Tag: Partai Gelora Indonesia

Generasi Muda Partai Gelora Jalin Silahturahmi dengan Staf Muda Walikota Banjarmasin

, , , , ,

Partaigelora.id – Ketua Bidang Generasi Muda DPN Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Hudzaifah Muhibullah menggelar silaturahmi dengan Staf Muda Walikota Banjarmasin di Calais Caffe, Jl. Veteran, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Sabtu (13/11/2021).

Kegiatan ini dilakukan menjalin silahturahmi dengan kader muda Partai Gelora di Kota Banjarmasin, serta bertemu Staf Muda Walikota Banjarmasin yang baru saja dibentuk pada 28 Oktober 2021.

Hudzaifah Muhibullah (Udef) mengungkapkan rasa senangnya bisa bersilaturahmi dengan rekan-rekan kader muda Partai Gelor, serta Staf Muda Walikota Banjarmasin.

Menurutnya, kehadiran staf muda Walikota ini adalah bukti bahwa peran pemuda memang benar-benar dibutuhkan dalam membangun kota.

“Semoga ini bisa menjadi awal yang baik ungkap pria yang akrab disapa Udef ini, dirinya berharap Partai Gelora dan Staf Muda Walikota Bisa berkolaborasi di kemudian hari,” kata Udef

Dendy Primanandi, perwakilan Staf Muda Walikota Banjarmasin Bidang Perencanaan Wilayah Kota dan Lingkungan mengungkapkan, bahwa dirinya dan rekan-rekan staf muda lainnya merasa terhormat bisa bersilaturahmi dengan Generasi Muda Partai Gelora.

“Kami ingin meluruskan beberapa hal terkait staf muda itu sendiri karena banyak kesalah pahaman yang terjadi dimasyarakat tentang kehadiran kami. Kami bekerja tulus, bahkan sampai dengan hari ini kami tidak menerima gaji sebagai staf muda,” kata Dendy.

Ketua Generasi Muda Partai Gelora Kalsel Armadiansyah mengatakan, Partai Gelora ingin menjalin kolaborasi banyak hal dengan Staf Muda Walikota Banjarmasin.

“Kami tadi banyak sharing soal mitigasi bencana Banjir di Kota Banjarmasin serta peluang-peluang pemuda di pemerintahan,” kata Armadiansyah.

Anis Matta: UMKM Pilar Ekonomi Rakyat, Bisa Jadi Solusi Atasi Kemiskinan

, , , , , , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengunjungi dua sentra usaha UMKM di Semarang, Jawa Tengah, yaitu Batik Semarang 16 dan Bandeng Presto New Citra.

Anis Matta mengatakan, kunjungannya sebagai bentuk dukungan Partai Gelora terhadap keberlangsungan UMKM yang terdampak pandemi Covid-19.

“UMKM ini sudah terbukti bisa menggerakkan roda perekonomian kita selama masa krisis ini. Sehingga kita perlu memberikan dukungan agar mereka bisa terus bertahan,” kata Anis Matta di Semarang, Jumat (12/11/2021).

Menurut Anis Matta, pelaku UMKM saat ini mengeluhkan penurunan omzet penjualan dan kendala dalam pemasaran.

Ia berharap keluhan dari pelaku UMKM ini mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

“Kita berharap pemerintah membuat kebijakan yang pro UKM. Dan semua pihak bisa berkolaborasi untuk sama-sama mengembangkan UMKM,” katanya.

Anis Matta menilai pengembangan usaha UMKM bisa menjadi solusi pemerintah untuk mengatasi kemiskinan yang meningkat selama pandemi Covid-19.

“Dari kunjungan saya di tiga provinsi, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, kita melihat angka kemiskinan naik selama pandemi. Nah, pengembangan UMKM bisa jadi solusi untuk mengentaskan kemiskinan,” tegasnya.

Anis Matta menegaskan, UMKM merupakan pilar ekonomi rakyat, karena konsep UMKM berupaya untuk memberdayakan ekonomi masyarakat.

“Kita dorong UMKM naik kelas supaya jadi besar. Kita mendorong betul UMKM ini, karena merupakan pilar ekonomi rakyat,” katanya.

Anis Matta mengunjungi langsung pabrik Bandeng Presto New Citra di kawasan Padurungan dan Batik Semarang 16 di Kampung Metese, Kecamatan Tembalang, Dusun Sumberejo, Kota Semarang.

Anis Matta melihat langsung proses pembuatan bandeng presto hingga pengemasan.

“Rasanya luar biasa, kita coba akan bantu permasalahan mereka dalam pemasaran secara online agar bisa berkembang,” katanya.

Sementara di Batik Semarang 16, Anis Matta juga melihat proses menenun benang hingga pembuatan model batik tulis dan proses pembatikannya menggunakan canting.

Anis  Matta sempat merasakan bagaimana cara menenun benang menjadi kain, serta membatik menggunakan canting.

“Batik ini merupakan produk warisan budaya luar biasa Indonesia, yang harus kita jaga dan lestarikan,” katanya.

Anis Matta menilai ada filosofi yang bisa diambil dari Batik ini, yakni ketekunan, cita rasa dan keindahan karena rumitnya proses pembuatannya yang membutuhkan waktu antara 7-8 jam.

“Falsafahnya luar biasa, Batik ini mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia yang rumit, tapi harmonis,” tegasnya.

Dalam kunjungan ke UMKM, Anis Matta didampingi Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah, Sekretaris Jenderal Mahfuz Sidik, Bendahara Umum Ahmad Rilyadi, para fungsionaris DPN dan Ketua DPW Jateng Achmadi.

Anis Matta: Semua Bisa Jadi Pahlawan dengan Semangat Berbagi

, , , , , , , , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Rakyat Indonesia Anis Matta menilai, tiga Pahlawan Nasional ini telah memberikan kontribusi luar biasa dengan perannya masing-masing pada saat itu. Yakni HOS Tjokroaminto, Bung Tomo dan KH Hasyim Asyari.

HOS Tjokroaminoto dengan tindakan kepahlawanannya telah melahirkan para pemimpin bangsa seperti Sukarno (Bung Karno). Sedangkan Bung Tomo (Dr Sutomo) adalah jurnalis yang berani mengambil-alih kepemimpinan untuk mempertahankan kemerdekaan. Sementara KH Hasyim Asyari adalah ulama yang telah melahirkan Resolusi Jihad untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Pak Tjokro (HOS Tjokroaminoto)  adalah pemimpin yang melahirkan pemimpin, Bung Tomo adalah seorang jurnalis yang mengambil alih posisi kepemimpinan, serta KH Hasyim Asyari adalah ulama yang telah melahirkan Resolusi Jihad  untuk mempertahankan kemerdekaan dan Ini semua adalah kontribusi luar biasa,” kata Anis Matta dalam diskusi Gelora Talk bertajuk ‘Semua Bisa Jadi Pahlawan, Gelorakan Semangat Kepahlawanan’, Rabu (10/11/2021) petang.

Diskusi yang disiarkan live dari Museum HOS Tjokroaminoto , Surabaya ini menghadirikan narasumber lain, yakni Wakil Ketua Syuriah NU Surabaya Prof Dr Imam Ghozali Said, MA dan Pahlawan UMKM Titik Suwandari.

Menurut Anis Matta, semua orang bisa menjadi pahlawan, apalagi bangsa Indonesia yang saat ini sedang menghadapi krisis berlarut akibat pandemi Covid-19. Bangsa Indonesia, lanjutnya, mempunyai banyak pahlawan yang tidak hanya memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan saja, tetapi juga mengisi kemerdekaan itu sendiri.

“Semangat kepahlawan sekarang dalam konteks berbeda, semua orang bisa menjadi pahlawan. Semangat pahlwan itu, adalah semangat memberi, dari profesi apapun, posisi apapun. Kita datang dengan semangat yang sama. Semangat itulah yang membuat kita menjadi besar,” katanya.

Semangat HOS Tjokroaminoto selain melahirkan para pemimpin, yang perlu dilanjutkan adalah semangat memberdayakan ekonomi dalam upaya untuk membangkitkan ekonomi pribumi dengan mendirikan Sarekat Dagang Islam (SDI), yang kemudian diubah menjadi Sarikat Islam (SI).

“Saya kira istilah pribumi pada waktu itu, tentu saja sangat tepat. Ya cuma kalau sekarang, saya tidak terlalu ingin menggunakan istilah pribumi dan nonpribumi seperti itu, karena pada dasarnya adalah semua warga Indonesia,” kata Anis Matta

Apa yang dilakukan HOS Tjokroaminoto itu, menurutnya, telah melampaui apa yang mereka miliki, dari hasil diskusi rumit di tengah tekanan hidup yang sangat berat.

“Inilah tindakan kepahlawan, melampaui sumber daya di antara sumber daya. Orang yang mau hidup dalam tekanan, akibat keterbatasan sumberdaya akan mencapai hal yang sangat besar,” katanya.

Atas tindakan pencapaian ini, lanjutnya, maka seorang pemimpin akan menjadi relevan, meskipun dengan sumberdaya yang sedikit.

“Mereka (HOS Tjokroaminoto dkk, red) tidak pernah membayangkan bahwa pada suatu waktu akan menjadi satu ledakan sejarah yang dahsyat, yang melahirkan satu republik namanya Indonesia dan masuk dalam  proses pencatatan sejarah,” ujarnya.

“Bagaimana kita sekarang ini bisa menangkap tindakan kepahlawanan dengan kesadaran sejarah kita. Kedepan kita bisa membuat satu  proyeksi yang bisa memandu kita untuk menatap masa depan,”  imbuhnya.

Wakil Ketua Syuriah NU Surabaya Prof Dr Imam Ghozali Said, MA menegaskan, kemerdekaan Bangsa Indonesia tidak diberikan bangsa lain atau hadiah dari penjajah. Tetapi dengan perjuangan dan pengorbanan nyawa seluruh rakyat Indonesia.

“Jepang memang sudah mempersiapkan kemerdekaan Indonesia melalui pembentukan PPKI, tetapi bisa memanfaatkan momentum politik kekalahan Jepang, apalagi hadiah Sekutu, sehingga kita memproklamirkan kemerdekaan. Nah, ketika Sekutu datang ke Surabaya ditolak, tidak ada diplomasi. Dan ulama memberikan fatwa Resolusi Jihad, terjadilah peristiwa 10 Nopember yang dipimpin Bung Tomo. ” kata Ghozali Said.

Sementara itu, Pahlawan UMKM Titik Suwandari, instruktur dan narasumber di Disperindag Provinsi Jawa Timur (Jatim) mengatakan, telah membina ratusan UMKM di Jatim. Titik secara khusus membina kaum perempuan untuk melakukan kegiatan sendiri selama pandemi Covid-19 agar tidak berdiam diri dan bisa menopang ekonomi keluarga.

“Saya berdayakan kaum perempuan ini melalui zoom atau saya datangi langsung ke rumah. Tujuannya untuk membesarkan hati mereka, bisa menopang ekonomi keluarga dan mereka tidak manja lagi. Kita dampingi mereka dengan alat-alat yang ada di rumah dan bahan dari daerah itu,” katanya Titik Suwandari.

Ia mengatakan, bahan-bahan yang ada di sekitar mereka bisa dimanfaatkan dan dapat memberikan nilai tambah ekonomi tertentu. Misalkan pelepah pisang bisa menjadi krupuk, ubi bisa menjadi sereal pengganti dan suplemen minuman kesehatan dari buah-buahan.

“Buah-buahan bisa dijadikan serbuk nutrisari seperiti yang dilakukan industri besar, kenapa UMKM kalah,  Padahal dengan alat blender dan wajan itu sudah jadi. Contoh di Batu kita hadirkan Apel dengan segala variasinya, Nanas Blitar dan Mangga Probolinggo dengan segala variasinya. Ini salah satu langkah-langkah yang kita lakukan dalam memberdayakan UMKM,” paparnya.

Dalam kesempatan ini, Anis Matta memberikan penghargaan dan apresiasi pada ketiga pahlawan masa kini  yakni pertama Abdul Majid Uno, pejuang disabilitas yang bergerak di pemenuhan hak-hak disablitas.

Kedua Rina Roselawati, pejuang sosial membantu masyarakat kecil dalam pengentasan kemiskinan dan gizi buruk dari tingkat RT hingga di kabupaten di Jatim.

Ketiga Titik Suwandari, pejuang ekonomi yang memperjuangkan, serta membantu pemberdayaan masyarakat kecil dan UMKM di Jatim.

Momentum Hari Pahlawan Jangan Sebatas Ritual Tahunan, Harus Diisi dengan Kontribusi Nyata

, , , , , , ,

Partaigelora.id – Momentum Hari Pahlawan tidak sekedar seremonial diperingati setiap tahun. Kolaborasi ulama, pengusaha dan politisi merupakan arah kebiajakan masa depan bangsa ini.

Hal ini yang terungkap dalam diskusi peringatan Hari Pahlawan yang digagas Gelora Literasi Institute lewat zoom, Rabu (10/11/2021).

Hadir dalam kegiatan tersebut Cucu KH Amin Sepuh (Ponpes Babakan Ciwaringin), KH Munif Pengasuh Ponpes Al-Azhar Babakan Ciwaringin, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelora Indonesia Mahfuz Sidik dan Pengusaha Batik, Sally Geovany dengan peserta berbagai kalangan.

Sekjen Partai Gelora Mahfuz Sidik dalam pemaparannya menjelaskan bahwa KH Hasyim Asy’ari dan Bung Tomo (Sutomo) mengambil momentum dalam menggelorakan perlawanan untuk memprtahankan kemerdekaan negeri ini.

“Jangan sampai momentum ini hanya sebatas ritual tahunan belaka, namun harus diisi dengan kontribusi nyata,” kata Mahfuz.

Masih kata Mahfuz, KH Hasyim Asy’ari dan Bung Tomo merupakan kolaborasi antara sosok ulama dan pemuda (jurnalis).

“Peran luar biasa para ulama dan pemuda ini, karena tidak bisa dilepaskan dari sejarah dengan Resolusi Jihad nya,” kata Mahfuz.

Lebih lanjut, rmusan 5 Sila dalam Pancasila, kata dia, merupakan fatwa dari KH Hasyim Asyari dan pada saat itu juga menghilangkan berdebatan.

“Pertimbangan tersebut karena dalamnya pemikiran dan politik KH Hasyim Asy’ari. Karena kemerdekaan Indonesia di dasari oleh keberagaman,” paparnya.

Kalau tidak ada sosok KH Hasyim dan Bung Tomo, lanjut Mahfuz, entah bagaimana nasib kemerdekaan Indonesia ini. Kejernihan KH Hasyim dan keberanian Bung Tomo sangat luar biasa.

Sehingga, kata dia, ini tidak boleh hilang dan lenyap oleh para generasi saat ini, khususnya generasi muda atau millenial/generasi Z.

Meskipun, kata dia, yang perlu dipikirkan yakni ancaman nilai-nilai Indonesiaan dengan anak-anak yang lebih terbiasa berbicara dan bangga dengan bahasa asing ketimbang bahasa sendiri. Ini harus diperhatikan serius, jangan dibiarkan begitu saja.

Ditambah lagi, soal ekonomi, lewat digital ini juga harus dipertahankan dengan utuh regulasi dan yang lainnya.

Apalagi belum ada regulasi yang memprotek kepentingan warga negara saat ini untuk para pelaku usaha.

Sehingga, nilai-nilai yang ada di tubuh bangsa ini harus dipertahankan.

“Kita saat ini sangat mengharapkan peran ulama ditengah situasi dan kondisi saat ini. Kita butuh pandangan ulama untuk arah bangsa ini kedepan. Jangan hanya didominasi oleh para politisi semata dalam perumusn kebijakan negeri ini, melainkan harus hadir peran ulama. Dengan karakternya yang khas,” paparnya.

Lebih tegas, Mahfuz mengatakan, jangan pernah sekali-kali khianati perjuangan para pahlawan dan ulama untuk negeri ini.

Sementara KH Cucu KH Amin Sepuh, KH Munif (Pengasuh Ponpes Al Azhar Ciwaringin) mengatakan tentang perjuangan dan nilai kepahlawanan dari ulama Cirebon. Tentu dengan pesan dan nilai yang luar biasa.

“Para ulama Cirebon, khususnya KH Amin Sepuh dan KH Abbas perannya sangat luar biasa dalam perlawanan melawan penjajah. Nilai yang luar biasa yakni adab dulu, baru ilmu,” ujar Kang Munif sapaan akrab KH Munif.

Dalam kesempatan tersebut, Kang Munif juga bercerita tentang heroiknya KH Amin Sepuh bersama ulama Cirebon, dimana ketika berangkat dari Pondok Pesantren ke Kota Cirebon kemudian tiba waktu Ashar, kemudian rombongan sholat di Masjid Pengasinan Plered.

Setelah itu, KH Amin Sepuh berdoa, namun ketika keluar pintu terdengar suara takbir berkali-kali. Mereka langsung berada di depan Bung Tomo bersama para pahlawan lain di Surabaya untuk melawan para musuh.

“Tentu perjuangan kiyai dan ulama Cirebon dalam perlawanan memprsembahkan kemerdekaan sangat luar biasa.

Keberhasilan ini sebenarnya tentang mendidik karakter manusia oleh para kiyai. Karena penerapan karakter sejak dini sangat penting tentang pendidikan karakter untuk saling menghormati dan menjaga adab.

“Karakter yang baik sejak dini jelas bisa menggerakan kemerdekaan Indonesia,” ungkapnya.

Dalam acara tersebut, Kang Munif juga mendoakan yang terbaik untuk negeri ini dan generasi masa depan.

Sementara itu, Pengusaha Muda/BT Trusmi, Sally Geovani menerangkan tentang sejarah sukses perjuangan usahanya. Sehingga, momentum Hari Pahlawan harus dimaknai utuh diantaranya mendalami prespektif pahlawan yakni harus menjaga nilai-nilai perjuangan dan kepahlawanan.

“Pahlawan itu rela berkorban, berani, tegas, pantang menyerah, bertanggung jawab,” kata Sally.

Dirinya juga menjelaskan tentang perannya dalam melestarikan perjuangan lewat karya Batik Bambu Runcing untuk mengenang jasa dan perjuangan para pahlawan dan sangat direspon oleh pasar. Karena syarat nilai-nilai kepahlawanan lewat makna batik yang dibuat tersebut.

“Untuk itu, kolaborasi dengan UMKM yang ada apalagi ditengah pandemi harus ditingkatkan. Dan kita hadir untuk kemajuan UMKM dan para wirausahawan muda,” katanya.

Kata Sally, dirinya sejak SMA atau sekitar 17 tahun awal-awal dirinya menjual kain kafan. Karena belum punya pengalaman dan ilmu bisnis.

Namun punya niat dan keinginan yang kuat untuk mengabdi serta kontribusi lewat batik. Awalnya gagal dan tidak laku dipasaran, namun terus berusaha lewat ujian dan kegagalan yang ada.

“Jangan cepat menyerah dan mengeluh. Jatuh dan gagal, bangun lagi serta terus berusaha. Karena kegagalan adalah pelajaran untuk sukses masa depan,” paparnya.

Anis Matta Pimpin Napak Tilas Perjalanan Darat ke Jatim, Jateng dan DIY

, , , , , , , , , , ,

Partaigelora.id -Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta memulai perjalanan darat, napak tilas kunjungan ke tiga provinsi, Jawa Timur (Jatim), Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa (9/11/2021) pagi.

Kunjungan ini, dilakukan Anis Matta dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada Rabu, 10 Nopember 2021 ini.

“Pada pagi ini, Dewan Pimpinan Nasional Partai Gelora Indonesia memulai perjalanan darat menuju Surabaya untuk memperingati Hari Pahlawan, 10 Nopember besok, ” kata Anis Matta di Jakarta, Selasa (9/11/2021).

Anis Matta memimpin perjalanan darat dari Jakarta-Surabaya, dengan mengendarai mobil pribadinya Mercedes Benz E Class secara langsung. Bahkan Anis Matta mensupiri sendiri mobil pribadinya itu hingga tol Cipali Km 103.

Kunjungan ini diikuti oleh seluruh Badan Pengurus Harian, selain Anis Matta, seperti Wakil Ketua Umum. Fahri Hamzah, Sekretaris Jenderal Mahfuz Sidik dan Bendahara Umum Achmad Rilyadi. Juga diikuti oleh para Ketua Bidang DPN Partai Gelora Indonesia.

Anis Matta bersama rombongan kemudian ishoma dan melepaskan penat di rest area KM 103 tol Cipali. Setelah itu, Anis Matta melanjutkan kembali perjalanan darat menuju Surabaya.

Namun, Anis Matta tak lagi mengendarai mobil pribadinya, tapi berpindah ke Bus Pariwisata Suite Class/Sleeper Pandawa 87, yang disewa secara khusus oleh Partai Gelora.

Di bus ini, Anis Matta menggelar rapat dengan para ketua bidang membahas agenda aksi di tiga provinsi, selain agenda peringatan Hari Pahlawan.

“Pada Desember ini, kita sudah memasuki tahapan instrumen selanjutnya, yakni mobilisasi kader dan massa secara offline. Dan alhamdulillah di tahapan sebelumnya, operasi teroritori dan media kita relatif berhasil,” ungkap Anis Matta.

Mobilisasi massa yang akan dilakukan, kata Anis Matta, adalah berbasis daerah pemilihan (dapil) dengan tetap melihat public mood sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.

“Misalnya kepedulian pada dampak perubahan iklim, kita advokasi nelayan. Dan karena ini, mulai bulan-bulan bencana, kita akan melaunching Blue Helmet, Relawan Kemanusian kita,” ujar Anis Matta.

Di Surabaya, Rabu (10/11/2021) Anis Matta akan mengunjungi kuliner bersejarah, tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Surabaya dan makam Bung Tomo (Dr Sutomo).

Lalu, mengunjungi museum HOS Cokroaminoto. Di museum tersebut, kemudian membuka diskusi Gelora Talks dengan tema ‘Semua Bisa Jadi Pahlawan, Gelorakan Semangat Kepahlawanan’ yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube Gelora TV.

Pada esoknya, Kamis-Jumat, 11-12 Nopember 2021 Anis Matta akan melakukan kunjungan ke Jawa Tengah antara lain ke Pati, Demak dan Semarang.

Terakhir, pada Sabtu, 13 Nopember, Anis Matta akan berkunjung ke DIY, sebelum bertolak ke Jakarta untuk mengakhiri kunjungan selama lima di tiga provinsi.

Peringati Hari Pahlawan, Partai Gelora Gelar Doa Bersama untuk Pahlawan di 34 Provinsi dan Napak Tilas Anis Matta

, , , , , ,

Partaigelora.id – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Partai Gelombang Rakyat (Gelora) akan menggelar doa bersama secara serentak untuk para Pahlawan di 34 provinsi pada Rabu, 10 Nopember 2021.

Doa bersama akan dipusatkan di Surabaya, Jawa Timur dan diikuti secara daring oleh 34 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) se-Indonesia.

Doa bersama untuk Pahlawan di 34 provinsi ini mengambil tema ‘Pahlawan Indonesia itu Multi Etnis’.

Selain itu, Ketua Umum Partai Gelora Indonesia akan melakukan napak tilas ke beberapa lokasi bersejarah untuk mengenang peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, yang telah ditetapkan sebagai Hari Pahlawan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia Mahfuz Sidik dalam keterangannya, Minggu (7/11/2021).

“Dalam memperingati Hari Pahlawan, Partai Gelora Indonesia menggelar doa bersama untuk Pahlawan di 34 Provinsi dan Pak Anis Matta, Ketua Umum Partai Gelora akan napak tilas peristiwa 10 November,” kata Mahfuz.

Menurut Mahfuz, aksi doa bersama secara serentak ini dimaksudkan untuk terus memupuk jiwa kepahlawanan para pengurus, fungsionaris dan kader Partai Gelora agar terus menggelorakan Semangat Pahlawan seperti Pahlawan Rela Berkorban dan Pahlawan itu Berbagi.

“Jadi aksi doa bersama serentak ini dimaksudkan untuk memupuk terus jiwa kepahlawanan di kalangan pengurus dan anggota partai Gelora. Apalagi dalam situasi krisis seperti sekarang,” ujarnya.

Sementara terkait napak tilas Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta untuk mengenang peristiwa 10 Nopember, kata Mahfuz, Anis Matta akan melakukan ziarah ke beberapa tempat bersejarah di Jawa Timur.

Dalam napak tilas ini, selain didampingi dirinya, Anis Matta juga akan didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah, Bendahara Umum Achmad Rilyadi, para Ketua Bidang  Dewan Pimpinan Nasional (DPN) dan pengurus DPW Partai Gelora Jawa Timur.

Antara lain ziarah ke makam Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari,  pencetus Resolusi Jihad di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.

Lalu, berziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Surabaya. Terakhir ziarah ke makam Pahlawan Nasional Dr Sutomo atau yang akrab di panggil Bung Tomo (Sutomo) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ngagel Rejo, tepat di sebrang TMP Surabaya

Jadi Ancaman Terbesar Keamanan Nasional, Anis Matta: Isu Perubahan Iklim Jadi Agenda Utama Partai Gelora

, , , , , , , , , ,

Partaigelora.id – etua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesa Anis Matta menegaskan, perubahan iklim adalah ancaman terbesar bagi keamanan Indonesia, melebihi semua ancaman perang yang ada.

“Isu perubahan iklim ini adalah ancaman keamanan besar. Bagi Indonesia harus kita persepsi sebagai ancaman keamanan nasional paling besar yang kita hadapi saat ini, bahkan melebihi semua ancaman perang yang mungkin bisa kita prediksi,” kata Anis Matta dalam Gelora Talk yang disiarkan langsung di kanal YouTube Gelora TV, Rabu (3/11/2021) petang.

Diskusi bertajuk ‘Ancaman Climate Change Mengintai Indonesia’  ini dihadiri tokoh nasional dan pemerhati lingkungan Prof Emil Salim, Plt Deputi Klimatalogi BMKG Dr. Urif Haryoko dan Direkur Eksekutif Nasional Walhi  Zenzi Suhadi. Diskusi ini dipandu , Ketua Bidang Lingkungan Hidup DPN Partai Gelora Rully Syumanda.

Menurut Anis Matta, saat ini diperlukan suatu gerakan literasi masif untuk mitigasi perubahan iklim, karena literasi masyarakat terhadap isu ini masih sangat minim. 

“Sehingga ini akan memberikan inspirasi masyarakat, bagaimana mengelola isu perubahan iklim,” katanya.

Dalam kaitan ini, Anis Matta juga berpandangan perlunya transformasi ekonomi yang sistemik untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Sebab, mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim saat ini mendapatkan banyak tantangan, akibat ide pertumbuhan dalam mazhab ekonomi global yang menjadi dasar dari sistem sekarang, dimana Indonesia telah membayar ongkos kerusakan lingkungan yang sangat besar.

“Karena itu, Partai Gelora akan menjadikan isu perubahan iklim ini sebagai agenda utama dan gerakan politik dalam perjuangannya. Partai Gelora melihat ini merupakan ancaman keamanan nasional yang paling berat,” katanya.

Partai Gelora mengajak semua pihak untuk berkolaborasi menyelamatkan masa depan generasi muda dengan mitigasi dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim.

“Sebagai negara kepuluan, Indonesia adalah salah satu negara yang menjadi collateral damage. Korban paling besar dari perubahan iklim yang terjadi secara global,” tegas Anis Matta.

Anis Matta menilai perlu ada model ekonomi baru yang kompatibel dengan perubahan iklim, yang tidak sekedar ramah lingkungan, tetapi juga terus berupaya untuk memitigasi dan adaptasi terhadap mesin pertumbuhan ekonomi.

“Orientasinya pada mitigasi dan adaptasi, Ini tantangan kita sebagai bangsa. Mudah-mudahan semua terinspirasi dan secara bersama-sama berkolaborasi untuk menemukan jalan model ekonomi yang kompatibel terhadap perubahan iklim,” tandasnya.

Tokoh nasional dan pemerhati lingkungan Prof Emil Salim mengatakan, kerusakan lingkungan di Indonesia sangat mengkwatirkan akibat perilaku generasi tua dalam mengeksplorasi sumber daya alam, seperti penggunaan batubara dan energi  terbarukan lainnya, sehingga meningkatkan pencemaran karbon dioksida CO2.

“Kita sayangkan generasi tua dan para pemimpin bangsa tidak bersuara terhadap dampak perubahan iklim. Kewajiban moral kita menjamin generasi muda tidak menderita akibat kebijakan pembangunan yang sekarang kita lakukan,” kata Emil Salim.

Guna menyelamatkan masa depan generasi muda, kata Emil Salim, pemerintah perlu meninggalkan penggunaan batubara dalam kebutuhan energi listrik, misalnya  karena merusak lingkungan dan menimbulkan efek gas rumah kaca. Lebih baik beralih untuk menggunakan energi matahari dan angin.

“Matahari bersinar di atas khatulistiwa dan berlimpah udara (angin). Itu kenapa tidak kita pakai untuk listrik untuk pusat listrik dari PLN. Mengapa cahaya yang vertikal di atas kepala kita di khatulistiwa dan angin ini,  tidak kita manfaatkan dan kita pakai sebagai energi terbarukan. Energi ini bisa kita simpan di pulau-pulau dari Sabang ke Merauke, tidak seperti sekarang di distribusikan,” ujar Emil Salim.

Plt Deputi Klimatalogi BMKG Urif Haryoko mengungkapkan, BMKG telah memberikan informasi kepada Bappenas dalam informasi penyusunan Rencana Aksi Nasional Adaptasi Perubahan iklim yang diberikan setiap lima tahun sekali. Namun, proyeksi iklim sekarang dan akan datang tetap menjadi pertimbangan.

Sementara terkait literasi perubahan iklim kepada masyarakat, kata Urip, BMKG telah mengembangkan Sekolah Iklim sejak 2015 lalu, yang memberikan informasi kepada para petani mengenai informasi cara baru bercocok tanam dan nelayan informasi tentang gelombang tinggi.

“Masyarakat itu tidak tahu apa itu perubahan iklim, yang penting itu bagaimana menyikapi adaptasinya. Karena itu,, kami sangat mendukung upaya Pak Anis Matta untuk literasi kepada masyarakat membangun kesungguhan masyaraat untuk menghadapi perubahan iklim,” katanya.

BMKG mengucapkan terima kasih kepada Partai Gelora yang sudah ikut serta memberikan literasi pengetahuan terhadap perubahan iklim. 

“Sekali lagi terima kasih kepada kepada Partai Gelora Indonesia  yang sudah ikut melakukan literasi pengetahuan tentang perubahan iklim kepada masyarakat,” kata Plt Deputi Klimatologi BMKG ini.

Direkur Eksekutif Nasional Walhi  Zenzi Suhadi menambahkan,  perlu tindakan konkret pemerintah dalam menghadapi dampak perubahan iklim di Indonesia. Sebab, dampak perubahan iklim berkolerasi dengan kehidupan masyarakat secara langsung.

“Dampak perubahan iklim berkolerasi dengan sumber kehidupan masyarakat seperti hujan ekstrem, banjir dan tanah longsor. Kita perlu tindakan kongkret untuk menyelasaikan ini,” kata Zenzi.

Potong Nasi Tumpeng Biru, Partai Gelora Dapat Ucapan Spesial dari Anies Baswedan, Sandiaga Uno Dan Berbagai Kalangan

, , , , , , ,

Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia merayakan Milad ke-2 pada Kamis (28/10/2021) malam secara sederhana di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan.

Perayaan dihadiri Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta, Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah, Sekretaris Jenderal Mahfuz Sidik dan para fungsionaris DPN Partai Gelora.

Dalam kesempatan ini, Anis Matta melakukan pemotongan Nasi Tumpeng berwarna biru. Potongan nasi tumpeng tersebut kemudian diberikan kepada perwakilan Generasi Muda Partai Gelora sebagai pertanda semangat ‘Koloborasi Menuju 5 Besar Dunia’.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, malam ini kita potong tumpengnya. Tumpengnya pun biru, tumpengnya bergelora. Saya juga baru lihat nasi biru, kalau nasi saja bisa biru, Insya Allah Indonesia bisa biru,” kata Anis Matta.

Aksi pemotongan nasi tumpeng ini, kemudian diikuti secara serentak oleh DPW, DPD, DPC dan PAC di seluruh Indonesia, yang juga melakukan pemotongan nasi tumpeng serupa.  Mereka melakukan aksi nobar (nonton bareng) perayaan Milad ke-2 Partai Gelora yang disiarkan secara langsung di Channel YouTube Gelora TV.

Dalam Milad ke-2 ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri Parawisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Wakil Menteri Hukum dan HAM Edward ‘Eddy Hiariej, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memberikan ucapan secara khusus atau spesial kepada Partai Gelora.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, tema koloborasi menuju lima besar dunia menyiratkan sebuah semangat yang akan menjadi pendorong bagi kemajuan Partai Gelora, sehingga bisa memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.

“Ijinkan hari ini, saya mengucapkan hari jadi kepada Partai Gelombang Rakyat, Partai Gelora Indonesia. Salam hangat dari balaikota,” kata Anies Baswedan.

Sementara Sandiaga mengatakan, Partai Gelora dibawa pimpinan Anis Matta, Fahri Hamzah dan Mahfuz Sidik akan terus bergelora melakukan pencapaian yang luar biasa seperti hari ini.

Sementara itu, Wakil Menteri Hukum dan HAM Edward ‘Eddy berharap Partai Gelora bisa mewarnai demokrasi di Indonesia menjadi lebih baik lagi.

“Saya berharap Partai Gelora memberikan kerja nyata bagi rakyat Indonesia, mampu mewarnai demokrasi Indonesia lebih baik lagi,” kata Eddy Hiariej.

Hal senada disampaikan Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza (Ariza) Patria yang juga Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta.  Ariza berharap Partai Gelora semakin berkembang pesat agar bisa memberikan kontribusi besar bagi agama dan bangsa agar Indonesia menjadi negara berdaulat.

Selain mereka sejumlah kepala daerah seperti Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad, Bupati Pandeglang Irna Narulita Dimyati, Bupati Bangka Selatan Reza Herdavid dan lain-lain juga memberikan ucapan selamat HUT  ke-2 Partai Gelora.

Tak ketinggalan juga sejumlah selebritas tanah air seperi Renny Djajoesman, Nia Paramitha menyampaikan ucapan serupa kepada Partai Gelora yang merayakan HUT ke-2 yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Kamis, 28 Oktober 2021.

Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta mengaku bersyukur dalam Milad ke-2 di tengah banyaknya keterbatasan, Partai Gelora mampu menciptakan pencapaian yang luar biasa baik pada kekuatan postur struktur, kader maupun popularitas  dan elektablitas.

“Sekali lagi ini adalah malam yang kita syukuri. malam yang sangat kita syukuri, karena itu mari berdoa kepada Allah SWT. Alhamdulillah sebagian besar pekerjaan rumah tangga kita, relatif selesai,” ujar Anis Matta.

Anis Matta berharap seluruh fungsionaris dan kader Partai Gelora bisa mengakhiri kerja sepi selama dua tahun ini dengan mulai mendatangi dan menyapa rakyat untuk menyerukan suatu perubahan besar.

“Kita mengikrarkan, sekarang kita keluar untuk meniupkan angin agar riak perubahan menjadi gelombang, gelombang perubahan menuju Indonesia lima besar dunia,” tegas Anis Matta.

Sekretaris Jenderal Partai Gelora Mahfuz Sidik mengatakan, hingga Kamis (28/10/2021) jumlah kader Partai Gelora berjumlah 500.611 orang dan ditargetkan 1 juta kader pada akhir Desember 2021.

Saat  ini, Partai Gelora telah berhasil membentuk 6.837 DPC (kecamatan) atau 88 persen dari seluruh kecamatan di Indonesia. Sedangkan pembentukan DPW (provinsi), DPD (kabupaten/kota) sudah mencapai 100 persen.

“Sekarang ini Partai Gelora sudah memiliki 10.941 Pimpinan Anak Cabang ditingkat kelurahan dan desa. Ini baru 13 persen, PR-nya masih banyak karena ada 83.446  kelurahan dan desa. Tapi mudah-mudahan milad ketiga bisa 100 persen,” kata Mahfuz.

Mahfuz menambahkan hingga kini ada 19 DPW yang telah menyelesaiakan 100 persen pembenttukan DPC. Yakni DPW Partai Gelora DKI Jakarta, Sulawesi Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan dan  Kalimantan Utara.

Kemudian DPW Partai Gelora Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Lampung, Kalimantan Tengah, Kepulauan Riau, Maluku Utara, Jambi, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Riau, Sulawesi Tenggara, Maluku dan Bali.

Dalam Milad ke-2 ini, Partai Gelora melaunching program baru, yakni Pilot Project Pipi (Pintarnya Perempuan Indonesia), Sagara Film Festival, Planting Life (Gerakan Menanam Pohon, Menanam 1.000 Kehidupan), dan Kompetisi Orasi Politik 2021

Inilah Pidato Lengkap Anis Matta yang Membakar Semangat Fungsionaris dan Kader Partai Gelora untuk Mulai Menyapa Rakyat

, , , , , ,

Partaigelora,id – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia merayakan Milad ke-2 pada Kamis (28/10/2021) secara sederhana, dilaksanakan secara daring diiikuti oleh seluruh fungsionaris Partai Gelora di pusat dan di daerah.

Bahkan DPW, DPD, DPC dan PAC se-Indonesia menggelar acara nobar (nonton bareng) perayaan Milad ke-2 Partai Gelora yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube Gelora TV.

Mereka terlihat khitmad dan antusias saat mengiikuti rangkaian acara Milad ke-2, termasuk melakukan pemotongan Nasi Tumpeng secara serentak, setelah diawali Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta memotong tumpeng terlebih dahulu dari Studio DPN Partai Gelora Indonesia.

Anis Matta dalam pidatonnya memberikan apresiasi kepada seluruh fungsionaris dan kader yang telah bekerja keras dengan beban kerja berat, waktu yang cepat dan keterbasan sumber daya.

Namun, telah menghasilkan pencapaian luar biasa dalam pemenuhan struktur, kader, popuralitas dan elektabilitas dalam kerja sepi selama dua tahun terakhir ini.

Anis Matta mengajak seluruh kader untuk mengikarkan diri kesiapannya untuk mulai datang dan menyapa rakyat untuk menyerukan perubahan besar. Yang memberikan kenyakinan, harapan, tekad dan harapan untuk mewujudkan Indonesia sebagai 5 besar dunia.

Berikut pidato lengkap Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta dalam Milad ke-2

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Saudara-saudara semua yang saya cintai. Para pimpinan Partai Gelora di DPN dan di seluruh provinsi. Juga di seluruh kabupaten/kota, di seluruh DPC dan PAC yang mengikuti HUT Gelora pada pada malam hari ini.

Malam ini, kita merayakan HUT ke-2. Ini adalah dua tahun yang sangat kita syukuri, bahwa ada keterbasan sumber daya dan ruang gerak. Kita menciptakan begitu banyak pencapaian yang luar biasa, baik pada kekuatan postur struktur dan kader kita maupun popularitas kita dan elektaablitas kita.

Saudara-saudaraku semuanya, saya ingin mengajak saudara-saudara semua pada malam ini. Sekali lagi ini, adalah malam yang kita syukuri. malam yang sangat kita syukuri, malam yang sangat kita syukuri. Dan karena itu, mari kita berdoa kepada Allah SWT. Allahummaj ‘alna minasysyakirin, Allahummaj ‘alna minasysyakirin, Allahummaj ‘alna minasysyakirin.

Saudara-saudara ku sekalian, Alhamdulillah setelah sebagian besar pekerjaan rumah tangga kita relatif selesai, sekarang waktunya kita keluar. Keluar dari mighrob, keluar dari kantor kita, keluar dari rumah kita. Keluar di sana bertemu dengan rakyat, menyapa mereka, menggalang dan mengkonsolidasi mereka. Bercerita kepada mereka tentang mimpi besar kita, menebarkan keyakinan, tekat dan determinasi.

Dan saudara-saudara semua akan menemukan keyakinan , bahwa di luar sana, rakyat kita pasti sedang mengalami goncangan jiwa yang besar, akibat krisis sistemik dan berlarut yang sekarang sedang kita alami. Mereka marah, mereka sedih, mereka takut, tapi juga frustasi. Sementara itu pada waktu yang sama, saudara-saudara semua juga akan merasakan, bahwa para pemimpin kita juga, sekarang ini sedang mengalami kebingungan, keraguan dan kegamangan.

Setiap krisis besar yang bersifat sistemik dan berlarut, selalu menciptakan serangan besar pada jantung Ideologi dan sistem. Dan karena itu, goncangan besar seperti ini, goncangan berat seperti ini ujian bagi semua ideologi dan juga bagi relevansi kepemimpinan.

Dulu pada tahun 1928, dunia sedang dalam proses perang dunia pertama dan dunia kedua, tapi tidak menuntaskan masalah. Dunia sedang berjalan ke perang dunia kedua yang sangat besar. Dan karena itu, bangsa Indonesia juga mengalami situasi jiwa sama. Keraguan, kebingungan dan kegamangan, bahwa cita-cita kemerdekaan kita mungkin saja kandas atau rasanya terlalu jauh untuk dicapai.

Dan karena itu, saudara-saudara sekalian, para pemuda saat itu muncul mendeklarasikan satu tekad yang kemudian kita kenal sebagai Sumpah Pemuda. Seluruh bangsa indonesia saat itu sebenarnya sudah menyadari betul, makna identitas dari sumpah pemuda itu. Tetapi apa yang menyebar dari Sumpah Pemuda adalah tekadnya, semangatnya, keyakinannya, determinasinya. Bahwa walaupun cita-cita kemerdekaan belum tercapai, kita sudah mempunyai satu identitas, yaitu Indonesia.

Sekarang di tengah goncangan besar yang menimpa jiwa rakyat kita dan kebingungan, keraguan, serta kegamangan yang dialami oleh para pemimpin kita. Sekali lagi orang membutuhkan, rakyat kita di sana membutuhkan para pembawa obor keyakinan, obor harapan, obor tekad, dan obor determinasi.

Dan karena itu, saudara-saudara semua, malam ini saya ingin mengingatkan, bahwa dua tahun yang lalu, ketika kita mendirikan berdirinya Partai Gelombang Rakyat Indonesia. Saya mengatakan pada waktu itu, bahwa hari kelahiran ini adalah hari keyakinan. Kita yakin dengan mimpi besar yang kita bawa. Kita yakin dengan peta jalan yang kita miliki dan kita buat. Kita yakin dengan kemampuan yang kita miliki, dan kita yakin bisa mencapai cita-cita yang ingin kita raih. Itulah hari keyakinan, dua tahun kemudian, pada malam ini setelah kita menyelesaikan sebagian besar rumah tangga kita. Dan kitamenyaksikan ada goncangan besar di luar sana serta ada kebingungan, keraguan dan kegamangan dari para pemimpin.

Hari ini, malam hari ini, saya ingin menyatakan pada ulang tahun kita yang kedua. Ini adalah hari kesiapan, bahwa Partai Gelora, Insya Allah siap memimpin perubahan besar menuju Indonesia 5 besar dunia. Karena itu, saudara-saudara sekalian, malam hari ini saya hanya menyampaikan satu pesan, bahwa tanda dari kesiapan kita itu, kita keluar dari mighrob kita. Kita keluar dari kerja sepi yang kita lakukan selama dua tahun ini. yang telah membuahkan capian yang luar biasa. Kita keluar dari kantor kita, kita datang menemui rakyat. Kita tebarkan keyakinan, kita tebarkan harapan. Kita tiupkan angin, biar riak gelombang, biar riak laut itu berubah menjadi gelombang perubahan besar. Tiupkan angin biar air yang mengalir di sungai menjadi arus perubahan yang besar.

Karena saudara-saudara sekalian datang di tengah kebingungan, yang dibutuhkan orang itu adalah orang yang yakin. Kalau semua orang rapuh yang dinanti-nantikan adalah orang yang dengan penuh keyakinan. Siapa yang datang dengan penuh gelora, siapa yang datang dengan penuh semangat. Itu sebannya, kenapa partai ini kita beri nama gelombang rakyat. Gelombang adalahenergi, rakyat adalah pelaku. Sekali lagi gelombang adalah energi dan rakyat adalah pelaku.

Dan saya sangat bangga sekali, bahwa dari data setengah juta kader yang kita miliki, lebih dari 60 % mempunyai pendidikan SD sampai SMA. Kenapa saya sangat bangga dengan postur ini, karena ini persis mewakili postur manusia Indonesia sekarang, hanya ada 9 % dari rakyat Indonesia yang mempunyai pendidikan tinggi. Dan itu, artinya bahwa artai Gelora ini telah menjadi partai rakyat, kita diterima luas di semua segmen.

Dan alhamdulillah dari postur ini yang menarik adalah keragaman dari segi agama, keragaman dari segi etnis yang relatif merata di seluruh Indonesia. Jadi semangat untuk mewakili Indonesia, semangat untuk mengubah riak menjadi gelombang, ini benar-benar terasa pada postur anggota dan kader yang telah mendaftar di Partai Gelora saat ini.

Oleh karena itu, kenapa kita menetapkan tagline kolaborasi pada ulang tahun kedua ini, karena semua kolaborasi itu terasa terwakili didalam postur kader yang kita miliki saat ini. Itu sebabnya, orang-orang yang bingung, frustasi, yang sedang mengalami guncangan hebat di luar sana, sedang menunggu sekali lagi para pembawa obor keyakinan, para pembawa obor harapan, tekad dan deterimnasi.

Dan sekarang kita telah menetapkan satu mimppi besar menjadikan Indonesia sebagai 5 besar dunia. Itu adalah cita-cita sejarah. Kita juga tahu peta jalan menuju ke sana, tapi apa yang paling penting adalah mengajak seluruh rakyat Indonesia menjadi pelaku sejarahnya sendiri. Dan itulah misi kita di Partai Gelora.

Saya bersukur bahwa di dalam survei yang kita lakukan, alasan pertama orang memilih Partai Gelora adalah karena partai ini membawa misi perubahan. Itu artinya walaupun sebagai besar masyarakat Indonesia ini pendidikannya adalah SD sampai SMA. Mereka kelitatan tidak well educated (berpendikan baik), tetapi pada dasarnya mereka pada dasarnya mereka sekarang well inform (menginformasikan dengan baik). Karena itu, mereka bisa akrab dengan narasi-narasi yang selama ini dianggap berat. Dihindari partai politik untuk di solisasikan kepada rakyat, karena menganggap rakyat ini tidak akan faham dengan narasi narasi besar yang sulit, dan rumit. Tetapi itu adalah penghinaan kepada rakyat kita.

Sekarang saya yakin, bahwa rakyat kita sekarang ini, bangsa Indonesia sekarang ini sedang dalam penantian. Saya ulangi kembali rakyat Indonesia saat ini sedang dalam penantian, apa yang mereka nantikan, kekuatan baru yang akan memimpin perubahan. Dan sekali lagi itulah peran yang ingin diambil oleh Partai Gelora.

Saudara-saudara sekalian, saya ingin mengucapkan apresiasi yang sangat dalam atas kerja keras saudara. Saya tahu, bahwa dalam dua tahun ini, kita telah bekerja keras. Pekerjaan terlalu banyak, waktu kita terlalu padat, sumber daya kita sangat terbatas. Saya tahu saudara-saudara semua mengalami tekanan yang berat, tapi saudara-saudara sekalian, tekanlah yang melahirkan gelombang yang kuat. Tekananlah yang melahirkan dinamika yang kuat. Dan itu sebabnya, pada hari kedua ini, setelah dua tahun yang sepi yang kita lalui. Kita mengkrarkan sekarang, kita sekarang keluar. Keluar meniupkan angin agar riak berubah menjadi gelombang. Sekali lagi kita keluar tiupkan angin agar riak menjadi gelombang perubahan, menuju Indonesia 5 besar dunia.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Akhiri ‘Kerja Sepi’, Anis Matta: Saatnya Kita Datang dan Menyapa Rakyat untuk Lakukan Perubahan

, , , , , , ,

Partaigelora.id – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia mengikrarkan diri dan kesiapannya untuk memimpin perubahan menuju Indonesia lima besar dunia, setelah mendapatkan capaian luar biasa dalam  pemenuhan postur struktur, kader, popularitas dan elektabilitas.

“Hari ini, malam hari ini (Kamis, 28 Oktober 2021), saya ingin menyatakan pada ulang tahun kita yang kedua. Ini adalah hari kesiapan, bahwa Partai Gelora Insya Allah, siap memimpin perubahan besar menuju Indonesia lima besar dunia,” kata Anis Matta, Ketua Umum Partai Gelora Indonesia saat menyampaikan Pidato Milad ke-2 yang disiarkan secara langsung di Channel YouTube Gelora TV pada Kamis (28/10/2021) malam.

Menurut dia, seluruh fungsionaris Partai Gelora harus mengakhiri kerja sepi selama dua tahun ini, dan mulai mendatangi dan menyapa rakyat untuk menyerukan suatu perubahan besar.

“Tanda kesiapan kita itu, kita keluar dari mighrob kita, kita keluar dari kantor kita, kita datang menemui rakyat. Kita keluar dari kerja sepi yang kita lakukan selama dua tahun ini, yang telah membuahkan capaian luar biasa,” ujar Anis Matta.

Anis Matta berharap seluruh fungsionaris dan kader Partai Gelora mulai menebarkan obor keyakinan, obor harapan, obor tekad dan obor determinasi.

Sebab, masyarakat saat ini tengah mengalami goncangan jiwa yang besar akibat krisis sistemik dan berlarut yang sekarang sedang kita alami. Mereka marah, sedih, takut dan frustasi.

Sementara pada waktu yang sama, para pemimpin kita juga juga sedang mengalami kebingungan, keraguan dan kegamangan. Sehingga goncangan ini menciptakan serangan besar pada jantung ideologi, sistem dan relevansi kepemimpinan.

“Kita tebarkan keyakinan,  kita tebarkan harapan. Tiupkan angin biar riak menjadi gelombang, biar riak laut itu berubah menjadi gelombang perubahan besar. Tiupkan angin biar air yang mengalir di sungai menjadi arus perubahan yang besar,” tegasnya.

Anis Matta lantas mengingatkan, saat mendirikan Partai Gelora dua tahun lalu, sudah menyatakan bahwa hari kelahiran adalah hari keyakinan. Partai Gelora yakin dengan mimpi besar dan peta jalan yang telah dibuat.

“Kita yakin dengan mimpi besar yang kita bawa. Kita yakin dengan peta jalan yang kita miliki dan kita buat. Kita yakin dengan kemamuan yang kita miliki, dan kita yakin bisa mencapai cita-cita yang ingin kita raih,” ujarnya.

Itu sebabnya, kata Anis Matta, partai ini diberi nama gelombang rakyat, karena gelombang adalah energi dan rakyat adalah pelakunya.

“Dan saya sangat bangga sekali, bahwa dari data setengah juta kader yang kita miliki, lebih dari 60% mempunyai pendidikan SD sampai SMA.  Kenapa saya  sangat bangga dengan postur ini, karena persis mewakili postur manusia Indonesia sekarang. Dan hanya ada 9 % dari rakyat Indonesia yang mempunyai pendidikan tinggi,” ungkapnya.

Artinya, Partai Gelora telah diterima secara luas di semua segmen masyarakat, disamping diwarnai keragaman agama dan etnis yang merata di seluruh Indonesia.

“Saya bersyukur bahwa di dalam survei yang kita lakukan, alasan pertama orang memilih Partai Gelora adalah karena partai ini membawa misi perubahan,” katanya.

Anis Matta menegaskan, meski kader Partai Gelora rata-rata berpendidikan SD sampai SMA dan dianggap kurang berpendidikan, namun mereka justru bisa memahani narasi-narasi Partai Gelora yang dianggap besar. 

“Mereka bisa akrab dengan narasi-narasi yang selama ini dianggap berat, yang dihindari partai politik untuk di solisasikan kepada rakyat. Karena menganggap rakyat ini tidak akan faham dengan narasi narasi besar yang sulit, dan rumit. Itu adalah penghinaan kepada rakyat,”  tandasnya.

Olehnya itu, tambahnya, ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia, untuk menjadi pelaku sejarah perubahan membawa Indonesia menjadi kekuatan 5 besar dunia.

“Rakyat kita sekarang ini, bangsa Indonesia sekarang  ini sedang dalam penantian. Apa yang mereka yang mereka nantikan, kekuatan baru yang akan memimpin perubahan. Itulah peran yang ingin diambil oleh Partai Gelora,” katanya.

Karena itu, Anis Matta memberikan apresiasi terhadap kerja keras para fungsionaris dan kader Partai Gelora selama dua tahun ini, dengan adanya tekanan yang luar biasa baik pada pekerjaan, waktu maupun sumber daya yang terbatas.

“Saya tahu saudara-saudara semuanya akan mengalami tekanan yang berat. Tapi tekananlah yang membuat gelombang perubahan yang kuat. Kita mengikrarkan, sekarang kita keluar untuk meniupkan angin agar riak berubah menjadi gelombang perubahan menuju Indonesia lima besar dunia,” pungkasnya.

Alamat Dewan Pengurus Nasional

Jl. Minangkabau Barat Raya No. 28 F Kel. Pasar Manggis Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan 12970 Telp. ( 021 ) 83789271

Newsletter

Berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan kabar terbaru.

Mobile Apps



X