinggi dalam perolehan kursi di parlemen, dibandingkan DPW-DPW lainnya.

    “Saya yakin betul kita punya target kursi di Kaltim ini, makanya lebih dari target-target DPW-DPW lainnya. Mudah-mudah DPW Kaltim bisa menginspirasi DPW-DPW lainnya,” ujar Anis Matta.

    Namun, ia berharap agar DPW maupun caleg lainnya tidak berkecil hati, dan tetap semangat dan menghilangkan segala keraguan, serta tidak memikirkan kendala kemenangan di lapangan dan memenuhi target yang telah ditetapkan.

    “Karena kalau kita terlalu memikirkan kendala di lapangan akan membuat kita cemas, gelisah, susah tidur. Tapi kalau kita yakin menjadi pemenang, kita simpan di kepala dan hati kita. Insya Allah kita menang,” katanya.

    Dari target-target yang telah ditetapkan, Anis Matta yakin, Partai Gelora dapat memenuhi parliamentary tresehold atau ambang batas parlemen sebesar 4 persen dapat terpenuhi, bahkan akan melampaui target.

    Anis Matta menilai masalah logistik jangan dijadikan kendala di lapangan bagi caleg-caleg Partai Gelora, dan tetap fokus pada kekuatan, bukan pada kekurangan.

    Dalam sejarah yang selalu dicatat, menurutnya, adalah pasukan kecil yang memenangkan pertempuran dengan tingkat kesulitan yang luar biasa, sumber daya terbatas, lawan yang dihadapi besar, justru itu yang menang dan menjadi catatan sejarah abadi.

    “Jadi saudara-saudara sekalian, mau caleg tua, muda, laki-laki, perempuan. Yang nomor 1 maupun nomor 7, di kepala dan hati saudara-sudara harus simpan satu kata ini, itu menang, menang dan menang,” tegasnya.

    Anis Matta berpesan kepada para caleg, DPW, DPD, serta para relawan untuk mewujudkan mimpi besar Partai Gelora, yakni menjadikan Indonesia sebagai superpower baru.

    Sedangkan berkaitan dengan Kota Balikpapan sebagai penyangga IKN, Anis Matta mengatakan, Balikpapan akan menjadi penting di tahun-tahun yang akan datang.

    Seharusnya Kota Balikpapan dan wilayah lain di Kalimantan yang menghasilkan sumber kekayaan alam terbesar bagi Indonesia mendapatkan kompensasi sangat besar dengan memajukan kota dan warga yang ada di Kaltim. “Sehingga bisa menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekonomi Indonesia yang akan datang,” jelasnya.

    Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah menambahkan, Balikpapan pada 17 Agustus 2024 secara resmi akan menjadi kota terpenting di Indonesia, karena akan menjadi tempat ucapara peringatan Kemerdekaan RI di IKN, yang tidak jauh dari Balikpapan.

    “Kota Balikpapan dan Kalimantan Timur, menurut rencana akan dibanjiri oleh proyek nasional sebesar Rp 500 triliun. Inilah perlambang keistimewaan dari dalam Kalimantan Timur, dan Kota Balikpapan secara khusus,” kata Fahri Hamzah.

    Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019 ini berharap Kota Balikpapan bisa menjadi mercusuar yang mengirimkan pesan ke seluruh Indonesia, bahwa Arah Baru Indonesia menuju Superpower akan dicanangkan di kota ini.

    “Kita doakan Indonesia memasuki 100 tahun akan mensejahterakan rakyatnya membahagiakan rakyatnya, kehidupan adil dan makmur segera terlaksana. Kita doakan agar pemimpin kita di legislatif dan presiden sanggup memikul amanah besar menjadikan Indonesia sebagai bangsa superpower baru,” pungkasnya.

    Partai Gelora Galang Dukungan Palestina Merdeka pada Puncak Acara HUT ke-4 di Balikpapan, Kaltim

    , , , , , , , , , ,

    Partaigelora.id – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menggalang dukungan bagi kemerdekaan Palestina dalam perayaan Puncak Acara HUT ke-4 di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Minggu (5/11/2023) pagi

    “Kemerdekaan Palestina adalah agenda utama perjuangan Partai Gelora. Itulah sebabnya, mengapa Partai Gelora ingin menjadikan Indonesia sebagai negara Superpower baru agar bisa membantu rakyat Palestina meraih kemerdekaan,” kata Anis Matta di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC, Dome Balikpapan.

    Menurut Anis Matta, akibat perang pejuang Hamas, Palestina-Israel saat ini, sudah lebih dari 10.000 warga Gaza tewas, 3.000an lainnya luka-luka, dan ribuan bangunan runtuh.

    “Masih banyak mayat saudara-sudara kita di dalam reruntuhan bangunan yang belum ditemukan sampai sekarang, karena tidak ada listrik, air dan makanan,” katanya.

    Karena itu, kebahagiaan Partai Gelora dalam merayakan HUT ke-4 tidak sempurna, karena ada kesedihan dan pembantaian terhadap rakyat Palestina oleh zionis Israel.

    “Itulah sebabnya perayaan milad di Balikpapan ini, kita sertakan dukungan bagi perjuangan saudara-saudara kita di Palestina. Mudah-mudahan seluruh nyawa yang sudah syahid di Palestina menjadi pertanda, bahwa sebentar lagi Palestina akan menjadi negara merdeka,” katanya.,

    Anis Matta menegaskan, mendukung kemerdekaan Palestina merupakan kewajiban agama dari umat Islam, karena kiblat pertama berada di Masjidil Al Aqsa, Palestina.

    “Selain itu adalah kewajiban kemanusiaan, dimana tidak boleh ada orang yang terzalimi di tempat lain yang tidak kita bela,” katanya.

    Disamping itu, lanjut Anis Matta, konstitusi telah mengamanatkan, para pendiri bangsa dan seluruh rakyat Indonesia wajib memberikan dukungan bagi kemerdekaan Palestina.

    “Kebahagiaan kita hari ini terganggu berat dengan terjadi pembantaian atas saudara-saudara kita di Palestina. Karena itu dalam suasana gembira, kita juga bersedih,” katanya.

    Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah. Ia mengatakan, dunia saat ini berada dalam perang global, sehingga Indonesia bisa meningkatkan perannya untuk menjaga perdamaian dunia.

    “Kita bisa mulai melaksanakan amanah pendiri bangsa ikut serta dalam perdamaian dunia yang berdasarkan kepada perdamaian abadi dan keadilan sosial,” kata Fahri Hamzah.

    Wakil Ketua DPR Periode 2009-2014 ini menilai sudah saatnya Indonesia memiliki militer yang kuat, dan penduduknya sejahtera dengan pendaptan perkapita tinggi dan pemain ekonomi yang kuat.

    “Sehingga Indonesia bisa berkelana ke seluruh Indonesia, membebaskan Palestina dan menghapuskan negara yang bernama Israel,” katanya.

    Puncak perayaan HUT ke-4 Partai Gelora di Balikpapan dibanjiri puluhan ribu massa kader dan simpatisan se-Kalimantan.

    Mereka yang hadir terlihat menggunakan syal Palestina. Bendera Partai Gelora dan Bendera Palestina bertebaran di arena BSCC Dome, Balikpapan.

    Di samping panggung acara juga dibentangkan spanduk berukuran besar bertuliskan “Kami Bersama Palestina”. Tema HUT ke-4 Partai Gelora ini adalah “Stand With Palestine”.

    Puncak acara HUT ke-4 ini dimeriahkan oleh Band Junior, penerus grup musik legendaris Koes Plus, beranggotakan David Koeswoyo, Damon Koeswoyo dan Rico Murry, serta penyanyi dangdut legendaris Jhony Iskandar..

    Di dalam acara ini dibagikan berbagai macam doorprize antara lain sepeda listrik, sepeda motor dan mobil, yang didahului dengan acara Jalan Sehat.

    Rusdiana, seorang warga Gunung Bahagia, Balikapapan yang merupakan seorang guru agama mendapatkan door price mobil. Rusdiana juga kebetulan adalah kader Partai Gelora.

    Penyerahan hadiah mobil diserahkan oleh Yunita Indarini, caleg DPR RI dapil Kaltim disaksikan Ketua DPW Partai Hadi Mulyadi, yang juga Wakil Gubernur Kaltim.

    Galang Dana Kemanusiaan

    Sebelumnya, Partai Gelora berhasil mengumpulkan dana Rp 100 juta dan beberapa mata uang asing dalam acara penggalangan dana solidaritas kemanusiaan untuk Palestina di Kopi Johny, Balikpapan pada Sabtu (4/11/2023) malam.

    Aksi penggalangan dana ini, tidak hanya dihadiri oleh kader Partai Gelora saja, tetapi juga hadir tokoh-tokoh dan masyarakat se-Kalimantan.

    “Malam ini terkumpul donasi Rp 100 juta plus beberapa mata uang asing untuk Gaza dan Palestina dari masyarakat Balikpapan dan sekitarnya. Semoga kegiatan kecil seperti ini dapat terus kita Gelorakan,” kata Fahri Hamzah, Wakil Ketua Umum Partai Gelora.

    Dalam kesempatan ini, Band Junior ikut menyumbang Rp 5 juta lewat lelang lagu mereka.

    “Terima kasih kepada seluruh dermawan yang telah menyumbangkan hartanya untuk Palestina. Tadi malam terkumpul lebih dari Rp 100 juta lewat sumbangan, lelang tas, dan lelang lagu. Semoga Allah SWT membalas kebaikan para dermawan,” kata Anis Matta.

    Penggalangan dana solidaritas kemanusiaan untuk Palestina, merupakan rangkaian Puncak Acara HUT ke-4 Partai Gelora di Balikpapan.

    “Dalam kegembiraan, hati kami tetap terpaut dengan penderitaan rakyat Palestina. Kami akan terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Inilah panggilan kemanusiaan dan amanat konstitusi kita,” katnya.

    Anis Matta mengaku memiliki kedekatan khusus dengan rakyat Palestina, berawal ketika dirinya diminta menjadi penterjemah Yasser Arafat, Pemimpin PLO, Presiden Otoritas Nasional Palestina (PNA), Yasser Arafat oleh mantan Presiden Soeharto saat berlangsungnya pertemuan Gerakan Non Blok di Jakarta.

    “Saat itu saya diminta menjadi penterjemah Yasser Arafat dan Presiden Bosnia (Bosnia Herzegovina). Tujuannya adalah untuk membantu perlawanan mereka, dan alhamdulillah Bosnia sudah merdeka, tinggal Palestina satu-satunya negara di dunia yang belum merdeka,” katanya.

    Sejak saat itulah, keterlibatan masyarakat Indonesia secara langsung untuk membantu kemerdekaan Palestina mulai disuarakan secara aktif di forum-forum internasional, termasuk bantuan dana kemanusiaan dan lain-lain.

    “Kalau pemerintahnya, presidennya sudah terlibat sejak Presiden Soekarno, tetapi keterlibatan people to people tidak banyak yang terlibat. Tetapi sejak pertemuan Gerakan Non Blok di Jakarta itu, rakyat terlibat secara aktif mulai banyak,” ujarnya.

    Anis Matta menegaskan, perang antara pejuang Hamas, Palestina-Israel di Gaza ini, akan membuka peluang bagi kemerdekaan Palestina dan menghapus Israel dari peta dunia.

    “Jadi Apa yan terjadi di Palestina sekarang ini adalah bagian dari gelombang besar dari krisis global saat ini. Dan beberapa negara di dunia akan hilang dari peta, salah satunya Israel,” kataya.

    Ketua Umum Partai Gelora ini menilai, tidak ada negara yang berada di peta dunia itu bersifat permanen, contohnya adalah Yugoslavia dan Uni Soviet. Sehingga bukan hal mustahil bagi Israel hilang dari peta dunia.

    “Jadi nama negara di peta itu bukan nama permanen, bukan barang mewah. Hari ini ada di peta, besok hilang, salah satunya adalah Israel,” ujarnya.

    Anis Matta mengatakan, Partai Gelora telah memprediksi hal-hal yang akan terjadi di masa depan lewat manisfestonya, bahwa dunia berada dalam ancaman besar yang mengerikan, yakni perang global.

    “Satu persatu yang kita ceritakan, mulai menjadi kenyataan. Cuma perang global seperti ini tidak sekaligus terjadi, tapi terjadinya secara bertahap, dan biasanya kita tidak sadar,” katanya.

    Anis Matta mengingatkan, bahwa terjadiya Perang Dunia I berawal dari persoalan sepele, yakni terbunuhnya Pangeran Austria Frans Ferdinad dan istrinya, Sophie Hohenberg yag terbunuh di Sarajevo.

    “Yang membunuh itu enam mahasiswa, 5 diantaranya berumur 20 tahunan yang menolak pencaplokan Sarajevo oleh Kerajaan Austria-Hongaria. Itu jadi pemicunya Perang Dunia I, tetapi gejalanya sudah ada,” katanya.

    Situasi seperti ini juga terjadi sekarang, dimana perang Palestina-Israel akan menjadi pemicu Perang Dunia III. Situasi global akan terus memburuk dalam kurun waktu antara 2024-2027.

    “Jadi sekarang, dunia ini berada dalam ancaman besar yang mengerikan. Kita semua akan ada dalam waktu-waktu penting sejarah umat manusia,” pungkas Anis Matta.

    Apresiasi Bantuan Kemanusian Indonesia, Anis Matta: Ada Tiga Alasan Mengapa Kita Harus Dukung Perjuangan Rakyat Palestina

    , , , , , ,

    Partaigelora.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto memimpin pelepasan bantuan kemanusiaan tahap pertama untuk rakyat Palestina di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (4/11/2023) pagi.

    Total bantuan mencapai 51,5 ton yang dikirimkan ke Palestina lewat Mesir, yang kemudian diteruskan dan disalurkan ke Gaza.

    Bantuan berupa bahan makanan, alat medis, selimut, tenda, dan barang-barang logistik lainnya yang telah disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di Gaza.

    “Saya mengapresiasi bantuan kemanusiaan pemerintah untuk Gaza yang baru saja dilepas Presiden Jokowi. Ini adalah panggilan kemanusiaan sekaligus pelaksanaan amanat konstitusi kita,” kata Anis Matta, Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia dalam keterangannya, Sabtu (4/11/2023).

    Menurut Anis Matta, ada tiga alasan mengapa Indonesia harus mendukung perjuangan dan kemerdekaan rakyat Palestina. Pertama alasan konstitusi, kedua alasan kemanusiaan, dan ketiga alasan agama.

    “Karena itu, kita harus berdiri bersama rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaannya dari penjajahan zionis Israel,” tegasnya.

    Anis Matta menilai pengiriman bantuan kemanusiaan pemerintah Indonesia ini, membuktikan bahwa Indonesia secara sungguh-sungguh mendukung perjuangan bangsa Palestina untuk merdeka.

    “Dengan pengiriman bantuan kemanusiaan tahap pertama ini, mudah-mudahan bantuan tahap berikutnya bisa segera dilaksanakan,” ujarnya.

    Wakil Ketua Umum Partai Partai Hamzah mengatakan, dirinya akan berkumpul dengan para sahabat di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) untuk mengumpulkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina di Gaza, Sabtu (4/11/2023) malam ini.

    “Ijin malam ini bergabung dengan para sahabat di Balikpapan untuk mengumpulkan bantuan bagi saudara kita di Gaza dan Palestina,” kata Fahri Hamzah.

    Sekretaris Jenderal Partai Gelora Mahfuz Sidik menambahkan, kemerdekaan Palestina adalah hutang sejarah Indonesia.

    “Dan alhamdulillah Presiden Jokowi memperkuat jejak dan langkah dukungan bagi Palestina Merdeka,” kata Mahfuz Sidik

    Mahfuz mengaku sudah dua kali mengunjungi Tepi Barat dan Gaza menemui Presiden Palestina Mahmoud Abbas, serta mantan Perdana Menteri Palestina dan Pemimpin Hamas Ismail Haniya untuk menyampaikan dukungan bagi kemerdekaan Palestina.

    “Alhamdulillah saya berkesempatan 2 kali mengunjungi Tepi Barat dan Gaza. Berbicara dgn pemimpin mereka: Mahmoud Abbas dan Ismail Haniya,” katanya.

    Partai Gelora sendiri menggalang solidaritas kemanusian dan dukungan kemerdekaan untuk Palestina di sela-sela Puncak Acara HUT ke-4 di BSCC Dome, Balikpapan, Kaltim, Minggu (5/11/2023).

    Di samping panggung acara akan dibentangkan spanduk berukuran besar bertuliskan “Kami Bersama Palestina”. Sementara di beberapa titik kumpul massa akan disebar bendera Palestina.

    Para peserta yang hadir termasuk Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta dan Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah juga akan menggunakan syal Palestina.

    Rencananya, Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta akan menyerahkan secara simbolis bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina.

    Seperti diketahui, Joko Widodo telah melakukan pelepasan bantuan tahap pertama sebanyak 51,5 ton pada Sabtu (4/11/2023) pagi. Dia menyebut bantuan berisi bahan makanan hingga alat-alat medis.

    Bantuan kemanusiaan ini, kata Jokowi, merupakan solidaritas bersama antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Presiden menegaskan ini sebagai salah satu bentuk dukungan Indonesia terhadap Palestina.

    “Ini merupakan wujud solidaritas Indonesia, wujud kepedulian bangsa Indonesia terhadap kemanusiaan, karena tragedi kemanusiaan yang ada di Gaza tidak dapat diterima dan harus sesegera mungkin dihentikan,” ujar Jokowi saat memimpin pelepasan bantuan kemanusiaan untuk Gaza, Sabtu (4/11/2023).

    Bantuan kemanusian dari pemeritah Indonesia tersebut, diberangkatkan menuju ke bandara El Arish di Mesir, dengan tiga pesawat. Kemudian bantuan tahap pertama berisi 51,5 ton bantuan itu berisi akan diteruskan dan disalurkan ke Gaza, Palestina.

    Anis Matta dan Fahri Hamzah Hadiri Puncak Acara HUT ke-4 Partai Gelora di Balikpapan

    , , , , , , , , ,

    Partaigelora.id – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia akan menggelar Puncak Acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Minggu (5/10/2023).

    Puncak acara akan digelar di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, Balikpapan. Acara akan dimeriahkan dengan kegiatan Jalan Sehat, bazar UMKM, hiburan artis ibukota dan band lokal, serta pembagian doorprize.

    Adapun artis ibukota yang akan memeriahkan acara HUT ke-4 ini adalah penyanyi dangdut legendaris Jhony Iskandar. Nama Jhony melambung berkat lagunya ‘Bukan Pengemis Cinta’ bersama Grup musik legendaris Orkes Dangdut OM PMR.

    Penyanyi era 80-an ini juga dikenal nyentrik, selalu memakai kacamata ikonik seperti Pak Tino Sidin, yang dipautkan dengan rantai pada sepasang tangkai kacamatanya.

    Selain Jhony, artis ibukota lainnya yang memeriahkan HUT ke-4 Partai Gelora ini adalah penerus grup musik Koes Plus, yakni David Koeswoyo, Damon Koeswoyo dan Rico Murry.

    David Koeswoyo adalah putra mendiang Yon Koeswoyo, sedang Damon Koeswoyo adalah anak dari Tony Koeswoyo, sementara Rico Murry adalah putra almarhum Murry.

    Mereka bertiga melalui grup musiknya, Junior, akan membawakan beberapa lagu-lagu hits legendaris Koes Plus.

    Puncak Acara HUT ke-4 Partai Gelora di Balikpapan ini akan dihadiri Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta dan Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah, serta beberapa pengurus DPN dan kader Partai Gelora se-Kalimantan.

    Saat tiba di lokasi acara, Anis Matta dan Fahri Hamzah akan disambut 7 penari berbaju adat Kutai, yang akan membawakan Tarian Japan Kutai, dengan iringan musik Tingkihan.

    Puncak Acara HUT ke-4 ini juga akan digunakan untuk memberikan dukungan penuh pada perjuangan rakyat Palestina agar segera merdeka dari penjajahan zionis Israel.

    Di samping panggung acara akan dibentangkan spanduk berukuran besar bertuliskan “Kami Bersama Palestina”. Sementara di beberapa titik kumpul massa akan disebar bendera Palestina.

    Tema HUT ke-4 Partai Gelora ini adalah “Stand With Palestine”. Selain bergembira bersama juga akan dilakukan penggalangan solidaritas untuk Palestina. Rencananya, Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta akan menyerahkan secara simbolis bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina.

    Dalam kesempatan ini, akan diisi dua Orasi Kebangsaan oleh Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta dan Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah.

    Fahri Hamzah akan mendapatkan giliran pertama untuk menyampaikan orasi bertema tentang “Kegeloraan”. Setelah itu , Anis Matta akan menyampaikan orasi soal pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

    Pasangan calon presiden (capres)-calon wakil presiden (cawapres) di pemilihan presiden (Pilpres) 2024 yang didukung Partai Gelora dan partai Koalisi Indonesia Maju (KIM).

    Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta mengajak Sahabat Gelora yang ada di Balikpapan hadir dalam Puncak Acara HUT ke-4 di BSCC Dome Balikpapan. Sebab, pada Puncak Acara HUT ke-4 Partai Gelora ini bertepatan dengan 100 hari menuju Pemilu 2024, pada 14 Pebruari mendatang

    “Sahabat Gelora, Allahamudillah saya akan memeriahkan Puncak Acara Milad ke-4 Partai Gelora di Kota Balikapapan, yang bertepatan dengan 100 hari menuju Pemilu 2024, 14 Pebruari 2024. Mudah-mudahan Sahabat Gelora dan kader yang ada di Balikpapan bisa hadir semuanya pada hari Minggu. Mari kita Gelorakan Balikpapan,” kata Anis Matta, Sabtu (4/10/2023).

    Ketua DPW Partai Gelora Kaltim Hadi Mulyadi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta dan Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah yang berkenan hadir di Balikpapan, Kaltim.

    “Ini saat luar biasa bagi Kaltim, karena Puncak HUT ke-4 Partai Gelora dilaksanakan di Balikpapan. Terima kasih buat Pak Ketum dan Waketum yang berkenan hadir,” kata Hadi Mulyadi.

    Hadi Mulyadi mengatakan, perayaan HUT ke-4 Partai Gelora menjadi sangat istimewa, karena hampir bersamaan dengan waktunya dukungan kepada pasangan Prabowo-Gibran.

    “Tetapi Partai Gelora juga berharap masyarakat Indonesia juga memberi dukungan sepenuhnya atas perjuangan rakyat Palestina saat ini,” ujarnya.

    Puncak Acara HUT ke-4 Partai Gelora di Balikpapan ini akan dipandu oleh Wakil Sekretaris Jenderal Dedi Miing Gumelar. Di dalam acara ini akan dibagikan berbagai macam doorprize antara lain sepeda listrik, sepeda motor dan mobil.

    Sebelumnya, Partai Gelora telah merayakan HUT ke-4 secara sederhana dengan pemotongan tumpeng berwarna biru pada Sabtu (28/10/2023) malam lalu.

    Peringatan tersebut, digelar secara daring dihadiri seluruh fungsionaris DPN, DPW dan DPD se-Indonesia.

    Pada kesempatan ini, Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta memberikan ucapan selamat kepada Titi Wideretno Warisman yang akrab dipanggil Neno Warisman atau Bunda Neno sebagai kader baru.

    Neno adalah mantan aktivis Persaudaraan Alumni 212 dan Deklarator #2019GantiPresiden pada Pemilu 2019 lalu.

    Mahfuz Sidik Usulkan KPU dan Bawaslu Bentuk Gugus Tugas Khusus Keamanan Informasi Pemilu 2024

    Partaigelora.id – Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Mahfuz Sidik mengatakan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) perlu menginisiasi pembentukan Satuan Gugus Tugas Khusus Keamanan Informasi Pemilu 2024.

    Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga keamanan informasi pemilu dari serangan cyber terhadap proses penyelenggaraan Pemilu 2024.

    “Nampaknya penyelenggara pemilu dalam hal ini, KPU dan Bawaslu perlu menginisiasi terbentuknya satu gugus khusus, yaitu Gugus Tugas Keamanan Informasi Pemilu. Gugus tugas ini tidak hanya untuk mengantisipasi hoaks, framing ujaran kebencian, tetapi dalam pengertian yang luas, yaitu menjaga keamanan informasi pemilu,” kata Mahfuz dalam keterangannya, Jumat (3/11/2023).

    Hal itu disampaikan Mahfuz Sidik dalam diskusi ‘Dialektika Demokrasi dengan tema “Bersama Mencegah Hoaks dan Kampanye Hitam Jelang Pilpres 2024” di Media Center, Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/11/2023) sore.

    Menurut Mahfuz, gugus tugas ini nantinya bisa melibatkan Dewan Pers, KPI, BSSN, Polri dan pihak terkait lainnya untuk melakukan patroli cyber dalam rangka melakukan penegakkan hukum (Gakkum) terhadap disinformasi Pemilu 2024.

    “Saya khawatir banyaknya hoaks-hoaks sekarang ini akan menjadi gangguan besar pada pemilu 2024. Dan yang lebih penting kita bersama punya tanggung jawab sosial memberikan literasi kepada masyarakat. Jangan sampai kita ikut membodohi masyarakat dengan disinformasi di media sosial,” katanya.

    Mahfuz menegaskan, gugus tugas tersebut diperlukan, karena regulasi kita yang mengatur dunia digital saat ini sudah tertinggal 10 tahun.

    “Dunia digital ini sudah berjalan di tengah-tengah kita, dan merangsek ke semua aspek kehidupan termasuk dalam kehidupan politik dalam 10 tahun terakhir secara sangat progresif,” ujarnya.

    Mantan Ketua Komisi I DPR ini berpandangan bahwa, regulasi penyiaran Indonesia tidak mampu menjangkau penyebaran-penyebaran hoaks yang dilakukan oleh televisi (TV) berbasis internet.

    “Sekarang ini banyak TV-TV yang platformnya internet. Ketika dia menyebarkan hoaks, siapa stakholder atau pemangku kepentingan yang bisa menegakkan regulasi, apakah Dewan Pers atau KPI, kan nggak ada sekarang,” ujar Mahfuz.

    Akibat regulasi penyiaran yang tertinggal 10 tahun itu, kata Mahfuz, membuat banyaknya sampah-sampah digital, yang bisa ‘digoreng’ menjadi isu hoaks dan ujaran kebencian menjelang pelaksanaan Pemilu 2024.

    “Ini sekarang yang menjadi rumit dan menjadi ruwet, karena memang basis regulasinya yang memang tidak lengkap,” katanya.

    Dengan banyak hoaks dan ujaran kevencian bertebaran di dunia maya, menurut Mahfuz, KPU dan Bawaslu selaku penyelenggara akan kesulitan untuk melaksanakan pesta demokrasi ini secara riang gembira.

    “Apalagi kalau lihat diksi tentang pemilu sekarang yang telah bergeser dari pesta menjadi kompetisi atau kontestasi. Jadi dua kata diksi ini, yang selalu akrab di telinga kita saat ini” katanya.

    Sehingga ketika kata diksi kompetisi dan kontestasi itu, menjadi persepsi besar tentang pemilu, maka faktor yang akan menentukan adalah seberapa kuat dan kerasnya kompetisi dan kontestasi itu, akan berlangsung di lapangan.

    “Apa faktornya, menurut saya, adalah adanya power struggle (perebutan kekuasaan) yang ikut pertarungan kekuasaan di Pilpres 2024. Bobot pertarungannya akan semakin sengit, apabila dari satu kekuatan politik itu, adu power strategi. Misalnya kalau saya baca di media ada pertarungan antara Ibu Megawati dan Pak Jokowi,” katanya.

    Pertarungan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo ini, katanya, merupakan satu kompetisi atau kontestasi power struggle.

    “Pertarungan tersebut semakin keras dalam ruang digital, maka rasanya serangan pertarungan di dunia digital ini, menjadi tidak bisa terelakan,” ujarnya.

    Karena itu, tidak mengherankan apabila ada peningkatan jumlah hoaksi selama Periode Januari 2023 hingga Oktober 2024 seperti dilaporkan Kementerian Kominfo dan Mabes Polri.

    “Saya prediksi pertarungan cyber melalui hoaks, ujaran kebencian akan terjadi lompatan yang sangat tajam dalam perang di dunia digital pada bulan November ini. Saya kira disinilah pentingya kita memahami, menyadari dan memitigasi, karena apa konsekuensi, resiko atau cost yang harus kita bayar secara secara kolektif bisa seperti Pemilu 2019, yakni pembelahan sosial dan polarisasi,” katanya.

    Jika melihat tren kenaikan hoaks dan ujaran kebencian saat ini, ada beberapa hal yang melatarbelakangi. Antara lain adanya pemilih di kalangan generasi Z dan milenial yang mencapai 55 persen lebih, yang sehari-hari tidak bisa lepas media sosial atau gadget.

    Sementara mereka menjadi target bidikan suara dari para calon presiden, calon wakil presiden, calon legislatif dan partai politik, serta para tim sukses.

    “Mereka ini akan disuguhi disinformasi melalui media sosial mengenai power struggle, pertarungan yang keras untuk menggaet pemilih yang 50% dari generasi Z dan milenial ini,” katanya.

    Ia melihat penyedia jasa hoaks dan ujaran kebencian menjelang Pemilu 2024 ini akan hidup lagi, meskipun mereka telah pecah kongsi.

    “Kita perlu hati-hati menyikapi hal ini, karena mulai ada narasi yang dikembangkan mengenai potensi kecurangan, terlepas dari situasi dan kontroversi proses politik sekarang. Ini akan menjadi opini umum, akan menjadi bumbu yang paling sedap untuk proses disinformasi di dunia digital,” katanya.

    Ia mengingatkan disinformasi digital saat ini telah melibatkan kemajuan kecerdasan buatan atau artificial Intelligence (AI) seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, ketika ada informasi tiba-tiba Presiden Jokowi mahir berbahasa Mandarin.

    “Ketika hal ini didengar saudara-saudara saya di majelis taklim di masjid, kalau Presiden Jokowi ngomong Bahas Mandarin, persepsinya bisa berbeda. Tun kan bener, dia sangat dekat dengan China, dengan Tiongkok. Tetapi beberapa hari kemudian kita lihat ternyata Presiden Jokowi juga sangat mahir Bahasa Arab, jadi bingung lagi kita,” katanya.

    Artinya, penggunaan AI untuk memproduksi hoaks dan ujaran kebencian akan meningkat menjelang Pemilu 2024. Inilah yang membedakan antara Pemilu 2024 dengan Pemilu 2019 lalu.

    “Jadi dari sisi produk yang dihasilkan sudah menggunakan Artificial Intelligence (AI). Produknya akan banyak menggunakan produk audio visual atau video yang mulai disebarkan di media sosial untuk merangsang, mestimulasi emosional masyarakat. Kita perlu memitigasi dan mewaspadai bersama, jangan mengambil keuntungan dari situasi ini. Ingat pembelahan politik pasca Pemilu 2019, itu cost yang kita tanggung,” pungkasnya.

    Fahri Hamzah Optimistis Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran di Pilpres 2024

    Partaigelora.id – Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah optimistis pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM) akan memenangi pemilihan presiden (Pilpres) 2024 satu putaran.

    Sebab, Prabowo-Gibran adalah pasangan yang paling ideal dibandingkan pasangan lain, Ganjar Pranowo-Mahfud MD dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

    “Sekarang ini kita sadar ada di tengah. Dagangan kita, dagangan yang paling ideal. Yang penting tarinya dibikin anggun, Insya Allah semua ke kita. Jadi logika kita bisa menang satu putaran itu sangat mungkin, karena memang kita adalah kandidat yang sangat indah,” kata Fahri Hamzah, Rabu (1/11/2023) sore.

    Penegasan itu disampaikan Fahri Hamzah dalam diskusi Gelora Talk dengan tema Gibran: Mengulas Plus dan Minusnya yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube Gelora TV.

    Diskusi yang dipandu Ketua Bidang Kerjasama dan Hubungan Antar Lembaga Ratu Ratna Damayani ini juga menghadirkan Ketua Dewan Penasehat Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Direktur Eksekutif IndoBarometer Muhammad Qodari.

    Menurut Fahri, kandidat lain akan sulit menarik suara dari kelompk usia muda, yang jumlahnya disebut mencapai 60 persen itu, meski sudah berbicara masalah milenial dan pemuda hingga berbusa-busa.

    “Orang boleh ngomong soal milenial dan pemuda, tapi begitu Gibran tampil, lewat semua itu orang. Mereka terlalu terpesonafikasi terhadap calon kita, karena tidak ada seperti calon kita. Itu yang membuat orang sakit perut, apa boleh buat, salah sendiri kan,” ujar Fahri.

    Fahri menilai saat ini banyak pihak yang naik pitam terhadap Gibran, terutama di partai tertentu, karena Wali Kota Solo itu merasa diangap sebagai figur yang penting di internalnya.

    “Mungkin kemarahan itu, sebab karena katakanlah tiba-tiba ada kartu Mas Gibran, yang kartu ini sangat penting sekali, tetapi lepas dari tangan mereka, itulah kemarahan-kemarahan yang tidak bisa kita berargumen dengan nalar sistem,” ujarnya.

    Pihak yang marah itu, saat ini merasa berseberangan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mereka juga terus mendorong black campaign (kampanye hitam) dan narasi kritis terhadap pribadi Presiden dengan mengangkat isu politik dinasti misalnya, secara terus menerus.

    Padahal, menurut dia, politik dinasti tak relevan di Indonesia yang menganut sistem demokrasi. “Dalam demokrasi, doktrinnya adalah mustahil dalam demokrasi ini satu orang mengontrol semua permainan,” ucapnya.

    Wakil Ketua Umum Partai Gelora ini menganggap Presiden Jokowi tak pernah berubah. Ia mengatakan, Jokowi dianggap tak sejalan dengan pihak tertentu yang dulu mendukungnya dan tengah marah saat ini.

    “Saya barusan podcast sama Adian (Adian Napitupulu, politisi PDIP), saya bilang, ‘Ian kamu itu lagi marah. Ian, kamu mempersonalisasi Pak Jokowi’,” ujar Fahri.

    Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019 ini menilai kemarahan pihak tertentu itu merupakan fakta politik yang harus dihadapi. Ia optimistis Prabowo-Gibran bisa melalui situasi politik saat ini dan memenangkan Pilpres 2024.

    “Begitu Mas Gibran muncul sebagai kartu yang signifikan dahsyat, akibatnya banyak orang marah. Tapi bahwa Prabowo-Gibran adalah simbolisasi dari idealnya kepemimpinan yang akan datang,” ujar dia.

    Disrupsi Politik

    Sedangkan Direktur Eksekutif IndoBarometer Muhammad Qodari menganalogikan, kehadiran Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024 seperti kemunculan startup baru di bidang teknologi.

    Yakni memiliki potensi besar untuk mendisrupsi produk-produk konvensional yang sudah ada sebelumnya, sehingga menimbulkan kekagetan dimana-mana.

    “Gojek misalnya, ketika baru lahirkan menimbulkan disrupsi teknologi, karena memang regulasinya tidak siap mengantisipasi kemajuan teknologi, padahal punya potensi berkembang. Ini analogi yang saya coba pakai untuk menjelaskan fenomena Gibran,” kata Qodari.

    Gibran ini, kata Qodari, adalah calon wakil presiden (cawapres) termuda sepanjang Indonesia modern, yang selama ini diisi oleh cawapres tua yang dimulai era Presiden Soeharto seperti Sudarmomo, Tri Sutrisno, BJ Habibie dan lain-lain.

    “Jadi nggak mudah memang mendisrupsi pikiran sebagian politisi kita, terutama yang senior-senior. Mereka melihat Gibran ini agak aneh, karena dalam kacamata politik selalu dilihat harus melalui proses birokratisasi,” katanya.

    Padahal politik itu, seharusnya dilihat mirip dengan dunia usaha, tidak boleh pakai kacamata birokrasi. “Ya kalau kita pakai kacamata birokrasi, namanya jabatan-jabatan tinggi itu tidak mungkin dicapai orang yang masih muda, harus berjenjang linier. Makanya ketika berbicara Sekda provinsi, kabupaten/kota, semuannya pasti sudah tua, tidak ada yang muda. Begipula dengan Kapolda atau Jenderal, tidak ada yang usia dibawah 40 tahun,” ujarnya.

    Namun, ketika berbicara dalam dunia bisnis, maka tidak akan kaku melihatnya, karena tidak ada soal batas usia. Karena yang diutamakan adalah kemampuan eksekusi dan organisasi, sehingga bisa mendatangkan laba atau cuan.

    “Visi dan misinya anak muda ini jauh ke depan, dan dimungkinkan lakukan percepatan. Kalau di dalam politik, masa usia dipertanyakan, tapi kalau dalam bisnis apakah ada yang mempersoalkan kalau direkturnya atau pemiliknya, umurnya 28 tahun, sementara karyawannya usia 60 an, misalnya. Mark Zuckerberg mendirikan itu kira-kira diusia 21 tahun dan sekarang menjadi kaya raya di usia 39 tahun,” jelas Qodari.

    Artinya, kehadiran Gibran ini telah mendisrupsi secara politik, peran-peran politisi tua yang tidak mau digeser politisi muda. Hal itu terjadi di semua partai politik lama.

    “Di Golkar misalnya, ruang bagi anak muda untuk bisa menjadi ketua umum itu sulit. Saya pernah mendengar cerita Bahlil Lahadalia di usia 47, mantan ketua HIPMI da juga Menteri Investasi, ketika ada wacana maju sebagai calon ketua umum. Seniornya bilang, dinda saya ini lebih senior di organisasi, dan bisa disebut muda. Jadi ketika berbicara tua muda, yang tua ini maunya disebut muda, padahal sudah tua,” katanya.

    Sehingga kehadiran Gibran ini, wajar apabila menimbulkan pro kontra di publik dan menjadi disrupsi politik di Pilpres 2024.

    “Dalam dunia teknologi, Gibran ini barang bagus, belum ada di pasar, punya potensi berkembang pesat. Kalau di pasar sekarang kan banyak yang KW 1, KW2 dan KW3. Makanya dalam politik itu harus pakai kacamata bisnis, bukan birokrasi,” tegasnya.

    Qodari menilai lucu ketika tingkah pola politisi tua yang menolak Gibran, padahal Bung Karno (Soekarno) menjadi ketua umum PNI diusia yang masih sangat muda, 26 tahun.

    Bahkan pidato-pidato Bung Karno yang menjadi slogan perjuangan Indonesia melawan penjajah kolonial Belanda itu, dibuat diusia 29 tahun.

    Karena itu, Qodari yakin gugatan terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) di sidang di Majelis Kehormatan MK (MKMK) terkait dugaan pelanggaran etik dalam putusan tentang batas usia capres-cawapres tidak akan mengubah putusan.

    “Saya yakin nggak bisa berubah, karena sudah jelas undang-undangnya itu bersifat final dan mengikat, Kalau misalnya nanti ditemukan masalah-masalah dalam proses pengambilan keputusan tetap tidak akan membatalkan putusan. Sudah ada contohnya, pernah terjadi peritiwa Akil Mochtar ditangkap, karena kasus suap kan putusannya tidak berubah, tidak dibatalkan. Apalagi dalam kasus ini, tidak ada unsur pidananya,” katanya.

    Direktur Eksekutif IndoBarometer ini menambahkan, Partai Gelora adalah partai yang paling kompatibel dalam peta perpolitikan sekarang, dibandingkan partai besar sekalipun.

    Partai Gelora bisa memainkan perannya untuk mewujudkan Indonesia Superpower baru seperti visi Presiden Jokowi menuju Indonesia Emas 2045.

    “Indonesia Superpower baru itu, diamanatkan di program Indonesia Emas 2045. Nah, presiden yang bisa menjalankan program adalah Prabowo Subianto yang didukung Partai Gelora. Artinya, partai yang paling kompatibel dengan cerita politik pada hari ini adalah Partai Gelora,” tandasnya.

    Sementara itu, Ketua Dewan Penasihat PSI Helmi Yahya mengatakan kehadiran Gibran Rakabuming sebagai cawapres Prabowo Subianto memang menimbulkan pro kontra di masyarakat.

    Namun, PSI berharap semua pihak tetap berpolitik secara santun, santuy dan riang gembira, serta tidak perlu menjelek-jelekkan kandidat lain.

    Ia mempersilahkan semua pihak untuk menentukan pilihannya sesuai dengan hati nurani dan yang terbaik untuk Indonesia ke depan.

    “Pro kontra itu biasa, kita memang tidak bisa memuaskan semua pihak. Tapi kami di PSI sudah punya kesepakaan, bahwa berpolitik itu harus santun, santuy dan riang gembira,” kata Helmi.

    Helmi berpandangan, saat ini memang waktunya anak muda diberikan peran lebih dalam politik di tanah air, karena mereka yang akan menentukan berbagai masa depan Indonesia.

    “Sekarang waktunya berbagai masa depan dengan anak muda, karena masa depan ini milik anak muda. Kita jangan underestimate dengan anak muda seperti Gibran, karena memang Indonesia harus dipimpin anak-anak muda,” katanya.

    Mantan politisi PDIP ini mengatakan, para politisi tua dan senior sebaiknya cukup menjadi mentor bagi yang muda-muda saja seperti yang dilakukannya di PSI bersama Ade Armando dan Irma Hutabarat.

    “Saya kira kita harus saling menghormati, apalagi Gibran dimentori lansung sama Pak Probowo Subianto. Kenapa kita harus menentang anak muda, padahal dulu Indonesia dibangun oleh anak-anak muda. Berilah kesempatan anak muda tampil, sehingga ada regenerasi. Pemimpin dunia sekarang trennya adalah pemimpin muda,” pungkas Helmi.

    Neno Warisman Resmi Gabung ke Partai Gelora, Ini Alasan yang Mendasarinya

    Partaigelora.id – Artis peran Titi Wideretno Warisman yang akrab dipanggil Neno Warisman atau Bunda Neno secara resmi bergabung kepada Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia. Bergabungnya Retno disampaikan Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta saat HUT Partai Gelora ke-4 pada Sabtu (28/10/2023).

    Lalu, apa sebenarnya yang mendasari alasan Neno Warisman bergabung ke Partai Gelora dan mengubah haluan politiknya saat ini.

    Padahal Neno sebelumnya adalah aktivis Persaudaraan Alumni 212 dan Deklarator #2019GantiPresiden pada Pemilu 2019 lalu. Simak penuturannya berikut ini.

    Neno Warisman mengatakan, awal mula bergabung dengan Partai Gelora berawal ketika sahabat seperjuangannya, Fahri Hamzah menghubunginya sekitar empat tahun lalu.

    Saat itu, kata Neno, Fahri mengatakan, akan mendirikan Partai Gelora dengan mengangkat tema narasi-narasi besar. Namun, ia memilih tidak menerima ajakan Fahri saat itu.

    “Sejujurnya saya dengan Fadli Zon sempat menanyakan, alasan Pak Fahri keluar dari DPR dan ingin mendirikan partai baru, diberi Partai Gelora. Saya tidak menerima ajakan beliau, tapi dalam waktu 4 tahun itu, saya terus membuat beberapa karya dengan Pak Fahri, Fadli Zon, Ahmad Dhani dan beberapa kawan lainnya,” kata Neno Warisman dalam keterangannya, Rabu (1/11/2023).

    Dalam kurun waktu itu, lanjut Neno, terjadi dialog yang panjang dengan Wakil Ketua Umum Partai Gelora tersebut. Ia melihat Fahri Hamzah sebagai sosok atau figur yang konsisten mengenalkan pikiran-pikiran Anis Matta, Ketua Umum Partai Gelora.

    “Ada beberapa kali beliau mengajak saya untuk bertemu dengan Pak Anis Matta, tetapi saya bertabrakan waktu. Karena ketika saya selesai memimpin barisan ganti presiden pada 2019, saya langsung gantung raket, istilahnya. Saya masuk ke kampung, dan mengabdikan diri saya ke wilayah pendidikan. Di situ saya all out selama dua tahun,” ungkapnya.

    Rupanya, kata Neno, Fahri Hamzah tidak putus asa dan terus membujuk dirinya untuk bergabung ke Partai Gelora agar aspirasinya bisa diperjuangkan. Ia terus mengingatkan dirinya, bahwa jihad terbaik itu adalah jihad politik.

    “Dia (Fahri Hamzah) mengatakan, tidak bisa kapasitas yang besar digunakan untuk komunitas kecil itu, meski tanpa merendahkan komunitas itu, saya paham maksud beliau, saya harus kembali ke medan pertempuran,” ujarnya.

    Namun, karena ia tidak punya dorongan politik dan belum memiliki satu kemauan untuk hidup di partai politik (parpol), karena partai dinilai hanya akan mengurangi ruang gerak dirinya untuk masyarakat.

    “Saya nggak mau dikasih label dan merk, karena akan mengurangi ruang lingkup gerak saya. Tidak hanya Partai Gelora yang saya tolak, tetapi ada dua partai lagi yang meminta saya untuk bergabung. Saya memang belum memiliki satu kemauan, bukan tahan harga atau jual mahal. Karena memang tidak punya dorongan saat itu,” ujarnya lagi.

    Namun, karena kecerdasan Fahri Hamzah, Neno mengaku akhirnya luluh dan mau masuk Partai Gelora. Ada kata-kata dari Fahri Hamzah yang membuatnya tersadar dan terketuk hatinya untuk kembali terjun ke politik.

    “Saat itu Pak Fahri mengatakan, saya tidak harus memilih Partai Gelora untuk kembali berjuang. Terjun dan ambillah, tolonglah masyarakat, tidak harus Gelora, bunda. Dengan partai besar sekalipun, kalau bunda pilih silahkan, yang penting kembali berjuang. Jadi kerelaan Pak Fahri itu membuat saya terketuk, membuat saya akhirnya berpikir. Itulah kecerdasanya Pak Fahri, karena dia tahu, saya tidak bisa dibeli dengan apapun,” tandasnya.

    Neno Warisman akhirnya bergabung ke Partai Gelora dua bulan lalu, dan menjadi calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur (Jatim) III meliputi Kabupaten Banyuwangi, Situbondo dan Bondowoso. Ia sengaja memilih dapil Jatim III, karena berasal dari Banyuwangi.

    “Dia juga mengingatkan saya, karena kebiasaan saya menolong kampung-kampung miskin, maka ketika kita tidak punya kekuatan atau power, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Saya jadi ingat ketika ingin menolong kampung dari penggusuran. Ketika, itu saya meminta tolong Pak Fahri dan Fadli, dan beliau-beliau sudah tidak menjadi wakil ketua DPR saat it. Dan beliau mengatakan sayang saya tidak menjabat lagi. Oh, iya ini menambah kesadaran saya, kita memang harus punya kekuatan. Saya putuskan maju dari Banyuwangi, karena saya putri Banyuwangi,” katanya.

    Neno juga mengungkapkan, alasan dirinya berlabuh ke Partai Gelora, karena Partai Gelora merupakan partai orang-orang mustadh’afin dan tidak ada tawaran jabatan apapun kepada dirinya.

    “Partai ini tidak diasuh oleh para hartawan-hartawan, memang benar partai mustadh’afin. Tak lama setelah itu, saya urus semua persyaratan menjadi caleg, itu kurang lebih dua bulan lalu. Dan semuanya selesai,” katanya.

    Neno mengaku tidak tahu, jika Partai Gelora pada akhirnya mendukung pasangan calon presiden (capres)-calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang tergabung dalam partai Koalisi Indonesia Maju sebagai pengusungnya.

    “Seperti kata Pak Anis Matta apa yang sudah terjadi, terjadilah, saya tetap memutuskan masuk, karena saya percaya dengan narasi baik Partai Gelora. Saya tetap menemukan kelurusan, ketulusan, dan saya senang menemukan orang-orang lurus yang benar strunggling (berjuang). Mereka semua bergerak bukan karena materi, tapi karena ideologis. Saya nikmati persaudaraan baru ini,” katanya.

    Neno menyadari banyak kesalahpahaman di masyarakat terkait langkahnya bergabung ke Partai Gelora.

    “Saya menerima jika ada kesalahpahaman, sebab saya ini orangnya selalu berpikir visioner, tidak bisa berpikir parsial. Saya juga suka memikirkan Indonesia yang terbaik, walaupun ongkosnya politiknya banyak,” katanya.

    Ia menegaskan, sejak dulu kiprahnya dalam memperjuangkan orang miskin tidak berubah, dan menghimbau agar kita tidak bertengkar sesama komponen bangsa Indonesia, apalagi sesama muslim.

    “Kita peluk saja, kalau nanti ada yang kecewa, saya akan memeluk, karena partai ini bukan partai agama. Karena partai ini hanya wasilah, atau cara saja, jalan saja yang berbeda dalam berjuang,” katanya.

    Neno percaya terhadap perumpaan pada gelas yang kotor, jika terus menerus dituangkan air bersih lama-lama akan bersih dan bening juga.

    Artinya, itulah kiasan kehidupan dalam bernegara dan bermasyarakat, dimana untuk memperbaiki politilk dan sistem itu membutuhkan waktu.

    “Dia memang harus mengalami kekeruhan-kekeruhan dahulu, ada kotoran-kotoran segala macam, tetap saja kita berbuat baik. Bisa jadi langkah saya ini keliru, tapi saya bergerak bukan karena saya diiming-imingi sesuatu, tetapi saya bergerak, karena nurani. Saya bisa menerima ini baik atau tidak, walaupun rumah saya pernah mau dibakar, mobil saya dibakar dan diri saya mau dibakar. Tetapi saya yakin terhadap langkah yang saya lakukan, meskipun di persekusi-persekusi. Kalau berbeda, saya akan kasih pemahaman, kalau tidak bisa saya syukuri saja perbedaan, makanya saya tidak pernah membeci siapapun,” katanya.

    Ia mengatakan, pasti akan menemui kesulitan saat akan menyosialisasikan pasangan Prabowo-Gibran di lapangan, karena sepak terjangnya di politik selama ini berbeda dengan sekarang.

    “Tapi saya tidak suka melihat masalah itu menjadi sulit. Jangankan di politik, di rumah tangga saja, saya memiliki perbedaan politik dengan anak-anak saya, itu tidak masalah, karena memang hidup ini penuh dengan tantangan-tantangan, semua tergantung interaksi kita kepada lingkungan,” ujarnya.

    Neno pun belajar banyak dari tiga anaknya yang milenial, bagaimana cara memahami milenial, yang berbeda dengan cara pikiran orang tua seperti kita.

    “Saya tidak mengenal Gibran, tetapi saya sudah mengasuh anak 100 milenial, dan setiap anak itu menyimpan kehebatannya masing-masing. Jadi saya orang yang selalu berpihak kepada orang yang lebih muda. Saya melihat masa depan dunia ini, ada di tangan anak muda, karena mereka jauh lebih berani dan kreatif sesuai dengan kebutuhan mereka. Hidup ini untuk kita wariskan, bukan kita pertahankan. Mudah-mudahan pengasuh-pengasuh Gibran, Pak Anis Matta, Pak Fahri Hamzah, Pak Zulkifli Hasan, serta partai koalisi sebagai pengemong, dapat memberikan arahan-arahan yang telah dilakukan generasi sebelumnya, yang buruk jangan dilakukan. Dan apa yang menjadi potensi yang baik dikembangkan, dan terus diingatkan ketika ada kekeliruan-kekeliruan,” pungkasnya.

    Alamat Dewan Pengurus Nasional

    Jl. Minangkabau Barat Raya No. 28 F Kel. Pasar Manggis Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan 12970 Telp. ( 021 ) 83789271

    Newsletter

    Berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan kabar terbaru.

    X