Tag: #Bidpuan

Tiga Naskah Indah Terpilih sebagai Pemenang Lomba Cipta Puisi Hari Ibu Partai Gelora

, , ,

Partaigelora.id – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia akhirnya memilih tiga naskah indah dari 231 naskah yang masuk sebagai pemenang Lomba Cipta Puisi Hari Ibu 2020. Ketiga pemenang tersebut akan mendapatkan tali asih dan souvenir dari Bidang Perempuan (Bidpuan) Partai Gelora Indonesia.

“Dari 231 naskah puisi yang sampai ke meja tim juri diputuskanlah 3 pilihan. Juara 1 : Chairun Nisa -Singaraja, Bali- Ku Sebut Dia, Ibu. Juara 2 : Pamung Amiadi – Cilacap- Nyawa Cinta. Juara 3 : Dyah Didi -Jakarta- Senandung Kasih Ibu,” kata Ratih Sanggarwati, Ketua Bidpuan Partai Gelora Indonesia dalam keterangannya, Rabu (23/12/2020).

Menurut Ratih, Lomba Cipta Puisi tersebut sengaja digelar dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-92 Tahun 2020 sebagai upaya untuk mengekspresikan ‘rasanya’ kepada para ibu.

“Tidak disangka respon masyarakat sangat bagus, ada lebih dari 200 puisi masuk sebagai peserta. Terakhir tercatat ada 231 peserta, dan pesertanya bukan hanya perempuan, tapi juga laki-laki,” katanya.

Dalam memperingati Hari Ibu ke-92 yang jatuh pada Selasa (22/12/2020) kemarin. Bidpuan Partai Gelora kata Ratih, menggelar peringatan Hari Ibu secara virtual yang melibatkan 34 DPW se-Indonesia.

Peringatan Hari Ibu Partai Gelora ini juga dihadiri oleh Walikota Kota Tangerang Airin Rachmi Diany dan Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini.

Keduanya sempat memberikan pandangan mengenai peran perempuan berdaya dan perempuan zaman now dalam memperkuat pembangunan maupun demokrasi.

Peringatan Hari Ibu di tengah pandemi Covid-19 ini, kata Ratih, diharapkan mendapatkan pengaruh positif bagi peningkatan kualitas hidup, pemenuhan hak dan kemajuan perempuan Indonesia.

“Tak salah jika Partai Gelora mengangkat tema ‘Perempuan Berdaya, Mampu Memperjuangkan hak-haknya’. Kita mendorong semua pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan,” katanya.

Ratih menegaskan, setiap perempuan Indonesia memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki terutama dalam bidang ketenagakerjaan dengan memberikan kesempatan, peluang dan karir yang sama tanpa ada pembedaan.

“Poin lain adalah setiap perempuan berhak untuk mendapatkan kesempatan mengikuti pendidikan, termasuk kesempatan yang sama untuk mendapatkan beasiswa,” katanya.

Namun, yang tak kalah penting, perempuan zaman now, menurut Ratih adalah peran perempuan dalam perkawinan dan keluarga. Yakni tidak boleh ada kawin paksa, perempuan harus diberikan kebebasan dalam menentukan pendampingnya sendiri.

“Perempuan punya hak untuk memilih suaminya secara bebas, dan tidak boleh ada perkawinan paksa. Perkawinan yang dilakukan haruslah berdasarkan persetujuan dari kedua belah pihak,” tegasnya.

Terakhir dalam kehidupan politik, setiap perempuan berhak untuk memilih dan dipilih setelah berhasil terpilih lewat proses yang demokratis.

“Perempuan juga harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam perumusan kebijakan pemerintah hingga implementasinya,” pungkas Ratih Sanggarwati.

Dukung Penguatan Basis Produksi, Fahri: Kebijakan yang Pro UMKM Perlu Diperbesar

, , , , , ,

Partaigelora.id – ntuk menguatkan produksi dalam negeri, diperlukan ekosistem atau kebijakan yang mendukung penguatan ekonomi berbasis produksi. Sehingga diperlukan kebijakan yang pro terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM ) yang ada dalam jumlah yang besar.

“Teman-teman di bidang ini harus memikirkan rekomendasi yang terbaik. Bagaimana kita menyiapkan kebijakan yang memungkinkan adanya ekosistem bagi hadirnya UMKM dengan jumlah yang sangat masif dan besar,” ujar Fahri Hamzah, Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia dalam keterangannya, Minggu (13/12/2020).

Hal itu dikatakan Fahri Hamzah saat memberikan sambutan dalam acara YesPreneur Webseries Chapter II ‘UMKM Pondasi Kerakyatan’ yang diselenggarakan Bidang UKM dan Ekonomi Keluarga Partai Gelora Indonesia, Sabtu (12/12/2020).

Dalam pandangan Fahri, untuk mewujudkan ekosistem yang ramah itu, perlu dikembangkan produksi dalam negeri.

Dengan cara itu, kata Fahri akan mampu melahirkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam jumlah yang sangat besar.

“Ya kita harus menyiapkan ekosistem bagi produk-produk yang kita impor itu berkurang karena kita mulai bisa memproduksi dengan harga dan kualitas yang lebih baik di dalam negeri,” tandasnya.

Untuk mengembangkan UMKM tersebut secara massif, kata Fahri, diperlukan kepercayaan (Trust), ide- ide dengan riset yang baik (Idea) dan jaringan (Network).

“Advokasinya UKM perlu dibimbing untuk kenal dengan sumber-sumber modal. UKM terus berproduksi serta meningkatkan Produksi. Dan, mengenalkan pasar yang masih sangat luas dan menjual barang sendiri untuk masuk ke global,” katanya.

Pengamat kebijakan publik Achmad Nur Hidayat mengatakan, masa depan UMKM di Indonesia adalah masalah structural bangsa terkait UMKM, sehingga diperlukan antispasi pemerintah untuk perbaikan dari sisi permintaan.

“Yakni rekomendasi untuk UMKM dan usulan pengembangan UMKM di Indonesia,” kata Achmad Nur Hidayat.

Sedangkan Darmawan Wibisono, Owner Umah Wingko mengatakan, untuk mengembangkan jaringan pelaku UKM seperti yang telah dilakukannya di Jawa Tengah, yakni dengan merangkul semua pelaku UKM. Mereka dibantu untuk mengmbangkan jaringannya melalui media sosial, sehingga penjualan mereka bertambah banyak.

“Saya kira program untuk UMKM Gelora yang disebut YES ini bisa dengan cepat melakukan penetrasi kepada masyarakat dalam hal ini mengenalkan Gelora dan tentu saja membuat UMKM lebih berdaya. YES dan Gelora bisa berkolaborasi juga untuk mendapatkan akses-akses yang membuat pelaku UMKM lebih maju,” kata Darmawan.

Sementara Coach Wulan, pemerhati UMKM mengatakan, YES akan menjadi kekuatan dan semangat baru bagi UMKM di Indonesia, karena bisa diandalkan dengan langkah-langkah sukses yang akan dijalankan.

“Webinar series Chapter 3 akan segera dilakukan yakni untuk pembekalan kepada semua mentor YES di seluruh Indonesia,” kata Wulan.

Dalam kesempatan YesPreneur Webseries Chapter 2 ‘UMKM Pondasi Kerakyatan’ ini , Ketua DPW Gelora Banten Ramadoni berharap, inisiasi gerakan sosial kewirausahaan yang dinamakan YES ini bisa mengkolaborasi dan mengadvokasi semua unsur dan elemen yang dibutuhkan UMKM.

“Hal ini agar UMKM bisa maju. Salah satunya platform untuk YES sebagai platform UKM harus segera dibuat dan digunakan untuk kemajuan bersama,” kata Ramadoni.

Partai Gelora Resmikan YES, Fahri Hamzah: Ini Cara Gerakkan Ekonomi di Masa Krisis Pandemi Covid-19

, , , ,

Partaigelora.id – Hamzah menegaskan bahwa fundamental perekonomian Indonesia semakin rapuh akibat krisis pandemi Covid-19. Maka dari itu, wajar jika pemerintah saat ini terus mendorong untuk memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sebab, sektor ini terbukti mampu bertahan dan menjadi roda penggerak ekonomi, terutama di masaa krisis ekonomi.

“UMKM itu melibatkan 3 hal, yakni Pasar, Negara dan Rakyat. Ketiganya tidak bisa dipisahkan melainkan harus adanya kolaborasi. Dan sektor ini mampu menyerap tenaga kerja cukup besar,” kata Fahri dalam keterangannya, Senin (30/11/2020).

Hal itu disampaikan Fahri saat meresmikan program YES (Yakin Entrepreneur Sukses) yang digagas Bidang Pengembangan UMKM dan Ekonomi Keluarga DPN Partai Gelora Indonesia, Minggu (29/11/2020).

Dalam acara peresmian ini juga digelar webinar tentang ‘UMKM Pondasi Ekonomi Kerakyatan’ dengan pembicara pakar kebijakakan publik Achmad Nur Hidayat, Ketua DPW Partai Gelora DKI Jakarta Triwicaksana, Ketua DPW Partai Gelora Jawa Barat Haris Yuliana dan Ketua Bidang Pengembangan UMKM dan Ekonomi Keluarga DPN Partai Gelora Wulan.

Fahri menegaskan, eksistensi UMKM tidak dapat diragukan lagi dalam perekonomian Indonesia, baik itu saat krisis maupun tidak ada krisis. Namun, keberadaan UMKM saat ini menghadapi banyak sekali permasalahan seperti terbatasnya modal kerja, sumber daya manusia yang rendah, dan minimnya penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi.

“Pemerintah harus terus memberi peluang bagi UMKM untuk berkembang dan bersaing dengan perusahaan yang lebih cenderung menggunakan modal besar (capital intensive),” kata Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019 ini.

Sementara itu, pakar kebijakan publik Achmad Nur Hidayat menyatakan, beberapa sektor UMKM saat ini terpukul oleh dampak pandemi Covid-19 seperti pariwisata. Namun, peluang usaha bisnis makan dan kesehatan justru berkembang pesat.

“Saya sangat mengapresiasi peresmian YES ini sebagai gerakan sosial untuk kewirausahaan. Sehingga YES bisa menjadi pendamping bagi pelaku UKM dalam hal akses-akses informasi, akses modal, perijinan dan pemasaran,” kata Matnur, sapaan Achmad Nur Hidayat.

Matnur menilai, digitalisasi bukan satu-satunya solusi bagi UMKM untuk mendongkrak bisnis dan penjualannya. Sebab digitalisasi tanpa efisiensi adalah bunuh diri, orang akan sering berpindah-pindah untuk mencari harga yang murah.

“Hanya karena beda harga, orang lain akan pindah (membelinya,red), itu sama saja bunuh diri. Dan ini yang unik, digitalisai bukan satu-satunya solusi bagi UMKM,” ungkapnya.

Ketua DPW Partai Gelora DKI Jakarta Triwicaksana berharap YES bisa segera kolaborasi untuk melakukan advokasi semua unsur dan elemen yang dibutuhkan agar UMKM bisa maju

“Salah satunya platform untuk YES sebagai platform UKM harus segera dibuat dan digunakan untuk kemajuan bersama. UMKM memiliki potensi dan pasar yang besar,” ujar Triwicaksana.

Ketua DPW Partai Gelora Jawa Barat Haris Yuliana kemudian menambahkan, agar program UMKM Partai Gelora yang disebut YES bisa segera dilakukan penetrasi atau pengenalan kepada masyarakat.

“YES bisa dengan cepat melakukan penetrasi kepada masyarakat dan tentu saja membuat UMKM lebih berdaya. YES dan Gelora bisa berkolaborasi juga untuk mendapatkan akses-akses yang membuat pelaku UMKM lebih maju,” ucap Haris.

Ketua Bidang Pengembangan UMKM dan Ekonomi Keluarga DPN Partai Gelora Wulan mengatakan, program YES akan menjadi mentor bagi UMKM agar usahanya bisa meningkat. “YES ini akan menjadikan UMKM Berdaya sehingga bisa membantu perekonomian negara dan neraca rumah tangga pada khususnya,” kata Wulan.

Selain meresmikan program YES, lanjut Wulan, partai Gelora juga akan menggelar Webinar Series ‘YES Akan Menjadi Motor Penggerak UMKM Gelora. Pada chapter 1 dimulai dari Jakarta dan Jawa Barat. Selanjutnya akan dilgelar di provinsi-provinsi lainnya dalam waktu dekat.

Link terkait: https://www.timesindonesia.co.id/read/news/312846/partai-gelora-resmikan-yes-fahri-hamzah-ini-cara-gerakkan-ekonomi-di-masa-krisis-pandemi-covid19

Sumber: Times Indonesia.co.id

Fahri: UMKM Jadi Roda Penggerak Ekonomi dan Mampu Bertahan dari Krisis Saat Ini

, , , , , , , ,

Partaigelora.id – Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah menegaskan, fundamental perekonomian Indonesia selama ini belum kokoh dan krisis berlarut akibat pandemi Covid-19 membuatnya semakin terpuruk.

Karena itu wajar jika pemerintah saat ini terus mendorong untuk memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sebab, sektor ini terbukti mampu bertahan dan menjadi roda penggerak ekonomi, terutama krisis ekonomi.

“UMKM itu melibatkan 3 hal, yakni Pasar, Negara dan Rakyat. Ketiganya tidak bisa dipisahkan melainkan harus adanya kolaborasi. Dan sektor ini mampu menyerap tenaga kerja cukup besar,” kata Fahri dalam keterangannya, Senin (30/11/2020).

Hal itu disampaikan Fahri saat melaunching program YES (Yakin Entrepreneur Sukses) Preneur yang digagas Bidang Pengembangan UMKM dan Ekonomi Keluarga DPN Partai Gelora Indonesia, Minggu (29/11/2020).

Dalam launcing ini juga digelar webinar tentang ‘UMKM Pondasi Ekonomi Kerakyatan’ dengan pembicara pakar kebijakakan publik Achmad Nur Hidayat, Ketua DPW Partai Gelora DKI Jakarta Triwicaksana, Ketua DPW Partai Gelora Jawa Barat Haris Yuliana dan Ketua Bidang Pengembangan UMKM dan Ekonomi Keluarga DPN Partai Gelora Srie Wulandarie.

Fahri menegaskan, eksistensi UMKM tidak dapat diragukan lagi dalam perekonomian Indonesia, baik itu saat krisis maupun tidak ada krisis. Namun, keberadaan UMKM saat ini menghadapi banyak sekali permasalahan seperti terbatasnya modal kerja, sumber daya manusia yang rendah, dan minimnya penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi.

“Pemerintah harus terus memberi peluang bagi UMKM untuk berkembang dan bersaing dengan perusahaan yang lebih cenderung menggunakan modal besar (capital intensive),” kata Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019 ini.

Pakar kebijakan publik Achmad Nur Hidayat menyatakan, beberapa sektor UMKM saat ini terpukul oleh dampak pandemi Covid-19 seperti pariwisata. Namun, peluang usaha bisnis makan dan kesehatan justru berkembang pesat.

“Saya sangat mengapresiasi Launching YES ini sebagai gerakan sosial untuk kewirausahaan. Sehingga YES bisa menjadi pendamping bagi pelaku UKM dalam hal akses-akses informasi, akses modal , perijinan dan pemasaran,” kata Matnur, sapaan Achmad Nur Hidayat.

Matnur menilai, digitalisasi bukan satu-satunya solusi bagi UMKM untuk mendongkrak bisnis dan penjualannya. Karena digitalisasi tanpa efisiensi adalah bunuh diri, orang akan sering berpindah-pindah untuk mencari harga yang murah.

“hanya karena beda harga, orang lain akan pindah (membelinya,red), itu sama saja bunuh diri. Dan ini yang unik, digitalisai bukan satu-satunya solusi bagi UMKM,” katanya.

Ketua DPW Partai Gelora DKI Jakarta Triwicaksana berharap YES bisa segera kolaborasi untuk melakukan advokasi semua unsur dan elemen yang dibutuhkan agar UMKM bisa maju

“Salah satunya platform untuk YES sebagai platform UKM harus segera dibuat dan digunakan untuk kemajuan Bersama. UMKM memiliki potensi dan pasar yang besar,” kata Triwicaksana.

Ketua DPW Partai Gelora Jawa Barat Haris Yuliana menambahkan, agar program UMKM Partai Gelora yang disebut YES bisa segera dilakukan penetrasi atau pengen alan kepada masyarakat.

“YES bisa dengan cepat melakukan penetrasi kepada masyarakat dan tentu saja membuat UMKM lebih berdaya. YES dan Gelora bisa berkolaborasi juga untuk mendapatkan akses-akses yang membuat pelaku UMKM lebih maju,” kata Haris.

Ketua Bidang Pengembangan UMKM dan Ekonomi Keluarga DPN Partai Gelora Srie Wulandarie mengatakan, program YES akan menjadi mentor bagi UMKM agar usahanya bisa meningkat.

“YES ini akan menjadikan UMKM Berdaya sehingga bisa membantu perekonomian negara dan neraca rumah tangga pada khususnya,” kata Srie Wulandarie.

Selain melaunching program YES, lanjut Wulandarie, juga menggelar Webinar Series ‘YES Akan Menjadi Motor Penggerak UMKM Gelora. Pada chapter 1 dimulai dari Jakarta dan Jawa Barat. Selanjutnya akan dilgelar di provinsi-provinsi lainnya dalam waktu dekat.

Alamat Dewan Pengurus Nasional

Jl. Minangkabau Barat Raya No. 28 F Kel. Pasar Manggis Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan 12970 Telp. ( 021 ) 83789271

Newsletter

Berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan kabar terbaru.

Mobile Apps



X