Tag: #AnisMatta

Anis Matta: Siapapun yang Terpilih dalam Pilkada 2020 Harus Jadi Pemimpin Bagi Semua

, , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengatakan, siapa pun yang terpilih dalam Pilkada Serentak 2020 harus menjadi pemimpin bagi semua kelompok dan golongan.

“Mereka akan menjadi bagian dari barisan pemimpin bangsa kita hari ini dalam lingkupnya masing-masing. Dan alhamdulillah, di tengah pandemi yang kita hadapi, Pilkada 2020 pada hari ini bisa berjalan lancar,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Rabu (9/12/2020).

Seperti diketahui, pada Rabu (9/12/2020) ini sebanyak 270 daerah menggelar Pilkada, terdiri dari 9 pemilihan gubernur, 37 pemilihan walikota dan 224 kabupaten. Pilkada yang digelar tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, karena digelar dalam suasana pandemi Covid-19.

Sehingga pelaksanaan mengacu pada penerapan protokol kesehatan yang ketat agar tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Partai Gelora sendiri menggelar Live Report (Siaran Langsung) Pilkada Serentak 2020 dari Studio Gelora Indonesia di Jakarta. Live Report bisa disaksikan secara live di akun media sosial Partai Gelora di Facebook, YouTube dan Instagram @partaigeloraid

Dalam Pilkada 2020 ini, Partai Gelora berpartisipasi di 205 Pilkada dari 270 Pilkada atau sekitar 75,9 persen. Dukungan 205 Pilkada itu tersebar di pemilihan kepala daerah tingkat gubernur, bupati dan walikota

Menurut Anis Matta, Pilkada adalah kompetisi masyarakt sipil yang beradab. Setelah kompetisi selesai, akan ada pemenangnya. Semua kembali berkolaborasi untuk memajukan daerahnya dan memajukan Indonesia.

“Saya menaruh respek yang besar kepada semua kandidat yang bertarung hari ini. Mereka telah bersiap mengambil tanggung jawab yang besar, yakni memimpin di masa krisis,” katanya

Ia menilai para pemimpin hasil pilkada akan menghadapi kontradiksi antara harapan masyarakat yang memuncak dengan keterbatasan sumber daya, terutama anggaran, akibat tekanan krisis ekonomi.

Selain itu, mereka harus menghadapi masyarakat yang letih, resah, dan kehabisan stamina untuk menghadapi krisis ini. Inilah ujian bagi para pemimpin, terutama pemimpin daerah yang berhadapan langsung dengan rakyat.

“Saya juga menyampaikan keprihatinan yang mendalam karena pada satu hari menjelang pencoblosan, terhadap insiden antara Polri dan FPI. Sebagai negara hukum, tentu fakta-fakta harus diungkap dan hukum harus ditegakkan,” katanya.

Untuk itu, Anis Matta kembali menyerukan adanya Rekonsiliasi nasional antara Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dengan pemerintah untuk mengakhiri pembelahan di masyarakat akibat buntut peristiwa politik sebelumnya. Jika tidak segera diakhiri, pembelahan hanya akan membuang energi secara percuma apabila terus berlanjut.

“Di atas itu, saya menyerukan kembali pentingnya rekonsiliasi antara pemerintah dan elemen-elemen masyarakat. Kita sedang menghadapi tantangan yang besar dan membutuhkan semua energi yang kita punya untuk mengatasinya,” katanya.

Rekonsiliasi ini, lanjutnya, penting untuk menjadi pijakan bersama melangkah ke masa depan. Karena itu, terpilihnya pemimpin-pemimpin daerah hasil pilkada 2020 harus menjadi konsolidasi besar agar pemerintahan dapat hadir lebih efektif lagi.

“Mari kita berdoa semoga Allah melindungi bangsa Indonesia dan memberi kekuatan serta petunjuk untuk mengatasi krisis ini,” pungkas Ketua Umum Partai Gelora Indonesia.

Partai Gelora Gelar Live Report Pilkada Serentak 2020 dari ‘Studio Gelora Indonesia’

, , , ,

Partaigelora.id – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia akan menggelar Live Report (Siaran Langsung) Pilkada Serentak 2020 dari Studio Gelora Indonesia di Jakarta, Rabu (9/11/2020).

Live Report akan diisi Orasi Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, bincang santai dengan kandidat pasangan calon (paslon) sambil menikmati live musik dan pertunjukan budaya. Live Report bisa disaksikan secara live di akun media sosial Partai Gelora di Facebook, YouTube dan Instagram @partaigeloraid

Live Report Pilkada Serentak 2020 akan mulai disiarkan secara langsung pada pukul 11.00 WIB, usai waktu pencoblosan pelaksanaan Pilkada di wilayah Indonesia paling timur berakhir, yakni dimulai pelaksanaan Pilkada di Papua pada pukul 13.00 WIT atau pukul 11.00 WIB yang memiliki perbedaan waktu selama dua jam.

Terakhir, Partai Gelora akan menyiarkan perkembangan Live Report pelaksanaan Pilkada Serentak di wilayah Aceh, wilayah Indonesia paling barat. Live Report Pilkada Serentak 2020 dari Papua hingga Aceh, meruapakan laporan pelaksanaan Pilkada yang digelar pada Rabu (9/12/2020) baik provinsi, kabupaten dan kota.

“Pilkada adalah pesta demokrasi. Mari kita kawal dengan hati gembira. Simak perkembangan Pilkada Serentak dari seluruh Indonesia, sambil bincang-bincang santai dan menikmati pertunjukan budaya,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Rabu (9/11/2020).

Dalam Pilkada Serentak 2020 ini, Partai Gelora berpatisipasi di 205 Pilkada dari 270 Pilkada atau sekitar 75,9 persen. Dukungan 205 Pilkada itu tersebar dari pemilihan kepala daerah tingkat gubernur, bupati dan walikota.

“Alhamdullah Partai Gelora terlibat lebih dari 205 Pilkada dari 270 Pilkada. Walaupun kita belum punya kursi di parlemen dan secara legal diajukan ke KPU tidak ada nilainya. Tapi kita mempunyai nilai jauh lebih besar daripada sekedar nilai legal itu, yaitu nilai kekuatan riil kita di lapangan,” tegas Ketua Umum Partai Gelora Indonesia ini.

Anis Matta yakin calon-calon kepala daerah yang didukung Partai Gelora akan menuai kemenangan besar. Kemenangan-kemenangan kecil di setiap Pilkada itu, akan menjadi semangat bagi Partai Gelora untuk mencapai kemenangan besar di Pemilu 2024 dan meraih kursi dalam jumlah banyak di DPR,

“Selama Pilkada saya berkeling di banyak tempat, mudah-mudahan di tempat yang saya kunjungi, kita akan menangkan calon-calon yang kita dukung,” katanya.

Pilkada Serentak 2020 akan digelar di 270 daerah, yakni 9 pemilihan gubernur, 37 pemilihan walikota dan 224 kabupaten. Pilkada yang digelar tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, yakni pelaksanaannya digelar dalam suasana pandemi Covid-19. Sehingga pelaksanaan mengacu pada penerapan protokol kesehatan yang ketat agar tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Berikut sebaran 205 pelaksanaan Pilkada yang diikuti oleh Partai Gelora Indonesia :

  1. Sumatera Utara : 12 Pilkada atau 52 persen, yakni Kota Binjai, Gunung Sitoli, Medan, Sibolga dan Tanjungbalai, Kabupaten Serdang Bedagai, Tapanuli Selatan, Labuhanbatu, Asahan, Pakpak Bharat, Simalungun, Nias Utara.
  2. Sumatera Barat : 12 Pilkada atau 16 persen, yakni Pemilihan Gubernur Sumatera Barat, Kota Bukit Tinggi dan Solok, Kabupaten Solok, Solok Selatan, Pesisir Selatan, Sijunjung, Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam dan Kabupaten Lima Puluh Kota.
  3. Riau : 8 Pilkada atau 89 persen, yakni Kota Dumai, Kabupaten Meranti, Indragiri Hulu, Pelalawan, Rokan Hulu, Kuantam Singingi, Rokan Hilir dan Siak
  4. Jambi: 5 Pilkada atau 83 persen, yakni Pemilihan Gubernur Jambi, Kota Sungai Penuh, Kabupaten Jabung Barat, Batanghari dan Bungo.
  5. Sumatera Selatan: 5 Pilkada atau 71 persen, yakni Penukal Abab Lematang Ilir, Musi Rawas Utara, Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu Selatan dan Musi Rawas
  6. Bengkulu : 7 Pilkada atau 78 persen, yakni Pemilihan Gubernur Bengkulu, Kabupaten Mukomuko, Seluma, Kepahiang, Bengkulu Selatan, Rejang Lebong dan Kaur.
  7. Lampung: 7 Pilkada atau 88 persen, yakni Kota Metro dan Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Selatan, Way Kanan dan Pesawaran.
  8. Kepulauan Bangka Belitung: 4 Pilkada atau 100 persen, yakni Kabupaten Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan dan Belitung Timur.
  9. Kepulauan Riau: 6 Pilkada atau 86 persen, yakni Pemilihan Gubernur Kepulauan Riau, Kota Batam, Kabupaten Bintan, Lingga, Karimun dan Natuna
  10. Banten: 3 Pilkada 3 atau 75 persen, yakni Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Pandeglang dan Serang.
  11. Jawa Barat: 8 Pilkada atau 100 persen, yakni Kota Depok, Kabupaten Bandung, Karawang, Sukabumi, Cianjur, Indramayu, Pengandaran dan Tasikamalaya.
  12. Jawa Tengah: 6 Pilkada atau 29 persen, yakni Kota Semarang, Surakarta, Magelang dan Pekalongan, Kabupaten Semarang dan Sukoharjo.
  13. Daerah Istimewa Yogyakarta: 3 Pilkada atau 100 persen, yakni Kabupaten Bantul, Gunungkidul dan Sleman.
  14. Jawa Timur: 9 Pilkada atau 100 persen, yakni Kota Surabaya, Blitar dan Pasuruan, Kabupaten Blitar, Ngawi, Lamongan, jember, Ponorogo, Kediri, Situbondo, Gresik, Ternggalek, Mojokerto, Sumenep, Banyuwangi, Malang, Sidoarjo, Pacitan dan Tuban.
  15. Bali: 6 Pilkada atau 100 persen, yakni Kota Denpasar, Kabupaten Karangasem, Badung, Bangli, Tabanan dan Jembrana.
  16. Nusa Tenggara Barat: 7 Pilkada atau 100 persen, yakni Kota Mataram, Kabupaten Lombok Utara, Lombok Tengah, Bima, Dompu, Sumbawa dan Sumabawa Barat.
  17. Nusa Tenggara Timur: 3 Pilkada atau 33 persen, yakni Kabupaten Malaka, Belu dan Manggarai Barat.
  18. Kalimantan Barat: 5 Pilkada 5 atau 71 persen, yakni Kabupaten Bengkayang, Sekadau, Melawi, Sintang dan Sambas.
  19. Kalimantan Tengah: 2 Pilkada 2 atau 100 persen, yakni Pemilihan Gubernur Kalimantan Tengah dan Kotawaringin Timur.
  20. Kalimantan Selatan: 8 Pilkada atau 100 persen, yakni Pemilihan Gubernur Kalimantan Selatan, Kota Banjarbaru dan Banjarmasin, Kabupaten Banjar, Kotabaru, Balangan, Hulu Sungai Tengah dan Tanah Bumbu.
  21. Kalimantan Timur: 6 Pilkada atau 67 persen, yakni Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kutai Timur, Kuta Barat, Pasir dan Berau.
  22. Kalimantan Utara: 5 Pilkada atau 100 persen, yakni Pemilihan Gubernur Kalimantan Utara, Kabupaten Bulungan, Malinau , Nunukan dan Tana Tidung.
  23. Sulawesi Utara: 7 Pilkada atau 88 persen, yakni Pemilihan Gubernur Sulawesi Utara, Kota Manado, Tomohon dan Bitung, Kabupaten Minahasa Utara, Bolaang MongondowTimur dan Bolaang Mongondow Selatan.
  24. Gorontalo: 2 Pilkada atau 67 persen, yakni Kabupaten Gorontalo dan Puhuwato.
  25. Sulawesi Barat: 4 Pilkada aau 100 persen, yakni Kabupaten Mamaju, Mamaju Tengah, Pasangkayu dan Majene.
  26. Sulawesi Tengah: 9 Pilkada atau 100 persen, yakni Pemilihan Gubernur Sulawesi Tengah, Kota Palu, Kabupaten Banggai Laut, Morowali Utara, Tojo Una-una, Poso, Toli-toli, Sigi dan Banggai.
  27. Sulawesi Selatan: 12 Pilkada atau 100 persen, yakni Kota Makassar, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Barru, Maros, Gowa, Bulukumba, Kepulauan Selayar, Soppeng, Luwu Utara, Luwu Timur, Tana Toraja dan Toraja Utara.
  28. Sulawesi Tenggara: 4 Pilkada atau 57 persen, yakni Kabupaten Kolaka Timur, Konawe Selatan, Konawe Utara dan Muna.
  29. Maluku: 3 Pikada atau 75 persen, yakni Kabupaten Seram Bagian Timur, Kepualaun Aru dan Buru Selatan.
  30. Maluku Utara: 8 Pilkada atau 100 persen, yakni Kota Tidore dan Tidore Kepulauan, Kabupaten Taliabu, Kepulauan Sula, Halmahera Utara, Halmahera Selatan, Halmahera Barat dan Halmahera Timur.
  31. Papua: 5 Pilkada atau 45 persen, yakni Kabupaten Nabire, Asmat, Keerom, Waropen dan Supriori.
  32. Papua Barat: 4 Pilkada atau 44 persen, yakni Kabupaten Manokwari, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni dan Fakfak.

Anis Matta akan Sampaikan Orasi di Konsolidasi Pemenangan Pradi-Afifah

, , , ,

Partaigelora.id – Memasuki hari terakhir kampanye terbuka, Partai Gelora Indonesia Kota Depok, menghelat acara akbar bertajuk Konsolidasi Pemenangan Pradi Supriatna – Afifah Aliah (Pradi-Afifah) dan arahan Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (5/11/2020) siang.

Acara konsolidasi ini, selain bertujuan menguatkan soliditas tim pemenangan dan relawan, juga akan diisi orasi politik oleh pasangan calon Pradi-Afifah, serta puncaknya arahan Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Anis Matta.

Pasangan Pradi-Afifah akan menyampaikan oransinya pada pukul 10.30-10.50 WIB dan dilanjutkan arahan Anis Matta yang akan disampaikan pada pukul 11.00-12.00 WIB.

Konsolidasi Pemenangan Pradi -Afifah ini, juga akan menjadi ajang konsolidasi akbar Gelora Depok . Sehingga kader Partai Gelora di Depok dan sekitar akan tumpah ruah memenuhi Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat.

“Acara ini, selain menghimpun gelombang besar dukungan rakyat kota Depok, juga ingin menunjukkan soliditas fungsionaris, kader, simpatisan dan relawan Gelora, dalam melakukan aksi lapangan untuk memenangkan Pradi-Afifah dalam kontestasi pilkada 2020 ini, ungkap Subhan Rafe’i, Ketua DPD Partai Gelora Indonesia Kota Depok, di Hotel Bumi Wiyata, Sabtu (5/12/2020), Depok, Jawa Barat..

Acara konsolidasi ini, merupakan puncak dari etape pertama untuk memastikan kemenangan Pradi – Afifah, sambung subhan.

“Hari ini, kita terus bergerak, dan akan terus bergerak untuk memastikan kemenangan pradi – afifah, dengan mengajak dan menghimpun dukungan rakyat Kota Depok yang menginginkan terjadinya perubahan kepemimpinan di kota ini,” tambah subhan.

Subhan menegaskan, kemenangan Prad -Afifah adalah sebuah keniscayaan. Selain, karena banyaknya dukungan partai-partai yang tergabung dalam koalisi bangkit. Juga dukungan berbagai ormas dan relawan yang terus mengalir dan solid.

Momen ini sengaja dilakukan lakukan menjelang akhir masa kampanye terbuka, selain untuk menyatukan gelombang besar dukungan rakyat kota Depok kepada Pradi-Afifah. Juga yang tak kalah pentingnya adalah menguatkan kesolidan tim dan relawan dalam menghadapi hari-hari akhir jelang pencoblosan 9 Desember nanti.

“Kita ingin memastikan kesiapan tim memasuki tahapan akhir pemungutan suara. Karena kita sadar kemenangan Pradi- Afifah adalah kemestian sejarah untuk terjadinya perubahan di kota ini, kota Depok yang mengayomi, modern dan Berbudaya,” tandas Subhan.

Anis Matta: Sudah Waktunya Kerumunan Umat Islam Diubah Jadi Kekuatan Politik Riil

, , , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengatakan, pekerjaan rumah paling berat bagi Umat Islam saat ini adalah mengubah semangat militansi menjadi semangat bekerja secara terus menerus, sehingga mempunyai kekuatan untuk melakukan perubahan.

“Sudah waktunya bagi Umat Islam ini untuk mengubah kerumunan menjadi kekuatan politik yang riil. Ini pekerjaan rumah paling berat sekarang ini adalah bagaimana mengubah semangat kita, militansi kita menjadi kekuatan kerja. Barulah kita punya kekuatan yang riil,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Kamis (3/12/2020).

Hal itu disampaikan Anis Matta dalam Dialog ‘Geopolitik Global dan Visi Perjuangan Keumatan Dalam Konteks Politik Nasional’ yang diselengggarakan Osmani Foundation di Hotel Madani, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (2/12/2020) malam.

Dialog ini dihadiri 100 tokoh dan ulama di Medan antara lain dari Muhammadiyah, Alwasliyah, Presiden Rumah Qur’an Violet , Sutan Azmi, SH, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Medan.

Menurut Anis Matta, saat ini terdapat perbedaan ijtihad dalam mewujudkan kemaslahatan. Sebab, apa yang dianggap benar saat ini, belum tentu benar besok atau lusa. “Karena ijtihad kita hari ini ditentukan oleh situasi kita hari ini,” katanya.

“jadi tantangan terbesar kita sekarang ini adalah membangun satu arus karakter baru yang terintegrasi dengan sistem politik. Sehingga kita menggabungkan antara kerja keras juga pada waktu yang sama dengan sistematika dalam bekerja,” ujarnya.

Sistematika politik Indonesia saat ini, lanjutnya, memiliki dasar falsafah negara dan menjaga kedaulatan negara, yakni Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Platform besar tersebut telah mengayomi demokrasi, agama dan kesejahteraan, termasuk Umat Islam didalamnya sebagai mayoritas penduduk Indonesia.

“Kita yang mayoritas ini seharusnya juga memiliki kekuatan mayoritas dalam ekonomi juga kekuatan mayoritas dalam politik. Ini membutuhkan kerja yang berkesinambungan sistematis dan terus menerus, semangat sesaat itu tidak akan mengubah nasib kita,” papar Anis.

Disinilah perlu mengubah cara berpikir, cara merasakan dan cara bertindak Umat Islam saat ini. Sebab, Indonesia ini adalah negara Islam terbesar di dunia, maka menjadi tugas bersama dalam mewujudkan Indonesia sebagai pemimpin dunia Islam dan menjalankan peran sebagai salah satu kekuatan utama dunia.

“Adalah tugas kita juga berusaha sedapat mungkin untuk menggabungkan antara mayoritas kuantitas, mayoritas secara politik dan mayoritas juga secara ekonomi. Kita punya tugas sejarah yang lain, bagaimana menjadikan Indonesia sebagai pemimpin dunia islam, dan pada waktu yang sama juga menjalankan peran sebagai salah satu kekuatan utama dunia,” tegas Anis Matta.

Krisis berlarut yang melanda dunia saat ini telah menyentuh dan mengubah pada sistem perpolitikan global secara drastis yang tidak didasari oleh agama. Hal ini tentunya memberikan inspirasi dan solusi hanya agama yang bisa menjadi sumber inspirasi baru.

“Itu sebabnya saya  percaya bahwa Islam ini adalah masa depan, cuma diperlukan satu kekuatan yang bisa menerjemahkan nilai nilai Islam ini kedalam satu model sosial, kedalam satu model politik dan kedalam satu model ekonomi, baru orang akan melihat Islam itu secara visual,” tandasnya.

Anis Matta menegaskan, dengan cara seperti itu apabila ingin mengubah wajah Islam dan menujukkan kepada seluruh dunia.

“Jadi ide menjadikan Indonesia sebagai kekuatan lima besar dunia, maka inilah caranya. Inilah yang semestinya jadi takdir sejarahnya Indonesia, dan ini memerlukan pemikiran yang mendalam semangat bekerja di dalam diam. Militansi itu harus kita terjemahkan dalam jam kerja dalam produktivitas,” pungkasnya.

Sementara itu, calon Walikota Medan Bobby Afif Nasution yang hadir dalam Dialog ‘Geopolitik Global dan Visi Perjuangan Keumatan Dalam Konteks Politik Nasional’ berharap agar wabah virus Corona (Covid-19) bisa segera hilang dari Indonesia dan dunia.

Bobby berharap pemimpin di Kota Medan harus mengerti betul bagaimana menjalankan pemerintahan saat pandemi masih berlangsung, yakni diperlukan legitimasi yang kuat. Sehingga bisa melakukan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat dan antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.

“Luas wilayah dan jumlah penduduk Kota Medan itu nomor tiga di Indonesia, sehingga perlu legitimasi yang kuat dan bisa melakukan kolaborasi. Kolaborasi adalah kunci menjalankan pemerintahan yang baik, dan ini sering dianggap remeh, padahal kolaborasi adalah penting,” tegas Bobby.

Anis Matta: Pemimpin yang Tepat Lanjutkan Pembangunan Tangsel Pasangan Benyamin-Pilar

, , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta berharap pasangan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan (Benyamin-Pilar) melanjutkan keberhasilan Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmy Diany dalam membangun Tangsel selama 10 tahun terakhir.

Berkat tangan Airin bersama wakilnya Benyamin Davnie, Tangsel menjadi Smart City dan kota bertarap internasional. Sehingga untuk agar dapat melanjutkan tata kelola pembangunan Kota Tangsel selanjutnya , dibutuhkan kepemimpinan yang berpengalaman dan profesional

“Mudah-mudahan tanggal 9 Desember, kita akan mendapatkan pemimpin baru yang akan melanjutkan pembangunan yang telah dilakukan oleh Bu Airin. Maka kita memberikan dukungan kepada Pak Ben (Benyamin Davnie, red), Insyaa Allah untuk melanjutkan pembangunan yang sudah dilakukan oleh ibu Airin,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Minggu (29/11/2020).

Hal itu disampaikan Anis Matta saat melakukan Konsolidasi Pemenangan Benyamin-Pilar di Hotel Marilyn Serpong, Sabtu (28/11/2020)., yang dihadiri Ketua DPD Partai Golkar Tangsel yang juga Walikota Tangsel Airin Rachmy Diany.

Anis Matta menyampaikan Kota Tangsel semenjak diresmikan pada 26 November 2008, dan dipimpin Airin Rachmy Diany memiliki tahap perencanaan pembangunan yang baik.

Anis Matta menilai Airin adalah pemimpin yang mempunyai karakter dan kejujuran dalam berpolitik. Selain itu, Airin juga dikenal sebagai pemimpin pelopor kebangkitan baru di Tangsel.

Karakter Airin dan Partai Gelora memiliki kesamaan, sehingga Partai Gelora memutuskan untuk mendukung secara penuh pasangan Ben-Pilar untuk melanjutkan capaian-capaian keberhasilan Airin dalam pembangunan Tangsel.

Keberhasilan Airin merupakan wujud bukti mewujudkan kebutuhan dasar masyarakat Tangsel dalam pemenuhan di bidang kesehatan, pendidikan serta infrastruktur.

“Kita semua menyaksikan 10 tahun ini Tangerang Selatan luar biasa sekali. Kalau pencapaian ini tidak dilanjutkan oleh Walikota yang mengerti ini semua tentu akan sayang sekali,” tegas Anis Matta.

Anis Matta menegaskan, pasangan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ikhsan adalah pemimpin yang tepat untuk melanjutkan kepemimpinan di Tangsel, dibandingkan yang lainnya.

Benyamin Davnie yang meerupakan petahana Wakil Walikota Tangsel ini, lanjutnya, juga dikenal sebagai seorang pemimpin yang mampu mempersatukan semua pihak, sehingga tagline yang diangkat pasangannya adalah ‘TangSel sebagai Rumah Kita Bersama’.

“Disintergasi merupakan ancaman sosial yang tengah mengancam eksistensi berbangsa dan bernegara kita saat ini. Kepemimpinan Pak Benyamin bisa mempersatukan kita semua, dan itu bisa kita lihat dari taglinenya menjadikan Tangsel sebagai rumah kita bersama. Maka saya kira Pak Ben bisa jadi faktor pemersatu Tangsel,” tandasnya .

Anis Matta menambahkan, sebagai daerah penyangga ibukota Jakarta, Pemerintah Kota Tangsel dibawah kepemimpinan Walikota Airin rachmy Diany dan Wakil Walikota Benyamin Davnie, mengusung konsep Smart City dalam pencanangan pembangunannya.

Karena itu dibutuhkan upaya dan komitmen yang kuat dalam membangun sebuah kota. Sebab, bukanlah pekerjaan hal yang mudah dalam membangun sebuah kota baru.

“Maka jangan salah pilih pemimpin pada 9 Desember nanti agar pembangunan yang telah dilakukan oleh Bu Airin bisa dilanjutkan. Insyaa Allah pasangan Binyamin Davnie-Pilar Saga Ikhsan memenangi Pilkada Tangsel,” ujarnyya.

Menurut Anis Matta, dalam membangun konsep Smart City, harus meliputi beberapa hal, diantaranya soal pertumbuhan ekonomi yang baik, memiliki infrastruktur yang terkonektifitas demi menunjang mobilitas masyarakatnya, serta lingkungan hidup dan jaminan kesehatan yang memadai, termasuk juga soal akses dan pendidikan yang cakap.

Tangsel telah memenuhi unsur-unsur Smart City yang mesti terpenuhi, yaitu Smart Government, Smart Economy, Smart Live, Smart Living, Smart People, dan Smart Mobility.

Di mana Smart City dapat membantu solusi kendala perkotaan dan memberikan manfaat bagi pemerintah dan masyarakat seperti pengurusan dokumen tidak lagi berlarut-larut dan memakan waktu panjang.

Dari segi kesehatan juga demikian, cukup menunjukan KTP, masyarakat Tangerang Selatan mendapatkan pelayanan kesehatan. Infrastrukturnya juga sudah terkoneksi dan memudahkan mobilitas masyarakat. Terkait dengan pendidikan, di Kota Tangerang selatan sudah tidak lagi dipungut biaya.

“Masyarakat Tangsel butuh kepemimpinan yang dapat melanjutkan pembangunan demi masa depan yang lebih baik. Partai Gelora akan all out mendukung serta memenangkan pasangan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan, seorang pemimpin berpengalaman dan profesional,” pungkasnya.

Anis Matta Resmikan Kantor DPW Partai Gelora NTB Berkonsep Ruang Kolaborasi

, , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta mengatakan, misi Partai Gelora adalah ‘Menjadi Karpet yang Nyaman untuk Kontribusi Semua Elemen Bangsa’.

Hal itu disampaikan Anis Matta saat peresmian Kantor DPW Gelora Nusa Tenggara Barat di Jl. Gunung Kerinci, Dasan Agung Baru, Kec. Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat pada Selasa (24/11/2020) lalu.

“Yang unik, konsep kantor DPW yang diresmikan bukan seperti kantor partai politik pada umumnya, tapi menjadi semacam ruang kolaborasi. Lokasinya berada di merupakan kawasan ‘nongkrong’ yang dihuni kafe-kafe lainnya,” kata Anis Matta dalam keterangan, Jumat (27/11/2020).

Sebelumnya, beberapa kantor DPW dan DPD Partai Gelora juga dibangun dengan konsep menyatu dengan kafe, seperti DPW Lampung dan DPD Bekasi.

Bangunan satu lantai Kantor Partai Gelora DPW NTB, tidak hanya digunakan untuk kantor tapi juga digunakan sebagai ruang kelas Akademi Manusia Indonesia (AMI), area terbuka untuk co-working space dan dilayani sebuah kafe untuk para pengunjungnya.

Di area tengah, tersedia banyak ruang diskusi. Selain itu, ada ruang khusus pemroses kopi unggulan asal Nusa Tenggara Barat yang dipasarkan dengan merek Tuwa Kawa.

Lokasi ini mulai direnovasi mulai bulan Agustus 2020 oleh PT. Nusatenggara Beans Bagus (NBB) yang merupakan perusahaan pengolahan kopi asli NTB dan pengelola kafe.

“Kami menawarkan kesempatan untuk setiap pihak berkolaborasi. Sebelumnya disamping sudah ada Kins Coffe, kemudian Partai Gelora tertarik untuk bergabung dalam kolaborasi,” kata Agus Pramudiya mewakili NBB.

Hadir juga dalam acara peresmian Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah, para pimpinan DPN Partai Gelora, komunitas, tokoh masyarata dan calon kepala daerah di NTB yang didukung Partai Gelora.

“Filosofi kolaborasi Partai Gelora kami terjemahkan dalam tata-kantor yang mengedepankan konsep co-working space, disini ada kantor partai, kafe, kantor perusahaan, lembaga sosial dan lainnya. Siapa saja bisa bergabung disini, untuk bersama-sama membangun Indonesia. Bahkan kami bermimpi, kantor antar partai bisa dalam satu kompleks co-working space, sehingga dialog dan diskusi antar partai semakin intensif dalam upaya membangun kekuatan bangsa,” urai Lalu Fahrurrozi Ketua DPW Nusa Tenggara Barat.

Anis Matta dan rombongan DPN Partai Gelora melakukan rangkaian kegiatan di NTB selama tiga hari di Sumbawa dan Lombok. Pada Senin (23/11/2020), Anis Mattta meresmikan Pantai Gelora di Utan, Meno Sumbawa.

Ketua Umum Partai Gelora ini juga meresmikan kantor DPD Lombok Timur, serta bertemu dengan Bupati Lombok Timur dan pengasuh Pondok Pesantren Darul Muhajirin di Praya, Lombok Tengah. Rabu (25/11/202).

Dalam kesempatan ini Anis Matta dan Fahri Hamzah melakukan konsolidasi dengan pendukung salah satu paslon Pilkada Lombok Utara.

Saat ini Pengurus Partai Gelora telah terbentuk di 100% provinsi dan 99% pengurus DPD Kabupaten/ Kota. Sementara dari 7230 kecamatan sudah terbentuk DPC 4554 atau sekitar 63%. Diharapkan sampai April mendatang bisa menambah 2000-an lebih DPC

Anis Matta Berharap Panglima TNI dan Kapolri Kedepan Berasal dari Santri atau Hafiz Qur’an

, , , ,

Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat Indonesia Anis Matta berharap para alumni santri pondok pesantren (Ponpes) kedepannya bisa menduduki jabatan strategis sebagai Panglima TNI dan Kapolri.

Panglima TNi dan Kapolri harusnya juga seorang Hafidz yang dapat menghafal Al-Qur’an, yang hingga kini belum pernah ada.

“Saya berharap ada Panglima TNI dari anak-anak pesantren, karena kita belum pernah melihat ada Panglima TNI yang sudah Hafidz atau kepala polisi (Kapolri, red) atau konglomerat juga Hafidz ,” kata Anis Matta dalam keterangannya , Kamis (26/11/2020).

Harapan itu disampaikan Anis Matta saat menyampaikan Orasi Kebangsaan dan bersilaturahmi ke Ponpes Darul Muhajirin, Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Selasa, (24/11/2020.) petang.

Karena itu, Anis Matta pun berdoa agar Ponpes Darul Muhajirin bisa melahirkan para pemimpin-pemimpin Indonesia yang menjadi pelopor kebangkitan Islam dan Indonesia.

“Sesuai dengan namanya Darul Muhajirin, cerita-cerita mengenai pelopor kebangkitan Islam mengalir kepada para pendiri, pengajar dan santri-santri. Muudah-mudahan dari pesantren Ini , lahir para pemimpin-pemimpin Indonesia,” katanya.

Anis Matta mengatakan, kunjungan silahturahminya ke Ponpes Darul Muhajirin dalam rangka menyatukan seluruh kekuatan untuk mewujudkan kemajuan Indonesia, yakni melalui peta jalan baru Arah Baru Indonesia sebagai lima besar dunia.

“Kita perlu menyatukan seluruh kekuatan untuk mewujudkan kemajuan Indonesia,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Kamis (26/11/2020).

Menurut Anis Matta, Partai Gelora akan terus melakukan silahturahmi keberbagai lembaga, tokoh, ulama dan pihak lainnya untuk menebarkan semangat kebangkitan baru dan fokus untuk mencari peluang agar bangsa Indonesia bisa bangkit dari krisis pandemi Covid-19 saat ini.

“Kami akan terus berkunjung kemana saja untuk menebarkan semangat kebangkitan baru yang fokus kepada peluang bukan tentang masalah di tengah krisis akibat Covid-19 saat ini,” ujarnya.

Partai Gelora yang ia dirikan bersama sejumlah tokoh, lanjut Anis Matta, bukan sekedar sebagai partai politik biasa, tetapi lebih dari itu menjadi polopor gerakan kebangkitan baru Indonesia.

Kata gelombang dan rakyat dari nama Partai Gelora diharapkan menjadi energi dan pelaku sejarah dalan menerbarkan semangat perubahan. Karena itu, Anis Matta berharap supaya semua anak bangsa bisa berkontribusi dalam kemajuan Indonesia

“Kita mempunyai tugas untuk menyelesaikan persoalan krisis bangsa.Mudah-mudahan kita bisa berkontribusi untuk memajukan Indonesia, melahirkan pemimpin-pemimpin baru Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Darul Muhajirin TGH. Humaidi Najamudin mengatakan, kunjungan silahturahmi Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta dan rombongan menjadi kehormatan tersendiri bagi keluarga besar Darul Muhajirin.

“Kami keluarga besar Darul Muhajirin mengucapkan terimakasih atas kedatangan Ketua Umum Partai Gelora dan jajaran semoga pertemuan ini menghasilkan hal yang baik di dunia dan akhirat,” kata Humaidi.

Kunjungan silahturahmi Anis Matta dinilai bisa menjadi momentum bagi Ponpes Darul Muhajirin yang mengelola pendidikan dari jenjang MTs SMA, MA hingga Majelis Taklim yang tersebar di Lombok Tengah lebih maju lagi dalam memperluas dakwah keislaman.

“Momentum ini menjadi kesempatan Darul Muhajirin menguatkan komitmen bersama dalam memajukan dunia pendidikan dan politik keumatan.” tandasnya.

Dalam kunjungan silahturahmi ke Ponpes Darul Muhajirin ini, Anis Matta didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah, Bendahara Umum Achmad Rilyadi dan lain-lain.

Anis Matta dan rombogan disambut meriah para santri, pengurus yayasan dan jamaah Darul Muhajirin. Setiba di Darul Muhajirin, Anis Matta bersama rombongan langsung berziarah ke makam Pendiri Ponpes Darul Muhajirin Almagfurullahu TGH. M. Najamudin Makmun.

Anis Matta Resmikan Pantai Gelora, Tempat untuk Mengekspresikan Mimpi-mimpi Besar

, , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta meresmikan pembukaan (soft opening) Partai Gelora, Meno.Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai kawasan wisata baru dengan konsep pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar pada Senin (23/11/2020).

Pantai Gelora juga akan menjadi tempat kolaborasi bagi semua orang untuk mengekspresikan mimpi-mimpinya yang akan membawa kemajuan Sumbawa, NTB dan Indonesia.

“Pantai Gelora ini dulunya kotor tak terurus, sekarang jadi bersih dan menarik masyarakat, karena ada perubahan dan mimpi-mimpi besar. Nah, Gelora memposisikan pula sebagai partai yang hadir membawa perubahan dan meraih mimpi-mimpi Indonesia di masa depan,” kata Anis Matta dalam keteranganya, Selasa (24/11/2020).

Anis Matta mengatakan, pengembangan Pantai Gelora sebagai tempat bercengkerama dan bergembira ini merupakan ide dari Fahri Hamzah, Wakil Ketua Umum Partai Gelora. Sebab, di tengah pandemi Covid-19 saat ini, yang diperlukan adalah menemukan peluang di tengah krisis.

“Kita sedang hidup di tengah krisis, kita fokus menemukan peluang seperti kata Pak Fahri Hamzah mengubah wajah pantai ini menjadi tempat bercengkerama dan tempat bergembira, begitu juga jika ingin mengubah Indonesia,” katanya.

Menurut Anis Matta, dua pertiga wilayah Indonesia berupa lautan, sehingga luas wilayah Laut Indonesia masuk tiga besar dunia bersama Laut Mediterania dan Karibia.

“Jika bicara laut dunia, kita hanya bicara tiga tempat wisata, yakni laut Mediterania , Laut Karibia dan Laut indonesia. Luas Laut Indonesia adalah luas Laut Mediterania yang dinikmati banyak negara, tapi kita Indonesia sendirian. Karena itu, kita perlu mempertahankan kegembiraan kita di tengah krisis ini,” katanya.

Anis Matta menegaskan, untuk mengubah Indonesia saat ini diperlukan energi yang positif seperti cita-cita Partai Gelora menjadikan Indonesia lima besar dunia. .

“Kita coba dari titik kecil dari Kabupaten Sumbawa untuk menyebarkan energi perubahan itu. Kita tidur dengan mimpi besar, mimpi indah dan kita bangun dengan proposal baru mengubah wajah Sumbawa, mengubah wajah NTB dan Wajah Indonesia,” kata Ketua Umum Partai Gelora Indonesia ini.

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah menambahkan, ide untuk membersihkan pantai di Meno ini , karena terlihat kotor dan penuh tumpukan sampah . sehingga perlu dikembalikan ke kondisi alam seperti dahulu.

“Waktu saya kecil, semua pantai masih bersih, mnum air di sungai tidak ada kotoran dan cuaca yang bersih. Sekarang terlalu banyak sampah, saya mengajak Pramuka dan masyarakat di dusun untuk membersihkan. Dan kita percantik, ternyata pantai ini benar-benar cantik dan indah,” kata Fahri.

Fahri mengungkapkan, untuk menikmati keindahan Pantai Gelora, masyarakat tidak perlu membayar dan siapa saja boleh memasuki pantai tersebut. Sehingga lama kelamaan Pantai Gelora menjadi ramai, dan banyak disinggahi masyarakat Sumbawa maupun dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kita namakan Pantai Gelora, karena pantai ini menjadi tempat kolaborasi ide-ide dan tempat bagi semua orang mengekspresikan mimpinya,” kata Fahri.

Pantai Gelora, lanjut Fahri, memiliki gelombang yang indah dikelilingi gunung-gunung seperti ide pendirian dan lahirnya Partai Gelora.

“Partai Gelora juga mengingatkan kita kepada Bung Karno yang mengembangkan kawasan Gelora, Senayan. Bung Karno menyukai kosakata Gelora, semangatnya Gelora. Jadilah tempat ini menjadi Pantai Gelora,” tegas Fahri.

Fahri menjelaskan, Pantai Gelora akan dikembangkan sebagai kawasan wisata kuliner, selain daya tarik budaya Sumbawanya. Rencananya akan dibangun hotel dan resort dalam waktu dekat untuk pengembangan kawasan wisata Pantai Gelora.

“Sudah ada teman yang menghubungi saya untuk ikut mengembangkan kawasan Pantai Gelora yang akan membangun hotel dan resort. Tapi sesunguhnya pantai ini tidak saja terbuka untuk investor tapi juga untuk rakyat. Orang mau jual kopi, lemang atau lainnya, silahkan, kita buat pantai ini jadi kawasan wisata kuliner,” katanya.

Soft opening Pantai Gelora dilakukan Anis Matta pada siang dan malamnya dilakukan pesta rakyat, dimana masyarakat Sumbawa menyumbangkan hasil laut mereka untuk dinikmati bersama-sama.

Sebagai penanda pembukaan Pantai Gelora tersebut, dilakukan upacara adat membalikkan nasi tumpeng yang terkenal di Sumbawa.

Acara ini dihadiri Plt Bupati Sumbawa Pjs Zainal Abidin MS, calon bupati dan wakil bupati Sumbawa Nurdin Ranggabarani dan H Burhanuddin Jafar Salam (Nur-Salam), Bendahara Umum Partai Gelora Achmad Rilyadi, para ketua bidang dan lain-lain.

Anis Matta dan Fahri Hamzah Apresiasi Tekad Kuat Bobby Majukan Kota Medan

, , , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta dan Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah mengapreasiasi tekad calon Walikota Medan Bobby Afif Nasution akan membenahi Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) menjadi kota internasional .

Mereka menilai Kota Medan saat ini jauh tertinggal dari kota besar lain dan mempunyai banyak masalah, yang merupakan bukti dari kegagalan pemimpin sebelumnya. Dengan begitu, pemimpin yang berpengalaman bukan sebagai patokan untuk bisa memajukan Kota Medan.

Hal itu disampaikan Anis Matta dan Fahri Hamzah dalam acara Ngopi Sore ‘Medan Butuh Wajah Baru’ di pandu oleh Pemred Tribun Medan Syarief Dayan di Studio Kolaborasi Medan Berkah di Medan, Sumut, Kamis (19/11/2020) petang.

Anis menepis anggapan pihak tertentu yang menyebutkan Bobby Nasution merupakan orang tidak berpengalaman. Padahal, masalah di Medan saat ini bukankah akibat kegagalan orang yang berpengalaman.

“Pengalaman itu bisa didapat segera dengan sistematika kerja, proses pembelajaran, kemampuan belajar cepat. Harus itu kita ubah kultur birokrasi untuk mempercepat kemajuan. Di Indonesia ada 11 kota penduduknya di atas satu juta. Medan harus punya infrastruktur standar internasional,” ujar Anis.

Fahri menuturkan, sebagai kota besar dengan penduduk yang banyak, kemewahan Kota Medan hanya sampai di bandara nya saja.

“Saya lihat Kota Medan ini kemewahan nya hanya sebatas Bandara nya saja. Selepas dari situ, kita bisa lihat sendiri, begitu banyak infrastruktur yang bisa dibilang tidak layak untuk sekelas kota besar seperti Medan,” ujar Fahri.

Fahri menilai, akan ada banyak sekali pembenahan yang harus dilakukan dari segi pelayanan publik dan infrastruktur dalam perbaikan Kota Medan.

“Saya rasa tidak ada yang perlu ditutup-tutupi ya. Karena sifatnya ini kita semua bisa lihat. Jalan rusak kita bisa rasakan, trotoar, dan berbagai infrastruktur lainnya itu kasat mata dan kira semua bisa menyaksikan,” katanya.

Dikatakannya, sebagai semangat yang juga diusung Partai Gelora, kolaborasi menjadi konsep penting dalam pembangunan Kota Medan menjadi lebih tertata.

“Dalam prinsip-prinsip penataan kota dan perencanaan, Kota Medan masih belum punya itu. Kita belum bisa lihat bahwa Medan ini ditata dengan baik. Untuk itu, kolaborasi yang menjadi ruh kita itu yang saya rasa tepat sekali dalam membenahi ini,” ungkapnya.

Fahri mengungkapkan, misi membenahi birokrasi Bobby Nasution adalah keniscayaan yang layak diapresiasi.

“Yang mau kita bangun adalah public good, infrastruktur fisik dan non fisik. Nah birokrasi itu kata kunci. Benar cara berpikir Bobby perbaiki birokrasi dulu baru fisik pembangunan lancar. Jadi misi Bobby Nasution sudah sangat tepat,” kata Fahri.

Anis maupun Fahri menyatakan sepakat bahwa kedekatan Bobby Nasution dengan pusat akan turut memuluskan pembangunan di Medan.

“Infrastruktur kota tak bisa hanya dibangun pemkot, bahkan pemprov, perlu bek ap dari pusat, dan di tangan Bobby tentu ada akses yang luas,” kata Anis.

Pilkada bukan Pilpres
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta menegaskan, Pilkada Kota Medan ini bukan Pilpres. Karena itu, Partai Gelora memberikan dukungan penuh kepada Paslon Nomor Urut 2, Bobby Nasution dan Aulia Rachman.

Menurut Anis Matta, ada oknum yang antipemerintahan sekarang dan oknum yang membenci Presiden Joko Widodo berupaya membelah masyarakat dengan menasionalkan Pilkada Medan.

“Dan itu saya kira tidak tepat. Ini Pilkada bukan pilpres. Ada logika latah mau menasionalkan Pilkada, ini isu lokal bukan nasional,” terang Anis Matta.

Maka isu dinasti politik itu pun tak berdasar. Kata Anis, Bobby Nasution punya hak yang sama dalam iklim demokrasi untuk memilih dan dipilih.

Di Pilkada Medan, Bobby Nasution berjuang untuk menang bukan alih-alih diberi jabatan tanpa proses demokrasi seperti tuduhan dinasti politik itu sendiri.

“Kan kita dipilih bukan ditunjuk, jadi dinastinya itu di mana? Sistem demokrasi beri ruang yang sama. Yang beri suara rakyat, jabatan dipilih rakyat bukan ditunjuk. Itulah indahnya demokrasi semua orang punya peluang, semua berjuang tidak ada yang diperlakukan istimewa,” lanjut Anis Matta.

Bobby Nasution sendiri tak begitu ambil pusing dengan tuduhan macam-macam dari oknum tertentu. Baginya, niat maju di Pilkada Medan adalah semata untuk memperbaiki kemunduran Kota Medan.

“Saya turun ke masyarakat, saya dengar keluhan masyarakat dan saya akan jawab harapan masyarakat kepada saya. Kita akan libatkan semua pihak untuk berkolaborasi mewujudkan Medan yang berkah. Maknanya luas sekali. Kita akan kejar ketertinggalan dengan kota lain. Insya Allah,” kata Bobby.

Bobby menjelaskan kolaborasi itu sangat penting. Sebab, Bobby sering bertemu dengan banyak komunitas masyarakat, baik yang profesional hingga awam, bahwa Kota Medan bisa dibangun dengan cara gotong royong, bersama-sama.

“Kolaborasi itu dengan menerima, mendengar, minta saran dari banyak pihak. Target utama sistem birokrasi kita benahi. Dan sebagai legitimasi pemimpin itu harus capai kolaborasi dengan pemerintah lainnya bahkan dengan masyarakat. Kita bisa didengar masyarakat dan bisa juga didengar stakeholder di pusat,” tandas Bobby.

Ucapkan Milad ke-108 Muhammadiyah, Anis Matta Ajak Lanjutkan Perjuangan KH Ahmad Dahlan dalam Membina Ummat dan Membangun Bangsa

, , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta berharap seluruh kader Muhammadiyah bisa melanjutkan perjuangan yang telah dirintis oleh KH Ahmad Dahlan dalam mendirikan organisasi Perserikatan Muhammadiyah yang kini telah berusia 108 tahun pada Rabu (18/1/2020).

Yakni berkolaborasi bersama-sama dengan semua pihak dalam membina ummat dan membangun bangsa Indonesia agar lebih maju lagi menjadi kekuatan lima besar dunia.

“Saya Anis Matta, Ketua Umum Patai Gelombang Rakyat Indonesia mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-108 bagi Perserikatan Muhammadiyah, semoga di umur yang panjang ini semua saudara-saudara yang terlibat dalam perserikatan ini diberikan Ilham Allah SWT,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Kamis (19/11/2020)

Anis Matta sendiri merupakan kader Mahummadiyah. Ketua Umum Partai Gelora Indonesia ini pernah menjadi santri di Pondok Pesantren Darul Arqam, Gombara, Makassar, Sulawesi Selatan beberapa puluh tahun silam, lembaga pendidikan yang didirikan oleh Muhammadiyah.

“Semoga Allah SWT memberikan semuanya, keteguhan, ketegaran, istiqomah di jalan dalam perjuangan ini, melanjutkan perjuangan yang telah dirintis oleh KH Ahmad Dahlan, untuk membina umat dan membangun bangsa,” katanya.

Anis Matta secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Muhammadiyah yang telah menjadi ‘Matahari Pencerahan’ bagi bangsa Indonesia. Peran Muhammadiyah selama ini telah memberikan manfaat besar bagi dinamika perjalanan zaman bangsa dan negara Indonesia.

“Terima kasih Muhammadiyah yang telah menjadi matahari pencerahan bagi bangsa Indonesia.Semoga Muhammadiyah semakin mampu menjawab dinamika zaman dengan amal usaha yang makin relevan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta melakukan Silahturahmi dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir pada Sabtu (31/10/2020) petang di Yogyakarta.

Anis matta mengatakan, Haedar Nashir adalah teman lamanya di Muhammadiyah yang sudah dikenal dirinya sejak era 1980- an. Sehingga antara dirinya dengan Haedar Nashir sudah seperti saudara atau kerabat dekatnya.

Dalam pertemuan ini, Anis Matta dan Haedar Nashir mendiskusikan arah perjuangan ummat di tengah lansekap sosial-politik yang terus berubah.

“Sudah saatnya umat Islam mengubah mindset-nya untuk berpikir dan bertindak sebagai mayoritas yang memimpin, bukan mayoritas yang terpinggirkan,” tegas Anis.

Untuk itu, menurut Anis, Partai Gelora dan Muhammadiyah perlu membahas untuk memadukan perjuangan umat dengan memperkuat basis politik dan ekonomi yang sudah dijalankan selama ini.

“Banyak titik temu yang sangat bermanfaat untuk bisa kita kolaborasikan di masa-masa yang akan datang,” ujar Anis Matta.

Alamat Dewan Pengurus Nasional

Jl. Minangkabau Barat Raya No. 28 F Kel. Pasar Manggis Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan 12970 Telp. ( 021 ) 83789271

Newsletter

Berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan kabar terbaru.

Mobile Apps



X