Tag: partai gelora

Disebut ‘Berguguran di Jalan Dakwah’, Ini Jawaban Tegas Anis Matta

, , , , , , , , , ,

JAKARTA – Pada Kamis (10/9/2020) lalu, Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menjadi narasumber di acara Ngeshare (Ngaji Syar’ie) bareng Ustadz Fahmi Salim.

Di ujung acara, Ustadz Fahmi Salim menanyakan pertanyaan tentang sebutan ‘Yang Berguguran di Jalan Dakwah’, yang kerap dituduhkan kepada mantan Presiden PKS Anis Matta dkk, karena sudah meninggalkan atau keluar dari Partai Dakwah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Bagaimana pak Anis jika disebut orang yang berguguran di jalan dakwah?” tanya Ustadz Fahmi Salim.

Anis Matta menjawab,”Saya tidak pernah men-sakralkan lembaga. Saya dulu bergabung dengan PKS semata-mata karena Cita-cita. Cita-cita yang sama juga yang membuat saya mendirikan Partai Gelora, ketika saya merasa bahwa di tempat yang lama cita-cita ini, tidak bisa kita wujudkan.”

Menurut dia, tidak boleh ada upaya untuk men-sakralkan sebuah lembaga, apalagi itu organisasi politik dengan cara membatasi perbedaan pendapat dalam perjuangan.

Sebab, organisasi tersebut adalah sarana untuk mencapai tujuan, meskipun cara yang dilakukan berbeda-beda.

“Sebenarnya kita ada jebakan besar bagi kaum Islamis (Harakah Islam) yaitu Sakralisasi Lembaga atau taqdisul wasail (meng-qudus-kan sarana). Janganlah kita mengubah apa yang merupakan sarana (lembaga/organisasi/partai) menjadi tujuan. Itu tidak boleh,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2020).

Anis Matta menilai, perbedaan pendapat dalam sarana perjuangan adalah hal yang wajar dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan jika melihat-lihat sejarah, maka perbedaan pendapat juga terjadi di masa Khulafaur Rasyidin.

Tetapi perbedaan pendapat yang terjadi di PKS, tidak se-dahsyat yang terjadi di masa Khulafaur Rasyidin yang melahirkan serangkaian perang.

“Kalau kita kan lebih kecil dari situ. Jadi, sebenarnya saya tidak terganggu dengan istilah-istilah ‘Yang Berguguran di Jalan Dakwah’, karena itu penempatan yang salah,” katanya

Anis Matta menegaskan, mensakralkan sarana perjuangan adalah bahaya besar bagi umat Islam dalam mencapai tujuan bernegara.

“Dan salah satu yang perlu saya garis-bawahi tebal adalah: mensakralkan sarana adalah bahaya besar yang mengancam kaum Islamis. Pada dasarnya yang lebih penting bagi kita, adalah pertanggungjawaban pribadi kita kepada Allah SWT,” katanya.

Ketua Umum Partai Gelora Indonesia menegaskan, Indonesia sebagai bangsa saat ini sedang menghadapi masalah besar krisis berlarut akibat pandemi Covid-19.

Sehingga tidak perlu berpikir untuk mensakralkan lembaga atau organisasi. Sebaliknya, justru harus berpikir bagaimana mencari solusi atau jalan keluar dari krisis berlarut saat ini.

“Kita ini sedang menghadapi masalah besar, jangan dihadapi dengan otak kecil,” sindir Anis Matta.

***


Banyak Tayangkan ‘Omong Kosong dan Orang-orang Konyol’, Fahri: TV Lebih Baik Bantu Memulai Revolusi Pendidikan

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah mengkritik tayangan TV selama pandemi Covid-19 yang lebih banyak menyiarkan soal omong kosong, orang tertawa tidak jelas, serta orang-orang yang berakting konyol tidak jelas.

Akan lebih baik TV membantu masyarakat memulai revolusi pendidikan, karena Menteri Pendidikan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim saat ini tengah kebingungan melaksanakan efektifitas pendidikan di tengah pandemi Covid-19.

“Ini TV menyiarkan omong kosong, orang-orang ketawa gak jelas dan orang-orang konyol akting gak kelas. Padahal lagi rugi TV-nya, mendingan bantu rakyat memulai revolusi pendidikan,” kata Fahri dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2020).

Fahri Hamzah lantas membandingkan kualitas penyiaran TV di Tanah Air dengan TV di negara maju. TV di negara maju, katanya, lebih menonjolkan sisi edukasi atau pendidikan. Sementara tayangan di TV Indonesia lebih banyak mengumbar aksi sadis, lucu, orang berjoget, atau kesedihan.

“Saya tuh nonton TV negara-negara maju. Memang isi-nya pendidikan semua. Tapi TV kita isinya kalau gak sadis ya lucu, atau joget, atau sedih. Pagi diajar nangis, malam diajar ketawa. Ampun deh pendidikan bangsa ku! Ini kan ada Corona! “ ujarnya.

Mantan Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019 ini menilai, ada kemubaziran dalam media pendidikan Indonesia. Sebab, semua izin frekuensi pada setiap TV diberikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sehingga di tengah masa pandemi dan krisis seperti sekarang, ‘revolusi mental’ tetap dapat dijalankan oleh TV melalui tayangan yang mendidik, bukan diisi hal-hal yang tidak jelas dan konyol.

“Mubazir saja medium ‘public education’ kita. Dan semua ijin frekuensi diberikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” katanya.

Seharusnya, Mendikbud Nadiem Makarim dalam membuat kebijakan bisa manfaatkan TV nasional maupun lokal untuk menyiarkan materi pembelajaran kepada peserta didik. Untuk konten pendidikannya, kata Fahri, dapat diambil dari YouTube atau dicari di Google.

“Daring kan juga bisa pakai studio tv lokal. Ada lah caranya. Masak sih kita kehabisan akal,” ujarnya.

Fahri kemudian menyoroti kebijakan Nadiem soal program kuota internet gratis hingga pembelian gadget atau gawai untuk peserta didik yang menjalani PJJ (pembelajaran jarak jauh) di masa pandemi Covid-19, dinilai tidak mendidik dan memboroskan anggaran negara.

Selaku Mendikbud, mestinya Nadiem meminta lembaga penyiaran seperti stasiun TV untuk menyiarkan konten pendidikan hingga 50 persen.

“Pak Nadiem Makarim yth, dari pada sampeyan sibuk beli gadget dan pulsa mendingan wajibkan semua TV untuk menyiarkan acara pendidikan sampai 50%. Layar Tv sudah ada di rumah penduduk tapi siarannya alamakkkk!” tegas Fahri.

Menurut Fahri, mayoritas keluarga di Indonesia sudah memiliki TV daripada gadget dan kuota internet , yang bisa dimanfaatkan menjadi ruang belajar. “Ayolah cerdas dikit (Mendikbud Nadiem Makarim, red) kenapa bikin kebijakan,” tandas Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Ini.

Seperti diketahui, untuk mendukung sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau sekolah dari rumah yang berlangsung selama pandemi Covid-19 membuat kebijakan pembagian kuota internet bagi siswa, guru, mahasiswa, dan dosen.

Belakangan Kemendikbud tidak hanya menggelontorkan anggaran besar untuk kuota internet gratis bagi siswa yang terpaksa harus belajar daring, tetapi juga membolehkan sekolah membeli gawai, tablet atau alat komunikasi sejenis dan boleh dipinjamkan kepada siswa yang tak memilikinya. ***

Dukung Pasangan Ipuk-Sugirah, Partai Gelora Sebut Ipuk Sosok Tepat Lanjutkan Kepemimpinan Banyuwangi

, , , , ,

BANYUWANGI – Dewan Pimpinan Nasional Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia pimpinan Muhammad Anis Matta menyampaikan surat dukungannya kepada pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas dan H. Sugirah.

Surat tersebut diserahkan langsung oleh Ketua DPW Partai Gelora Jawa Timur M Siraj di kediaman Ipuk di Kebalenan, Banyuwangi, Jumat (11/9/2020) malam.

Dukungan tersebut, ungkap Siraj, karena Ipuk dinilai sebagai sosok yang tepat untuk melanjutkan pembangunan di Banyuwangi.

“Banyuwangi di bawah kepemimpinan Pak Anas ini telah berjalan sangat baik. Belum tentu ketika orang lain yang melanjutkan akan sustinable. Di sinilah kami melihat sosok Bu Ipuk adalah orang yang tepat,” ujar Siraj.

Siraj menambahkan, visi pembangunan yang telah dilakukan oleh Anas serta program yang dicanangkan oleh Ipuk, sesuai dengan visi Gelora.

“Inilah yang menjadi semangat kami untuk bersama-sama mewujudkan visi misi pembangunan Banyuwangi,” imbuhnya ditemani Sekretaris DPW Gelora Jatim Misbah.

Sementara itu, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh Partai Gelora.

“Untuk membangun Banyuwangi ini, tidak bisa sendiri. Dengan semakin banyak yang terlibat, maka akan semakin mudah proses pembangunannya. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan dari teman-teman di Gelora,” ungkap Ipuk.

Ketua TP PKK Banyuwangi itu menjelaskan, jika program yang diusungnya nanti salah satunya akan berfokus pada pemberdayaan berbasis keluarga. Yakni, melalui program Keluarga Berdaya.

“Dari pengalaman kami memimpin PKK, kami menyadari betul jika peran keluarga teramat penting. Hampir semua permasalahan yang dialami suatu daerah, berasal dari permasalahan keluarga. Maka, jika keluarga berdaya, dapat dipastikan daerah pun akan berdaya,” ungkap Ipuk.

Ketua DPD Gelora Banyuwangi Warang Agung Mandiri menegaskan komitmen Gelora untuk memenangkan pasangan Ipuk – Sugirah. Meski sebagai partai baru yang belum pernah mengikuti pemilu, ia optimistis mampu turut berkontribusi.

“Walaupun kami partai baru, kami telah memiliki struktural di seluruh kecamatan. Ini akan kami optimalkan. Apalagi dalam kepengurusan kami juga didominasi oleh anak-anak muda, ini akan menjadi energi lebih untuk menggelorakan pasangan Ipuk-Sugirah pada Pilkada Banyuwangi,” tegas Agung.

Link terkait:

https://surabaya.tribunnews.com/2020/09/12/dukung-pasangan-ipuk-sugirah-partai-gelora-sebut-ipuk-sosok-tepat-lanjutkan-kepemimpinan-banyuwangi

Sumber: Surya.co.id

Fahri: Penguasa Perlu Mulai Mengeja Kembali Alif Ba Ta Demokrasi Indonesia

, , , , , , , ,

JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah mengatakan, negara sebelumnya percaya bahwa pikiran harus dikontrol sejak dini, sehingga negara menentukan apa yang boleh dibaca dan apa yang boleh dikatakan.

Untuk mengontrol itu, pemerintah kemudian menyelenggarakan penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) sebagai alat kontrol. ” ini yang boleh dan ini yang tidak boleh secara sepihak, Tapi kita telah hentikan kekeliruan itu,” kata Fahri dalam keterangannya, Jumat (11/9/2020).

Menurut dia, konstitusi telah mengatur perbedaan pendapat adalah sebuah keberkahan. Sehingga negara menjamin kemerdekaan setiap penduduk untuk berserikat, berkumpul, menyatakan pendapat baik lisan maupun tulisan.

“Konstitusi kita sekarang percaya bahwa ide dan pikiran hanya bisa dilawan dengan ide dan pikiran,” ujarnya.

Karena itu, Fahri menegaskan, kekuasaan sebesar apapun tidak bisa memusnahkan pikiran. Sebab, pikiran selalu punya cara untuk menang di depan kekuasaan sebesar apapun.

“Kita sudah pernah dengar dalam sejarah pemuda Ibrahim di depan Raja Namrudz yang memberikan argumen pikiran melawan kekuasaan. Ibrahim adalah pemuda Good Looking yang cerdas mempertanyakan tradisi menyembah berhala saat itu,” ujarnya.

Hal ini juga dilakukan oleh seorang pemuda bernama Muhammad yang datang dengan ide ‘Islam’ di tengah masa jahiliyah. Ide tentang Islam ini membuat banyak orang tertarik, tetapi kaum mapan justru mencoba mematikannya dengan kekuasaan karena merasa terancam. Bahkan merencanakan pembunuhan dan perang terhadap Nabi Muhammad SAW.

“Apa yang terjadi? Ide Islam bersemi dan sampai sekarang ia menjadi agama yang terus berkembang, sehingga kita pun di Indonesia menjadi pemeluk Islam yang terbesar di dunia. Ini karena ide, kalau benar ia tidak bisa dilawan. Kebenaran ide hanya bisa dilawan dengan membuktikannya salah!” katanya.

Sebaliknya, yang terjadi dengan komunisme yang mulai hilang di dunia, bukan karena diperangi seperti Islam,tetapi karena ide pikirannya memang tidak benar sejak awal. Di Amerika dan di semua negara demokrasi ide komunis tetap ada, tetapi tidak bisa menang karena idenya kalah ‘dalam pertandingan’ demokrasi dan politik.

“Idenya salah! Ide komunisme mulai hilang di dunia, bukan karena diperangi tetapi karena ia tidak benar,” tandas Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia ini.

Fahri menilai andaikata Partai Komunis di Indonesia tidak melakukan pengkhianatan, tentu PKI di Indonesia tidak akan dilarang. Padahal ide komunis itu akan mati dengan sendirinya, tanpa harus diperangi.

“Komunis akan mati dengan sendirinya bahkan di negara yang partai komunisme sendiri berasal, komunisme sudah tinggal bungkus belaka,” ujarnya.

Sementara terkait UUD 1945 yang merupakan Konstitusi Indonesia, Fahri menilai sebagai jalan pikiran yang diambil negara dari sebuah perbedaan pendapat, dimana negara memfasilitasi perbedaan pendapat untuk melindungi kebebasan berkumpul dan berserikat.

“Demokrasi memang ide yang susah dan tidak mudah dimengerti. Tetapi setidaknya seandainya para penguasa mau mendengar saja. Tentu ceritanya beda,” jelas Fahri.

Wakil Ketua DPR RI Periode 2014-2019 Ini lantas menyentil Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi yang berencana melakukan sertifikasi terhadap 8.200 penceramah yang ditargetkan selesai pada September 2020 ini, sehingga menimbulkan polemik di masyarakat. Hal itu akibat Menag tidak mengeja ‘alif ba ta ‘demokrasi Indonesia.

“Saya mohon maaf menulis soal-soal elementer ini. Coretan kecil ini saya buat agar kaum intelektual di samping pak Menteri Agama mulai mengeja kembali, alif ba ta dari demokrasi kita. Takkan sulit jika kita mau,” pungkas Fahri.

Pilkada Gunungkidul 2020, Partai Gelora Berikan Dukungan ke Bapaslon BaBe

, , , , ,

GUNUNGKIDUL – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia secara resmi memberikan dukungan penuh pada bakal pasangan calon (bapaslon) Bambang Wisnu Handoyo dan Benyamin Sudarmadi (BaBe) di Pilkada Gunungkidul 2020.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gelora Indonesia Gunungkidul, Kurniawan Triatmaja mengatakan keputusan dukungan tersebut sudah diteken sejak 1 September lalu.

“Surat dukungan resminya ditandatangani langsung oleh ketua umum beserta sekretaris jenderal (sekjen) dari Partai Gelora,” kata Kurniawan dalam jumpa pers di Kantor DPC PDI-P Gunungkidul, Wonosari, Jumat (11/09/2020) siang.

Kurniawan mengatakan pernyataan politik ini sekaligus menepis isu yang terlanjur beredar, di mana ada bapaslon lain yang mengklaim telah mendapat dukungan dari Partai Gelora Indonesia.

Ia menegaskan pihaknya sama sekali tidak pernah menjalin komunikasi politik dengan bapaslon tersebut. Kurniawan pun menyebut klaim dukungan tersebut sebagai pembohongan publik.

“Terkait hal ini kami minta penjelasan dari pihak terkait mengenai klaim tersebut, paling lambat 2 kali 24 jam terhitung mulai hari ini,” ujarnya.

Menanggapi sikap politik Partai Gelora, Ketua DPC PDI-P Gunungkidul Endah Subekti menyatakan apresiasinya terhadap dukungan yang sudah diberikan.

Ia pun berharap dukungan dari pihak lain juga diberikan, terutama dari seluruh lapisan masyarakat.

Sebagai parpol pengusung, Endah mengatakan pihaknya akan berjuang bersama parpol pendukung dan masyarakat untuk memenangkan Babe.

Kendati demikian, ia tetap berharap kompetisi antar bapaslon yang bertarung di Pilkada Gunungkidul 2020 tetap berjalan baik tanpa friksi yang kuat.

“Apa pun hasilnya nanti akan kami terima secara ikhlas dan tulus,” kata Endah.

Kurniawan sendiri memberikan alasan mengapa memberikan dukungan ke BaBe.

Ia menyebut Bambang Wisnu Handoyo secara khusus telah berperan besar dalam pembangunan di DIY.

Selain itu ia disebut sebagai calon yang tidak menggunakan mahar politik.

Meskipun tergolong parpol baru, Kurniawan memastikan pihaknya akan mengerahkan kekuatan demi memberikan dukungan pada BaBe di Pilkada nanti.

“Kami akan membantu pemenangan terutama lewat media sosial, karena sasaran kami adalah usia milenial,” jelasnya.

Link terkait:

https://jogja.tribunnews.com/2020/09/11/pilkada-gunungkidul-2020-partai-gelora-berikan-dukungan-ke-bapaslon-babe

Sumber: Tribun Jogja

Nyatakan Dukungan, Partai Gelora Indonesia Siap Menangkan Fachrori-Syafril di Pilgub Jambi

, , , , ,

JAMBI – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menyatakan dukungan dan siap memenangkan pasangan Fachrori Umar-Syafril pada konstentasi politik Pilgub Jambi Desember mendatang.

Hal ini berdasarkan SK Maklumat yang dikeluarkan DPW Partai Gelora Indonesia Provinsi Jambi terkait Pemenangan Pilgub Jambi 2020 tertanggal 7 September 2020.

Ketua DPW Partai Gelora Indonesia, Mahyudi, mengatakan, bahwa masyarakat Jambi butuh pemimpin yang berkualitas, syarat pengalaman dengan semangat Arah Baru dalam rangka menciptakan pemerintahan yang bersih dan pembangunan berkelanjutan guna mewujudkan Jambi BERKAH 2024.

“Partai Gelora Indonesia sebagai partai yang bergerak dengan narasi Arah Baru Indonesia berpandangan bahwa dengan segala integritas dan pengalamannya, pasangan Fachrori-Syafril mampu menyakinkan menjawab tantangan pembangunan daerah yang berkelanjutan,” katanya Kamis (10/9).

Dia menegaskan, Partai Gelora Indonesia mendukung pasangan Fachori-Syafril berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pimpinan Nasional dengan Nomor: 99/SKEP/G:R/IX/2020 tanggal 5 September 2020.

“Kami akan melakukan konsolidasi struktur mulai dari DPW, DPD, DPC dan PAC, kader serta simpatisan terlibat aktif melakukan kampanye pemenangan pasangan Fachrori-Syafril,” tegasnya.

Selain itu, dirinya pun mengakui bahwa pihaknya akan turut serta menjaga kondusifitas Pilkada 2020 demi terciptanya Pilgub Jambi yang berkualitas dan bermartabat.

Link terkait:

https://www.jambiupdate.co/read/2020/09/10/87776/nyatakan-dukungan-partai-gelora-indonesia-siap-menangkan-fachrorisyafril-di-pilgub-jambi

Sumber: Jambiupdate.co

Partai Gelora akan All Out Menangkan Paslon Qosim-Alif di Pilkada Gresik 2020

, , , ,

GRESIK – Partai Gelora tidak hanya sekadar mendukung paslon Mohammad Qosim-Asluchul Alif saja. Partai berwarna biru ini mengaku total mendukung pasangan dengan singkatan QA ini di Pilkada Gresik 2020.

Meski partai non-parlemen, Partai Gelora sendiri ikut mengantar paslon QA ke KPU Gresik. Meski tidak diperbolehkan masuk, mereka tetap berdiri menunggu hingga proses pendaftaran selesai di depan kantor KPU Gresik.

Ketua Partai Gelora Gresik, Nur Rofiq, mengaku sejalan dengan visi dan misi yang diusung QA. Program yang ditawarkan untuk lima tahun kedepan juga membuat pengurus partai di tingkat pusat menjatuhkan pilihan.

“Setelah hasil komunikasi kami laporkan ke DPW dan DPN. Akhirnya partai gelora bulat mendukung pasangan QA karena memiliki kesamaan visi, misi dan program terutama program pelayanan kepada masyarakat yang akan menjadi panglima seperti 1 Desa 1 Ambulance dan Betonisasi Jalan Kabupaten,” papar Rofiq, Minggu (6/9/2020).

Pria kelahiran cerme ini mengaku bahwa meskipun partai gelora adalah parpol baru, tapi struktur dan kadernya dari daerah, kecamatan sampai ranting siap all out memenangkan pasangan Qosim-Alif.

“Partai kami lahir di tengah krisis saat muncul wabah covid-19, artinya pengurus dan kader Partai Gelora di 80 persen kecamatan dan lebih dari 50 persen desa sudah siap bergerak secara all out untuk memenangkan iQAe. Terbukti hari ini pengurus dari setiap kecamatan hadir dan terlihat begitu semangat,” tambah Rofiq

Pilkada Gresik 2020 akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020.

Dikatakan Rofiq harus benar-benar menjadi ajang pesta demokrasi.

“Pilkada Gresik 2020 ini harus bisa kita jadikan sebagai pesta demokrasi yang menyenangkan bukan menakutkan. Ajang kolaborasi bukan perpecahan, karena dari demokrasi harusnya selalu lahir ide-ide dan gagasan-gagasan untuk membawa kepada pemerintahan yang kuat dan rakyat yang sejahtera,” pungkasnya.

Link terkait:

https://surabaya.tribunnews.com/2020/09/06/partai-gelora-akan-all-out-menangkan-paslon-qosim-alif-di-pilkada-gresik-2020

Sumber: Surya.co.id

Partai Gelora Bergabung Dukung Pasangan NINA RAMAH di Pilkada SBT

, , , , ,

BULA – Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Partai Gelora Indonesia) besutan Anis Matta dan Fahri Hamzah secara resmi menyatakan dukungannya kepada pasangan bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati Rohani Vanath – Muhammad Ramli Mahu (NINA RAMAH) di Pilkada Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Partai yang didirikan pada tanggal 28 Oktober 2019, dan sudah memiliki kepengurusan di Kabupaten SBT ini, Kamis malam (3/9/2020) secara resmi melalui kepengurusan yang ada menyerahkan surat dukungan kepada pasangan NINA RAMAH.

Penyerahan dukungan ini berlangsung di kediaman balon Bupati SBT, Rohani Vanath yang diserahkan langsung oleh Ketua DPC Partai Gelora Kabupaten SBT, Musa Rumaotan kepada pasangan NINA RAMAH.

Dalam kesempatan itu, balon Bupati SBT di jalur perseorangan Rohani Vanath menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan Partai Gelora SBT kepada dirinya bersama Ramli Mahu untuk bertarung di Pilkada SBT.

“Meskipun baru terbentuk, namun dukungan yang diberikan Partai Gelora ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami. Dan ini tandanya, semakin dekat dengan momentum Pilkada semakin banyak dukungan dan kepercayaan rakyat SBT kepada kami,” tandas Rohani dalam kesempatan itu.

Rohani mengatakan, sebagai pasangan yang tampil di jalur perseorangan lewat dukungan tanda tangan dan KTP rakyat, pihaknya tetap membuka diri kepada siapa saja yang ingin terlibat bersama-sama dengan NINA RAMAH untuk berjuang memenangkan Pilkada SBT 9 Desember 2020 mendatang.

“Baik itu parpol, organisasi kemasyarakatan maupun perorangan, kami tetap terbuka, sesuai dengan makna perjuangan kami yakni mengutamakan partisipasi ketimbang mobilisasi, karena kami yakin kekuatan rakyat adalah segalahnya,” urai Ani sapaan akrab Rohani Vanath.

Rohani juga menghibau kepada semua simpatisan dan pendukungnya agar tetap solid dan bekerja keras, karena perjuangan yang dilalui masih panjang untuk mewujudkan cita-cita bersama memajukan SBT lebih maju dan sejahterah.

“Saya himbau untuk semua pendukung dan simpatisan agar tetap solid, karena tanpa kalian semua perjuangan ini tidak dapat kita gapai. Tetap membuka diri dan jalin komunikasi dengan sesama,” ujar Rohani.

Di kesempatan itu Ketua DPC Partai Gelora Kabupaten SBT, Musa Rumaotan juga menyampaikan dukungan yang diberikan merupakan bentuk perintah yang diturunkan dari DPP Partai Gelora agar semua kepengurusan Partai Gelora dapat terlibat dalam Pilkada 2020.

Ia menjelaskan, Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta sebelumnya sudah menyampaikan bahwa Partai Gelora akan terlibat dalam Pilkada 2020.

“Secara legal kita hanya bisa mendukung calon-calon yang ada, tapi SK kami tidak punya kekuatan legal apa-apa. Tapi insya Allah akan terlibat,” kata Musa Rumaotan mengutip pernyataan Anis Matta dalam peluncuran mobile apps E-KTA Partai Gelora Indonesia di akun Youtube Partai Gelora, 19 Juli 2020 lalu.

Link terkait:

https://beritabeta.com/news/politik/partai-gelora-bergabung-dukung-pasangan-nina-ramah-di-pilkada-sbt/

Sumber: Beritabeta.com

Partai Gelora Beri Rekomendasi Pilkada Sukoharjo, Wiwaha : Ada Masyarakat Yang Inginkan Perubahan

, , , , ,

SUKOHARJO – Bakal pasangan calon Joko Santoso – Wiwaha Aji Santosa (Joswi) mendapat rekomendasi dari Partai Gelora dalam kontestasi Pilkada Sukoharjo 2020.

Rekomendasi itu diberikan langsung Ketua DPW Partai Gelora Jawa Tengah, Ahmadi, Selasa (1/9/2020).

Ahmadi mengatakan partai besutan Anis Matta tak ingin ketinggalan dalam momentum pilkada.

“Sejak awal, struktural partai sudah berkomunikasi dengan pasangan Joswi,” katanya.

Dengan pemberian rekomendasi ini, tutur Ahmadi, kader Partai Gelora bakal all out untuk memenangkan pasangan Joswi dalam Pilkada Sukoharjo 2020.

Partai Gelora sendiri merupakan partai yang baru saja disahkan secara resmi oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada awal Juni ini.

Kendati partai baru, semangat para kader partai yang tersebar di setiap kecamatan tak bisa dianggap enteng.

“Masyarakat butuh figur potensial yang memiliki komitmen untuk melakukan perubahan.” ucapnya.

“Sosok figur potensial itu ada dalam pasangan Joswi,” imbuhnya.

Selain Partai Gelora, ada lima partai politik non parlemen lainnya yang menyatakan dukungan kepada Joswi.

Wiwaha mengapresi dukungan yang diberikan kepada partai politik non parlemen tersebut.

Dia melihat hal ini merupakan bentuk gerakan dari masyarakat yang menginginkan perubahan.

“Ini menunjukan adanya gelombang masyarakat yang menginginkan adanya perubahan,” tandasnya.

Link terkait:

https://solo.tribunnews.com/2020/09/01/partai-gelora-beri-rekomendasi-pilkada-sukoharjo-wiwaha-ada-masyarakat-yang-inginkan-perubahan

Sumberr: Tribun Solo

Partai Gelora Kalbar Nyatakan Dukungan Pasangan Heroaldi-Rubaeti di Pilkada Sambas

, , , , ,

PONTIANAK – Pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Sambas, DPW Partai Gelora Indonesia Kalimantan Barat menyatakan dukungannya kepada Pasangan Heroaldi-Rubaeti sebagai bakal calon Bupati dan bakal calon Wakil Bupati Sambas dengan menyerahkan SK Dukungan DPW Partai Gelora Kalbar pada Sabtu, 29 Agustus 2020 di Pontianak.

“Partai Gelora telah melakukan pendalaman terhadap semua paslon, dengan tujuan mencari sosok terbaik yang akan membawa Sambas melesat dengan potensinya.

Dan Pasangan Hero-Rubaeti adalah yang kami rasa cocok untuk mengemban amanah tersebut,” ujar Muslih, Ketua DPW Gelora Kalbar, Minggu (30/08/2020).

Dalam kesempatan itu, Heroaldi atau yang sering dipanggil Bang Hero menyampaikan rasa terimakasih atas kepercayaan Partai Gelora terhadap dirinya untuk ikut dalam Kontestasi Pilkada Sambas Desember 2020 mendatang.

“Saya menyampaikan rasa hormat yang setinggi-tingginya kepada Partai Gelora yang telah memberikan kepercayaan untuk Pasangan Heroaldi-Rubaeti dalam Pilkada Sambas.

Kami percaya, bahwa dengan semangat kebersamaan baik itu Partai Pengusung ataupun Pendukung yang tergabung dalam Tim Pemenangan nanti, maka tidak mustahil kemenangan itu akan kita raih, “ujarnya di hadapan fungsionaris Partai Gelora Kalbar.

Muslih, Ketua DPW Gelora Kalbar juga menyampaikan bahwa Partai Gelora baik itu ditingkat Wilayah atau Kab/Kota akan all out ikut dalam pemenangan Hero-Rubaeti

“Ini akan menjadi semangat bagi kami untuk melakukan pemanasan menghadapi 2024 mendatang, kami akan secara penuh ikut memenangkan pasangan ini mulai dari tingkat wilayah hingga kecamatan.

Meskipun sebagai Partai baru, justru itu akan menjadi semangat bagi kami memanaskan mesin-mesin partai di daerah, terutama Sambas,” tukasnya.

Link terkait:

https://pontianak.tribunnews.com/2020/08/30/partai-gelora-kalbar-nyatakan-dukungan-pasangan-heroaldi-rubaeti-di-pilkada-sambas

Sumber: Tribun Pontianak

Alamat Dewan Pengurus Nasional

Jl. Minangkabau Barat Raya No. 28 F Kel. Pasar Manggis Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan 12970 Telp. ( 021 ) 83789271

Newsletter

Berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan kabar terbaru.

X