Tag: Anis Matta

Anis Matta Salut dengan Semangat Pantang Menyerah Timnas Indonesia, Meski Gagal Juara Piala AFF 2020

, , , , , , , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menilai Timnas Indonesia dibawa asuhan pelatih asal Korea Selatan (Korsel) Shin Tae-yong, jika melihat performa para punggawa Timnas yang diisi para pemain muda yang memiliki semangat pantang menyerah dan tidak mau kalah.

Performa tersebut, akan menjadi modal bagi Timnas Indonesia ke depan dalam ajang Piala AFF 2020 selanjutnya dan kejuaran-kejuaran lainya, asalkan tim tersebut dipertahankan dan tidak bongkar pasang pemain, termasuk pelatih seperti yang sudah-sudah.

“Saya tidak kecewa dibandingkan dengan leg pertama. Di leg kedua para pemain Timnas sudah melakukan hal terbaik, mereka sudah menunjukkan perfoma dahsyatnya,” kata Anis Matta usai Nobar Final Piala AFF 2020 antara Indonesia Vs Thailand, Sabtu (1/1/2022) malam.

Anis Matta mengaku respek dengan pola permainan Timnas Indonesia sekarang, meskipun Indonesia masih menjadi spesialis runner-up setelah kalah agregat 6-2 dari Thailand, kalah di leg pertama 4-0 dan imbang 2-2 di leg kedua.

“Saya orang politik, tidak ngerti bola, tapi suka bola. Kita semua senang melihat permainan Timnas sekarang, respeknya sangat baik. Makanya kita gelar nobar, kita semua berdoa disini. Kita salam hormat, meski sampai sekarang kita spesialis runner-up,” katanya.

Dalam acara nobar yang dihadiri tiga mantan pemain Timnas Indonesia, Okto Maniani, Jajang Mulyana dan Gunawan Dwi Cahyo, Anis Matta mengatakan, telah menemukan sebuah keyakinan baru mengenai perlunya ‘Politik Bola’.

“Politik bola yang saya maksud adalah dukungan politik lebih besar secara keseluruhan terhadap bola. Posisikan bola sebagai diplomat internasional, yang mewakili bendera Indonesia dan nama baik sebagai bangsa,” jelasnya.

Sehingga dalam memandang cara kerja sistematikanya saat bekerja akan jauh berbeda, karena tidak dilakukan instan, tapi dipersiapkan secara matang dengan melibatkan para ahli dan dukungan anggaran yang besar, termasuk penghargaannya kepada para pemain.

“Pendekatan ini, juga perlu dilakukan seluruh cabang olahraga. Makna ‘Politik Bola’  itu agar kita bisa melakukan pencapaian yang tinggi, mengukir sejarah di AFF, Sea Games atau kejuaraan lainnnya,” ujar Anis Matta.

Dalam memberikan penghargaan kepada atlet/olahragawan, pemerintah juga perlu mulai menggunakan metode pengukuran per kapita dengan jumlah populasi, seperti negara-negara lain.

“Misalkan setiap 10 juta penduduk 1 medali emas, kalau 27 juta maka 27 medali emas dan seterusnya. Ini akan mengubah cara kerja sistematis jadi lebih bermakna, saat berprestasi dijamin, ketika pensiun juga diperhatikan negara,” tegasnya.

Mantan pemain Timnas Indonesia Okto Maniani menilai, pemain Timnas Indonesia dibawa asuhan Shin Tae-yong memiliki spirit luar biasa, pantang mundur dan tidak mau kalah. Ia berharap PSSI mempertahankan para pemain dan pelatih saat ini.

“Saya setuju dengan pendapat Pak Anis Matta, perlunya ‘Politik Bola’ sehingga melihatnya harus secara keseluruhan. Impian pemain bola itu, masuk Timnas membawa bendera dan nama bangsa Indonesia,” kata Okto.

Hal senada disampaikan Jajang Mulyana, eks pemain Timnas Indonesia. Pelatih dan para pemain, kata Jajang, harus dipertahankan tiga tahun lagi, kalaupun ada pergantian satu atau dua pemain saja.

Terbukti mereka bisa menguasai permainan, meski sempat kecolongan dua gol di leg kedua, karena mencoba mengikut permainan Thailand untuk bertahan. Apabila terus dengan pola menyerang, Jajang yakin Timnas dapat menciptakan lebih dari dua gol.

“Mentalnya cukup bagus, tidak mau kalah apalagi Pratama Arhan, dia bisa bertahan dan menyerang. Mereka harus dipertahankan untuk jangka panjang, pelatih dan pemainnya,” kata Jajang.

Mantan pemain Timnas Indonesia Gunawan Dwi Cahyo yang kini merumput di Bali United menambahkan, perekrutan pemain Timnas saat ini sult karena ada pembatasan dari klub menimal mengirim dua pemain, tidak boleh lebih.

Padahal pelatih harus memilih pemain terbaik, seperti yang dilakukan Shin Tae-yong memilih materi pemain yang sebagai besar pemain muda. Hal itu tentunya bertujuan untuk menciptakan Skuad Garuda yang kuat, sehingga klub harus mendukung.

“Timnas dibawa Shin Tae-yong banyak berubah. Dia pelatih yang bekerja keras. Selama pertandingan, dia tidak pernah duduk, berdiri terus di pinggir lapangan, selalu memberikan motivasi. Ini pelatih yang kita cari,” kata Gunawan.

Dalam memberikan dukungan kepada Timnas Indonesia yang berlaga di final Piala AFF 2020 di Singapore National Stadium, Partai Gelora telah menggelar nonton bareng (Nobar) sebanyak dua kali. Pada leg pertama, Rabu (29/12/2021) dan leg kedua pada Sabtu (1/1/2021).

Pada leg pertama, Partai Gelora menggelar Nobar serentak secara nasional di 34 DPW (provinsi), 514 kabupaten/kota (DPD) dan seluruh DPC (kecamatan) yang dipusatkan di Gelora Media Center (GMC), Jakarta.

Pada leg kedua, acara Nobar hanya digelar di GMC yang disiarkan langsung secara streaming kanal YouTube Gelora TV dan aku Facebook Anis Matta. Acara Nobar ini dihadiri Generasi Muda Partai Gelora dan Bidang Gahora.

Tampak hadir dalam Nobar ini Sekretaris Jenderal Mahfuz Sidik, Bendahara Achmad Rilyadi, Ketua Bidang Gahora Kumalasari Kartini, Ketua Bidang Komunikasi Ari Saptono, Ketua Bidang Rekruitmen Anggota Endy Kurniawan dan lain-lain.

Awal 2022, Anis Matta Akan Gelar Roadshow Kolaborasi ke Wilayah Sumatra

, , , , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta akan menggelar roadshow kolaborasi ke wilayah Sumatra pada awal 2022 mendatang dalam rangka konsolidasi menghadapi Pemilu 2024.

Hal ini dilakukan usai melakukan roadshow dan konsolidasi di sebagian besar wilayah Pulau Jawa selama satu bulan terakhir, yakni di Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Barat.

“Selama hampir satu bulan kita roadshow di sebagian besar wilayah di Pulau Jawa,  Alhamdulillah saya mendapatkan kesan yang sangat kuat, bahwa kemampuan mereka bekerja jauh lebih besar dari yang kita duga,” kata Anis Matta saat menyampaikan arahan dalam Rakor I Teritori Sumatra di Pomelotel Hotel Kuningan Jakarta, Minggu (5/12/2021) malam.

Dalam Rakor yang dihadiri Ketua Bidang Teritori I Sumatra DPN Partai Gelora Mohammad Syahfan Badri Sampurno dan 10 DPW se-Sumatera ini, Anis Matta mengatakan, kemampuan DPW dan DPD di wilayah Jawa dalam memobilisasi kader di lapangan sungguh luar biasa.

“Kita akan melanjutkan roadshow ke Sumatera dan kita juga akan mengcover seluruh wilayah Indonesia mulai awal tahun depan. Kita juga ingin melihat kemampuan mereka melakukan mobilisasi dalam tempo yang sesingkat-singkatnya,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Anis Matta memberikan lima arahan kepada para Ketua DPW se-Sumatra, sebelum melakukan roadshow ke Sumatra pada awal 2022 mendatang.

Arahan pertama adalah soal permainan pikiran atau kognitif terhadap suatu keyakinan yang ditargetkan.

Kedua, berani melaksanakan cara-cara otentik dan originilitasnya sendiri, serta tidak meniru cara orang lain sehingga memiliki karakternya sendiri 

Ketiga, berpikir dari luar ke dalam. Maksudnya, melihat permasalahan rakyat di luar dan perubahan apa yang diinginkan mereka agar hidup mereka menjadi lebih baik untuk kemudian kita melakukan langkah-langkah guna mewujudkannya

Keempat adalah fokus pada kekuatan sendiri, tidak perlu memikirkan kekuatan orang lain atau partai lain.

Kelima berani membuat eksperimen, inovasi metode-metode baru dan menyiapkan seribu cara dan strategi, apabila cara satu gagal bisa pakai cara yang lain.

“Insya Allah dengan dengan 5 poin ini, kita bisa memberikan harapan yang lebih besar kepada rakyat, bahwa Partai Gelora-lah yang mereka tunggu-tunggu,” ujarnya.

Anis Matta menjelaskan, rencana roadshow ke Sumatra akan dilakukan pada Pebruari 2022, dan pada Maretnya ke wilayah Sulawesi. Setelah itu, dilanjutkan ke Kalimantan, Maluku, Papua, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tengara Barat. 

“Kita ingin mendengar harapan seluruh rakyat Indonesia,  dan kita buat roadmapnya menuju ke sana. JIka kita menempuh jalan ini,  hidup mereka Insyaallah akan berubah menjadi jauh lebih baik dan inshaALLAH rakyat bisa menyaksikan negaranya menjadi kekuatan kelima dunia,” tegasnya.

Anis Matta menambahkan, fondasi dasar Partai Gelora  sebagai partai baru relatif sudah terbentuk, tinggal menyempurnakan struktur di 7.235 kecamatan (DPC)  yang sudah mencapai 90 persen. 

“Insya Allah sampai akhir tahun ini atau paling tidak awal tahun depan struktur kita sudah selesai 100% sampai di DPC,  dan yang menarik bersamaan sekarang ini sudah ada sekitar 13 persennya dari total 83 ribuan  desa dan kelurahan. Ini tentu perkembangan menggemberikan, apalagi rekruitmen anggota kita  yang terus bertumbuh setiap hari bertambah  1.000 , 2.000 dan 3.000 anggota,” pungkasnya

Buka Posko di Candipuro, Anis Matta Doakan Warga Korban Erupsi Semeru Diberi Kesabaran dan Ketegaran

, , , , , , ,

Partaigelora.id – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia melalui organisasi sayapnya, Blue Helmet terjun langsung ke lokasi bencana erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur (Jatim) pada Sabtu (4/12/2021) sore.

Blue Helmet mendirikan posko di Kecamatan Candipuro, salah satu lokasi terdampak erupsi untuk memberikan bantuan logistik dan layanan medis, serta melakukan kegiatan SAR bersama BASARANAS dan BPBD Jatim.

“Mari kita mendoakan saudara-saudara kita di Lumajang dan sekitarnya yang terkena dampak erupsi Gunung Semeru. Semoga Allah SWT memberi kesabaran dan ketegaran melewati bencana ini,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Minggu (5/12/2021).

“Semoga Allah SWT menunjukkan kelembutan dan kasih sayang-Nya kepada bangsa Indonesia,” imbuhnya.

Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah mengatakan, dua jam pasca erupsi Gunung Semeru, Partai Gelora langsung menerjunkan Blue Helmet untuk membantu para korban.

“Pasukan Blue Helmet bergerak cepat. Alhamdulillah, gerak cepat Blue Helmet Lumajang patut diacungi Jempol turun ke lokasi hanya berselang dua jam setelah letusan Gunung Semeru,” kata Fahri.

Pasukan helm biru tersebut, langsung terjun ke lapangan menyalurkan bantuan dari para donatur. Bantuan diberikan kepada masyarat Desa Kamar Kajang, Piket Nol, bersebelahan dengan jembatan Gladak Perak yang ambrol diterjang lahar dingin.

“Bantuan berupa kebutuhan-kebutuhan emergency, seperti makanan, minuman, dan yang lainnya. Yang ingin ikut membantu monggo,” ungkap Fahri.

Fahri mengatakan, tidak sedikit para donatur tergerak membantu melalui Blue Helmet, baik dari personal maupun lembaga, di antarannya LAZ DQ dan Komunitas Surabaya Bersedekah.

Partai Gelora, lanjutnya, telah menginstruksikan kadernya untuk ambil bagian dalam penanganan korban Gunung Semeru erupsi.

“Hari ini, kami akan menerjunkan pasukan Blue Helmet dari berbagai kota se-Jatim,” tambah Fahri.

Sekretaris DPW Jatim Misbakhul Munir menginstruksi Blue Helmet Jatim untuk turun ke lokasi bencana dan berkoordinasi dengan Basarnas serta BPBD Jatim.

“Begitu Sabtu sore Semeru erupsi. Malamnya tim Blue Helmet Jatim sudah di lokasi bencana. Mereka mendirikan posko di Kecamatan Candipuro, salah satu lokasi terdampak erupsi,” terang Misbakhul Munir.

Gus Misbah, sapaan akrab Misbakhul Munir mengungkapkan, pihaknya telah memprediksi dalam bulan-bulan ini Indonesia akan banyak dilanda bencana.

Karena itu, ia sudah meminta kesiapsiagaan kader Partai Gelora. Terutama yang ada di unit Blue Helmet, agar peka dan bergerak cepat membantu saat ada bencana.

Pihaknya juga akan terus memberikan edukasi tentang kebencanaan kepada masyarakat. Terlebih pada wilayah yang tergolong rawan bencana. Langkah ini penting agar masyarakat tidak panik saat terjadi bencana.

Demikian pula kesadaran masyarakat untuk melakukan pelestarian lingkungan hidup harus terus disosialisasikan. Diantaranya dengan gerakan menanam 10 Juta pohon yang telah diinisiasi Partai Gelora.

“Kami sudah prediksi adanya potensi bencana, karena adanya tanda-tanda alam sebelumnya. Kami berharap ke depan edukasi tentang kebencanaan terus disosialisasi kepada masyarakat di lokasi rawan bencana,” ujar Gus Misbah.

Anis Matta: Pesantren Berperan Penting Mengubah Kerumunan Umat Jadi Kekuatan Nyata

, , , ,

Partaigelora.id – Pesantren telah hadir dan berperan sepanjang umur bangsa Indonesia. Sejak proses embrio nasionalisme, perjuangan kemerdekaan, hingga jihad mempertahankan kemerdekaan setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Pesantren juga telah menjadi pemasok pemimpin dan cendekiawan bangsa yang berperan di berbagai bidang. Kini, saatnya pesantren lebih berperan mengubah kerumunan Umat menjadi kekuatan nyata.

“Di tengah krisis global, umat Islam harus memahami betul situasinya. Jangan sampai kita berkelahi karena ada pihak lain yang membuat perang. Kita tidak perlu defensif. Sebaliknya, kita harus ofensif memperkenalkan cara kerja dan cara berpikir Islam kepada publik yang luas,” kata Anis Matta, Ketua Umum DPN Partai Gelombang Rakyat Indonesia, dalam kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Attaqwa di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, pada Jumat, 3 Desember 2021.

Anis datang bersama Fahri Hamzah, Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora, dan rombongan pengurus nasional, serta Haris Yuliana, Ketua DPW Partai Gelora Jawa Barat, beserta pengurus daerah hingga tingkat Kabupaten Bekasi. Anis dan rombongan diterima oleh KH Irfan Mas’ud, pimpinan Pesantren Attaqwa.

Anis menjelaskan visi perjuangan keumatan Partai Gelora. Visi tersebut dimulai dengan penerimaan fakta bahwa negara Indonesia berdiri dengan satu kesepakatan dasar negara yang bernama Pancasila.

Menurut Anis, inilah buah ijtihad para ulama dan pemimpin umat yang terlibat dalam perdebatan itu dan perdebatan itu suda selesai, termasuk bentuk negara kesatuan Republik Indonesia.

“Kita percaya pada demokrasi karena demokrasi adalah ruang bagi semua dan karenanya umat Islam harus ada di pusaran kekuatan utama masyarakat. Sudah waktunya kita mengubah kerumunan umat menjadi kekuatan yang representasinya nyata di dalam kekuatan politik. Di sini, pesantren punya peran yang sangat penting,” ujar Anis.

Umat Islam harus berpikir membangun platform baru untuk seluruh bangsa Indonesia, lanjut Anis, dan dalam konteks itu bangsa Indonesia perlu cita-cita baru untuk diperjuangkan bersama.

“Inilah yang mendasari Partai Gelora mengajak seluruh elemen bangsa memperjuangkan agar Indonesia menjadi kekuatan ke-5 dunia. Saat ini sedang terjadi krisis global dan ada peluang bagi Indonesia untuk mengambil peran sebagai salah satu pemimpin dunia. Namun untuk itu kita perlu cita-cita baru,” tambah Anis.

Sosok KH Noer Alie juga menjadi inspirasi bagi Anis karena memiliki dimensi yang lengkap, baik sebagai ulama yang mempelajari ilmu agama hingga ke Makkah, mujahid dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan bersama Hizbullah, dan politisi dengan menjadi salah seorang pemimpin Masyumi dan anggota Konstituante.

Dari pengalaman dan wawasan Kiai Noer itulah, Anis memaparkan, Pesantren Attaqwa tumbuh menjadi salah satu tempat untuk belajar sekaligus menempa jati diri muslim para santrinya.

Acara ditutup dengan ziarah di makan Kiai Noer Alie yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 2006.

Borong Lampu Gentur, Anis Matta Diberi Hadiah Lampu Jantung, Pertanda Apa?

, , , , , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengunjungi UMKM di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jabar) untuk mendengar secara langsung keluhan masyarakat terhadap dampak pandemi Covid-19 pada Kamis 2 Desember 2021.

Anis Matta mengunjungi Kampung Gentur melihat langsung proses pembuatan lampu gentur atau lampu lentera uang dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia dan di ekspor ke mancanegara.

“Kami ingin berbagai cerita, bagaimana UMKM ini bertahan di tengah pandemi. Ternyata mereka bertahan, tradisi leluhur dengan tetap mempertahankan keberkahan dari orang tua mereka,” kata Anis Matta di Cianjur.

Anis Matta berdialog dengan dua pengrajin lampu gentur, Asep dan Habib Ali Alhabsyi. Asep mengakui, selama pandemi usaha lampu gentur tetap berjalan meski ada penurunan omset. Ia pun berinovasi membuat box hantaran pernikahan yang laku keras di pasaran

“Alhamdullilah selama pandemi tetap berjalan. Kita tetap ekspor ke Malaysia dan Timur Tengah. Usaha ini warisan orang tua, sehingga harus kami jalankan apapun resikonya,” kata Asep.

Habib Ali Alhabsyi menambahkan, semua lampu gentur ini dibuat masyarakat Desa Karya Gentur, Kecamatan Warungkondang, Cianjur. Namun, desainnya berasal dari Turki, Maroko dan Timur Tengah.

Dalam kesempatan ini, Anis Matta memborong berbagai jenis lampu gentur untuk dipasang di Gelora Media Center, Jakarta. Tak diduga, Habib Ali memberikan hadiah lampu gentur jenis jantung berdesain Maroko kepada Anis Matta.

Bukan hanya itu, Habib Ali yang juga merupakan tokoh masyarakat Kampung Gentur mendoakan Anis Matta sebagai Presiden RI suatu kelak dan keberhasilan Partai Gelora di Pemilu 2024.

Selain itu, Anis Matta juga melihat proses pembuatan Tauco legendaris No.1 Cianjur di Jalan Gunung Lanjung KM 5 Cugenang, Kabupaten Cianjur Tauco Cap Meong buatan Nyonya Tasma ini sudah ada sejak 1860 lalu, yang saat ini dikelola penerusnya Frans Tasma.

Anis Matta melihat 11 tahapan proses pembuatan Tauco hingga siap dihidangkan Tauco digunakan sebagai bumbu penyedap makanan yang memiliki rasa yang khas. Tauco terbuat dari kacang kedelai yang telah difermentasi.

Frans Tasma. membagikan cerita perjalanan kacang kedelai hingga menjadi tauco. Tauco Cap Meong sendiri menjadi salah satu ikon Kabupaten Cianjur. Malahan, Tauco Cap Meong seakan mampu mendatangkan wisatawan ke kota Cianjur.

“Saya lagi belajar ngaduk Tauco sebelum dimakan. Ceritanya panjang, pokoknya kalau dimakan enak, tidak terlalu asin. Makan pakai ikan goreng mantap, rasanya pas,” katanya.

Selain berkunjung ke UMKM di Cianjur, dalam rangkaian kunjungannya di Jawa Barat, Anis Matta melihat usaha Kampung Sate Maranggi dan pembuatan keramik di Pleret, Purwarta,

Sementara di Cirebon Anis Matta berkunjung ke Batik Trusmi dan menyaksikan penandatangan Mou antara YES Preneur, lembaga yang dibentuk Partai Gelora dengan Batik Trusmi untuk melakukan pemberdayaan UMKM. Bahkan ownernya, Sally Giovanny diangkat sebagai Duta Besar UMKM.

Saat kunjungan di Bali, Anis Matta berkunjung ke Dian’s, Rumah Songket dan Endek, serta The Keranjang. Anis Matta memuji ketangguhan para pelaku UMKM di Bali dari terpaan dampak krisis akibat pandemi Covid-19.

Di Yogyakarta, Anis Matta berkunjung ke Dagadu guna memberikan dukungan bagi pengembangan UMKM dan ekonomi, serta serta berdialog dengan pelaku usaha pariwisata di Bantul.

Sedangkan di Jawa Tengah, Anis Matta mendengar keluhan nelayan Juwana, Pati. Selain itu, Anis Matta berkunjung juga ke usaha Batik Semarang dan Bandeng Presto New Citra

Cicipi Enaknya Sate Maranggi, Anis Matta Kaget Dikasih Hadiah Pot Janda Bolong

, , , , , , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta melakukan kunjungan ke Kampung Maranggi dan pusat pembuatan keramik di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat (Jabar) Selasa (30/11/2021) petang.

Anis Matta ingin mendengar langsung keluhan para pedagang dan pengrajin di masa pandemi Covid-19, bagaimana mereka bertahan hidup dari krisis.

Kedatangan Anis Matta ini disambut Ketua DPD Kabupaten Purwakarta Isep Syafrudin Yahya, serta dua aktor serial Sinetron Preman Pensiun yang tayang di RCTI, Ceu Endoh dan Kang Junaedi.

Di Kampung Maranggi, Anis Matta mencicipi Sate Maranggi, makanan legendaris khas asal Purwakarta ini.  Anis Matta memuji kenikmatan Sate Maranggi, hingga tak terasa habis 13 tusuk sate.

“Awalnya saya kurang tertarik makan sate, tapi begitu saya makan Sate Maranggi ini, kok sate ini lebih enak daripada sate yang lain. Nikmatnya luar biasa, saya sampai habis 13 tusuk,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Kamis (2/11/2021).

Anis Matta lantas berdialog dengan satu pedagang sate di Kampung Maranggi, bernama Mang Adi. Mang Adi mengeluhkan pendapatannya menurun selama pandemi.

“Sebelum pandemi 500 tusuk habis, tapi setelah ada Corona penghasilan kita sampai turun setengahnya. Gimana bertahan, ya kita berjualan saja, karena rezeki sudah ada yang ngatur,” kata Mang Adi saat menyampaikan keluhannya.

Usai menyantap Sate Maranggi, Anis Mata kemudian meninjau pusat pembuatan dan penjualan keramik Pleret. Anis Mata mengaku kaget begitu datang langsung diberi hadiah pot janda bolong, pot bunga yang telah dilukis logo Partai Gelora.

“Saya kaget tiba-tiba dikasih pot janda bolong, saya kira cuma tanaman saja. Ternyata ada juga pot janda bolong, rupanya karena ini ada lubang dibawahnya, makanya dinamai pot janda bolong,” ujar Anis Matta.

Di sentra pembuatan keramik, Anis Matta melihat proses pembuatan pot janda bolong dan asbak. Anis Matta menilai pembuatan keramik di Pleret ini perlu dilakukan scale up agar memberi nilai tambah.

“Kalau saya lihat di sini bukan soal modal, tapi bagaimana meningkatkan skill agar memberikan nilai tambah dari sisi artistiknya,” jelas Anis Matta.

Para pengrajin keramik ini, lanjutnya, tidak bisa berhasil dengan industri keramik, apabila mengedepankan manual job, tanpa ada nilai tambah skill.

“Valuenya ada di desain, para perajin harus ditingkatkan skillnya, di sekolahkan dan diberikan pelatihan desain. Kita bisa bikin sekolah desain (art),” katanya.

Menurut Anis Matta, pemberdayaan UMKM itu tidak hanya melulu pada pemberian modal, tetapi juga skill dan pemasaran atau market.

“Ada pelajaran yang bisa diambil, kalau sekedar hanya manual job tanpa ada sentuhan market dan desain artistik, harganya pasti murah. Tapi jika di scale up dari desainnya, harganya pasti naik berkali-kali lipat, bisa jadi karya seni atau fesyen,” paparnya.

Anis Matta mengatakan, Partai Gelora terus mendorong para pelaku UMKM agar naik kelas dengan berbagai program pemberdayaan UMKM.

Partai Gelora telah mendirikan YES Preneur untuk membantu UMKM seperti pengetahuan, pemasaran juga dalam segi permodalan.

Partai Gelora telah menunjuk Sally Giovanny, pengusaha muda sukses, owner Batik Trusmi dan The Keranjang sebagai Duta Besar untuk pemberdayaan UMKM di seluruh Indonesia.

“Di Purwakarta sendiri juga sama akan membantu para pelaku usaha ini. Seperti di Cirebon kemarin menandatangani kerjasama dengan pemilik batik resmi keranjang di Bali untuk pembinaan UMKM,” ujar Anis Matta.

YES Preneur Teken Kerjasama Pengembangan UMKM dan Launching Situs Marketplace

, , , , , , , , , ,

Partaigelora.id -YES Preneur menandatangani nota kesepakatan (MoU) dengan Batik Trusmi dan The Keranjang untuk memasarkan produk-produk yang dihasilkan UMKM binaan YES Preneur dan Partai Gelora Indonesia pada Senin (29/11/2021) di Cirebon, Jawa Barat (Jabar).

Penandatanganan dilakukan oleh penggagas YES Preneur Srie Wulandari yang juga Ketua Bidang UMKM dan Ekonomi Keluarga (Ekkel) Partai Gelora dengan Owner Batik Trusmi dan The Keranjang Sally Giovanny.

MoU antara YES Preneur dengan Batik Trusmi dan The Keranjang ini disaksikan Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta, Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah, Sekretaris Jenderal Mahfuz Sidik, Bendahara Umum Achmad Rilyadi, Ketua Bidang Bangter II (DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat) Achmad Zairofi dan Ketua DPW Partai Gelora Jawa Barat Haris Yuliana.

Dalam kesempatan ini juga di-lauching situs oleholeku.id, e-commerce dan marketplace lokal yang membantu pemasaran produk yang dihasilkan UMKM binaan YES Preneur dan Partai Gelora.

Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta dalam dialog dengan pelaku UMKM di Batik Trusmi mengatakan, pelaku UMKM bisa belajar dari kesuksesan Sally Giovanny dalam mengelola bisnisnya selama 15 tahun sejak tamat dari SMA.

“Karena itu, Ibu Sally Giovanny ini akan menjadi duta besar atau ambassador Partai Gelora. Apakah ibu-ibu ingin sukses, harus yakin. Nah, kita perlu cerita, kita mau dengar kesuksesan beliau,” kata Anis Matta.

YES Preneur, kata Anis Matta, juga akan memberikan pelatihan, pembinaan dan bantuan akses kepada para pelaku UMKM.

“Mereka akan dapat bantuan informasi pengetahuan, pelatihan, pembinaan dan bisa juga akses ke pemerintah. Jadi ini konsen kami di Partai Gelora,” ujarnya.

Pemberdayaan terhadap UMKM ini lanjutnya, menjadi salah satu agenda utama Partai Gelora.

“Sekarang ekonomi Indonesia, 60 persen PDB kita disumbang oleh UMKM. Kalau bangkrut dari mana mereka cari uang, sehingga kita perlu mengembangkan UMKM ini agar naik kelas,” katanya.

Penggagas YES Preneur yang juga Ketua Bidang UMKM dan Ekkel Partai Gelora Srie Wulandari meminta dua wadah, yang telah diteken MoU dan di launching situs market place-nya bisa dimanfaatkan secara maksimal UMKM untuk berjualan.

“Jadi wadah ini bisa dimanfaatkan dan digunakan untuk memasarkan produk kita,” kata Coach Wulan sapaan akrab Srie Wulandari.

Owner Batik Trusmi dan The Keranjang Sally Giovanny meminta para pelaku UMKM selalu berpikiran positif, bukan menjadi ‘kaum rebahan’, dan selalu melakukan inovasi dan mengikuti kemajuan teknologi.

“Kita satu frekuensi sama Pak Anis Matta. Kalau Partai Gelora ingin menjadikan 5 besar dunia, kami ingin menjadikan Batik Trusmi menjadi 5 besar perusahaan global, dari lokal ke kancah internasional,” kata Sally.

Dalam kesempatan ini, juga digunakan Anies Matta untuk melantik 7 mentor UMKM YES Preneur untuk wilayah Cirebon, hasil pendidikan dan pelatihan HR Academy yang bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM RI.

Pakai Cara Sendiri Jangan Tiru Partai Lain, Anis Matta: Warga Jabar Pemilih Cerdas dan Rasional

, , , , , , , ,

JAKARTA – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menilai warga Jawa Barat (Jabar) sebagai pemilih yang cerdas.

Hal tersebut terbukti, dengan tidak adanya partai politik yang mampu memenangkan pemilu dua kali berturut-turut di Jabar selama masa reformasi.

“Tidak ada partai yang menang dua kali berturut-turut di Jawa Barat. Artinya pemilih di Jawa Barat pemilih cerdas,” ujar Anis saat menggelar dialog bertajuk ‘Bandung Ngawangkong’, di Bandung, Minggu  (28/11/2021).

Anis Matta mengatakan, masyarakat Jawa Barat lebih terbuka terhadap berbagai informasi termasuk mengenai politik. Salah satunya karena letaknya yang dekat dengan ibukota negara.

“Jadi masyarakat Jawa Barat ini paling cepat responsnya terhadap isu-isu nasional,” katanya.

Selain itu, Anis Matta menilai, warga Jabar pun sangat terbuka terhadap berbagai ide dan pemikiran dalam berbangsa dan bernegara.

Hal ini terlihat dari sejarah yang pernah terjadi di Jabar saat berkembangnya Negara Islam Indonesia (DI/TII). Jabar juga menjadi awal mula berkembangnya Marhaenisme yang digagas Soekarno.

“Di Jawa Barat pernah berkembang ide kanan, juga ide kiri. Artinya masyarakat Jawa Barat terbuka terhadap ide-ide apapun yang disampaikan kepada mereka,” katanya.

Anis Matta kemudian memuji warga Jabar, karena hal ini merupakan tipikal masyarakat demokrasi.

“Masyarakat demokrasi membutuhkan pemimpin yang mampu meyakinkan, bukan yang mampu memaksa,” katanya.

Oleh karena itu, menurut Anis Matta, pemilih di Jabar membutuhkan partai politik yang mampu meyakinkan akan masa depan yang lebih baik.

Sebab, warga Jabar tidak bisa digiring secara sederhana, tapi perlu diyakinkan oleh kader-kader Partai Gelora

“Itu sebenarnya karakter dasar dari masyarakat demokrasi,” katanya.

Karena itu, Anis Matta meminta agar kader Partai Gelora menggunakan caranya sendiri dalam meyakinkan warga Jabar, bukan meniru cara yang digunakan partai lain.

“Besar-kecil, susah-gampang adalah soal cara pandang kita terhadap masalah yang kita hadapi. Yang penting adalah membuka cakrawala agar situasi mental kita selalu berada di atas masalah agar bisa meyakinkan orang lain,” katanya.

Sehingga dapat menemukan cara sendiri untuk mengatasi masalah dengan cara selalu membaca situasi dengan kreativitas dan imajinasi.

“Imajinasi adalah kekuatan kita yang kadang kita lupa untuk memanfaatkannya. Sekarang inilah, ketika kita berada dalam banyak keterbatasan akibat pandemi, sehingga imajinasi kita berperan penting,” ujarnya.

Ketua Bapilu DPN Partai Gelora Rico Marbun mengaku optimis dapat meyakinkan masyarakat terhadap ide-ide dan narasi Partai Gelora, tidak hanya warga Jabar saja.

“Ada beberapa hal yang membuat kita optimis. Hampir 60 persen yang setuju partai baru, dengan menjual semangat saja, setengahnya memilih kita, ” kata Rico.

Canangkan Tanam 10 Juta Pohon, Anis Matta: Jangan Sampai Menunggu Situasi Jadi Buruk dan Tidak Terkendali

, , , , , , , ,

JAKARTA –  Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta secara resmi mencanangkan Gerakan Gelora Tanam 10 Juta Pohon di Sub Das Citarik, Kampung Cikoneng, Desa Cibiru Wetan, Cileunyi, Bandung Jawa Barat (Jabar).

Gerakan ini ditandai dengan penanaman secara simbolis pohon Jeruk Pomelo, tanaman unggulan Kampung Cikoneng oleh Anis Matta.

“Dari kampung Cikoneng ini, kita ingin memulai gerakan perlawanan terhadap perubahan iklim dengan langkah nyata yang bisa dilakukan semua orang, yaitu menanam pohon, Gelora menanam 10 juta pohon,” kata Anis Matta, Minggu (28/11/2021).

Menurut Anis Matta, target penanaman 10 juta pohon tersebut akan dilakukan hingga 2023, dengan kawajiban setiap kader menanam 20 pohon.

“10 juta itu adalah angka yang bisa dilakukan oleh Partai Gelora. Kalau saya bilang satu miliar anda pasti bertanya hitung-hitung angkanya kayaknya nggak nyampai,” katanya.

Indonesia saat ini, kata Anis Matta, sudah memasuki darurat perubahan iklim, sehingga diperlukan respon cepat, bukan sebaliknya lamban dalam merespon.

“Kita tidak perlu menunggu 10 -20 tahun yang akan datang sampai semua situasi bisa menjadi sangat buruk dan tidak terkendali, baru kita mau meresponnya, ” tandas Anis Matta.

Hal senada disampaikan Ketua Bidang Lingkungan Rully Syumanda Partai Gelora. Rully mengatakan, cara paling mudah melawan perubahan iklim adalah menanam pohon.

“Pohon menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida. Karbon dioksida ini menyebabkan temperatur atmosfer naik, dan bumi menjadi panas,” kata Rully.

Rully menegaskan, upaya Partai Gelora melawan perubahan iklim, bukan sekedar ceremonial untuk konsumsi media, melainkan program jangka panjang.

“Lalu, bagaimana cara melawan perubahan iklim ini, mari bergabung ke Partai Gelora,” katanya.

Ketua DPW Partai Gelora Jabar Haris Yuliana mengatakan, Gelora Tanam 10 Juta Pohon ini diikuti 40 NGO dan Ormas, serta kelompok komunitas Newhun Recycle yang mengolah sampai plastik.

“Terima kasih telah memilih Jawa Barat sebagai tempat pencanangan Gelora Tanam 10 Juta Pohon. Mudah-mudahan Kampung Cikoneng ini menjadi titik ledak perlawanan perubahan iklim. Kita bertempur dengan perubahan iklim, kita mulai dari sini,” kata Haris Yuliana.

Saat pencanangan gerakan ini Anis Matta, didampingi Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah, Sekretaris Jenderal Mahfuz Sidik, Bendahara Umum Achmad Rilyadi, Ketua Bidang Lingkungan Hidup  Rully Syumanda, fungsionaris DPN Partai Gelora dan Ketua DPW Jabar Haris Yuliana.

Anis Matta dan rombongan disambut kesenian Reag Sunda, Putra Jaya Malangyang. Anis Matta menaiki Gagarudaan sementara Fahri Hamzah naik Sisingan, yang masing-masing digotong oleh empat orang.

Di Kampung Cikoneng ini ditanam sebanyak 10 ribu dari berbagai jenis dan juga diikuti penanaman secara serentak di 33 DPW lainnya.

Selain di Cikoneng, penanaman juga dilakukan di Muara Gembong, Bekasi dan Waduk Jatiluhur.

Anis Matta menyapa seluruh DPW dan menanyakan jumlah pohon yang ditanam masing-masing. Seluruh pohon yang ditanam dalam gerakan Gelora Tanam 10 Juta Pohon ini diberi nama Pohon Gelora oleh Anis Matta.

Selain itu, Anis Matta menyerahkan bantuan bibit kepada masyarakat Kampung Cikoneng sebanyak 1.500 bibit. Bantuan bibit diserahkan Anis Matta langsung kepada Kepala Desa Cibiru Wetan Hadian SP.

Usai pencanangan Anis Matta, Fahri Hamzah dengan pengurus DPN dan Ketua DPW Jabar Haris Yuliana meninjau Newhun Recycle.

Di gerai Newhun Recycle ini, Fahri Hamzah membeli produk jam dinding dari bahan daur ulang limbah plastik. Fahri memesan 677 jam dinding untuk diberikan kepada 27 DPD dan 650 se- Jabar.

Newhun Recycle ini, merupakan usaha yang digerakkan oleh anak-anak muda yang menjadi binaan Pemerintah Kota Bandung. Newhun Recycle juga telah berkolaborasi dengan Generasi Muda Partai Gelora untuk pengembangan usaha daur ulang dari limbah plastik ini

Anis Matta Puji Daya Tahan UMKM Bali Terhadap Terpaan Krisis

, , , , , , , , , , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Anis Matta Matta memuji ketangguhan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bali dari terpaan dampak krisis akibat pandemi Covid-19.

Bahkan UMKM Bali juga berani mengambil keputusan untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) seperti perusahaan-perusahaan pada umumnya, meski kondisi keuangan mereka belum stabil.

“Saya juga kaget, mereka bisa survive (bertahan) saat pandemi. Ini bisa memberi inspirasi untuk yang lain, dan cerita bertahan ini perlu dipublikasikan,” kata Anis Matta di Denpasar, Bali, Jumat (27/11/2021) malam.

Hal tersebut didapat Anis Matta saat mengunjumgi dua sentra UMKM di Bali. Didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah, Bendahara Umum Achmad Rilyadi, Ketua Bangter IV (Bali, Nusa Tenggara dan Kalimantan) Rofi’ Munawar, Ketua DPW Bali Moedjiono mengunjungi Dians, Rumah Songket dan Endek, di Desa Gelgel, Klungkung, serta The Keranjang-Wisata Bali Dalam Satu Keranjang di Kuta, Badung Bali.

“Saya berkunjung ke sini, karena ingin mendengar langsung pelaku usaha UMKM di masa pandemi, bagaimana mereka bisa survive, sehingga bisa menginspirasi kita semua,” ujar Anis Matta.

Dian, Rumah Songket dan Endek merupakan usaha binaan Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Kabupaten Klungkung. Sementara The Keranjang adalah kawasan wisata di Bali dengan konsep tempat perbelanjaan, taman wisata, edukasi dan hiburan yang dipadukan dengan teknologi.

I Putu Agus Aksara, Owner Dian, Rumah Songket dan Endek mengaku sempat berpikir mau melakukan PHK, karena cash flow (laporan keuangan) usahanya tidak ada pemasukan. Semua pegawainya sudah dipanggil, diberitahu akan di-PHK dan diberikan sembako sebagai tali asihnya.

Namun keputusan PHK tersebut, dia batalkan karena semua pegawainya menangis untuk tidak di-PHK, disamping songket dan endek ini merupakan warisan budaya Bali, sehingga usaha tersebut harus terus berjalan, apapun resikonya.

“Saya lantas kasi bantuan teman-teman, dan semua pegawai juga sepakat membantu. Perlahan-lahan malah jadi tambah naik dan bisa bertahan selama pandemi ini,” kata Putu Agus.

Sementara Owner The Keranjang, Ibnu Riyanto mengatakan, The Keranjang dibuka menjelang pandemi Covid-19 pada 2020 lalu. The Keranjang sempat buka selama satu bulan, dan akhirnya tutup selama 1,5 tahun karena ada kebijakan pembatasan penyebaran Covid-19.

“Kita buka lagi September lalu, sampai sekarang ini. Kita juga memberikan support ke UMKM, kita jual produk mereka dengan harga modal. Kita tidak mengambil untung sama sekali, kami tahu kesulitan mereka, karena kami juga pernah mengalaminya,” kata Ibnu.

Anis Matta salut dengan sikap Putu Agus yang berani mengambil keputusan tidak melakukan PHK dalam upaya bertahan dari krisis.

“Jadi setiap orang punya cerita kesedihannya masing-masing dan bagaimana ia bertahan. Dengan cerita air mata berubah menjadi mata air, dramatis sekali,” katanya.

Anis Matta menyarankan agar Putu Agus mengembangkan diversifikasi ekonomi untuk mengembangkan usahanya agar lebih maju lagi.

“Bali memproduksi songket dan endek disini, tapi dijual ke tempat lain (daerah lain, red). Jadi kita tidak melulu harus beli disini, tapi bisa beli ditempat lain, itu yang dinamakan diversifikasi,” katanya.

Sementara menyangkut The Keranjang, Anis Matta mengaku optimis UMKM di Bali bisa bertahan dan mendapatkan kehidupan baru selama pandemi, seperti yang dilakukan oleh The Keranjang yang membantu UMKM untuk berjualan.

“Saya optimis meski akhir tahun ini ada lockdown, saya tetap opitimis UMKM akan bertahan. Jadi setiap orang punya cara sendiri untuk bertahan, seperti yang dilakukan The Keranjang ini, selain berjualan, juga beramal dengan membantu UMKM menjual dengan harga modal,” pungkasnya.

Di The Keranjang, Anis Matta dan Fahri Hamzah sempat membuat batik logo Partai Gelora. Mereka terlihat menorehkan malam ke desain logo Partai Gelora menggunakan canting.

Alamat Dewan Pengurus Nasional

Jl. Minangkabau Barat Raya No. 28 F Kel. Pasar Manggis Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan 12970 Telp. ( 021 ) 83789271

Newsletter

Berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan kabar terbaru.

Mobile Apps



X