Tag: Partai Gelora Indonesia

PPKM Darurat Terindikasi Gagal, karena Tidak Terapkan Tiga Instrumen Ini

, , , , , ,

Partaigelora.id – Pemerintah telah menerapkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat di Pulau Jawa dan Bali pada 3-20 Juli guna menekan lonjakan Covid-19 di Indonesia yang dipicu merebaknya varian Delta dari India.

Namun, kebijakan PPKM Darurat tersebut, dinilai Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia tidak efektif untuk meredam Covid-19 varian Delta karena pemerintah tidak memaksimalkan tiga instrumen kekuasaan.

Terbukti, masih banyak dijumpai perusahaan sektor non esensial dan kritikal yang tidak mematuhi PPKM Darurat, memaksa pekerjanya bekerja di kantor, bukan dari rumah, disamping tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan masih rendah.

“Pemberlakuan PPKM darurat terindikasi gagal redam lonjakan Covid-19 varian Delta karena pemerintah tidak maksimal menggunakan tiga instrumen kekuasaan,” kata Achmad Nur Hidayat (Matnoer), Ketua Bidang Kebijakan Publik Partai Gelora Indonesia dalam keterangannnya, Kamis (8/7/2021).

Menurut Matnoer, tiga instumen kekuasaan yang dia maksud adalah instrumen law enforcement (penegakan hukum), instrumen keuangan dan instrumen leadership (kepemimpinan).

Indikasi PPKM Darurat terindikasi gagal, karena PPKM Darurat belum memberikan hasil berupa melambatnya laju kematian dan laju kasus aktif sebagaimana PSBB di awal pandemi 2020 lalu, malahan sebaliknya terjadi lonjakan kasus aktif dan laju kematian.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kasus Covid-19 di Indonesia hingga Rabu (7/7/2021), berjumlah 2.379.397 sejak ditemukan pada Maret 2020 lalu. Ada penambahan 34.379 kasus baru Covid-19 yang merupakan rekor terbaru.

Hal itu mendekati prediksi Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang menyebut kasus harian bisa mencapai 40 ribu per hari.

Sedangkan pasien Corona yang dinyatakan sembuh hingga saat ini berjumlah 1.973.388 orang dan yang meninggal dunia sebanyak 62.908 orang.

“PPKM Darurat sudah berjalan 6 hari sejak 3 Juli namun belum mampu menghentikan laju kematian dan laju kasus aktif Covid-19.  Laju kesembuhan belum juga menunjukan level normal sebelum PPKM darurat,” ujarnya. 

Ia menilai PPKM Darurat Jawa Bali kurang disertai dengan instrumen penegakan hukum (law enforcement) dibandingkan PSBB lalu.

“Di lapangan banyak perusahaan non esensial dan non kritikal yang tidak mematuhi aturan PPKM. Mereka memaksa karyawan masuk ke kantor. Mereka tidak di hukum tegas,” katanya.

Matnoer melihat lemahnya law enforcement dalam PPKM Darurat terjadi karena tidak dilibatkannya Menko Polhukam Mahfud MD dan jajarannya dalam gugus tugas PPKM Darurat.

“Penunjukan Pak Luhut Menko Marves adalah penunjukan yang tidak dilandasi perencanaan matang akibatnya ada yang miss calculation terkait law enforcement,” tegas Matnoer.

Sedangkan terkait instrumen keuangan, Matnoer juga melihat tidak dikuatkan dalam PPKM Darurat kali ini dalam dukungan anggaran.

“Menko Perekonomian telah mengusulkan tambahan Rp225,4 triliun, namun implementasinya butuh waktu 1-2 minggu paling cepat untuk administrasinya dan butuh waktu 1 bulan untuk implementasi lapangannya. Sementara PPKM darurat berakhir 20 Juli. Artinya, dukungan keuangan terlambat,” ungkapnya.

Kebijakan PPKM Darurat ini, lanjutnya, adalah contoh bagaimana kebijakan penanganan pandemi tidak terstruktur, pemerintah gagap dan tidak belajar selama satu tahun kemarin, ini perlu penangangan langsung oleh Presiden.

“Saya kaget karena penambahan anggaran baru diusulkan setelah PPKM Darurat berjalan tiga hari, padahal RS sudah bleeding keuangannya.  Insentif tenaga kesehatan dan anggaran penambahan obat-obatan tidak bisa menunggu birokrasi administrasi yang panjang,” kata kata pendiri Narasi Institute ini.

Matnoer berharap Presiden Joko Widodo segera  memanggil Menteri Keuangan  Sri Mulyani untuk menyusun draf perubahan dari Perpres No.113 Tahun 2020.

Tanpa perubahan Perpres No.113 Tahun 2020 sebagai payung hukumnya, maka APBN 2021 tidak bisa diubah begitu saja untuk membantu penanganan kesehatan dan bantuan sosial kepada masyarakat

“APBN 2021 tidak didesain mengantisipasi varian Delta Covid-19, karena itu perlu disesuaikan dengan APBN-P 2021 dengan memasukan tambahan anggaran untuk kesehatan dan bantuan sosial yang besar,” katanya. .

Sebab, patut diingat bahwa APBN tidak lagi memerlukan persetujuan DPR seperti tercantum dalam Perpres No.113/2020 merupakan payung hukum perencanaan, penetapan, dan pelaksanaan APBN tahun 2021.

“Karena itu perubahan APBN 2021 cukup dilakukan perubahan Perpres,” katanya. 

Matnoer menegaskan, selain itu ada gap besar terkait kepemimpinan pemerintah dalam penanganan Covid-19, sehingga kesulitan dalam berkoordinasi. Koordinasi seharusnya berada di tangan Presiden langsung, bukan menteri. 

“Untuk mempersempit gap leadership, PPKM Darurat tidak bisa dikoordinasikan oleh selain Presiden. Bila ini varian Delta diibaratkan sebagai serangan masif terhadap publik Indonesia, maka Presidenlah yang harus memimpin counter attack dari serangan tersebut, bukan pembantu Presiden,” paparnya. 

“Hanya Perintah Presiden yang mampu meredam. Presiden juga bisa menutup gerbang pintu masuk Indonesia dari warga asing,” pungkasnya.

Partai Gelora Minta Kader di Daerah Berpartipasi Dalam Program Vaksinasi

, , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta meminta kepada seluruh fungsionaris dan anggota berpartipasi dalam program vaksinasi Covid-19 yang dicanangkan pemerintah di wilayahnya masing-masing.

Seruan tersebut disampaikan Anis Matta dalam Surat Edaran Nomor: 123/EDR/DPN-GLR/VII/2021 Tentang Partisipasi Dalam Program Vaksinasi yang ditekennya pada Selasa (6/7/2021), kepada 34 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan 514 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gelora Indonesia

“Berkenaan dengan melonjaknya angka penderita Covid-19 dan varian barunya yang lebih ganas, juga mempertimbangkan kepentingan kerja organisasi dan kesehatan jajaran fungsionaris dan anggota. Maka Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Gelora Indonesia menyerukan partisipasi dalam program vaksinasi,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Rabu (7/7/2021).

Menurut Anis Matta, hal itu supaya target ‘herd immunity’ segera tercapai agar Indonesia di harapkan bebas dari Coronavirus (Covid-19) dan mengakhiri ketidakpastian akibat krisis pandemi saat ini.

“Seluruh fungsionaris dan anggota Partai Gelora Indonesia diminta untuk mengikuti program vaksinasi Covid-19 di daerahnya masing-masing,” tegas Anis Matta.

Partisipasi tersebut, lanjutnya, dengan memperhatikan ketentuan dan syarat bagi setiap peserta vaksinasi.

Anis Matta juga meminta DPW dan DPD untuk membuka komunikasi dengan Institusi Kepolisian dan Rumah Sakit setempat yang memungkinkan dilakukan kerjasama program vaksinasi di kantor DPW dan atau DPD.

“Kepada seluruh jajaran Fungsionaris dan Anggota agar disiplin dalam penerapan protokol kesehatan, khususnya 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan) terutama untuk kegiatan yang bersifat langsung dan tatap muka, ujarnya.

Anis Matta berharap surat edaran ini mendapatkan perhatian dan dilaksanakan semaksimal mungkin oleh seluruh fungsionaris dan anggota Partai Gelora se-Indonesia.

“Demikian surat edaran ini kami sampaikan untuk mendapat perhatian dan dilaksanakan semaksimal mungkin. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan dan kesembuhan kepada kita semua. Wassalamualaikum Wr. Wb.,” pungkas Anis Matta.

Seperti diketahui, program vaksinasi Covid-19 yang dijalankan pemerintah telah dimulai sejak Pebruari 2021 lalu. Pemerintah menargetkan sasaran vaksinasi sebanyak 181.554.465 jiwa atau 70 persen populasi Indonesia untuk membentuk herd immunity.

Mulai Juli 2021, target vaksinasi harian menyentuh angka 1 juta vaksinasi per hari dan pada Agustus 2 juta vaksinasi per hari. Hingga Selasa (6/7/2021) sebanyak 33.176.029 orang telah menerima vaksin Covid-19 dosis pertama, Sedangkan penerima vaksin Covid-19 hingga dosis kedua atau lengkap sebanyak 14.267.980 orang.

Sementara kasus Covid-19 di Indonesia hingga Rabu (7/7/2021), berjumlah 2.379.397 sejak ditemukan pada Maret 2020. Sedangkan pasien Corona yang dinyatakan sembuh hingga saat ini berjumlah 1.973.388 orang dan yang meninggal dunia sebanyak 62.908 orang.

Pada Rabu (7/7/2021), ada penambahan 34.379 kasus baru Covid-19 yang merupakan rekor terbaru. Pemerintah sendiri telah  menyiapkan skenario baru jika kasus harian penyebaran Covid-19 terus melonjak, yang memungkinkan mencapai 40 ribu per hari.

Berdasarkan situs https://www.worldometers.info/coronavirus/, yang dilihat pada Selasa (6/7/2021),  Indonesia di urutan teratas dengan penambahan sebanyak 31.189 kasus. Total kasus positif di Indonesia tercatat sebanyak 2.345.018.

Setelah Indonesia Rusia berada di urutan kedua dengan penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 23.378 kasus dalam sehari. Kemudian disusul Iran dengan 16.080 kasus, dan Bangladesh di peringkat keempat dengan 11.525 kasus.

Anis Matta : Pemerintah Perlu Libatkan Ilmuwan Hadapi Kejutan Varian Baru Covid-19

, , , , , , , ,

Partaigelora.id – Ketua umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengatakan, virus Corona (Covid-19) terus memberikan kejutan varian-varian baru yang lebih ganas dan mematikan dalam beberapa waktu ke depan.

Ia berharap para saintis dapat memberikan panduan (guidance) kepada negara maupun publik, bagaimana cara tepat menghadapi pandemi Covid-19 ini.

“Kita saat ini menghadapi ketidaktahuan, kita mendapatkan kejutan-kejutan baru Covid-19. Disinilah perlunya ada guidance dari para saintis, yang sekaligus berfungsi melawan disinformasi informasi,” kata Anis Matta saat memberikan pengantar diskusi Gelora Talks dengan tema ‘Benarkah Varian Baru Virus Covid-19 Makin Ganas?’, Selasa (6/7/2021) petang.

Diskusi virtual ini menghadirkan narasumber, Spesialis Mikrobiologi Klinik dan Kedokteran Regenerasi dr. Rina Adeline, dr., SpMK., MKes., ABAARM, Pakar Epidemiologi Kesehatan , Kaprodi Magister-Fakulttas Kesehatan Masyarakay (FKM) Universitas Indonesia (UI) Dr.dr.Helda, M.Kes, dan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr. Daeng M Faqih, SH, MH.

Menurut Anis Matta, negara harus memberi ruang yang lebih besar kepada para saintifik untuk mengatasi pandemi Covid-19 saat ini. Sehingga negara diberikan pandauan dalam mengambil keputusan.

“Para saintis dapat berpartisipasi dengan memberikan guidance kepada publik tentang semua kejutan-kejutan baru yang kita saksikan setiap hari ini. Sebenarnya gelombang Covid-19 masih berapa lama?” katanya.

Hal itu dilakukan untuk menjaga ‘public mood’ dan daya tahan masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang tidak tahu kapan akan berakhir.

Spesialis Mikrobiologi Klinik dan Kedokteran Regenerasi dr. Rina Adeline, dr., SpMK., MKes., ABAARM, mengatakan, varian Delta dari India memiliki daya infeksi dan transmisi yang lebih besar.

“Virusnya mampu menginfeksi lebih besar dan terus melakukan bentuk mutasi baru. Virus ini bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan, dan bisa diketahui kalau test antara antigen dan PCR dilakukan bersamaan,” kata dr Rina Adeline.

dr Rina Adeline berharap pemerintah terus memperluas program vaksinasi dan mempercepat target ‘herd immunity’ tercapai.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menerapkan protokol kesehatan dan menggunakan masker dua lapis agar tidak terpapar varian baru. 

“Ada slogan dari Banyumas yang bisa dicontoh, lebih baik agak susah nafas, dari pada hilang nafas,” katanya.

Pakar Epidemiologi Kesehatan UI Dr.dr.Helda, M.Kes mengatakan, para ahli epidemiologi sebenarnya sudah berkali-kali mengingatkan pemerintah dan masyarakat mengenai pandemi Covid-19 belajar dari berbagai kasus pandemi sejak tahun 1854 lalu.

“Kita sudah persiapkan bagaimana pengendalian penyakit ini, sebelum ada varian dari India. Mahasiswa kita, banyak di daerah sudah bersiap-siap untuk mengendalikan apabila akses bandara dan pelabuhan ditutup. Tetapi kita tidak bisa berbuat apa-apa, karena kebijakannya lain,” kata Helda.

Ketua Umum PB IDI Dr. Daeng M Faqih, SH, MH sependapat dengan pernyataan dr Rina Adeline dan  dr.Helda.  Daeng mengatakan, perlu ada dua strategi yang menjadi skenario terbaik untuk menghadapi loncatan lonjakan kasus Covid-19 saat ini.

“Perlu ada dua strategi, yakni dari hilir dan hulu. Di hilir menambah kapasitas pelayanan, sehingga semua masyarakat yang terinfeksi terlayani. Sedangkan di hulu melakukan pendisiplinan protokol kesehatan dengan sanksi yang tegas seperti di Amerika dan Singapura,” kata Daeng.

Jika dua strategi tersebut, IDI lanjut, Daeng yakin lonjakan kasus Covid-19 seperti sekarang bisa dikendalikan. “Jika strategi hilir dan hulunya secara simultan dan komprehensi, maka pengendalian lonjakan seperti sekarang in, Insya Allah bisa berhasil,” tegas Daeng Faqih.

Gelora Jawa Timur Adakan Doa dan Tahlil Virtual Wafatnya RKH Muhammad Thohir

, , , , , , ,

Partaigelora.id – Partai Gelora Indonesia berduka. RKH Muhammad Thohir Abdul Hamid, Pengasuh Ponpes Mamba’ul Ulum Batabata Pamekasan, Madura, wafat hari Sabtu (3/7/2021) siang. Tokoh kharismatik Madura yang biasa dipanggil Lora Thohir adalah pribadi yang punya andil besar mengokohkan Partai Gelora di Jawa Timur, khususnya di seluruh Madura dan sebagian kawasan tapal kuda (wilayah timur Jawa Timur).

Untuk mengenang dan mendoakan berpulangnya Lora Thohir, Partai Gelora DPW Jawa Timur mengadakan sholat ghoib, doa dan tahlil bersama secara daring.

Muhammad Sirot, Ketua DPW Partai Gelora Jawa Timur mengisahkan firasat dua bulan lalu. Firasat itu disebutnya seperti sebuah wasiat yang harus dilaksanakan. “Mas Sirot, ayo kita besarkan Partai Gelora, kita menangkan partai ini, bersama santri dan jaringan saya. Nanti kita ketemu lagi ya, kalau tidak dengan saya, dengan santri-santri saya,” kata Sirot mengisahkan kalimat Lora Thohir kala itu. “Itu semacam sebuah pesan,” kata Sirot.  

Rasa duka juga diungkapkan oleh Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta dan Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah. Melalui akun media sosial masing-masing keduanya menyatakan duka yang mendalam. Tidak hanya itu, saat memberikan kesan dalam tahilan virtual yang mereka hadiri, Anis Matta dan Fahri Hamzah mengungkap goresan duka secara khusus.

Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah mengatakan Lora Thohir adalah pribadi yang khas. “Kita ditinggalkan seorang Kyai Muda yang sangat istimewa. Kehilangan yang besar, tapi kita harus saling mengingatkan untuk tidak boleh larut dalam kesedihan, kita lanjutkan perjuangan dan harapan Beliau,” pesan Fahri Hamzah. Agak tercekat, Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta mengenang Kyai Thohir dan dirinya ‘dipertemukan Tuhan’.

“Kami ini saling mencari, dan dari awal kami percaya dengan apa yang kita perjuangkan di Partai Gelora, karena kesamaan ini kami akhirnya dipertemukan, kita di pertemukan dengan ikatan Iman, Pikiran dan Cinta , ” kenang Anis Matta.

Sebelum melaksanakan Doa dan Tahlil Virtual, Partai Gelora Indonesia DPW Jawa Timur telah mengadakan Sholat Ghoib yang dilaksanakan oleh seluruh DPD Kota dan Kabupaten. Ini juga menjadi pesan Ketua Umum Anis Matta bagi jajarannya di seluruh Indonesia ketika pertama kali mendengar berita duka.

Doa dan Tahlil Virtual ini dihadiri Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta, Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah, Ketua Bidang Pengembangan Teritori 3 Ahmad Zainuddin, Ketua Bidang Rekrutmen Anggota Endy Kurniawan dan Ketua Bidang Pengembangan Kepemimpinan Hamy Wahyunianto, para pendiri dan Majelis Pertimbangan Pusat, serta fungsionaris DPD se-Jawa Timur,

Anis Matta Ingatkan soal Kemungkinan Covid-19 Digunakan sebagai Senjata dalam Konflik Geopolitik

, , , , ,

Partaigelora.id – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menyebut masalah Covid-19 saat ini memiliki dimensi geopolitik yang sangat tinggi. Sebab, kemungkinan terburuknya, Covid-19 digunakan sebagai senjata biologi dalam konflik gelopolitik tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta saat memberikan pengantar diskusi Gelora Talk5 bertajuk ‘Covid-19 Mengganas: Sanggupkah Sistem Kesehatan Mengatasinya?’ pada Kamis (1/7/2021) petang.

“Kemungkinan yang buruk yaitu Covid-19 ini juga digunakan menjadi senjata dalam konflik geopolitik,” kata Anis Matta.

Anis Matta mengatakan, virus Corona ini datangnya dari China dan Indonesia juga menggunakan vaksin dari China.

Makna geopolitiknya adalah Indonesia sebagai korban dan pada waktu yang sama juga menjadi konsumen. “Ini menyakitkan sebagai sebuah fakta,” katanya.

Anis mengajak publik untuk mulai menyadari adanya perlombaan luar biasa dari empat kekuatan utama dunia, yaitu Amerika Serikat (AS), Eropa, Rusia, China dalam memproduksi vaksin.

“Kita juga lihat di sini ada racing atau perlombaan dari paling tidak 4 kekuatan dunia, Amerika Serikat, Eropa, Rusia dan China dalam produksi vaksin,” ungkap Anis Matta.

Namun, Anis Matta belum mengetahui apakah industri vaksin ini kelak akan menjadi salah satu leading industri dimasa yang akan datang
“Apakah industri ini akan menjadi salah satu leading industry di masa datang atau farmasi secara keseluruhannya menjadi leading industry ini juga akan menjadi persoalan geopoltik,” ujarnya.

Karena itu, kata Anis Matta, tidak begitu mengherankan apabila saat ini terjadi disinformasi luar biasa mengenai informasi Covid-19. Dimana informasi saintifik telah bercampur dengan informasi hoax yang begitu cepat menyebar di masyarakat.

“Misalnya tentang keburukan dan kelebihan dari tiap vaksin yang digunakan, karena ada instrumen pertarungan kepentingan global,” tandas Anis Matta.

Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari yang hadir sebagai narasumber menegaskan, Indonesia saat ini tidak memiliki kekuatan (power) untuk menolak kepentingan global terkait Covid-19.

Sehingga ketika Indonesia ditetapkan sebagai pandemi Covid-19 tidak bisa menolak dan juga menjadi konsumen vaksin dari negara lain.

“Waktu Indonesia juga mengalami situasi yang sulit ingin dijadikan pandemi Flu Burung, tetapi saya melawan. Kita berperang diplomasi dengan WHO,” kata Siti Fadilah.

Indonesia melakukan penelitian mengenai Flu Burung, dan menyampaikan berbagai argumen ilmiah yang didukung data saintifik.

Akhirnya, WHO secara perlahan-lahan mundur, dan sikap  Indonesia saat itu mendapatkan dukungan dari negara iain.

“Karena sudah terlanjur jadi pandemi, maka kita harus menjawab dengan penelitian secara ilmiah. Para ahli statistik segera menghitung apa yang menyebabkan hal ini bisa meningkat, bukan kira-kira yang belum tentu betul,” katanya.

Narasumber lain, Dosen Psikologi Universitas Indonesia Prof Hamdi Muluk berpendapat lain. Pola penyebaran dan penularan Flu Burung dengan Covid-19 memiliki perbedaan, dan secara psikologis responnya juga berbeda di masyarakat.

Covid-19, kata Hamdi, langsung mempengaruhi kehidupan sosial modern, aktivitas aktivitas ekonomi, dan aktivitas sehari-hari masyarakat. 

“Kalau kita primitif, masuk dalam gua dan keluarga kita kunci di dalam. Tetapi, masyarakat kita sekarang kompleks dan mobilitas harus berjalan, tidak bisa dihentikan. Jadi ada respon berbeda,” kata Hamdi Muluk.

Diskusi ini juga menghadirikan narasumber lain, yakni Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Nasional, Brigjen TNI (Purn) dr Alexander K Ginting Sp.P, Ketua MUI KH Cholil Nafis, Ketua Bidang Kesehatan DPN Partai Gelora Indonesia dr. Zicky Yombana Sp.S  dan Drs.Oman Fathurahman dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia.

Lepas Bantuan Kedua, Anis Matta: Isu Lingkungan akan Jadi Agenda Utama Perjuangan Partai Gelora

, , , , , , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menegaskan, isu lingkungan akan menjadi agenda utama perjuangan Partai Gelora.

Sebab, Indonesia menjadi salah satu negara yang paling banyak terdampak bencana alam dari adanya perubahan bumi.

“Bencana alam ini, bagian besar dari isu perubahan bumi. Karena itu, isu lingkungan ini akan menjadi salah satu agenda utama perjuangan kita di Partai Gelora,” kata Anis Matta dalam Live Report ‘Phinisi Kemanusian untuk Bencana Nusa Tenggara & Peduli Jawa Timur’ di Jakarta, Jumat (16/4/2021) petang.

Menurut Anis Matta, perlu langkah sistematis untuk mengatasi perubahan lingkungan di Indonesia saat ini, sehingga ditemukan solusi komprehensif dalam mengatasi dampaknya.

“Jika tidak menemukan solusi yang lebih komprehensif, maka dalam waktu tidak terlalu lama, bumi ini tidak layak untuk dihuni,” ujar Anis Matta.

Partai Gelora berpandangan, tidak bisa membiarkan pemerintah saat ini bekerja sendirian dalam mengatasi perubahan lingkungan ini, dituntut partisipasi semua pihak.

“Isu lingkungan ini harus ditanggapi dari dua sisi, yakni jangka pendek dengan respon cepat, serta jangka panjang dengan membangun infrastruktur dan mekanisme kerja yang cepat dalam mengatasi bencana,” katanya.

Karena itu, Anis Matta mengapresiasi kerja cepat Relawan Blue Helmet dalam memberikan bantuan kepada korban banjir di Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT) dan gempa Malang, Jawa Timur

“Saya ucapkan terima kasih kapada Blue Helmet, cepat langsung ada di daerah bencana, baik di NTT dan NTB dan terakhir di Malang. Kepekaan temen-temen Blue Helmet luar biasa,”  katanya.

Anis Matta menegaskan, Blue Helmet telah menjadi garda terdepan aksi kemanusiaan peduli bencana melalui semangat kolaborasi bersama Partai Gelora, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, lembaga-lembaga dan pihak-pihak lain. 

“Saya bangga sebagai Ketua Umum Partai Gelora. Dengan semangat kolobarasi ini dengan banyak sumber daya yang terlibat membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana di di NTB, NTT dan Jawa Timur,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Anis Matta melepas bantuan kedua Ekspedisi Phinisi Kemanusiaan Blue Helmet ke NTT dari Pelabuhan Paotere, Kota Makassar, Sulawesi Selatan secara simbolis. Kapal Phinisi ini membawa bantuan sembako (pangan), pakaian (sandang), furniture dan lain-lain.

“Saya bangga sekali bisa melepas pemberangkatan Kapal Phinisi yang kedua ini. Mudah-mudahan Allah SWT memberkati kita semua, dan melipatkan pahalanya selama bulan Ramadhan,” katanya.

Anis Matta mengatakan, Kapal Phinisi kedua ini akan dibawa Blue Helmet untuk mengantarkan bantuan ke NTT, setelah sebelumnya pada kapal pertama mengantarkan bantuan ke Bima, NTB.

Sementara untuk bantuan peduli gempa Jatim telah disalurkan melalui jalan darat, diantaranya untuk korban gempa di Lumajang.

“Saya menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya kepada saudara-saudara kita di NTT, NTB dan Jatim yang terkena dampak dari bencana ini. Semoga Allah SWT segera mengangkat semua ini dan mengganti semua kerugian dengan lebih baik,” pungkasnya.

Pada Live Report ‘Phinisi Kemanusian untuk Bencana Nusa Tenggara & Peduli Jawa Timur’ ini juga dilaporkan mengenai kondisi terakhir dari lokasi bencana di NTB, NTT dan Jawa Timur Laporan disampaikan relawan Blue Helmet, DPW Partai Gelora NTB, NTT dan Jawa Timur secara bergantian.

Usai Ramadhan Ini, Anis Matta Berharap Pandemi Covid-19 Berakhir

, , , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta berharap Ramadhan kedua pada masa pandemi Covid-19 ini semakin memperkuat ibadah dan hubungan manusia dengan keluarga.

“Ramadhan ini adalah yang kedua kali kita jalani dalam situasi krisis global yang melanda kita semua. Mari kita serap seluruh intisari pelajaran dalam bulan yang penuh rahmat ini,” kata Anis Matta dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (14/4/2021)

Anis Matta meyakini apabila hal ini dilakukan manusia, bukan tidak mungkin mampu mengangkat wabah Corona.

“Kita perkuat dengan hubungan sesama saudara, merajut persaudaraan yang lebih indah. Semoga dengan itu semua Allah SWT berkenan mengangkat wabah yang sedang yang menimpa dunia saat ini,” katanya

Anis Matta berharap semua Umat Islam memanfaatkan Ramadhan secara maksimal untuk berdoa kepada Allah SWT agar pandemi Covid-19 yang sudah berkembang menjadi krisis ekonomi segera berakhir.

“Mari kita juga berbagai kepada sessama saudara kita yang terkena dampak dari pandemi Covid-19 baik secara kesehatan, maupun ekonomi,” katanya.

Menurut Anis Matta, Ramadhan adalah sebuah ibadah yang menginspirasi manusia untuk selalu berbagi, serta merajut hubungan yang lebih baik lagi sesama muslim maupun sesama anak bangsa.

“Mudah-mudahan Allah memberikan apa yang sudah dari kita berikan kepada sesama. Ibadah ini mengingpirasi kita untuk metajut hubungan yang lebih baik bersama sesama sudara muslim dan sesama anak sebangsa,” katanya.

Dalam Ramadhan 1442 Hijrah ini, Partai Gelora mengangkat tema ‘Pahala Bagi Mu, Bahagia Bagi Mereka, Ayo Berbagi’. Partai Gelora mengajak masyarakat untuk bersama-sama menebarkan kebaikan selama Ramadhan ini.

Partai Gelora juga telah melaunching Gelora TV pada Minggu (11/4/2021), untuk mengisi ruang publik dengan berbagai konten bermanfaat selama Ramadhan.

Gelora TV yang tayang di Channel YouTube ini, sudah tayang perdana pada 1 Ramadhan kemarin, tepatnya pada Selasa (13/4/2021).

Selama Ramadhan 1442 H, Gelora TV tayang sepanjang hari. Mau belajar masak, berolahraga, pentas seni budaya, diskusi politik, atau kajian agama ? dan lain-lain Pantau terus Gelora TV di Channel YouTube!

Pilkada 2020, Partai Gelora Dukung Paslon Kepala Daerah di 177 Wilayah

, , , , ,

JAKARTA – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia turut berpartisipasi dalam Pilkada serentak 2020, meski belum memiliki kursi di parlemen.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Gelora Indonesia Mahfuz Sidik mengatakan, hingga kini Partai Gelora telah menandatangani 177 Surat Keputusan (SK) dukungan terhadap paslon kepala daerah, baik itu untuk pemilihan gubernur, bupati dan walikota.

“Posisi per- 28 September 2020, Partai Gelora mengikuti 177 Pilkada. Data ini akan masih terus bertambah, kita masih menunggu laporan dari daerah. Ini juga mengindikasikan kehadiran Partai Gelora semakin diperhitungkan di kontestasi Pilkada,” kata kata Mahfuz, Jakarta, Selasa (29/9/2020).

Ke-177 Pilkada tersebut, terdiri dari 9 pemilihan gubernur dari 9 daerah yang menggelar Pilgub, 26 pemilihan walikota dari 37 Pilwakot, dan 142 pemilihan bupati dari 224 Pilbup.

Artinya dalam kontestasi Pilkada 2020, Partai Gelora mengikuti 66 persen kontestasi Pilkada, yakni mengikuti 100 persen Pilgub, 70 persen Pilwakot dan 62 persen Pilbup.

“Jadi surat dukungan untuk beberapa paslon kepala daerah tersebut, agar partai dapat berkolaborasi dan berpartisipasi memenangkan paslon yang didukung tersebut untuk kemajuan pembangunan daerah,” katanya

Menurut Mahfuz, banyak calon kepala daerah yang bertarung di Pilkada 2020 terus berkomunikasi dengan Partai Gelora agar ikut dalam koalisi partai-partai pendukung.

Meskipun, kata Mahfuz, tidak berpengaruh terhadap syarat pencalonan kepala daerah dan telah ditetapkan sebagai peserta Pilkada.

“Tetapi Partai Gelora tetap diharapkan oleh para calon kepala daerah dan koalisi partai pendukung. Kita akan all out, kita sudah perintahkan DPW, DPD dan kader untuk memenangkan 177 pilkada,” katanya.

Link terkait:

https://www.tribunnews.com/nasional/2020/09/29/pilkada-2020-partai-gelora-dukung-paslon-kepala-daerah-di-177-wilayah

Sumber: Tribunnews.com

Partisipasi Partai Gelora di Pilkada 2020 Sudah Mencapai 177 Daerah

, , , , ,

JAKARTA – Keberadaan Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia dalam kontestasi Pilkada 2020 semakin diperhitungkan, meski sebagai partai baru dan belum punya kursi di parlemen baik di DPR dan DPRD

Hal itu terlihat dari Surat Keputusan (SK) dukungan yang dikeluarkan Partai Gelora sebagai partai politik (parpol) pendukung pasangan calon (paslon) kepala daerah dan wakil kepala daerah di 177 daerah dari 270 Pilkada yang digelar pada 9 Desember 2020 mendatang.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Gelora Indonesia Mahfuz Sidik mengatakan, hingga kini Partai Gelora telah menandatangani 177 SK dukungan terhadap paslon kepala daerah baik itu untuk pemilihan gubernur, bupati dan walikota.

“Posisi per-28 September 2020, Partai Gelora mengikuti 177 Pilkada. Data ini akan masih terus bertambah, kita masih menunggu laporan dari daerah. Ini juga mengindikasikan kehadiran Partai Gelora semakin diperhitungkan di kontestasi Pilkada,” kata kata Mahfuz, Selasa (29/9/2020).

Ke-177 Pilkada tersebut, terdiri dari 9 pemilihan gubernur (Pilgub) dari 9 daerah yang menggelar Pilgub, 26 pemilihan walikota (Pilwakot) dari 37 Pilwakot, dan 142 pemilihan bupati (Pilbup) dari 224 Pilbup. Artinya dalam kontestasi Pilkada 2020, Partai Gelora mengikuti 66 persen kontestasi Pilkada, yakni mengikuti 100 persen Pilgub, 70 persen Pilwakot dan 64 persen Pilbup.

“Jadi surat dukungan untuk beberapa paslon kepala daerah tersebut agar Partai dapat berkolaborasi dan berpartisipasi memenangkan paslon yang didukung tersebut untuk kemajuan pembangunan daerah,” katanya

Menurut Mahfuz, banyak calon kepala daerah yang bertarung di Pilkada 2020 terus berkomunikasi dengan Partai Gelora agar ikut dalam koalisi partai-partai pendukung, meskipun tidak berpengaruh terhadap syarat pencalonan kepala daerah dan telah ditetapkan sebagai peserta Pilkada.

“Tetapi Partai Gelora tetap diharapkan oleh para calon kepala daerah dan koalisi partai pendukung. Kita akan all out, kita sudah perintahkan DPW, DPD dan kader untuk memenangkan 177 pilkada,” katanya.

Adapun SK dukungan terakhir yang dibuat antara lain untuk paslon Pilkada Kepulauan Sula (Maluku Utara), Bengkulu Utara (Bengkulu), Karawang (Jawa Barat), Pelalawan dan Rokan Hilir (Riau), Lombok Tengah (Nusa Tenggara Barat) dan Labuhanbatu (Sumatera Utara).

Kemudian paslon di Pilkada di Asmat, Keerom dan Nabire (Papua), Tanah Bumbu dan Balangan (Kalimantan Selatan), Agam (Sumatera Barat), Kapahiang (Bengkulu) dan Pahuwato (Gorontalo).

Paslon tersebut adalah pasangan Zulhairi A Duwila-Ismail Umasugi (Kepulauan Sula), Mian-Arie Septian Adinata (Bengkulu Utara), Ahmad Zamakhsyari-Yusi Rinzani (Karawang), Abu Mansyur Matridi-Habibi Hapri (Pelalawan), Afrizal-Sulaiman (Rokan Hilir).

HL Pathul Bahri-Nursiah (Lombok (Tengah), Andi Suhaimi Dalimunthe-Faizal Amri Siregar (Labuhanbatu), Yulianus Payzon Aituru-Bonefsius Jakfu (Asmat), Muhammad Markum-Mavensius Musui (Keerom), Mesak Magai-Ismail Djamaluddin (Nabire).

Syafruddin H Maming-M Alpiya Rakhman (Tanah Bumbu), Abdul Hadi-Supiani (Balangan), Andri Warman-Irwan Fikri (Agam), Ujang Syarifuddin-Firdaus Djailani (Kapahiang), serta pasangan Saipul A Mbuinga-Suharsi Igirisa (Pohuwato).

Partai Gelora Indonesia Umumkan Dukungannya di Pilkada Serentak 2020 di Jabar

, , , , ,

BANDUNG – DPW Partai Gelora Indonesia Jawa Barat mengumumkan tujuh pasangan calon kepala daerah di Jawa Barat yang didukungnya dalam Pilkada Serentak 2020. Momentum Pilkada ini, akan menjadi pijakan pertama bagi partai baru besutan Anis Matta dan Fahri Hamzah tersebut.

Ketua DPW Partai Gelora Indonesia Jawa Barat Haris Yuliana menilai momentum pilkada ini sangat krusial untuk menuju 2024. “Paling tidak kita melihat momentuk Pilkada Serentak ini merupakan momentum yang strategis sebelum pilkada serentak lagi di beberapa tahun yang akan datang,” ujar Haris dalam konferensi pers di Kota Bandung, Selasa (22/9/2020).

“Kami menyadarai posisi kita sebagai partai yang baru, kita terburu-buru sebagai pendukung ya, bukan pengusung. Kita memastikan bahwa proses dukungan ini bisa kita laksanakan sebelum terjadinya penetapan calon, yang terakhir kita lakukan penandantanganan kontrak politik di Kabupaten Bandung,” ujar Haris.

Momentum Pilkada 2020, kata Haris, sebagai bentuk konsolisasi Partai Gelora di 27 kota/kabupaten di Jabar.
Dari delapan daerah yang menggelar pilkada, saat ini Gelora baru memberikan tujuh dukungannya kepada pasangan di Kabupaten Cianjur, Bandung, Karawang, Indramayu, Tasikmalaya, Pangandaran dan Cianjur.

“Kota Depok masih dalam diskusi, masih dalam telaahan, kita perlu ada di Pilkada Depok ini, walau Depok kecil tapi strategis dalam pandangan perhitungan Partai Gelora. Tujuh daerah lagi kita telah menyelesaikan SK dukungan dari DPN Gelora,” kata Haris.

Berikut daftar pasangan balonkada yang didukung Gelora Indonesia Jawa Barat :

1. Oting Zaenal Mutaqin – Wawan Setiawan (Kabupaten Cianjur) yang diusung Gerindra dan Demokrat

2. Kurnia Agustina – Usman Sayogi (Kabupaten Bandung) diusung Partai Golkar dan Gerindra

3. Daniel Muttaqien – Taufik Hidayat (Kabupaten Indramayu) diusung Partai Golkar

4. Ahmad Zamakhsyari – Yusni Rinzani (Kabupaten Karawang) diusung Gerindra dan PKB

5. Azies Rismaya Mahpud – Haris Sanjaya (Kabupaten Tasikmalaya) diusung Gerindra dan Demokrat

6. Jeje Wiradinata – Ujang Endin Indrawan (Kabupaten Pangandaran) yang diusung PDIP, PAN, PKS, PPP, Gerindra dan Perindo

7. Adjo Sardjono – Iman Adinugraha (Kabupaten Sukabumi) yang diusung Gerindra dan PAN

Link terkait:

https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5183684/partai-gelora-indonesia-umumkan-dukungannya-di-pilkada-serentak-2020-di-jabar

Sumber: Detikcom

Alamat Dewan Pengurus Nasional

Jl. Minangkabau Barat Raya No. 28 F Kel. Pasar Manggis Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan 12970 Telp. ( 021 ) 83789271

Newsletter

Berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan kabar terbaru.

Mobile Apps



X