Tag: Endy Kurniawan

Partai Gelora Gelar Orientasi Kepartaian di Jember, Antusiasme Peserta Mulai Dari Warung Kopi, Pinggir Jalan Hingga Sudut-sudut Kota

, , , , , , ,

Partaigelora.id – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menggelar acara Orientasi Kepartaian (OK Gelora) di Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim) secara daring atau luring pada Minggu (12/9/2021) malam lalu.

Peserta OK Gelora kali ini diluar kebiasaan, mereka berada di rumah-rumah rakyat seperti di warung, di pinggir jalan dan sudut-sudut Kota Jember sambil ngopi dan berbagi makanan.

“Ok Gelora  di Jember ini, diikuti dari rumah-rumah rakyat seperti di warung-warung, di pinggir-pinggir jalan, di sudut-sudut Kota Jember. Mereka sambil ngopi, berbagi berkat dan makanan,” kata Endy Kurniawan, Ketua Bidang Rekruitmen Anggota DPN Partai Gelora dalam keterangannya, Selasa (14/9/2021).

Menurut Endy, kegiatan Orientasi Kepartaian ini diikuti hampir semua DPC di Kabupaten Jember. Yakni  dari DPC Patrang, Sukorambi, Mumbulsari, Tanggul, Bangsalsari, Panti, Arjasa, Pakusari, Sukowono, Kalisat, Kaliwates, Puger dan Ledokombo 1.

“Selain di rumah-rumah rakyat, Mereka mengikuti acara OK Gelora di kantor DPD dan DPC,” katanya.

Endy menambahkan,  bahwa tugas besar Partai Gelora adalah soliditas pengurus dan melakukan mobilisasi anggota secara besar-besaran dan masif.

“Saat ini setiap hari 3.000 lebih anggota baru mendaftar, itu aset partai yang tak boleh ‘nganggur’. Partai Gelora melaksanakan pelatihan dasar yakni orientasi kepartaian dan tidak masalah mereka mengikuti dari rumah-rumah rakyat. Ini buktinya Partai Gelora mendapat sambutan antusias dan luar biasa dari masyarakat,” katanya.

Ketua DPD Partai Gelora Jember Tulus Madiyono mengatakan, OK Gelora ini digelar DPD Jember untuk anggota baru yang diikuti oleh 209 orang secara daring. Acara Orientasi Kepartaian ini sekaligus digunakan untuk konsolidasi fungsionaris DPD dan DPC se-Jember.

Tujuannya adalah untuk mengkokohkan struktur dan pembinaan berkelanjutan adalah syarat menang dalam kontestasi politik.

“Pembinaan berkelanjutan akan membentuk loyalitas yang akan menguatkan komitmen dan fungsionaris,” kata Tulus Madiyono.

Saat ini kepengurusan Partai Gelora Indonesia secara nasional telah terbentuk di 34 provinsi, 514 kota dan kabupaten dan sekitar 7.000 tingkat kecamatan.

Di Kabupaten Jember, kepengurusan telah solid di tingkat DPD dan DPC dan menuju kelengkapan 100 persen di tingkat PAC (desa/kelurahan).

Setelah Okto Maniani, Eks Penyerang Timnas Senior Indonesia, Titus Bonai Bergabung ke Partai Gelora

, , , , , ,

Partaigelora.id – Eks penyerang Timnas Senior Indonesia Titus Bonai, asal Papua menyusul rekannya Okto Maniani telah bergabung ke Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia besutan Anis Matta, Fahri Hamzah dan Mahfuz Sidik pada Kamis (12/8/2021). Tibo, sapaan akrab Titus Bonai secara resmi bergabung dengan Partai Gelora pada Senin (16/8/2021) siang ini di Papua. 

Dengan bergabungnya Okto Maniani dan Titus Bonai, maka ibarat bermain Sepak Bola, Partai Gelora menjelang Pemilu 2024 telah didukung penyerang dan winger (sayap) yang memiliki skill kecepatan lari yang luar biasa, bisa menarik simpati masyarakat.

“Menyusul Okto Maniani, Siang ini (Senin, 16/8/2021), Titus Bonai (Tibo), mantan pemain Timnas Indonesia asal Papua, pemain Persipura dan klub-klub lainnya, bergabung bersama Partai Gelora Indonesia,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah dalam keterangannya, Senin (16/8/2021).

Menurut Fahri, bergabungnya Okto Maniani dan Titus Bonai merupakan hadiah yang luar biasa bagi Partai Gelora menjelang peringatan Kemerdekaan RI ke-76.

“Ini hadiah bertubi-tubi yang luar biasa menjelang peringatan Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-76. Okto Maniani dan Titus Bonai juga akan meramaikan peristiwa PON di Papua bulan Oktober mendatang,” kata Fahri.

Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019 ini menegaskan, bergabungnya Okto dan Tibo ke Partai Gelora menandakan bahwa Partai Gelora mendapatkan sambutan luas dari tokoh-tokoh dan masyarakat Papua.

“Penerimaan yang luas dari tokoh-tokoh dan masyarakat Papua kepada Partai Gelora adalah perlambang bahwa partai ini memang mencerminkan warna ke-Indonesiaan yang kuat,” tegas Fahri.

Visi ke-Indonesiaan Partai Gelora dengan Arah Baru Indonesia Menuju Lima Besar Dunia, lanjutnya, tidak hanya ‘ditangkap’ oleh orang-orang besar di Indonesia Barat saja, tetapi juga di  Indonesia Timur.

“Orang-orang besar dari barat dan timur dari seluruh Indonesia sudah menyambutnya dengan baik sejak pawai kebangsaan dan Gerakan Arah Baru yang kita rancang pada tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Fahri berharap dengan keanggotaan dua pemain sepak bola nasional asal Papua ini, akan menjadikan penanda pilihan politik masyarakat Papua dan rakyat Indonesia pada umumnya dalam menyalurkan aspirasi dalam Pemilu 2024 mendatang.

“Mudah-mudahan keanggotaan dua pemain fenomenal kita dari Papua ini, akan menjadi tonggak penanda, bahwa Partai Gelombang Rakyat Indonesia akan menjadi pilihan masyarakat Indonesia ke depan. Ini harus kita syukuri karena momen-momen ini, kita mendapatkan kebahagiaan berkali-kali,” tandas Fahri Hamzah.

Ketua Bidang Rekrutmen Anggota DPN Partai Gelora Indonesia Endy Kurniawan mengatakan, sejak awal mendengar Titus Bonai akan menyusul bergabung ke Partai Gelora.

Karena itu, ia mengapresiasi kinerja DPW  Papua yang secara gigih berhasil merekrut tokoh-tokoh Papua seperti Okto Maniani dan Titus Bonai.

“Platform Gelora yang terbuka dan kolaboratif saya kira menjadi daya tarik bagi masyarakat Indonesia yang sangat majemuk seperti di Papua,” kata Endy.

Partai Gelora, kata Endy, bersyukur atas bergabungnya Tibo. Hal ini akan jadi pendorong untuk terus meningkatkan kerja teritorial dan kerja digital seluruh fungsionaris baik di DPN, DPW maupun DPD se-Indonesia.

Titus Bonai bukanlah sosok asing di dunia sepak bola tanah air yang berposisi sebagai penyerang. Pria bernama lengkap Titus John Londouw Bonai ini lahir di Jayapura, Papua, pada 4 Maret 1989.

Tibo mengawali kariernya bersama Persipura Jayapura U-21 pada tahun 2008. Sebelum pandemi, Titus Bonai kembali bermain untuk Borneo FC, yang sempat dibelanya selama dua musim.

Selain bermain di Persipura Jayapura, Tibo juga sempat bermain di Sriwijaya FC, PSM Makassar, Semen Padang, Bontang FC dan Persiram Raja Ampat. Tibo juga sempat membela klub Thailand, BEC Tero Sasana.

Di Timnas Indonesia, Titus Bonai pernah bermain untuk Timnas U-23 Indonesia, Piala AFC 2012 dan ajang Sea Games 2011 dibawah asuhan Rahmad Darmawan.

Kala itu penampilan Titus Bonai begitu memukau dan konsisten saat berduet dengan Patrich Wanggai rekan tanah kelahirannya di Papua begitu fantastis.

Secara individu, skill, fisik dan naluri golnya sangat tinggi. Tibo selalu menjadi starter dalam semua pertandingan Timnas Indonesia di ajang internasional

Pseudoscience & Hoax, Tantangan Penanganan Covid-19

, , , , ,

Partaigelora.id – Tapi ada yang meninggal setelah divaksin. Ya, ada, berapa banyak angkanya dibanding yang selamat?

Tapi ada yang menghirup minyak kayu putih sembuh. Ya, sembuh dari apa, Covid19 atau masuk angin?

Tapi mandi uap mengusir virus. Ok, lalu mandi uap rame-rame, kalau ada penyintas yang bergabung apa gak saling menulari di ruang tertutup?

Tapi minum susu beruang menyembuhkan Covid19. Ok, meningkatkan imun sehingga terhindar atau menyembuhkan yang telah terpapar?

Namun harap mahfum, seisi bumi ini memang sedang disergap kebingungan, merespon pandemi dengan gagap. Hipotesis muncul kemudian diralat. Hasil riset A patah karena ada yang terbaru. Sebagian respon untuk menangkal berjalan di Eropa, tapi tidak di tropis kawasan Asia.

Kancah kompetisi sepakbola Eropa dibuka, kerumunan diperbolehkan, masker dilepas, kemudian Eropa didatangi varian Delta. Begitu juga di Amerika Serikat. Konser musik digelar, lalu kasus positif kembali menaik. Tak beda dengan di Wuhan, Tiongkok.

Tapi yang bikin kacau ada yang namanya pseudoscience. Pseudoscience, alias pengetahuan yang samar, atau bukan pengetahuan tapi terasa-terlihat seperti science, mendominasi alam pikir masyarakat. Derajat lebih tinggi adalah hoax yang tak bisa dilacak kebenaran, sumber dan logikanya, menyebar cepat.

Bayangkan untuk meluruskan science vs pseudoscience Indonesia sampai harus ‘kedatangan’ @faheemyounus – dokter di University of Maryland Upper Chesapeake Health, Maryland, mencuit di akun Twitternya dengan bantuan Google Translate supaya dipahami bahasa orang kita.

Salah satu residu dari meluasnya penggunaan media sosial adalah ruahnya berbagai informasi yang kemudian melahirkan masyarakat malas berpikir. Karena saringan tak mampu lagi menahan arus informasi, maka akal sehat – yang awalnya bahkan hanya mencerna informasi pada permukaannya saja – kemudian benar-benar tumpul.

Tapi, sebetulnya, kata James Ball dalam Post Truth (Biteback, 2017), salah satu ciri hoax adalah ‘grabby, easy to understand, easy to share’. Gampang didapat. Gampang dipahami dan gampang dibagikan. Dan kemudian salah. Mengapa? Karena hoax dikreasi memang untuk meng-entertain yang pendek berfikirnya.

Jadi, sensor pertama yang perlu dipunya untuk menyortir hoax adalah kemampuan logika dan bahasa. Mengapa di Indonesia hoax subur? Karena skor Indonesia di kompetensi logical thinking (yang didapat dari kemampuan matematik) dan semantik-linguistik (yang diasah dari kegemaran baca) ada di posisi ke-62 dari 70 negara yang disurvei (Kompas, 12 Januari 2018).

Ketika di negara lain informasi melimpah – terutama menjalar melalui media elektronik – bisa diolah menjadi penerawangan ide, olah data, membaca gejala, membuat program dan proyeksi skenario serta pengambilan keputusan, di Indonesia yang terjadi adalah penumpukan kerak dan kotoran.

Gumpalan informasi ditelan utuh tanpa saringan. Menyumbat dan muncratlah jadi informasi tak penting yang sebagiannya rekayasa dan kebohongan. Kasus Covid19 susah tertangani karena dua virus pseudoscience dan hoax subur di Indonesia.

Diluar ketidaktegasan pemerintah dan lemahnya manajemen penanganan. “Cuma di Indonesia Covid19 ditangani dengan gonta-ganti istilah dan membayar buzzer,” kata Rizal Ramli di acara Gelora Talks.

Endy Kurniawan
Ketua Bidang Rekrutmen Anggoat DPN Partai Gelora Indonesia

Terbelenggu Perpektif Sendiri

, , , ,

Partaoigelora.id – “Once we know something, we find it hard to imagine what it was like not to know it” (Chip Heath and Dan Heath, Made to Stick, 2007)

Pada tahun 1990, Elizabeth Newton seorang Ph.D. psikologi dari Stanford melakukan riset ‘tappers’ (pengetuk) dan ‘listeners’ (pendengar).

Objek penelitian yang bertugas sebagai tappers menerima daftar 25 lagu yang sangat dikenal seperti “Happy Birthday” dan lainnya.

Dia mengetuk meja sesuai dengan irama lagu dan ‘listeners’ harus menebak judul lagu itu. Hasilnya, dari 120 lagu yang dijadikan eksperimen, hanya 3 yang bisa ditebak. Cuma 2,5% nya.

Bukan disitu menariknya riset Elizabeth. Melainkan pada tingkat keyakinan ‘tappers’ – sebelum riset dimulai – bahwa mereka yakin ‘listeners’ bisa menebak separuh dari lagu.

Hasilnya? Satu dari 40. Mengapa? Ketika ‘tappers’ sedang mengetuk, dia sedang mendengarkan irama dan ketukan di kepalanya. Dan mengira listeners mendengarkan hal yang sama.

Padahal sama sekali tidak. Alih-alih mendengarkan sebuah irama, dia mendengar ketukan tidak jelas, terputus-putus seperti sandi morse. Cobalah eksperimen ini jika ada waktu.

Kepada rekan, anak atau keponakan. Ketuk meja dengan irama lagu “Separuh Nafas”-nya Dewa. Minta mereka tebak lagu apa itu.

Maka kutipan di awal tulisan, “Once we know something, we find it hard to imagine what it was like not to know it” – begitu kita tahu sesuatu, sulit membayangkan bagaimana rasanya (jika) tidak mengetahuinya, relevan dalam banyak situasi.

Dalam konteks menyampaikan pesan kepada audiens di media sosial, kita sering terbelenggu kepada perspektif sendiri.

Tentang apa yang ingin orang ketahui, tentang apa yang orang butuhkan, bahkan tentang apa yang ingin orang lakukan bersama-sama kita (ingat bahwa motif terbesar audiens di media sosial bergabung dengan sebuah akun organisasi adalah karena mereka anggota atau simpatisannya), seringkali berasal dari ‘irama di kepala sendiri’.

Sementara audiens, misalkan satu juta fans di Facebook Fanpage, adalah sekelompok manusia yang memiliki pola perilaku tertentu. Mereka tertarik dengan konten tertentu.

Mereka mendapatkan benefit terbesar dari konten tertentu. Mereka merasa terlibat dengan program tertentu. Mereka bahkan bersedia berkorban jika diajak untuk gerakan tertentu.

Di tengah rumitnya ilmu pemrograman, algoritma dan computer science, nyatanya kita butuh kemampuan menginterpretasi perilaku. 

Teknologi data besar bahkan bisa lebih jauh, memprediksi perilaku. Dengan media sosial, perilaku yang tadinya acak dan sulit diraba, sekarang ada dalam satu wadah untuk diteliti.

Maka terlalu egois jika organisasi hanya menggunakan ‘irama di kepalanya’ saat membuat program, sementara di media sosial yang mereka kelola, dengan mempelajari dan menganalisisnya, mereka bisa menciptakan sesuatu yang lebih tepat dan diinginkan audiens.

Jangan menjadikan media sosial untuk mentransfer agenda, kemauan dan pesan organisasi saja. Dengar dan lihat mereka, maka benefit organisasi dapat tercapai dengan lebih efektif.

Endy Kurniawan
Ketua Bidang Rekruitmen Anggota DPN Partai Gelora Indonesia

Manfaatkan Mobilisasi Digital, Jumlah Anggota Partai Gelora Semakin Tumbuh Pesat

, , , , , , ,

Partaigelora.id – Jumlah keanggotaan Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia terus menujukkan angka pertumbuhan yang pesat di masa pandemi Covid-19 saat ini. Dengan dukungan teknologi digital, jumlah anggota Partai Gelora secara nasional sudah mencapai 250 ribu orang.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelora  Mahfuz Sidik meminta kader dan fungsionaris memperkuat eksistensi di dunia digital. Hal itu bisa menjadi jembatan terhadap pola hubungan komunikasi dengan masyarakat.

“Eksistensi personal dan partai di ranah digital secara berkesinambungan dan terogarinisir bisa menjadi jembatan komunikasi partai kepada masyarakat,” jelas Mahfuz Sidik dalam keterangannya, Jumat (9/7/2021).

Menurut Mahfuz, kondisi pandemi Covid-19 saat ini memberikan keuntungan bagi Partai Gelora untuk melakukan komunikasi terus menerus secara digital dengan masyarakat.

“Pandemi yang tampak akan berkepanjangan ini memberikan kesempatan bagi kita untuk melakukan komunikasi terus menerus secara digital,” kata  Mahfuz Sidik yang optimis Partai Gelora lolos verifikasi KPU sebagai peserta Pemilu dam  Parliamentary Threshold di Pemilu 2024.

Ketua Bidang Rekrutmen Anggota Endy Kurniawan mengatakan pertumbuhan anggota hingga 250.000 anggota secara nasional, itu terjadi karena anggota Partai  Gelora bergerak serentak secara masif melakukan perekrutan. “Terjadi mobilisasi baik secara teritorial maupun secara digital, ” kata Endy

Diantara yang dilakukan Partai Gelora untuk rekrutmen anggota adalah menjalankan program ASIAB Gelora (Ajak Siapapun Bergabung Gelora). Dengan cara ini, siapapun bisa menjadi jurubicara dan daya tarik untuk partai.

“Hampir 30 ribu anggota baru yang terekrut dengan program ini oleh 900-an anggota yang mengajak masyarakat secara digital dan teritorial,” jelas Endy sambil mengatakan, meski banyak keterbatasan dalam pandemi ini,  rekrutmen anggota tidak boleh berhenti, bisa dengan memanfaatkan teknologi digital.

Selain itu, dalam melakukan perekrutan anggota, kata Endy, Partai Gelora juga tidak hanya sekedar merekrut saja,  tetapi juga melakukan berbagai kegiatan simpatik dan empatik untuk menyemangati masyarakat dengan berbagai harapan. “Masyarakat perlu disemangati dengan berbagai harapan,” katanya.

Untuk memperkuat keterampilan anggotanya di ranah digital, Partai Gelora Indonesia membekali secara khusus anggotanya dengan pelatihan dasar media digital pada Sabtu (3/7/2021) lalu. Pelatihan ini dibuka Sekjen Partai Gelora Indonesia Mahfuz Sidik dan ditutup oleh Ketua Umum Anis Matta.

“Platform digital adalah salah satu ranah kerja setiap kader Gelora. Partai Gelora ingin hadir sebagai perawi masa depan Indonesia. Kita datang dengan narasi besar menjadikan Indonesia sebagai kekuatan kelima dunia. Cita-cita yang bisa menjadi sumber nasionalisme baru kita. Dan sejatinya mereka adalah perawi masa depan,” pesan Anis Matta ketika menutup acara pelatihan tersebut

Diunggulkan Survei Litbang Kompas, Mahfuz: Partai Gelora Wajib Lolos Ambang Batas Parlemen

, , , , , , ,

Partaigelora.id – Berdasarkan rilis Litbang Kompas terbaru, popularitas Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia  mencapai 60 persen diantara partai-partai politik baru. Angka ini dinilai fenomenal namun perlu kerja keras agar berdampak lebih lanjut terhadap elektabilitas

Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Mahfuz Sidik menyatakan, Partai Gelora saat ini masih fokus dalam pemenuhan tiga target tantangan agar bisa  lolos sebagai peserta Pemilu 2024.

“Target wajibnya adalah lolos ambang batas parlemen 4 persen,” kata Mahfuz Sidik dalam keterangannya, Jumat (18/6/2021).

Menurut Mahfuz, hasil survei ini tidak membuat Partai Gelora berpuas diri atas capaian tersebut, karena masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diperjuangkan dan dituntaskan ke depannya.

“Sejak didirikan pada 28 oktober 2019, kami masih fokus pada pemenuhan struktur dan rekrutmen anggota,” ujar Mahfuz.

Partai Gelora, kata Mahfuz, menargetkan pada HUT ke-2 pada 28 Oktober 2021 mendatang, telah terbentuk 100 persen struktur di kecamatan  dan jumlah anggota di setiap Kabupaten/Kota sudah ada 2.000 orang.

Partai Gelora juga tengah berupaya untuk bisa lulus verifikasi KPU pada pertengahan 2022 nanti, setelah mendapatkan pengesahan Kementerian Hukum dan HAM sebagai partai baru berbadan hukum di Indonesia.

“Tantangan kedua kami setelah lulus verifikasi Kemenkumham adalah lulus verifikasi KPU pada pertengahan 2022 nanti. Pada saat itu kami sudah harus siap semua unsur kekuatan teritorial, komunikasi dan jaringan,” jelasnya.

Karena itu, Mahfuz yakin Partai Gelora dapat memenangkan kontestasi di Pemilu 2024 dan lolos ke Senayan.

Hal senada juga disampaikan Ketua Bidang Rekruitmen Anggota Partai Gelora Indonesia Endy Kurniawan. Endy mengatakan, munculnya Partai Gelora di setiap survei belakangan ini patut disyukuri.

“Tapi kami masih fokus pada dua mesin pertumbuhan yakni melengkapi struktur organisasi hingga 100 persen DPC dan PAC serta melakukan rekrutmen anggota agar mencapai 1.000.000 secepat-cepatnya. Fokus kami adalah lolos verifikasi parpol KPU dan selanjutnya parliamentary threshold,” katanya.

Selain itu, Anggota Partai juga akan dilatih  secara berjenjang sehingga mereka tidak hanya masuk dan bergabung, namun juga bisa berkontribusi untuk memberi efek positif pada elektoral partai.

“Jika dicermati, survei Litbang Kompas juga menunjukkan hasil dari 3,8% yang tahu adanya partai baru itu hanya 18,9% yang tertarik memilih partai baru. Ini pemicu kami agar bekerja lebih keras mensosialisasikan tokoh, visi dan platform partai,” ujarnya.

Seperti diketahui, Litbang Kompas pada Senin (14/6/2021) merilis hasil penelitian terbarunya tentang popularitas partai politik baru. Menjawab pertanyaan pada responden: “Selama beberapa waktu terakhir, ada sejumlah partai politik baru yang terbentuk, apakah Anda mengetahui-partai baru tersebut?” 96,2 persen menjawab tidak tahu, sedangkan 3,8 persen menjawab tahu.

Dari partai-partai baru yang muncul, Partai Gelora tercatat sebagai Top of Mind popularitas dengan 60,4 persen. Selanjutnya diikuti Partai Ummat dengan 8,4 persen. Dalam usia belum genap dua tahun, Partai Gelora Indonesia mencatatkan popularitas yang terus menanjak. Dengan popularitas sebesar 60 persen terhadap 3,8 persen yang mengetahui adanya partai baru, maka sama dengan 2,28 persen masyarakat telah mengetahui Partai Gelora.

Sebelumnya, Parameter Politik Indonesia dalam survei terbarunya, Sabtu (5/6/2021), juga mencatatkan popularitas Partai Gelora mencapai 28,7 persen. Sementara popularitas Partai Ummat berada di angka 21,7 persen, dan Masyumi Reborn (14,2 persen).

“Partai Gelora mendapat 11,9 persen dukungan, Partai Ummat 7,8 persen, dan Partai Masyumi Reborn 3,3 persen dukungan,” dikutip dari hasil survei itu soal kecenderungan itu berkaitan dengan antusiasme masyarakat mendukung partai baru.

Sementara Rekode Research Center dalam surveinya pada Selasa (1/6/2021) lalu. Survei tersebut menyatakan, Partai Gelora memiliki popularitas dan elektabilitas tertinggi diantara partai-partai baru.

“Tingkat pengenalan atau popularitas, dan elektabilitas  Partai Gelora besutan politisi Anis Matta tertinggi diantara partai-partai baru. Disusul oleh Partai Ummat, Partai Masyumi Reborn, dan urutan paling buncit adalah  Partai Hijau,” kata Lisdiana Putri, Project Manager Rekode Research Center.

Hingga kini  Partai Gelora sudah memiliki  kepengurusan 100 persen di tingkat DPW (provinsi) dan DPD (kabupaten/kota),  DPC (kecamatan) sebanyak 80 persen.

Jumlah kader saat ini lebih dari 219.200  orang, dengan angka pertumbuhan jumlah anggota sangat progesif, mencapai 2.000 orang per hari.

Anis Matta Apresiasi Kerja Teritorial Wilayah dalam Merekrut Anggota Baru Selama Pandemi

, , , , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengapresiasi hasil kerja jaringan teritorial dalam merekrut anggota baru selama masa pandemi Covid-19 dengan melakukan adaptasi budaya digital.

Hingga April 2021, anggota Partai Gelora sudah melampaui angka 100 ribu dan diharapkan pada September mendatang mencapai 1 juta anggota.

“Proses rekruitmen anggota, 68 persen ternyata bersumber dari jaringan teritorial. Saya mengapresiasi seluruh teman teman wilayah dalam pencapaian target ini,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Senin (12/4/2021).

Hal itu disampaikan Anis Matta saat memberikan arahan dalam Rakornas ke-6 Partai Gelora Indonesia, Minggu (11/4/2021) yang dihadiri fungsionaris DPN, DPW dan DPD se-Indonesia.

Anis Matta berharap hasil tahapan fase pengembangan ini bisa menjadi lompatan besar bagi Partai Gelora dalam pemenangan Pemilu 2024.

“Dari profiling pendaftar itu, 63 persen usianya 18-44 tahun. Artinya tingkat penerimaan narasi kekuatan lima dunia  mendapatkan sambutan luar bisa,” katanya.

Namun, Partai Gelora tidak hanya membangun kekuatan narasi saja, tetapi juga membuat kekuatan riil teritorial di lapangan. Sehingga Partai Gelora di harapkan tumbuh besar dan menjadi catatan sejarah dalam Pemilu 2024.

“Dalam bekerja, kita pertama harus membangun rangka tulang, mengisi tulang dengan daging dan mengubahnya menjadi otot. Jika semuanya sudah terbentuk, kita bersiap target baru lebih besar lagi, mencapai lompatan besar lainnya,” tandas Anis Matta.

Sekretaris Jenderal  Partai Gelora Indonesia Mahfuz Sidik mengungkapkan, dalam fase pengembangan selama satu tahun ini yang akan berahir pada April 2021, Partai Gelora telah berhasil membentuk 100 persen kepengurusan DPW dan DPD.

“Sementara di kepengurusan DPC baru 5.163 atau 71 persen, tinggal 29 persen lagi. Saat mendaftar di Menkumham kita belum punya PAC, sekarang sudah ada 2.576 PAC karena memang jumlah kelurahan dan desanya banyak, mencapai 83 ribu. Sampai April kita bisa selesaikan 100 persen DPC,” katanya. 

Dalam rekruitmen anggota, menurut Mahfuz, pada tahun pertama Partai Gelora mentargetkan 1.028.000 anggota dari 514 kabupaten/kota atau DPD, dimana setiap DPD ditargetkan 2.000.

“Alhamdulillah kita telah memecahkan target 108.211 anggota. Ini bukan pecah telor, tapi pecah toples. Anggota terbanyak dari Jawa Timur, disusul Jawa Barat, DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan. Mudah-mudahan target 514 ribu anggota bisa tercapai sampai akhir April ini,” katanya.

Ketua Bidang Rekruitmen Anggota Partai Gelombang Rakyat Indonesia Endy Kurniawan menambahkan, keanggotaan Partai Gelora terus menunjukkan pertumbuhan antara 1.500-2.000 orang bergabung.

“Kalau Sekjen tadi nyebut anggota mencapai 108.211 anggota, itu data pagi hari, siangnya sudah mencapai 109.099 anggota. Salah satunya di sumbang 1 persen dari program ‘Member Get Member’,” kata Endy.

Endy mengatakan, program ‘Member Get Member’ berhasil menyumbang sekitar 1.000 anggota baru selama sepekan ini yang dilakukan oleh 101 anggota dalam melakukan perekrutan.

“Bagaimana kalau kita menggerakkan 1 juta anggota tentu akan lebih banyak lagi yang akan bergabung. Program Member Get Member ini meringankan kerja fungsionaris,” katanya.

Program Member Get Member ini dilakukan dengan tiga cara, yakni offline, semi offiline dan online.

“Anggota yang berhasil merekrut nanti akan diberi reward uang elektonik dalam bentuk pulsa mencapai Rp 1 juta,” katanya.

Endy mengatakan, anggota Partai Gelora yang berakhir direkrut merupakan usia produktif, dimana 38 persen perempuan, dan 62 persen laki-laki.

“Ini juga membuktikan bahwa Partai Gelora konsen pada perempuan. Perempuan dibawa mbak Ratih Sanggarwati (Ketua Bidang Perempuan) bisa menarik banyak perempuan bergabung ke Partai Gelora,” pungkasnya.

Keanggotaan Partai Gelora Terus Menunjukkan Angka Pertumbuhan dari Hari ke Hari

, , , , ,

Partaigelora.id – Keanggotaan Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia saat ini terus menunjukkan tren angka pertumbuhan yang signifikan dari hari ke hari, meski baru seumur jagung sebagai partai politik (parpol) dalam kancah perpolitikan di Indonesia.

Pertumbuhan anggota tersebut disumbang oleh program ‘Member Get Member’ alias ‘ASIAB GELORA! (Ajak Siapapun Bergabung Gelora)’ yang digagas oleh Bidang Rekruitmen Anggota DPN Partai Gelora Indonesia.

Anggota yang mengajak orang lain untuk bergabung ke Partai Gelora akan mendapatkan poin sebagai sponsor atau rekomendator. Poin tersebut dapat ditukarkan dengan hadiah atau merchandise yang disediakan.

“Seperti diperkirakan, 100.000 sudah anggota Partai Gelora. Sebelumnya untuk mencapai 15.000 anggota, Gelora memerlukan waktu 7 bulan. Selanjutnya untuk mencapai 29.000, diperlukan 3 bulan,” kata Endy Kurniawan, Ketua Bidang Rekruitmen Anggota DPN Partai Gelora Indonesia dalam keterangannya, Minggu (11/4/2021).

Menurut dia, saat ini tiap hari 2.000 anggota baru bergabung, atau setidaknya 60.000 anggota baru setiap bulannya.

“Partai Gelora mensyukurinya sebagai sebuah lompatan,” katanya.

Partai Gelora, ungkap Endy, adalah sebuah partai baru yang berbekal visi menjadikan Indonesia sebagai pemain utama di kancah global.

Di tengah keterbatasan akibat pandemi saat ini, visi Partai Gelora tersebut justru diterima masyarakat luas.

“Melihat tren ini, Gelora optimis dalam waktu cepat, akan menjadi pemain utama dalam perpolitikan Indonesia,” katanya.

Endy menilai keanggotaan Partai Gelora yang sudah 100.000 adalah langkah awal untuk kerja lebih besar ke depannya.

“Yakni bergelombang bersama rakyat untuk sebuah Arah Baru Indonesia,” katanya.

Rencananya pada Minggu (11/4/2021) ini, DPN Partai Gelora Indonesia akan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas). Salah salah satu agenda yang dibahas antara lain menyangkut masalah rekrutmen anggota.

Rakornas ini dihadiri oleh Badan Pengurus Harian, antara lain Ketua Umum Anis Matta, Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah, Sekretaris Jenderal Mahfuz Sidik, Bendahara Umum Achmad Rilyadi, para ketua bidang, serta fungsionaris DPN dan DPW lainnya.

Jumlah Anggota Partai Gelora Hampir Mencapai 100 Ribu dalam Tempo Kurang dari Satu Tahun

, , , , ,

Partaigelora.id – Jumlah anggota Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia saat ini sudah mendekati angka 100 ribu orang. Sebanyak 1.500 orang setiap harinya bergabung ke Partai Gelora dari ujung timur sampai ke ujung barat Indonesia.

“Jumlah anggota atau kader yang telah mendaftar sudah mendekati 100 ribu orang, Kalau lihat trennya ada 1.400-1.500 orang per harinya bergabung ke Partai Gelora dari ujung timur sampai ke ujung barat,” kata Endy Kurniawan, Ketua Bidang Rekruitmen Anggota Partai Gelora Indonesia dalam keterangannya, Minggu (4/4/2021).

Hal itu disampaikan Endy dalam acara OK Gelora Orientasi Kepartaian untuk Pengembangan Teritori 5 meliputi wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua, Sabtu (3/4/2021).

Menurut Endy, hal ini merupakan sinyal positif karena narasi dan platform Partai Gelora diterima oleh masyarakat.

“Jadi kami di bidang rekruitmen anggota ini, tugasnya mengajak sebanyak-banyaknya orang bergabung. Nah, OK Gelora ini salah satu cara menyambut anggota baru. K ita bekali materi kegeloraan dan Arah Baru Indonesia,” katanya.

Endy mengatakan, pandemi Covid-19 telah mengubah cara pandang kita terhadap angka-angka melalui digitalisasi dibandingkan tatap muka.

“Kalau dulu mendapatkan 90 ribu anggota tidak sampai satu tahun, itu sulitnya minta ampun. Tapi dengan situasi pandemi membawa keberkahan bagi kita, karena mencapai 100 ribu anggota cukup mudah dalam tanda kutip,” katanya.

Selain itu fungsionaris Partai Gelora dari tingkat pusat hingga pengurus anak cabang juga melakukan tatap muka langsung, mengajak masyarakat untuk bergabung. Datanya kemudian diinput dan langsung terkoneksi dengan database di pusat.

“Alhamdulillah anggota kita sudah 90 ribuan. Dengan adanya 1.400-1.500 orang per harinya bergabung, maka sebelum 1 Ramadhan kita sudah bisa tasyakuran mencapai 100 ribu anggota,” ujarnya.

Endy menambahkan, situasi pandemi ini juga memberi kemudahan bagi Partai Gelora untuk mengumpulkan peserta training atau pelatihan yang sebelumnya menghabiskan waktu dan biaya.

“Untuk mengumpulkan 500 orang tidak sulit, meski begitu online tetap tidak mengurangi makna untuk berkolaborasi,” katanya.

Setelah mengikuti OK Gelora, lanjut Endy, kader akan dikembalikan ke struktur terdekat untuk terlibat langsung dalam kegiatan Partai Gelora.

Kader nanti akan mengikuti pelatihan lanjutan seperti Akademi Manusia Indonesia (AMI) atau Akademi Pemimpin Indonesia (API) apabila sudah menjadi fungsionaris.

“Dalam waktu tidak lama, kita juga akan meluncurkan member get member. Anggota menjadi perekrut anggota yang lain. Bagi yang merekrut, akan mendapatkan poin. Poin ini mau ditukar apa, nanti tunggu tanggal mainnya,” pungkas Endy.

Gelar OK Gelora, Partai Gelora Pertemukan Gagasan Masyarakat untuk Jadikan Indonesia Kekuatan Lima Dunia

, , , , , ,

Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia bakal menggelar OK GELORA (Orientasi Kepartaian Gelora) Angkatan I pada Sabtu (27/2/2021). OK GELORA ini akan diikuti oleh 1.000 kader baru dari Pengembangan Teritori (Bangter)I meliputi wilayah Jakarta, Banten dan Jawa Barat.

Selain dibekali materi sekilas Gelora, peserta juga akan diberikan materi Arah Baru Indonesia, yakni Gelombang 3 Indonesia, Jati Diri Manusia Gelora dan Tiga Elemen Pencapaian Arah Baru.

“OK GELORA adalah momen mempertemukan gagasan-gagasan Partai Gelora dengan masyarakat luas. Kami ingin bisa berkolaborasi dengan seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Indonesia kekuatan ke-5 dunia,” kata Anis Matta, Ketua Umum Partai Gelora Indonesia dalam keteranganya, Jumat (27/2/2021).

Menurut Anis Matta, saat ini Partai Gelora semakin tumbuh dan keberadaannya kini diterima masyarakat. Hal ini akibat, sikap konsistensi Partai Gelora dalam menjaga arah perjuangan, yang diawali imajinasi dan didorong determinasi.

“Alhamdulillah, Partai Gelora telah bertumbuh dan semakin diterima masyarakat,” katanya.

Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia Mahfuz Sidik menambahkan, Partai Gelora adalah partai yang memadukan konsepsi partai kader dan partai massa. Karena itu, rekrutmen anggota dilakukan secara masif baik secara online maupun offline.

“Semua anggota yang mendaftar akan mengikuti program Orientasi Kepartaian (OK Gelora) dalam paket program yang sudah disiapkan,” ujar Mahfuz.

Selanjutnya, untuk anggota yang ingin terlibat aktif dalam kegiatan partai. “Mereka akan diarahkan mengikuti program kaderisasi berkelanjutan melalui Akademi Manusia Indonesia (AMI),” katanya.

Ketua Bidang Rekuitmen Anggota Partai Gelora Indonesia Endy Kurniawan mengatakan, OK GELORA adalah sebuah tatap muka singkat secara daring yang memberikan materi dasar orientasi kepada anggota baru.

“Tujuannya adalah menumbuhkan kebanggaan anggota terhadap Partai Gelora dengan . memberikan pemahaman tentang jatidiri, perjuangan dan cita-cita Partai Gelora, serta memotivasi anggota untuk bergerak bersama Partai Gelora,” kata Endy.

Setelah kegiatan OK Gelora Angkatan I ini, pekan depan akan kembali digelar OK GELORA Angkatan II untuk Bangter 1 meliputi wilayah Sumatera pada 6 Maret 2021. Pada 7 Maret 2021 OK GELORA Angkatan III untuk Banter 3 terdiri dari wilayah DIY Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sementara OK GELORA Angkatan IV akan digelar pada 13 Maret untuk Bangter 4 meliputi wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan. Sedangkan OK GELORA Angkatan V untuk Banter 5 melipuri wilayah Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

Alamat Dewan Pengurus Nasional

Jl. Minangkabau Barat Raya No. 28 F Kel. Pasar Manggis Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan 12970 Telp. ( 021 ) 83789271

Newsletter

Berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan kabar terbaru.

Mobile Apps



X