Tag: Anis Matta

Tugas Utama Partai adalah Narasi

, , , , ,

Partaigelora.id – “Gelora cuma bisa ngomong doang, narasi tanpa action”. Beginilah cibiran yang dialamatkan ke Partai Gelora, Indonesia 5 besar dunia dianggap pepesan kosong, omongan tanpa aksi nyata.

Fungsi utama partai itu sebenarnya justru pada omongan, gagasan. Ia adalah organisasi politik yang tujuannya adalah kaderisasi kepemimpinan dengan ide dan gagasan naratif kebangsaan.

Jangan meremehkan ucapan, karena negara ini ada juga berawal dari ucapan, kata-kata sumpah pemuda. Jangan meremehkan pidato, karena negara ini bisa semangat melawan penjajah dari pidato menggebu Bung Karno, Bung Tomo dan fatwa ulama.

Di negara maju, mana ada partai politik yang ngadain baksos, bagi sembako, punya ambulan, ya cuma di Indonesia. Itu wajar memang sosial budaya di Indonesia beda sehingga menuntut Partai menjelma menjadi organisasi sosial, organisasi dakwah, organisasi bisnis dan multiperan lainnya.

Tapi nggak fair jugalah membandingkan gelora dengan partai yang sudah dibiayai APBN dengan Banpol setiap tahunnya, dan ribuan kadernya yang juga dihidupi dari APBN dengan gaji dan tunjangan serta fasilitas serba wah…itu memang partai wajib melakukan sesuatu atas apa yang mereka dapatkan dari uang rakyat.

Sebenarnya apa yang mereka dapat itu jauh lebih banyak dari apa yang diberikan kepada rakyat dengan aksi-aksi sosialnya, itu sewajarnya mereka lakukan. Milyaran bahkan mungkin Trilyunan rupiah APBN menghidupi Partai dan kader-kadernya.

Suatu saat jika Gelora pada posisi itu tentu juga wajib melakukan pelayanan yang sama kepada masyarakat. Sekarangpun meskipun dengan biaya sendiri, Gelora juga berusaha hadir ditengah masyarakat.

Gelora sekarang bergerak dengan modal narasi, dengan narasi itulah yang akan membawa gelombang dukungan masyarakat. Begitulah keyakinan ketum Anis Matta, dan terbukti dengan segala keterbatasan, anggota yang sudah bergabung 250 ribu anggota.

Bangsa ini butuh ide-ide segar dalam menyelesaikan banyak persoalan.

Arka Atmaja

Kabid Humas DPW Partai Gelora Indonesia Provinsi Jawa Tengah

Percepat Kekebalan Komunal, Partai Gelora Kolaborasi Gelar Vaksinasi di Bekasi

, , , , , , ,

Partaigelora.id – Dalam rangka mendukung program vaksinasi pemerintah guna menciptakan kekebalan komunal (herd community) masyarakat dan mengakhiri pandemi Covid-19, Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menggelar vaksinasi  di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar).

Vaksinasi tersebut di gelar DPD Partai Gelora Indonesia Kabupaten Bekasi bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI bertempat di Pondok Pensatrean (PP) Miftahul Huda, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi, Kamis  (22/7/2021).

Ketua Bidang Kesehatan DPN Partai Gelora Indonesia dr Zicky Yombana Sp.S  mengatakan, vaksinasi adalah salah satu upaya untuk menghentikan penyebaran virus corona dan menurunkan angka pasien bergejala berat.

“Jangan mengambil informasi yang salah terkait vaksin karena kenyataannya manfaatnya sangat besar. Bijak memilah informasi adalah kunci kekompakan kita dalam memenangkan perang melawan virus ini, selain tetap menjaga protokol kesehatan ditambah vaksinasi,” kata Zicky.

dr Zicky menegaskan, Partai Gelora mendukung dan mendorong percepatan vaksinasi bagi seluruh masyarakat Indonesia, sehingga tercipta kekebalan komunal dan tercipta imun dalam melawan virus Corona (Covid-19).

“Jadi jangan takut untuk vaksin karena sudah di nyatakan aman secara ilmiah,” tegasnya.

Ketua Bidang Narasi DPN Partai Gelora Indonesia Dadi Krismaanto menambahkan, vaksinasi merupakan agenda mendesak menanggulangi pandemi Covid-19, sehingga butuh kolaborasi semua pihak. Partai Gelora merasa terpanggil untuk mempercepat jangkauan vaksinasi dan edukasi ke masyarakat luas.

“Kami sengaja memilih Kecamatan Tambelang, bukan di pusat kota, karena di pusat kota sudah relatif ada vaksinasi baik dari pemerintah maupun swasta. Kami ingin mengisi ruang-ruang ini agar percepatan cakupan vaksinasi tercapai,” kata Dadi Krismanto.

Kegiatan ini, lanjutnya, juga memiliki muatan edukasi, karena masyarakat mendapatkan informasi mengenai arti penting vaksinasi lewat selebaran dan undangan mengikuti vaksinasi.

Dadi Krismanto mengungkapkan, kegiatan vaksinasi merupakan yang ketiga kalinya diselenggarakan oleh Partai Gelora. Dua kegiatan sebelumnya dilaksanakan di Jakarta, diantaranya di sekitar kediaman Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta di Ciganjur, Jakarta Selatan pada Sabtu (10/7/2021) lalu.

“Pandemi ini punya banyak dimensi, tidak bisa semuanya dibebankan ke pemerintah. Partai Gelora selalu percaya dengan kolaborasi, kita bisa mengatasi masalah pandemi Covid-19,” katanya.

Pengurus  DPD  Partai Gelora Indonesia Kabupaten Bekasi Galih Fellandoe mengatakan,  memang tidak mudah untuk mengajak masyarakat berpartisipasi ikut vaksinasi, karena banyaknya persepsi keliru mengenai vaksin dan vaksinasi saat ini.

“Di masyarakat ada beragam persepsi tentang vaksinasi tapi kami tetap optimistis dapat mengajak mereka. Kegiatan ini juga positif untuk mendekatkan rakyat dengan masyarakat,” kata Galih.

Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta menganjurkan kepada seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam program vaksinasi yang diselenggarakan oleh pemerintah.

“Karena ini bukan hanya anjuran pemerintah tapi juga sebenarnya merupakan perintah agama, karena kita dianjurkan untuk melakukan apa yang disebut oleh para ulama sebagai melakukan semua sebab-sebab kesembuhan dan kesehatan. Mudah-mudahan dengan cara ini Allah SWT,” kata Anis Matta.

Berkurban Bareng Warga, Anis Matta: Berbagi Kita Kuat

, , , , , ,

Partaigelora.id – Pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini telah memasuki tahun kedua, dimana belum ada tanda-tanda yang menunjukkan kapan krisis berlarut ini akan berakhir.  Namun,  masyarakat tetap merayakan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah dengan tradisi berkurban.

Sebab, tetap tradisi berkurban merupakan perwujudan spirit berbagi, yang tidak memandang situasi krisis berlarut atau tidak. Masyarakat tetap saling mencintai dan saling menopang, meski negara sedang goyah dihantam badai krisis.

“Alhamduillah saya telah menyalurkan 3 ekor sapi di tiga tempat di sekitar kediaman saya. Ternyata di tiga tempat yang terdiri dari dua RT (Rukun Tetangga) ini saja, ada sekitar 20 sapi kurban. Ini sangat mengagetkan, karena terjadi di tengah krisis,” kata Anis Matta, Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia dalam keterangannya, Kamis (22/7/2021).

Menurut Anis Matta, hal ini merupakan suatu pertanda bahwa tradisi berkurban telah merasuk ke dalam jiwa masyarakat sedemikian kuatnya. Bahkan krisis pun tidak bisa menghentikan, dan malah sebaliknya, krisis ini memicu mereka untuk berkurban lebih banyak.

“Kalau ada yang bisa kita pahami dari situasi seperti itu, adalah merupakan suatu pertanda , bahwa masyarakat kita ini kuat dan solid. Mereka saling mencintai, mereka berbagi,” katanya.

Anis Matta menilai tradisi berkurban tradisi berbagi, yang tidak melihat agama maupun etnisnya. Sehingga dengan tradisi berbagi tersebut,  maka rakyat memiliki kekuatan tersendiri dalam menghadapi krisis berlarut saat ini

“Saya yakin pada dasarnya rakyat kita memiliki kekuatan untuk menghadapi masalahnya sendiri. Bahkan ketika negara menghadapi krisis yang jauh lebih besar dari kapasitasnya untuk menyelesaikannya,” ujat Anis Matta.

Ketua Umum Partai Gelora Indonesia berharap bahwa tradisi berkurban bisa dikukuhkan sebagai solusi untuk mengatasi krisis berlarut akibat pandemi Covid-19 ini.

“Melalui memomentum ini,  kita ingin sekali lagi mengkukuhkan tradisi berkurban. Ini sekaligus menunjukkan, bahwa rakyat dengan rakyat bisa menyelesaikan masalahnya sendidiri,” tandasnya.

Anis Matta menegaskan, makna dari berkurban itu adalah sebuah pengorbanan. Prinsipnya kesejahteraan tersebut tidak hanya dinikmati sekelompok kecil saja, melainkan juga oleh semua orang, baik si kaya dan juga si miskin dengan tradisi berkurban tersebut.

“Kita mendapatkan satu kenyataan baru, bahwa berbagi itu membuat kita lebih kuat. Inilah sistem yang dicari oleh dunia sekarang, tidak membedakan agama dan negara, serta bersifat multi etnis yang memungkinkan kita sejahtera secara kolektif dan menjadi masyarakat modern,” pungkasnya.

Anis Matta: Aksi Kekerasan Aparat Harus Dihentikan, Bisa Memicu Krisis Politik

, , , , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menyatakan prihatin, kecewa dan sedih menyaksikan berbagai tindakan kekerasan kepada warga di beberapa daerah yang dilakukan oleh aparat dalam penegakan aturan disiplin kepada publik di tengah pandemi Covid-19.

Tindakan disipilin tersebut dalam rangka menegakkan aturan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) guna menurunkan lonjakan penyebaran kasus Corona di tanah air .

“Apapun alasannya tindakan kekerasan seperti itu tidak akan berujung dengan hasil yang baik. Warga kita sekarang ini, sedang menghadapi tekanan hidup yang berat,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Sabtu (17/7/2021).

Menurut Anis Matta,  masyarakat saat ini sedang menghadapi tekanan hidup yang sangat berat. Tindakan kekerasan tersebut, akan menciptakan suasana jiwa yang sangat buruk yang akan menambah kesedihan kecemasan, ketakutan dan Frustrasi.

“Ini semua bisa berkembang menjadi kemarahan dan akhirnya menjadi ledakan sosial yang tidak terkendali dan sangat mungkin juga bahkan berkembang menjadi krisis politik,” katanya.

Hal ini tentu saja tidak diinginkan semua pihak akan terjadi peristiwa tersebut. Sebab, pandemi Covid-19 sekarang telah berkembang menjadi krisis ekonomi hingga menjadi krisis berlarut.

“Tentu saja Ini memberikan beban yang berat bagi pemerintah dan apalagi bagi rakyat kita secara keseluruhan. Jangan sampai hal ini ditambah dengan kemarahan rakyat, yang bisa berujung pada ledakan sosial dan krisis politik,” katanya.

Agama Islam, lanjut Anis Matta, telah mengajarkan bahwa pentingnya kelembutan dalam menyelesaikan segala urusan, daripada menonjolkan kekerasan karena akan menyebabkan kerusakan.

Sehingga semua pihak perlu mencari ilham dalam mengatasi masalah  pandemi Covid-19 ini. Sebab, pandemi Covid-19 tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi di seluruh belahan dunia.

“Kelembutan akan membuat tujuan kita tercapai, sedangkan kekerasan akan membuat tujuan kita tidak tercapai. Dengan kelembutan, kita akan mendapatkan pahala, sementara kekerasan akan membuat kita berdosa,” katanya.

Karena itu, Ketua Umum Partai Gelora ini berharap agar aparat mengedepankan akhlak dan kelembutan dalam menegakkan aturan disipilin PPKM Darurat, serta meninggalkan tindakan kekerasan.

“Tidak ada di antara kita yang bisa memprediksi, memperkirakan kemana krisis ini mengarah dan kapan akan berakhir. Semua dilanda ketakutan, kemarahan dan frustasi. Khususnya kepada para aparat, berlaku santulah dan lembut kepada rakyat yang sedang menghadapi tekanan hidup yang sangat berat,” tegas Anis Matta.

Seperti diketahui, penolakan dan kericuhan yang melibatkan aparat dan warga masih kerap terjadi sebagai buntut dari penegakan disiplin PPKM Darurat,  yang akan berakhir pada Selasa (20/7/2021).

Di Jawa Timur, Sabtu (10/7/2021), puluhan warga menyerang petugas yang melakukan patroli protokol kesehatan di Kecamatan Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur.

Peristiwa berawal saat petugas menemukan satu warung yang masih buka melebihi ketentuan jam malam. Alhasil petugas memberikan sanksi penyitaan KTP dan tabung LPG 3 kilogram di warung tersebut.

Warga sekitar pun langsung bereaksi. Mereka menolak dengan meneriaki petugas dengan kata-kata kasar. Mereka bahkan melempar dan menyerang mobil operasional petugas.

Kericuhan selama penertiban PPKM Darurat bahkan terjadi sejak berlaku 3 Juli 2021. Sejumlah pedagang di Pasar Klitikan, Notoharjo, Solo sempat mengintimidasi petugas Satpol PP yang melakukan penertiban PPKM Darurat pada Minggu (4/7/2021).

Namun, para pedagang menolak kegiatan jual-belinya karena dinilai melanggar aturan dan terlibat cekcok dengan petugas

Di hari pertama bahkan penolakan penertiban itu terlihat di beberapa titik penyekatan PPKM Darurat. Misalnya, di pertigaan Lampiri, Kalimalang, Jakarta Timur.

Titik yang menjadi perbatasan antara Bekasi ke Jakarta itu dipadati pemotor yang menolak disekat oleh petugas. Mereka berdebat dengan aparat yang berjaga dan membuat kemacetan yang sangat panjang.

Anis Matta : Krisis Berlarut, Yang Rapuh Pasti Remuk

, , , , , , ,

Partaigelora.id – Indonesia saat ini dinilai sudah memasuki babak baru, yakni era ‘perang berlarut’ akibat krisis berlarut yang dipicu oleh pandemi Covid-19. Lazimnya dalam kaidah perang, maka individu, masyarakat, korporasi dan negara yang bisa bertahan (survive)  sampai akhir, akan menjadi pemenang.

“Jadi yang menang bukan siapa yang membunuh lebih banyak, tetapi yang menang adalah siapa yang tetap bisa bertahan hidup sampai akhir. Ini harus kita persepsikan sebagai suatu persoalan, apakah kita mampu survive sebagai individu, sebagai korporasi, sebagai masyarakat, juga sebagai negara,” ungkap Anis Matta, Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia dalam keterangannya, Senin (12/7/2021).

Hal itu disampaikan Anis Matta saat memberikan pengantar diskusi Gelora Talks dengan tema ‘Marah dan Frustrasi: Mengupas Emosi Publik di Tengah Pandemi’  yang disiarkan live di streaming Gelora TV dan Transvision CH.333, Sabtu (10/7/2021) petang.

Menurut Anis Matta, pengetahuan kita tentang masalah pandemi Covid-19  dinilai masih terlalu sedikit. Sementara, terlalu banyak kejutan yang terjadi setiap waktu, setelah memasuki tahun kedua pandemi Covid-19.

“Lalu tidak ada yang bisa meramalkan berapa lama lagi kira-kira masalah ini akan berlangsung, masih akan ada berapa gelombang lagi dari Covid-19 ini, atau ada varian apa lagi yang akan muncul sesudah ini,” jelasnya.

Ketua Umum Partai Gelora Indonesia ini mengatakan ada kaidah yang pas dengan kondisi saat ini, yakni  ‘yang rapuh pasti remuk’ dalam ‘perang berlarut’ ini.

“Jadi individu yang rapuh pasti akan remuk di tengah pandemi, korporasi yang rapuh juga akan remuk di tengah krisis ekonomi ini, serta pemerintah atau negara yang rapuh juga akan remuk dengan krisis dan pandemi ini,” tegas Anis Matta.

Hal senada disampaikan pengusaha dan relawan Kemenkes dr. Tirta Mandira Hudhi. dr Tirta mengatakan, Indonesia saat ini memang tengah memasuki tahapan krisis.

Hal itu bisa dilihat dari langkah pemerintah meminta bantuan oksigen dari negara lain dalam penanganan pasien Covid-19. Padahal Indonesia dikenal sebagai negara kaya akan oksigen dan menjadi para-paru dunia karena memiliki hutan yang luas.

“Kasus Covid-19 Indonesia tengah disorot dunia, tingginya kasus dan tingginya angka kematian. Kita minta bantuan oksigen dari luar negeri. Kita nggak mungkin terima bantuan, kalau kita nggak krisis,” kata dr Tirta.

dr Tirta berharap agar dampak krisis pandemi Covid-19 tidak bertambah buruk, pemerintah sebaiknya melibatkan epidemiologi untuk penanganan pandemi ini.

Sebab, virus Covid-19 ini diprediiksi 5-10 tahun lagii, bahkan berabad-abad tidak akan hilang sepertii Flu Spanyol (Influenza).

“Kalau bisa pemerintah, percayakan sama yang ahlinya, sama ahli epidemiologi yang memang dia sudah paham di situ. Dan larang pejabat ngomong soal Covid-19 agar tidak blunder, biar tenaga kesehatan yang bicara, karena lebih mengerti,” ujarnya.

Diskusi Gelora Talks dengan tema ‘Marah dan Frustasi: Mengupas Emosi Publik di Tengah Pandemi’ ini juga menghadirkan narasumber lain, yakni menghadirkan Direktur Eksekutif Lembaga Survei Median Rico Marbun, dan Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia (UI) Prof Hamdi Muluk.

Anis Matta Ingatkan soal ‘Public Mood’ yang Bisa Berujung Pada Ledakan Sosial

, , , , , , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Anis Matta mengingatkan pemerintah untuk mendalami situasi emosional masyarakatnya atau public mood terkait kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

“Temuan kita memang mengerikan. Takut, sedih, marah dan frustrasi, kira-kira itu semua yang mendominasi emosi publik atau publik mood saat ini,” ujar Anis Matta di Jakarta, Sabtu (10/7/2021) petang.

Anis Mata menyampaikan hal itu, saat memberikan pengantar diskusi Gelora Talks dengan tema ‘Marah dan Frustasi: Mengupas Emosi Publik di Tengah Pandemi yang disiarkan live di streaming Gelora TV dan Transvision CH.333.

Dalam diskusi yang dihadiri Direktur Eksekutif Lembaga Survei Median Rico Marbun, pengusaha dan relawan Kemenkes dr. Tirta Mandira Hudhi, dan Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia (UI) Prof Hamdi Muluk, Anis Matta mengatakan, apabila hal itu tidak didalami, maka bisa saja semua ini akan berkembang menjadi ledakan sosial bahkan hingga krisis politik nantinya.

“Penting bagi kita untuk mencoba  mendalami situasi emosional publik agar kita bisa mengetahui apa yang bisa kita lakukan secara lebih tepat, demi mencegah pandemi dan krisis ekonomi ini berkembang menjadi ledakan sosial. Apalagi berkembang menjadi krisis politik di kemudian hari,” tegas Anis Matta.

Dengan mengetahui public mood tersebut, diharapkan ledakan sosial tidak berkembang, apalagi menjadi  ledakan sosial yang tidak terkendali.

“Jika ledakan sosial terjadi, akan membawa kita ke dalam krisis yang semakin susah untuk dikendalikan dan tidak ada satupun yang mengetahui kapan berakhirnya,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun mengatakan, situasi pandemi Covid-19 di Indonesia tahun ini dinilai publik lebih parah dibandingkan tahun lalu. Akibatnya, publik tidak percaya pemerintah, baik di pusat maupun di daerah.

“Mayoritas publik menilai kondisi Covid-19 semakin parah 49,7 persen, sama saja 29,3 persen, lebih baik 14,2 persen, tidak tahu atau tidak menjawab 6,8 persen,” papar Rico.

Rico meniilai, kasus Covid-19 semakin dekat dengan lingkungan sosial masyarakat. Beda hal dengan situasi tahun lalu. Bahkan semakin banyaknya ucapan duka cita yang menghiasi dunia maya.

“Rasa-rasanya ini pula yang kita temukan di grup-grup Whatsapp, Telegram, itu setiap hari ada ucapan bela sungkawa, permohonan doa untuk segera sembuh,” katanya.

Melihat kondisi saat ini, pengusaha dan relawan Kemenkes dr. Tirta Mandira Hudhi mengaku hanya bisa pasrah. Sebab, tenaga kesehatan (nakes) sudah maksimal dalam menangani Covid-19.

Namun, masih banyak masyarakat yang tidak percaya Covid-19 dan menolak divaksin, akibat masih adanya polarisasi politik.

“Pemerintah sekarang juga dalam kondisi bingung. Dikasih vaksin gratis ditolak, dikasih edukasi dibilang banyak omong. Emangnya yang protes-protes itu, punya solusi, nggak juga. Kalau ditanya mengenai kondisi saat ini, kita ya pasrah,” kata dr Tirta.

Namun, dr Tirta mengaku tetap memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya Covid-19, meski masih ada yang tidak percaya. Ia pun meminta agar para pejabat tidak sembarangan memberikan pernyataan soal Covid-19, karena akan memperburuk situasi dan keadaan.

Guru Besar Psikologi UI Prof Hamdi Muluk dapat memahami kondisi psikologis masyarakat saat ini, akibat masih adanya bias politik. Sehingga ada perbedaan cara pandang dalam melihat Covid-19, ada yang menggunakan kacamata saintifik, politik dan agama.

“Tapi saya ingin mengatakan begini, semua orang panik sekarang ini, tetapi tetap harus ada orang yang menyalakan optimisme dan bersikap tenang,” kata Hamdi Muluk

Hamdi menambahkan, pemerintah hendaknya meniru cara Singapura dan Amerika Serikat yang mulai beradaptasi dengan Covid-19, sehingga bisa dikendalikan. Sebab, bagaimanapun Covid-19 tidak akan bisa dihilangkan seperti Flu Spanyol atau Influenza yang sudah berabad-abad tetap ada.

“Kita harus realistis seperti Singapura berpikir masa depan. Kondisi pandemi diubah dalam kondisi endemi. Membentengi sebanyak mungkin komunitas dengan vaksin, kalaupun tertular dampaknya tidak berat, sehingga aktivitas normal bisa dilakukan kembali,” pungkasnya

Manfaatkan Mobilisasi Digital, Jumlah Anggota Partai Gelora Semakin Tumbuh Pesat

, , , , , , ,

Partaigelora.id – Jumlah keanggotaan Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia terus menujukkan angka pertumbuhan yang pesat di masa pandemi Covid-19 saat ini. Dengan dukungan teknologi digital, jumlah anggota Partai Gelora secara nasional sudah mencapai 250 ribu orang.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelora  Mahfuz Sidik meminta kader dan fungsionaris memperkuat eksistensi di dunia digital. Hal itu bisa menjadi jembatan terhadap pola hubungan komunikasi dengan masyarakat.

“Eksistensi personal dan partai di ranah digital secara berkesinambungan dan terogarinisir bisa menjadi jembatan komunikasi partai kepada masyarakat,” jelas Mahfuz Sidik dalam keterangannya, Jumat (9/7/2021).

Menurut Mahfuz, kondisi pandemi Covid-19 saat ini memberikan keuntungan bagi Partai Gelora untuk melakukan komunikasi terus menerus secara digital dengan masyarakat.

“Pandemi yang tampak akan berkepanjangan ini memberikan kesempatan bagi kita untuk melakukan komunikasi terus menerus secara digital,” kata  Mahfuz Sidik yang optimis Partai Gelora lolos verifikasi KPU sebagai peserta Pemilu dam  Parliamentary Threshold di Pemilu 2024.

Ketua Bidang Rekrutmen Anggota Endy Kurniawan mengatakan pertumbuhan anggota hingga 250.000 anggota secara nasional, itu terjadi karena anggota Partai  Gelora bergerak serentak secara masif melakukan perekrutan. “Terjadi mobilisasi baik secara teritorial maupun secara digital, ” kata Endy

Diantara yang dilakukan Partai Gelora untuk rekrutmen anggota adalah menjalankan program ASIAB Gelora (Ajak Siapapun Bergabung Gelora). Dengan cara ini, siapapun bisa menjadi jurubicara dan daya tarik untuk partai.

“Hampir 30 ribu anggota baru yang terekrut dengan program ini oleh 900-an anggota yang mengajak masyarakat secara digital dan teritorial,” jelas Endy sambil mengatakan, meski banyak keterbatasan dalam pandemi ini,  rekrutmen anggota tidak boleh berhenti, bisa dengan memanfaatkan teknologi digital.

Selain itu, dalam melakukan perekrutan anggota, kata Endy, Partai Gelora juga tidak hanya sekedar merekrut saja,  tetapi juga melakukan berbagai kegiatan simpatik dan empatik untuk menyemangati masyarakat dengan berbagai harapan. “Masyarakat perlu disemangati dengan berbagai harapan,” katanya.

Untuk memperkuat keterampilan anggotanya di ranah digital, Partai Gelora Indonesia membekali secara khusus anggotanya dengan pelatihan dasar media digital pada Sabtu (3/7/2021) lalu. Pelatihan ini dibuka Sekjen Partai Gelora Indonesia Mahfuz Sidik dan ditutup oleh Ketua Umum Anis Matta.

“Platform digital adalah salah satu ranah kerja setiap kader Gelora. Partai Gelora ingin hadir sebagai perawi masa depan Indonesia. Kita datang dengan narasi besar menjadikan Indonesia sebagai kekuatan kelima dunia. Cita-cita yang bisa menjadi sumber nasionalisme baru kita. Dan sejatinya mereka adalah perawi masa depan,” pesan Anis Matta ketika menutup acara pelatihan tersebut

Partai Gelora Minta Kader di Daerah Berpartipasi Dalam Program Vaksinasi

, , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta meminta kepada seluruh fungsionaris dan anggota berpartipasi dalam program vaksinasi Covid-19 yang dicanangkan pemerintah di wilayahnya masing-masing.

Seruan tersebut disampaikan Anis Matta dalam Surat Edaran Nomor: 123/EDR/DPN-GLR/VII/2021 Tentang Partisipasi Dalam Program Vaksinasi yang ditekennya pada Selasa (6/7/2021), kepada 34 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan 514 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gelora Indonesia

“Berkenaan dengan melonjaknya angka penderita Covid-19 dan varian barunya yang lebih ganas, juga mempertimbangkan kepentingan kerja organisasi dan kesehatan jajaran fungsionaris dan anggota. Maka Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Gelora Indonesia menyerukan partisipasi dalam program vaksinasi,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Rabu (7/7/2021).

Menurut Anis Matta, hal itu supaya target ‘herd immunity’ segera tercapai agar Indonesia di harapkan bebas dari Coronavirus (Covid-19) dan mengakhiri ketidakpastian akibat krisis pandemi saat ini.

“Seluruh fungsionaris dan anggota Partai Gelora Indonesia diminta untuk mengikuti program vaksinasi Covid-19 di daerahnya masing-masing,” tegas Anis Matta.

Partisipasi tersebut, lanjutnya, dengan memperhatikan ketentuan dan syarat bagi setiap peserta vaksinasi.

Anis Matta juga meminta DPW dan DPD untuk membuka komunikasi dengan Institusi Kepolisian dan Rumah Sakit setempat yang memungkinkan dilakukan kerjasama program vaksinasi di kantor DPW dan atau DPD.

“Kepada seluruh jajaran Fungsionaris dan Anggota agar disiplin dalam penerapan protokol kesehatan, khususnya 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan) terutama untuk kegiatan yang bersifat langsung dan tatap muka, ujarnya.

Anis Matta berharap surat edaran ini mendapatkan perhatian dan dilaksanakan semaksimal mungkin oleh seluruh fungsionaris dan anggota Partai Gelora se-Indonesia.

“Demikian surat edaran ini kami sampaikan untuk mendapat perhatian dan dilaksanakan semaksimal mungkin. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan dan kesembuhan kepada kita semua. Wassalamualaikum Wr. Wb.,” pungkas Anis Matta.

Seperti diketahui, program vaksinasi Covid-19 yang dijalankan pemerintah telah dimulai sejak Pebruari 2021 lalu. Pemerintah menargetkan sasaran vaksinasi sebanyak 181.554.465 jiwa atau 70 persen populasi Indonesia untuk membentuk herd immunity.

Mulai Juli 2021, target vaksinasi harian menyentuh angka 1 juta vaksinasi per hari dan pada Agustus 2 juta vaksinasi per hari. Hingga Selasa (6/7/2021) sebanyak 33.176.029 orang telah menerima vaksin Covid-19 dosis pertama, Sedangkan penerima vaksin Covid-19 hingga dosis kedua atau lengkap sebanyak 14.267.980 orang.

Sementara kasus Covid-19 di Indonesia hingga Rabu (7/7/2021), berjumlah 2.379.397 sejak ditemukan pada Maret 2020. Sedangkan pasien Corona yang dinyatakan sembuh hingga saat ini berjumlah 1.973.388 orang dan yang meninggal dunia sebanyak 62.908 orang.

Pada Rabu (7/7/2021), ada penambahan 34.379 kasus baru Covid-19 yang merupakan rekor terbaru. Pemerintah sendiri telah  menyiapkan skenario baru jika kasus harian penyebaran Covid-19 terus melonjak, yang memungkinkan mencapai 40 ribu per hari.

Berdasarkan situs https://www.worldometers.info/coronavirus/, yang dilihat pada Selasa (6/7/2021),  Indonesia di urutan teratas dengan penambahan sebanyak 31.189 kasus. Total kasus positif di Indonesia tercatat sebanyak 2.345.018.

Setelah Indonesia Rusia berada di urutan kedua dengan penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 23.378 kasus dalam sehari. Kemudian disusul Iran dengan 16.080 kasus, dan Bangladesh di peringkat keempat dengan 11.525 kasus.

Anis Matta : Pemerintah Perlu Libatkan Ilmuwan Hadapi Kejutan Varian Baru Covid-19

, , , , , , , ,

Partaigelora.id – Ketua umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengatakan, virus Corona (Covid-19) terus memberikan kejutan varian-varian baru yang lebih ganas dan mematikan dalam beberapa waktu ke depan.

Ia berharap para saintis dapat memberikan panduan (guidance) kepada negara maupun publik, bagaimana cara tepat menghadapi pandemi Covid-19 ini.

“Kita saat ini menghadapi ketidaktahuan, kita mendapatkan kejutan-kejutan baru Covid-19. Disinilah perlunya ada guidance dari para saintis, yang sekaligus berfungsi melawan disinformasi informasi,” kata Anis Matta saat memberikan pengantar diskusi Gelora Talks dengan tema ‘Benarkah Varian Baru Virus Covid-19 Makin Ganas?’, Selasa (6/7/2021) petang.

Diskusi virtual ini menghadirkan narasumber, Spesialis Mikrobiologi Klinik dan Kedokteran Regenerasi dr. Rina Adeline, dr., SpMK., MKes., ABAARM, Pakar Epidemiologi Kesehatan , Kaprodi Magister-Fakulttas Kesehatan Masyarakay (FKM) Universitas Indonesia (UI) Dr.dr.Helda, M.Kes, dan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr. Daeng M Faqih, SH, MH.

Menurut Anis Matta, negara harus memberi ruang yang lebih besar kepada para saintifik untuk mengatasi pandemi Covid-19 saat ini. Sehingga negara diberikan pandauan dalam mengambil keputusan.

“Para saintis dapat berpartisipasi dengan memberikan guidance kepada publik tentang semua kejutan-kejutan baru yang kita saksikan setiap hari ini. Sebenarnya gelombang Covid-19 masih berapa lama?” katanya.

Hal itu dilakukan untuk menjaga ‘public mood’ dan daya tahan masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang tidak tahu kapan akan berakhir.

Spesialis Mikrobiologi Klinik dan Kedokteran Regenerasi dr. Rina Adeline, dr., SpMK., MKes., ABAARM, mengatakan, varian Delta dari India memiliki daya infeksi dan transmisi yang lebih besar.

“Virusnya mampu menginfeksi lebih besar dan terus melakukan bentuk mutasi baru. Virus ini bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan, dan bisa diketahui kalau test antara antigen dan PCR dilakukan bersamaan,” kata dr Rina Adeline.

dr Rina Adeline berharap pemerintah terus memperluas program vaksinasi dan mempercepat target ‘herd immunity’ tercapai.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menerapkan protokol kesehatan dan menggunakan masker dua lapis agar tidak terpapar varian baru. 

“Ada slogan dari Banyumas yang bisa dicontoh, lebih baik agak susah nafas, dari pada hilang nafas,” katanya.

Pakar Epidemiologi Kesehatan UI Dr.dr.Helda, M.Kes mengatakan, para ahli epidemiologi sebenarnya sudah berkali-kali mengingatkan pemerintah dan masyarakat mengenai pandemi Covid-19 belajar dari berbagai kasus pandemi sejak tahun 1854 lalu.

“Kita sudah persiapkan bagaimana pengendalian penyakit ini, sebelum ada varian dari India. Mahasiswa kita, banyak di daerah sudah bersiap-siap untuk mengendalikan apabila akses bandara dan pelabuhan ditutup. Tetapi kita tidak bisa berbuat apa-apa, karena kebijakannya lain,” kata Helda.

Ketua Umum PB IDI Dr. Daeng M Faqih, SH, MH sependapat dengan pernyataan dr Rina Adeline dan  dr.Helda.  Daeng mengatakan, perlu ada dua strategi yang menjadi skenario terbaik untuk menghadapi loncatan lonjakan kasus Covid-19 saat ini.

“Perlu ada dua strategi, yakni dari hilir dan hulu. Di hilir menambah kapasitas pelayanan, sehingga semua masyarakat yang terinfeksi terlayani. Sedangkan di hulu melakukan pendisiplinan protokol kesehatan dengan sanksi yang tegas seperti di Amerika dan Singapura,” kata Daeng.

Jika dua strategi tersebut, IDI lanjut, Daeng yakin lonjakan kasus Covid-19 seperti sekarang bisa dikendalikan. “Jika strategi hilir dan hulunya secara simultan dan komprehensi, maka pengendalian lonjakan seperti sekarang in, Insya Allah bisa berhasil,” tegas Daeng Faqih.

Gelora Jawa Timur Adakan Doa dan Tahlil Virtual Wafatnya RKH Muhammad Thohir

, , , , , , ,

Partaigelora.id – Partai Gelora Indonesia berduka. RKH Muhammad Thohir Abdul Hamid, Pengasuh Ponpes Mamba’ul Ulum Batabata Pamekasan, Madura, wafat hari Sabtu (3/7/2021) siang. Tokoh kharismatik Madura yang biasa dipanggil Lora Thohir adalah pribadi yang punya andil besar mengokohkan Partai Gelora di Jawa Timur, khususnya di seluruh Madura dan sebagian kawasan tapal kuda (wilayah timur Jawa Timur).

Untuk mengenang dan mendoakan berpulangnya Lora Thohir, Partai Gelora DPW Jawa Timur mengadakan sholat ghoib, doa dan tahlil bersama secara daring.

Muhammad Sirot, Ketua DPW Partai Gelora Jawa Timur mengisahkan firasat dua bulan lalu. Firasat itu disebutnya seperti sebuah wasiat yang harus dilaksanakan. “Mas Sirot, ayo kita besarkan Partai Gelora, kita menangkan partai ini, bersama santri dan jaringan saya. Nanti kita ketemu lagi ya, kalau tidak dengan saya, dengan santri-santri saya,” kata Sirot mengisahkan kalimat Lora Thohir kala itu. “Itu semacam sebuah pesan,” kata Sirot.  

Rasa duka juga diungkapkan oleh Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta dan Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah. Melalui akun media sosial masing-masing keduanya menyatakan duka yang mendalam. Tidak hanya itu, saat memberikan kesan dalam tahilan virtual yang mereka hadiri, Anis Matta dan Fahri Hamzah mengungkap goresan duka secara khusus.

Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah mengatakan Lora Thohir adalah pribadi yang khas. “Kita ditinggalkan seorang Kyai Muda yang sangat istimewa. Kehilangan yang besar, tapi kita harus saling mengingatkan untuk tidak boleh larut dalam kesedihan, kita lanjutkan perjuangan dan harapan Beliau,” pesan Fahri Hamzah. Agak tercekat, Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta mengenang Kyai Thohir dan dirinya ‘dipertemukan Tuhan’.

“Kami ini saling mencari, dan dari awal kami percaya dengan apa yang kita perjuangkan di Partai Gelora, karena kesamaan ini kami akhirnya dipertemukan, kita di pertemukan dengan ikatan Iman, Pikiran dan Cinta , ” kenang Anis Matta.

Sebelum melaksanakan Doa dan Tahlil Virtual, Partai Gelora Indonesia DPW Jawa Timur telah mengadakan Sholat Ghoib yang dilaksanakan oleh seluruh DPD Kota dan Kabupaten. Ini juga menjadi pesan Ketua Umum Anis Matta bagi jajarannya di seluruh Indonesia ketika pertama kali mendengar berita duka.

Doa dan Tahlil Virtual ini dihadiri Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta, Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah, Ketua Bidang Pengembangan Teritori 3 Ahmad Zainuddin, Ketua Bidang Rekrutmen Anggota Endy Kurniawan dan Ketua Bidang Pengembangan Kepemimpinan Hamy Wahyunianto, para pendiri dan Majelis Pertimbangan Pusat, serta fungsionaris DPD se-Jawa Timur,

Alamat Dewan Pengurus Nasional

Jl. Minangkabau Barat Raya No. 28 F Kel. Pasar Manggis Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan 12970 Telp. ( 021 ) 83789271

Newsletter

Berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan kabar terbaru.

Mobile Apps



X