Tag: #AnisMatta

Selamat! Inilah Para Pemenang Gelora Virtual 2020 RUN & WALK

, , , ,

Partaigelora.id – Tanpa terasa pelaksanaan Gelora Virtual 2020 RUN & WALK yang digagas Gaya Hidup dan Olahraga (Gahora) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia telah menghasilkan para pemenang perlombaan tersebut. Event ini secara resmi dilaunching Ketua Umum Parta Gelora Indonesia Anis Matta pada Senin 16 November 2020 lalu.

Tidak hanya itu, Anis Matta juga mengibarkan bendera dimulainya perlombaan Gelora Virtual 2020 RUN & WALK pada 1 Desember 2020 lalu, dimananya para pesertanya tidak hanya kader Gelora, tapi juga terbuka untuk masyarakat. Peserta dapat memilih jarak tempuh sendiri yang telah ditentukan oleh panitia, yakni dengan jarak tempuh 2K, 8K dan 28K.

Ketua Bidang Olahraga, Hobbi dan Gaya Hidup DPN Partai Gelora Indonesia Kumalasari Kartini (Mala) mengatakan, perlombaan Gelora Virtual 2020 RUN & WALK yang diikuti 2.077 peserta ini mulai digelar pada 1-29 Desember 2020, berjalan lancar. Semua peserta, lanjutnya, terlihat antusias mengikuti perlombaan dengan kategori run (lari) maupun walk (jalan).

“Keseluruhan acara lomba berlangsung lancar. Antusiasme peserta sangat besar dan tertarik ikutan karena kita mengakomodir buat yang belum pernah lari meski secara virtual, dimana saja baik dalam rumah ataupun luar rumah dengan protokol kesehatan Covid-19 pastinya,” kata Kumalasari Kartini dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (5/1/2021).

Menurut Mala, sapaan akrabnya, Gelora Virtual 2020 RUN & WALK ingin mengajak masyarakat untuk berolahraga dan menjadikan sebagai gaya hidup sehat di masa pandemi Covid-19, karena bisa meningkatkan imun tubuh dan bisa menghilangkan stres.

“Olahraga lari dan jalan ini, dua olahraga yang mudah dilakukan oleh siapa pun karena tidak perlu menggunakan alat tambahan apapun kecuali baju & sepatu olahraga yang memadai saja,” katanya.

Karena itu, lanjut Mala, banyak peserta setelah mengikuti Gelora Virtual 2020 RUN & WALK menjadi rutin berolahraga, meskipun dilakukan secara virtual. “Mereka merasakan manfaat yang didapat setelah olahraga, ada perasaan bahagia,” ungkap Mala.

Mala menambahkan, ketika olahraga ini sudah menjadi kegiatan rutin, maka akan menjadi gaya hidup. Namun, jangan lupa untuk selalu melakukan gerakan pemanasan sebelum olahraga dan gerakan pendingan setelah olahraga, karena membantu otot dalam keadaan yang baik.

Teknis perlombaan Gelora Virtual 2020 RUN menggunakan tiga aplikasi aplikasi lari/ jalan yang bisa diunduh di Play Store. Ketiga aplikasi tersebut adalah Garmin Sports, Nike Run Club, Strava: Run & Ride Tr di smartphone . Kemudian buat akun di salah satu aplikasi tersebut dan mulai berlatih jalan kaki/ lari dengan membiasakan menggunakan fitur-fiturnya .

“Teknis perlombaan, peserta mengirimkan Screen Capture hasil dari mereka Lari dan Jalan dari Aplikasi yang digunakan contoh Garmin Sports, Nike Run Club, Strava: Run & Ride Tr, lalu mengupload linknya saat registrasi,” pungkasnya.

Pemenang Gelora Virtual Run & Walk 2020 :

a. Kategori RUN

🏆 2 K
Juara 1  GLR00910 Fajar Taupik Kurtis
Juara 2  GLR00128 Edy Sophian
Juara 3 GLR 00918 Muhammad Naufal Suherlan
Hadiah Hiburan:
Urutan 10 GLR01606 Gallang Saiyidha Akbar
Urutan 28 GLR01203 Bima Dwi Prassetio

🏆 8K
Juara 1 GLR01103 Oljumra Putra
Juara 2 GLR01454 Marseleno Anggara Putra
Juara 3 GLR00996 Munirul Haq
Hadiah Hiburan:
Ururan10 GLR00091 Shoqiful Maruf
Ururan 28 GLR00745 Sumarna

🏆 28 K
Juara 1 GLR01476 Muhammad Sirajuddin Munir
Juara 2 GLR00738 M Ady Saputra
Juara 3 GLR01064 Basuki
Hadiah Hiburan:
Urutan 10: GLR00903 Maya Mariany
Ururan 28: GLR01137 Aca Karsa

b. Kategori WALK

🏆 2K
Juara 1 GLR01388 Poppy Nazmi Christanti
Juara 2 GLR01430 Hamka
Juara 3 GLR01011 Muhammad Elang Akasa
Hadiah Hiburan:
Urutan 10: GLR01927 Evan Risqi
Ururan 28: GLR01907 Choriyah

🏆 8K
Juara 1 GLR00817 Rosita Asmika Sari
Juara 2 GLR00990 Nur Fitri Yanti
Juara 3 GLR01537 Tasirin
Hadiah Hiburan:
Ururan 10: GLR00835 Karina Sakura Latuharhary
Urutan 28: GLR01660 Syaiful Bahri

🏆 28 K
Juara 1 GLR01164 Boy Defriza Fuldiandri
Juara 2 GLR00092 Wahyu Tunggono
Juara 3 GLR01849 Miftah Mulkin
Hadiah Hiburan :
Ururan 10 Anaway Irianti M
Urutan 28 Dwi Budiyati

🏆 Pemenang Favorit DPW Bergelora : DPW Balikpapan,DPW Lampung & DPW Bali

🏆 Pemenang Favorit Sosmed : SFiqrza

Anis Matta: Kita Butuh Jaring-jaring Sosial yang Kuat untuk Perbaiki Krisis

, , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengatakan, sebagai bangsa, Indonesia baru saja melewati Tahun 2020, tahun pembuka dari sebuah krisis yang diperkirakan akan berlangsung panjang dan bersifat multidimensi.

“Kita memasuki tahun kedua dari krisis akibat pandemi Covid-19, namun kita belum menyentuh titik nadir dari perjalanan krisis ini. Karena itu, inilah momen terbaik bagi seluruh elemen bangsa untuk rekonsiliasi, sehingga kita bisa berkonsolidasi menghadapi tantangan yang lebih besar lagi,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Sabtu (2/1/2021).

Ancaman keresahan sosial akibat tekanan ekonomi saat ini, menurut Anis Matta, bisa saja tidak terkendali dan akan menimbulkan himpitan hidup semakin berat dan memprihatinkan.

“Karenanya kita membutuhkan jaring-jaring sosial yang kuat yang dibangun dari rekonsiliasi dan komunikasi yang terbuka dari seluruh elemen bangsa,” katanya.

Di tengah semua itu, Anis Matta berharap ada upaya terus saling menguatkan, bahwa demokrasi adalah hak mendasar yang tidak boleh dihilangkan.

Perbedaan pendapat harus diselesaikan dalam koridor hukum, bukan dengan pendekatan kekuasaan. Sebab, pendekatan kekuasaan melemahkan sendi-sendi demokrasi.

Anis matta mengajak semua pihak untuk fokus mencari peluang, sehingga bisa berbuat dan memperbaki krisis agar segera berakhir di 2021

“Apa yang bisa kita kontribusikan agar situasi lebih baik? Apa kolaborasi yang bisa kita bangun bersama? Itulah fokus dan spirit kita di tahun 2021,” katanya.

Ketua Umum Partai Gelora Indonesia ini menyerukan semua pihak untuk berdoa kepada Tuhan agar bangsa Indonesia dilindungi dan segara diberikan jalan keluar dari krisis ini melalui hikmah dan pengetahuan, serta menjaga keutuhan bangsa.

“Semoga Allah SWT mengabulkan doa kita. Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan. Aamiin,” panjat Anis Matta.

Sementara Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah menilai, tahun 2021 yang sebagai tahun ketiga tahun politik menjelang Pemilu 2024,sehingga perlu mendapatkan perhatian serius . Hal ini diharapkan bisa menjadi upaya semua pihak untuk memperbaiki diri sendiri, sebelum memperbaiki masyarakat, bangsa dan negara.

“Saat pandemi ini kita melakukan sosial distancing atau menjaga jarak dengan orang lain. Nah, di 2021 kita perlu berusaha untuk sosial distancing di sosial media, menjaga jarak dari keributan di sosial media. Tidak berguna kita ribut terus, marilah kita reorientasi cara kiita berinteraksi di sosial media,” kata Fahri.

Fahri menegaskan, untuk melakukan perubahan itu, harus dimulai dari diri sendiri, bukan dari orang lain dengan memulai hal-hal kecil yang tidak memerlukan bantuan orang lain, apalagi bantuan masyarakat atau negara. Selain itu, negara terkadang tidak bisa diandalkan untuk melakukan hal tersebut, karena mengalami krisis kepercayaan.

“Tahun 2021 ini, kita mulai untuk memulai dari diri kita sendiri, terlalu banyak yang tidak bisa diandalkan di luar sana. Politisinya tidak bisa diandalkan, pejabatnya dari semua tingkatkan juga tidak bisa diandalkan, dan pemerintah kadang-kadang juga tidak bisa diandalkan. Karena itu, kita harus mengandalkan diri sendiri, kita mulai dari diri kita sendiri,” tandas Fahri

Setelah itu, kata Fahri, baru terlibat untuk melakukan perbaikan di masyarakat yang hanya butuh keluangan waktu agar bisa mengakrabkan diri dengan lingkungan sekitarnya. Barulah setelah itu, mulai berpikir untuk memperbaiki bangsa dan negara agar bisa keluar dari krisis saat ini.

“Negara memerlukan perbaikan , bangsa memerlukan perbaikan, masyarakat memerlukan perbaikan, tapi kita sendiri juga memerlukan perbaikan. Memasuki 2021 ini, saya mengajak kita semua untuk mensistematis lagi cara kita bertindak dan cara kita hidup. Barulah orang berpikir memperbaiki negara,” pungkas Fahri.

Peringatan 16 Tahun Tsunami Aceh, Bisa Jadi Momentum Tumbuhkan Solidaritas untuk Atasi Krisis Multidimensi

, , , ,

Partaigelorai.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonsia Anis Matta mengatakan, Indonesia menghadapi bencana yang begitu besar 16 tahun lalu, yakni Tsunami yang meluluhlantakan Aceh dan sekitar. Tsunami yang melanda sebagian besar wilayah di Provinsi Nanggore Aceh Darussalam tepatnya terjadi pada 26 Desember 2004 lalu.

“Tanpa early warning system yang memadai, dampak kerusakan Tsunami melumpuhkan kehidupan di Aceh. Ribuan nyawa melayang dan ribuan hektar wilayah tak bisa ditinggali,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Senin (28/12/2020).

Berdasarkan catatan, gempa dan tsunami di Aceh dengan gelombang setinggi mencapai 30 meter (100 ft) menewaskan 230.000 – 280.000 jiwa di 14 negara. di Indonesia sendiri diperkirakan menewaskan 220.172 orang dan menenggelamkan sejumlah permukiman pesisir. Gempa dan tsunami ini merupakan salah satu bencana alam paling mematikan sepanjang sejarah

“Saat itu pula kita belajar tentang modal sosial yang dimiliki bangsa Indonesia: solidaritas. Dalam hitungan hari, berbagai elemen masyarakat turun ke Aceh untuk ikut memulihkan kondisi. Kini Aceh sudah kembali menjadi salah satu provinsi paling indah di Indonesia,” katanya.

Kini, 16 tahun berlalu, Indonesia masih mendapatkan cobaan atau ujian berat berupa bencana kemanusian akibat pandemi Covid-19 (Virus Corona) dan memicu krisis multidimensi. Hingga Minggu (27/12/2020), kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 713.365 orang , dimana 21.237 orang diantaranya meninggal dan 83.676 orang sembuh.

“Tahun ini kita pun bergelut dengan bencana kemanusiaan akibat pandemi Covid-19 yang tumbuh menjadi krisis multidimensi. Sekali lagi kita membutuhkan modal sosial untuk bertahan dan bangkit dari krisis ini, yakni solidaritas,” katanya.

Menurut Anis Matta, untuk keluar dari krsisi saat ini diperlukan solidaritas dari seluruh masyarakat Indonesia, karena bencana kemanusiaan ini tidak hanya melanda wilayah tertentu saja, tapi sudah seluruh wilayah Indonesia.

“Saat ini kita membutuhkan solidaritas dari semula elemen bangsa karena krisis yang kita hadapi saat ini tidak berada di lokasi tertentu tapi di seluruh wilayah Indonesia,” katanya.

Ketua Umum Partai Gelora Indonesia ini mengatakan, solidaritas itu adaah rasa saling percaya diri dan bisa bekerjasama atau kolaborasi dalam mengatasi krisis multi dimensi akibat pandemi Covid-19 ini.

“Solidaritas artinya perasaan saling percaya dalam satu kelompok sehingga kita bisa bekerja bersama. Tak ada rasa solidaritas tanpa rasa saling percaya,” tandas Anis Matta.

Karena itu, lanjut Anis, peringatan Tsunami Aceh bisa menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat solidaritas dan rasa saling percaya untuk bersama-sama seluruh elemen bangsa berjuang mengatasi krisis multidemensi.

“Pada peringatan 16 tahun Tsunami Aceh ini, mari kita perkuat solidaritas kita karena krisis yang akan kita hadapi masih panjang dan berat.,” pungkas Anis Matta.

Anis Matta: Ibu Sekarang Harus Melek Politik dan Sadar Apa yang Terjadi di Luar

, , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menegaskan, peran Ibu dalam situasi krisis akibat pandemi Covid-19 saat ini sangat besar dalam menjaga tuntutan kehidupan yang penuh kepastian.

Dalam situasi krisis, seorang Ibu dituntut untuk menjaga ketenangan keluarga, terutama anak-anakanya dalam himpitan ekonomi. Sehingga seorang Ibu sekarang harus melek politik dan mengetahui secara sadar apa yang terjadi di luar.

“Ibu berperan besar dalam menjaga ketenangan keluarga. Tapi dalam waktu bersamaan seorang ibu harus melek politik, sadar apa yang terjadi luar. Itu lah yang menajdi peran baru bagi Ibu di tengah krisis yang tengah melanda kita saat ini,” kata Anis Matta dalam menanggapi Peringatan Hari Ibu ke-92 yang jatuh pada Selasa (22/12/2020).

Menurut Anis Matta, krisis pandemi Covid-19 telah membwa dampak dan perubahan besar dalam kehidupan berumah tanggga. Sebagian besar keluarga Indonesia tengah menghadapi himpitan tuntutan hidup akibat krisis ekonomi.

“Seorang Ibu yang kuat harus memberikan ketenangan kepada anak-anaknya, karena kita tidak ada yang mengetahui, kapan ketidakpastian ini akan berakhir. Tidak ada yang mengetahui kapan krisis berakhir, sementara beban hidup semakin berat,” ujar Anis Matta.

Karena itu, Anis Matta menilai seorang Ibu sekarang dituntut untuk mengetahui realita yang terjadi terhadap berbagai kebijakan yang diambil di tengah pandemi Covid-19, baik kebijakan yang diambil pemerintah maupun perusahaan tempat suami mereka bekerja.

“Sekali lagi seorang Ibu sekarang harus melek politik dan sadar apa yang terjadi luar. Itulah yang menjadi peran baru bagi Ibu di tengah krisis terjadi saat ini,” kata Ketua Umum Partai Gelora Indonesia.

Dengan peran baru Ibu tersebut, diharapkan bisa menjadi yang kokoh bagi kehidupan bangsa Indonesia dan mampu bertahan dari terpaan krisis ekonomi yang terjadi saat ini.

“Saya berdoa kepada Allah SWT, semoga dalam krisis ini peran Ibu-ibu Indonesia menjadi pondasi yang kokoh bagi kehidupan bangsa kita. Aamin!” tegas Anis Matta.

Anis Matta menambahkan, Peringatan Hari Ibu ke-92 Tahun 2020, bisa menjadi momentum bagi para Ibu dan perempuan Indonesia untuk ikut serta dalam melakukan perubahan besar keluar dari krisis. Karena peringatan Hari Ibu tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yakni terjadi saat ada krisis, yang tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi di seluruh dunia.

“Saya Anis Matta, Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat Indonesia mengucapkan Selamat Hari Ibu, 22 Desember 2020. Semoga menjadi mometum ikut berperan melakukan perubahan besar dalam menghadapi krisis saat ini,” pungkas Anis Matta.

Sementara itu. Ketua Bidang Perempuan Partai Gelora Indonesia Ratih Sanggarwati berharap para Ibu dan perempuan Indonesia tetap semangat dalam memperingati Hari Ibu ke-92 Tahun 2020, di tengah keprihatinan dan kesulitan ekonomi.

“Kita merayakan hari Ibu di tengah pandemi, ada segala macam rasa di dalamnya. Namun, kita perlu tetap semangat untuk keluar dari krisis ini. Untuk itu, perempuan harus lihat kanan kiri dan melek politik supaya bisa aktif di ruang kebijakan publik. Jangan alergi politik, apalagi tidak peduli,” kata Ratih Sanggarwati.

Dalam Peringatan Hari Ibu ke-92 Tahun 2020, Bidan Perempuan (Bipuan) Partai Gelora Indonesia sendiri menggelar berbagai macam kegiatan antara lain Lomba Cipta Puisi. Lomba ini dimaksudkan agar masyarakat bisa punya wadah dalam mengekspresikan rasanya kepada ibu.

“Tidak disangka respon masyarakat sangat bagus, ada lebih dari 200 puisi masuk sebagai peserta. Pesertanya bukan hanya perempuan, tapi juga laki-laki,” ungkapnya.

Selain itu, Bidpuan juga bakal menggelar acara Livee Streaming dengan 34 DPW Partai Gelora Indonesia dalam memperingati Hari Ibu ke-92 yang jatuh pada, Selasa 22 Desembeer 2020. Live Report Peringatan Hari Nasional ini mengambil tema ‘Perempuan Berdaya akan Mampu Memperjuangkan Hak-haknya’ yang akan disiarkan secara langsung di Facebook, Instagram dan Youtube @partaigeloraid mulai pukul 13.00 WIB.

Vaksin Covid-19 Gratis, Gelora Angkat Topi Untuk Presiden Jokowi

, , , ,

Partaigelora.id – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta memuji kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menggratiskan vaksin Sinovac untuk masyarakat sebagai upaya menghadapi pandemi Covid-19. “Saya mengapresiasi kebijakan vaksin gratis untuk menghadapi pandemi Covid-19,” kata Anis Matta dalam keterangannya, kemarin.

Dalam situasi seperti sekarang, lanjut mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, vaksin adalah barang publik yang harus dikelola dengan prinsip kemaslahatan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan, vaksin Covid-19 akan diberikan secara gratis kepada masyarakat. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan, program vaksinasi Sinovac yang akan diselenggarakan di Indonesia sama sekali tidak akan dikenakan biaya.

Keputusan ini diambil setelah menerima berbagai masukandari masyarakat serta melakukan kalkulasi ulang mengenai keuangan negara. Mantan Walikota Solo itu juga memastikan, akan menjadi penerima pertama vaksin Covid-19 di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat, bahwa vaksin Sinovac yang digunakan aman.

Menurut Anis, dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini, negara harus hadir. Salah satunya, dengan memberikan vaksin gratis kepada seluruh rakyat Indonesia. Dengan demikian, tidak ada diskriminasi di tengah masyarakat.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah. Dia memuji sikap Jokowi yang bersedia menjadi orang pertama yang akan disuntik vaksin Sinovac dari China. Hal itu memberikan kemantapan hati masyarakat Indonesia, bahwa vaksin tersebut benar-benar aman digunakan.

“Presiden menjadi orang pertama divaksin itu luar biasa. Kita juga harus bersyukur, kalau seluruh rakyat akan digratiskan dalam penyuntikan vaksin ini,” katanya.

Lebih lanjut, mantan Wakil Ketua DPR ini mengingatkan pemerintah agar segera menyusun jadwal program vaksinasi tersebut. Agar, ketika masyarakat akan disuntik, tidak sedang berpergian atau berkegiatan lainnya. “Sehingga penyuntikan vaksin secara masif ini akan berhasil. Dampaknya pandemi Covid-19 bisa segera berakhir, “ ujarnya.

Fahri menambahkan, yang tidak kalah penting yang harus dijelaskan pemerintah adalah jaminan kehalalan vaksin asal China tersebut. “Vaksin ini halal atau tidak, itu akan jadi perdebatan terus. Wakil Presiden Ma’ruf Amin sebagai mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) harus memberikan jaminan, vaksin itu (Sinovac-red) halal,” cetusnya.

Link terkait: https://rmco.id/baca-berita/parpol/58050/vaksin-covid19-gratis-gelora-angkat-topi-untuk-presiden-jokowi

Sumber: Rakyat Merdeka (RMco.id)

Jokowi Akan Jadi Orang Pertama Divaksin, Fahri Hamzah: Luar Biasa

, , , ,

Partaigelora.id – Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah memuji langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menggratiskan program vaksinasi untuk masyarakat.

Menurutnya, keputusan Jokowi akan menjadi orang pertama disuntik vaksin Sinovac dari China, memberikan kemantapan hati buat masyarakat Indonesia, jika vaksin tersebut benar-benar aman untuk digunakan masyarakat.

“Presiden (Jokowi), sudah menjamin itu luar biasa. Presiden menjadi orang pertama di vaksin itu luar biasa dan kita harus bersyukur, kalau seluruh rakyat akan digratiskan penyuntikan vaksin ini,” ujar Fahri dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (17/12/2020).

“Perlu diberi tahu, bahwa sikap yang baik dari Presiden jadi orang yang pertama yang disuntikkan, menurut saya, ini memberikan keyakinan kemantapan hati bagi rakyat, bahwa yang akan disuntik adalah obat yang aman bagi masyarakat,” sambung Fahri.

Fahri berharap pemerintah segera menyusun jadwal program vaksinasi tersebut, kapan jadwal penyuntikan vaksin mulai dilakukan.

Hal itu agar masyarakat punya perencanaan untuk mengatur jadwalnya, sehingga ketika disuntik tidak dalam berpergian atau berkegiatan lainnya.

“Intinya, perlu dijelaskan jadwalnya ke masyarakat, sehingga masyarakat punya waktu mengatur hari-hari mereka kedepan. Vaksin ini menentukan sekali dan membuat mereka menjadi tahu, bahwa vaksin membuat kekebalan mereka,” tutur Fahri.

Menurutnya, dengan jadwal yang terukur ini, maka semua masyarakat mengetahui kapan dirinya akan divaksinasi, dan dampaknya pandemi Covid-19 bisa segera berakhir.

Fahri menambahkan, yang tidak kalah penting dan harus dijelaskan pemerintah ke masyatakat, yaitu masalah kehalalan vaksin Sinovac asal China tersebut.

“Jadi ada isu lain yang tak kalah penting yang perlu digarisbawahi adalah bahwa masyarakat Indonesia sebagian besar yang muslim. Vaksin ini halal atau tidak, itu akan jadi perdebatan terus. Nah, Wakil Presiden Ma’ruf Amin sebagai mantan Ketua MUI harus memberikan jaminan, bahwa vaksin itu (Sinovac) halal,” ucap Fahri.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Partai Gelora Indonesia Anis Matta.

Ia mengapresiasi langkah Presiden Jokowi menggratiskan vaksin untuk masyarakat sebagai upaya menghadapi pandemi Covid-19.

“Saya mengapresiasi kebijakan vaksin gratis untuk menghadapi pandemi Covid-19. Dalam situasi seperti sekarang ini, vaksin adalah barang publik yang harus dikelola dengan prinsip kemaslahatan dan keadilan,” kata Anis.

Menurut Anis, dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini negara harus hadir, salah satunya dengan memberikan vaksin gratis.

Salam situasi saat ini, kata Anis, tidak banyak masyarakat yang mampu membeli vaksin, sehingga negara harus hadir dan tidak ada diskriminasi dalam program vaksinasi.

“Jadi jangan sampai rakyat tersekat-sekat dan terdiskriminasi dalam akses terhadap vaksin. Negara harus hadir,” papar Anis.

Link terkait: https://www.tribunnews.com/corona/2020/12/17/jokowi-akan-jadi-orang-pertama-divaksin-fahri-hamzah-luar-biasa

Sumber: Tribunnews.com

Anis Matta dan Fahri Hamzah Apresiasi Kebijakan Vaksin Gratis untuk Atasi Pandemi Covid-19

, , ,

Partaigelora.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan vaksin Covid-19 akan diberikan secara gratis kepada masyrakat. Ia menyampaikan program vaksinasi yang akan diselenggarakan di Indonesia ini sama sekali tidak akan dikenakan biaya.

Keputusan ini diambil setelah menerima berbagai masukan dari masyarakat serta melakukan kalkulasi ulang mengenai keuangan negara.

Jokowi juga memastikan akan menjadi penerima pertama vaksin Covid-19 di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk memberikan kepercayaan dan keyakinan kepada masyarakat bahwa vaksin Covid-19 yang digunakan aman.

“Saya juga ingin tegaskan lagi nanti saya yang akan menjadi penerima pertama divaksin pertama kali,” kata Jokowi, Rabu (16/12/2020).

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengapresiasi langkah Presiden Jokowi menggratiskan vaksin untuk masyarakat sebagai upaya menghadapi pandemi Covid-19.

“Saya mengapresiasi kebijakan vaksin gratis untuk menghadapi pandemi Covid-19. Dalam situasi seperti sekarang ini, vaksin adalah barang publik yang harus dikelola dengan prinsip kemaslahatan dan keadilan.,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Kamis (17/12/2020).

Menurut Anis Matta, dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini negara harus hadir, salah satunya dengan memberikan vaksin gratis. Karena jika tidak diberikan gratis kepada seluruh rakyat Indonesia, akan membuat sekat-sekat di masyarakat.

Sebab, dalam situasi saat ini, tidak banyak masyarakat yang mampu membeli vaksin, sehinggga negara harus hadir dan tidak ada diskriminasi dalam program vaksinasi.

“Jadi jangan sampai rakyat tersekat-sekat dan terdiskriminasi dalam akses terhadap vaksin. Negara harus hadir,” tegas Anis Matta..

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah. Fahri bahkan memuji sikap baik yang ditunjukkan Presiden Jokowi dalam memutuskan menggratiskan program vaksinasi untuk mengatasi pandemi Covid-19 agar segera berakhrir.

Sikap Jokowi menyatakan akan menjadi orang pertama yang akan disuntik vaksin Sinovac dari China, menurut Fahri, memberikan kemantapan hati buat masyarakat Indonesia, jika vaksin tersebut benar-benar aman unuk digunakan masyarakat.

“Presiden (Jokowi, red) sudah menjamin itu luar biasa. Presiden menjadi orang pertama di vaksin itu luar biasa. Dan kita harus bersyukur, kalau seluruh rakyat akan digatiskan penyuntikan vaksi ini. Perlu diberi tahu, bahwa sikap yang baik dari Presiden jadi orang yang pertama yang disuntikkan, menurut saya, ini memberikan keyakinan kemantapan hati bagi rakyat, bahwa yang akan disuntik adalah obat yang aman bagi masyarakat,” kata Fahri.

Fahri berharap pemerintah segera menyusun jadwal program vaksinasi tersebut, kapan jadwal penyuntikan vaksin mulai dilakukan. Hal itu agar masyarakat punya perencanaan untuk mengatur jadwalnya, sehingga ketika akan disuntik tidak dalam berpergian atau berkegiatan lainnya.

“intinya, perlu dijelaskan jadwalnya ke masyarakat, sehingga masyarakat punya waktu mengatur hari-hari mereka kedepan. Vaksin ini menentukan sekali dan membuat mereka menjadi tahu, bahwa vaksin membuat kekebalan mereka,” katanya.

Dengan jadwal yang terukur ini, lanjut Fahri, maka semua masyarakat Indonesia mengetahui kapan dirinya akan divaksinasi, sehingga penyuntikan vaksin secara massif ini akan berhasil dan dampaknya pandemi Covid-19 bisa segera berakhir.

Fahri menambahkan, yang tidak kalah penting yang harus dijelaskan pemerintah, meskipun vaksin Sinovac bakal digratiskan ke masyarakat dan Presiden Jokowi menjadi orang pertama yang disuntik vaksin tersebut, adalah masalah kehalalan vaksin Sinovac asal China tersebut.

“Jadi ada isu lain yang tak kalah penting yang perlu digarisbawahi adalah bahwa masyarakat Indonesia sebagian besar yang muslim. Vaksin ini halal atau tidak, itu akan jadi perdebatan terus. Nah, Wakil Presiden Ma’ruf Amin sebagai mantan Ketua MUI harus memberikan jaminan, bahwa vaksin itu (Sinovac, red) halal,” tegas Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia.

Seperti diketahui, meski vaksin Sinovac bakal digratiskan untuk masyarakat, namun, belum diketahui berapa banyak masyarakat yang akan menerima vaksin gratis ini mengingat hanya dibutuhkan minimal 70 persen penduduk yang harus divaksin untuk mencapai herd immunity.

Vaksin Covid-19 pertama yang dipesan oleh Pemerintah Indonesia dari China sebanyak 1,2 juta dosis vaksin telah sampai di tanah air pada Minggu (6/12/2020), pukul 21.23 WIB. Vaksin buatan Sinovac itu dibawa dari Beijing, China dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia GIA 810 777-300ER.

Vaksin Sinovac ini merupakan satu dari enam vaksin yang memang sudah dipesan oleh Pemerintah. Pemerintah pun sudah melakukan uji coba vaksin ini pada beberapa relawan.

Berdasarkan surat dengan nomor HK.01.07/Menkes/9860/2020 pada 3 Desember 2020, tentang penetapan jenis vaksin untuk vaksinasi Covid-19, menetapkan beberapa jenis vaksin yang akan digunakan sebagai vaksinasi.

Enam jenis tersebut produksi dari PT Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer Inc and Biontech serta Sinovac Biotech Ltd.

Pemerintah juga masih upayakan 1,8 juta dosis vaksis Covid-19 yang akan tiba pada awal Januari 2021. Selain vaksin dalam bentuk jadi, pada Desember ini juga akan tiba 15 juta dosis vaksin.

Selain itu pada Januari 2021, juga akan datang 30 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku curah yang akan diproses lebih lanjut oleh Bio Farma.

Meskipun vaksin telah tiba, program vaksinasi Covid-19 masih belum dapat dilaksanakan. Sebab vaksin tersebut masih memerlukan tahapan-tahapan lainnya dari BPOM sebelum vaksinasi dapat dimulai atau diedarkan, termasuk juga mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Anis Matta: Cara Atasi Ancaman Disintegrasi Sosial itu, Rekonsilasi!

, , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia mengatakan, sebagai bangsa, Indonesia telah beberapa kali menghadapi ancaman eksistensialnya berupa disintegrasi teritorial.
.
Menurut Dia, sejak awal kemerdekaan hingga pasca-Reformasi, bangsa Indonesia bekerja keras mengatasi tantangan itu. Hingga kini ancaman itu relatif bisa ditangani tangani walau masih ada sejumlah pekerjaan rumah di Aceh dan Papua.

“Sekarang kita menghadapi ancaman baru, yakni disintegrasi sosial. Tantangan ini muncul akibat pembelahan politik yang semakin dalam, berbagai peristiwa politik terjadi sejak pilpres 2014 hingga sekarang. Masyarakat merasakan hilangnya kenyamanan hidup bersama sebagai sebuah bangsa,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Sabtu (12/12/2020).
.
Anis Matta menilai Bangsa Indonesia lahir dari imajinasi dan perenungan filosofis para pendirinya. Bangsa Indonesia ada karena konsensus hidup bersama untuk mencapai kesejahteraan bersama. Imajinasi, penghayatan, dan konsensus itu harus sama-sama kita rawat.
.
Sehingga tidak ada alasan lain mengapa harus menghimpun diri dalam bangsa dan negara Indonesia, selain untuk melindungi segenap bangsa dan tanah air , mencerdaskan kehidupan bangsa, dan mencapai kemakmuran.

“Dan ke luar, kita ingin menjadi bangsa yang sejajar dan mampu ikut mempengaruhi jalannya sejarah dunia,” katanya.
.
Berbagai ancaman teritorial yang dulu pernah ada telah dijawab dengan rekonsiliasi. Di Aceh dilaksanakan rekonsiliasi pasca-Tsunami, di Papua telah mengintegrasikan aspirasi warga Papua dalam agenda pembangunan nasional. Rekonsiliasi adalah jawaban terhadap tantangan disintegrasi.
.
“Dari pengalaman itu saya sekali lagi menghimbau agar kita semua melaksanakan rekonsiliasi, terutama antara pemerintah dengan berbagai elemen masyarakat, untuk mencegah disintegrasi sosial yang makin dalam,” tegas Ketua Umum Partai Gelora Indonesia.
.
Anis Matta menegaskan, terpilihnya sejumlah pemimpin dan konfigurasi politik baru hasil pilkada merupakan momentum yang bisa dimanfaatkan untuk terus menggulirkan semangat rekonsiliasi kepada masyarakat luas.

“Semangat rekonsiliasi itu pula yang akan membuat negeri ini kembali menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh penghuninya. kita berdoa semoga Allah SWT melindungi Indonesia dan memberi jalan keluar dari tantangan besar yang kita hadapi saat ini. Aamiin,” pungkasnya.

Partai Gelora Menang 57 Persen di Pilkada 2020, Anis Matta: Saatnya Kembali Berkolaborasi!

, , ,

Partaigelora.id – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sebagai pendatang baru dalam kancah perpolitikan Indonesia telah menunjukkan kepiawaiannya, yang didukung mesin politik tangguh dan memiliki kekuatan riil di lapangan. Hal itu dibuktikan Partai Gelora dalam partisipasi and keikutsertaan di Pilkada Serentak 2020.

Dari 270 Pilkada yang digelar pada Rabu (9/12/2020) di 9 provinsi, 37 kota dan 224 kabupaten, Partai Gelora telah memberikan 205 Surat Keputusan (SK) dukungan kepada pasangan calon (paslon) kepala daerah tingkat gubernur, walikota dan bupati.

Berdasarkan data Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Gelora Indonesia, hingga kini Partai Gelora telah mencapai kemenangan di 117 dari 205 Pilkada yang diikuti atau 57 persen. Kemenangan itu, antara lain didapat dalam Pilkada Kota Medan (Sumatera Utara), Tangerangan Selatan (Banten) dan Makassar (Sulawesi Selatan).

Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta didampingi Sekretaris Jenderal Mahfuz Sidik pada Rabu (9/12/2020) mengadakan Live Report Pilkada Serentak 2020, menerima laporan secara langsung dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang menggelar Pilkada dari siang hingga malam hari.

Dari hasil Quick Count dan Real Count yang dikelola DPW dan DPD, kemenangan sementara sudah mencapai 117 Pilkada atau 57 persen. Kemenangan tersebut, berpotensi bertambah karena masih ada DPW dan DPD yang wilayahnya menggelar Pilkada ada yang belum melaporkan hasil Pilkada di daerah.

Akurasi kemenangan dukungan Partai Gelora dalam Pilkada 2020 dapat dipertanggungjawabkan, karena pengambilan data untuk Quick Count dan Real Count diambil langsung dari TPS oleh saksi kader-kader Gelora Indonesia yang sengaja diterjunkan.

“Alhamduillah, kompetisi (Pilkada Serentak 2020, red) sudah selesai dan saatnya kembali berkorabolarasi,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Kamis (10/12/2020).

Dalam Pilkada 2020, menurut Anis Matta, Partai Gelora telah membuktikan kekuatan riil politiknya, meskipun tidak memiliki legal untuk memberikan dukungan paslon ke KPU, karena belum memiliki kursi di parlemen.

Namun, disitulah seni politiknya, para paslon justru berlomba-lomba meminta dukungan secara langsung, karena mengetahui kekuatan riil Partai Gelora di lapangan. Bahkan Anis Matta sendiri turun tangan untuk memenangkan pasangan Bobby Afif Nasution-Aulia Rahman di Pilkada Medan, pasangan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan di Pilkada Tangerang dan pasangan Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi Masse di Pilkada Makassar.

Hal ini tentu saja akan menjadi modal bagi Partai Gelora untuk menyongsong pelaksanaan Pemilu 2020, baik itu Pemilihan Legislatif maupun Pemilihan Presiden. Pada Pemilu 2024 mendatang, Partai Gelora mentargetkan kemenangan besar dan memperoleh jumlah kursi yang banyak di parlemen baik di DPR, DPRD provinsi, kabupaten/kota.

“Walaupun kita belum punya kursi di parlemen dan secara legal diajukan ke KPU tidak ada nilainya. Tapi kita mempunyai nilai jauh lebih besar daripada sekedar nilai legal itu, yaitu nilai kekuatan riil kita di lapangan,” tegas Ketua Umum Partai Gelora Indonesia ini.

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah menambahkan, rakyat Indonesia telah menujukkan semangat luar biasa dalam berpartispasi aktif di Pilkada Serentak 2020 dengan tetap menggunakan hak suara untuk menentukan pemimpin masing-masing di daerah, meski dalam suasana pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah, 270 titik pilkada sudah selesai. Luar biasa rakyat Indonesia melaluinya dengan baik. Rakyat sudah memilih, ada quick count ada real count, tapi KPU belum bikin keputusan. Masih mungkin ada sengketa dan lain-lain. Tapi ini waktu kita bersatu kembali,” kata Fahri Hamzah.

Seperti diketahui, sejumlah lembaga survei memenangkan pasangan Bobby Afif Nasution-Aulia Rahman di Pilkada Medan, pasangan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan di Pilkada Tangerang dan pasangan Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi Masse di Pilkada Makassar.

Dalam Pilkada Medan, tiga lembaga survei, yakni Poltracking, Voxpol Center, dan Populi Center menempatkan pasangan Bobby Nasution-Aulia Rachman unggul sementara dari pasangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi.

Hitung cepat versi Poltracking, sementara suara yang masuk 95,43 persen.Pasangan Akhyar Nasution – Salman Alfarisi mendapat 46,00 persen suara. Sedangkan, Bobby Nasution-Aulia Rachman mendapat suara 54,00 persen.

Pada versi Voxpol Center, pasangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi memperoleh suara 46,19 persen. Sementara, pasangan Bobby Nasution-Aulia Rachman 53,80 persen.

Suara yang masuk versi Voxpol Center masih di angka 80 persen. Menurut Populi Center yang baru mendapatkan data suara masuk 64,50 persen.Pasangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi memperoleh suara 46,55 persen. Sedangkan lawannya, pasangan Bobby Nasution-Aulia Rachman mendapat suara 53,45 persen.

Sedangkan di Pilkada Tangerang Selatan, beradasarkan hasil Voxpol Center Research and Consulting, Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan jauh mengungguli dua pasangan lainnya dengan perolehan suara 42,25 persen.

Lembaga survei Indikator juga menempatkan pasangan Davnie-Pilar Saga Ichsan sementara unggul dengan mengantongi 43,55 persen suara. Pasangan Muhammad-Rahayu Saraswati memperoleh suara sebanyak 37,1 persen, paslon nomor urut 2 Siti Nur Azizah-Ruhamaben memperoleh 21,06 persen

Sementara di Pilkada Makassar, pasangan Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi Masse di Pilkada Makassar berdasarkan hasil quick count Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA memenangi Pilkada Maksasar deengan peroleehan suara 41,50%, disusul pasangan Munafri Arifuddin-Rahman Bando ( Appi-Rahman) 34,66%, Deng Ical-dr Fadli 19,09%, dan Irman Yasin Limpo-Zunnun NH 4,75%.

Anis Matta: Siapapun yang Terpilih dalam Pilkada 2020 Harus Jadi Pemimpin Bagi Semua

, , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengatakan, siapa pun yang terpilih dalam Pilkada Serentak 2020 harus menjadi pemimpin bagi semua kelompok dan golongan.

“Mereka akan menjadi bagian dari barisan pemimpin bangsa kita hari ini dalam lingkupnya masing-masing. Dan alhamdulillah, di tengah pandemi yang kita hadapi, Pilkada 2020 pada hari ini bisa berjalan lancar,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Rabu (9/12/2020).

Seperti diketahui, pada Rabu (9/12/2020) ini sebanyak 270 daerah menggelar Pilkada, terdiri dari 9 pemilihan gubernur, 37 pemilihan walikota dan 224 kabupaten. Pilkada yang digelar tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, karena digelar dalam suasana pandemi Covid-19.

Sehingga pelaksanaan mengacu pada penerapan protokol kesehatan yang ketat agar tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Partai Gelora sendiri menggelar Live Report (Siaran Langsung) Pilkada Serentak 2020 dari Studio Gelora Indonesia di Jakarta. Live Report bisa disaksikan secara live di akun media sosial Partai Gelora di Facebook, YouTube dan Instagram @partaigeloraid

Dalam Pilkada 2020 ini, Partai Gelora berpartisipasi di 205 Pilkada dari 270 Pilkada atau sekitar 75,9 persen. Dukungan 205 Pilkada itu tersebar di pemilihan kepala daerah tingkat gubernur, bupati dan walikota

Menurut Anis Matta, Pilkada adalah kompetisi masyarakt sipil yang beradab. Setelah kompetisi selesai, akan ada pemenangnya. Semua kembali berkolaborasi untuk memajukan daerahnya dan memajukan Indonesia.

“Saya menaruh respek yang besar kepada semua kandidat yang bertarung hari ini. Mereka telah bersiap mengambil tanggung jawab yang besar, yakni memimpin di masa krisis,” katanya

Ia menilai para pemimpin hasil pilkada akan menghadapi kontradiksi antara harapan masyarakat yang memuncak dengan keterbatasan sumber daya, terutama anggaran, akibat tekanan krisis ekonomi.

Selain itu, mereka harus menghadapi masyarakat yang letih, resah, dan kehabisan stamina untuk menghadapi krisis ini. Inilah ujian bagi para pemimpin, terutama pemimpin daerah yang berhadapan langsung dengan rakyat.

“Saya juga menyampaikan keprihatinan yang mendalam karena pada satu hari menjelang pencoblosan, terhadap insiden antara Polri dan FPI. Sebagai negara hukum, tentu fakta-fakta harus diungkap dan hukum harus ditegakkan,” katanya.

Untuk itu, Anis Matta kembali menyerukan adanya Rekonsiliasi nasional antara Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dengan pemerintah untuk mengakhiri pembelahan di masyarakat akibat buntut peristiwa politik sebelumnya. Jika tidak segera diakhiri, pembelahan hanya akan membuang energi secara percuma apabila terus berlanjut.

“Di atas itu, saya menyerukan kembali pentingnya rekonsiliasi antara pemerintah dan elemen-elemen masyarakat. Kita sedang menghadapi tantangan yang besar dan membutuhkan semua energi yang kita punya untuk mengatasinya,” katanya.

Rekonsiliasi ini, lanjutnya, penting untuk menjadi pijakan bersama melangkah ke masa depan. Karena itu, terpilihnya pemimpin-pemimpin daerah hasil pilkada 2020 harus menjadi konsolidasi besar agar pemerintahan dapat hadir lebih efektif lagi.

“Mari kita berdoa semoga Allah melindungi bangsa Indonesia dan memberi kekuatan serta petunjuk untuk mengatasi krisis ini,” pungkas Ketua Umum Partai Gelora Indonesia.

Alamat Dewan Pengurus Nasional

Jl. Minangkabau Barat Raya No. 28 F Kel. Pasar Manggis Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan 12970 Telp. ( 021 ) 83789271

Newsletter

Berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan kabar terbaru.

Mobile Apps



X