Tag: #PartaiGeloraIndonesia

Partai Gelora Rayakan Milad ke-1 Secara Sederhana dan Serukan Kerja Kolaborasi

, , , ,

JAKARTA – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia akan menggelar pelaksanaan milad ke-1 yang jatuh pada Rabu (28/10/2020), bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ke-92 secara sederhana. Tidak ada acara perayaan yang akan dilakukan, hanya sekedar menggelar acara syukuran biasa, dan rangkaian kegiatan lainnya.

Hal itu sebagai bentuk empati Partai Gelora terhadap kondisi bangsa dan rakyat Indonesia yang saat ini masih berjuang mengatasi pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 telah menyebabkan krisis berlarut, korban jiwa dan harta benda yang tidak sedikit.

“Tak terasa hampir 1 tahun sejak kelahirannya, Partai Gelora Indonesia akan ultah pertamanya pada 28 Oktober 2020, setelah resmi disahkan oleh Kemenkumham pada 2 Juni 2020 lalu,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelora Indonesia Mahfuz Sidik dalam keterangannya, Selasa (27/10/2020).

Mahfuz menegaskan, dalam memperingati milad ke-1, Partai Gelora tidak menggelar perayaan pada Rabu (28/10/2020), tapi akan diisi dengan pengumuman kelengkapan kepengurusan dari tingkat DPN, DPW dan DPD, serta rangkaian kegiatan acara lainnya seperti Rakornas.

“Partai Gelora insya Allah akan mengumumkan kelengkapan pengurus 100% DPD (Kota dan Kabupaten). Akan banyak rangkaian acara, tapi yang lebih penting adalah rasa syukur, dan dorongan untuk kerja lebih besar. Menebar harapan dan optimisme bersama rakyat dalam situasi tak mudah yang sedang Indonesia hadapi,” kata Mahfuz.

Namun, meski disibukkan pemenuhan struktur dan pengembangan organisas, menurut Mahfuz, Partai Gelora juga ikut berpartipasi dalam Pilkada Serentak 2020, baik pemilihan gubernur, walikota dan bupati.

Partai Gelora Indonesia hingga kini diketahui telah menandatangani 197 Surat Keputusan (SK) dukungan paslon untuk pemilihan gubernur (Pilgub), pemilihan walikota (Pilwakot), pemilihan bupati (Pilbup) dari 270 Pilkada. Partai Gelora mengikuti 70 persen kontestasi Pilkada, yakni mengikuti 100 persen Pilgub, 86 persen Pilwakot dan 66 persen Pilbup.

Hingga 15 Oktober 2020, ke-197 SK dukungan Pilkada tersebut, terdiri dari 9 pemilihan gubernur (Pilgub) dari 9 daerah yang menggelar Pilgub, 33 pemilihan walikota (Pilwakot) dari 37 Pilwakot, dan 155 pemilihan bupati (Pilbup) dari 224 Pilbup.

Kerja kolaborasi
Sementara itu, Ketua Panitia HUT-1 Partai Gelora Indonesia Ahmad Yani mengatakan, semangat Sumpah Pemuda akan menjadi dasar bagi Partai Gelora untuk lebih fokus dalam memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara.

Sehingga mempercepat Indonesia masuk lima besar kekuatan dunia duduk sejajar satu meja bersama Amerika Serikat, Uni Eropa, Rusia dan China.

“Partai Gelora akan lebih fokus kepada semangat memberikan kontribusi terbaik untuk bangsa sesuai kompetensi kita masing-masing. Kemudian kita rajut dengan semangat kerja kolaborasi, sehingga menjadi kekuatan yang sangat besar hingga mampu menjadi 5 besar dunia,” kata Ahmad Yani.

Karena itu pada milad ke-1 ini, tidak ada perayaan dan hanya bentuk ucapan rasa syukur bahwa Partai Gelora telah hadir dalam memberikan warna baru dalam perpolitikan di Indonesia. Sebab, dalam tempo satu tahun sudah bisa menyelesaikan 100% struktur partai dari tingkat pusat hingga tingkat daerah.

“Harapannya, Partai Gelora bisa menjadi kontributor positif baik secara personal maupun struktural, dan juga mampu menjadi perekat seluruh elemen bangsa. Sehingga bisa menghadirkan orkestrasi politik yang harmoni dengan semangat gotong royong dan kebinekaan,” katanya.

Tingkatkan Kualitas SDM di Daerah, Partai Gelora Launching AMI Bengkulu

, , , , , ,

BENGKULU – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia melaunching feature utama Partai Gelora yang disebut Akademi Manusia Indonesia (AMI) di tingkat provinsi. Provinsi Bengkulu tingkat yang ke-20 sesudah Provinsi Jambi.

Kegiatan AMI di Provinsi Bengkulu dilaksanakan di Hotel Splash, Pintu Batu Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu, Jum’at (23/10/2020).

Direktur AMI Partai Gelora Indonesia Gunawan menjelaskan, “Alhamdulillah AMI tingkat Provinsi kembali kami launching. Provinsi Bengkulu menjadi Provinsi ke-20 sesudah Provinsi Jambi,” ujar Coach Gunawan sapaan akrabnya.

Acara Launching AMI Bengkulu dihadiri pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Gelora Indonesia yaitu Ketua Pengembangan Teritorial (Bangter) I Drs. H. Syahfan Badri Sampurno dan Ketua Bidang SDM KH. Musyaffa Ahmad Rahim.

Sementara itu Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelora Indonesia Provinsi Bengkulu Dedi Haryono, ST dalam acara tersebut didampingi pengurus DPW Provinsi Bengkulu dan 9 DPD Kabupaten dan 1 DPD Kota dari 9 Kabupaten dan 1 Kota di Provinsi Bengkulu.

Ketua DPW Partai Gelora Indonesia Provinsi Bengkulu Dedi Haryono, ST dalam laporannya menyampaikan, tentang pembentukan kepengurusan struktur organisasi partai tingkat daerah (DPD) dan tingkat kecamatan (DPC).

“Alhamdulillah tingkat kepengurusan DPW sudah clear tidak ada masalah begitu juga dengan tingkat DPD, DPD di Provinsi Bengkulu sudah terpenuhi di seluruh Kabupaten/Kota. Tinggal kita memenuhi kepengurusan struktur organisasi ke tingkat kecamatan (DPC) saja. Hanya saja untuk struktur DPD tinggal merevisi kembali struktur organisasi sehingga anggota yang ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) siap berkomitmen untuk maju dan bergelora bersama di Pemilu 2024,” kata Dedi.

Dedi menegaskan, kunjungan Kabangter Drs. H. Syahfan Badri Sampurno dan Ketua Bidang SDM KH. Musyaffa Ahmad Rahim, selain menghadiri launching AMI di Bengkulu juga memberikan aura positif bagi kader-kader yang ada di Gelora Bengkulu.

“Ini merupakan proses yang sangat luar biasa! Dengan adanya Pengurus DPN ke Bengkulu menjadi ruang proses transfer Knowladge dan semangat luar biasa tentang visi menjadikan Indonesia 5 besar kekuatan dunia. Lalu tentang tujuan bergabung ke Gelora menjadi sosok yang religius, berpengalaman dan sejahtera,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Bidang SDM di DPN Gelora Indonesia KH. Musyaffa Ahmad Rahim saat memberikan arahan dalam launching AMI Bengkulu mengatakan, penamaan Partai Gelora Indonesia memiliki makna yang mendalam.

“Makna dari Gelombang Rakyat Indonesia diambil menjadi nama partai. Gelora dijadikan simbol pemaknaan gerakan rakyat berkesinambungan dalam meningkatkan kapasitas individu, masyarakat hingga negara,” kata Musyaffa.

Menurut dia, pembinaan SDM merupakan sebuah kebutuhan mutlak untuk tujuan pertumbuhan organisasi secara keseluruhan, termasuk organisasi di Partai Gelora Indonesia.

“Pertumbuhan sebuah organisasi tidak akan melebihi pertumbuhan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Demikian pula pertumbuhan partai hingga bangsa tidak akan mungkin melampaui pertumbuhan kader dan leadernya,” jelasnya.

Coach Gunawan menambahkan, pembinaan SDM merupakan sebuah kebutuhan mutlak untuk pertumbuhan organisasi secara keseluruhan.

“Disinilah peran AMI sebagai salah satu feature utama Partai Gelora Indonesia,” kata Direktur AMI Partai Gelora Indonesia Coach Gunawan.

3 Alasan Kuat Partai Gelora Sulut Dukung Olly Dondokambey-Steven

, , , , , ,

MINAHASA – Partai Gelora Sulawesi Utara (Sulut) menegaskan kesiapan untuk berjuang dan berkolaborasi memenangkan pasangan Olly Dondokambey-Steven Kandouw pada Pilkada Provinsi Sulawesi Utara, 9 Desember 2020.

“Kami mendukung Pak Olly Dondokambey. kami siap berkolaborasi, bekerja sama untuk mendukung program-program Pak Olly dalam menambah kemajuan Sulawesi Utara ke depan,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelora Sulawesi Utara, Jefry Johanis Makalegi di Kolongan, Minahasa Utara, Selasa, 20 Oktober 2020.

Jefry menyebut, ada tiga alasan kuat kenapa Partai Gelora secara mantap dan tegas mendukung pasangan nomor urut 3 Olly-Steven memimpin Sulawesi Utara 2020-2025.

Pertama dan yang paling penting, kata Jefry, adalah karena program kerja Olly Steven sangat jelas dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sulawesi Utara.

“Jadi pertama melihat berdasarkan pengamatan program dan hasil pengamatan kami, peluang untuk menang dari Bapak Olly Dondokambey dan Bapak Steven Kandouw juga sangat terbuka,” jelasnya.

Kedua, lanjut Jefry, Partai Gelora Sulawesi Utara melihat figur dari Olly-Steven, khususnya Olly Dondokambey yang sudah pada level nasional, sehingga sangat mumpuni untuk membawa Sulut bersaing di kancah nasional, regional, bahkan dan internasional.

“Bapak Olly kapasitasnya nasional, dan biasa hadir dalam kemajemukan sehingga untuk menjalani pemerintahan di Sulawesi Utara saya pikir bisa lebih baik dan lebih sukses. Sudah terbukti selama periode pertama ini kan, komunikasi dan pergaulan di tingkat nasional sangat penting dalam memajukan Sulawesi Utara,” jelasnya.

Adapun yang ketiga, Jefry menyebut program-program yang dijalankan oleh Olly-Steven pada waku periode pertama (2015-2020) cukup memuaskan bagi masyarakat. Sehingga masyarakat akan senang untuk memilih kembali Olly-Steven.

“Maka kami DPW Partai Gelora menyatakan mendukung pasangan Olly-Steven, membangun Sulut Tambah Hebat lagi,” tegas Jefry.

Link terkait:

https://nasional.okezone.com/read/2020/10/20/337/2296776/3-alasan-kuat-partai-gelora-sulut-dukung-olly-dondokambey-steven

Sumber: Okezone.com

Launching AMI Jambi, Coach Gunawan: AMI Berperan sebagai Feature Utama Partai Gelora

, , , , , , , , ,

JAMBI – Akademi Manusia Indonesia (AMI) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia melaunching wadahnya untuk tingkat provinsi yang ke-19 di Provinsi Jambi berlangsung di Sukakarya, Kota Jambi, Jambi, Minggu (18/10/2020).

“Alhamdulillah kami kembali me-launching AMI wilayah Provinsi Jambi,” terang Direktur Akademi Manusia Indonesia Partai Gelora Indonesia Gunawan, yang akrab dipanggil Coach Gunawan, Senin (19/10/2020).

Acara launching AMI Jambi ini dihadiri pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Gelora Indonesia lainnya seperti Ketua Pengembangan Teritorial I (Kabangter) Syahfan Badri Sampurno dan Ketua Bidang SDM Musyaffa Ahmad Rahim.

Sementara Ketua DPW Mahyudi dalam acara tersebut didampingi pengurus DPW Provinsi Jambi dan 9 DPD kabupaten/kota dari 11 kabupaten/kota di Jambi.

Ketua DPW Partai Gelora Jambi, Mahyudi dalam laporannya menyampaikan, tentang pembentukan kepengurusan struktur organisasi partai tingkat wilayah ( DPW) dan tingkat daerah ( DPD).

“AlhamdulilLah kepengurusan DPW Jambi telah membentuk 9 DPD dari 11 kabupaten-kota di Jambi . DPD tersebut untuk tingkat Kota meliputi Kota Jambi dan Sei Penuh . Di tingkat kabupaten meliputi Kabupaten Bungo, Muaro Jambi, Batang Hari, Kerinci, Merangin, Tanjung Jabung Barat, Sarolangun,” kata Mahyudi.

Mahyudi menegaskan, kunjungan Kabangter Syahfan Badri Sampurno dan Ketua Bidang SDM Musyaffa Ahmad Rahim, selain meghadiri launching AMI Jambi memberikan aura postif bagi kader Partai Gelora Jambi.

“Terjadi proses transfer knowlegde dan semangat luar biasa tentang visi 5 besar dunia. Lalu, tentang tujuan bergabug dengan Gelora, menjadi sosok sosok yang religius berpengalaman dan sejahtera,” katanya.

Sementara itu, Ketua Bidang SDM Musyaffa Ahmad Rahim saat memberikan arahan dalam launchig AMI Jambi yang dihadiri 90 orang tersebut mengatakan, penamaan Partai Gelora Indonesia memiliki makna yang mendalam.

“Makna dari Gelombang Rakyat Indonesia diambil menjadi nama partai. Adalah merupakan simbol pemaknaan gerakan rakyat berkesinambungan dalam meningkatkan kapasitas individu, masyarakat, hingga negara,” Musyaffa

Menurut dia, pembinaan SDM merupakan sebuah kebutuhan mutlak untuk tujuan pertumbuhan organisasi secara keseluruhan, termasuk organisasi di Partai Gelora Indonesia.

“Pertumbuhan sebuah organisasi tidak akan melebihi pertumbuhan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Demikian pula pertumbuhan partai hingga bangsa tidak mungkin melampui pertumbuhan kader dan leadernya,” kataya.

Coach Gunawan menambahkan, pembinaan SDM merupakan sebuah kebutuhan mutlak untuk pertumbuhan organisasi secara keseluruhan.

“Disinilan peran AMI sebagai salah satu feature utama Partai Gelora Indonesia,” pungkas Direktur AMI Partai Gelora Indonesia Coach Gunawan ini.

Pemimpin Harus Matang dalam Hadapi Krisis agar Punya Kemampuan Navigasi

, , , , , ,

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, merespons positif Akademi Manusia Indonesia (AMI) dan Akademi Pemimpin Indonesia (API) melalui OKEFEST20 yang dilaksanakan Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia secara virtual. Kilahnya, menjadi candradimuka calon pemimpin.

Menurutnya, seorang pemimpin harus memiliki kesadaran akan krisis seperti kini, saat terjadi pandemi coronavirus baru (Covid-19). Dengan demikian, mempunyai kemampuan navigasi yang tepat berbekal pengalaman matang dan keterbukaan.

“Situasi krisis harus dipahami sebagai perjalanan baru dengan perubahan keadaan yang dipercepat, accelerated change. Maka, kepemimpinan dalam suasana seperti ini haruslah matang,” ucapnya saat menyampaikan kuliah umum “Kepemimpinan di Tengah Krisis” saat OKEFEST20, Sabtu (17/10/2020).

Bagi Anies, krisis kesehatan yang tengah terjadi harus diambil hikmahnya sebagai langkah perubahan cepat menuju pola kebiasaan hidup bersih sehat yang baru.

“Kala krisis kesehatan seperti saat ini, misalnya, maka harus disadari akan adanya perubahan baru dalam pola kebiasaan hidup bersih sehat di masyarakat. Begitu juga dalam ruang lingkup kepemimpinan dan politik,” jelasnya melalui keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2020).

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP Gelora Indonesia, Fahri Hamzah, menilai, Indonesia dapat dipersatukan sampai sekarang sekalipun penuh dengan keberagaman. Karenanya, perlu pemimpin yang mengerti tantangan bangsa.

“Pemimpin Indonesia harus mampu memahami ke mana arah kepemimpinannya, sehingga Indonesia tetap ada selamanya,” katanya.

Karenanya, Fahri menekankan pentingnya pemimpin berkualitas. Ini menjadi dasar partainya mengadakan AMI dan API agar melahirkan pemimpin yang memenuhi kualifikasi dan berkompeten.

Sedangkan Ketua DPW Gelora Jakarta, Triwisaksana, sesumbar, partainya bukan kelompok politik seperti pada umumnya. Dalihnya, mengedepankan gagasan dan narasi keindonesiaan.

“Selain itu, Partai Gelora menawarkan Akademi Manusia Indonesia dan Akademi Pemimpin Indonesia dalam acara Festival Orientasi Keanggotaan hari ini,” ujarnya.

OKEFEST20 digelar dalam rangka memperingati satu tahun berdirinya Gelora. Kegiatan mengambil tajuk “Imajinaksi Untuk Negeri.”

Acara ditutup dengan rekrutmen anggota baru secara virtual melalui aplikasi. Karen, Sammy, dan Naufal dinobatkan sebagai kader anyar baru secara simbolis dalam hajat tersebut.

DPN Partai Gelora Anjangsana Ke Lampung

, , , ,

LAMPUNG – Semakin memperlihatkan kegeliatannya, partai Gelombang Rakyat Indonesia Melalui Bangter (pengembangan Teritori) Wilayah Sumatera melakukan Road Show Ke beberapa Provinsi di Pulau Sumatera. Kali pertama dikunjungi dalam lawatannya ialah Provinsi Gerbang Sumatera yakni Lampung.

Melalui Bangter Sumatera, Syahfan Badri yang turut dibersamai langsung oleh Ketua Bidang SDM DPN Musyafa Abdurrohim dan wakil ketua Bidang SDM DPN Partai Gelora Coach Gunawan (sapaan akrabnya) serta beberapa Tim dari DPN. Diterima Langsung oleh pimpinan dan sebagian besar pengurus DPW Partai Gelora Provinsi Lampung di Kantor DPW Partai Gelora Provinsi Lampung (jl.Kh Mas Mansyur, Rawa Laut Enggal Bandar lampung) yang turut hadir pula sejumlah pimpinan Peggurus DPD Se-kabupaten Kota di Prov.Lampung.

Dalam sambutannya, ketua DPW Partai Gelora Prov.Lampung Samsani Sudrajat mengatakan banyak terimakasih kepada Bangterdan pengurus DPN dari pusat dalam lawatannya di Sumatera.

“Kami mengucapkan terimakasih pada DPN dan Bangter Sumatera dalam kunjungannya, Provinsi Lampung dengan segala sumber dayanya insyallah telah melakukan kerja kerja kepartaian dan siap melakukan tahapan tahapan pengembangan partai sampai tingkat bawah dengan membuka ruang kreativitas bagi siapa saja yang ingin bergabung dengan Gelora”.

“Alhamdulillah, Melalui DPW Provinsi Lampung, kedepan akan memberikan ruang dan space luas bagi seluruh masyarakat Lampung, dimana salah satunya kita sudah akan running gelar kegiatan rutin yang diinisiasi seluruh kreatifitas kader Gelora Lampung yang kita sebut sebagai public space (ruang publik) disana kita akan isi diskusi diskusi, seluruh ragam kreativitas anak muda seperti musik, seni dan gelaran bakat lainnya yang menjadikan ruang luas bagi seluruh masyarakat sebagai panggung kita bersama,” lanjut laporan sambutanya.

Lain halnya, dalam sambutan diskusi hangat siang tersebut, Gunawan (Waka SDM DPN Gelora Indonesia) memberikan arahan dan target target yang perlu di selesaikan dalam tahapan pengembangan Partai Gelora. Dalam paparannya :

“Gelora sebagai bagian dari alternatif pikiran anak bangsa harus memberikan kelapangan dan keterbukaan ruang kreatifitas bagi siapa saja anak bangsa baik kader Gelora maupun non-kader Gelora, sebab Partai Gelora merupakan ruang pencipta gelombang bagi siapa saja yang ingin berselancar di atas gelombang tersebut.”

“Partai Gelora harus membuka ruang bagi siapa saja yang ingin bergabung dan mengajak seluruh potensi anak bangsa untuk saling memikul beban bersama,” lanjutnya.

Syahfan Badri selaku Bangter wilayah Sumatera Partai Gelora Indonesa mengatakan : “Lawatan kita ke beberapa Provinsi ini merupakan bentuk kordinasi kita sebagian pengurus di daerah dan wilayah agar menciptakan iklim kepartaian yang sehat, dan dengan harapannya DPN dan pengurus di Daerah terus bekerja dengan semua proporsinya untuk kebesaran Partai dalam mewujudkan Indonesia 5 Besar Dunia,”.

“Insyallah 10 hari kedepan touring kita ini akan kembali mampir lagi di Provinsi Sai Bumi Rua Jurai ini, dalam candaan penutupnya,” sekaligus mengakhiri acara dan melanjutkan perjalanan menuju Sumatera Selatan.

Beberapa Provinsi yang akan disinggahi dalam gelaran Road Show ini ialah : Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Sumatera Barat, dan Bengkulu.

Link terkait:

https://www.pikiranlampung.com/2020/10/dpn-partai-gelora-anjangsana-ke-lampung.html?m=1

Sumber: Pikiran Lampung

Mia: Diplomasi Celemek, Diplomasi Pie

, , , , , ,

JAKARTA – Celemek buat Ratu Ratna Damayani, mantan jurnalis yang kini menjadi pengusaha sukses di bidang makanan ini memiliki makna mendalam bukan sekedar pelengkap ketika berkegiatan di dapur .

Hal Itu tampak ketika menanggapi permintaan reporter stasiun TV nasional Trans7 sebelum memulai wawancara agar membuka celemek yang masih dikenakan Mia.

“Saya pake saja ya,” pintanya tegas kepada Trans7 saat meliput lengkap proses pembuatan produk kue Pie ‘Zeytin’ di dapur Mia pada Sabtu (17/10/2020).

“Ndak tau rupanya reporter ini kalau buat saya celemek ini mengandung color of future movement,“ terang Ketua Bidang Jaringan dan Kerjasama Partai Gelora Indonesia ini.

Celemek menurut Mia mengandung banyak makna. “Buat saya , celemek Itu maknanya Color of Smart Power. Color of Winning and Justice Spirit, Color of Collaboration, serta Color of Happiness”.

Mia mengatakan lebih lanjut , celemek selama ini sering dipandang hanya sebagai layar penghalang , padahal banyak manfaatnya dan makna filosofiya yang terkandung.

“Celemek memang sering dipandang hanya sebagai layar penghalang cipratan aktivitas dapur mengenai pakaian. Namun, menurut saya dengan memakai celemek, seseorang itu ditandai sedang bekerja, sedang beraktivitas, sedang berproses. Sedang mematangkan adonan, masakan, dan ide,” jelasnya.

Dengan masih bercelemek berarti kerja belum usai meski makanan sudah tersaji di meja.

Lalu, berikutnya, kapankah saat yang tepat melepas celemek? Jawabannya,”Yaitu kalau sudah tak bekerja, tak beraktivitas, tak berproses, tak bergelora lagi. Jadi buat jantung berdebar terus.”

Pertanyaan berikutnya celemeknya atau birunya? Menurut saya, “Ya keduanya karena celemek dan biru keduanya sudah telanjur ‘built in’ menyatu”.

“Menjelang satu tahun mendarah biru Partai Gelora Indonesia. Terus bergerak menembus batas,” pungkas Mia.

Fahri: Omnibus Law Tidak Cocok Dengan Demokrasi Kita !

, , , , , ,

JAKARTA – Gelombang penolakan rakyat terhadap UU Omnibus Law Cipta Kerja yang telah disahkan DPR pada Senin (5/10/2020) lalu, semakin membesar dari hari ke hari. Hal itu terlihat dari aksi unjuk rasa yang terjadi di Jakarta kemarin, yang dihadiri jutaan massa.

Mantan Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019 Fahri Hamzah menilai UU Cipta Kerja tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga merampas hak-hak individu, serta hak berserikat atau berkumpul dan memberikan kewenangan luar biasa kepada lahirnya kapitalisme baru.

“Tradisi demokrasi yang demokratis selama ini, falsafahya akan diganti dengan nilai-nilai kapitalisme baru yang merampas hak-hak individual dan berserikat atau berkumpul. Mereka juga diberikan kewenangan untuk memobilisasi dana, tanpa dikenai peradilan. Ini anomali yang berbahaya sekali,” kata Fahri dalam keterangannya,Kamis (15/10/2020).

Fahri menegaskan, UU Omnibus Law Cipta Kerja itu diadopsi pemerintah dan DPR dari sistem komunis China, yang melihat kapitalisme baru ala China ini lebih menjanjikan ketimbang kapitalisme konservatif model Amerika dan Eropa.

“Sekarang ada kapitalisme baru yang lebih menjanjikan kapitalisme komunis China. Dari situ diambil kesimpulan, kita harus mengambil jalan mengikuti pola perkembangan ekonomi kapitalisme China yang sebenarnya tidak cocok dengan kita. China dikendalikan dengan sistem komunis, sementara Indonesia dikendalikan dengan sistem demokrasi,” katanya.

Hal inilah, menurut Fahri, tidak disadari pemerintah dan DPR yang ternyata tidak mampu memahami madzab atau falsafah dibelakang UU Omnibus Law Cipta Kerja ini secara utuh.

Ketidakpahaman terhadap madzab kapitalisme baru China ini dialami seluruh partai politik. Karena sejak awal, seluruh partai politik terlibat secara aktif melakukan sosialisasi dan pembahasan, termasuk partai yang diujungnya menolak, karena ingin mengambil keuntungan dari peristiwa ini saja.

“Jangan lupa dibalik keputusan ini, ada persetujuan lembaga DPR dan proposal dari pemerintah, banyak hal yang diabaikan tiba-tiba disahkan, ini menjadi pertanyaan besar. Disinilah, saatnya kita harus melakukan reformasi terhadap partai politik dan lembaga perwakilan,” katanya.

Karena itu, Wakil Ketua Umum Partai Gelora ini mempertanyakan untuk kepentingan siapa, sebenarnya UU Omnibus Law Cipta Kerja tersebut yang dipaksakan keberadaannya segera ada dengan pengesahan percepatan.

Sebab, para investor dari Amerika dan Eropa justru ramai-ramai mengirimkan surat ke pemerintah Indonesia menolak UU Cipta Kerja, karena tidak diangggap tidak bersahabat dengan investor.

“Sekarang investor Amerika dan Eropa ramai-ramai menulis surat, ini kekeliruan dan mereka menolak undang-undang ini. Kalau investor Amerika dan Eropa menolak, undang-undang ini untuk investor yang mana,? tanya Fahri.

Lebih lanjut Fahri mempertanyakan, hal ini tentu akan menjadi masalah tersendiri bagi pemerintah dalam menarik investasi asing agar menanamkan modalnya di Indonesia.

Disamping itu, investor juga kerap mempersyaratkan, apakah negara tersebut menghargai demokrasi atau tidak merusak lingkungan dalam menanamkan modalnya di suatu negara.

“Ini akan menjadi problem tersendiri, karena madzab UU Omnibus Law Cipta Kerja ini tidak berasal dari pemikiran negara demokrasi sepert Perancis, yang menghargai demokrasi dan tidak merusak lingkungan, serta tidak merampas hak individu dan berserikat. Undang-undang ini, madzabnya dari kapitalisme China,” tegasnya.

Fahri mengaku sejak awal sudah mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak membuat UU Omnibus Law Cipta Kerja yang menggabungkan 79 UU menjadi 1.200 pasal, karena akan memicu gelombang demontrasi rakyat besar-besaran dan ujung-ujungnya akan dibatalkan Mahkamah Konstitusi.

“Dari awal saya sarankan ke Presiden, ngapain bapak membuat undang-undang baru. Duduklah satu meja dengan konstituen dan stakeholder, apa yang mau dipercepat, misalkan perizinan, kepastian dalam berusaha dan akuisisi lahan, pakai saja undang-undang yang ada. Di sinkronisasi saja, lalu buatlah peraturan pemeritahnya, PP-nya,” ujarnya.

Namun, sekarang nasi sudah menjadi bubur, UU Omnibus Law Cipta Kerja telah disahkan DPR bersama pemerintah, sehingga menimbulkan kemarahan rakyat dimana-mana.

UU tersebut dinilai tidak sesuai dengan kehendak rakyat dan menciptakan ketidakpastian baru bagi rakyat dan investor. Akibatnya UU Omnibus Law Cipta Kerja ini akan menjadi sia-sia.

“Untuk teman-teman yang demonstrasi harus punya konsep dasar dan teori gambar besarnya. Agar kita tidak dijebak terus untuk marah, saling menfitnah, saling ngomel, tapi pada dasarnya tidak menyelesaikan masalah. Sementara disana ada pesta pora orang lain diatas perkelahian kita yang terus menerus tidak ada henti-hentinya,” pungkas Fahri.

Kini Giliran Bangli, Partai Gelora Bali Resmi Dukung Subrata-Parwata

, , , , , ,

BANGLI – Partai Gelora Indonesia Provinsi Bali tak ingin menjadi penonton dalam ajang kontestasi Pilkada akhir tahun di Bali. Meski belum memiliki kursi di DPRD, namun Partai Gelora Bali telah mendatangi dan menyatakan dukungan ke beberapa pasangan calon Bupati maupun Walikota.

Kali ini giliran Kabupaten Bangli, Ketua DPW Partai Gelora Bali Mudjiono beserta jajaran resmi menyatakan dukungan ke pasangan Calon Bupati Bangli, I Made Subrata dan Calon Wakil Bupati Ngakan Made Kutha Parwata.

Sebagai partai baru, Partai Gelora sudah menyatakan dukungan beberapa Kabupaten/Kota dalam Pilkada 2020, mengindikasikan kehadiran Partai Gelora diperhitungkan di konteks Pilkada. “Pada hari ini di Bangli kami mendukung Paslon Subrata dan Parwata,” ujar Mudjiono, Rabu (14/10/2020).

Penyerahan dukungan ini berlangsung di Rumah Pemenangan Calon Bupati I Made Subrata Calon Wakil Bupati Ngakan Made Kutha Parwata yang diserahkan langsung oleh Ketua DPW Partai Gelora Provinsi Bali dan Ketua DPD Partai Gelora Bangli kepada pasangan Subrata-Parwata.

Dalam kesempatan itu, Subrata menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan Partai Gelora Provinsi Bali kepada dirinya bersama Parwata untuk bertarung di Pilkada di Bangli.

Dukungan yang diberikan Partai Gelora ini merupakan sebuah kehormatan bagi Subrata-Parwata, semakin dekat dengan momentum Pilkada semakin banyak dukungan dan kepercayaan dari berbagai pihak.

Dalam suasana keakraban, Subrata bercerita kisah masa lalu yang menjadi pengalaman tak terlupakan sampai bisa maju bertarung dalam kontestasi politik di Bangli. Pihaknya mengatakan tetap membuka diri kepada siapa saja yang ingin terlibat bersama-sama untuk berjuang memenangkan Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

Tidak hanya Bangli, beberapa calon Kepala Daerah yang akan bertarung di Pilkada 2020 juga telah berkomunikasi dengan Partai Gelora Bali agar ikut dalam koalisi partai-partai pendukung.

Link terkait:

https://gelorabali.id/kini-giliran-bangli-partai-gelora-bali-resmi-dukung-subrata-parwata/

Sumber: Gelorabali.id

Percepat Sahkan UU Cipta Kerja, Fahri: DPR Sudah Masuk Perangkap ‘Lingkaran Setan’

, , , , , , , ,

JAKARTA – Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah saat ini menilai DPR dan partai politik (parpol) tengah mengalami krisis besar, krisis kepercayaan yang sangat luar biasa pasca pengesahan Undang-undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja beberapa waktu lalu, sehingga menimbulkan aksi penolakan serentak dan menimbulkan kericuhan dimana-mana.

“Kita tidak tahu Anggota DPR ini bekerja untuk rakyat atau kepentingan lain. Ini adalah krisis besar partai politik, krisis besar dalam lembaga perwakilan. Kita tidak mengetahui madzab atau falsafah dibelakang Omnibus Law ini, tiba-tiba menjadi rencana dalam program legislasi nasional, dan tiba-tiba kita tahu sudah disahkan jadi undang-undang,” kata Fahri Hamzah dalam keterangan tertulis, Minggu (11/10/2020).

Menurut Fahri, kasus Omnibus Law yang sekarang ramai dibicarakan sebagai puncak dari sistem perwakilan, apakah lembaga perwakilan tersebut wujud kedaulatan rakyat, atau sebaliknya perwakilan kepentingan parpol atau kepentingan lain.

“Di buku saya terakhir, buku putih yang membahas dilema ‘Daulat Partai Politik dan versus Daulat Rakyat, sudah saya tulis secara terang karena saya mengalami sendiri soal krisis partai politik dan krisis lembaga perwakilan itu, ” ungkap Fahri.

Karena itu, Fahri mengaku tidak mau terjebak dalam menyikapi pro kontra soal UU Omnibus Law Cipta Kerja. Sebab, baik yang menolak maupun mendukung UU tersebut, semuanya dikendalikan oleh ketua umum parpol yang melakukan ‘deal-deal politik’ dan mengambil untung dari peristiwa ini.

“Makanya saya tidak mau terjebak dengan kemarahan. Baik yang mengklaim dirinya bersama rakyat maupun tidak bersama rakyat, itu semua orang-orangnya dikendalikan oleh partai politik, tidak dikendalikan oleh aspirasi rakyat. Partai politik yang sedang mengambil untung dari peristiwa ini,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia ini.

Jadi apabila parpol yang tiba-tiba ada di pihak rakyat atau yang tadinya mendukung dan diujungnya menolak, menurut Fahri, semua juga dikendalikan parpolnya masing-masing, bukan murni aspirasi rakyat, karena mempertimbangkan ‘untung-rugi’ dari sebuah peristiwa politik.  

“Independensi Anggota DPR atau kedaulatan rakyat, sudah tidak ada lagi digantikan wakil parpol. Ketum, waketum, sekjen, bedum sangat powerfull sekali,  tinggal  telepon kalau ada transaksi. Sehingga konstituensi menjadi tidak penting lagi ketika sudah dikendalikan oleh partai politik. Ini seperti lingkaran setan,” katanya.

Mata rantai Lingkaran setan ini, lanjut Fahri, harus diputus dan dihentikan, karena parpol telah mengangkangi pejabat publik, mengendalikan Anggota DPR dan juga Presiden. Ia menilai parpol telah melakukan kegiatan subversif terhadap kedaulatan rakyat.

“Kendali parpol bukan hanya di legislatif, tapi juga di eksekutif. Walikota,  bupati, gubernur, bahkan juga presiden ditekan. Ini semua harus dihentikan, tidak ada lagi yang harus menjadi petugas partai. Partai politik harus menjadi thinktank atau pemikir, memberikan kontribusi pada pikiran bangsa, bukan mengendalikan wayang-wayang politik yang dipilih oleh rakyat,” tandasnya.

Fahri menilai kasus Omnibus Law Cipta Kerja ini bisa menjadi yurisprudensi bagi rakyat untuk mengajukan gugatan ke pengadilan guna memutus mata rantai lingkaran setan kekuatan parpol di legislatif dan eksekutif.

“Lingkaran setan ini harus diputus dan dihentikan, semua yang menjadi petugas partai harus dihentikan. Yurisprudensinya kita ciptakan melalui gugatan ke pengadilan, kewenangan parpol sudah terlalu besar. Saya sedih melihat DPR dan pemerintah terlalu cepat membohongi rakyat, sehingga Omnibus Law ditolak rakyat dimana-mana,” pungkas Fahri. 

Alamat Dewan Pengurus Nasional

Jl. Minangkabau Barat Raya No. 28 F Kel. Pasar Manggis Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan 12970 Telp. ( 021 ) 83789271

Newsletter

Berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan kabar terbaru.

Mobile Apps



X