Tag: Mahfuz Sidik

Anis Matta: Partai Gelora dan PKS Memiliki Perbedaan Platform Indonesia Masa Depan

, , , , , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menegaskan, Partai Gelora memiliki perbedaan platform yang fundamental tentang Indonesia Masa Depan dibandingkan dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tempatnya dahulu bernaung.

Pernyataan itu menjawab pertanyaan wartawan saat acara Buka Puasa Bersama Partai Gelora dengan Wartawan, selasa 4 mei lalu.

Perbedaan itu antara lain, adalah Partai Gelora mengusung platform arah baru sejarah Indonesia sebagai salah satu pemain utama kekuatan global. Menjadikan Indonesia kekuatan kelima dunia setelah Amerika Serikat (AS), Uni Eropa (UE), Rusia dan China.

Untuk mewujudkan hal itu, Partai Gelora mengajak semua komponen bangsa untuk berkolaborasi. Menurut Anis, Pancasila sebagai platform dasar berbangsa dan bernegara memiliki nilai inti kolaborasi. Maka kemajuan Indonesia hanya bisa terwujud jika semangat kolaborasi ini kita kedepankan.

Seiring semangat kolaborasi, mantan Wakil Ketua DPR ini juga menyerukan untuk mengakhiri pembelahan yang terjadi di masyarakat, antara Islamis dan Nasionalis, antara kelompok tengah, kanan dan kiri.

“Waktu saya memutuskan untuk mendirikan partai baru ini, saya melakukannya dengan satu keyakinan bahwa jika saya ingin mengisi sisa hidup dalam pengabdian, maka saya harus bisa memberikan kontribusi yang besar dan menjadi bagian dari proses penentuan arah sejarah baru Indonesia. Arah baru itulah yang menjadi ide atau narasi utama Partai Gelora,” kata Anis Matta

“Saya sadar ini tidak lazim dalam perpolitikan Indonesia, terlalu rumit narasi yang kita sampaikan. Tetapi di lapangan kita menemukan fakta lain, masyarakat kita ternyata menerima sehingga banyak bergabung. Narasi kami mewakili mimpi orang-orang di bawah,” katanya.

Anis Matta perlu menjelaskan secara detail ke publik mengenai perbedaan antara Partai Gelora dengan PKS. Ia mengaku kerap mendapatkan pertanyaan dari masyarakat, termasuk dari para wartawan.

Menurut Anis Matta, dasar pendirian Partai Gelora adalah perbedaan pemikiran mengenai platform narasi arah baru sejarah Indonesia.

Dimana Indonesia selama ini selalu menjadi ‘residu’ bagian permainan kekuatan politik global baik pada masa penjajahan, kemerdekaan, orde lama, orde baru dan reformasi

“Kalau kita tidak mengambil posisi sebagai kekuatan utama global, maka semua progran kita tidak akan berjalan. Terbukti kita gagap menghadapi pandemi Covid-19. Dan dunia terlalu terintegrasi, contohnya soal vaksin. Kita ini jadi korban virus dan konsumen vaksin, itu menyakitkan. Hal ini menggambarkan betapa rapuhnya kita, jika tidak menjadi arus utama kekuatan global dunia,” ujarnya.

Anis Matta kemudian mengungkapkan, pemikiran mengenai arah sejarah baru Indonesia ini tidak bisa diterima di PKS, sehingga yang mengemuka ke publik terjadi konflik internal, padahal tidak demikian.

Setelah beberapa tahun melakukan perdebatan internal antara dirinya Fahri Hamzah, Mahfuz Sidik dan beberapa kader lainnya, maka diputuskan mendirikan Partai Gelora dengan platform dan narasi baru.

“Yang kita lakukan di Partai Gelora saat ini menumbuhkan kesadaran arah sejarah baru Indonesia, bukan sekedar jargon kampanye selama 5 tahunan,” katanya.

Ketua Umum Partai Gelora ini menambahkan, untuk menentukan arah baru sejarah Indonesia sebagai kekuatan kelima global, diperlukan kolaborasi berbagai pihak dan menjadikan pandemi Covid-19 sebagai momentum untuk bersama-sama keluar dari krisis.

“Kita ingin keluar dari konfik, datang dan hadir membawa arah sejarah baru. Pembelahan antara Islam dan Nasionalis, tengah, kanan dan kiri tidak ada manfaatnya. Yang mendapatkan manfaat itu, orang-orang tidak mempunyai cita-cita-cita besar,” katanya.

Karena itu, Anis Matta berharap semua pihak bisa memandang semua kelompok di masyarakat sebagai saudara dalam satu keluarga, yang diibaratkan memiliki kamar masing-masing, tapi memiliki satu ruang keluarga bersama dan bisa makan bersama dalam satu meja.

“Jangan sampai di meja makan itu, yang tengah, kanan dan kiri ada yang tidak hadir. Di meja itu makan, harus ada semua, dan apa yang ada itu, yang kita makan bersama. Semangat menemukan arah sejarah baru dengan nilai kolobarasi itu, yang memungkinkan kita sebagai bangsa untuk melakukan pencapaian besar,” pungkas Anis Matta.

Anis Matta Apresiasi Kerja Teritorial Wilayah dalam Merekrut Anggota Baru Selama Pandemi

, , , , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengapresiasi hasil kerja jaringan teritorial dalam merekrut anggota baru selama masa pandemi Covid-19 dengan melakukan adaptasi budaya digital.

Hingga April 2021, anggota Partai Gelora sudah melampaui angka 100 ribu dan diharapkan pada September mendatang mencapai 1 juta anggota.

“Proses rekruitmen anggota, 68 persen ternyata bersumber dari jaringan teritorial. Saya mengapresiasi seluruh teman teman wilayah dalam pencapaian target ini,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Senin (12/4/2021).

Hal itu disampaikan Anis Matta saat memberikan arahan dalam Rakornas ke-6 Partai Gelora Indonesia, Minggu (11/4/2021) yang dihadiri fungsionaris DPN, DPW dan DPD se-Indonesia.

Anis Matta berharap hasil tahapan fase pengembangan ini bisa menjadi lompatan besar bagi Partai Gelora dalam pemenangan Pemilu 2024.

“Dari profiling pendaftar itu, 63 persen usianya 18-44 tahun. Artinya tingkat penerimaan narasi kekuatan lima dunia  mendapatkan sambutan luar bisa,” katanya.

Namun, Partai Gelora tidak hanya membangun kekuatan narasi saja, tetapi juga membuat kekuatan riil teritorial di lapangan. Sehingga Partai Gelora di harapkan tumbuh besar dan menjadi catatan sejarah dalam Pemilu 2024.

“Dalam bekerja, kita pertama harus membangun rangka tulang, mengisi tulang dengan daging dan mengubahnya menjadi otot. Jika semuanya sudah terbentuk, kita bersiap target baru lebih besar lagi, mencapai lompatan besar lainnya,” tandas Anis Matta.

Sekretaris Jenderal  Partai Gelora Indonesia Mahfuz Sidik mengungkapkan, dalam fase pengembangan selama satu tahun ini yang akan berahir pada April 2021, Partai Gelora telah berhasil membentuk 100 persen kepengurusan DPW dan DPD.

“Sementara di kepengurusan DPC baru 5.163 atau 71 persen, tinggal 29 persen lagi. Saat mendaftar di Menkumham kita belum punya PAC, sekarang sudah ada 2.576 PAC karena memang jumlah kelurahan dan desanya banyak, mencapai 83 ribu. Sampai April kita bisa selesaikan 100 persen DPC,” katanya. 

Dalam rekruitmen anggota, menurut Mahfuz, pada tahun pertama Partai Gelora mentargetkan 1.028.000 anggota dari 514 kabupaten/kota atau DPD, dimana setiap DPD ditargetkan 2.000.

“Alhamdulillah kita telah memecahkan target 108.211 anggota. Ini bukan pecah telor, tapi pecah toples. Anggota terbanyak dari Jawa Timur, disusul Jawa Barat, DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan. Mudah-mudahan target 514 ribu anggota bisa tercapai sampai akhir April ini,” katanya.

Ketua Bidang Rekruitmen Anggota Partai Gelombang Rakyat Indonesia Endy Kurniawan menambahkan, keanggotaan Partai Gelora terus menunjukkan pertumbuhan antara 1.500-2.000 orang bergabung.

“Kalau Sekjen tadi nyebut anggota mencapai 108.211 anggota, itu data pagi hari, siangnya sudah mencapai 109.099 anggota. Salah satunya di sumbang 1 persen dari program ‘Member Get Member’,” kata Endy.

Endy mengatakan, program ‘Member Get Member’ berhasil menyumbang sekitar 1.000 anggota baru selama sepekan ini yang dilakukan oleh 101 anggota dalam melakukan perekrutan.

“Bagaimana kalau kita menggerakkan 1 juta anggota tentu akan lebih banyak lagi yang akan bergabung. Program Member Get Member ini meringankan kerja fungsionaris,” katanya.

Program Member Get Member ini dilakukan dengan tiga cara, yakni offline, semi offiline dan online.

“Anggota yang berhasil merekrut nanti akan diberi reward uang elektonik dalam bentuk pulsa mencapai Rp 1 juta,” katanya.

Endy mengatakan, anggota Partai Gelora yang berakhir direkrut merupakan usia produktif, dimana 38 persen perempuan, dan 62 persen laki-laki.

“Ini juga membuktikan bahwa Partai Gelora konsen pada perempuan. Perempuan dibawa mbak Ratih Sanggarwati (Ketua Bidang Perempuan) bisa menarik banyak perempuan bergabung ke Partai Gelora,” pungkasnya.

Kawal Narasi Baru Arah Baru Indonesia, Partai Gelora Launching Gelora TV

, , , , ,

Partaigelora,id – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia melaunching Gelora TV sebagai news aggregator akun media sosial Partai Gelora, yang akan diisi oleh konten-konten menarik untuk mengawal arah perjalanan partai, yakni Arah Baru Indonesia.

Launching Gelora TV dilakukan di sela-sela Rakornas ke-6 Partai Gelora Indonesia yang digelar secara daring atau virtual, Minggu (11/4/2021). 

Gelora TV akan mulai tayang perdana pada 1 Ramadhan 1442 H atau Selasa (13/4/2021) di channel Youtube. Juga akan ditanyangkan di akun media sosial lainnya seperti Facebook, Twitter, Instagram dan Tik-tok.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada Partai Gelora Indonesia pada hari ini (Minggu, 11/4/2021) sudah melaunching Gelora TV. Gelora TV akan tayang perdana 1 Ramadhan,” kata Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia Mahfuz Sidik dalam keterangannya, Senin (12/4/2021).

Mahfuz mengatakan, Gelora TV akan mengisi acara Ramadhan 1442 H selama 24 jam setiap harinya dengan mengangkat tema’Pahala Bagimu, Bahagia Bagi Mereka, Ayo Berbagi’.

“Jadi 1 Ramadahan ini ditengah pandemi ini tidak akan sepi lagi, karena ketum, waketum dan ketua-ketua bidang akan membersamai kita selama Ramadhan. Mari kita saksikan dan dinikmati, tinggal buka Youtube, jangan lupa like, share and subscribe,” kata Mahfuz.

Dengan tema besar tersebut, kata Mahfuz, Partai Gelora mengajak masyarakat untuk bersama-sama menebarkan kebaikan selama Ramadhan ini.

“Kita doakan saudara kita di NTT, NTB dan Malang yang sedang tertimpa bencana. Pahala Bagimu, Bahagia Bagi Mereka, Ayo Berbagi,” kata Sekjen Partai Gelora Indonesia ini.

Mahfuz berharap agar fungsionariis DPN, DPW, DPD, DPC, PAC dana seluruh anggota agar memviralkan Gelora TV, karena akan menyuguhkan berbagai tayangan Ramadhan.

“Karena situasi pandemi masih tidak bisa offline maka kita optimalkan platform digital agar kita punya 10 juta akun media sosial. Kepada seluruh fungsionaris di DPW, DPD, PAC dan seluruh anggota untuk memviralkan Gelora TV,” pungkas Mahfuz.

Wakil Sekretaris Jenderal Humas Partai Gelora Indonesia Taslim Tamang (Tata) mengatakan, Gelora TV akan menjadi kekuatan jaringan sosial media Partai Gelora dalam membentuk opini dan menyampaikan informasi ke publik.  

“Gelora TV lahir untuk memenuhi kebutuhan publik atas informasi, opini dan konten yang bernarasi dan bergagasan yang dikemas dengan tampilan yang lebih menarik,” kata Taslim Tamang (Tata),

Menurut Tata, dalam persaingan pasar informasi yag ketat dan cepat saat ini, dibutuhkan kemandirian pengelolaan informasi dan opini dalam mengawal arah perjalanan partai, yakni Arah Baru Indonesia.

“Gelora TV ini akan menjadi aggregator akun media sosial Partai Gelora,” tegasnya.

Partai Gelora, lanjut Tata, akan menguatkan struktur media terutama dalam pembuatan konten-konten menarik agar publik disibukkan tontonan dan perbincangan yang bermutu.

“Kami di Media Center mencoba menguatkan dapur produksi kita. Sehingga melalui Gelora TV,  kita akan sibukan publik dengan perbincangan dan tontonan yang bermutu,” Katanya.

Partai Gelora Yakin Peluang Pemulihan Ekonomi Nasional Akibat Pandemi Covid-19 Terbuka Luas

, , , , ,

Partaigelora.id – Partai Gelora Indonesia menilai meningkatnya permintaan akan ekspor batu bara Indonesia ke RRC adalah bukti bahwa peluang pemulihan ekonomi nasional (PEN) akibat pandemi Covid-19 sangat terbuka lebar.

“Kami yakin bahwa naiknya permintaan pasar dan makin ketatnya perseteruan dagang antara RRC dengan negara-negara produsen Barat akan menjadikan peluang ekspor produk dan komoditas Indonesia menjadi kian terbuka,” kata Henwira Halim, Ketua DPN Bidang Hubungan Luar Negeri Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia dalam keteranganya, Kamis (8/4/2021).

Menurut Henwira, hal itu seiring dengan mulai pulihnya permintaan pasar global terhadap komoditas-komoditas unggulan Indonesia.

“Semakin terbuka lebar permintaan pasar global, maka potensi masuknya investasi luar negeri juga semakin besar,” ujar Henwira.

Namun, Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia Mahfuz Sidik menegaskan, peluang, potensi, dan kesempatan yang ada tidak akan dapat dimanfaatkan dengan baik, jika  sektor usaha dan industri dalam negeri, terutama sektor UMKM, tidak diberikan ruang dan dukungan yang memadai untuk mempersiapkan diri berkompetisi secara global.

“Masih banyak komoditas dan produk Indonesia lain yang bisa menjadi unggulan untuk memenuhi permintaan pasar dunia,” kata Mahfuz.

Partai Gelora meminta pemerintah terus memberikan dukungan terhadap sektor UMKM untuk terus meningkatkan kapasitasnya agar bisa berkompetisi secara global.

“Kami meminta agar pemerintah terus memberikan dukungannya terhadap sektor UMKM untuk dapat mengembangkan kapasitas dan likuiditas mereka agar dapat menyambut peluang emas di tengah tantangan pandemi Covid-19 ini,” pungkas Mahfuz.

Seperti diketahui,  Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi, Selasa (6/4/2021), mengatakan memanasnya perang dagang Australia dan China berpengaruh terhadap sejumlah harga komoditas global termasuk batu bara.

Menurutnya, tensi dagang tersebut berimbas positif karena naiknya permintaan batu bara Indonesia ke China. Soal ekspor, RI sedang berupaya menggenjot pengiriman batu bara ke China sebanyak 200 juta ton tahun ini.

Harga Batu Bara Acuan (HBA) April 2021 naik 2,61%, dari Maret 2021, menjadi US$ 86,68 per ton. Harga ini naik US$ 2,21 per ton dari posisi Maret 2021 sebesar US$ 84,47 per ton.

Gunakan Sistem Lama, Mahfuz : Capaian Partai Gelora di Pemilu 2024 Bisa Diprediksi

, , ,

Partaigelora.id – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menyatakan diuntungkan dengan keputusan pemerintah dan DPR yang tidak merivisi paket undang-undang (UU) Pemilu untuk penyelenggaraan Pemilu 2024 mendatang.

Sehingga bagi Parta Gelora ada kepastian untuk memprediksi dalam mendapatkan kursi di parlemen baik di DPR, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota.

“Jadi kalau bicara Pemilu 2024, sistemnya kembali ke 2019 karena  tidak ada perubahan di UU. Bagi kita di Partai Gelora, tidak ada perubahan sistem malah meringankan, karena kita bisa lebih memprediksi situasinya,” kata Mahfuz Sidik, Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia dalam keterangannya, Jumat (2/4/2021).

Hal itu dinyatakan Mahfuz dalam Cerita Kopi , ngumpul dan ngobrol santai secara daring para pendiri, Majelis Permusyawaratan Nasonal (MPN), Majelis Pendiri dan pengurus Dewan Pimpinan Nasonal Partai Gelora pada Rabu (31/3/2021)) malam dengan tema ‘ Parpol Jangan Dulu Bicara Politik’.

Menurut Mahfuz, jika revisi paket UU Pemilu tetap dilaksanakan, sementara Partai Gelora tidak terlibat secara langsung dalam pembahasannya, maka Partai Gelora hanya akan menjadi penonton dari luar saja.

“Kalau ada revisi, kita cuman bisa menonton dari luar. Kita dag dig dug,  ini aturan baru apa yang akan dibuat, apakah semakin  sulit atau tidak kita juga tidak tahu,” katanya.

Namun, dengan tidak ada revisi, maka Partai Gelora secara jelas bisa melihat kepastian dalam Pemilu 2024. 

“Kita bisa melihat kedepan ini, seperti apa pengelolaanya, ada kepastian yang lebih besar,” kata Sekjen Partai Gelora Indonesia ini.

Kendati begitu, meski sudah ada keputusan dari pemerintah dan DPR tidak merevisi paket UU Pemilu, tapi isu amandemen yang saat ini bergulir bisa membawa perubahan terhadap keputusan tersebut.

“Meski isu amandemen dibantah oleh beberapa pihak, tapi ada juga ada beberapa pihak lain yang terus mendorong. Kita tidak tahu, apakah paket UU Pemilu-nya tidak berubah, tapi konstitusinya saja yang diubah,” ujarnya.

Tetapi jika konstitusinya yang diubah, UU-nya juga biasanya ikut diubah saja. “Ini juga membuat kita mulai pasang mata, pasang telinga. Kalau konstitusinya berubah, UU-nya juga akan berubah,” tandasnya.

Terlepas dari hal itu, lanjut Mahfuz, Partai Gelora optimis bakal menuai hasil maksimal dalam Pemilu 2024 mendatang. Hal itu dari semakin banyaknya masyarakat bergabung ke Partai Gelora dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini.

“Dalam dua bulan terakhir ini Alhamdulillah ada rekrutan kader sampai 80 ribuan. Ini kan luar biasa di tengah situasi pandemi Covid-19, orang lagi malas politik, malah banyak yang daftar ke Partai Gelora,” pungkas Mahfuz

Gelar OK Gelora, Partai Gelora Pertemukan Gagasan Masyarakat untuk Jadikan Indonesia Kekuatan Lima Dunia

, , , , , ,

Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia bakal menggelar OK GELORA (Orientasi Kepartaian Gelora) Angkatan I pada Sabtu (27/2/2021). OK GELORA ini akan diikuti oleh 1.000 kader baru dari Pengembangan Teritori (Bangter)I meliputi wilayah Jakarta, Banten dan Jawa Barat.

Selain dibekali materi sekilas Gelora, peserta juga akan diberikan materi Arah Baru Indonesia, yakni Gelombang 3 Indonesia, Jati Diri Manusia Gelora dan Tiga Elemen Pencapaian Arah Baru.

“OK GELORA adalah momen mempertemukan gagasan-gagasan Partai Gelora dengan masyarakat luas. Kami ingin bisa berkolaborasi dengan seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Indonesia kekuatan ke-5 dunia,” kata Anis Matta, Ketua Umum Partai Gelora Indonesia dalam keteranganya, Jumat (27/2/2021).

Menurut Anis Matta, saat ini Partai Gelora semakin tumbuh dan keberadaannya kini diterima masyarakat. Hal ini akibat, sikap konsistensi Partai Gelora dalam menjaga arah perjuangan, yang diawali imajinasi dan didorong determinasi.

“Alhamdulillah, Partai Gelora telah bertumbuh dan semakin diterima masyarakat,” katanya.

Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia Mahfuz Sidik menambahkan, Partai Gelora adalah partai yang memadukan konsepsi partai kader dan partai massa. Karena itu, rekrutmen anggota dilakukan secara masif baik secara online maupun offline.

“Semua anggota yang mendaftar akan mengikuti program Orientasi Kepartaian (OK Gelora) dalam paket program yang sudah disiapkan,” ujar Mahfuz.

Selanjutnya, untuk anggota yang ingin terlibat aktif dalam kegiatan partai. “Mereka akan diarahkan mengikuti program kaderisasi berkelanjutan melalui Akademi Manusia Indonesia (AMI),” katanya.

Ketua Bidang Rekuitmen Anggota Partai Gelora Indonesia Endy Kurniawan mengatakan, OK GELORA adalah sebuah tatap muka singkat secara daring yang memberikan materi dasar orientasi kepada anggota baru.

“Tujuannya adalah menumbuhkan kebanggaan anggota terhadap Partai Gelora dengan . memberikan pemahaman tentang jatidiri, perjuangan dan cita-cita Partai Gelora, serta memotivasi anggota untuk bergerak bersama Partai Gelora,” kata Endy.

Setelah kegiatan OK Gelora Angkatan I ini, pekan depan akan kembali digelar OK GELORA Angkatan II untuk Bangter 1 meliputi wilayah Sumatera pada 6 Maret 2021. Pada 7 Maret 2021 OK GELORA Angkatan III untuk Banter 3 terdiri dari wilayah DIY Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sementara OK GELORA Angkatan IV akan digelar pada 13 Maret untuk Bangter 4 meliputi wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan. Sedangkan OK GELORA Angkatan V untuk Banter 5 melipuri wilayah Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

849 Fungsionaris Partai Gelora Telah Diberi Pemahaman ‘Arah Baru Indonesia’

, , , , ,

Partaigelora.id – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia telah menuntaskan program Orientasi Kepemimpinan (OKE) Gelora untuk semua jajaran fungsionaris Dewan Pimpinan Nasional (DPN) dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW).

Sehingga para fungsionaris tersebut, telah memiliki pemahaman politik mengenai ‘Arah Baru Indonesia’ menuju lima besar dunia sejajar dengan negara Amerika Serikat (AS), Uni Eropa (UE), Rusia dan China

“DPN Partai Gelora, Alhamdillah pada hari Minggu, 14 Pebruari 2021 lalu, lalu sudah menyelesaikan program Orientasi OKE Gelora untuk semua jajaran fungsionaris DPN dan DPW,” kata Mahfuz, Sidik, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPN Partai Gelora Indonesia dalam keterangannya, Rabu (17/2/2021).

Menurut Mahfuz, program ini dilakukan dalam empat angkatan sejak bulan Juli 2020 lalu, dan telah diikuti oleh 849 fungsionaris tingkat pusat dan provinsi seluruh Indonesia.

“OKE Gelora adalah pembuka dari kurikulum diklat kepemimpinan untuk para fungsionaris partai. Di sini kami membangun pemahaman bersama tentang cita-cita dan pemikiran politik partai yang dinamai ‘Arah Baru Indonesia’,” ujarnya.

Karena itu, konsepsi dan cara kerja organisasi, serta karakter dasar kepemimpinan di Partai Gelora harus mengacu pada ‘Arah Baru Indonesia.

“Sampai akhir April 2021, ditargetkan program OKE Gelora sudah berjalan sampai tingkatan DPD di kabupaten/kota,” kata Sekjen Partai Gelora Indonesia ini.

Ketua Bidang Pengembangan (Bangpim) DPN Partai Gelora Indonesia Hamy Wahjunianto menambahkan, sebagai partai baru yang didirikan di tengah krisis berlarut akibat pandemi Covid-19, Partai Gelora berupaya serius untuk menjadikan para fungsionarisnya memiliki kualitas mumpuni dalam kepemimpinan.

“Program OKE GELORA yang sudah diikuti 849 fungsionaris DPN dan DPW ini akan segera bergulir untuk para fungsionaris DPD dan DPC. Sehingga diharapkan sebagai pengurus memiliki kualitas kepemimpinan yang mumpuni,” kata Hamy

Ketua Bangpim Partai Gelora ini juga berharap kepada seluruh fungsionaris Partai Gelora dari pusat hingga cabang bisa mengalirkan ide untuk membawa Indonesia menjadi lima besar dunia ke seluruh lapisan masyarakat.

“Ide-ide ‘Arah Baru Indonesia’ diharapkan bisa terkoneksi dengan mayoritas elemen bangsa untuk kemudian merajut kolaborasi dengan mereka agar Indonesia tidak lagi terbang terlalu rendah di atas langit yang sebenarnya sangat tinggi. Segala sesuatu berhasil atau gagal tergantung kepemimpinan,” tandas Hamy Wahjunianto.

Lahirkan Negarawan Berkelas Dunia, Partai Gelora Perkuat Kader Lewat ‘OKE Gelora’

, , , , , , ,

Partaigelora.id – Dalam rangka mewujudkan Indonesia menjadi lima besar kekuatan dunia sejajar dengan Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, Rusia dan China, maka tantangan tebesar bagi Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia adalah melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang akan menjadi negarawan-negarawan berkelas dunia.

“Dalam rangka membawa Indonesia menjadi 5 besar kekuatan dunia, tantangan terbesar partai Gelora adalah mendirikan institusi yang bisa melahirkan para negarawan pemakmur bangsa dan pemimpin berkelas dunia,” kata Hamy Wahjunianto, Ketua Bidang Pengembangan Pimpinan (Bangpim) DPN Partai Gelora Indonesia di sela-sela ‘OKE GELORA’ (Orientasi Kepemimpinan Partai Gelora Indonesia) Angkatan IV , kemarin.

Dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/2/2021), Hamy mengatakan, perubahan dan peristiwa besar yang terjadi di Indonesia selalu didahului oleh pergulatan pemikiran.

Karena itu, Akademi Pemimpin Indonesia (API) Partai Gelora, lanjutnya, akan menyiapkan ide atau narasi besar yang akan menjadi bahan diskusi pergulatan pemikiran para pemimpin Indonesia.

“Jadi Perubahan dan peristiwa besar dalam sejarah selalu bermula dari pergulatan pemikiran para pionir perubahan dengan ide-ide atau narasi besar,” kata Ketua Bangpim Partai Gelora ini.

Sedangkan Wakil Ketua Bangpim DPN Partai Gelora Indonesia Irwan menambahkan, Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta dalam bukunya ‘Gelombang Ketiga’ sudah sangat jelas dalam perjalanan bangsa Indonesia, dulu, kini dan kedepan.

“Dan tibalah kita pada gelombang ketiganya dan sebagai arah perjalanan tentu kita tidak akan kembali lagi ke gelombang pertama atau berputar-putar pada gelombang kedua. Gelombang ketiga merupakan lanjutan dari kedua konsep sebelumnya, yaitu Gelombang Menjadi Indonesia dan Gelombang Menjadi Bangsa Modern,” kata Irwan.

Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia Mahfuz Sidik menegaskan, untuk bisa memasuki gelombang ketiga tersebut, diperlukan upaya penguatan jatidiri Indonesia sebagai prasyarat dalam membawa Indonesia sebagai kekuatan lima besar dunia.

“Akademi Pemimpin Indonesia menjadi penting diikuti oleh setiap kader Partai Gelora sebagai cara menguatkan jati diri ke-Indonesia-annya, karena kapasitas ini menjadi prasyarat dalam membawa Indonesia lima besar dunia,” tegas Mahfuz.

Mahfuz Sidik Optimis Gelora Masuk Partai Papan Tengah di Pemilu 2024

, , , , ,

Partaigelora.id – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia optimis akan masuk papan tengah dalam pemilu 2024 mendatang. Keyakinan tersebut diperoleh karena belum aada partai dominan dan mayoritas, serta masih terbukanya pasar perpolitikan Indonesia

“Setiap Pemilu sejak 1999 sampai dengan 2019 selalu muncul partai baru, dan sejumlah partai baru bahkan bisa tampil sebagai kekuatan papan tengah dan bahkan papan atas,” ujar Mahfuz Sidik, Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indionesia dalam Rakorwil DPW Partai Gelora Indonesia di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (14/02/2021).

Dia mencontohkan, pada Pemilu 1999 muncul partai baru yaitu PDIP, PKB dan PAN. Berturut-turut ketiga partai meraih elektoral 33,7 persen, 12,6 persen dan 7,1 persen. Pada Pemilu 2004, muncul partai baru yaitu Partai Demokrat (7,4%), PKS (7,3%), dan PBR (2,4%). Begitupun pada Pemilu 2014, Nasdem sebagai partai baru berhasil meraih 6,7 persen suara.

“Apakah partai baru berpeluang menjadi partai besar? Artinya, pasar politik Indonesia masih terbuka dan belum ada partai yang dominan atau mayoritas,” jelasnya.

Untuk itu, menurut mantan anggota DPR RI ini mengatakan, ada beberapa faktor yang menentukan partai baru dapat menjadi partai besar. Faktor tersebut antara lain eksistensi teritorial, segmentasi pemilih, positioning partai, cara kerja berbasis dapil, popularitas, dan formasi pasukan tempur.

“Karena itu lakukan pemetaan dapil dengan cermat dari berbagai aspeknya, mulai tetapkan target suara dan kursi di dapil, dan penuhi faktor penentu kekuatan partai,” imbuh Mahfudz.

Lebih lanjut mahfudz menjelaskan, Partai Gelora Indonesia lahir sebagai respons atas dinamika geopolitik global dan politik domestik yang berlangung. Di level global, perubahan tatanan dunia sedang berlangsung. Pandemik Covid-19 mempercepat proses perubahan tersebut sekaligus memicu terjadinya krisis multidimensi di hampir banyak negara.

Pada level domsetik, mulai 2020 Indonesia akan mengalami bonus demografi sampai 2035. Pengalaman sejumlah negara, menurutnya, bonus demografi menjadi faktor pemicu kemajuan ekonomi dan bidang-bidang lain.

“Namun di saat bersamaan Indonesia mengalami kontradiksi sosial-politik, pembelahan ideologis politik di masyarakat bawah, elit politik yang pragmatis, keterbukaan informasi yang rentan menciptakan ketegangan dan konflik, serta ketimpangan kesejahteraan dan liberalisasi ekonomi, dan makin terkekangnya demorkasi,” imbuhnya

Dia mengatakan, ragam kontradiksi ini berpotensi melemahkan ketahanan nasional, menggoyahkan kedaulatan nasional dan mengancam eksistensi NKRI. Menurutnya, sudah banyak negara yang gagal akibat dinamika global tersebut.

“Sesungguhnya dengan modal perjalanan sejarah bangsa, kekayaan SDA, posisi geografis dan politik negara, Indonesia sangat berpeluang melakukan lompatan besar di tengah krisis global menjadi kekuatan besar dunia,” pungkasnya.

Sukses di 2024
Sementara itu, Ketua Pengembangan Teritorial 3 (wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta) Ahmad Zainuddin mengatakan, Partai Gelora bertekad meraih sukses di 2024. Kuncinya, kader Partai Gelora harus membangun kolaborasi dengan berbagai kalangan.

“Diantara kunci sukses dalam memenuhi target-target struktural partai hingga level kelurahan atau desa, rekrutmen anggota dan lain-lain adalah melakukan kolaburasi dengan berbagai pihak dan berbagai kekuatan,” ujar Ahmad Zainuddin.

Zainuddin mengatakan, kader Partai Gelora perlu membangun hubungan kolaborasi yang baik dan menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dengan berbagai pihak.

“Membangun mindset sebagai pemimpin. Fungsionaris partai politik harus punya cita-cita menjadi pemimpin bangsa di berbagai level, bukan hanya bercita-cita sebagai anggota DPRD atau DPR RI, tetapi juga menjadi ketua DPRD, ketua DPR RI, Bahkan menjadi bupati, walikota, gubernur dan presiden RI,” imbuhnya.

Lebih lanjut mantan anggota DPR RI ini mengatakan, fungsionaris Partai Gelora di wilayah harus menetapkan target politik, membuat peta menuju pencapaian target, baik peta kekuatan politik, peta kekuatan sosial ekonomi, maupun peta tokoh. “Lalu menetapkan target-target politik DPD. Berapa kursi DPRD Kota kabupaten? Kursi Propinsi, Kursi DPRD?” jelasnya.

Dalam peta politik nasional, menurut dia, Jawa Tengah merupakan wilayah sangat strategis. Seringkali Jawa Tengah menentukan kemenangan kontestasi politik di level nasional. Karenanya Jawa Tengah, lanjut Zainuddin, harus memberi sumbangan besar dalam pencapaian target lolosnya Partai Gelora Indonesia untuk melampaui Parlementary Threshold.

“Kolaborasi, konsolidasi dan selalu belajar cepat salah satu kunci sukses Pemilu 2024,” cetusnya.

Betawi diantara Arab dan Cina: dari Melting Pot menjadi Cracking Pot

, , , ,

Partaigelora.id – Saya lahir dan besar dari keluarga etnis betawi. Kedua ortu dan kakek-nenek saya asli betawi. Sehari-hari berbahasa betawi yang kosakatanya banyak serapan dari bahasa arab dan cina.

Sahdan, garis ibu saya ada campuran arab, sementara garis ayah saya ada campuran cina.

Maka banyak keluarga besar dari ibu yang bernama (harian) bari, ida, akim, uwoh – yang sangat lekat dgn kosakata arab. Lalu keluarga besar dari ayah ada yang nama (panggilan) oing, oni, yati, papat – yang lekat dengan kosakata cina.

Saya manggil kekek dari garis ibu dgn sebutan “abe”, sedang dari garis ayah “kong”.

Tiap kali ada acara selamatan di rumah, ibu saya biasa masak nasi uduk, olahan versi light dari nasi kebuli. Tapi saat lebaran, (dulu) selalu terhidang dodol betawi dan dodol cina. Makanan asli cina, bedanya yang satu berwarna coklat pekat, satunya berwarna lebih kekuningan.

Tapi tradisi keagamaan dan budi pekerti, orang betawi sangat melayu. Paduan antara arab dan melayu melahirkan tradisi keagamaan yang condong tarekat ala nahdiyin. Maka ikatan spiritual antara muslim (santri) betawi dgn habaib terkategori sangat dekat. Semasa kecil saya biasa diajak ibu ke kediaman (alm) habib Umar al-Attas di bilangan pasar minggu untuk didoain dan di”sembur”.

Tetapi untuk tradisi pengobatan misalnya, adopsi tradisi pengobatan tradisional cina sangat lumrah ditemukan. Saat saya kecil jika pipi mengalami inflamasi (pembengkakan) biasanya dibawa ke engkoh cina warung buncit untuk di”paraf” pakai blauw dan di”boreh” pakai telor kodok.

Saya punya tetangga di warung buncit 9 (skrg jl mampang prapatan 12) yang menantunya cina muallaf, setelah haji dipanggil “haji oman”. Kesalehan dan kefasehannya gak kalah dengan yang betawi muslim asli.

Di wilayah mampang prapatan dan sekitarnya (dikenal sbg basis betawi santri), perkawinan campuran betawi-arab dan betawi-cina kerap terjadi. Yang langka adalah perkawinan campuran arab dan cina.

Saat usia smp, saya pernah naksir dgn sepupu jauh yg berdarah cina. Saat sma, saya pernah naksir dgn sepupu jauh yg berdarah arab. Keduanya gak ada yang kesampean, karena keduanya dari keluarga yang tergolong kaya. Sementara saya hanya dari keluarga seorang guru. Sisi hirarki sosial kadang masih berperan dalam pola relasi perkawinan di betawi, yang nampaknya lebih sbg pengaruh dari budaya arab dan cina.

Tetapi hal yang saya rasakan dan alami dalam komunitas budaya betawi, ada perpaduan harmonis antara budaya betawi, arab dan cina. Istilahnya betawi menjadi “melting pot” bagi keduanya. Dalam setiap acara syukuran atau keriaan, rebana dan petasan selalu hadir bersamaan dan kompak. Begitu rebana berbunyi, maka petasan pun meledak susul menyusul. Mengiringi calon pengantin, bocah sunat, babe haji dan nyai hajah yg baru pulang naik kapal gunung jati dari mekah, dst. Rebana dari budaya arab, petasan dari budaya cina.

Bagi komunitas betawi “pinggiran” atau asosiatif dgn istilah “abangan”, pengaruh budaya cina lebih kuat daripada arab. Makanya tarian topeng betawi misalnya, kostum penari perempuannya 99% mengadopsi model pakaian cina. Tetapi wilayah betawi pinggiran juga secara geografis berdekatan dengan komunitas dan budaya jawa barat (sunda dan pantura). Makanya gerak tari topeng betawi dan lenong misalnya sarat dgn 3G (goyang, gitek, geol) khas jaipongan. Tradisi pencak silat dan jawara juga lebih subur di kawasan ini. Seni bela diri silat yang akar gerakannya banyak dipengaruhi oleh gerak seni beladiri tradisional cina.

Posisi sbg melting pot dan suasana harmonious mixture dari tiga entitas budaya ini saya masih rasakan kuat hingga tahun 80-an.

Lalu muncullah angin perubahan sejak era 90-an. Ada mazhab purifikasi agama yang berpadu dgn fikroh takfiri. Angin yang entah berembus dari mana, tapi sampai ke dataran rendah kampung-kampung betawi. Makin lama angin itu menguat hembusannya dan mulai menggoyang sendi-sendi tradisi dan relasi mix-culture betawi. Di saat bersamaan, para pegiat demokrasi mulai ramai beraksi di senayan melewati jalan-2 kampung betawi. Isu ketimpangan ekonomi dan marjinalisasi pribumi jadi aroma baru yg terendus hidung banyak pemuda betawi yang gak bisa nyambung sekolah. Mereka setiap hari kumpul di ujung gang dengan motor ojegnya.

Tiba-2 seiring bergesernya masa, orang betawi mulai memandang arab dan cina dengan cara yang berbeda. Orang betawi tiba-2 seperti dihimpit oleh dua sisi medan magnit yang berbeda; positif dan negatif. Ada tarikan kuat ke arab, dan tekanan kuat ke cina. Ke atas, orang betawi melihat penguasa sebagai penindas yang harus dilawan.

Situasi itu terus berlangsung dan menjalar dari generasi ke generasi orang betawi. Tapi arus itu tidak pernah menjadi kuat dan terarah. Karena warga betawi tidak pernah bisa berdiri kokoh dan survive dgn dirinya sendiri.

Pembangunan kota yang masih sejak era gubernur Ali Sadikin justru menggerus pondasi keberadaan dan ikatan kolektif warga betawi. Tanah yang makin menyempit, pendidikan yang tidak manjadi jembatan mobilitas, dari tradisi keagamaan yang menciptakan mental fatalis; membuat warga betawi makin termarginalisasi.

Modernitas menjadi keniscayaan bagi sebuah kota. Sosok bang Benyamin di pilem-2 dan di tivi, menjadi eskapisme psikologis orang betawi. Tapi mereka juga tidak pernah menemukan sosok betawi yang harus seperti apa pada diri (alm) bang Benyamin Syuaib.

Pilpres 2014, tiba -2 kota Jakarta berubah jadi episentrum politik identitas (yang direkayasa). Lanjut pilkada 2017 untuk memilih Gubernur DKI Jakarta, makin pekat aroma politik identitas dan politik pembelahan. “Pot Betawi” mulai retak. Arab dan Cina tiba-2 berubah menjadi progonis dan antagonis. Orang betawi “dipaksa memilih”. Tetiba kampung-2 betawi terasa lebih banyak malaikatnya karena disulap jadi kampung jihad. Setiap khutbah jumat di masjid dekat rumah di kawasan pela mampang, penuh dengan seruan jihad politik.

Mendidihnya darah warga betawi ternyata panjang durasinya. Pusing bayar kontrakan dan ojeg pangkalan yang makin tergusur ojol, jadi bensin tambahannya. Masuklah Pilpres 2019. Isu asing-aseng, islamis-nasionalis, hingga surga-neraka menjadi warna yang makin pekat dalam bincang dan gerak sepanjang proses pemilu yang paling melelahkan.

Keep cracking… Betawi kini bukan lagi pot yang memadukan 3 entitas kultur besar melayu-arab-cina. Warga Betawi tanpa sadar sedang terus memecah bejana (pot) nya dan mengubahnya sebagai wadah konflik. Ironinya, jika cracking pot ini terus berlangsung, bukan saja perpaduan harmonis betawi-arab-cina yang terurai dan tercerai, tapi entitas betawi pun akhirnya akan kehilangan habitat hidupnya.

Apakah saya sedang menyalahkan warga betawi? Tentu saja tidak, karena saya bagian inheren dari betawi. Tapi saya harus mengatakan bahwa tangan-tangan di luar sana dengan teganya menjadikan “betawi” sebagai lahan pertarungan kepentingannya masing-2.

Mungkin sudah saatnya, warga betawi untuk serius ngaji politik agar kampungnya tetap terjaga dan warganya menjadi bahagia.

Mahfuz Sidik

Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia

Alamat Dewan Pengurus Nasional

Jl. Minangkabau Barat Raya No. 28 F Kel. Pasar Manggis Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan 12970 Telp. ( 021 ) 83789271

Newsletter

Berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan kabar terbaru.

Mobile Apps



X